www.smashyes.com

www.smashyes.com

Sudah Menunggu 19 Tahun

Sabtu, 09 Maret 2013


GAGAL:Tommy Sugiarto (foto: badmintonlink)
DAHAGA gelar Indonesia di tunggal putra All England semakin panjang. Satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di nomor bergengsi tersebut, Tommy Sugiarto, tersingkir pada babak perempat final.
 Putra juara dunia bulu tangkis 1983 Icuk Sugiarto tersebut harus menyerah dua game langsung 17-21, 11-21 oleh Tanongsak Saensomboonsuk dari Thailand pada babak perempat final yang dilaksanakan di National Indoor Arena (NIA),Birmingham, Inggris, 8 Maret 2013 waktu setempat.
 Padahal, di atas kertas, seharusnya Tommy bisa memetik kemenangan. Alasannya, peringkat pebulu tangkis yang kini kembali ke pelatnas Cipayung itu lebih baik. Dalam peringkat BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) terakhir (7/3/2013), Tommy ada di posisi ke-23 sedangkan lawannya di posisi ke-37. Selain itu, keduanya sekali bertemu di Taiwan 2011 dan dimenangkan oleh pebulu tangkis yang sukses mengantarkan Musica  Champions, Kudus, menjadi juara Superliga Badminton Indonesia (SBI) 2013 tersebut.
Hasil ini membawa Tanongsak menantang unggulan pertama Lee Chong Wei, yang di babak perempat final menundukkan Nguyen Tien Minh (Vietnam) 21-17, 21-19. Semifinal lain mempertemukan Jan O Jorgensen (Denmark) melawan unggulan kedua asal Tiongkok Chen Long.
 Hingga babak perempat final, Tommy sudah tak ada rekan lagi dari Indonesia. Tiga wakil lainnya sudah tersingkir pada babak sebelumnya. Pebulu tangkis sekelas Taufik Hidayat  pun sudah tersingkir pada babak pertama, begitu juga dengan Dionysius Hayom Rumbaka. Sedangkan andalan Indonesia mengakhiri paceklik gelar, Sony Dwi Kuncoro, yang diunggulkan di posisi keempat, menyerah pada babak kedua karena mengalami cedera.
 Kali terakhir pebulu tangkis Indonesia yang juara di All England adalah Haryanto Arbi pada 1994 atau 19 tahun lalu. Haryanto meraih gelar setelah menundukkan rekannya sendiri Ardy B. Wiranata. Setahun sebelumnya, lelaki yang menjadi manajer Musica Champions tersebut juga mematahkan pebulu tangkis Indonesia lainnya, Joko Supriyanto.
 Sebenarnya, Taufik hampir mengikuti jejak Haryanto. Sayang, dua kali menembus final, dia harus mengakui ketangguhan lawan-lawannya.
 Pada 1999,Peter Gade (Denmark) memupus asanya dan setahun kemudian giliran Taufik menyerah dari Xia Xuanze (Tiongkok). Kedua lawan Taufik itu sudah pensiun dan memilih jadi pelatih. Taufik sendiri juga telah memutuskan tahun ini akan gantung raket. (*)

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger