www.smashyes.com

www.smashyes.com

Sanksi Enam Bulan Menanti Simon

Senin, 15 Juli 2013

SOROTAN:Simon Santoso (foto:bbc)

SIMON Santoso telah membuat kecewa PP PBSI. Gara-garanya, dia absen dari Piala Sudirman 2013 dan Indonesia Super Series Premier 2013.
 Padahal, kata salah satu sumber, kondisinya sudah memungkinkan untuk ikut ambil bagian. Memang, sebelumnya, Simon lama absen karena mengalami cedera. Imbasnya, peringkatnya di BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) turun drastis.
 Nah, menjelang Piala Sudirman,Simon pun sudah siap didaftarkan. Namun, tambah sumber tersebut, dia memilih absen karena ingin konsentrasi mempertahankan gelar Indonesia Super Series Premier 2013.
 ‘’Pelatih di Cipayung pun sampai salut melihat dia berlatih. Semua optimistis Simon akan tampil bagus dalam upaya mempertahankan gelar,’’ lanjut sumber tersebut.
 Tapi, beberapa hari menjelang turnamen berhadiah total USD 700 ribu tersebut digelar, tiba-tiba Simon memutuskan mengundurkan diri. Alasannya, leher dia sakit karena salah posisi saat tidur.
 PP PBSI pun meradang. Sanksi pun telah siapkan buat lelaki asal Tegal, Jawa Tengah, tersebut. Namun, sampai sekarang, sanksi itu pun belum diketok.
 Seriuskan PP PBSI?’’Dia akan tetap kena sanksi. Namun, juga akan dilihat hasil dari Kejuaraan Dunia nanti,’’ ucap Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky.
Simon, lanjut dia, tampil dalam event yang dilaksanakan di Guangzhou, Tiongkok, karena peringkatnya saat sebagai acuan masuk kriteria. Hanya, PP PBSI akan memantau hasilnya.
 ‘’Kalau komitmen dan performance-nya tidak bagus akan ada sanksi seperti yang pernah saya sebutkan. Enam bulan tidak ada pertandingan buat dia,’’ tegas Rexy.
 Hanya, dia belum memastikan target yang bakal dibebankan kepada pebulu tangkis yang pernah menjadi andalan Indonesia tersebut. Dia akan melakukan konfirmasi kepada pelatih pelatih tunggal putra Joko Supriyanto.
 Dalam Kejuaraan Dunia 2013, di nomor tunggal putra, selain Simon, Indonesia juga mengirimkan Sony Dwi Kuncoro, Tommy Sugiarto, dan Dionysius Hayom Rumbaka. Kali terakhir, posisi terhormat tunggal putra jatuh ke tangan pebulu tangkis Indonesia pada 2005. Saat itu, dalam event yang dilaksanakan di Aneheim, Amerika Serikat, Taufik Hidayat mampu mengalahkan Lin Dan 15-3, 15-7. (*)

JUARA DUNIA TUNGGAL PUTRA DARI INDONESIA
1980: Rudy Hartono
1983: Icuk Sugiarto
1993: Joko Supriyanto
1995:Heryanto Arbi
2001: Hendrawan
2005: Taufik Hidayat
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger