www.smashyes.com

www.smashyes.com

From Russia with Badminton

Rabu, 27 Maret 2013

ANCAMAN:  Ivanov (kiri) dan Sozonov (foto: sidiq)

PASANGAN Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov jadi mimpi buruk bagi Markis Kido/Alvent Yulianto. Dua pebulu tangkis  mantan penghuni pelatnas tersebut tak pernah menang dalam tiga kali pertemuan.
 Padahal, kalau melihat asal  negaranya, tentu kita akan geleng-geleng kepala. Ivanov/Sozonov bukan berasal dari Tiongkok, Malaysia, ataupun Korea Selatan (Korsel). Negara-negara di Asia tersebut mempunyai pasangan-pasangan yang tangguh.
 Tapi, Ivanov/Sozonov berasal dari Rusia. Sebuah negara yang kekuatan bulu tangkisnya belum masuk papan atas dunia. Memang, untuk ukuran Eropa, Negeri Beruang Merah, julukan Rusia, tersebut sudah disegani. Buktinya, mereka mampu menembus Kejuaraan Dunia Beregu Campuran Eropa 2013.
 ‘’Kami juga tak menyangka bisa menang atas Markis Kido/Alvent Yulianto. Menangnya  bukan hanya sekali, tapi tiga kali,’’ kata Sozonov saat ditemui di sela-sela Axiata Cup 2013 di DBL Arena, Surabaya, pada 24 Maret 2013.
 Kemenangan tersebut, tambah dia, diraih di Makau Grand Prix Gold 2012, Korea Super Series Premier, dan Malaysia Super Series. Di Makau, Ivanov/Sozonov menang di babak semifinal dengan rubber game 17-21, 21-10, 21-19. Sayang, di final, mereka kalah oleh pasangan nonunggulan Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin dari Taiwan 21-14, 17-21, 16-21.
Di Korea, mereka menang di babak pertama dengan dua game langsung 21-19, 21-18. Namun, pada babak kedua, pasangan yang kini menempati posisi keduabelas tersebut harus mengakui ketangguhan unggulan ketujuh asal Tiongkok Hong Wei/Shen Ye 12-21, 19-21.
 Sementara di Malaysia, Ivanov/Sozonov menundukkan Markis/Alvent pada babak kedua juga dengan rubber game 21-18, 21-19. Tapi, lagi-lagi pasangan Tiongkok mengganjal ambisi mereka melangkah lebih jauh. Mereka kalah oleh Chai Biao/Liu Xiaolong 21-17, 13-21, 20-22.
 ‘’Pasangan Tiongkok memang bagus-bagus. Tapi, ada satu yang kami takuti yaitu pasangan Fu Haifeng/Cai Yun,’’ ungkapnya. Alasannya, peraih emas Olimpiade London 2012 itu mampu mengalahkan Ivanov/Sozonov pada Kejuaraan Dunia 2011.
 Untuk itu, mereka perlu banyak pengalaman bertanding untuk bisa meladeni ketangguhan pasangan Negeri Panda, julukan Tiongkok. Salah satunya dengan turun di Axiata Cup 2013.
 ‘’Di sini kami memperoleh banyak pengalaman, termasuk juga soal cuaca di Indonesia,’’ tambah Sozonov.
 Indonesia, bagi pasangan tersebut, belum pernah dikunjungi. Sehingga, Surabaya merupakan penampilan perdana bagi mereka di Negeri Jamrud Khatulistiwa.
 ‘’Cuacanya sangat panas. Tapi, kami akan datang lagi nanti di Indonesia Open,’’ tandas Sozonov. (*)


Sekilas Tentang
Vladimir Ivanov
-Lahir 7 Maret 1987
-Juga turun di nomor tunggal dengan peringkat tertinggi 28
-Pegangan raket tangan kanan

Ivan Sozonov
-Lahir: 7 Juni 1989
-Juga turun di nomor tunggal dengan peringkat terbaik 61
-Pegangan raket tangan kiri

Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov
-Prestasi terbaiknya tahun ini mampu membawa Rusia menjadi semifinalis Kejuaraan Beregu Campuran Eropa
-Pada 2012 mampu meraih tiga  gelar yakni di Polandia Internasional, Finlandia Internasional, Rusia Grand Prix

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger