www.smashyes.com

www.smashyes.com

Menyerah dari Mantan Teman Berlatih

Minggu, 15 April 2018

SONY Dwi Kuncoro  belum bisa meraih gelar perdana di 2018.Mantan tunggal putra terbaik Indonesia tersebut menyerah kepada mantan rekannya di Pelatnas PBSI Shesar Hiren Rustavito dengan dua game langsung 12-21, 20-21 di Semarang pada Minggu waktu setempat (15/4/2018).

Ini menjadi hasil terbaik bagi Vito, sapaan karib Shesar. Selama 2018, dia selalu gagal dalam ajang yang diikuti yakni Thailand Masters dan Indonesia Masters.

Perjumpaan Shesar dengan Sony juga yang pertama. Meski, sebelumnya, keduanya sempat bersama-sama di Pelatnas Cipayung.

Bagi Sony, kekalahan ini juga kurang mengenakan. Indonesia International Series 2018 diharapkan  bisa menjadi gelar perdana baginya.

Sejak 2016 atau usai Singapore Open, Sony tak pernah lagi menjadi juara. malah sebaliknya, kegagalan demi kegagalan datang menghampiri.

Imbasnya, rankingnya menurun drastis. Kini, Sony ada di posisi 113.(*)

Ronald/Annisa Gagal di Debut 2018

KEGAGALAN menghampiri Indonesia di Tiongkok Masters 2018. Ini setelah pasangan ganda campuran Ronald Alexande/Annisa Saufika menyerah 17-21, 21-7, 19-21 dari wakil tuan rumah Guo Xinwa/Liu Xuanxuan dalam pertandingan final di Binhe South Road,Lingshui, Hainan, pada Minggu waktu setempat (15/4/2018).

Bagi Ronald, berpasangan dengan Annisa merupakan yang pertama di 2018. Sebelumnya, atlet Suryanaga ini digandengkan dengan Winny Oktavina di Indonesia Masters dan Mycelle Bandaso di Thailand Masters. Sayang, di kedua ajang tersebut, mereka gagal.

Ini membuat PBSI kembali menduetkan Ronald dengan pasangan lamanya, Annisa Saufika. Pada 2017, keduanya tampil di berbagai ajang  mulai Juni. Sebelum dengan Annisa, Ronald berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti.

Ronald/Annisa sempat memberi harapan dengan lolos ke babak final dan juara New Zealand Open 2017. Tapi, setelah itu, keduanya hanya diberi kesempatan tampil yang minim.

Usai dari China Masters 2018, Ronald/Annisa akan mempertahankan gelar di New Zealand pada Mei mendatang. (*)

Harusnya Bisa Semifinal Son

Kamis, 12 April 2018

JEJAK langkah Sony Dwi Kuncoro di Indonesia International Series 2018 sudah lumayan jauh. Dia mampu menembus babak perempat final ajang  yang menyediakan hadiah total USD 10 ribu tersebut.

Tiket perempat final diperoleh Sony usai menang tiga game 21-8, 17-21,21-16 atas sesama pebulu tangkis Indonesia Ilham Sri Yulianto. Sebelumnya, di babak II, bapak dua putri ini juga dipaksa bermain tiga game oleh Shi Xuan dari Singapura.

Kini, untuk bisa menembus babak semifinal, Sony, yang kini bernaung di Tjakrindo Masters Surabaya, harus bisa mengalahkan M. Bayu Pangisthu.

Di atas kertas, Sony tak akan mengalami kesulitan. Hanya, jika labil dia siap-siap terhenti di perempat final. (*)

Enjoy di Turnamen Kecil

Rabu, 11 April 2018


GRAFIS permainan Sony Dwi Kuncoro kembali turun. Ini bisa dilihat dari ranking dunia yang dimiliki sekarang.

Dari daftar yang dirilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) terakhir, Sony ada di posisi 88 dunia.

Selama 2018, dia hanya tampil di dua turnamen. Malaysia Masters dan Indonesia Masters.

Di Malaysia, Sony sudah tersingkir di babak kualifikasi. Sementara di kandang sendiri, arek Suroboyo tersebut menembus hingga babak perempat final.

Sayang, setelah itu, Sony lama absen. Imbasnya, rankingnya turun.

Kini, kesempatan mengangkat posisi dan menambah poin terbuka. Sony berlaga di Indonesia International Series yang tengah berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.

 Dia mengakui dengan ranking yang dimiliki sekarang masih susah untuk bisa masuk ke turnamen besar. Jadi, turnamen kecil menjadi pilihan.

 ''Turnamen kecil apa besar sama saja.Saya enjoy saja,'' kata Sony melalui media sosial.

Di Indonesia International Series, langkah Sony sudah sampai babak 16 besar. Di babak I, dia mengalahkan Yosua yang juga dari Indonesia dengan 21-13, 21-17.
 Pada babak II, Sony dipaksa memeras keringat dan tampil tiga game sebelum unggul 20-22, 21-13, 21-16 atas wakil Singapura Shi Xuan.

Untuk bisa menembus perempat final, bapak dua putri ini harus bisa mengalahkan Ilham Sri Yulianto, yang juga dari Indonesia. (*)

Gagal Tampil di USM

KEINGINAN Sakura Sport Management mengirim pebulu tangkis ke ajang internasional kembali tertunda. Dua andalannya, Aldo Purnomo dan Isna Sakti Maulana, tak bisa drawing dalam Indonesia International Series yang akan dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah, yang saat ini tengah berlangsung.

''Aldo dan sakti nggak masuk drawing. Ya, gak bisa main keduanya,'' kata Direktur Utama Sakura Sport Management Ade Dharma.

Sebenarnya, ada satu wakil Sakura yang masuk. Dia adalah Mega Ciputra.

''Tapi, sekarang dia sudah bukan anggota Sakura. Dia mau main di sana tapi katanya dengan biaya sendiri,'' ungkap Ade.

Dengan gagalnya Aldo dan Sakti, sapaan karib Isna Sakti Maulana,  kini fokus Sakura, lanjut Aldo, tertuju pada Piala Wali Kota Surabaya 2018.(*)

Dua Sudah Tumbang Duluan

Selasa, 10 April 2018

DUA wakil tunggal putra Indonesia langsung angkat koper dari Tiongkok International Challenge 2018. Ini setelah Firman Abdul Kholik dan Vicky Angga Saputra kalah di  babak I turnamen berhadiah USD 75 ribu tersebut.

Firman  menyerah dua game langsung 16-21, 14-21 kepada Lin Yu Shen dari Taiwan di Ling Shui pada Selasa waktu setempat (10/4/2018). Sedangkan Vicky takluk 21-19, 15-21. 12-21 kepada wakil tuan rumah Ren Peng Bo.

Hanya, asa menjadi juara tetap ada. Di babak kedua, merah putih masih mempunyai Ihsan Maulana Mustafa, Chico Aura Wardoyo, Panji Ahmad Maulana dan Andre Marteen.

Mereka lolos tanpa memeras keringat. Ini karena keempatnya memperoleh bye.

Dari keempatnya, tumpuan juara lebih dibebankan kepada Ihsan. Alasannya, dia ditempatkan sebagai unggulan ketiga dan punya pengalaman segudang.

Selain pernah membela Indonesia di SEA Games, Ihsan sudah membela  merah putih di Piala Thomas. (*)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger