www.smashyes.com

www.smashyes.com

Akhirnya Bisa Juara Lagi

Minggu, 22 April 2018

 DAHAGA gelar pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berakhir. Mereka mampu menjadi juara di Malaysia International Challenge 2018.

Hendra/Ahsan naik podium terhormat setelah mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) dengan 21-17, 17-21, 21-19 di Kuala Lumpur Minggu waktu setempat (22/4/2018).  Ini menjadi gelar pertama selama 2018 atau setelah kembali dipasangkan.

"Yang pertama, kami sangat bersyukur bisa juara lagi. Kami senang naik podium juara lagi, walaupun levelnya international challenge. Kunci kemenangan kami adalah kami bisa bermain lebih sabar dan tenang, terutama di game ketiga," kata Ahsan kepada situs PBSI

Dia mengakui terlalu terburu-buru di game kedua. Barulah  di game ketiga atau game penentuan mereka main lebih sabar dan memperlambat tempo permainan.

 "Dari segi permainan, kami sudah lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Terutama saya, setelah All England ada waktu banyak untuk latihan, saya bisa mengembalikan pola permainan saya,"tambah Hendra

Setelahnya, Hendra/Ahsan segera berangkat ke Wuhan, Tiongkok, untuk mengikuti Kejuaraan Asia 2018. Di turnamen ini, Hendra/Ahsan menargetkan untuk bisa lolos dulu ke babak semifinal.

 "Target pertamanya, menang dulu di tiap pertandingan, berusaha menampilkan yang terbaik di tiap game," ujar Ahsan .

 Sementara itu, pasangan muda Andika Ramadiansyah/Mychelle Crhystine Bandaso belum berhasil memenangkan gelar ganda campuran. Keduanya ditaklukkan wakil tuan rumah, Chen Tang Jie/Peck Yen Wei, dengan 21-12, 21-23, 13-21.

Malaysia sebagai tuan rumah berhasil mengantongi dua gelar, Indonesia satu gelar, serta Tiongkok dan Taiwan masing-masing satu gelar.

Hasil Final Malaysia International Challenge 2018:
Ganda Putri:
Soong Fie Choo/Tee Jing Yi (Malaysia) vs Lim Chiew Sien/Tan Sueh Jeou (Malaysia) 21-13, 21-10

 Tunggal Putri:
Wang Zhiyi (Tiongkok) vs Lee Ying Ying (Malaysia) 21-10, 22-24, 21-14

Ganda Campuran:
Chen Tang Jie/Peck Yen Wei (Malaysia) vs Andika Ramadiansyah/Mychelle Crhystine Bandaso (Indonesia) 12-21, 23-21, 21-13

Tunggal Putra:
Hsueh Hsuan Yi (Taiwan) vs Tan Jia Wei (Malaysia) 21-18, 21-19

 Ganda Putra:
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Indonesia) vs Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) 21-17, 17-21, 21-19 (*)

Menguji Konsistensi Tontowi/Liliyana

Sabtu, 21 April 2018

MUSIM 2018 sudah memasuki bulan keempat. Namun,  baru dua ajang yang diikuti oleh pasangan ganda campuran terbaik Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Yakni Indonesia Masters dan All England.

Hasil yang diraih Tontowi/Liliyana cukup kontrak. Di kandang sendiri, Indonesia Masters, mereka mampu menjadi juara.

Sebaliknya, di All England yang dilaksanakan di Inggris, juara Olimpiade Rio 2016 tersebut hanya sampai babak kedua. Ironisnya,  kekalahan itu ditelan dari juniornya sendiri, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Setelah absen lama, Tontowi/Liliyana diberi tantangan dalam Kejuaraan Asia 2018. Mereka diunggulkan di posisi teratas.

Tiga tahun lalu, mereka pernah menjadi juara Asia. Tapi, itu bukan jaminan pebulu tangkis yang sama-sama berasal dari Djarum Kudus tersebut akan kembali mengulangi sukses serupa. (*)

Lolos ke Final Turnamen Level Bawah

RANKING satu dunia ganda putra pernah diduduki Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Juara dunia dan berbagai ajang bergengsi juga pernah di tangan keduanya.

Tapi, turun di level bawah sekelas turnamen challenge belum pernah dirasakan di masa jayanya. Tapi, sekarang, ajang tersebut harus diikuti.

Itu tak lepas dari penampilan Ahsan/Hendra yang belum sesuai harapan. Kini, nama Ahsan/Hendra ada di ajang Malaysia International Challenge 2018.

Dengan pengalaman segudang, wajar kini gelar juara di negeri jiran tersebut tinggal selangkah. Itu setelah Ahsan/Hendra mampu menembus babak final.

Tiket tersebut diperolehnya setelah menang 21-15, 21-13 atas unggulan kedua dari Malaysia Chooi Kah Ming/Low Juan Shen di Kuala Lumpur pada Sabtu waktu setempat (21/4/2018). Ini merupakan pertemuan kedua pasangan.

Di babak final, Ahsan/Hendra akan kembali berjumpa dengan ganda tuan umah lainnya, Aaron Chia/Wooi Yik Shoi. Mereka belum pernah adu kekuatan dan kecerdikan di lapangan. (*)

Menyerah dari Mantan Teman Berlatih

Minggu, 15 April 2018

SONY Dwi Kuncoro  belum bisa meraih gelar perdana di 2018.Mantan tunggal putra terbaik Indonesia tersebut menyerah kepada mantan rekannya di Pelatnas PBSI Shesar Hiren Rustavito dengan dua game langsung 12-21, 20-21 di Semarang pada Minggu waktu setempat (15/4/2018).

Ini menjadi hasil terbaik bagi Vito, sapaan karib Shesar. Selama 2018, dia selalu gagal dalam ajang yang diikuti yakni Thailand Masters dan Indonesia Masters.

Perjumpaan Shesar dengan Sony juga yang pertama. Meski, sebelumnya, keduanya sempat bersama-sama di Pelatnas Cipayung.

Bagi Sony, kekalahan ini juga kurang mengenakan. Indonesia International Series 2018 diharapkan  bisa menjadi gelar perdana baginya.

Sejak 2016 atau usai Singapore Open, Sony tak pernah lagi menjadi juara. malah sebaliknya, kegagalan demi kegagalan datang menghampiri.

Imbasnya, rankingnya menurun drastis. Kini, Sony ada di posisi 113.(*)

Ronald/Annisa Gagal di Debut 2018

KEGAGALAN menghampiri Indonesia di Tiongkok Masters 2018. Ini setelah pasangan ganda campuran Ronald Alexande/Annisa Saufika menyerah 17-21, 21-7, 19-21 dari wakil tuan rumah Guo Xinwa/Liu Xuanxuan dalam pertandingan final di Binhe South Road,Lingshui, Hainan, pada Minggu waktu setempat (15/4/2018).

Bagi Ronald, berpasangan dengan Annisa merupakan yang pertama di 2018. Sebelumnya, atlet Suryanaga ini digandengkan dengan Winny Oktavina di Indonesia Masters dan Mycelle Bandaso di Thailand Masters. Sayang, di kedua ajang tersebut, mereka gagal.

Ini membuat PBSI kembali menduetkan Ronald dengan pasangan lamanya, Annisa Saufika. Pada 2017, keduanya tampil di berbagai ajang  mulai Juni. Sebelum dengan Annisa, Ronald berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti.

Ronald/Annisa sempat memberi harapan dengan lolos ke babak final dan juara New Zealand Open 2017. Tapi, setelah itu, keduanya hanya diberi kesempatan tampil yang minim.

Usai dari China Masters 2018, Ronald/Annisa akan mempertahankan gelar di New Zealand pada Mei mendatang. (*)

Harusnya Bisa Semifinal Son

Kamis, 12 April 2018

JEJAK langkah Sony Dwi Kuncoro di Indonesia International Series 2018 sudah lumayan jauh. Dia mampu menembus babak perempat final ajang  yang menyediakan hadiah total USD 10 ribu tersebut.

Tiket perempat final diperoleh Sony usai menang tiga game 21-8, 17-21,21-16 atas sesama pebulu tangkis Indonesia Ilham Sri Yulianto. Sebelumnya, di babak II, bapak dua putri ini juga dipaksa bermain tiga game oleh Shi Xuan dari Singapura.

Kini, untuk bisa menembus babak semifinal, Sony, yang kini bernaung di Tjakrindo Masters Surabaya, harus bisa mengalahkan M. Bayu Pangisthu.

Di atas kertas, Sony tak akan mengalami kesulitan. Hanya, jika labil dia siap-siap terhenti di perempat final. (*)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger