www.smashyes.com

www.smashyes.com

Samai Rekor Pasangan Korsel

Senin, 27 November 2017


Hasil membanggakan kembali diraih oleh pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus ''Sinyo'' Fernaldi Gideon di Hongkong Open Super Series 2017. mereka sukses merebut gelar super series keenamnya, dengan mengalahkan Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding (Denmark) dengan dua game langsung 21-12, 21-18.Sebelumnya Kevin/Sinyo sudah menjadi juara di All England Open, India Open, Malaysia Open, Japan Open, dan China Open 2017.


Kemenangan Kevin/Marcus ini sekaligus berhasil menyamai rekor Lee Yong- dae/Yoo Yeon-seong yang merebut enam gelar super series dalam satu tahun.''Kami cukup puas dengan hasil di dua turnamen ini (China Open dan Hongkong Open). Dua-duanya bisa maksimal dan dua-duanya bisa juara. Senang pastinya,” kata Sinyo usai bertanding di Hongkong Coliseum, Kowloon, Hongkong, Minggu (26/11).


Pada game pertama, Kevin/Sinyo berhasil menguasai jalannya pertandingan dengan memimpin jauh 15-5 dan 19-8. Unggulan satu turnamen ini kemudian menutup game satu pada skor 21-12.


Memasuki game kedua, Unggulan teratas ini sempat mendapatkan kendala di lapangan. Mereka tidak tampil sengotot game pertama.

Akibatnya, perolehan skor mereka pun sempat ketat 3-4 dan 8-9. Namun serangan demi serangan dari Kevin/Sinyo kembali hadir di akhir game kedua.

Smash kencang Kevin ke tengah lapangan lawan menjadi poin kemenangan Kevin/Sinyo 21-18 atas Petersen/Kolding.


''Tadi game kedua, saya sempat ada kendala, bola atasnya masih suka goyang. Untung Kevin depannya masih dapet, jadi saya cuma nurun-nurunin shuttlecocknya saja,'' ungkap Sinyo.


Pertandingan ini merupakan yang kelima kali bagi Kevin/Sinyo dan Petersen/Kolding. Rekor pertemuan mereka sejauh ini imbang 2-2, dengan dua kemenangan terakhir berhasil diamankan oleh Kevin/Sinyo, yaitu pada All England 2017 dan India Open 2017.(*)

Sudah Tanggung Sampai Semifinal

Sabtu, 25 November 2017

Li Junhui/Liu Yuchen
RAK trofi juara Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus ''Sinyo'' Fernaldi Gideon bisa semakin penuh. Kini, Hongkong Open Super Series 2017 yang jadi bidikan.

Langkah Kevin/Sinyo pun sudah semakin dekat dengan juara. Mereka mampu menembus babak semifinal. Tiket itu diperoleh setelah unggulan teratas tersebut mengalahkan pasangan baru Malaysia Ong Yew Sin/Tan Wee Kiong skor 21-14, 21-17.

“Hari ini lebih mendingan. Kami juga lebih siap dan langsung in, kami sudah lebih mengerti menang dan kalah anginnya,” kata Sinyo usai bertanding di Hong Kong Coliseum, Kowloon, Hongkong, seperti dikutip dari media PBSI.

Game pertama dimainkan, Kevin/Sinyo berhasil unggul jauh dari Ong/Tan, dengan 11-5, 18-13 dan menang 21-14. Memasuki game kedua, posisi sempat berbalik, Kevin/Marcus tertinggal 1-6 dan 8-11. Tak lantas menyerah, pasangan Indonesia ini kemudian terus menyusul ketertinggalan hingga bukukan kemenangan 21-17.

“Awal-awal game kedua raket saya putus terus, harusnya poin, putus. Pas mau poin lagi, putus lagi, jadi malah sana yang unggul,” terang Kevin.

Di semifinal, Kevin/Sinyo ditantang pasangan Tiongkok unggulan empat, Li Junhui/Liu Yuchen, yang di perempat final mengalahkan Vladimir Ivanoz/Ivan Sozonov (Rusia). Bagi pasangan gemblengan Pelatnas Cipayung tersebut, wakil Negeri Panda, julukan Tiongkok, tersebut bukan wajah asing.

Mereka sudah empat kali bertemu. Hasilnya, Kevin/Sinyo hasil sekali kalah. Itu terjadi di pertemuan pertama. (*)

Selalu Kalah di Game Pertama

Kamis, 23 November 2017

Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (foto: BWF)
DUA pertandingan sudah dijalani Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus ''Gideon'' Fernaldi Gideon. Kemenangan pun mampu diraih.

 Ini membuat tiket perempat ganda putra di Hongkong Open Super Series 2017 di tangan. Sayang, dalam dua laga itu, Kevin/Sinyo, yang diunggulkan di posisi teratas, harus kehilangan satu game.

Pada partai pertama, Kevin/Sinyo mengalahkan Goh V Shem/Teo Ee Yi dari Malaysia dengan 17-21, 21-10, 21-12. Di babak kedua yang dilaksanakan di Kowloon Kamis (23/11/2017), pasangan nomor satu dunia saat ini juga ''hanya'' unggul 18-21, 21-13 dan 21-14 atas
Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang).

“Lawannya memang bagus. Mereka lebih siap mainnya, nggak gampang mati. Terus di sini lapangan agak angin dan bolanya goyang-goyang. Mungkin belum pas aja di kaminya,” kata Sinyo ditemui usai bertanding seperti dikutip dari situs PBSI.

Sebelumnya dengan Hoki/Kobayashi, Kevin/Marcus sudah enam kali berhadapan dan selalu memetik kemenangan. Terakhir di Denmark Open Super Series Premier 2017. Kevin/Sinyo menang 21-16, 19-21, 21-10.

“Kami masih belum pas main di sini dan belum dapat feelnya. Jadi masih penyesuaian,” ujar Marcus.

Di babak perempat final Kevin/Sinyo akan berhadapan dengan pasangan baru Malaysia, Ong Yew Sin/Tan Wee Kiong. “Peluangnya fifty-fifty karena mereka kan pasangan baru, mereka pasti main lebih nothing to lose juga. Nggak ada beban,” ucap Kevin.

Sayang langkah kemenangan tak bisa dicapai oleh Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Hendra Setiawan/Tan Boon Heong. Angga/Ricky kalah dari Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov, Rusia dengan 9-21, 12-21. Sedangkan Hendra/Tan terhenti dari Ong Yew Sin/Tan Wee Kiong 21-17, 20-22, 12-21. (*)

Kembali Rasakan Super Series

Rabu, 22 November 2017

PERJUANGAN: Nitya/Yulfira (foto: PBSI)
Pemain ganda putri, Nitya Krishinda Maheswari akhirnya kembali turun ke panggung turnamen level super series, setelah menjalani operasi lutut kanan pada Desember 2016 lalu. Kini, Nitya menyatakan siap kembali bersaing di lapangan, bersama pasangan barunya, Yulfira Barkah.

“I’m happy dan rasanya enjoy sekali bisa comeback. Tekanan pasti ada, cuma karena saya lebih enjoy, jadi lebih enak aja di lapangan,” kata Nitya ditemui usai pertandingannya di Hongkong Coliseum, Kowloon, Hongkong, Rabu (22/11) seperti dikutip media PBSI.

Bersama Yulfira, Nitya resmi kembali bertanding pada USM Flypower Indonesia International Challenge 2017 Oktober lalu. Setelah itu ia juga bertanding di Macau Open Grand Prix Gold 2017. Dan kini keduanya turun bermain di Hongkong Open Super Series 2017.

Meski belum memperoleh hasil maksimal, Nitya/Yulfira mengatakan mulai bisa saling beradaptasi di lapangan.“Namanya pasangan baru, pastilah ada yang belum klik. Saya juga masih mencoba kembali ke permainan saya, ditambah harus penyesuaian dengan pasangan baru. Dua hal yang harus saya hadapi secara bersamaan. Saya rasa ini tantangannya lebih besar dibanding yang sebelumnya,” ungkap Nitya.

Yulfira pun mengaku senang bisa berduet dengan seniornya tersebut. Sayang, perjalanan mereka di Hongkong Open Super Series 2017 harus berkahir lebih awal.

Nitya/Yulfira dihentikan oleh runner up China Open Super Series Premier 2017, Kim Hye Rin/Lee So Hee, Korea. Nitya/Yulfira kalah dalam waktu 57 menit, dengan skor akhir 21-14, 18-21, 18-21.

“Di game pertama kami nggak coba main cepat, karena dengan begitu mereka senang. Kami lebih main satu-satu dulu. Di game kedua mereka mengubah pola permainan dan kami kebawa pola mereka. Kami baru bisa membalikkan keadaan pas sudah poin-poin akhir,” ungkap Nitya. (*)

Ada Apa Praveen/Debby

Selasa, 21 November 2017

Praveen Jordan/Debby Susanto (foto;PBSI)
HASIL buruk kembali ditelan Praveen Jordan/Debby Susanto. Mereka langsung tersingkir dalam Hongkong Open Super Series 2017. Unggulan kedua ini kalah dari Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich dari Jerman dengan 15-21, 19-21.

Padahal di dua pertemuan sebelumnya, Jordan/Debby selalu bisa mengatasi lawannya tersebut dalam dua game langsung. Laga perdana mereka terjadi di BCA Indonesia Open 2015, lalu kemudian bertemu lagi di French Open 2015.

Setelah tertinggal di game pertama, Jordan/Debby sempat memimpin jauh di game kedua dengan 11-2, 14-4 dan 18-7. Namun di luar dugaan, Lamsfuss/Herttrich mampu mengejar ketertinggalan, hingga akhirnya Jordan/Debby kalah 19-21.

“Kami mainnya kurang tahan. Tadi ada sempat unggul jauh, tapi terkejar. Lebih ke faktor kurang tahannya saja,” kata Jordan ditemui usai bertanding di Hong Kong Coliseum, Kowloon, Hongkong.

Hasil ini pun jauh dari pencapaian Jordan/Debby di turnamen yang sama, tahun lalu. saat itu, keduanya, merupakan runner up Hongkong Open Super Series 2016, setelah kalah dari Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Terhenti di babak satu pada Hongkong Open Super Series 2017 dan China Open Super Series Premier 2017, pekan lalu, Jordan/Debby mengatakan akan mengevaluasi penampilan mereka.

Kehilangan Jordan/Debby di babak pertama, Indonesia masih mempunyai harapan dari dua wakil ganda campuran lainnya. Mereka adalah Alfian Eko Prasetya/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja. (*)

Ratu di Level Bawah

Minggu, 19 November 2017

Ruselli Hartawan (foto;BWF)
MERAIH juara di sektor tunggal putri bukan hal yang mudah. Meski, itu hanya di level bawah.

Namun, Ruselli Hartawan bisa melakukan. Bahkan, dia mampu melakukannya dua kali.

Yang pertama, tunggal putri yang digembleng di Pelatnas Cipayung tersebut mengukirnya di Singapore International Series. Kedua, Ruselli naik ke podium terhormat di Malaysia International Challenge 2017 yang berakhir Minggu (19/11/2017).

 Di final yang digelar di Johor, Ruselli menang tiga game 21-13, 10-21, 21-19 atas wakil tuan rumah Goh Jin Wei. Ini menjadi kemenangan kedua baginya. Pertemuan perdana terjadi di Negeri Singa, julukan Singapura.

 Sayang, saat tampil di level yang lebih atas, Ruselli kurang bertaji. Dia sering tumbang di babak-babak awal. (*)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger