www.smashyes.com

www.smashyes.com

Tiongkok Malu Besar di Kandang

Senin, 21 November 2016

PV Sindhu hancurkan harapan wakil Tiongkok juara
AIB besar diterima Tiongkok di kandang. Mereka gagal total di ajang Tiongkok Open 2016.

Chen Long dkk tak bisa meraih satu gelar pun. Padahal, Tiongkok meloloskan empat wakil di babak final.

Hanya di nomor ganda putra, Negeri Panda,julukan Tiongkok, gagal menempatkan duta di laga pemungkas. Di nomor ini, final menyajikan partai pasangan Kevin Sanjaya/Marcus ''Sinyo'' Fernaldi dari Indonesia melawan Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Gelar juara akhirnya disabet Kevin/Sinyo. Mereka menang  dua game langsung 21-18, 22-20.

Kegagalan Tiongkok diawali di ganda putri. Pasangan Huang Dongping/Li Yinhui menyerah kepada unggulan keenam asal Korea Selatan Chang Ye-na/Lee So-he 21-13, 14-21, 17-21.

Hasil buruk menular di partai kedua. Tunggal putri Sun Yu, yang diunggulkan di posisi kedelapan, dipermalukan unggulan ketujuh PV Sindhu dari India dengan 11-21, 21-17, 11-21.

Sebenarnya, harapan juara paling besar diletakan di pundak Chen Long. Namun, hasil di lapangan berkata lain.

Unggulan kedua ini harus mengakui ketangguhan wakil Denmark Jan O Jorgensen dengan straight game 22-20, 21-13.

Sebenarnya, di atas kertas, Chen Long lebih diunggulkan. Dalam sepuluh kali pertemuan sebelumnya, pebulu tangkis dengan tinggi 187 sentimeter tersebut hanya kali sekali.

Kekalahan Chen Long membuat Tiongkok tinggal bertumpu kepada pasangan anyar ganda campuran Zhang Nan/Li Yinhui. Tapi, lagi-lagi, wakil negeri terpadat penduduknya di dunia tersebut menyerah rubber game 13-21, 24-22, 16-21 dari pasangan Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Sejak 1986, baru kali ini tuan rumah tak meraih satu pun gelar di Tiongkok Open. Bahkan, mereka pernah sapu bersih di 1987, 1995, dan 2001. (*)

Yes, Akhirnya Bisa Juara Super Series Premier

Selebrasi Kevin/Sinyo usai mengalahkan Boe/Mogensen
DAHAGA Indonesia selama delapan tahun tanpa gelar ganda putra di Tiongkok Open berakhir. Ini setelah pasangan muda Kevin Sanjaya/Marcus ''Sinyo'' Fernaldi Gideon mampu naik ke podium terhormat dalam ajang bergengsi di Negeri Panda, julukan Tiongkok, tersebut pada Minggu waktu setempat (20/11/2016).

Dalam final yang dilaksanakan di Fuzhou, Kevin /Sinyo mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen dari Denmark dengan dua game yang ketat  21-18, 22-20. Ini menjadi gelar pertama buat Kevin/Sinyo di turnamen super series premier. Sebelumnya Kevin/Marcus memenangkan dua titel super series di India Open Super Series 2016 dan Australian Open Super Series 2016.

“Kami sangat senang bisa menjadi juara di sini. Ini merupakan gelar keempat kami tahun ini, setelah dua super series dan grand prix gold. Kami senang dengan hasil tahun ini, karena tahun lalu hanya bisa menang satu kali di grand prix,” ujar Sinyo seperti dikutip media PBSI.

Dia mengakui sempat mengalami kesulitan menyerang. Alasannya, shuttlecock yang digunakan sedikit berbeda.

''Kami banyak kasih bola-bola drive ke lawan. Kami hanya lebih fokus dan sabar saja di lapangan,” kata Marcus.

Pasangan Indonesia ini membuka game pertama dengan baik. Mereka unggul 2-0, 6-2 dan 11-7. Kevin/Sinyo sempat tersusul menjadi 11-14. Namun hal tersebut tak berlangsung lama. Mereka kemudian balikkan keadaan hingga menang 21-18.

Masuk ke game dua, Boe/Mogensen coba untuk merebut kendali permainan. Tapi Kevin/Sinyo terus berusaha mengejar poin.

Mereka kemudian memimpin dengan 20-16. Suasana sempat menegang ketika Boe/Mogensen mulai mendekat. Empat poin direbut lawan, posisi menjadi imbang 20-20. Beruntung akhirnya dua poin berikutnya berhasil diamankan Kevin/Marcus.

“Di poin-poin akhir game kedua saya sempet tegang di lapangan. Karena ini final premier saya yang pertama. Pas udah mau game malah tegang. Untung akhirnya bisa diatasi,” ungkap Kevin.

Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan mereka di pertandingan sebelumnya. Tahun lalu di Malaysia Open 2015, Kevin/Marcus kalah dari Boe/Mogensen dengan skor 22-20,13-21, 15-21. (*)

Hera Kuasai Tujuh Sirnas

Minggu, 20 November 2016

DI kelompok tunggal putra, gelar juara sirkuit nasional(sirnas) bergonta-ganti. Tapi, beda dengan di sektor putri.

Dari delapan kali sirnas, ada sosok yang mampu menjuarai tujuh. Dia adalah Hera Desi.

Pebulu tangkis asal klub Mutiara, Bandung, tersebut hanya gagal di Semarang, Jawa Tengah. Langkah Hera hanya sampai babak semifinal.

Mantan penghuni Pelatnas Cipayung itu dihentikan musuh besarnya asal Semen Gresik Aprilia Yuswandari. Ketika itu, dia kalah tiga game 17-21. 21-13, 21-23.

Tapi, kekalahan tersebut dibayarnya tuntas dalam Sirnas Premier Seri Jawa Timur 2016.Dalam laga final yang dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, pada Sabtu petang (19/11/2016), dia menundukkan Aprilia dengan dua game langsung 21-14, 21-18.

''Saya bersyukur bisa mengalahkan Aprilia. Bukan hal yang mudah untuk bisa juara di sini,'' kata Hera seusai pertandingan.

Hasil ini semakin lengkap karena dia juara di Kota Pahlawan, julukan Surabaya, tanpa kehilangan satu game pun. (*)


Gelar Hera Desi

Seri Banjarmasin (22-27 Februari)
v Aprilia Yuswandari (Semen Gresik) 21-10, 23-21

Seri Makassar (14-19 Maret)
v Febby Angguni (Tjakrindo Masters) 8-21, 1-13, 21-7

Seri Jakarta (2-7 Mei)
v Aprilia Yuswandari (Semen Gresik) 21-15,11-21, 21-19

Lampung (18-23 Juli)
v Devi Yunita (Djarum Kudus) 21-11,21-14

Cirebon (8-13 Agustus)
v Priskilia Siahaya (Exist Jakarta) 16-21, 21-16, 21-15


Medan (22-27 Agustus)
v Febby Angguni (Pertamina Jakarta) 21-14, 21-12

Semarang (24-29 Okyober)
-

Surabaya (14-19 November)
v Aprlia Yuswandari (Semen Gresik) 21-14, 21-18

Juara meski Baru Tiga Minggu Pegang Raket

VINI VIDI VICI. Saya datang, saya lihat, dan saya menang.

Hanya, kata lihat layak diganti dengan bertanding. Karena itulah yang dilakukan Dionysius dalam Sirkuit Nasional(Sirnas) Seri Jawa Timur 2016.

Kali bertanding di ajang sirnas setelah lima tahun lebih absen, dia mampu menjadi juara. Dalam final yang dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, Sabtu petang (19/11/2016), Hayom, sapaan karibnya, yang membela Djarum Kudus, mengalahkan Evert Sukamta, Tangkas Jakarta, dalam pertarungan tiga game 17-21, 21-14, 21-16. Laga puncak ini memakan waktu 1jam 10 menit.

Dalam ajang sirnas ini, dia tak menempati unggulan. Meski, dia lama menjadi andalan Indonesia di berbagai ajang internasional.

Alasannya, pebulu tangkis asal Jogjakarta tersebut hampir setahun absen. Cedera membuat dia harus naik ke meja operasi.

''Saya baru tiga minggu ini pegang raket. Jadi tadi kalau sempat ragu-ragu ya wajar,'' kata Hayom usai pertandingan final.

Dia berharap kemenangan di Kota Pahlawan, julukan Surabaya, bisa menjadi lompatan lagi baginya. Hayom ingin kembali mengukir prestasi di ajang internasional.

''Pinginnya sih bisa prestasi lagi,'' ucapnya.

Evert sendiri mengakui ketangguhan Hayom. Strategi jitunya di game pertama mampu dibaca lawanya di game kedua dan ketiga.

''Dia tak memberi kesempatan saya melakukan smash. Hayom banyak mengajak netting,'' pungkas Evert. (*)


Jalan Dionysius Hayom Rumbaka juara

Babak I: Husein Zayan (Malaysia) 21-8, 21-13

Babak II:Fikri Ihsandi Hadmadi (Tangkas x2) 21-16, 19-6

Babak III:Christofel Patricia (Mentari Tangerang) 21-19, 21-12

Perempat final: Thomi Azizan Mahbub (Djarum Kudus) 21-19, 21-16

Semifinal : Alamsyah Yunus (JE Enkei Jakarta) 21-19,21-15

Final: Evert Sukamta (Tangkas Jakarta) 17-2, 21-14, 21-16

x=unggulan

Hayom Tantang Mantan Raja Sirnas

Jumat, 18 November 2016

KEPERKASAAN Dionysius Hayom Rumbaka belum habis. Meski, dia setahun absen dari panggung bulu tangkis.

Itu terbukti dengan masih bertahannya lelaki yang akrab disapa Hayom tersebut hingga babak semifinal Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jawa Timur Open 2016. Tiket itu diperolehnya usai mengalahan rekan satu klubnya di Djarum Kudus, Thomi Azizan Mahbub, dengan straight game 21-19, 21-16 dalam pertandingan yang dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya.

Sebelumnya, di babak II, Hayom memulangkah lebih cepat unggulan kedua Fikri Ihsandi Hadmadi. Wakil Tangkas tersebut menyerah dua game langsung 21-16,19-6. Game kedua tak dilanjutkan karena Fikri mengalami cedera.

Di babak semifinal, Hayom akan menantang unggulan ketujuh Alamsyah Yunus. Wakil JR Enkei Jakarta tersebut menundukkan Yoga Sidik dari ISTC Sukabumi dengan 21-9, 21-14. Alamsyah dikenal sebagai mantan raja sirnas karena beberapa tahun lalu dia selalu mendominasi ajang tersebut.

Di Sirnas Premier Seri Jawa Timur 2016, Hayom tak masuk daftar unggulan. Ini dikarenakan mantan tunggal ketiga Piala Thomas Indonesia tersebut tak punya ranking.

Setahun absen karena cedera yang memaksanya naik ke meja operasi membuat Hayom tak bisa berlaga di semua turnamen. Selama setahun, dia hanya menjalani terapi dan perawatan.

Semifinal lain akan mempertemukan sesama pebulu tangkis nonunggulan Evert Sukamta (Tangkas Jakarta) dengan Abdul Kadir Zailani (Mutiara Bandung). Evert menembus empat besar usai menghentikan asa Panji Akbar Sudrajat (ICTC Sukabumi) dengan 27-25, 21-16. Sedang Abdul menumpaskan perlawanan Vicky Angga Saputra (Tangkas) dengan 21-16, 21-12. (*)

Masih Ada Kevin/Sinyo di Ganda Putra

Kamis, 17 November 2016

PISAHNYA Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan membuat pasangan Kevin Sanjaya/Marcus 'Sinyo'' Fernaldi jadi tumpuan. Keduanya diharapkan semakin matang.

Untung, itu tak membuat Kevin/Sinyo terbebani. Sebaliknya, mereka menjadi tertantang.

Salah satunya di ajang Tiongkok Open Super Series Premier 2016. Kevin/Sinyo menjadi satu-satunya pasangan Indonesia yang masih bertahan hingga babak perempat final.putra Indonesia yang tersisa. Mereka lolos usai mengalahkan Marcus Ellis/Chris Langridge, Inggris, 21-16 dan 21-13.

“Dari awal, kami berusaha menikmati pertandingan. Kami terus menekan duluan,” kata Kevin seperti dikutip media PBSI.

Kevin/Marcus sempat beberapa kali tertinggal di game pertama. Namun, mereka tak patah arang untuk mengejar poin lawan.

Dengan penuh percaya diri, Kevin/Marcus terus menekan lawannya tersebut. Mereka unggu 18-14 dan menang 21-16.

Masuk ke game kedua, dominasi Kevin/Marcus semakin terasa. Mereka terus beradu kecepatan dan mencetak poin demi poin. Keduanya menang tanpa pernah tersusul lawan, 5-1, 12-4, 17-6 hingga menang 21-13.

Lolos ke delapan besar, lawan berikutnya pun sudah menunggu, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.  Kevin/Marcus pernah sekali berhadapan dengan pasangan Jepang tersebut. Di Taiwan Grand Prix 2015, mereka menang 17-21, 21-13 dan 22-20.

“Percaya diri harus, supaya mainnya enak. Tapi harus tetap mengontrol supaya nggak lepas. Jangan berlebihan percaya dirinya. Yang penting siap terus aja di lapangan,” ujar Marcus.

Kevin/Marcus menjadi wakil ketiga Indonesia yang lolos ke perempat final. Sebelumnya dua pasangan ganda campuran juga melaju ke delapan besar. Mereka adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto. (*)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger