www.smashyes.com

www.smashyes.com

Pasangan Junior Lolos Kejuaraan Dunia Senior

Selasa, 12 Juni 2018

KEJUTAN datang dari ganda putri. Indonesia mendapat tambahan jatah dari nomor tersebut dalam Kejuaraan Dunia yang akan dilaksanakan di di Nanjing Youth Olympic Sports Park Arena 30 Juli-5 Agustus 2018.

Siti Fadia Silva Ramadhanti/Agatha Imanuela lolos ke kejuaraan bergengsi itu. Padahal, keduanya merupakan pasangan ganda putri junior.

"Kami tidak menyangka bisa bertanding di kejuaraan dunia level senior, karena tahun ini kami masih main di kejuaraan dunia level junior juga. Pelatih kami (Rudy Gunawan), baru menginformasikan kalau kami akan main di kejuaraan dunia," kata Fadia, pemain kelahiran Bogor, 16 November 2000 ini.

 Kata pelatih, ujar dia, ini kesempatan bagus buat kami.  Pelatih, jelas Fadia, bilang jangan takut.

''Lawan siapa saja harus berani," tambahnya.

 Memang, ujar Fadia, ini kesempatan berharga bagi  dia dan Agatha. Pastinya, tambah dia, saingannya berat-berat semua.

''Tapi, kami akan berusaha mengimbangi, syukur-syukur bisa menang dari lawan. Buat kami yang masih junior, pelajaran berharga banget bisa melawan pemain-pemain kelas dunia," ujar Fadia yang meraih medali perak ganda campuran di World Junior Championships 2017 bersama Rehan Naufal Kusharjanto. (*)

Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia 2018

Tungal Putra: Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Tommy Sugiarto

Tunggal Putri: Fitriani, Gregoria Mariska Tunjung

Ganda Putra: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan/Hardianto, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso

 Ganda Putri: Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Agatha Imanuela

Ganda Campuran: Praveen Jordan/Melati Daeva Octavianti, Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja

Rian Agung Dapat Penerus

RIAN Agung Saputra dapat suntikan semangat. Dia dan sang istri, Mega Mustica, baru saja dikaruniai putra pertama yang diberi nama Muhammad Al-Fatih Omar.

Nama Muhammad diambil dari Nabi Muhammad SAW, sedangkan Al- Fatih berarti kemenangan, dan Omar artinya tegas dan bijaksana. Omar lahir pada 9 Juni 2018 pada pukul 1.28 WIB dini hari lewat proses persalinan caesar. Rian ternyata punya kisah dibalik kelahiran putranya tersebut.

"Sebetulnya perkiraan lahir itu tanggal 22 Juni, dan tanggal 8 Juni jadwalnya kontrol ke dokter. Sebelum berangkat ke dokter, saya lihat koper yang dipersiapkan untuk persalinan kok masih di rumah, biar rapih, langsung saja saya naikan ke mobil, sekalian siap-siap kalau lahiran," kata Rian seperti dikutip media PBSI.

 Ternyata, ujar  lelaki asal Karanganyar, Jawa Tengah, ini waktu sampai ke dokter untuk kontrol, dinyatakan sudah ada bukaan. Jadi bayinya harus dilahirkan.

''Sudah 12 jam masih bukaan dua, sampai harus diinduksi dan kondisi istri saya sudah lemas. Jadi kami putuskan untuk caesar saja, walaupun istri saya maunya lahiran normal," tuturnya.

 Rian mengaku tak akan mengharuskan sang anak untuk mengikuti jejaknya sebagai pebulu tangkis handal. (*)

Kalah tapi Beri Perlawanan

Rabu, 23 Mei 2018

INDONESIA harus puas  di posisi II Grup D Piala Uber 2018. Ini setelah Greysia Polii dkk menyerah 2-3 dari Tiongkok dalam pertandingan yang dilaksanakan di Bangkok, Thailand, pada Rabu waktu setempat (23/5/2018).

Sementara juara grup diamankan Tiongkok. Kedua tim ini kemudian ke babak perempat final dan menunggu pengundian lawan di babak berikutnya.

Indonesia mencuri dua kemenangan dari sektor tunggal putri. Gregoria Mariska Tunjung dan Ruselli Hartawan.

Gregoria menundukkan Gao Fangjie terakhir kalah di BWF World Junior Championships 2016. Namun kini menang 23-21 dan 21-16. Sementara Ruselli membuat kejutan setelah mengalahkan mantan tunggal putri nomor satu dunia Li Xuerui dengan 15-21, 21-19, 21-18. Ruselli dan Li sebelumnya pernah bertemu di Indonesia Open Super Series Premier 2016.

“Pertamanya sempat mikir, wah lawan Li Xuerui bisa nggak ya menang. Tapi akhirnya saya nggak mikirin nama besarnya dia. Anggap latihan lawan senior,” kata Ruselli seperti dikutip media PBSI.

Sayang, tiga wakil lainnya harus menelan kekalahan dari lawan. Meski begitu manajer tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018 Susy Susanti, mengapresiasi perjuangan tim Uber saat melawan Tiongkok.

“Tim Uber sudah kerja keras dalam pertandingan tadi dan kami memang harus mengakui keunggulan tim Tiongkok. Khususnya di nomor ganda. Tapi secara keseluruhan penampilan para atlet cukup maksimal,” ungkap Susy.

Indonesia v Tiongkok
1.Fitriani vs Chen Yufei: 10-21, 15-21

2. Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Chen Qingchen/Jia Yifan: 13-21, 19-21

3.  Gregoria Mariska Tunjung vs Gao Fangjie: 23-21, 21-16

4. Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta vs Huang Yaqiong/Tang Jinhua: 16-21, 16-21

5. Ruselli Hartawan vs Li Xuerui: 15-21, 21-19, 21-18

Della/Rizki Penentu Kemenangan

Senin, 21 Mei 2018

LANGKAH manis dibukukan Tim Uber Indonesia. Mereka memetik kemenangan 3-2 atas Malaysia dalam pertandingan perdana Grup D Putaran Final Piala Uber 2018 di Bangkok, Thailand, pada Senin waktu setempat (21/5/2018).

Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta jadi pahlawan kemenangan merah putih. Keduanya mengalahkan Chow Mei Kuan/Vivian Hoo melalui rubber game dengan skor 24-22, 20-22 dan 21-12.

“Kami main normal aja, nggak mikir main beregu atau perorangan, yang penting melakukan yang terbaik aja,” kata Rizki ditemui di Impact Arena Bangkok.

Di game pertama, Della/Rizki sempat tertinggal 5-11 dari lawan. Namun tak lantas menyerah, Della/Rizki secara perlahan mengejar ketertinggalan hingga akhirnya menang.

Kemenangan Della/Rizki di game pertama, diikuti dengan keunggulan mereka di awal game kedua. Sayang akhirnya mereka mengaku terlalu buru-buru untuk menyelesaikan permainan. Kondisi tersebut rupanya menjadi boomerang bagi mereka. Della/Rizki kalah 20-22 di game kedua.

“Game kedua kami sempat hilang fokus karena kebawa permainan lawan. Sudah kebalap jadinya bingung. Kaya buru-buru jadinya. Padahal kalau kami main masuk-masuk aja mereka juga nggak tahan,” ujar Della mengenai game keduanya.

Tak ingin mengulangi kesalahan yang sama, Della/Rizki menyusun strategi baru dan langsung tanjap gas meninggalkan Chow/Hoo. Mereka menang meyakinkan dengan skor 21-12 di game penentu.

“Di game ketiga kami melupakan game kedua. Main lagi dari awal dengan strategi kami,” tambah Della.

 Indonesia v Malaysia
1.Fitriani vs Soniia Cheah 21-10, 17-21, 14-21

2. Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Yea Ching Goh/Lee Meng Yean 21-13, 21-14

3. Gregoria Mariska Tunjung vs Goh Jin Wei 22-20, 21-16

4. Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta vs Chow Mei Kuan/Vivian Hoo 24-22, 20-22, 21-12

5. Ruselli Hartawan vs Selvaduray Kisona 23-21, 21-23, 13-21 (*)

Bekal Penting Hadapi Thailand

INDONESIA bakal bertemu lawan sesungguhnya. Hendra Setiawan dkk akan berjumpa dengan Thailand dan Korea Selatan di ajang Piala Thomas 2018. Dua lawan yang tak boleh dipandang sebelah mata.

Untung, modal penting sudah dibawa merah putih. Dalam pertandingan perdana di Bangkok, Thailand, pada Minggu (20/5/2018), Indonesia menang telak 5-0 atas Kanada.
Chief de Mission Achmad Budiharto memuji penampilan para atletnya yang bisa tampil baik dan mengatasi kendala di lapangan. “Secara umum penampilan tim tadi baik. Meskipun kali ini kami tidak menurunkan tim terbaik,'' ujarnya seperti dikutip media PBSI.

Indonesia, terang dia, masih menyimpan ganda pertama, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon, dan juga Jonatan Christie di sektor tunggal yang masih dalam recovery. Dari hasil tadi, Indonesia, ungkap Budi, sapaan karib Achmad Budiharto, bisa sudah mendapatkan manfaat.

''Untuk mencoba lapangan dengan kendala angin yang cukup mengganggu. Saya kira itu menjadi pengalaman mereka untuk mengatasi pertandingan berikutnya,” kata Budi.

Pertandingan melawan Thailand akan berlangsung pada Selasa (22/5), sedangkan dengan Korea pada Rabu (23/5).
“Kami belum bisa membuat anilisis apapun terkait lawan Thailand ataupun Korea. Setelah mereka bertanding, kami baru bisa melihat kira-kira line up seperti apa dan strategi apa yang mereka terapkan. Nanti malam pelatih-pelatih kami akan langsung melihat,” ucap Budi.

Pertandingan Korsel dan Thailand akhirnya dimenangkan Negeri Ginseng, julukan Korsel, dengan skor 3-2. (*)

Simpan Tontowi/LIliyana demi Asian Games

Rabu, 16 Mei 2018

PBSI menyimpan kekuatan. Induk organisasi olahraga bulu tangkis di Indonesia tersebut mencabut dua nama pasangan ganda campuran andalan dari ajang Kejuaraan Dunia 2018.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang merupakan pasangan rangking satu dunia difokuskan untuk berlaga di Asian Games 2018. Tujuannya Indonesia yang menjadi tuan rumah bisa memperoleh emas. Sedangkan satu pasangan lainnya, Praveen Jordan/Debby, Susanto kini sudah berpisah.

Praveen kini berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti dan Debby bersama Ricky Karanda Suwardi. Telah diputuskan PBSI bahwa Praveen/Melati lah yang akan berlaga di kejuaraan dunia yang bakal digelar di Nanjing, Tiongkok, 30 Juli - 5 Agustus 2018. Dari segi rangking, di bawah Tontowi/Liliyana dan Praveen/Debby, ada pasangan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja. Sedangkan posisi Praveen/Melati tepat di bawah Hafiz/Gloria.

"Kami sudah berunding dengan para pelatih. Kami punya target, memang Tontowi/Liliyana kami persiapkan untuk Asian Games. Jarak waktu dari Kejuaraan Dunia ke Asian Games itu mepet. Kalau melihat usia, mereka kan tidak mungkin diforsir," ujar Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI seperti dikutip media PBSI.

Pihaknya juga memberi kesempatan kepada Hafiz/Gloria dan Praveen/Melati. Jika ada slot tambahan, PBSI mempersiapkan Ronald (Alexander)/Annisa (Saufika).

''Sedangkan Ricky/Debby sudah dipastikan tidak akan berlaga di Kejuaraan Dunia 2018. Kami akan melihat apakah Ricky/Debby bisa lolos ke Asian Games, akan dipantau kondisi mereka, performance mereka dan kebutuhannya seperti apa," ungkap Susy.

Misteri ganda campuran kedua di Asian Games masih belum bisa dipastikan oleh Susy. Slot pertama sudah pasti milik Tontowi/Liliyana yang memang ditargetkan untuk meraih emas.

"Ganda campuran kedua belum ditentukan, kami masih mencari format terbaik. Ada beberapa pilihan, apakah Praveen/Debby, Praveen/Melati, Ricky/Debby, atau Ronald/Debby. Kami akan memantau hasil di Malaysia Open," tutur Susy.

Sementara itu di ganda putra, pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tetap akan berlaga di Kejuaraan Dunia dan Asian Games 2018 yang akan dilangsungkan di Jakarta pada 19-28 Agustus 2018. Meskipun jarak kedua turnamen cukup sempit, namun Susy yakin pasangan ranking satu dunia ini mampu mengatur kondisi mereka.

"Pelatih yakin mereka konsisten dan fokus. Kevin/Marcus kan masih muda juga. Ini kesempatan buat mereka, kedua turnamen ini sama-sama penting, sayang untuk mereka lewatkan, apalagi mereka kan belum pernah juara dunia. Kami percaya dengan Kevin/Marcus yang profesional, bisa menjaga diri dan disiplin," jelas Susy. (*)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger