www.smashyes.com

www.smashyes.com

Host Event Junior Asia dan Dunia

Rabu, 22 Maret 2017

Indra Leonard/ Violita dapat panggilan seleksi (foto:djarum)
INDONESIA dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan dua turnamen paling bergengsi di level junior (U-19). Kedua ajang tersebut adalah Asia Junior Championships (AJC) dan World Junior Championships (WJC). Dua kejuaraan ini memainkan nomor beregu campuran dan perorangan.

Rencananyam AJC dilangsungkan di GOR Jaya Raya Bintaro pada 22 – 30 Juli 2017, mundur beberapa pekan dari jadwal awal karena berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan penyelenggaraan WJC telah diumumkan sejak tahun lalu. Daerah Istimewa Jogjakarta akan menjadi provinsi penyelenggara kejuaraan ini, pada 9-22 Oktober 2017.

“Keputusan ini baru diumumkan pekan lalu. Indonesia akhirnya dipercaya untuk menjadi tuan rumah AJC 2017. Soal waktu persiapan yang cukup singkat, kami rasa tidak ada masalah, masih ada waktu empat bulan kedepan, kami sudah mulai mengerjakan persiapan yang sudah bisa dikerjakan,” ujar Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI Bambang Roedyanto seperti dikutip media PP PBSI yang dikirim via email.

Tentunya, tambah dia, sebuah kehormatan bagi Indonesia dalam setahun bisa dipercaya menjadi tuan rumah AJC dan WJC sekaligus. Ini, terang lelaki yang akrab disapa Rudi, membuktikan bahwa reputasi Indonesia sebagai penyelenggara kejuaraan bulutangkis sudah diakui.

 Tak hanya mengangkat nama Indonesia sebagai penyelenggara kejuaraan bulu tangkis level dunia, kesempatan menjadi tuan rumah juga menguntungkan Indonesia dari segi jumlah kuota atlet yang bertanding di AJC dan WJC 2017. Selain itu, klub dan pembina bulu tangkis juga dapat menyaksikan langsung sejauh mana kekuatan pemain-pemain asing dan nantinya dapat memberikan masukan bagi pembinaan atlet di klubnya.

Selain itu, AJC dan WJC 2017 merupakan ajang bagi pebulu tangkis U-19 untuk berlomba-lomba merebut poin menuju Youth Olympic 2018 yang akan berlangsung di Buenos Aires, Argentina. Hampir dipastikan, mereka yang akan turun di AJC dan WJC 2017 adalah atlet-atlet junior terbaik di dunia.

 Indonesia telah memulai persiapan jelang dua kejuaraan ini dengan memanggil 26 atlet untuk latihan bersama di Pelatnas Cipayung. Atlet tunggal putra dan tunggal putri sudah bergabung pada 13 Maret 2017, sedangkan ganda putra dan ganda campuran pada 17 April 2017.

Nominator atlet Asia Junior Championships 2017 :

Tunggal Putra

1.     Mochammad Rehan Diaz (Mutiara Cardinal Bandung)

2.     Gatjra Piliang Fiqihillahi Cupu (Exist Jakarta)

3.     Ikhsan Leonardo Emanuel Rumbay (SKO Ragunan)

4.     Fathurrachman Fauzi (Exist Jakarta)

5.     Alberto Alvin Yulianto (Djarum Kudus)

Tunggal Putri
1.     Sri Fatmawati (Jaya Raya Jakarta)

2.     Asty Dwi Widyaningrum (Jaya Raya Jakarta)

3.     Putri Ayu Desiderianti (Exist Jakarta)

Ganda Putra
1.     Abyyu Fauzan Majid (SGS PLN)

2.     Muhammad Shohibul Fikri (SGS PLN)

3.     Ade Bagus Sapta Ramadhani (Exist Jakarta)

4.     Alam Muhammad Afwani H (Exist Jakarta)

5.     Alfandy Rizki Putra Kasturo  (Jaya Raya Jakarta)

6.     Emanuel Randy Febrito (Jaya Raya Jakarta)

7.     Ferdian Mahardika Ranialdy (Jaya Raya Jakarta)

8.     Ghifari Anandaffa Prihardika (Jaya Raya Jakarta)

9.     Fenta Age Prasetyo (Exist Jakarta)

10.  Jonanes Aldy Djunaedi (Exist Jakarta)

11.  Adnan Maulana (Jaya Raya Jakarta)

12.  Rizki Adam (Candra Wijaya International Badminton Club)

Ganda Campuran

1.     Renaldi Samosir (Exist Jakarta)

2.     Herdiana Yuli Marbela (Exist Jakarta)

3.     Indra Leonard Prasetya (Bayu Kencana Pasuruan)

4.     Violita Dewi (Bayu Kencana Pasuruan)

5.     Pramudya Kusuma (Djarum Kudus)

6.     Lisa Ayu Kusumawati (Djarum Kudus)

Bakat Tercium sejak Masuk Audisi

Kevin Sanjaya bersama kedua orang tua (foto: PBSI)
BAKAL melejitnya Kevin Sanjaya ternyata sudah terendus lama. Tepatnya saat dia diterima Kevin di tahun 2007 ketika Kevin lolos audisi PB Djarum.

“Saat itu Fung (Permadi) bercerita kepada saya kalau Kevin ini permainanya bagus, walaupun posturnya tidak tinggi tetapi tidak kesulitan kontrol bola, berarti bakatnya bagus,” puji Presiden Direktur Djarum Foundation Victor Hartono.

Kevin, ujarnya, adalah atlet yang fokus dengan tugasnya. Kalau tidak ada cedera atau masalah non teknis, masa depan Kevin cerah.

''Mari kita doakan Kevin makin jaya dan akan membawa Indonesia makin jaya,” ucap Victor.

Salah satu senjata utama Kevin yang tak dimiliki pemain lain adalah pukulan-pukulannya yang terbilang aneh dan sulit untuk dikembalikan lawan. Ini banyak dipelajarinya dari Sigit Budiarto, mantan pemain ganda putra Indonesia era 90-an yang juga pernah melatih Kevin di PB Djarum.
 
“Satu kata untuk Kevin : Pintar! Dia punya talenta yang lain daripada yang lain, attitude-nya baik dan latihannya selalu all out. Mau dikasih program latihan apapun ayo. Skill yang dia miliki itu di atas rata-rata teman-temannya yang lain,” komentar Sigit.

Kevin dan Marcus sudah dihadapkan dengan tantangan selanjutnya di ajang India Open Super Series 2017. Keduanya punya target mempertahankan gelar juara di turnamen ini yang mereka raih tahun lalu. (*)

Rp 250 Juta buat Kevin

Kevin (tiga dari kanan) bersama bos Djarum Victor Hartono
KEVIN Sanjaya Sukamuljo jadi perbincangan usai All England 2017 . Dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut, dia mampu keluar sebagai juara.  Berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon, mereka mengalahkan  Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok), dengan 21-19, 21-14 di final nomor ganda putra.

 Atas prestasi ini, Kevin diberi apresiasi oleh klubnya, PB Djarum, yang telah membina Kevin sejak ia berusia 11 tahun. Bentuk apresiasi tersebut bernilai total Rp 250 juta, terdiri dari deposito BCA senilai Rp 200 juta, persembahan dari Djarum Foundation serta Rp. 50 juta dari Blibli.com yang merupakan sponsor tim nasional bulu tangkis Indonesia.
 
Pemberian penghargaan berlangsung siang ini di Galeri Indonesia Kaya, Rabu (22/3). Dalam kesempatan ini turut hadir Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto serta wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI Oei Wijanarko.
 
“Menjadi juara All England memang sudah impian saya sejak kecil, tetapi jadi juara olimpiade, juara dunia dan juara Asian Games sih juga ingin. Perasaannya waktu menang sempat nggak percaya, ini beneran menang nggak sih?” ungkap Kevin seperti dikutip media PP PBSI.
 
Pebulu tangkis asal Banyuwangi ini menyampaikan terima kasih kepada Djarum Foundation dan PB Djarum atas dukungan yang diberikan . Kevin merasa semua itu mungkin tidak bisa tercapai kalau tidak bergabung dengan PB Djarum.

'' Banyak sekali ilmu dan lesem[atan yang diberikan kepada saya,” terang Kevin.

Kevin memang sosok atlet yang istimewa, ia merupakan jebolan audisi yang diselenggarakan PB Djarum setiap tahunnya. Tak terpilih dalam audisi 2006, Kevin kecil tak menyerah, ia kembali mencoba di tahun berikutnya dan akhirnya berhasil lolos.
 
“Kevin ini skill-nya bagus, berani dan pantang menyerah. Sudah kelihatan sejak masih remaja. Kevin dilahirkan untuk menjadi juara,” kata Ade Lukas, salah satu pelatih Kevin di PB Djarum. (*)

Tiga Wakil Berjuang di Kualifikasi

Senin, 20 Maret 2017

Anthony Ginting punya kans lolos babak utama
 PEBULU tangkis muda Indonesia terus mengejar poin. Meski, mereka harus melalui babak kualifikasi, khususnya di turnamen super series atau super series.

Di Malaysia Open misalnya. Tiga andalan merah putih, M. Bayu Pangisthu, Ihsan Maulana Mustofa, dan Anthony Ginting memulai langkahnya dari babak kualifikasi.

 Ini dikarenakan ranking ketiganya belum bisa untuk menembus babak utama. Di antara ketiganya, Ginting, sapaan karib Anthony Ginting, mempunyai ranking tertinggi yakni 30. Disusul Ihsan di posisi 38 dan Bayu di peringkat 58.

 Kans ketiganya menembus babak utama Malaysia Open terbuka. Ini disebabkan Ginting, Ihsan, dan Bayu berada di grup yang berbeda. Biasanya, sesama pebulu tangkis Indonesia harus saling mengalahkan untuk bisa menembus babak utama.

 Di  babak utama sendiri, merah putih sudah menempatkan tiga duta. Mereka adalah Tommy Sugiarto, Jonatan Christie, dan Sony Dwi Kuncoro. Selain Jonatan, Tommy dan Sony bukan lagi penghuni Pelatnas Cipayung. (*)

Awas, Lin Dan Sudah Bangkit

Lin Dan juara di ajang grand prix gold
LIN Dan mulai panas. Setelah gagal di dua turnamen, German Open 2017 dan All England 2017, kali ini Super Dan, julukan Lin Dan, mampu naik podium juara di Swiss Open.

Dalam final yang dilaksanakan di Basel pada Minggu waktu setempat (19/3/2017), pebulu tangkis 34 tahun tersebut mengalahkan rekannya sendiri, Shi Yuqi, dengan dua game mudah 21-12, 21-11.Pertandingan keduanya hanya memakan waktu 31 menit. Ini jadi final tercepat dari lima nomor yang dipertandingkan.

Kemenangan ini juga membalas kekalahan pekan lalu di All England 2017. Dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu, Lin Dan menyerah dua game 22-24, 11-21.

Usai dari Basel, ajang berikutnya yang diikuti oleh Lin Dan adalah Malaysia Open 2017. Di turnamen yang dilaksanakan 4-9 April itu, di babak I, Lin Dan bersua dengan H.S. Pranoy dari India.

Selama ini, keduanya belum pernah berjumpa. Hanya, dengan kemenangan di Swiss Open, Lin Dan punya modal berharga. (*)

Jalan Menuju Juara

 Babak

I. Arnaud Merkle (Prancis) 21-14, 21-5

II. Koki Watanabe (Jepang) 21-13, 21-13

III.Brice Leverdez (Prancis) 21-7, 21-11

Perempat final: Ihsan Maulana Mustofa (Indonesia) 21-17, 21-14

Semifinal: Anthony Ginting (Indonesia) 21-17, 21-17

Final:Shi Yuqi (Tiongkok) 21-12, 21-11

Indonesia Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Level Dua BWF

Minggu, 19 Maret 2017

RENOVASI: Istora Senayan, Jakarta
BWF mengumumkan struktur baru dalam penyelenggaraan turnamen internasional. Indonesia mendapat kehormatan dari federasi bulu tangkis dunia itu untuk menjadi tuan rumah turnamen level dua yang diperebutkan banyak negara seperti Denmark dan Malaysia.

Kejuaraan level dua merupakan kejuaraan terbuka paling bergengsi yang levelnya hanya satu tingkat dibawah olimpiade, kejuaraan dunia, dan super series finals. Hanya tiga negara yang dinobatkan sebagai tuan rumah kejuaraan level dua untuk periode 2018-2021 ini. Selain Indonesia, Tiongkok, yang juga salah satu negara raksasa bulu tangkis dunia, berhak atas kejuaraan level dua. Begitu pun Inggris dengan kejuaraan All England yang punya prestise tersendiri.

Keputusan ini diumumkan BWF lewat hasil rapat bersama Council Member Minggu (19/3/2017) di Hilton Garden, Kuala Lumpur, Malaysia.“BWF telah memutuskan Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan level 2 karena dinilai dari penyelenggaraan BCA Indonesia Open sebelumnya yang dijadikan sebagai barometer bagi negara-negara lain,” tutur Bambang Roedyanto, Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI.

Indonesia, ungkapnya, dinilai kreatif dalam mengemas BCA Indonesia Open. hospitality-nya juga bagus, tambah Rudi, sapaan karibnya, juga antusiasme penontonnya luar biasa. Ditambah lagi pertimbangan ada renovasi Istora.

''Semakin menambah nilai kejuaraan ini untuk kedepannya. Rencananya total hadiah kejuaraan senilai USD 1,25 juta ,” sambungnya.

Kalau All England, ucap Rudi, dinilai BWF layak masuk level dua karena selain turnamen tertua, penontonnya juga makin ramai. Sedangkan Tiongkok punya sponsor yang banyak.

Ditambahkan Rudi, ketentuan poin kejuaraan dan persyaratan peserta kejuaraan masih didiskusikan BWF bersama Council Member. (*)

Daftar Negara Penyelenggara Kejuaraan Internasional BWF 2018 – 2021:
Level 1 (Prize money minimal USD 1,5 juta – khusus super series final)
Olimpiade, Kejuaraan Dunia, Super Series Finals

Level 2 (Prize money minimal USD 1 juta )
Indonesia, Tiongkok, Inggris (All England)

Level 3 (Prize money minimal USD 700 ribu )
Tiongkok, Denmark, Perancis, Jepang dan Malaysia

Level 4 (Prize money minimal USD 350 ribu )
Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, India

 Level 5
Thailand, Taiwan, India, Korea Selatan, Makau, Australia, Selandia Baru, Jerman, Spanyol, Swiss dan Amerika Serikat
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger