www.smashyes.com

www.smashyes.com

Keenam bagi Kevin/Marcus

Senin, 17 September 2018

GELAR keenam diraih Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Ini setelah mereka sukses mempertahankan gelar juara  Japan Open 2018.

Dalam ajang yang masuk BWF World Tour Super 750, Kevin/Marcus mengalahkan Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok), dengan 21-11, 21-13 dalam final yang dilaksanakan di Tokyo Minggu (16/9/2018). Di di Musashino Forest Sport Plaza, Kevin/Marcus tampil solid.
Pasangan ranking satu dunia itu memberikan kesempatan kepada Li/Liu untuk mengembangkan permainan. Namun dituturkan Kevin/Marcus, Li/Liu mengubah taktik permainan mereka dari biasanya.

"Kami senang bisa mempertahankan gelar kami. Apalagi ini turnamennya di Jepang, kami bisa memberikan hasil yang terbaik untuk sponsor kami," kata Kevin usai pertandingan seperti dikutip media PBSI.

Li/Liu, ujar lelaki asal Banyuwangi itu, lebih banyak main bertahan. Tapi, dia dan Marcus  sudah siap dengan semua strategi mereka, jadi kami lebih yakin.

Marcus juga mengiyakan pernyataan Kevin. Meskipun lawan mengubah strategi, mereka sudah mengantisipasi hal ini. Terbukti perolehan skor cukup jauh di penutup game pertama maupun game kedua.

"Mereka banyak mengarahkan bola ke atas, mungkin karena bolanya berat. Tapi kami sudah mempersiapkan tenaga, kami tahu ini pasti akan terjadi. Kami sudah mempelajari penampilan mereka waktu melawan Fajar (Alfian)/Rian (Ardianto). Model mainnya mirip, jadi kami sudah bisa memprediksi," beber Marcus.

Stadion yang digunakan di Japan Open 2018 merupakan stadion yang akan digunakan untuk Olimpiade Tokyo 2020. Untuk itu, Kevin/Marcus mengaku optimis dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan di stadion ini.

"Suasananya enak, kami cukup nyaman bermain di sini. Walaupun bolanya berat. Tapi kami bisa mengatasi," ujar Kevin.

Hasil Final Japan Open 2018:
Tunggal Putra: Kento Momota (Jepang/x3) s Khosit Phetpradab (Thailand) 21-14, 21-11

Ganda Putri: Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang x11) v Chen Qingchen/Jia Yifan (3/CHN) 21-15, 21-12

Ganda Campuran: Zheng Siwei/Huang Yaqiong (Tiongkok x1) v Wang Yilyu/Huang Dongping (Tiongkok x2) 21-19, 21-8

Tunggal Putri
Carolina Marin (Spanyol x 6) v Nozomi Okuhara (Jepang x8) 21-19, 17-21, 21-11

Ganda Putra
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia x1) v Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok x2) 21-11, 21-13

Gintin Ketemu Unggulan Teratas

Kamis, 13 September 2018

DENDAM Anthony Ginting kepada Prannoy H.S. terbalas tuntas. Dia mampu mengalahkan wakil India itu di babak kedua Japan Open dengan dua game langsung 21-14, 21-17.

 Sebelumnya, Prannoy mempermalukan Ginting di Indonesia Open 2018. Ketika itu, dia menang 21-13, 21-18. Selain itu, di babak I, Prannoy menang atas peraih emas Asian Games 2018 asal Indonesia Jonatan Christie.

"Pertama memang dari pikiran, sejak Asian Games kemarin, saya mainnya lebih rileks, saya bisa menikmati permainan. Kedua dari fokusnya, ini yang paling penting. Ketiga adalah dari segi fisik dan kekuatan tubuh secara keseluruhan," ujar Anthony seperti dikutip dari media PBSI.
 
Salah satu kunci kemenangannya adalah menonton video pertandingannya, dan menghafal kebiasaan lawan. Ini membuat Ginting berhasil menerapkan strategi yang sudah dirancang.

''Apalagi shuttlecock nya berat, saya harus lebih tenang, kalau buru-buru bisa jadi bumerang," tambah peraih medali perunggu Asian Games 2018 ini.
 
Anthony akan berjumpa dengan Viktor Axelsen. Pebulu tangkis Denmark ini melewati hadangan Kenta Nishimoto (Jepang) di babak pertama. Anthony sementara unggul 1-0 atas Axelsen.
 
"Viktor adalah pemain dengan tipe main reli balik serang. Dengan postur tubuhnya yang tinggi, saya harus wasapada dengan serangan-serangannya. Strateginya kurang lebih sama dengan pertandingan hari ini, yang penting fokusnya dan bisa merasa enjoy di lapangan," ujar Anthony. (*)
 

Cedera, Gagal Hadapi Pasangan Tiongkok

LANGKAH pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di Japan Open 2018.  Hanya,  mereka bukan kalah dua game langsung atau tiga game.
 Hendra/Ahsan tak bisa turun ke lapangan saat harus menghadapi Li Junhui/Liu Yuchen dari Tiongkok. Ahsan mengalami cedera pinggang.

Hendra/Ahsan melaju ke babak kedua Japan Open 2018 setelah melewati laga sengit melawan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan 21-17, 20-22, 21-17. "Tadi pagi setelah sarapan terasa sakit di pinggang dan menjalar ke perut. Saya sudah minum obat tetapi masih terasa sakit sampai sekarang. Sepertinya ini cedera yang lama, tapi rasa sakitnya beda," kata Ahsan seperti dikutip media PBSI.

Sementara itu, Asisten Pelatih Ganda Putra PBSI Aryono Miranat mengatakan bahwa Hendra/Ahsan sejauh ini belum memastikan mundur dari Tiongkok Open 2018 yang akan berlangsung pekan depan.

"Sejauh ini keputusannya akan tetap berangkat, biasanya Ahsan kalau sakit seperti ini dan istirahat beberapa hari bisa pulih lagi. Mudah-mudahan saja kondisinya membaik dan bisa tanding di Tiongkok Open," ujar Aryono.

Indonesia mengirim dua wakil ganda putra ke babak perempat final Japan Open 2018 lewat pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Dengan mundurnya Hendra/Ahsan, maka Li/Liu akan langsung ke perempat final dan berjumpa dengan Fajar/Rian. (*)

Perombakan Bisa Semakin Cepat

Rabu, 12 September 2018

TAK salah kalau pelatih ganda putri Pelatnas Cipayung Eng Hian akan melakukan perombakan. Parameternya tentu hasil yang diraih anak asuhnya.

Seperti yang terlihat di Japan Open 2018. Meski baru memasuki babak II, tetapi Indonesia hanya bisa menempatkan satu pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Sedang dua pasang lain, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi, langsung tersingkir.

Greysia/Apriyani lolos tanpa memeras keringat. Di babak I mereka memperoleh bye.

Della/Rizki dihentikan pasangan tuan rumah Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata 13-21, 21-15, 11-21. Anggia/Ketut juga kalah oleh wakil Jepang Misato Aratama/Akane Watanabe 16-21, 18-21.

Di Japan Open, sejak dilaksanakan 1977, Indonesia tak pernah menempatkan wakilnya menjadi juara. (*) 

Satu Pasangan Harus Pulang Dulu

INDONESIA sudah dipastikan kehilangan satu wakil di nomor ganda putra dalam Japan Open 2018. Dua wakil merah putih, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon dan Ade Yusuf/Wahyu Nayaka, harus saling bertemu di babak II.

Ini setelah kedua pasangan mampu menundukkan lawan-lawannya dalam pertandingan yang dilaksanakan di Tokyo pada Rabu waktu setempat (12/9/2018). Kevin/Marcus, yang diunggulkan di posisi teratas, menang dua game langsung 21-15, 21-15 atas Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov. Ini menjadi kemenangan kelima dalam lima kali pertemuan bagi Kevin/Marcus atas wakil Rusia tersebut.Sementara, Ade/Wahyu menghentikan perlawanan Jason Anthony/Nyl Yakura (Kanada) dengan 21-17, 15-21, 21-18. 

Kevin/Marcus dan Ade/Wahyu sudah dua kali bertemu. Hasilnya, saling mengalahkan.

Tentu, jika tak waspada bisa jadi The Minons, julukan Kevin/Marcus, pulang awal. Hanya melihat  perkembangan permaian, mereka layak melaju ke perempat final.

Di Japan Open, Kevin/Marcus menyandang status juara bertahan. Di final 2017, mereka mengalahkan wakil tuan rumah Takuto Inoue/Yuki Kaneko 21-12, 21-15. (*)

Gregoria Tak Gentar

Selasa, 11 September 2018

DI pentas bulu tangkis dunia, Gregoria Mariska dan Ratchanok Intanon dari Thailand punya status sama. Keduanya pernah sama-sama menjadi juara dunia junior.

Hanya, Gregoria baru sekali merasakan (2017). Sedangkan Ratchanok sudah tiga kali (2009, 2010, dan 2011).

Namun, ketika memasuki level senior, Gregoria jauh capaiannya dengan wakil Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, tersebut. Selepas dari junior, Ratchanok sukses menjadi juara dunia senior pada 2013.

Tapi, perbedaan itu tak membuat Gregoria keder. Dia siap menantang lawannya itu di babak kedua Japan Open 2018.

Itu setelah Gregoria dan Ratchanok sama-sama memetik kemenangan di babak I pada Selasa waktu setempat (11/9/2018) di Tokyo. Gregoria yang kini ada di ranking 23 dunia menang dua game langsung 21-18, 21-17 atas wakil Rusia Evgeniya Kosetkaya dan Ratchanok dipaksa bertarung tiga game 17-21, 21-9, 21-15 oleh Minatsu Mitani (Jepang) .

Selama ini, Gregoria baru sekali berjumpa dengan Ratchanok. Itu terjadi pada Indonesia Open 2018. Hasilnya, dia kalah 11-21, 21-17, 14-21.

Di babak kedua, Gregoria ingin membalas kekalahan dan berusaha mengeluarkan yang terbaik di pertandingan ."Kalau target, saya maunya bisa melewati Ratchanok dulu dan menembus babak delapan besar," tuturnya. (*)

Habis Juara AG, Langsung Tersingkir

Jonatan Christie saat tampil di babak I Japan Open 2018. (foto;PBSI)
PERJALANAN Jonatan Christie seperti rolling coster. Kok bisa? Setelah membuat kejutan dengan meraih emas di Asian Games 2018, dia langsung tersungkur di babak I Japan Open 2018.

Padahal, peserta yang ikut dalam ajang di Negeri Sakura, julukan Jepang, tak banyak berubah. Ironisnya, Jojo, sapaan karib Jonatan Christie, kalah oleh pebulu tangkis nonunggulan H.S. Pranoy dari India dengan dua game langsung 18-21, 17-21 di Tokyo pada Selasa waktu setempat (11/9/2018).

 Ini menjadi kekalahan kedua beruntun bagi Jojo. Di Asian Games pada nomor beregu, dia juga kalah oleh lawannya yang berperingkat 13 atau satu setrip di bawah Jojo.

"Sebenarnya di awal game, mainnya cukup enak, saya bisa keluarkan stroke nya dengan baik. Di akhir game, saya dua-tiga kali buang kesempatan di saat krusial. Harusnya berani adu di depan net. Di game kedua, saya masih terpikir soal game pertama. Sayang sekali di game pertama sudah unggul tapi tidak bisa menyelesaikan, " ujar Jonatan yang ditemui usai pertandingan.

"Kecewa itu pasti, saya belum bisa menunjukkan yang terbaik di turnamen BWF Tour dalam beberapa turnamen terakhir. Apalagi di Jepang ini saya kurang beruntung,'' kata Jojo seperti dikutip dari media PBSI.

Dia mengakui persiapan yang mepet, hanya seminggu, memberikan pengaruh. Ini, ucap dia, dijadikan pelajaran harus lebih mempersiapkan diri lebih matang.

Sementara itu, Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI Hendry Saputra menjelaskan bahwa anak asuhnya itu memang tak tampil semaksimal di Asian Games 2018. Terutama dari segi fokus di pertandingan.

"Kalau saya lihat dari tingkat kesegaran ototnya, ini terlihat di pertandingan. Selain itu fokus pikirannnya pun nggak seperti kemarin (di Asian Games). Jonatan juga kalah dari Prannoy di Asian Games tapi menurut saya penampilan Jonatan kali ini lebih baik, sudah ketemu formulanya. Tapi di sini serangannya tidak bisa tembus. Saya optimis dia bisa atasi di pertandingan selanjutnya," jelas Hendry. (*)

Bongkar meski Peringkat 11 Dunia

Minggu, 09 September 2018

PISAH:Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris (foto;PBSI)
PEROMBAKAN pasangan kembali terjadi di sektor putri. Della Destiara Haris yang biasa berpasangan dengan Rizki Amelia Pradipta, kali ini akan dimainkan bersama Anggia Shitta Awanda. Sementara Rizki bersama Ni Ketut Mahadewi Istarani yang merupakan pasangan main Anggia.

Ini dilakukan Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI Eng Hian untuk mencari kombinasi ganda kedua Olimpiade Tokyo 2020. Kandidat terkuat sebagai ganda pertama masih ditempati pasangan rangking empat dunia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Pasangan anyar inu akan diturunkan di turnamen Denmark Open 2018 BWF World Tour Super 750. "Pasangan utama ke olimpiade tetap Greysia/Apriyani, selama ini penampilan mereka cukup baik. Greysia sudah komitmen sama saya untuk bertahan, dia mau cari medali di olimpiade terakhirnya sebelum pensiun," ungkap Eng kepada situs PBSI.

Sementara itu, pasangan rangking 11 dunia, Rizki/Della yang selama ini menjadi ganda kedua di sejumlah event penting seperti Piala Uber 2018 dan Asian Games 2018, dinilainya masih belum memberikan hasil yang menggembirakan. "Memang sengaja dibongkar pasang karena hasil di beberapa turnamen selama ini tidak sesuai harapan, saya coba formula baru. Kenapa mereka? Karena untuk level yang di atas memang yang ada cuma mereka," ujar Didi, sapaan karib Eng Hian.

Baginya, ranking yang bagus bukan menjadi jaminan kalau belum pernah merasakan menjadi juara. Sehingga, wajar kalau dibongkar.

Ia juga tak khawatir soal sempitnya waktu jelang kualifikasi olimpiade yang akan dimulai pada awal tahun depan. Dituturkan Didi, di sektor ganda putri persaingannya tak seberat sektor tunggal putra, jika penampilan ganda racikan baru ini memang punya kualitas, peluang untuk masuk top delapan dunia dan lolos ke olimpiade cukup terbuka.

"Saya lebih mementingkan kualitas, kalau pasangan baru tapi bisa menembus, masih ada kesempatan untuk mengejar ke olimpiade. Kalau kualitas penampilannya bagus, ikut 12-14 turnamen setahun misalnya masuk semifinal atau bahkan juara setidaknya dapat tiga gelar, saya tetap optimis bisa tembus delapan besar, peluangnya cukup terbuka," tutur  pelatih  asal Solo ini.

Didi memberikan kesempatan kepada para pasangan ganda putri baru ini untuk unjuk gigi di sisa turnamen yang akan mereka ikuti hingga akhir tahun. Ia berharap anak-anak didiknya dapat menunjukkan perjuangan maksimal di lapangan, diikuti dengan catatan prestasi yang baik.

 "Saya mau lihat progres mereka di tiga turnamen ini (Jepang, Tiongkok dan Korea), nanti ditambah lagi tiga turnamen sampai akhir tahun dengan pasangan yang berbeda. Kalau masih tidak ada gelar juga ya lebih baik saya naikkan yang junior. Bisa dengan dipasangkan dengan pemain senior, atau benar-benar junior semua yang akan main di level lebih tinggi," ucap Didi. (*)

Mundur tapi Datang ke Tokyo

Tontowi/Liliyana saat berlaga di Asian Games 2018 (foto PBSI)


TONTOWI Ahmad/Liliyana Natsir batal tampil di Japan Open 2018. kondisi Liliyana tak memungkinkan untuk bertanding  ajang yang masuk Tour Super 750 tersebut.

"Butet (Liliyana) saat ini tidak dalam kondisi fit untuk bertanding. Tapi bukan cedera kok, kondisi lututnya tidak apa-apa. Dia sedang tidak enak badan, badannya panas," kata Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI Richard Mainaky seperti dikutip dari media PBSI. 

Japan Open 2018 BWF World Tour Super 750 akan dilangsungkan pada 11-16 September 2018 di Musashino Forest Sport Plaza. Namun, Richard memperkirakan kondisi Tontowi/Liliyana akan pulih sebelum gelaran China Open 2018 BWF World Tour Super 1000 yang akan dilangsungkan setelah Japan Open 2018. Hingga saat ini, Richard masih optimis keduanya tetap bisa berlaga di China Open.

"Saya rasa mereka bisa bertanding di China Open 2018, mudah-mudahan recovery dan persiapannya bisa kami maksimalkan," tambah Richard.

Tontowi rencananya tetap bertolak ke Tokyo pada Jumat (14/9) untuk hadir memenuhi peryaratan dari BWF (Badminton World Federation) guna menghindari denda. Berdasarkan regulasi federasi bulutangkis dunia, pemain ranking 10 besar dunia wajib untuk bertanding di turnamen level Super 750 dan level Super 1000. Kecuali jika sedang cedera atau sakit. Oleh karenanya, Tontowi tetap harus hadir.

"Iya, Tontowi akan ke Tokyo , kalau tidak kan bisa kena denda. Memang sudah peraturan dari BWF. Dari Jepang, dia akan langsung terbang ke Tiongkok," sebut Richard.

 Dengan mundurnya Tontowi/Liliyana, maka sektor ganda campuran Indonesia di Japan Open 2018 akan diwakilkan oleh tiga pasangan. Mereka adalah Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dan Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto. (*)


Jadi Unggulan I, Tumbang di Babak II

Kamis, 06 September 2018

TERSINGKIR: Dinar Dyah Ayustine (foto;PBSI)
KANS Indonesia meraih gelar tunggal putri dalam Hyderabad Open 2018 sebenarnya terbuka. Wakil merah putih Dinar Dyah Ayustine ditempatkan sebagai unggulan teratas dalam ajang yang menyediakan hadiah total USD 75 ribu tersebut.

Sayang, langkah Dinar sudah terhenti. Bukannya di babak final tapi baru di babak II. Secara mengejutkan gadis asal Karanganyar, Jawa Tengah, tersebut menyerah dua game langsung 15-21, 15-21 kepada Yeo Jia Min dari Singapura pada Kamis waktu setempat (6/9/2018).

Ini menjadi pertemuan perdana bagi Dinar dan Yeo. Hanya, di atas kertas, sebenarnya, wakil Indonesia bisa memetik kemenangan.

Alasannya, ranking Dinar lebih baik dibandingkan lawan. Saat ini, Dinar ada di posisi 45 sementara lawannya 74.

Kekalahan ini juga menular kepada rekan-rekannya. Choirunnisa dan Ruseli Hartawan menyerah kepada lawan-lawannya. Hyderabad Open baru kali pertama dilaksanakan. (*)

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger