www.smashyes.com

www.smashyes.com

Putri Afrika Bersaing Ketat Menuju Guangzhou

Kamis, 28 Februari 2013


BERLAGA di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis impian semua atlet. Asa tersebut hanya milik pebulu tangkis Asia dan Eropa yang selama ini dikenal sebagai gudangnya atlet olahraga tepok bulu itu.
 Tapi, juga dari Afrika, sebuah benua yang selama ini hanya dipandang sebelah mata di pentas bulu tangkis dunia. Buktinya, tiga atlet putri Afrika bersaing ketat untuk untuk menjadi nomor satu sekaligus menjadi wakil benua tersebut dalam event yang dilaksanakan di Guangzhou, Tiongkok, pada Agustus mendatang.
 Tiga pebulu tangkis putri itu adalah Grace Gabriel asal Nigeria, Hadia Hosny (Mesir), serta Shama Aboobakar dari Mauritian. Tapi, persaingan belum berakhir. Segala kemungkinan masih bisa terjadi. Apalagi, peringkat terakhir yang dipakai adalah peringkat 25 April 2013. Pada 2011 di London, Inggris, Afrika belum mengirimkan wakilnya. Juara tunggal putri saat itu jatuh ke tangan Wang Yihan asal Tiongkok yang di final menghentikan langkah kejutan Cheng Shao-Chieh (Taiwan) dua game langsung 21-15, 21-10. (*)
MESIR: Hadia Hosny (foto: rte.ie)

Peeringkat Tunggal Putri Afrika (28/2/2013)
1.    Grace Gabriel (Nigeria, 145)
2.    Hadia Hosny (Mesir, 158)
3.    Shama Aboobakar (Mauritian, 169)
4.    Shamim Bangi (Uganda, 186)
5.    Kate Foo Kune (Mauritian, 187)

Eriko Hirose Terus Terpuruk

LABIL: Eriko Hirose (foto: zembio.com)

ERIKO Hirose kembali jadi sorotan. Penampilan buruknya sejak awal tahun kembali terjadi di Jerman Grand Prix Gold 2013. Secara mengejutkan, pebulu tangkis tunggal putri asal Jepang tersebut tumbang pada babak pertama turnamen yang dilaksanakan di Muhleim tersebut.
 Dalam babak pertama (28/2/2013), Eriko, yang diunggulkan di posisi kedelapan, tersebut menyerah rubber game 21-10, 15-21, 9-21. Ini menjadi kemenangan ketiga bagi Aprillia selama bertemu dengan Eriko.
 Dua kali kemenangan sebelumnya diperoleh pebulu tangkis binaan PB Semen Gresik tersebut pada Singapura Terbuka 2011 dan Australia Grand Prix Gold 2012. Sedangkan Eriko memetik hasil manis atas Aprillia di India Grand Prix Gold 2011.
 Selama 2013 ini, Eriko memang jeblok. Dalam turnamen besar pembuka tahun, Korea Super Series Premier dan Malaysia Super Series, dia juga tersungkur pada babak pertama. Di Korea, finalis All England 2011 tersebut takluk oleh Gu Juan dari Singapura serta di Malaysia dihentikan langkahnya oleh Lindaweni Fanetri asal Indonesia.
 Belum lagi di Superliga Badminton Indonesia 2013. Dia gagal membawa Suryanaga lolos dari babak penyisihan. Padahal, klub asal Surabaya tersebut menyandang status juara bertahan.
 Kabarnya, jebloknya penampilan Eriko ini dipengaruhi masalah bubarnya klub dia di Jepang karena masalah pendanaan. Sayang, saat ditemui di Surabaya saat SBI 2013, Eriko enggan memberikan jawaban. Dia hanya mengatakan penampilannya tak maksimal di Kota Pahlawan, julukan Surabaya, karena tak tahan panas.
 Hasil jeblok di Korea Selatan dan Malaysia membuat Eriko kini terlempar di posisi 14 besar. Padahal, di awal tahun, cewek berusia 28 tahun itu mantap di peringkat 11 besar. (*)

Sudah Dapat Poin BWF

KABAR  gembira bagi pasangan Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana. Kini, mereka mempunyai poin dan ranking dari BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).
 Itu tak lepas dari capaian Christopher/Trikusuma dalam Austria Challenge 2013. Pada turnamen yang menyediakan hadiah Rp USD 15 ribu tersebut, pasangan baru tersebut mampu menembus babak perempat final.
 Sayang, mereka gagal lolos ke semifinal karena kalah dua game langsung 11-21, 16-21 dari pasangan Jepang yang diunggulkan di posisi kelima Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Hasil tersebut membuat Christopher/Trikusuma langsung berada di posisi 333 dunia dengan mengumpulkan 2.200 seperti yang tertulis di situs BWF. Peringkat tersebut dikeluarkan pada 28 Februari. 
 Tentu, ini sudah sesuai harapan. Alasannya, keduanya rela terbang jauh ke Wina, kota tempat pertandingan Austria Challenge, itu memang untuk mencari poin agar bisa mempunyai peringkat di BWF.
 Sebenarnya, setelah dari Austria, Christopher/Trikusuma akan berlaga di Jerman Grand Prix Gold yang dilaksanakan 26 Februari-3 Maret. Tapi, karena peringkatnya belum ada, keduanya masuk dalam daftar tunggu.
 Hingga akhirnya saat berlangsungnya babak kualifikasi pada 26 Februari, ternyata nama mereka tak terdaftar. Ini membuat Christopher/Trikusuma langsung kembali ke Indonesia untuk menjalani latihan di Surabaya.
 Sebelumnya, Christopher berpasangan dengan Andrei Adistia. Dalam peringkat per 28 Februari pun, keduanya masih duduk di peringkat 45 besar dunia. Tapi, kini, keduanya tak lagi berpasangan setelah tak lagi berada di pelatnas Cipayung. (*)

Poul-Erik Apresiasi Dukungan

Rabu, 27 Februari 2013

POUL-Erik Hoyer selangkah lagi menjadi Presiden BWF. Itu setelah dia mendapat dukungan terbanyak untuk menjadi orang nomor satu di induk organisasi bulu tangkis seluruh dunia tersebut.
 Sementara, dia sudah mengumpulkan 52 suara dukungan dari federasi olahraga tepok anggota BWF. Koleksi dukungan ini menjadi  sejarah karena termasuk banyak.
 “Saya merasa tersanjung dengan suara yang diberikan kepada saya oleh anggota BWF. Ini akan membuat saya lebih mudah memajukan bulu tangkis di masa mendatang,’’ kata Poul-Erik dalam rilis yang dikirim melalui email penulis.
Dia pun siap bersaing dengan wakil presiden yang besar kemungkinan jatuh ke tangan Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Amerika Selatan Gustavo Salazar Delgado.
 Delgado, tambah Poul-Erik, merupakan sosok yang kenyang pengalaman. Ini sangat bermanfaat dalam mengembangkan bulu tangkis ke area yang lebih luas. Olimpiade 2016 di Rio De Janeiro, Brasil, akan menjadi tonggaknya.
 ‘’Dukungan yang diberikan Federasi Oceania tentu sangat menyenangkan karena kami punya pandangan yang sama untuk mengembangkan bulu tangkis,’’ tambah Poul-Erik.
 Untuk itu, dia juga telah merencanakan dialog dengan Federasi Bulu Tangkis Afrika. Peraih emas tunggal putra Olimpiade Atlanta 1996 itu pun berkeinginan datang ke sana.
 Lelaki asal Denmark itu tak menutup mata tentang Asia. Jika terpilih, Poul-Erik akan tetap menjadikan Asia sebagai kantor pusat BWF.
‘’Saya tak punya niat memindahkan kantor pusat BWF dari Kuala Lumpur,’’ lanjut dia.   Pemilihan Presiden BWF akan dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 18 Mei mendatang. (*)

Suntikan Tenaga di Babak Utama


UTAMA: Bona /Afiat Yuris (foto: pbsi)
PERJUANGAN berat dilakoni pasangan baru Bona Septano/Alfiat Yuris Wirawan. Keduanya harus melalui babak kualifikasi dalam Jerman Grand Prix Gold 2013.
 Untung, Bona/Afiat mampu melaluinya dan berhak lolos ke babak utama turnamen yang di adakan di Mulheim tersebut. Pada pertandingan kualifikasi perdana (26/02/2013),  keduanya menang 24-22, 21-16. Kemudian pada babak kedua di hari yang sama, Bona/Afiat memupus asa pasangan Hongkong Chan Yun Lung/Lee Chun Hei dengan rubber game 19-21, 23-21, 21-10.
 Kemenangan tersebut membuat pasangan yang baru digabungkan akhir 2012 tersebut merasakan atmofser babak bergengsi. Bahkan, kans melaju ke babak kedua pun terbuka bagi Bona/Alfiat.
 Itu disebabkan pada penampilan perdana dalam babak utama, mereka akan menghadapi pasangan tuan rumah yang juga lolos dari babak kualifikasi Fabian Holzer/Beck Raphael. Mereka lolos babak utama setelah dalam pertandingan babak akhir kualifikasi menundukkan pasangan Kroasia Zvonimir Durkinjak/Zvonimir Hoelbling14-21, 21-17, 21-12.
 Hanya, untuk bisa lolos ke babak ketiga atau perempat final butuh perjuangan ekstrakeras. Unggulan kedua asal Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa siap menghadang. Di atas kertas, pasangan Negeri Matahari Terbit tersebut tak akan mengalami kesulitan menghentikan ambisi Bodin Issara/Pakkawat Vilailak (Thailand).
 Pada babak utama di nomor ganda putra, Indonesia sudah menempatkan Ricky Karanda Suwardi/Muhammad Ullinuha dan Yonathan Suryatama Dasuki/Hendra Aprida Gunawan. (*)

30 Tahun Yonex Sponsori All England

Selasa, 26 Februari 2013

VENUE: National Indoor Arena (foto: guardian.co.uk)
SUDAH banyak brand bulu tangkis di dunia. Tapi, nama Yonex tetap masih menjadi nomor wahid. Bahkan, produk Jepang tersebut sudah identik dengan bulu tangkis.
 Ini dikarenakan Yonex begitu serius dan melekat dengan olahraga tepok bulu tersebut. Bahkan, tahun ini, untuk ke-30 tahun secara beruntun, mereka menjadi sponsor utama dalam turnamen bulu tangkis paling bergengsi di muka bumi ini, All England. Kejuaraan bertitel super series premier tersebut akan dilaksanakan di National Indoor Arena, Birmingham, 5-10 Maret mendatang.
Durasi 30 tahun ini membuat Yonex memecahkan rekor Stella Artois yang menjadi sponsor di turnamen tenis selama 29 tahun (1979-2008). Hanya, di All England, Yonex masih lebih lama di Jepang Terbuka yakni 32 tahun.
All England merupakan turnamen bulu tangkis tertua dan paling bergengsi. Bahkan, banyak yang menyebutnya sebagai kejuaraan dunia tidak resmi. Imbasnya, semua pebulu tangkis dunia berambisi bisa menjadi juara, begitu juga dengan tahun ini.

Presiden Yonex Ben Yoneyama, yang ayahnya Minoru mendirikan Yonex pada 1940-an, mengatakan bahwa keluarganya mempunyai gairah di All England sejak ayahnya kali pertama datang ke Wembley Arena, venue All England lama. ‘’Perusahaan kami juga punya dedikasi untuk memberikan kontribusi kepada dunia melalui olahraga. Dengan memberikan dukungan kepada turnamen tertua, kami telah melakukannya dan akan terus melakukannya,’’ ungkap  Ben.
Apalagi, Yomex juga telah menjadi sponsor di lima turnamen super series dalam kalender BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) selama 2014-2017. (*) 

Pede dengan Tambah Berat Dua Kilogram


AMBISI: Chong Wei Feng (thestar.com.my)


TINGGINYA hanya 170 sentimeter. Berat badannya pun 62 kilogram.
Tentu, ini kurang ideal bagi Chong Wei Feng mengarungi kerasnya persaingan bulu tangkis papan atas dunia.
 Tapi, itu akan berubah saat dia berlaga dalam All England Super Series Premier yang dilaksanakan di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris, pada 5-10 Maret mendatang. Apalagi, di turnamen tersebut, Wei Feng menjadi langsung lolos ke babak utama selain dua waki Malaysia lainnya, Lee Chong Wei dan Liew Daren. Sedangkan dua rekannya, Mohd Arif Abdul Latif dan Tan Chun Seang – akan memulai penampilannya dari babak kualifikasi.
  ‘’Berat badan saya sudah naik dua kilogram tapi itu bukan lemak semua. Sekarang badan saya lebih berotot,’’ terang Wei Feng.  
Ini, lanjut dia, diperolehnya setelah menjalani program di pusat kebugaran. Penampilan barunya tersebut membuat dia percaya diri dalam turnamen yang menyediakan hadiah total USD 400 ribu tersebut.
“Dengan berat 65 kilogram, Chong Wei bermain dengan kecepatan luar biasa. Tentu, saya ingin seperti itu,’’ ucap Wei Feng.
Dengan kondisinya sekarang, dia optimistis mampu menumbangkan unggulan kesepuluh asal Denmark Jan O Jorgensen pada babak pertama All England 2013. Dibandingkan tahun ini, sebenarnya undian 2013 lebih menguntungkan.
 “Tahun lalu, saya harus memulai dari kualifikasi dan di babak kedua langsung ketemu Lin Dan.  Tentu, tahun ini, saya juga minimal harus menembus babak kedua dan berharap sampai perempat final,’’ tegas Wei Feng.
Tahun lalu, dia tampil di All England dengan peringkat 118th. Tapi, selama setahun, lompatanya sangat signifikan dengan duduk di posisi ke-17. ‘’Saya belum pernah bertemu Jorgensen sebelumnya. Tapi, saya tahu, dia pebulu tangkis yang bagus,’’ pujinya kepada sang lawan.
If he gets through Jorgensen, he may play against the winner of the match between Vladimir Ivanov of Russia and Sony Dwi Kuncoro of Indonesia. Neither is a pushover.
Juara dua kali All England asal Malaysia Lee Chong Wei kini diunggulkan di posisi teratas. Menempati grup atas, dia dikeroyok tiga pebulu tangkis Tiongkok Wang Zhengming, Du Pengyu, dan Gao Huan.
Tahun lalu, Chong Wei gagal hat-trick (meraih tiga kali gelar beruntun) setelah dipaksa mengakui ketangguhan Lin Dan karena cedera lengan. (*)

Poul-Erik Hoyer Pimpin Dukungan Suara

PERSAINGAN menjadi Presiden BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) makin panas. Tiga calon yang bersaing, Datuk Seri Nadzmi Mohd Salleh asal Malaysia, Justian Suhandinata (Indonesia), dan Poul-Erik Hoyer-Larsen (Denmark) tak mau kalah.
 Hanya, posisi Poul-Erik lagi di atas angin. Lelaki yang sukses meraih emas nomor tunggal putra dalam Olimpiade Atlanta 1996 tersebut untuk sementara mendapat dukungan 52 suara. Di posisi kedua, Justian dengan 24 suara dan Nadzmi 18 suara.
 Pemilihan orang nomor satu organisasi yang dulunya bernama IBF tersebut akan dilaksanakan 18 Mei mendatang di sela-sela Piala Sudirman 2013 yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19-26 Mei.
Selain pemilihan presiden, persaingan menjadi deputi presiden juga tak kalah sengit. Pejabat lama Paisan Rangsikitpho akan ditantang Presiden Federasi Bulu Tangkis Peru Gustavo Salazar Selgado. Dari suara dukungan yang masuk, Selgado memperoleh 21 suara dibandingkan Paisan yang tiga dua suara di belakangnya. (*)

Darah Indonesia di Tim Sudirman Amerika

Senin, 25 Februari 2013


KUDA HITAM: Kekuatan Negeri Paman Sam (foto: USA Badminton)
PIALA Sudirman 2013 masih dilaksanakan Mei. Tapi, pada Februari, Amerika Serikat (AS) sudah punya tim yang bakal berlaga dalam kejuaraan bulu tangkis beregu campuran yang dilaksanakan di Putra Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19 - 26 Mei tersebut.
  Menariknya, di tim Negeri Paman Sam, julukan AS, tersebut ada darah Indonesia. Bahkan, salah satunya pernah menjadi tulang punggung merah putih dalam berbagai event internasional.
  Pebulu tangkis berdarah Indonesia yang akan membela AS itu di kelompok putra terdapat nama Halim Haryanto serta Jimmy Pohan. Untuk kelompok putri ada Jamnie Subandhi.
  Di antara ketiganya, prestasi Halim yang paling mentereng. Saat masih membela Indonesia, lelaki kelahiran Bandung, Jawa Barat, 23 September 1976 tersebut pernah mengukir beberapa prestasi.  Juara Dunia 2001 dan All England 2001 pernah dirasakannya saat berpasangan dengan Tony Gunawan, yang ini juga hijrah ke AS.
  Dia hijrah ke AS pada 2004 dan memperoleh kewarganegaraan pada 19 Agustus 2011. Dia menikah dengan Jeanny N dan dikaruniai dua anak Gabriella Ho dan Graciella Ho.
  Selain Halim dan Jimmy, kekuatan AS juga diperkuat  Howard Shu, Jimmy Pohan, Phillip Chew, dan Sattawat Pongnairat. Sedangkan di sektor hawa, AS  juga mengandalkan Eva Lee, Iris Wang, Karyn Velez, dan Paula Lynn Obanana.  Dalam Piala Sudirman 2013, AS berada di grup II dunia. Pada penyelenggaraan sebelumnya di Qingdao, Tiongkok, Paman Sam berada di grup 2 B dan menempati posisi ketiga grup. Saat itu, mereka masih mengandalkan Tony Gunawan. (*)

1 Eropa Lawan 2 Asia

TIGA kandidar resmi maju dalam pencalonan presiden BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia). Mereka yang bersaing setelah pendaftaran ditutup pada 22 Februari 2013 adalah Dato Sri Mohd Nadzmi Mohd Salleh (Malaysia), Dr. Justian Suhandinata (Indonesia), dan Poul-Erik Hoyer (Denmark).
Ketiga bersaing untuk bisa dipilih menjadi presiden dalam agenda yang dilaksanakan di  Kuala Lumpur, Malaysia, pada 18-23 Mei mendatang. Pemilihan tersebut dilaksanakan di sela-sela pelaksanaan Piala Sudirman, kejuaraan beregu campuran.
 Ketiga maju untuk menggantikan posisi Dr. Kang Young Joong yang memilih mundur dari persaingan setelah dua kali memimpin BWF. Ini ditegaskannya pada Novenber 2012.
 ‘’Ini saat yang tepat untuk meninggalkan BWF dan saat yang tepat melakukan transisi karena posisi bulu tangkis sudah sangat strategi,’’ kata Yong Joong yang berasal dari Korea Selatan.
 Masih majunya Sri Mohd Nadzmi Mohd Salleh dan Dr. Justian Suhandinata sebenarnya cukup mengejutkan. Ini dikarenakan jauh-jauh hari salah satu dari mereka diharapkan mau legawa untuk mundur. Tujuannya agar suara Asia tetap solid. Jika Asia solid, tentu Paul-Erik akan mengalami kesulitan menjadi orang nomor satu BWF. Bagaimanapun, bulu tangkis masih dianggap sebagai milik Asia dengan berjayanya negara Asia dan pebulu tangkisnya di berbagai event internasional. (*)

Teruskan Tradisi Juara Kakak


JUARA: Rane Saili (foto: ugandadailyeye)
UGANDA memang tak pernah terdengar dalam hiruk pikuk bulu tangkis dunia. Tapi, siapa sangka, negara di Benua Afrika tersebut mampu memikat para pebulu tangkis beberapa negara untuk ikut ambil bagian dalam turnamen Uganda Internasional.
  Persaingan perebutan juara pun berlangsung sengit. Juara tunggal putra akhirnya jatuh ke tangan pebulu tangkis Sri Lanka Dinuka Karunaratre dan Rane Saili (India) di tunggal putri.
 Dalam final yang dilaksanakan 24 Februari di MTN Arena, Lugogo, Dinuka, tersebut Dinuka menghentikan ambisi pebulu tangkis India Dey Subhankar 21-16, 21-17. Pertandingan ini berlangsung selama 34 menit. Menariknya, Dinuka merupakan saudara Nikula, yang juara di turnamen yang sama tahun lalu. 
 ‘’ Ini kemenangan yang sangat menyenangkan karena bisa membawa pulang juara di Sri Lanka setelah tahun lalu saudara saya yang melakukannya,’’ jelas Dinuka setelah pertandingan seperti dikutip media Tiongkok.
  Dia mengakui suka dengan Uganda Internasional karena pertandingannya begitu kompetitif. Apalagi, dalam laga pemungkas, dia mampu menundukkan wakil India.
  Untuk lolos ke final, Subhankar menundukkan wakil Italia Daniel Messersi sedangkan Karunaratre menjinkkan wakil Italia lainnya Giovanni Greco.
 Untuk tunggal putri, Saili memupus asa wakil Mesir Hosny Hadia 21-12, 21-12. Meski kalah, Hadia, yang merupakan pebulu tangkis Afrika terbaik kedua, tetap senang karena bisa lolos ke final dan memperoleh poin. (*)

Pelatnas Cipayung Boyongan Sementara

PELATNAS PBSI untuk sementara tak lagi berada di Cipayung. Para pelatih dan pebulu tangkis terbaik Indonesia tersebut akan bedol desa dari kawah candradimuka bulu tangkis Indonesia tersebut.
 Hanya, itu dilakukan untuk sementara. Ini dikarenakan mereka akan ikut ambil bagian dalam Axiata Cup 2013 yang dilaksanakan di Surabaya mulai 21 Maret mendatang. Setelah tampil pada babak penyisihan, Sony Dwi Kuncoro dkk memilih bertahan di Surabaya.
 ‘’Karena penyisihan di Surabaya selesai pada 24 Maret dan 29 Maret tampil lagi di Surabaya, jadi pelatnasnya dilaksanakan di Surabaya,’’ kata Ketua Axiata Cup 2013 Yacob Rusdianto.
 Alasannya, tambah dia, para pebulu tangkis terbaik Indonesia tersebut tak perlu bolak-balik Surabaya-Jakarta. Ini akan membuat stamina para pebulu tangkis nasional tetap fit.
 Pada Axiata Cup 2013 nanti akan diikuti para pebulu tangkis terbaik dunia. Selain dari Asia Tenggara, seperti Axiata Cup 2012, ada juga pebulu tangkis Asia dan Eropa. Mereka akan bergabung dalam Asia Selection dan Eropa Selection. Hanya, nama-nama yang akan bergabung masih belum diputuskan oleh panitia.
 Indonesia akan berada satu grup dengan Eropa Selection, Thailand, dan Filipina. Pertandingan dilaksanakan di DBL Arena Surabaya. Sementara, di grup lainnya yang dilaksanakan di Kuala Lumpur Malaysia akan dihuni tuan rumah, Asia Selection, Singapura, dan Vietnam. Kejuaraan yang hanya mempertandingkan empat nomor yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda campuran. Turnamen yang tahun lalu dimenangkan Indonesia Garuda tersebut menyediakan hadiah total USD 1 juta. (*)

Christopher/Trikusuma Susun Strategi

ASA pasangan Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana berlaga di Jerman Grand Prix Gold 2013 kandas. Itu setelah namanya tak terdaftar dalam event yang dilaksanakan di Mülheim an der Ruhr mulai 26 Februari-3 Maret tersebut.
 ‘’Tak ada pasangan yang mundur sehingga Christopher/Trikusuma langsung kembali ke Indonesia dari Eropa,’’ kata Yacob Rusdianto, ayah Christopher.
 Padahal, setelah berlaga di Austria Challenge 2013, pasangan tersebut tak langsung balik ke tanah air. Mereka, tambah Yacob, menunggu di Wina selama beberapa hari.
 ‘’Tapi ternyata, ya itu. Tak ada pasangan yang mundur,’’ lanjut lelaki yang pernah duduk sebagai sekjen PBSI tersebut.
 Setelah balik ke tanah air, kini pasangan Christopher/Trikusuma akan menyusun program turnamen-turnamen yang akan diikuti. Tujuannya, agar poin yang dikumpulkan keduanya terus bertambah.
 Ya, pasangan asal PB Suryanaga, Surabaya, tersebut memang baru kali pertama dipasangakan. Di antara keduanya, Christopher punya poin yang banyak karena berada di posisi 50 besar. Hanya, poin tersebut dikumpulkannya saat bertandem dengan Andrei Adistia saat membela pelatnas. Hanya,  karena berpisah, poin yang dikumpulkan pun harus dibagi dua.
  Dalam Austria Challenge, Christopher/Trikusuma sukses menembus perempat final. Sayang, mereka gagal lolos semifinal setelah dijegal pasangan Jepang yang menempati unggulan kelima Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 11-21, 16-21. (*) 

Pesta Jepang di Wina

Minggu, 24 Februari 2013

JUARA: Kento Momota saat di final (foto: austria badminton)

KEKUATAN Jepang semakin menakutkan. Bukan hanya di level super series ataupun grand prix, di kelas challenge pun, Negeri Matahari Terbit, julukan Jepang, punya pebulu tangkis andalan.
 Itu terbukti pada Austria Challenge 2013 yang berakhir 23 Februari lalu. Dari lima gelar yang diperebutkan, Jepang mampu membawa pulang empat gelar. Satu-satunya  posisi terhormat yang lepas ada di sektor ganda campuran.
 Di nomor ini, gelar jatuh ke tangan pasangan Hongkong Chan Yun Lung/Tse Ying Suet yang mengalahkan kompatriot (rekan satu negara) Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah dalam pertandingan rubber game  15-21, 21-16, 21-16 dalam final yang dilaksanakan di Wina tersebut.
 Menariknya, dari empat gelar yang dimenangkan pebulu tangkis Jepang, tiga di antaranya harus menghadapi rekannya sendiri. Hanya di tunggal putri, wakil negara yang beribukota Tokyo tersebut, Yui Hashimoto, yang menjajal unggulan pertama asal Bulgaria Petya Nedelcheva. Yui mampu menang  mudah dua game langsung 21-11, 21-13. Kekalahan ini juga membuat Eropa gagal mencuri gelar di kandangnya sendiri. 
 Indonesia sendiri juga tak berhasil meloloskan wakilnya di posisi terhormat. Dua wakil yang berlaga dalam turnamen berhadiah total USD 15 ribu tersebut sudah terjegal sebelum semifinal.
 Di tunggal putra, Andre Kurniawan Tedjono, yang diunggulkan di posisi ketiga, harus mengakui ketangguhan pebulu tangkis nomor satu Rep Ceko Petr Koukal dua game langsung 14-21, 17-21 di babak ketiga. Sedang di ganda putra, pasangan anyar Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana menyerah kepada pasangan Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 11-21, 16-21. (*)


Hasil Final Austria Challenge

Tunggal Putra: Kento Momota (Jepang x7) v  Riichi Takeshita (Jepang) 21-19, 21-12

Tunggal Putri: Yui Hashimoto (Jepang) v Petya Nedelcheva (Bulgaria x1) 21-11, 21-13

Ganda Putra: Hiroyuki Saeki/Ryota Taohata (Jepang) v 
Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) 21-18, 15-21, 21-18
Ganda Putri: Aratasama Misato/Megumi Taruno (Jepang) v Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean (Malaysia x1) 21-14, 22-20

Ganda Campuran: Chan Yun Lung/Tse Ying Suet (Hongkong x6) v Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Hongkong x5) 15-21, 21-16, 21-16

x=unggulan

Mimpi Cong Wei sebelum Pensiun

BANYAKNYA pebulu tangkis muda Tiongkok membuat Lee Chong Wei waswas. Dia pun berharap Malaysia, negara asalnya, juga segera mempunyai pelapisnya yang kualitasnya tak jauh beda.
 Untuk itu, dia menggagas kejuaraan Lee Chong Wei Cup. Event ini diperuntukkan bagi pebulu tangkis muda usia. Tujuannya, agar ada bintang yang lahir.
  Chong Wei, yang kini berusia 30 tahun, menegaskan bahwa kejuaraan tersebut bakal berskala nasional. Sehingga bisa diikuti oleh semua pebulu tangkis muda di seantero negeri jiran.
 ‘’Saya bermimpi bisa melahirkan pebulu tangkis yang hebat sebelum pensiun nanti. Lee Chong Wei Cup akan bekerja sama dengan federasi bulu tangkis Malaysia (BAM),’’ kata Chong Wei seperti dikutip media Malaysia. 
  Hanya, dia belum bisa merealisasikan mimpinya tersebut dalam waktu dekat. Alasannya, tahun ini, agenda yang diikutinya sangat padat. Pada Mei mendatang, dia harus membela negaranya di ajang Piala Sudirman, kejuaraan bulu tangkis beregu campuran. Setelah itu, pada Agustus, Chong Wei akan berlaga dalam Kejuaraan Dunia di Tiongkok.
 ‘’Jadi, akhir tahun ini atau awal tahun depan bisa menjadi momen yang pas. Saya berharap Lee Chong Wei Cup bisa dilaksanakan setiap tahun,’’ terang dua kali finalis olimpiade tersebut.
 Chong Wei pun mengakui pelapisnya sekarang belum ada yang setara. Kemampuan mereka masih jaug dari apa yang dimilikinya.
 Dia membandingkan dengan Tiongkok yang kini memiliki enam pebulu tangkis level atas. Bahkan, lima dari enam pebulu tangkis tersebut yakni Chen Long, Chen Jin, Du Pengyu, Wang Zhengming, dan Gao Huan – bakal menjadi musuhnya dalam All England yang dilaksanakan di Birmingham, Inggris, pada 5-10 Maret mendatang. Satu-satunya absen adalah Lin Dan. Juara bertahan All England tersebut ingin istirahat sejenak dari hingar bingar bulu tangkis dunia. (*)

Lumayan buat Pasangan Debutan

Sabtu, 23 Februari 2013

BELA SURYANAGA: Pasangan Christopher/Trikusuma

PASANGAN Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana gagal bersinar terang di Austria Challenge .Langkah keduanya terhenti di babak perempat final kejuaraan yang menyediakan hadiah USD 15 ribu ribu tersebut.
 Christopher/Trikusuma dipaksa harus mengakui ketangguhan pasangan Jepang  yang diunggulkan di posisi kelima Taksehi Kamura/Keigo Sonoda 11-21, 16-21. Kekalahan ini sebenarnya sudah diperkirakan.
 Alasannya, Christopher/Trikusuma baru kali pertama dipasangankan di level internasional.Imbasnya, poin pasangan ini pun rendah. 
 Sebelumnya, Christopher pernah dipasangan dengan Andrei Adistia. Sayang, keduanya dipaksa harus angkat koper dari pelatnas dan membuat keduanya pun harus berpisah. Padahal, saat berpisah, peringkat keduanya tidak mengecewakan karena mampu menembus pasangan 50 besar dunia.
 Sebelumnya, pasangan asal klub Suryanaga itu sudah memaksa pulangan unggulan keempat asal Kanada Adrian Liu/Derrick Ng dua game langsung 21-19, 21-19. Kemenangan ini dan mampu menembus perempat final bakal menambah koleksi poin.
 Sayang, di awak keberangkatan ke Eropa ini, poin Christopher/Trikusuma yang rendah membuat mereka gagal berlaga di Jerman Grand Prux Gold. Di Austria Challenge, selain pasangan Jatim itu Indonesia sebenarnya mempunyai wakil di nomor tunggal putra Andreas Kurniawan Tedjono.
 Sayang, pebulu tangkis binaan Djarum itu harus mengakui ketangguhan Petr Koukal dari Rep Ceko 14-21, 17-21. Bagi Andre, kekalahan ini tentu mengecewakan karena dia menempati unggulan ketiga. (*)

Hanya Alan-Susi yang Bisa

PASANGAN EMAS: Alan dan Susi (foto: sidiq)

LIN DAN sudah menikahi pacarnya Xie Xingfang. Keduanya dikenal sebagai pebulu tangkis tunggal yang kuat.
 Kedua pebulu tangkis Tiongkok itu sukses menjadi juara. Dunia. Bahkan Lin dan Xie Xingfang mampu mengawinkannya pada 2006 saat kejuaraan dilaksanakan di Madrid, Spanyol. Pasangan yang sudah berpacaran selama tujuh tahun itu pun akhirnya menikah pada 13 Desember 2010. begitu juga dengan Piala Thomas dan Uber. Keduanya mampu membawa negerinya menjuarai event beregu tersebut, begitu juga dengan di Piala Sudirman.
 Sayang, keduanya gagal mengawinkan emas Olimpiade. Okelah, Lin Dan sudah dua kali menjadi juara olimpiade yakni di Beijing 2008 dan London 2012. Xie Xingfang nyaris mengikuti jejak sang kekasih hati.
 Sayang, pada Olimpiade 2008 yang dilaksanakan di kandang sendiri, secara mengejutkan Xie Xingfang yang diunggulkan di posisi teratas ditumbangkan rekan senegaranya Zhang Ning 12-21, 21-10, 18-21.
 Lee Chong demikian juga. Pebulu tangkis Malaysia ini menikahi jagoan tunggal putri negeri jiran Wong Mew Choo. Meski dianggap tunggal putra terbaik saat ini, Chong Wei belum pernah merasakan manisnya dikalungi emas olimpiade. Dua kali lolos ke final, dua kali pula dia ditaklukan Lin Dan. Untuk istrinya yang dinikahinya 9 November 2012, Mew Choo, bahkan tak pernah merasakan manisnya lolos final event olahraga empat tahunan tersebut.
 Lalu siapa yang bisa? Jawabnya hanya satu, pasangan Alan Budikusuma dan Susi Susanti. Pasangan hidup asal Indonesia tersebut melakukannya pada Olimpiade Barcelona 1992. Saat itu, Susi memang diunggulkan untuk juara. Beda dengan Alan. Untung, keduanya mampu menjadi juara dengan mengalahkan lawan-lawannya di babak pemungkas.
 Alan menghentikan perlawanan sesama pebulu tangkis Indonesia Ardy B. Wiranata sedangan Susi memupus asa   rival beratnya asal Korea Selatan Bang Soo-hyun 5-11, 11-5, 11-3.
 Alan dan Susi saat ini tetap konsentrasi di  bulu tangkis. Bahkan, keduanya mampu appareal dengan nama Astec (Alan-Susi Technolgy). Di pasaran, raket ataupun atas Astec juga diminati pebulu tangkis Indonesia. Kini, Astec juga lagi mengembangkan sayap bisnis ke berbagai negara-negara di Asia Tenggara. (*)

Jalan Emas
Alan Budikusuma
Babak I: Anders Nielsen (Inggris) 15-18, 15-21, 18-16
Babak II: Sompol Kukasekij (Thailand)  15-11, 15-2
Babak III: Andrey Antropov (IOC) 15-4, 15-7
Perempat Final: Kim Hak-kyun (Korsel) 15-9, 15-4
Semifinal: Stuer-Lauridsen (Denmark) 18-14, 15-8
Final: Ardy Wiranata (Indonesia) 15-12, 18-13

Susi Susanti
Babak I: Bye
Babak II: Harumi Kohara (Jepang) 11-2, 11-2
Babak III: Wong Chung Fan (Hongkong) 11-4, 11-2
Perempat final: Somharuthai Joroensiri (Thailand) 11-6, 11-1
Semifinal: Huang Hua (Tiongkok) 11-4, 11-1
Final: Bang Soo-hyun (Korsel) 5-11, 11-5, 11-3

Sony-Simon Ikuti India Badminton League

HADIR: Simon Santoso (foto: yonex)
 
INDIA Badminton League (IBL) 2013 punya daya tarik tinggi. Para pebulu tangkis papan atas dunia siap ambil bagian dalam event yang diselenggarakan 24 Juni-11 Juli tersebut.
 Total hadiah yang disediakan memang diakui sebagai daya pikat. Berapa? USD 1 juta atau hampir Rp 10 miliar. Ini sama dengan hadiah  Axiata Cup 2013 yang dilaksanakan di Surabaya dan Kuala Lumpur pada Maret 2013.
 Bedanya, kalau Axiata membela bendera negara ataupun benua, IBL membawa nama negara bagian. Beberapa pebulu tangkis yang sudah menyatakan siap ambil bagian adalah Tine Baun dari Denmark di sektor tunggal putri. Ada juga Juliane Schenk, pebulu tangkis hawa Eropa yang peringkat  paling tinggi.
dan pebulu tangkis tunggal putra terbaik Indonesia saat ini Sony Dwi Kuncoro juga akan ikut ambian. Begitu juga dengan Simon Santoso yang saat ini duduk di posisi ke-10 BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia). Pasangan finalis ganda putra Olimpiade London 2012 dari Denmark Mathias Boe/Cartsen Mogensen juga telah memberikan kabar bakal hadir. ‘’Saya mengakui konsep dari federasi bulu tangkis ini sangat bagus. Ini akan membuat bulu tangkis akan semakin berkembang,’’ kata Sony seperti dikutip situs India.
 Peraih perungu Olimpiade Athena 2004 itu menegaskan, IBL juga akan menambah pengalaman bertanding para pebulu tangkis. Selain itu, para fans juga akan mendapat tontonan yang menghibur.
 Hal yang sama juga diungkapkan oleh Schenk. Dia juga ingin agar IBL bisa bisa membantu perkembangan bulu tangkis.
 Sebelumnya, Indonesia juga telah menggelar Superliga Badminton Indonesia (SBI) 2013. Hanya, dari event yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya, tersebut tak dikhususkan untuk klub Indonesia. Ada beberapa tim mancanegara ikut seperti dari Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan.
 Juara di SBI jatuh ke Jaya Raya di kelompok putri serta Musica Champion untuk kelompok putra. Di Tiongkok juga menggelar pertandingan yang diikuti pebulu tangkis asing, begitu juga dengan Jepang.  Hanya, IBL termasuk event yang menyediakan hadiah paling besar. (*)

Paul-Erik Mulai Kampanye

Jumat, 22 Februari 2013


SERIUS: Paul-Erik Hoyer


PAUL-Erik Hoyer tak main-main maju sebagai Presiden BWF. Lelaki asal Denmark tersebut resmi mengumumkan pencalonan dirinya sebagai orang nomor satu di federasi bulu tangkis dunia tersebut.
 Dia mengatakan dengan kerendahan hati dia siap memimpin BWF. Dengan tidak lupa tetap memberikan rasa hormat kepada Presiden BWF saat ini Dr. Kang Young Joong dab stafnya.
 Bahkan, Paul berjanji jika terpilih, dia tak akan memindahkan kantor BWF yang saat ini berada di Kuala Lumpur. Bagi peraih emas Olimpiade Atlanta 1996, ibu kota Malaysia tersebut dianggap sebagai jantung Asia yang sangat efektif untuk menggelar pertemuan serta mempuyai fans bulu tangkis yang tinggi.
 ‘’Selain itu, dengan latar belakang saya sebagai pebulu tangkis, saya tak akan melupakan pebulu tangkis. Keputusan yang diambil nanti tetap akan mempertimbangkan mereka,’’ lanjut lelaki yang juga menyandang status BEC (Federasi Bulu Tangkis Eropa) tersebut seperti yang dikirimkan melalui pesan elekronik kepada penulis. .
  Paul juga akan berusaha terus mengembangkan olahraga tepok bulu di seluruh dunia.  Tentunya, dia akan bekerja sama dengan federasi bulu tangkis di setiap benua.
 Yang tak kalah pentingnya, lanjut dia, memperjuangkan agar bulu tangkis tetap dipertandingan di olimpiade. Pemilihan presiden BWF akan dilaksanakan di Malaysia di sela-sela penyelenggaraan Piala Sudirman pada Mei mendatang. Rival Paul berasal dari Asia. Hanya, dua calon dari Asia telah memproklamirkan diri untuk maju. Mereka adalah Nadzmi Mohd Salleh asal Malaysia dan Justian Suhandinata dari Indonesia. (*)

Semalam bersama Para Bintang Edisi II

SAAT AKTIF: Wong Choong Han (foto: badmintonfreak)

PENSIUN bukan berarti akan meninggalkan lapangan bulu tangkis untuk selamanya. Buktinya, beberapa mantan pengayuh raket papan atas dunia akan unjuk kebolehan dalam acara One Nights With Stars (Semalam bersama Para Bintang) Edisi 2 yang dilaksanakan di Jenewa, Swiss, pada 27 April mendatang.
Dari email yang diterima penulis,para mantan pebulu tangkis yang akan ikut ambil bagian antara lain Peter Gade, Nathan Robertson, Pi Hongyan, Wong Choong Hann, serta ada juga Poul-Erik Hoyer Larsen. Sehari setelah itu, paginya, mereka akan menularkan ilmunya kepada para pelatih.
 Semalam bersama Para Bintang edisi II dilaksanakan setelah sukses pada edisi perdana yang dilaksanakan pada Maret 2011. Hasil keuntungan akan diberikan kepada Solibad dengan programnya Badminton without Borders (Bulu Tangkis tanpa Batas) yang fokus perhatiannya kepada seluruh anak di muka bumi ini.  
Khusus untuk Peter Gede, penampilannya di Jenewa juga akan menjadi penampilan perdana setelah pensiun.  Kali terakhir, pebulu tangkis Denmark itu aktif di pertandingan resmi menghadapi musuh bebuyutannya, Lin Dan, asal Tiongkok di Kopenhagen, Denmark. 
Pada edisi perdana, Peter juga tampil menghibur dan saat itu dia berjanji akan kembali. ‘’Menjadi sebuah kebanggaan kembali ke event yang sama meski saya sudah resmi pensiun,’’ ucap lelaki yang juga menjadi Duta Besar Solibad itu.
 Hal yang sama juga diungkapkan Wong Choong Hann. Mantan pebulu tangkis peringkat satu dunia asal Malaysia tersebut merasa tersanjung bisa menyumbangkan tenaga dan pikirannya dalam kegiatan Semalam bersama Para Bintang nanti. 
Yang spesial tentu saja kehadiran Poul-Erik Hoyer Larsen.  Peraih emas Olimpiade Atlanta 1996 tersebut masih menyempatkan waktunya untuk unjuk kebolehan di tengah-tengah kesibukannya menjadi presiden Asosiasi Bulu Tangkis Eropa (BEC) dan mencalonkan diri diri sebagai presiden BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).
Pi Hongyan bergabung dengan status pebulu tangkis terbaik Prancis di tunggal putri sepanjang masa yang tampil tiga kali di ajang olimpiade. Ada pebulu tangkis Italia terbaik Agnese Allegrini,  bintang muda Prancis, Matthieu Lo Ying Ping, dan pebulu tangkis terbaik Rep Ceko saat ini Petr Koukal.
Mereka akan berkumpul dengan 15 pebulu tangkis Swiss serta para pelatih yang juga memperoleh ilmu dari Fabrice Vallet. (*) 

Juara Eropa Tularkan Ilmu

PARA pelatih bulu tangkis di Eropa bakal dapat pengalaman berharga. Mereka akan memperoleh ilmu langsung dari Xu Huaiwen dalam kegiatan musim panas di Vehen, Denmark, pada 13-20 Juli mendatang.

JERMAN: Xu Haiwen (foto: badzine)









 Wanita yang kini berusia 38 tahun tersebut merupakan mantan pebulu tangkis papan atas dunia. Dia pernah menyandand dua kali juara Eropa yakni pada 2006 dan 2008 dengan membawa bendera Jerman. Bahkan, dia juga pernah mendobrak dominasi  Tiongkok dengan duduk di peringkat pertama dunia. Setelah pensiun, dia memutuskan menangani Belanda.
Hu Huaiwen dilahirkan di Guiyang, Guizhou, Tiongkok pada 2 Agustus 1975. Dia memutuskan membela Jerman setelah dianggap terlalu pendek sebagai pebulu tangkis profesional. Xu Huaiwen  menguasai tiga bahas, Tiongkok, Jerman, dan Inggris.
 Memulai karirnya di Jerman pada 2003, Xu Huaiwen menjadi semifinalis pada Kejuaraan Dunia 2005 dan 2006. Saat menjadi juara Eropa, dia mematahkan perlawanan Mia Audina, pebulu tangkis Indonesia yang pindah kewarganegaraan Belanda, serta Tine Rasmussen.
Sayang, pada Olimpiade Beijing 2008, Xu Huaiwen terhenti langkahnya pada babak perempat final oleh pebulu tangkis tunggal putrid terkuat saat itu, Xie Xingfang. Selama karirnya, Xu Huaiwen pernah mengecap juara di turnamen Skotlandia (2003), Polandia (2003), Belanda (2005), serta Kopenhagen Masters (2007). Untuk juara nasional Jerman, Xu Huaiwen mendominasi dari 2004-2008.

Kegiatan musim panas  yang dilaksanakan federasi bulu tangkis Eropa (BEC) tersebut bukan hanya untuk menambah ilmu pelatih di benua biru tapi juga para pebulu tangkis junior.

Gagal Cicipi Panasnya All England 2013

Kamis, 21 Februari 2013

DAFTAR TUNGGU: Wisnu Yuli (foto: pbsi.org)
WISNU Yuli Prasetyo gagal merasakan ganasnya persaingan All England Super Series 2013. Namanya tak terdaftar dalam turnamen bulu tangkis yang menyediakan hadiah USD 400 ribu tersebut. Padahal, awalnya, Wisnu akan diberangkatkan ke All England.
 Ada apa? ‘’Dia masuk daftar tunggu dan hingga undian ternyata namanya tak ada,’’ kata M. Nadib, pelatih Wisnu di klub Surya Baja, Surabaya.
 Padahal, tambahnya, anak asuhnya itu sangat berkeinginan membela Indonesia di All England. Bahkan, lanjut Nadib, kalau berlaga di event yang dilaksanakan di National Indoor Arena, Birmingham, itu nama Surya Baja juga akan ikut terangkat.
 ‘Kan tak sembarangan bisa berlaga di All England. Ini akan jadi pengalaman yang sangat berharga bagi Wisnu,’’ ungkap Nadib.
 Tahun ini, pebulu tangkis yang ditemukan di Tulungagung tersebut belum berlaga di turnamen super series. Peringkat yang dimiliki belum mampu untuk langsung lolos babak utama turnamen  bergengsi dalam kalender BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) tersebut.
 Imbasnya, dia absen di Korea Super Series Premier dan Malaysia Super Series.
  Ya, saat ini, Wisnu masih bertengger di peringkat 61. Pada 2012, pebulu tangkis binaan Abdul Chodir itu mampu menjadi juara dan dua kali merasakan sebagai finalis. Posisi terhormat diraihnya dalam Malaysia Challenge setelah mengalahkan unggulan teratas asal Malaysia Muhammad Hafiz Hashim. Sedangkan di Indonesia Challenge dipaksa harus mengakui ketangguhan pebulu tangkis Indonesia lainnya, Alamsyah Yunus, 20-22, 21-16, 21-10. Di  Vietnam Challenge, Wisnu kalah Derek Wong (Singapura) juga dengan rubber game 21-17, 20-22, 10-21.
  Pada All England ini wakil Indonesia lainnya yang absen adalah Simon Santoso karena cedera. Ini membuat merah putih hanya mengandalkan Sony Dwi Kuncoro dan Taufik Hidayat. Pebulu tangkis muda Dionysius Hayom Rumbaka masih berat untuk bisa memanaskan persaingan juara. (*)

Langkah Wisnu Yuli selama 2012
-Korea Grand Prix Gold    Babak 16
- Makau Grand Prix Gold   Babak 32
-Malaysia Challenge           Juara
-Taiwan Terbuka             Semifinalis
-Indonesia Grand Prix Gold  Babak 32
-Vietnam Grand Prix Gold Babak 64
-Indonesia Challenge          Finalis
-Thailand Terbuka              Babak 64
-Malaysia Grand Prix Gold  Babak 64
-Vietnam Challenge             Finalis

Jagoan Tiongkok Keroyok Lee Chong Wei

UNGGULAN KETIGA: Du Pengyu (badmintonlink)


LIN Dan absen di All England Super Series Premier 2013. Meski, pebulu tangkis Tiongkok tersebut menyandang status juara bertahan.
 Tapi, bukan berarti itu akan melapangkan jalan Le Chong Wei menjadi juara. Para pebulu tangkis Negeri Panda, julukan Tiongkok, siap menghadang unggulan pertama asal Malaysia tersebut.
Dari undian (drawing) turnamen berhadiah USD 400 ribu tersebut, di grup atas, Chong Wei akan dihadang tiga penerus Lin Dan. Memang, pada babak pertama, dia akan menghadapi Wong Wing Ki asal Hongkong.
 Jika menang atas pebulu tangkis yang membela Suryanaga di ajang Superliga Badminton Indonesia (SBI) 2013 tersebut, Chong Wei besar kemungkinana akan ditantang Wang Zhengming. Kali terakhir, keduanya bertemu di SBI 2013. Chong Wei membela Musica Champion sedangkan Wang Zhengming memperkuat SGS Bandung. Hasilnya, Chong Wei yang menang dua game langsung 21-14, 21-14. Pada babak pertama, Wang Zhengming bersua Ajay Jayaram (India).
 Di atas kertas, Chong Wei tentu lebih diunggulkan. Faktor pertemuan juga mendukung pebulu tangkis Malaysia berusia 30 tahun tersebut. Selama enam kali pertemuan, Chong Wei selalu memetik kemenangan.
 Lawan terberat bagi Chong Wei dari Tiongkok di grup atas tentu saja Du Pengyu. Ini disebabkan dia menyandang status unggulan ketiga. Tapi, Du Pengyu juga harus bisa menyingkirkan rekan senegara, Gao Huan. Pada babak pertama, Du Pengyu akan dijajal Chou Tien Chen.  
 Namun, dari rekor pertemuan, Chong Wei unggul telak atas Du Pengyu. Dia menang tujuh kali dari delapan kali pertemuan. Satu-satunya kekalahan Chong Wei dialami pada Super Series Final 2012. Untung, kekalahan itu dibalas Chong Wei pada Korea Super Series Premier 2013.
 Selain ketiga pebulu tangkis itu, Tiongkok berharap pada kemampuan Chen Long. Apalagi, dia diunggulkan di posisi kedua. (*)

Inggris Tak Mau Jadi Penggembira

Rabu, 20 Februari 2013

KUDA HITAM: Chris Adcock/Andy Ellis (foto: dailymail)

INGGRIS tentu tak mau jadi penggembira. Negara yang disebut-sebut sebagai asal bulu tangkis tersebut siap membuat kejutan dalam All England Super Series 2013.
 Salah satu yang diharapkan mampu merealisasikannya adalah di nomor ganda putra. Tuan rumah mempunyai pasangan Chris Adcock/Andy Ellis. Memang, dalam turmamen yang menyediakan hadiah USD 400 ribu tersebut tak diunggulkan. Ini dikarenakan peringkat Adcock/Ellis berada di posisi ke-24.
 Tapi, bekal berharga sudah dikantongi mereka sebelum berlaga dalam turnamen yang dilaksanakan di National Indoor Arena di Birmingham tersebut. Adcock/Ellis mampu mengalahkan pasangan ganda putra peringkat teratas saat ini dari Denmark Mathias Boe/ Carsten Mogensen.

Juara All England 2011 dipermalukan pada semifinal Kejuaraan Beregu Campuran Eropa yang dilaksanakan di Moskow, Rusia, (17/2/2013). Adcock/Ellis menang 16-21 22-20 21-19. “Ini kemenangan terbaik sepanjang karir karena mampu mengalahkan pasangan terkuat dunia dalam pertandingan yang ketat. Kami ingin mempertahankan level permainan kami,’’ kata Adcock seperti dikutip situs asosiasi bulu tangkis Eropa.
 Hanya, undian kurang menguntungkan pada All England Super Series 2013. Adcock/Ellis akan langsung berhadapan dengan unggulan kedua asal Malaysia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Mereka tak pernah menang dalam tiga kali pertemuan dengan pasangan juara All England 2007 tersebut. (*)


Daftar Unggulan
Tunggal Putra
1 Lee Chong Wei (Malaysia)   
2 Chen Long (Tiongkok)  
3 Du Pengyu (Tiongkok)   
4 Sony Dwi Kuncoro (Indonesia)   
5 Chen Jin (Tiongkok)   
6 Hu Yun (Hongkong)   
7 Kenichi Tago (Jepang)
8 Tien Minh Nguyen (Vietnam) 

Women’s singles
1 Li Xuerui (Tiongkok)
2 Saina Nehwal (India)
3 Wang Yihan (Tiongkok)
4 Juliane Schenk (Jerman)
5 Sung Ji Hyun (Korsel)
6 Wang Shixian (Tiongkok)
7 Tine Baun (Denmark)
8 Ratchanok Intanon (Thailand)

Ganda Putra
1 Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) 
2 Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Malaysia) 
3 Ko Sung-hyun/Lee Yong-dae (Korsel) 
4 Kenichi Hayakawa/Hiroyuki Endo (Jepang)
5 Ye Shen/Hong Wei (Tiongkok)  
6 Kim Sa-rang/Kim Ki-jung (Korsel)
7 Cai Yun/Fu Haifeng (Tiongkok)  
8 Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Indonesia)

Ganda Putri
1 Yu Yang/Wang Xiaoli (Tiongkok)
2 Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen (Denmark)
3 Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo (Jepang)
4 Jang Ye-na/Hye Won-Eem (Korsel)
5 Ma Jin/Tang Jinhua (Tiongkok)
6 Satoko Suetsuna/Miyuki Maeda (Jepang)
7 Kim Ha-na/Jung Kyung-eun (Korsel)
8 Duanganong Aroonkesorn/ Kunchala Voravichitchaikul (Thailand)    

Ganda Campuran
1 Xu Chen/Ma Jin (Tiongkok)
2 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia)
3 Peng Soon Chan/Liu Ying Goh (Malaysia)
4 Joachim Fischer/Christinna Pedersen (Denmark)
5 Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok)
6 Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand)
7 Muhammad Rijal/Debby Susanto (Indonesia)
8 Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba (Polandia)

Babak Pertama Nan Menakutkan

LAWAN PERDANA: Wang Yihan (foto: timeoutshanghai.com)

UNDIAN berat dilakoni tunggal putri Indonesia dalam All England Super Series Premier 2013. Dua wakil merah putih di babak utama, Lindaweni Fanetri dan Aprilia Yuswandari, langsung bersua unggulan.
 Lindaweni menantang unggulan ketiga asal Tiongkok Wang Yihan, sedangkan Aprilia menjajal ketangguhan Juliane Schenk asal Jerman yang diunggulkan di posisi keempat.
 Bagi Lindaweni, Wang Yihan termasuk lawan yang susah dikalahkan. Keduanya sekali bertemu di Malaysia Super Seriss 2011 dan Lindaweni tumbang 9-21, 19-21. Dari sisi peringkat, andalan Indonesia itu pun terpaut jauh. Lindaweni di posisi ke-19 sedangkan lawannya di peringkat ketiga.
 Begitu juga dengan Aprilia. Dari tiga kali pertemuan, dia tak pernah menang. Hanya, dua kali kekalahan yang dialami pebulu tangkis yang dibesarkan PB Semen Gresik tersebut melalui pertarungan tiga game (rubber game).
 Di tunggal putri ini, Indonesia lama puasa gelar di All England. Kali terakhir, pebulu tangkis merah putih yang juara adalah Susi Susanti pada 1994. Selain pada tahun tersebut, Susi juga mengukir prestasi yang sama pada 1990, 1991, dan 1993.
 Tahun lalu, langkah wakil Indonesia hanya sampai babak kedua melalui Maria Febe Kusumastuti. Pada babak pertama, dia menang GU Juan dari Singapura 21-19, 21-19. Sayang, pada babak kedua, Febe, sapaan karibnya, tumbang oleh Li Xuerui 11-21, 19-21.
 Untuk nomor tunggal, unggulan keempat Sony Dwi Kuncoro bakal melangkah sesuai skenario alias minimal mampu menembus babak semifinal. Pada babak pertama, dia bakal menghadapi wakil Rusia Vladimir Ivanov, yang kini duduk di peringkat ke-32.
 Selain Sony, duta Indonesia di tunggal putra adalah Taufik Hidayat.  Hanya, dia kini sudah tak bisa diharapkan lagi. Peringkatnya pun sudah jauh turun, 21.
 Apalagi, pada babak pertama, Taufik akan menghapi Sho Sasaki. Pebulu tangkis Jepang itu menang dua kali dari tiga kali pertemuan dengan Taufik. (*)

Wakil Indonesia di Babak Utama All England 2013
Tunggal putra:  Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat

Tunggal putri:  Lindaweni Fanetri, Aprilia Yuswandari

Ganda Putra: Angga Pratama/Rian Agung Saputra, Ricky Karanda Suwandi/M. Ulinnuha, Yonathan Suryatama Dasuki/Hendra Aprida Gunawan, M. Ahsan/Hendra Setiawan, Alvent Yulianto/Markis Kido,

Ganda Putri: Anneka Feinya Agustin/Nitya Krishinda, Anggia Shitta Awanda/Gresyia Polii, Pia Zebadiah/Rizki Amelia Pradipta, Suci Rizky Andini/Della Destiara

Ganda Campuran: Muhammad Rijal/Debby Susanto, Fran Kurniawan/Shendy Puspa, Riky Widianto/Puspita Richi Dili, Markis Kido/Pia Zebadiah, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir 

Wakil Asia Harus Ada Yang Mundur

 
POSISI Asia dalam pemilihan Presiden BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) lemah. Penyebabnya, Asia mempunyai dua calon dalam perebutan kursi orang nomor satu di induk organisasi bulu tangkis di muka bumi tersebut yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Mei mendatang.  Dua calon dari Asia yang maju adalah Nadzmi Mohd Salleh asal Malaysia dan Justian Suhandinata dari Indonesia.


Justian Suhandinata (foto: badminton.org)
Nadzmi Mohd Salleh (foto: sinarharian)
Untuk itu, Sekjen Asosiasi Bulu Tangkis Asia (BAC) Surasak Songvarakulpan menyarankan agar ada salah satu calon yang mundur. Tujuannya, tambah lelaki asal Thailand tersebut, agar suara Asia tidak terbelah.
 Daftar nominator Presiden BWF akan ditutup  pada 21 Februari. Selain Nadzmi dan Justian, calon lainnya adalah Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Eropa yang juga peraih emas nomor tunggal putra Olimpiade Atlanta 1996 dari Denmark Poul-Erik Hoyer Larsen. Nadzmi adalah Presiden Asosiasi Bulu Tangkis  Malaysia (BAM) sedang Justian adalah pengurus teras PB PBSI.
Surasak menegaskan sangat penting negara-negara Asia bersatu dalam pemilihan presiden nanti. ‘’Bagi saya, persatuan sangat penting. Eropa tak akan berdaya kalau Asia bersatu,’’ terangnya kepada media Malaysia.
 Dia pun berharap agar Nadzmi dan Justian bisa saling berkompromi agar Asia suaranya bulat. Dia tak ingin kejadian dua tahun lalu terulang.
 Surasak pun mengaku telah mengadakan pembicaraan dengan Nadzmi dan Justian. Akhir bulan lalu dia telah menjumpai Nadzmi di Kuala Lumpur.
 “Saya menjelaskan kepada dia akan penting Asia satu suara dan akan melalukan yang sama kepada Justian,’’ ungkapnya.
 Dia ingin langkah yang dilakukannya bisa membuahkan hasil. Sehingga, langkah selanjutnya pun bisa dilakukan guna memuluskan wakil Asia menjadi Presiden BWF. Preseiden BWF (dulu IBF) yang berasal dari Indonesia  adalah Ferry Sonnevile. Dia menjabat pada periode 1971-1974. (*)

Wow, Axiata Cup 2013 Sediakan Rp 10 M

Selasa, 19 Februari 2013

HADIAH event bulu tangkis sebesar Rp 10 Miliar? Tentu, tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh kita. Apalagi, event tersebut salah satunya dilaksanakan di Surabaya.
 Ya, pada Axiata Cup nanti, panitia menyediakan hadiah total berlimpah. Tujuannya memang untuk mengangkat kembali cabang olahraga (cabor) bulu tangkis.
 ‘’Event ini akan diikuti oleh delapan tim,’’ kata Yacob Rusdianto, ketua panitia Axiata Cup 2013.
 Kedelapan tim tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, Filipina, Asia Selection dan Eropa Selection. Sebagai tuan rumah selain Surabaya adalah Kuala Lumpur, Malaysia.
 ‘’Tapi, semua akan tampil di Surabaya dulu dari 21-24 Maret mendatang. Dengan memakai sistem setengah kompetisi. Setelah itu, mereka bertanding lagi 29 Maret hingga 31 Maret,’’ lanjut Yacob.
 Format yang digunakan pun beda dengan semua kejuaraan beregu yang ada. Ini disebabkan pada Axiata Cup 2013 hanya mempertandingkan empat nomor yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda campuran.
 ‘’Tidak ada ganda putri. Ini sudah disetujui oleh panitia dan peserta,’’ jelasbYacob.
 Mantan Sekjen PB PBSI tersebut menegakan semua tim akan mengirim pebulu tangkis terbaiknya. Indonesia sendiri akan menampilan penggawa pelatnas Cipayung. Hanya, untuk Asia dan Eropa Selection, pihak panitia, lanjut Yacob, belum mengetahuinya secara pasti.
 ‘’Semua masih melalui tahap penggodokan. Harapannya, yang diundang adalah pebulu tangkis papan atas dunia semua,’’ tambah dia.
 Dia mengakui Axia Cup memang bukan turnamen yang memberikan poin kepada peserta katena sifatnya menghibur.  Namun, dari event tersebut, diharapkan olahraga tepok bulu itu kembali terangkat namanya.
 Tahun lalu, Indonesia Garuda mengalahkan Indonesia   Rajawali dengan skor 5-1  dan dengan format home and away.  Pada leg kedua di Tennis Indoor Senayan, Jakarta (15/4), Garuda berhasil meraih kemenangan 2-1. Pada leg kedua, Garuda yang berisi para pebulu tangkis senior Indonesia melibas Rajawali dengan skor 3-0. Garuda mendapatkan hadiah sebesar USD 400 ribu, sedangkan Rajawali mendapat hadiah USD 200 ribu. (*)

Christopher Punya Pasangan Baru

LAMA: Christoper (kiri) bersama Andrei Adistia (foto: pbsi)

CHRISTOPHER Rusdianto tak mau menyerah. Terbuang dari pelatnas Cipayung, putra mantan Sekjen PB PBSI tersebut menjajal kemampuannya di ajang internasional.
 Tapi, dia bukan lagi berpasangan dengan tandemnya di pelatnas, Andrei Adistia. Christopher menggandeng rekannya di klub Jaya Raya Suryanaga, Trikusuma Wardhana.
 Bahkan, kini, keduanya langsung berlaga di Austria Challenge yang dilaksanakan di Wina pada 20-23 Februari 2013. Ini merupakan penampilan perdan bagi pasangan Christopher/Trikusuma di ajang internasional.
 ‘’Karena pasangan baru dan poinnya belum banyak, pasangan Christopher/Trikusuma harus tampil di level challenge dulu. Memang, tujuannya mencari poin,’’ kata Yacob.
 Ya, jika berpasangan dengan Andrei, tentu Christopher akan masuk unggulan. Ini disebabkan dalam peringkat BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Christopher/Andrei berada di posisi ke-48. Sedangkan Trikusuma, poinnya tidak ada.
 ‘’Memang ada untungnya juga berpasangan dengan Trikusuma, keduanya bisa berlatih selalu bersama di Surabaya. Semoga saja, keduanya bisa mencapai hasil yang bagus di Wina,’’ harap Yacob.
 Di Austria Challenge, pada babak pertama, Christopher/Trikusuma akan menghadapi pasangan tuan rumah Ralph Bittenauer/Benjamin Schlemmer. Jika menang, bisa jadi, keduanya akan menantang unggulan keempat asal Kanada Adrian Liu/Derrick Ng.
 Rencananya, setelah dari Wina, Christopher/Trikusuma akan ke Jerman untuk tampil pada Jerman Grand Prix Gold. Hanya, di turnamen tersebut, mereka menjadi pasangan tunggu.
 ‘’Berat karena bersaing dengan pasangan Jerman. Tentu,  panitia lebih memilih pasangan tuan rumah,’’ lanjut Yacob.
 Selain Christopher/Trikusuma, pebulu tangkis Indonesia yang masuk babak utama adalah Andrei Kurniawan Tedjono. Bahkan, pebulu tangkis asal Djarum tersebut menempati unggulan ketiga. (*)

Chong Wei Tatap All England



LEE Chong Wei kembali berlatih. Sebelumnya, dia sempat absen selama seminggu setelah menjalani liburan tahun baru China (Imlek).
 Meski tujuh hari absen, pebulu tangkis peringkat satu BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) tersebut terlihat serius menjalani semua instruksi pelatih Tey Seu Bock di Stadium Juara, Bukit Kiara (18/2).  Ini membuat Seu Bock optimistis anak asuhnya mampu menjadi juara dalam turnamen All England Super Series yang dilaksanakan di Birmingham, Inggris, 5-10 Maret mendatang.
 Selain itu, dia berharap sikap profesional Chong Wei mampu ditiru para juniornya seperti Liew Daren, Chong Wei Feng, dan Mohd Arif Abdul Latif. Dari ketiganya, hanya Daren  yang mampu mengalahkan Chong Wei. Itu terjadi pada Superliga Badminton Indonesia yang dilaksanakan di Surabaya 3-9 Februari lalu.
DUET: Chong Wei dan Tey Seu Bock (foto: bharian)


‘’Biasanya, seorang pebulu tangkis hanya berlatih ringan dalam latihan perdana setelah menjalani libur panjang. Tapi, Chong Wei selalu serius dan fokus,’’ puji Seu Bock seperti dikutip media Malaysia.
 Dia menambahkan, Chong Wei pun semakin matang setelah menikah. Apalagi, usianya sekarang sudah tak muda lagi, 30.
Sebenarnya, juara bagi Chong Wei bukan hal yang asing. Dia pernah mengukir kenangan manis pada 2010 dan 2011. Sayang, tahun lalu, dia gagal mencetak hat-trick (tiga gelar beruntun) setelah dipaksa mengakui ketangguhan Lin Dan (Tiongkok).
Tahun ini, Lin Dan absen dari turnamen bulu tangkis super series tertua tersebut. Imbasnya, Tiongkok pun mengandalkan Chen Long dan Du Pengyu.
“Saya melihat tak ada pebulu tangkis yang bisa mengalahkan Chong Wei kalau kondisinya seperti sekarang,’’ lanjut Seu Bock.
Daren, Wei Feng dan Arif, ucapnya,  masih jauh kualitasnya. Mereka harus berlatih lebih keras lagi untuk bisa berada di level Chong Wei.Saat ini, para pebulu tangkis tunggal putra ditangani Rashid Sidek, Seu Bock, dan Hendrawan. Untuk lapis kedua, Malaysia mempunyai Iskandar Zulkarnain Zainuddin, Goh Soon Huat, Nur Mohd Azriyn Ayub, Loh Wei Sheng, Goh Giap Chin, Tan Kian Meng, dan Choong Yee Han.
 ‘’Kami tentu berharap pebulu tangkis lain juga bisa juara,’’ tegas Seu Bock.

Eropa Pilih Pebulu Tangkis Terbaik

TEROBOSAN dilakukan Asosiasi Bulu Tangkis Eropa (BEC). Mereka akan mengadakan acara penganugerahan pebulu tangkis terbaik di Bratislava, Slovakia, pada 20 April 2013.
Empat pebulu tangkis tunggal dan ganda dari tiga kategori bakal dipilih. Kategori tersebut adalah putra, putri, dan junior. Mereka masuk nominasi berdasarkan capaian yang diperoleh pada tahun sebelumnya, 2012.
BEC tak membatasi capaian tersebut. Jadi, bukan hanya prestasi di level kejuaraan Eropa ataupun turnamen yang dilaksanakan di Benua Biru tersebut. Hanya, pebulu tangkis yang dipilih tersebut bernaung atau berasal dari negara di bawah BEC.
Para nominator itu dipilih melalui jejaring sosial oleh penggemar olahraga tepok bulu tersebut di seluruh dunia dan dibuka mulai 2 Februari dan sudah ditutup pada 18 Februari 2013. Selain itu, para pelatih nasional di negara di bawah BEC juga punya hak memilih.
 Dari semua suara yang masuk, akan mengerucut kepada dua nominator tertinggi. Suara dari pemilih dijaga kerahasiannya. (*)


PERUNGGU: Valeria Sorokina/Nina Vislova (foro: imgace)


Para Nominator

Pebulu Tangkis Putra Terbaik Eropa 2012
Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark)
Marc Zwiebler (Jerman)
Joachim Fischer (Denmark)
Henri Hurskainen (Swedia)

Pebulu Tangkis Putri Terbaik Eropa 2012
Tine Baun (Denmark)
Juliane Schenk (Jerman)
Valeria Sorokina/Nina Vislova (Rusia)
Christinna Pedersen (Denmark)

Pebulu Tangkis Muda Terbaik Eropa 2013:
Viktor Axelsen (Denmark)
Carolina Marin (Spanyol)
Neslihan Yigit (Turki)
Stefani Stoeva (Bulgaria)

Verawaty Pelatih Kepala Surya Baja

SATU persatu pelatih yang tak lagi dipakai pelatnas Cipayung mendapat job. Setelah Paulus Firman, kini giliran Verawaty Fajrin.
 Hanya bedanya, Paulus berpetualang ke luar negeri, sementara Verawaty cukup di Indonesia. Ya, saat ini, Paulus dipercaya menangani nomor ganda Malaysia. Kalau Verawaty? Juara dunia tunggal putri 1980 tersebut menjadi pelatih di Surya Baja, Surabaya.
 Ibu dari pebasket nasional Fidyan Dini itu mulai menjalankan tugasnya di klub yang bermarkas di Kutisari Utara, Surabaya,itu per 1 Februari 2013. Ini membuat Verawaty harus rela tinggal di Surabaya.
 Kabarnya, pemilik Surya Baja, Abdul Chodir, menyewakan rumah bagi Verawaty dan suaminya,  Fajrin Biduin Aham, tak jauh dari tempat latihan. Meski sebagai juara dunia, tapi polesan tangannya belum banyak membuahkan hasil. Dia juga sudah dua kali keluar masuk pelatnas Cipayung untuk menangani sektor tunggal putri. Selebihnya, nama Verawaty lebih banyak terdengar menangani SMA Atlet Ragunan.
 Menangani klub yang didominasi putra, tentu menjadi tantangan baginya. Apalagi, sebelumnya, saat ditangani M. Nadib,  mampu melahirkan pebulu tangkis nasional Wisnu Yuli.
 Dengan masuknya Verawaty, otomatis posisi Nadib menjadi asisten pelatih. Meski tergusur, Nadib enggan berkomentar miring. Dia akan menjalankan tugasnya semaksimal mungkin untuk kembali melahirkan pebulu tangkis nasional. (*) 

Siapa Dia ?
Nama:  Verawaty Fajrin
Nama Awal: Verawati Wijarjo
Lahir: 1 Oktober 1957

Prestasi:
Tunggal Putri:
1980:  Juara Dunia
1981: Emas SEA Games
1982: Juara Indonesia Terbuka

Ganda Putri:
1978: Emas Asian Games (bersama Imelda Wiguna)
1979: Juara Denmark Terbuka, Kanada Terbuka, All England (bersama Imelda Wiguna)

Ganda Campuran:
1989: Juara Final Grand Prix, Belanda Terbuka, Indonesia Terbuka (Edy Hartono)

1989: Bawa Indonesia juara Piala Sudirman 

Taiwan Jadi Negara Kesembilan

VENUE: Taipei Arena (foto: sinotour)
TAIWAN ukir sejarah di pentas bulu tangkis internasional.Untuk kali pertama, negeri yang juga biasa disebut China-Taipe tersebut dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia pada 16-21 April mendatang.
Sebelumnya, selama 50 tahun, Kejuaraan Asia hanya dilaksanakan di delapan negara. Meski, asosiasi bulu tangkis Asia (BAC) mempunyai 41 negara anggota. Mereka yang pernah dipercaya menjadi tuan rumah event tahunan tersebut adalah Malaysia, India, Filipina, Hongkong, Indonesia, Tiongkok, Thailand, dan Korea Selatan.
 Sebenarnya, menggelar event bulu tangkis internasional suydah bukan hal yang asing bagi Taiwan. Negeri pulau tersebut setiap tahun menggelar turnamen di level grand prix gold. Selain itu, fasilitas pendukung di Taiwan juga sangat mendukung. Tak heran kalau BAC akhirnya menunjuk Taiwan.
 Kejuaraan Asia nantinya dilaksanakan di Taipei Arena, tempat yang sudah terkenal di ibu kota Taiwan. Dibuka 2005, tempat tersebut pernah jadi tuan rumah beberapa pertandingan olahraha seperti hoki es,  senam, tinju, ataupun juga gulat. Dengan kapasitas 15 ribu, Taipei Arena juga sering dipakai pertunjukan musik. (*)

Tuan Rumah Kejuaraan Asia (5 Tahun Terakhir)
2008: Johor Bahru (Malaysia)
2009: Suwon (Korsel)
2010: New Delhi (India)
2011: Chendu (Tiongkok)
2012: Qingdao (Tiongkok)

Sepi Pebulu Tangkis Papan Atas

TERATAS: Chen Long (foto: badzine)
PEBULU TANGKIS papan atas Indonesia pilih langsung fokus ke All England 2013. Buktinya, mereka tak mau ambil bagian dalamn Jerman Grand Prix Gold yang dilaksanakan di An den Sportasen, Mulhelm  an  der Ruhr, pada 26 Februari-3 Maret mendatang. Sedang All England sendiri dilaksanakan 5-10 Februari.
 Dari daftar unggulan yang dirilis panitia, tak semua pebulu tangkis Indonesia masuk daftar. Hanya di nomor tunggal putra dan ganda campuran, merah putih menempatkan wakilnya. Itu pun bukan sebagai unggulan utama.
 Di nomor tunggal putra, Tommy diunggulkan di posisi kedelapan. Untuk ganda campuran pasangan Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati dan Riky Widianto/Puspita Richi Dili diunggulkan di tempat keempat dan kelima.
 Dengan titel grand prix gold, pebulu tangkis sekelas Sony Dwi Kuncoro atau pun Simon Santoso di tunggal putra memilih langsung ke All England. Begitu juga dengan pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Mereka memilih konsentrasi ke turnamen tertua tersebut karena menyandang status juara bertahan. (*)


Daftar Unggulan Jerman Grand Prix Gold


Tunggal Putra
1. Chen Long
2. Boonsak Ponsana (Thailand)
3. Sho Sasaki (Jepang)   
4. Wong Wing Ki  (Hongkong)
5. Marc Zwiebler(Jerman)
6. Viktor Axelsen (Denmark)
7. Takuma Ueda (Jepang)
8. Tommy Sugiarto (Indonesia)


Tunggal Putri:   
1. Li Xuerui (Tiongkok)
2. Wang Yihan (Tiongkok)
3. Juliane Schenk(Jerman)
4. Sung Ji-hyun (Korsel)
5. Tai Tzu Ying (Taiwan)
6. Minatsu Mitani (Jepang)
7. Porntip Buranaprasertsuk (Thailand)
8. Eriko Hirose (Jepang)


Ganda Putra:    
1. Ko Sung-hyun/Lee Yong-dae (Korsel)
2. Hiroyuki Endo/apanKenichi Hayakawa (Jepang)
3. Kim Ki-jung/Kim Sa-rang (Korsel)
4. Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata (Jepang)
5. Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov (Rusia)
6. Chai Biao/Hong Wei (Tiongkok)
7. Liu Xiaolong/Zihan Qiu (Tiongkok)
8. Ingo Kindervater/Johannes Schoettler (Jerman)


Ganda Putri:    
1. Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang)
2. Eom Hye-Won/Jang Ye-na (Jepang)
3. Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna (Jepang)
4. Jung Kyung-eun Jung/Kim Ha-na (korsel)
5. Ma Jin/Tang Jinhua (Tiongkok)
6. Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul (Thailand)
7. Lok Yan Poon/Ying Suet Tse (Hongkong)
8. Valeria Sorokina/Nina Vislova (Rusia)


Ganda Campuran:    
1. Peng Soon Chan/Liu Ying Goh (Malaysia)
2. Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba (Polandia)
3. Danny Bawa Chrisnanta/Yu Yan Vanessa Neo (Singapura)
4. Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati (Indonesia)
5. Riky Widianto/Puspita Richi Dili (Indonesia)
6. Michael Fuchs/Birgit Michels (Jerman)
7. Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl (Denmark)
8. Kenichi Hayakawa/Misaki Matsutomo (Jepang)

Jatim Punya PPLP Bulu Tangkis

Senin, 18 Februari 2013

PRESTASI: Dudi Harjantoro (foto: sidiq)
JATIM sudah dikenal sebagai gudang pebulu tangkis. Banyak juara yang lahir dari provinsi paling timur Pulau Jawa itu.
 Bahkan, dua wakil Jatim mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang olimpiade melalui Alan Budikusuma dan Tony Gunawan. Alan meraih emas dengan juara tunggal putra Olimpiade Barcelona 1992. Sedangkan Tony menjadi juara ganda putra Olimpiade Sydney 2000 berpasangan dengan Candra Wijaya. Belum lagi pebulu tangkis papan atas Indonesia yang lahir dari klub-klub Jatim seperti Suryanaga, Wima, ataupun Surya Baja. 
  Kini, talenta tersebut bakal semakin banyak dan terasah. Ini seiring dengan rencananya berdiri PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) Bulu Tangkis.
 ‘’Mulai Januari 2013, program ini sudah dilaksanakan. Tentu, dimulai dari rekrutmen,’’ kata Dudi Harjantoro, Kasi Olahraga Prestasi Dispora Jatim.
 Dia Para penghuni PPLP nanti tentu akan mendapat fasilitas mes, makan, dan biaya pendidikan. Artinya, para pebulu tangkis yang punya talenta hanya fokus latihan untuk meningkatkan prestasinya.
 ‘’Memang, PPLP Bulu Tangkis dibentuk untuk mengangkat prestasi Indonesia yang memble dalam beberapa tahun terakhir. Harapannya, akan ada pebulu tangkis dari PPLP yang bisa kembali mengharumkan nama Indonesia,’’ terang Dudi.
 PPLP Bulu Tangkis Jatim itu akan ditempatkan di Gresik dengan dilatih dua arsitek muda Koko Pambudi dan M. Nadib. Kebetulan, keduanya bekerja bersama Dudi di Dispora.
 Dia membantah jika PPLP Bulu Tangkis Jatim nantinya bakal berlatih bersama PB Semen Gresik. Meski, lokasinya di Kota Pudak, julukan Gresik, dan Koko juga menangani tim bulu tangkis yang didanai pabrik semen tersebut.
 ‘’Latihan dan messnya kan gak sama lah. PPLP Bulu Tangkis Jatim gak akan gabung dengan Semen Gresik,’’ ucap Dudi.
 Dengan adanya PPLP Bulu Tangkis, Jatim kini mempunyai empat penggemblengan bagi pelajar tersebut. Sebelumnya, sudah ada PPLP Balap Sepeda, Atletik, dan Panahan. (*) 

Jerman Ukir Sejarah

Minggu, 17 Februari 2013

16 tahun bukan waktu yang sebentar. Selama itu pula, Denmark menguasai kejuaraan bulu tangkis beregu campuran Eropa.
 Sayang, pada tahun ini, gelar tersebut harus berpindah tangan. Itu setelah Denmark harus mengakui ketangguhan Jerman dengan skor telak 0-3 dalam final yang dilaksanakan di Ramenskoe, Rusia,  pada 17 Februari.
 Tanda-tanda kekalahan Denmark sudah terjadi saat tunggal Putri Line Kjaersfeldt tak berdaya di tangan Juliane Schenk dan menyerah dua game langsung 9-21 16-21. Dari sisi peringkat, memang Schenk jauh unggul. Saat ini, dia berada di posisi keempat.
 Sebenarnya, kans menyamakan sempat terbuka melalui tunggal putra. Peringkat pebulu tangkis Denmark Hans-Kristian Vittinghus tiga setrip lebih bagus dibandingkan andalan Jerman v Marc Zwiebler. Sayang, di lapangan peringkat tak terlalu bicara banyak. Hasilnya, Hans-Kristian Vittinghus menyerah 17-21 21-7 8-21.    
 Ironi juga terjadi di ganda putri. Denmark yang mempunyai pasangan peringkat ketiga dunia Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl  tak berdaya di tangan Birgit Michels/Juliane Schenk dua game langsung 19-21 15-21.

DUA POIN: Juliane Schenk (foto: bigstrory)

Kemenangan Jerman ini sekaligus membalas kekalahan dua tahun lalu di Amsterdam, Belanda. Ini juga membuat Jerman mengukir sejarah menjadi juara kali pertama dalam kejuaraan beregu campuran Eropa tersebut.    
 Pada event kali ini, Denmark tak turun dengan kekuatan terbaiknya, khususnya di nomor tunggal. Pebulu tangkis senior andalannya di tunggal putra, Peter Gade, sudah menyatakan pensiun dan konsentrasi sebagai pelatih.
 Untuk tunggal putri, pebulu tangkis terbaiknya, Tine Baun, yang kini berada di posisi ketujuh memilih absen dengan alasan persiapan menyongsong turnamen bergengsi All England yang dilaksanakan 5-10 Maret mendatang. Posisi ketiga ditempati tuan rumah Rusia dan Inggris. (*)    


Hasil Final

Denmark v Jerman 0-3

Tunggal Putri: Line Kjaersfeldt v Juliane Schenk    9-21 16-21       
Tunggal Putra: Hans-Kristian Vittinghus v Marc Zwiebler 17-21 21-7 8-21   
Ganda Putri: Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl v Birgit Michels/Juliane Schenk 19-21 15-21       

Ingin Ulangi Memori 2007

BANGKIT: Pasangan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (foto: badmintonfreak)
KABAR gembira bagi Malaysia. Kondisi Tan Boon Heong telah pulih setelah mengalami cedera di Malaysia Super Series akhir Januari lalu.
 Ini membuat negeri jiran bisa berharap banyak bisa memperoleh prestasi pada nomor ganda putra dalam All England Super Series Premier 2013 yang dilaksanakan pada 5-10 Maret mendatang.
 Pada Malaysia Super Series, pasangan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong tumbang pada babak kedua. Padahal, dalam turnamen yang menyediakan hadiah USD 400 ribu tersebut, mereka diharapkan menjadi juara. Sepekan sebelumnya, pasangan negeri jiran itu juga hanya mampu menjadi semifinalis pada Korea Super Series Premier karena dipermalukan pasangan tuan rumah Lee Yong-dae/Ko Sung-hyun.
 Pada All England, yang merupakan turnamen yang sering disebut kejuaraan dunia tak resmi, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong pernah merasakan menjadi juara. Itu terjadi pada 2007 dan di final mengalahkan seteru abadinya, Fu Haifeng/Cai Yun dari Tiongkok, 21-15, 21-18. Kans untuk mengulangi sukses 2007 pun terbuka lebar. Dalam rilis BWF (federasi bulu tangkis dunia), pasangan Malaysia itu diunggulkan di posisi kedua pada All England 2013 di bawah ganda terkuat dunia saat ini asal Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen.
 Di bawah kedua pasangan tersebut, unggulan ketiga dan keempat ditempati Lee Yong-dae/Ko Sung-hyun serta ganda Jepang Kenichi Hayakawa/Endo Hiroyuki. Pasangan Indonesia yang baru saja menjadi juara Malaysia Super Series Mohd Ahsan/Hendra Setiawan diunggulkan di posisi 5-8.
 ‘’Saya sudah baik sisa setelah Malaysia  Super Series dan butuh waktu hampir seminggu untuk kembali. Sekarang, saya melihat ke depan untuk All England,’’  lata Boon Heong seperti dikutip sebuah media Malaysia.
 Dia pun berharap ekspektasi masyarakat Malaysia kepada dirinya dan Koo Kien Keat bisa direalisasikan. Apalagi, sekarang, keduanya ditangani pelatih baru asal Indonesia  Paulus Firman.
 ‘’Saya tahun Paulus datang untuk membantu kami dengan puncaknya di Kejuaraan Dunia di Guangzhou, Tiongkok, Agustus mendatang,’’ tegas Boo Heong.
 Paulus telah melatih Boon Heong/Kien Keat sejak kembali dari Indonesia pada Rabu lalu. Sebelumnya, dia telah 16 tahun berada di pelatnas Cipayung. (*)

Pasangan Malaysia Yang Juara Ganda Putra All England
1949: Ooi Teik Hock/Teoh Seng Khoon
1951-1953: David Ewe Choong/Eddy B. Choong
1954: Ooi Teik Hock/Ong Poh Lim
1959: Kim Say Hup/Teh Kew San
1965-1966: Ng Boon Bee/Tan Yee Khan
1971: Ng Boon Bee/Punch Gunalan
1982: Razif Sidek/Jailani Sidek
2007: Koo Kien Keat/Tan Boon Heong 

Kejar Asa Berlaga di SBI

Kamis, 14 Februari 2013

TEMPAT LATIHAN: GOR Surya Baja di Surabaya (foto: sidiq)
PESONA Superliga Badminton Indonesia (SBI) 2013 begitu tinggi. Wajar karena liga tersebut diikuti oleh klub-klub papan atas Indonesia serta pebulu tangkis level dunia.
 Tentu, banyak klub ingin bergabung dan memanaskan kompetisi. Salah satunya Surya Baja. Sebenarnya, klub asal Kutisari Utara, Surabaya, tersebut berniat hadir. 
 ‘’Kami belum punya pemain yang bisa berkompetisi di level superliga. Keinginan sih kami tetap ada,’’ kata pemilik Surya Baja Abdul Chodir.
 Hanya, untuk merealisasikannya butuh pekerjaan ekstrakeras. Selain uang yang tidak sedikit, Surya Baja juga lebih banyak diperkuat pebulu tangkis muda. Ini tak lepas dari sisi pembinaan yang menjadi andalan utama.
 Sebenarnya, untuk urusan pebulu tangkis asing, Surya Baja punya koneksi dengan India. Ini tak lepas dari bisnis baja serta paving Chodir, sapaan karib Abdul Chodir.
 Meski absen di tiga kali penyelenggaraan SBI, tapi Surya Baja punya wakil pada musim ini. Itu setelah pebulu tangkis binaannya, Wisnu Yuli, ,membela Mutiara Bandung.
 Hasilnya tak mengecewakan, dia nyaris membawa klub asal Kota Kembang, julukan Bandung, itu ke semifinal. Sayang, langkah mereka dijegak Suryanaga Surabaya serta Tangkas Jakarta. 
 Surya Baja sendiri merupakan klub yang hadir sejak 2004. Meski belum genap 10 tahun, tetap mereka sudah diperhitungkan di kancah Surabaya dan Jawa Timur.
 Apalagi, saat ini, Surya Baja dipimpin oleh pelatih dengan level nasional, Verawaty Fajrin. Sosok ini merupakan juara dunia putri yang dimiliki Indonesia kali pertama.
 Ibu pebasket nasional Fidyan Dini itu menjadi juara dunia pada 1980. Setelah itu, jejaknya diikuti oleh Susi Susanti pada era 1990-an. (*)

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger