www.smashyes.com

www.smashyes.com

Nama Lin Dan Belum Muncul

Jumat, 28 Februari 2014

JUARA BERTAHAN: Alamsyah  Yunus 

HARAPAN segera muncul Lin Dan gagal terwujud. Di ajang Malaysia Grand Prix Gold 2014, namanya belum muncul dalam daftar peserta kejuaraan yang dilaksanakan di Johor Bahru pada 25-30 Maret tersebut.
 Memang, nama-nama itu belum pasti. Semua masih bisa berubah karena pendaftaran ditutup pada 9 Maret mendatang.
 Hanya, sebuah media di Singapura, Lin Dan baru mengayunkan raket untuk kali pertamanya  di Singapura Super Series yang dilaksanakan pada  8-13 April.  Kali terakhir, Lin Dan tampil pada Kejuaraan Dunia 2013 pada Agustus lalu. Dalam event yang dilaksanakan di kandang sendiri, Guangzhou, Superdan, julukan Lin Dan, mampu tampil sebagai juara.
 Dalam daftar peserta Malaysia Grand Prix Gold 2014, nama jagoan tuan rumah di nomor tunggal putra Lee Chong Wei juga tak tercantum.  Juara empat kali Malaysia Grand Prix Gold (2009,2010, 2011, dan 2012) itu besar kemungkinan sudah fokus ke Piala Thomas 2014 yang dilaksanakan di New Delhi, India,pada Mei.
 Sementara, juara tahun lalu, Alamsyah Yunus, bakal bersusah payah untuk mempertahankan gelar. Untuk sementara, pebulu tangkis tunggal putra dengan ranking tertinggi yang memastikan ikut adalah Tanongsak Saensonboonsuk . Saat ini, lelaki asal Thailand itu duduk di posisi ke-12 dunia.
 Dari Indonesia, selain Alamsyah pada babak utama, merah putih akan diperkuat Simon Santoso, Wisnu Yuli, Andre Marteen, dan Alrie Guna Dharma.
 Pada 2013, selain Alamsyah, wakil Indonesia juga menjadi juara di nomor ganda putri melalui Pia Zebadiah/Rizky Amelia Pradipta (ganda putri) dan Praveen Jordan/Vita Marissa. (*)  

Zwiebler Cari Pelampiasan

Marc Zwiebler (foto:badmintonreak)

SOROTAN tajam diberikan publik bulu tangkis Jerman kepada Marc Zwiebler.  Dia dianggap sebagai sebagai kartu mati dalam Kejuaraan Beregu Eropa 2014.
 Penampilannya yang jeblok membuat Jerman gagal menjadi juara dalam event yang dilaksnakan di Basel, Swiss, Februari lalu itu. Jangankan juara, menembus babak final pun gagal.
 Pada babak semifinal, Jerman yang diunggulkan di posisi kedua secara mengejutkan kalah 2-3 oleh Inggris. Zwiebler menjadi satu pebulu tangkis yang harus menelan kekalahan.
 Bahkan, sepekan sebelumnya, dia juga tampil mengecewakan dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2014 yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya.  Meski akhirnya klub yang dibelanya, Musica Champion, juara, tapi konstribusi Zwiebler kecil. Dia kalah oleh pebulu tangkis Rusia Vladimir Ivanov.
 Kini, Zwiebler ingin membuktikan bahwa dirinya belum habis. Itu ditunjukkannya pada Jerman Grand Prix Gold 2014.
 Sebagai tumpuan harapan tuan rumah, langkahnya sudah menembus babak perempat final. Pada babak ketiga yang dilaksanakan di Mulheim pada Kamis waktu setempat, Zwiebler menghentikan langkah wakil Singapura Derek Wong dengan dua game yang mudah 21-15, 21-6.
 Ini membuat lelaki yang diunggulkan di posisi keempat akan dijajal Song Wan-ho asal Korea Selatan. Unggulan keenam itu pada babak ketiga memupus asa Prannoy HS (India) 21-14, 21-15.
 Ini akan menjadi pertemuan kedua antara Zwiebler dengan Wan-ho.  Dalam duel perdana di Hongkong 2011, Zwiebler kalah 11-21,21-11, 14-21.
 Di Jerman Grand Prix 2014, semua wakil Indonesia tersingkir di babak pertama. (*)

Andre-Febe Dapat Imbas dari Austria Challenge

Kamis, 27 Februari 2014

Andre Kurniawan Tedjono (foto: PB Djarum)
ANDRE Kurniawan Tedjono boleh gagal di Jerman Grand Prix Gold 2014. Dia sudah tersingkir pada babak pertama turnamen yang menyediakan hadiah total USD 120 ribu di Mulheim itu.
 Namun, ada kabar baginya di pekan ini. Ranking dunia milik Andre naik. Memang, tidak terlalu signifikan yakni delapan setrip.
 Dalam daftar ranking yang dikeluarkan BWF (Federsai Bulu Tangkis Dunia), Andre berada di posisi 58 setelah pekan lalu di 64. Memang, posisi ini masih jauh dari peringkat terbaik pebulu tangkis PB Djarum itu yang pernah di tangga ke-18. Namun, posisi 58 sudah capaian tertinggi bagi Andre sejak 31 Oktober 2013.
 Naiknya ranking Andre dicapai dari tambahan 3.400 poin. Ini menyusul suksesnya mantan penghuni Pelatnas Cipayung itu lolos ke final Austria Challenge 2014.
 Sayang, dalam final yang dilaksanakan di Wina pada 22 Februari itu, Andre harus mengakui ketangguhan pebulu tangkis India Sourabh Varma dengan tiga game 11-21, 23-21, 18-21. Sourbh merupakan unggulan kelima dalam turnamen yang menyediakan hadiah total USD 15 ribu itu.
 Hasil Austria Challenge itu juga membuat Andre dua kali beruntun menembus babak final. Pada Desember lalu, dia juga lolos ke babak pemungkas Italia Challenge 2013. Di final, langkahnya dihentikan oleh pebulu tangkis Indonesia yang membela bendera Italia Indra Bagus Ade Candra 21-19, 15-21, 12-21.
 Hasil dari Austria Challenge 2014 juga menaikkan ranking Maria Febe Kusumastuti di tunggal putri. Kini, dia ada di posisi ke-46 setelah pekan lalu di ranking 50.
 Di Austria, Febe, sapaan karib Maria Febe Kusumastuti, menembus babak semifinal. Sayang, dia gagal menembus final karena takluk dari unggulan pertama asal Taiwan Hsiao Ma Pai 17-21, 14-21. (*)

Derek Wong Tantang Juara Eropa

Derek Wong
LAJU Derek Wong belum tertahankan. Dia mampu lolos ke babak ketiga  nomor tunggal putra Jerman Grand Prix Gold 2014.
 Itu setelah pebulu tangkis Singapura itu menang tiga game 22-20, 20-22, 21-5  atas Niluka Karunaratne (Sri Lanka) pada pertandingan babak kedua yang dilaksanakan di Mulheim pada Rabu malam waktu setempat (26/2) atau Kamis dini hari WIB (27/2).
 Jalan menembus babak perempat final pun masih terbuka. Meski, syaratnya Derek harus bisa mengalahkan juara Eropa Marc Zwiebler dari Jerman, yang di babak kedua menundukkan Ville Lang (Finlandia) 21-14-22-20.
 Secara peringkat, Derek, 50,  memang masih jauh di bawah Zwiebler, 11. Namun, melihat permainan Zwiebler yang masih angin-anginan membuat kans menang bagi Derek tetap ada.
 Derek menunjukka kelasnya saat memaksa pebulu tangkis Indonesia Dionysius Hayom Rumbaka tumbang di babak pertama dengan straight game 21-13, 21-15. Padahal, di Jerman Grand Prix Gold 2014, Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, diunggulkan di posisi kesepuluh.
 Kekalahan Hayom itu juga membuat Indonesia tak bisa lagi mengulangi sukses tahun lalu. Itu disebabkan tiga rekan Hayom lainnya juga ikut tumbang yakni Ihsan Maulana, Riyanto Subagja, dan Andre Kurniawan Tedjono ikut tersingkir.
 Tahun lalu, Tommy Sugiarto mampu menembus babak final. Sayang, pada Jerman Grand Prix Gold 2014, putra salah satu legenda bulu tangkis Indonesia Icuk Sugiarto itu absen karena dikonstrasikan ke All England 2014 yang dilaksanakan 4-9 Maret. Selain itu, Tommy juga butuh recovery setelah tampil dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia 2014 di DBl Arena, Surabaya, 3-9 Februari lalu.
 Saat itu, Tommy membela Jaya Raya Jakarta. Karena kecapekan, pebulu tangkis yang kini duduk di peringkat ketiga dunia itu pun absen di laga final membela Jaya Raya Jakarta melawan Musica Champion Kudus. Tanpa kehadirannya, Jaya Raya kalah 2-3 atas juara bertahan. (*)

Angga/Rian Berharap Ketemu Junior

Angga Pratama/Rian Agung Saputro

KONDISI  Angga Pratama/Rian Agung Saputra fit. Keduanya sudaah siap menghadapi turnamen bergengsi All England Super Series 2014.
 ‘’Sudah siap saya menghadapi All England,’’ kata Rian kepada smashyes.
 Sebelumnya, pasangan Angga/Rian sempat mengalami masalah dengan kebugaran. Ini dikarenakan keduanya baru saja tampil di Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2014 yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya, pada 3-9 Februari.
 Bahkan, imbas kurang bugarnya pasangan nomor dunia Indonesia ini membuat mereka harus absen di Jerman Grand Prix Gold yang saat ini tengah berlangsung Mulheim. Tanpa Angga/Rian yang diharapkan mampu bersinar, Indonesia pun loyo. Semua wakil merah putih pun tersingkir dalam babak perdana turnamen berhadiah total USD 120 ribu itu.
 Beban juga diberikan kepada Angga/Rian di All England. Mereka diharapkan mampu mendekati  Hendra Setiawan/Mohaammad Ahsan yang ditargetkan PP PBSI menjadi juara.
 Hanya, sebelum melangkah jauh, besar kemungkinan Angga/Rian bakal bertemu dengan rekannya sendiri, Ade Yusuf/Wahyu Nayaka. Mereka diprediksi bakal mampu lolos dari babak kualifikasi turnamen yang dilaksanakan di National Indoor Arena, Birmingham, 4-9 Maret itu.
 ‘’Ketemu junior sendiri,’’ ungkap lelaki asal Karanganyar, Jawa Tengah, itu. (*)

Febe Tumbang, Indonesia tanpa Wakil

PENAKLUK FEBE:Kristina Gavnholt

MARIA Febe Kusumastuti ikut tersingkir di babak I Jerman Grand Prix Gold 2014. Kekalahan pebulu tangkis tunggal putri asal Boyolali, Jawa Tengah, ini pun membuat Indonesia sudah tak punya wakil lagi dalam turnamen yang menyediakan hadiah total USD 120 ribu tersebut.
 Febe, sapaan karib Maria Febe Kusumastuti, secara mengejutkan kalah oleh Kristina Gavnholt dengan dua game langsung 13-21, 15-21 dalam pertandingan yang hanya memakan waktu 35 menit di Mulheim pada Rabu malam waktu setempat (26/2) atau Kamis WIB (27/2) dini hari.
 Meski secara ranking kalah, Febe di posisi 50 dan Kristina 38, namun seharusnya kekalahan itu tak perlu terjadi. Dengan pengalamannya yang sering mengikuti berbagai turnamen dan gemblengan di Pelatnas Cipayung, Febe sudah sepantasnya bisa mencicipi babak kedua. Di nomor tunggal putri ini, Indonesia hanya diwakili Febe.
 Pil pahit di babak pertama ini juga dialami wakil Indonesia lainnya. Di nomor ganda campuran, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika yang mengawali penampilan  wakil merah putih pada Rabu itu takluk 21-18, 10-21, 19-21 oleh Robert Blair/Imogen Bankier .
 Masih di nomor yang sama, Irfan Fadilah/Weni Anggraeni  menyerah dua game langsung 17-21, 10-21 kepada pasangan Taiwan Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing dan Edi Subaktiar/Gloria Widjaja mnyerah kepada Danny Bawa Chrisnanta/Yu Yan (Singapura) 21-19, 21-17. Di nomor ganda putri, Gloria yang berpasangan dengan Annisa Saufika kalah dari pasangan Inggris Gabrille Adcock/Lauren Smith 21-16, 15-21, 11-21.
 Sebelumnya, para duta di nomor tunggal putra, Dionysius Hayom Rumbaka, Ihsan Maulana, Wisnu Yuli Prasetyo, dan Andre Kurniawan Tedjono langsung angkat koper di babak pertama. Tahun lalu, Indonesia masih bisa menempatkan wakilnya, Tommy Sugiarto, ke babak final. Sayang, di final, dia harus mengakui ketangguhan Chen Long (Tiongkok) 17-21, 11-21. (*)

Pemanasan Tiongkok sebelum Pertahankan Thomas-Uber

Rabu, 26 Februari 2014

Li Xuerui (foto:thehindu)

TIONGKOK tak mau setengah-setengah tampil dalam Singapura Super Series 2014. Mereka bakal tampil dengan kekuatan penuh, khususnya di tunggal putrid, dalam turnamen yang dilaksanakan 8-13 April itu.
 Bahkan, Tiongkok menjadi negara pertama yang menyatakan ikut ambil bagian dalam event berhadiah total USD 300 ribu itu. Ini diharapkan bisa membuat penonton memadari Singapore Indoor Stadium yang berkapasitas 12 ribu orang.
 Di tunggal putri, Tiongkok bakal diwakil pebulu tangkis nomor satu dunia saat ini yang juga peraih emas Olimpiade London 2012 Li Xuerui dan ranking kedua Wang Yihan.
 Di antara nama-nama itu ada juga juara nomor ganda campuran Malaysia Super Series 2014 Xu Chen/Ma Jin. Juara tunggal putra Asia 2013 Du Pengyu dan pasangan anyar Cai Yun/Lu Kai juga bakal  berlaga.  
 Bagi Negeri Panda, julukan Tiongkok, penampilannya di Singapura Super Series 2014 akan menjadi pemanasan sebelum mempertahankan gelar Piala Thomas-Uber  yang dilaksanakan di India 18-25 Mei.
 ‘’Saya berharap tim Tiongkok dapat tampil bagus di Singapura. Hasil yang bagus akan membuat pebulu tangkis kami percaya diri sebelum tampil di Piala Thomas-Uber,’’ terang pelatih tunggal putri Chen Jin kepada media lokal Singapura. (*)

Taufik-Sony Pernah Dibuat Malu

SBI: Derek Wong

DEREK Wong bukan pebulu tangkis papaan atas dunia. Namun, tunggal putra asal Singapura selalu menghadirkan mimpi buruk bagi pebulu tangkis Indonesia di berbagai turnamen.
 Korban terakhirnya adalah Dionysius Hayom Rumbaka di Jerman Grand Prix Gold 2014. Secara peringkat, Hayom, Dionysius Hayom Rumbaka, jauh di atasnya.
 Pebulu tangkis PB Djarum itu ada di posisi 19 sedangkan Derek di ranking 50. Tapi, di lapangan, Derek seakan tak memperdulikan peringkat.
 Tahun lalu dalam Kejuaraan Dunia di Guangzhou, Tiongkok, Sony dibuat malu oleh kawan akrab pebulu tangkis Hi-Qua Wima Febriyan Irvannaldy itu. Datang sebagai unggulan kesepuluh, Sony dikalahnnya dua game langsung 24-22, 21-16.
 Bahkan, capaian terbesarnya diukir pada Kejuaraan Dunia 2011 di London, Inggris. Saat itu, Derek memulangkan Taufik Hidayat juga dengan dua game langsung 21-17, 21-14. Padahal, Taufik  merupakan unggulan keempat.
 ‘’Kemenangan yang tak akan terlupakan. Sesuatu yang sangat manis dalam karir saya,’’ kata Derek kepada smash di sela-sela Superliga Badminton Indonesia (SBI) 2013 di DBL Arena, Surabaya, pada 3 Februari lalu itu. Dalam event yang menyediakan hadiah total Rp 2 Miliar itu, Derek membela Singapura.
 Namun, Derek seakan tak berdaya kalau berhadapan dengan Simon Santoso. Dia tak pernang dalam dalam dua kali pertemuannya dengan mantan penghuni Pelatnaas Cipayung itu. Salah satunya dalam  Kejuaraan Dunia 2009 yang dilaksanakan di Hyederabad, India. Derek  kalah oleh Simon 13-21, 21-19, 16-21. Simon saat itu menduduki unggulan ke-13. (*)

Semua Tersingkir di Babak Pertama

TUMBANG: Dionysius Hayom Rumbaka

JERMAN Grand Prix Gold 2014 baru memasuki babak pertama. Namun, Indonesia sudah tak menyisakan wakilnya yang mampu melaju ke babak berikut.
 Semua wakil merah putih dalam event berhadiah total USD 120 ribu tersebut langsung angkat koper. Bahkan, Dionysius Hayom Rumbaka yang diunggulkan di posisi kesepuluh pun harus tersingkir lebih awal.
 Secara mengejutkan, dia dipaksa mengakui ketangguhan wakil Singapura Derek Wong dengan dua game langsung 13-21, 15-21 pada pertandingan Mulheim pada Selasa waktu setempat (25/2) atau Rabu dini hari WIB (26/2). Ini merupakan pertemuan perdama bagi kedua pebulu tangkis di turnamen resmi BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).
 Tapi, kekalahan Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, ini ncukup mengejutkan. Ini disebabkan pada awal bulan lalu, dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2014, Hayom tak mengalami kesulitan berarti.
 Pada laga yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya, pada 3 Februari itu, Hayom menang dua game langsung 21-6, 21-18. Secara ranking, pebulu tangkis asal Jogjakarta itu jauh di atas. Hayom ada di ranking 19 dan Derek di posisi 50.
 Pil pahit juga ditelan empat lainnya, Wisnu Yuli Prasetyo, Ihsan Maulana Mustofa,  Riyanto Subagja, dan Andre Kurniawan Tedjono.
 Wisnu dipaksa mengakui ketangguhan unggulan keempat asal Jerman Marc Zwiebler dengan tiga game  14-21, 21-16, 21-23. Kemudian, Ihsan, yang tampil dari babak kualifikasi, mengundurkan diri di game kedua  saat kedudukan 13-10. Di game pertama, Ihsan menyerah 17-21 kepada Hsu Jen Hao.
 Riyanto juga tak kuasa membendung kekuatan unggulan kedua asal Thailand Boonsak Ponsana 14-21, 15-21 serta Andre yang menyerah dengan skor ketat dalam pertandingan tiga game 21-23, 21-19, 22-24.
 Bagi Andre, yang juga pernah menjadi penghuni Pelatnas Cipayung, kekalahan ini membuat skor pertemuannya dengan putra legenda bulu tangkis Malaysia Misbun Sidek itu menjadi 2-2. Kali terakhir bersua, Andre menjungkalkan Ramdan di Italia Challenge pada Desember 2013.
 Kekalahan duta merah putih ini membuat Indonesia gagal mengulangi capaian 2013. Saat itu, Tommy Sugiarto sukses menembus babak final sebelum dihentikan Chen Long (Tiongkok) 21-17, 21-11. (*)


Sepi Dukungan, London GPG Batal

PEMENANG: Christinna Pedersen/Kamilla Rhytter-Juhl 

BARU saja Thailand Grand Prix Gold 2014 dibatalkan. Berita terbaru, hal serupa juga terjadi pada London Grand Prix Gold.
 Hanya, alasan pembatalan turnamen di ibu kota Inggris itu berbeda. Jika Thailand batal karena situasi politik yang tak menentu, London Grand Prix Gold urung digelar karena kurangnya animo pemerintah dalam membantu event yang sebenarnya direncanakan berlangsung 30 September-5 Oktober tersebut.
 Pada 2014 ini, sebenarnya BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) mempunyai agenda 17 turnamen grand prix gold. Sayang, sudah ada dua turnamen yang memutuskan mengundurkan diri.
 Dari 17 turnamen tersebut, Indonesia juga mendapat jatah pada pada 9-14 September 2014.Event yang menyediakan hadiah total USD 125 ribu itu dilaksanakan di Solo, Jawa Tengah.
 Tahun lalu, London Grand Prix Gold dilaksanakan pada 1-6 Oktober 2013. Hadiah total yang disediakan waktu itu adalah USD 120 ribu.
 Indonesia hanya mampu menempatkan Berry Anggriawan/Ricky Karanda ke babak final ganda putra. Langkah menjadi juara di gagalkan unggulan pertama asal Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen dengan dua game langsung 21-13, 21-16. (*)

Juara London Grand Prix Gold 2013
Tunggal Putra: Tian Houwei (Tiongkok)

Tunggal Putri: Carolina Marin (Spanyol)

Ganda Putra:Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark)

Ganda Putri:Christina Pedersen/Kamilla Rhytter-Juhl (Denmark)

Ganda Campuran:Michael Fuchs/Birgit Michels (Jerman)

Sony Ingin Pecah Telor di All England

Selasa, 25 Februari 2014


Wang Zhengming (foto:xinhua)
DALAM Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2104, Sony Dwi Kuncoro sempat menunjukkan engkel kaki kanannya kepada smashyes. Bagian itu dianggapnya yang membuat dia belum bisa tampil optimal selama 2013 lalu.
 Bahkan, imbasnya, selama 2014, Sony belum juga turun dalam berbagai turnamen. Bahkan, dua event bergengsi, Korea Super Series dan Malaysia Super Series Premier pun tak diikuti.
 Namun, kini, Sony sudah siap tampil di ajang bergengsi, All England Super Series 2014. Sayang, undian kurang berpihak kepada arek Suroboyo tersebut.
 Sony langsung bertemu dengan musuh bebuyutannya. Bagaimana Sony? ‘’Berani. Bonek (bondo nekat, modal nekat),’’ terang Sony kepada smashyes.
 Dia pun ingin pecah telor dengan Zhengming. Itu disebabkan dia belum pernah menang dalam dua pertemuan dengan pebulu tangkis nomor tiga di Tiongkok itu.
 ‘’Kini saatnya menang,’’ ucapnya singkat.
  Sony memang diharapkan kembali mengangkat namanya di ajang internasional. Ini sangat dibutuhkan guna memantapkan posisi Indonesia untuk bisa lolos ke Piala Thomas.
 Ya, Piala Thomas sekarang oleh BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) tak lagi memakai babak kualifikasi. Lolosnya sebuah negara ditentukan oleh ranking para pebulu tangkis.
 Saat ini, kans Indonesia lolos sangat besar. Di nomor tunggal putra, Indonesia mempunyai Tommy Sugiarto yang duduk di ranking ketiga dunia dan pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di ranking teratas nomor ganda putra. (*)

Mantan Juara Dunia Junior Ingin Bangkit Lagi

SPONSOR: Mak Hee Chun

MAK Hee Chun pernah mengharumkan nama Malaysia. Berpasangan dengan Teo Kok Siang, keduanya menjadi juara dunia junior nomor ganda putra pada 2008.
 Dalam event yang dilaksanakan di India itu, pada babak final, Hee Chun/Kok Siang mengalahkan pasangan Tiongkok Chai Biao/Qiu Zihan 21-18, 21-14. Sayang, setelah itu, sinar Hee Chun mulai redup.
 Puncaknya, pada 12 September 2012, dia dikeluarkan dari tim nasional oleh Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM). Kini, lelaki yang kini berusia 23 tahun itu pun ingin bangkit lagi.
 Dia sudah memutuskan untuk mandiri. Hee Chun menggandeng mantan pasangan Chow Pak Chuu. Kali terakhir, mereka berpasangan saat mempersembahkan emas bagi Perak dalam Malaysia Games 2008.
 Sebuah sponsor, Apacs, pun siap mensponsori mereka. Untuk pembiayaan selama satu tahun, sponsor lainnya, Extreme, siap berdiri di belakang Hee Chun/Pak Chuu.Targetnya, mereka harus lolos ke putaran final Kejuaraan Dunia 2015.
 ‘’Ketika saya dikeluarkan oleh BAM dua tahun lalu, saya sangat marah dan kecewa kepada mereka.Saya sedikit kehilangan arah,’’ terang Hee Chun, yang pernah berpasangan dengan dengan beberapa pebulu tangkis seperti Kok Siang, Lim Khim Wah, Tan Wee Kiong, dan Ong Soon Hock saat masih bernaung di bawah BAM.
Untung,lanjut dia, rekan-rekannya dan juga mantan pasangannya menyarankan untuk tidak menyerah. Hee Chun pun kembali mengayunkan raket akhir Mei.
‘’Hanya saat itu, saya tidak mempunyai rencana untuk menjadi pebulu tangkis professional karena khawatir dengan kemampuan keuanganku,’’ lanjut dia.
 Hee Chun pun sempat pergi ke Taiwan untuk berlatih dan mengikuti beberapa turnamen seperti Malaysia Challenge, Hongkong Super Series, dan Makau Grand Prix Gold. Dia berpasangan dengan pebulu tangkis junior Taiwan, Lu Ching Yao.
 ‘’Ketika Pak Chuu ingin kembali lagi, saya tak menyia-nyiakan kesempatan itu,’’ papar Hee Chun. (*)

Gara-Gara Visa, Fokus Ganti ke Malaysia

BATAL KE SWISS: Christopher Rusdianto

CHRISTOPHER Rusdianto/Trikusuma belum juga tampil di ajang resmi selama 2014. Sebenarnya, kesempatan tersebut sempat terbuka saat nama mereka terdaftar dalam Swiss Grand Prix Gold 2014.
 Namun, tiba-tiba, dalam daftar peserta, Christopher/Trikusuma dianggap mengundurkan diri sebelum pendaftaran ditutup. Ada apa?
 ‘’Kami batal tampil di Swiss karena belum mengantongi visa. Jadi, kami tak bisa masuk ke sana,’’ kata Christopher kepada smashyes.
 Menurut dia, tak turunnya visa karena dia belum lama meninggalkan Benua Putih, julukan Eropa. Sejak meninggalkan Italia pada Desember lalu, Christopher/Trikusuma belum ada 90 hari saat kembali mengajukan visa ke Eropa.
 Keduanya  berlaga di Italia Challenge 2013. Dalam turnamen yang menyediakan hadiah total USD 15 ribu itu, langkah Christopher/Trikusuma terhenti di babak semifinal.
 Dengan batal berlaga di Eropa, kini konsentrasi pasangan asal PB Suryanaga, Surabaya, tersebut tercurah pada Malaysia Grand Prix Gold 2014 yang akan dilaksanakan 25-30 Maret di Johor Bahru.
  Christopher dan Trikusuma berpasangan resmi dan berburu poin dunia baru pada 2013. Dari berbagai turnamen yang diikuti, mereka juara di Kroasia Internasional Series serta finalis di Polandia Challenge. (*)
DAFTAR PEBULU TANGKIS INDONESIA DI SWISS
Tunggal Putra: Andre Kurniawan Tedjono, Julian Arbitama,Viky Anindita

Tunggal Putri: Lindaweni Fanetri,Bellaetrix Manuputty

Ganda Putra: Markis Kido/Markus Fernaldi,Berry Anggriawan/Riky Karanda, Ade Yusuf/Wahyu Nayaka, Yonathan Suryatama Dasuki/Albert Saputra,Yohanes Hogianto/Titon Gustaman, Viky Anindita/Dandi Prabudita

Ganda Putri: Pia Zebadiah/Rizky Amelia Pradipta,Greysia Polii/Nitya Krishinda, Della Destiara/Anggita Shitta,Suci Rizky/Tiara Rosalia

Ganda Campuran: Markis Kido/Pia Zebadiah,Riky Widianto/Puspita Richi Dili, Markus Fernaldi/Rizky Amelia Pradipta, Praveen Jordan/Debby Susanto, Muhammad Rijal/Vita Marissa

Kisruh Politik, Thailand GPG Batal

Senin, 24 Februari 2014

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari

RUTINITAS Thailand Terbuka terputus. Untuk 2014, turnamen yang masuk kategori grand prix gold tersebut urung dilaksanakan.
 Alasannya, adanya kekisruhan politik  yang tengah melanda Negeri Gajah Putih, julukan Thailand. Hanya, pihak asosiasi bulu tangkis Thailand masih mengupayakan tahun ini tetap bisa dilaksanakan.
 Awalnya, dalam kalender BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Thailand Grand Prix 2014 akan dilaksanakan pada 3-8 Juni di Bangkok. Namun, adanya kekisruhan politik, akhirnya BWF membatalkan turnamen yang menyediakan hadiah total USD 120 ribu tersebut.
 ‘’Asosiasi memutuskan bahwa tidak akan menggelar turnamen pada tahun ini. Tujuannya untuk keselamatan peserta ,’’ kata Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Thailand Khunying Patama Leesawadtrakul kepada media lokal.
Pihaknya mengaku susah untuk memindahkan agenda turnamen. Meski, itu masih terus diupayakan.
"Susah mengupayakan memindahkan ke waktu yang lain. Hanya, itu bakal susah dilaksanakan karena schedule BWF sangat penuh,’’ ucap Khunying.
 Pada Thailand Grand Prix Gold 2013 lalu, Indonesia mampu membawa pulang dua gelar dari nomor ganda putri melalui pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Markis Kido/Pia Zebadiah di nomor ganda campuran. Rencananya, tahun ini, Thailand Grand Prix Gold berhadiah total USD 120 ribu. (*)

JUARA THAILAND GRAND PRIX GOLD 2013
Tunggal Putra:Srikanth Kidambi (India)

Tunggal Putri:Ratchanok Inthanon (Thailand)

Ganda Putra: Shin Baek-choel/Yoo Yeon-seong (Korea Selatan)

Ganda Putri: Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (Indonesia)

Akane Yamaguchi Gagalkan Pesta Tiongkok


PODIUM: Akane Yamaguchi 
TIONGKOK gagal borong gelar dalam Kejuaraan Junior Asia 2014. Satu nomor yang dipertandingan di final, jatuh ke tangan pebulu tangkis Jepang Akane Yamaguchi.
 Dalam babak pemungkas nomor tunggal putri yang dilaksanakan di Taipe, Taiwan, pada Minggu (23/2), Akane menghentikan wakil Negeri Tembok Raksasa, julukan Tiongkok, Chen Yufei, dengan dua game langsung 21-10, 21-15.
 Ini mengulang sukses Negeri Matahari Terbit, julukan Jepang, pada 2013. Tahun lalu, nomor tunggal putri, juga dijuarai pebulu tangkis Jepang Aya Ohori yang menundukkan Busanan Ongbumrungpan.
 Akane juga yang memupus asa Busanan di babak semifinal. Sabtu (22/2), dia menang 16-21, 21-8, 21-14.
 Dalam Kejuaraan Asia Junior 2014, Tiongkok menguasai semua nomor. Bahkan, di nomor beregu, mereka juga menjadi juara.
Sebenarnya, selain Akane, di nomor ganda putra dan ganda campuran juga tak terjadi All Tiongkok Finals. Sayang, wakil Jepag dan Korea Selatan gagal menunjukkan kekuatan untuk memupus duta Tiongkok.
 Indonesia sendiri gagal total dalam Kejuaraan Asia Junior 2014. Bukan hanya di perorangan, di nomor beregu juga.
 Di nomor perorangan, capaian terbaik dibukukan di nomor ganda campuran. Sayang, langkah Muhammad Rian Adianto/Zakia Ulfa dihentikan unggulan kedua asal Korea Selatan Kim Jung-ho/Kong Hee-Yong 17-21, 21-15, 5-21. (*)

HASIL FINAL KEJUARAAN JUNIOR ASIA 2014 NOMOR PERORANGAN
Tunggal Putra: Shi Yuqi (Tiongkok x5) v Kanta Tsuneyama (Jepang) 19-21, 21-16, 21-16

Tunggal Putri: Akane Yamaguchi (Jepang x4) v Chen Yufei (Tiongkok) 21-10, 21-15

Ganda Putra: Huang Kaixian/Zheng Siwei (Tiongkok x1) v Kim Jae-hwan/Kim Jung-ho (Korea Selatan x2) 21-16, 21-14

Ganda Putri: Chen Qingchen/Jia Yifan (Tiongkok x1) v Li Yinhui/Du Yue (Tiongkok x3) 21-11, 21-18

Ganda Campuran: Huang Kaixian/Chen Qingchen (Tiongkok x1) v Kim Jung-ho/Kong Hee-yong (Korsel x2) 21-14, 21-13

X=unggulan

Gagal Dapat Gelar di Turnamen Perdana

JUARA: Sourabh Varma (foto: thehindu)

ANDRE Kurniawan Tedjono gagal mengawali 2014 dengan gelar. Dia dipaksa harus puas menjadi runner-up Austria Challenge.
 Dalam final yang dilaksanakan di Wina pada Sabtu waktu setempat (22/2), Andre harus mengakui ketangguhan unggulan kelima asal India Sourabh Varma dengan rubber game 11-21, 23-21, 18-21.
 Kekalahan ini membuat rekor pertemuan Andre dengan Sourabh menjadi 1-2. Mantan pebulu tangkis Pelatnas Cipayung tersebut menang dalam pertemuan perdana di India Grand Prix Gold 2009. Namun, Sourabh mampu membalasnya di Thailand Grand Prix Gold dua tahun kemudian.
 Sebenarnya, lolosnya Andre ke babak final sudah sebuah kejutan. Dia tampil dalam turnamen berhadiah total USD 15 ribu tersebut bukan sebagai unggulan. Namun, dalamn perjalanannya, Andre mampu memulangkan lebih awal para kandidat juara.
 Hasil Austria Challenge 2014 ini juga jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Pada 2013, lelaki yang masih tercatat sebagai anggota klub Djarum Kudus itu sudah tumbang pada babak kedua.
 Diunggulkan di posisi ketiga, Andre menyerah dua game langsung 14-21, 17-21. Saat ini, pebulu tangkis yang lebih banyak menghabiskan waktunya di Eropa itu ada di peringkat 64 dunia.
 Sebenarnya, hingga babak semifinal, Indonesia juga masih punya wakil di tunggal putri. Sayang, Maria Febe Kusumastuti dipaksa mengakui ketangguhan unggulan teratas Pai Hsiao Ma asal Taiwan 17-21, 14-21.  (*)

HASIL FINAL AUSTRIA CHALLENGE 2014
Tunggal Putra: Sourabh Varma (India x5) v Andre Kurniawan Tedjono (Indonesia) 21-11, 21-23, 21-18

Tunggal Putri: Pai Hsiao Ma (Taiwan x1) v Cheng Chi Ya (Taiwan x8) 21-18, 21-11

Ganda Putra: Chen Hung Ling/Lu Chia Pin (Taiwan x2) v Liang Jui Wei/Liao Kuan Hao (Taiwan x1) 16-21, 21-12, 21-13

Ganda Putri: Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva (Bulgaria x1) v Olga Golovanova/Viktoriia Vorobeva (Rusia) 21-17, 20-22, 21-15

Ganda Campuran: Robert Mateusiak/Agnieszka Wojtkowska (Polandia x3) v Chan Peng Soon/Lai Pei Jing (Malaysia x5) 21-15, 15-21, 21-16

x=unggulan

Hanya Alrie yang Melompat Tertinggi

Sabtu, 22 Februari 2014



Alrie Guna Dharma
TAK banyak pebulu tangkis Indonesia yang menanjak peringkat dunia pekan ini.  Salah satu yang perlu mendapat apresiasi adalah Alrie Guna Dharma.
 Mantan penghuni Pelatnas Cipayung itu 32 setrip dari pekan sebelumnya. Dari daftar ranking yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) per 20 Februari 2014, pebulu tangkis asal Bandung, Jawa Barat, itu ada di posisi 123.
 Lonjakan ini tak lepas dari hasil yang diraihnya dalam Iran Challenge 2013. Dalam event yang dilaksanakan di Teheran pada 13-16 Februari itu, Alrie mampu menembus final.
 Sayang, dalam laga final, lelaki 23 tahun itu harus mengakui ketangguhan unggulan kedua asal India Sourabh Varma dengan dua game langsung 13-21, 11-21. Namun, langkahnya itu sudah membuatnya mengantongi poin 3400.
 Dalam peringkat pekan ini, posisi tunggal putra Indonesia terbaik masih menjadi milik Tommy Sugiarto. Putra legenda bulu tangkis Indonesia Icuk Sugiarto itu ada di posisi ketiga. Sementara di bawahnya, Sony Dwi Kuncoro terpaut jauh, posisi 15, dan Dionysius Hayom Rumbaka di ranking 19. (*)  

Koo Kien Keat Tinggalkan Pemusatan Latihan

MUNDUR: Koo Kiean Keat 

BERAKHIR sudah hubungan Koo Kien Keat dengan Asosiadi Bulu Tangkis Malaysia (BAM). Pebulu tangkis 28 tahun tersebut telah mengajukan surat pengunduran diri pada Jumat (21/2) waktu setempat.
Menurut Wakil Presiden BAM Datuk Norza Zakaria, kepada media Malaysia, surat itu diberikan Kien Keat setelah dia menjalani latihan di Stadium Juara di Bukit Kiara, Kuala Lumpur. Sebenarnya, tanda-tanda Kien Keat akan meninggalkan pemusatan latihan nasional sudah terlihat ketika dia terlambat masuk setelah menjalani liburan Tahun Baru Tiongkok (Imlek).
 Daripada masuk pemusatan latihan, Kien Keat memilih menjalani perawatan mata. Dia baru masuk pemusatan latihan dua hari lalu.
 Sayang, Norza tidak menerangkan isi surat dari Kien Keat itu. Hanya, dia menganggap pengunduran pasangan Tan Boon Heong itu memudahkan BAM mengambil keputusan soal pasangan Kien Keat/Boon Heong.
 Keduanya mendapat sorotan setelah dianggap menurun. Puncaknya, saat Kien Keat/Boon Heong tersingkir dalam babak pertama dalam Malaysia Super Series Premier Januari 2014.
Kegagalan ini memperpanjang dahaga gelar sejak menjuarai Malaysia Terbuka 2010.BAM pun memutuskan Kien Keat/Boon Heong absen dari semua turnamen, termasuk di Jerman Grand Prix Gold dan All England Super Series Premier.
 “Kami ingin mengambil keputusan soal Koo dan Tan setelah mengetahui hasil kebugaran mereka dari Institut Olahraga Nasional (NSI). Tapi dengan mundurnya Koo membuat dasar kami mengambil keputusan,’’ ucap Norza.
 Pihak BAM, tambah dia, akan membiarkan Kien Keat pergi dan mencarikan pasangan bagi Boon Heong.
With the current turn of events, it looks like BAM have no choice but to let Kien Keat go, and find a new partner for Boon Heong.
 Kien Keat/Boon Heong merupakan pasangan Malaysia paling gemilang. Mereka mampu menjadi juara di Asian Games 2006, All England 2007,dan Malaysia Terbuka 2010. Keduanya juga lolos ke final dalam Kejuaraan Dunia 2010. (*)

Tinggal Berharap dari Nomor Ganda Campuran

BERTAHAN: M. Rian Ardianto/Zakia Ulfa

JONATHAN Christie digadang-gadang akan mengakhiri paceklik gelar Indonesia di nomor tunggal putra dalam Kejuaraan Junior Asia. Jalan menuju pun terbuka.
 Dalam event yang dilaksanakan di Taipe, Taiwan, itu, Jonathan menempati unggulan kedua. Sayang, asa tersebut gagal tercapai.
 Secara mengejutkan, juara Indonesia Challenge 2013 itu harus mengakui ketangguhan pebulu tangkis nonunggulan asal Hongkong Lee Cheuk Yiu dengan tiga game 21-10, 19-21, 16-21 dalam pertandingan yang dilaksanakan pada Jumat waktu setempat (21/2).
 Kegagalan Jonathan menular kepada Anthony Sinisuka Ginting. Dia menyerah mudah dalam dua game 13-21, 15-21 kepada wakil Jepang Tsuneyama Kanta.
 Kini harapan membawa pulang tinggal diletakan di pundak pasangan ganda campuran Muhammad Rian Ardianto/Zakia Ulfa yang masih bertahan di semifinal. Pada babak sebelumnya, mereka menjungkalkan ganda Tiongkok He Jiting/Du Yue 21-16, 21-9.
 Hanya, untuk lolos final juga bukan pekerjaan mudah. Rian/Zakia harus bisa menyingkirkan unggulan kedua Kim Jung-ho/Kong Hee-yong.
 Gelar juara di nomor perorangan ini diharapkan mampu mengobati kegagalan di nomor beregu. Dalam pertandingan yang memakai format Piala Sudirman itu, langkah Indonesia dihentikan Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, dengan skor 3-1 di babak perempat final.
 Tahun lalu, Indonesia juga gagal total. Gelar beregu dan perorangan gagal dibawa pulang ke Indonesia dalam event yang digelar di Kinabalu, Malaysia. (*)
 

Andre-Febe Tembus Semifinal

Andre Kurniawan Tedjono

DI level internasional series challenge, kualitas Andre Kurniawan Tedjono boleh diandalkan. Bahkan, dua capaian tertingginya selama 2013 digapai di ajang challenge yakni di Belgia dan Italia.
 Di Belgia, Andre mampu menjadi juara. Dalam final (14/9), mantan penghuni Pelatnas Cipayung itu menundukkan Eric Pang (Belgia) 21-17, 21-11.  Namun, di Italia, Andre harus mengakui ketangguhan sesama pebulu tangkis Indonesia tetap sekarang berbendera Italia Indra Bagus Ade Chandra 21-19, 15-21, 12-21.
 Kini, di Austria Challenge 2014, kans Andre menembus babak final terbuka. Pebulu tangkis yang masih tercatat sebagai anggota PB Djarum Kudus masih bertahan di semifinal.
 Itu setelah Andre mampu mengalahkan menghentikan perlawanan Wang Tzu Wei dari Taiwan dengan rubber game 24-22, 15-21, 21-15 dalam pertandingan yang dilaksanakan di Wina pada Jumat  waktu setempat (21/2). Untuk bisa menembus babak pemungkas, Andre harus bisa mengalahkan Rasmus  Fladberg (Denmark) yang di perempat final memupus asa Niluka Karunaratne (Sri Lanka) 21-14, 21-18.
 Ini menjadi pertemuan kedua bagi Andre dan Fladberg. Pada pertemuan pertama di Swiss 2011, Andre menang 21-19, 21-5. Semifinal lain mempertemukan unggulan pertama Hsu Jen Hao asal Taiwan dengan Sourabh Varma.
 Indonesia juga meloloskan wakilnya di semifinal tunggal putri. Maria Febe Kusumastuti bakal berebut tiket final dengan unggulan teratas asal Taiwan Pai Hsiao Ma. Febe,. Sapaan karib Maria Febe Kusumastuti, melangkah ke semifinal berkat keunggulan 21-13, 21-18 atas Olga Golovanova (Rusia) 21-13, 21-18. Sementara Hsiao Ma melibas Xu Wei (Tiongkok) 21-15, 21-18. (*)

Febe Ingin Cicipi Gelar

Jumat, 21 Februari 2014

Maria Febe Kusumastuti

MARIA Febe Kusumastuti belum pernah sekalipun merasakan atmosfer turnamen selama 2014. Kini, dia pun mendapat kesempatan untuk tampil dalam Austria Challenge.
 Dalam turnamen yang dilaksanakan di ibu kota Austria, Wina, dan menyediakan hadiah total USD 15 ribu tersebut, Febe, sapaan karib Maria Febe Kusumastuti, diunggulkan di posisi ketiga.
 Dia pun mampu melewati hadangan Thulasi CP dari India dengan dua game langsung  21-13, 25-27. Kemenangan ini membuat gadis 25 tahun tersebut dijajal Vikroriia Vorobeva asal Rusia yang di babak pertama melibas Orsolya Varga (Hungaria) 21-18, 23-21.
 Tahun lalu, Febe tampil jeblok. Dalam semua turnamen yang diikuti, pebulu tangkis asal Boyolali, Jawa Tengah, tersebut tak satu pun bisa menjadi juara.
 Dia lebih sering tumbang di babak-babak awal. Capaian tertingginya adalah menembus semifinal Indonesia Grand Prix Gold 2013 di Jogjakarta. Sayang, dia gagal menembus final karena dikalahkan wakil Tiongkok Yao Xue 11-21, 16-21.
 Dalam Austria Challenge 2014 ini,Indonesia mengirimnya banyak wakil. Bahkan, di nomor tunggal putra, Indonesia masih menempatkan tiga wakilnya di babak kedua yakni Adi Pratama, Andre Kurniawan Tedjono, dan Ihsan Maulana. (*)

Hanya Bisa Bikin Busanan Kerepotan

Gregoria Mariska (foto: PBSI)

TUNGGAL putri masih menjadi problem besar bagi PP PBSI. Di level senior, penampilannya masih angin-anginan.
 Sementara, di kelompok junior, srikandi-srikandi Indonesia belum bisa dibanggakan.
 Buktinya pada Kejuaraan Asia  Junior 2014. Dari lima nomor yang diikuti, hanya di nomor tunggal putri Indonesia sudah tak punya wakil.
 Ironisnya, itu sudah terjadi pada babak perempat. Satu-satunya wakil yang tersisa di babak 16 besar, Gregoria Mariska langkahnya dihentikan unggulan kedua asal Thailand Busanan Ongbumrungpan dengan tiga game 21-19,17-21, 20-22 dalam pertandingan yang dilaksanakan di Taipe, Taiwan, pada Kamis (20/2) waktu setempat.
 Sebenarnya, Gregoria sempat membuat lawannya kewalahan. Tentu, ini di luar dugaan.
 Busanan merupakan finalis tahun lalu. Dari segi pengalaman pun jauh.
 Di level senior, Busanan sudah menjuarai turnamen di level grand prix. Begitu juga di sisi ranking.
 Dari daftar ranking  yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) per 20 Februari, pebulu tangkis Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, itu ada di peringkat 17 sementara Gregoria tak punya ranking.
 Kekalahan Gregoria pun memperpanjang puasa gelar di sektor tunggal putri. Sejak 1997, tak ada tunggal putri merah putih yang naik di podium terhormat.
 Pada Kejuaraan Junior Asia 2014, di nomor tunggal putri, selain Gregoria sebenarnta Indonesia diwakili Fitriani, Debora Vehrenica,dan Ruseli Hartawan. Dua nama terdepan langsung tersingkir di babak pertama sedang Ruseli angkat koper di babak kedua.
 Capaian ini beda dengan di tunggal putra. Hingga babak perempat final, Indonesia masih menempatkan dua dutanya, Jonathan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. (*)

Gagal Tampil karena Tak Dapat Visa

Kamis, 20 Februari 2014

Yonathan Suryatama Dasuki

NAMA Yonathan Suryatama Dasuki tak ada di peserta Austria Challenge 2014. Padahal, drawing (undian) turnamen yang dilaksanakan di Wina pada 19– 22 Februari itu, dia bakal turun.
 Hanya, pasangannya bukan lagi Hendra Aprida Gunawan. Lelaki asal Jember ini bergandengan dengan Albert Saputra.
 Pada babak pertama turnamen berhadiah USD 20 ribu tersebut, Yonathan/Albert menghadapi pasangan Swiss Florian Schmid/Gilles Tripet.
 ‘’Saya tak memperoleh visa. Jadi, saya tak bisa bermain di Austria,’’ kata Yonathan kepada smashyes.
 Padahal, penampilannya di Wina tersebut menjadi debutnya bersama Albert. Siapa Albert? Dia merupakan pebulu tangkis spesialis ganda yang sudah beberapa kali berganti pasangan.
 Terakhir, dia tampil bersama Siswanto. Peringkat Albert/Siswanto pun tak terlalu jeblok, 174.
 Sebelumnya, Yonathan lama berpasangan dengan Hendra AG, sapaan karib Hendra Aprida Gunawan. Pasangan ini sempat menembus posisi 14 besar dunia pada 2013.
 Posisi ini membuat Yonathan/Hendra berhak tampil pada Kejuaraan Dunia di Guangzhou, Tiongkok, pada Agustus. Sayang, mereka sudah tumbang di babak pertama.
 Pasangan Yonathan/Hendra kali terakhir berpasangan di Hongkong Super Series 2013. Keduanya langsung angkat koper setelah tersingkir pada babak pertama.
 ‘’Kami berpisah karena kontrak dengan sponsor habis,’’ pungkas Yonathan. (*)

Chong Wei Usulkan Misbun Jadi Kepala Pelatih

DEKAT: Misbun (kiri) memijiti kaki Lee Chong Wei 

LEE Chong Wei tak pernah melupakan jasa Misbun Sidek. Pelatih yang mengangkat namanya di pentas bulu tangkis dunia itu diusulkannya menjadi pelatih kepala di pusat pelatihan nasional Malaysia.
Itu diungkapkan Chong Wei dalam pertemuan dengan Ketua Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) Tan Sri Tengku Mahaleel Tengku Ariff beberapa waktu lalu. Lelaki 31 tahun itu mengungkapkan Malaysia butuh sosok yang disegani untuk memimpin pebulu tangkis dan pelatih untuk menyinambungkan semua program.
 Seperti dikutip sebuah media Malaysia, Chong Wei pun membandingkan Malaysia dengan negara-negara yang tangguh di olahraga tepok bulu. Di Tiongkong, lanjut dia, ada Li Yong Bo, ada Rexy Mainaky di Indonesia, ada Park Jo-bong di Jepang, serta P. Gopichand di India. Semuanya, dulu merupakan pebulu tangkis besar di eranya.
Beda dengan Malaysia. Negeri beribu kota Kuala Lumpur tersebut belum mempunyai sosok seperti itu.
 Malaysia tak lagi mempunyai pelatih kepala setelah Yap Kim Hock mundur usai Olimpiade Beijing 2008.  Beruntung, Malaysia masih mempunyai Tan Kim Her. Dia bisa membuat program buat pelatih dan atlet.
 Chong Wei berharap Misbun akan menerima tantangan yang bakal diberikan BAM. Chong Wei dimintai masukan karena dia pebulu tangkis paling senior di tim Malaysia.
‘’Dalam pertemuan, saya katakan Malaysia butuh pelatih kepala. Sosok yang cocok adalah mantan pelatihku, Datuk Misbun,’’ ungkap bapak satu anak tersebut.
 Misbun menangani Chong Wei hingga Januari 2011. Dia memutuskan meninggalkan tim  nasional Malaysia karena merasa tidak senang dengan beberapa keputusan dari badan tim nasional.
 Dua tahun kemudian, anak Misbun, Misbun Ramdan, juga mengikuti jejaknya. Sekarang, Ramdan dilatih  ayahnya di rumah. Hasilnya, dia mampu menjadi juara di empat turnamen selama 2013. (*)

Duh, Sony Langsung Ketemu Wang Zhengming

Sony Dwi Kuncoro

ALL England bisa jadi turnamen yang kurang bersahabat bagi Sony Dwi Kuncoro. Arek Suroboyo tersebut selalu kurang beruntung dalam turnamen yang masuk kategori super series premier itu.
    Tahun lalu,Sony mengalami cedera pada babak kedua saat menghadapi pebulu tangkis Denmark Jan O Jorgensen. Saat itu, kedudukan masih 7-11 bagi Jorgensen.
 Akibat cedera itu, Sony sempat lama absen termasuk membela Indonesia dalam Piala Sudirman 2013 di Kuala Lumpur, Malaysia. Selain itu, cedera itu membuat penampilannya labil.
 Selama 2013, Sony tak pernah mencatatkan dirinya di tangga juara. Ukiran terbaiknya adalah menembus babak final Hongkong Super Series.
 Sayang, pada babak final, Sony tak berdaya di tangan Lee Chong Wei. Dia menyerah mudah dalam dua game 13-21, 9-21.
 Kini, pebulu tangkis yang dibesarkan PB Wima, Surabaya, itu juga kurang beruntung dalam All England Super Series Premier 2014. Pada babak pertama, dia langsung bertemu dengan wakil Tiongkok Wang Zhengming.
 Selama dua kali pertemuan, Sony tak pernah memetik kemenangan. Dua kali kekalahan tersebut ditelan bapak dua putri itu di Makau 2011 dengan 12-21, 14-21 serta di Tiongkok 2012 dengan 12-21, 21-14, 15-21.
 Selain itu, dari peringkat BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), ranking Wang Zhengming lebih bagus. Dia berada di posisi kesembilan sedangkan Sony enam setrip di bawahnya.
 Jika mampu mengatasi Wang Zhengming, besar kemungkinan Sony akan bersua dengan rekannya sendiri, Tommy Sugiarto. Unggulan ketiga ini pada babak pertama hanya menghadapi pebulu tangkis kualifikasi.
 Satu lagi wakil Indonesia di babak utama nomor tunggal putra All England Super Series Premier adalah Dionysus Hayom Rumbaka. Pada babak pertama, Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, akan dijajal Eric Pang asal Belanda.
 Keduanya baru sekali bertemu yakni di Swiss pada 2010. Hasilnya, Hayom menang 21-14, 21-16.
 Di babak kualifikasi ada juga wakil Indonesia yakni Andre Kurniawan Tedjono.  Di laga perdana, mantan pebulu tangkis Pelatnas Cipayung ini menantang Anand Pawar, unggulan pertama babak kualifikasi. (*)

Wakil Indonesia di Babak Kualifikasi All England Super Series Premier 2014
Tunggal Putra:Tommy Sugiarto (x3), Sony Dwi Kuncoro, Dionysius Hayom Rumbaka

Tunggal Putri: Lindaweni Fanetri, Bellaetrix Manuputty

Ganda Putra: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (x1), Angga Pratama/Rian Agung Saputro,Berry Anggriawan/Ricky Karanda,Markis Kido/Markus Fernaldi

Ganda Putri: Pia Zebadiah/Rizki Amelia Pradipta (x7), Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris, Nitya Krishinda/Greysia Polii

Ganda Campuran: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (x2), Markis Kido/Pia Zebadiah (x6), Riky Widianto/Puspita Richi Dili (x7), Irfan Fadhilah/Weni Anggraeni

X=unggulan

Masih Utuh hingga Babak Kedua

MUDAH: Muhammad Bayu Pangisthu (foto:pb djarum)

WAKIL Indonesia di nomor tunggal putra dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2014 masih utuh. Empat duta merah putih melaju ke babak kedua yang dilaksanakan di Taipei, Taiwan, itu.
 Keempat pebulu tangkis tersebut adalah Jonathan Christie, Muhammad Bayu Pangisthu, Eska Riffan Jaya, dan Anthony Sinisuka Ginting. Di antara mereka, Jonathan dan Anthoy tak perlu memeras keringat karena memperoleh bye. Jonathan sendiri diunggulkan  di posisi kedua.
 Dalam pertandingan yang dilaksanakan pada Rabu waktu setempat, pada babak pertama, Muhammad Bayu Pangisthu  menang mudah dua game 21-8, 21-11 atas wakil Filipina Wilson Joseph. Sementara Eska Riffan menghentikan perlawanan Kantawat L. dari Thailand 21-19,21-13.
 Pada babak kedua, Jonathan akan ditantang Chang En Chia asal Taiwan yang melibas Saetiaw (Thailand) 21-18, 23-21. Muhammad Bayu Pangisthu berhadapan lagi dengan wakil Filipina Gabuello.
 Sementara, Riffan akan menjajal ketangguhan unggulan ketujuh asal Singapura Ng Zin Rei, yang di babak pertama melibas wakil Makau I ek U Ieong 21-13, 21-16 dan Anthony menantang Lee Chak Wai (Hongkong), yang sebelumnya mematahkana ambisi Ranaweera P. 21-8, 21-18.
 Indonesia berharap bisa meraih gelar dari nomor perorangan. Ini setelah di nomor beregu, merah putih gagal karena langkahnya terhenti pada babak perempat final oleh Korea Selatan 1-3. Juara nomor beregu akhirnya jatuh ke tangan Tiongkok. (*)

Cari Pelampiasan Kegagalan Nomor Beregu

Rabu, 19 Februari 2014

Jonathan Christie menerima bendera dari Sekjen Anton Subowo

INDONESIA babak belur di nomor beregu dalam Kejuaraan Asia Junior 2014. Langkah merah putih dihentikan Korea Selatan dengan skor telak 1-3 pada babak perempat final yang dilaksanakan di Taiwan pada Selasa (18/2).
 ‘’Ya, kami memang kalah dari Korea Selatan 1-3. Hasil ini tak sesuai target,’’ kata Sekretaris Jendral PP PBSI Achmad Budiarto kepada smashyes.
 Organisasi olahraga tepok bulu se-Indonesia tersebut, terang Budi, sapaan karib Achmad Budiarto, adalah seperti capaian tahun lalu. Saat itu, Jonathan Christie dkk mampu menembus babak semifinal.
 ‘’Namun, musuh memang lebik baik,’’ jelas lelaki yang baru saja mengemban tugas menjadi Direktur Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2014 itu.
 Dia berharap kegagalan beregu bisa terobati di nomor perorangan. Jonathan Christie masih menjadin andalan menjadi juara nomor tunggal putra. Apalagi, pebulu tangkis yang dipromosikan ke jenjang prestasi tersebut menduduki unggulan kedua.
 Pertandingan nomor perorangan sudah dimulai pada Rabu (19/2) atau setelah nomor beregu selesai. Nomor beeregu sendiri dijuarai oleh Tiongkok yang mengalahkan Korea Selatan 3-0. (*)

Tiongkok Back to Back Beregu Junior Asia

TANGGUH: Tunggal putra Tiongkok Lin Guipu

DOMINASI Tiongkok di pentas bulu tangkis masih susah digoyahkan. Bukan hanya di level senior. Di kelompok junior, Negeri Panda, julukan Tiongkok, masih menancapkan kekuasannya.
 Mereka mampu menjadi juara beregu Asia 2014. Dalam final yang dilaksanakan di Taiwan pada Rabu (19/2), Tiongkok menang 3-0 atas Korea Selatan.
 Dengan memakai sistem Piala Sudirman, semua nomor dipertandingkan, Tiongkok membuka kemenangan dari nomor ganda campuran melalui pasangan Huang Kaixiang/Chen Qingchen yang menundukkan pasangan Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan,Choi Jong-wo/Kim Hyang-im 21-7, 21-12.
 Tiongkok memperbesar kemenangannya menjadi 2-0 setelah tunggal putra andalannya, Lin Guipu, tak mengalami kesulitan mengalahkan Jae Seo-sung 21-11, 21-16.  Negeri terpadat dunia tersebut memastikan menjadi juara berkat pasangan ganda putra Huang Kaixiang/Zheng Siwei yang menghentikan perlawanan Ho Kim-jung/Hwan Kim-jae 21-17, 21-19.
 Sejak 2006 yang memulai memakai format Piala Sudirman, hanya pada pada tahun itu, Tiongkok gagal menembus final. Mulai 2007 hingga sekarang, mereka selalu menembus final.
Hasilnya, Tiongkok menjadi juara 2008, 2010, 2011, 2013, dan 2014. Pada 2007 dan 2009, negeri terpadat di dunia tersebut menyerah kepada Malaysia. Sedang pada 2012, Tiongkok takluk pada Jepang.
 Indonesia sendiri hanya mampu bertahan hingga babak perempat final. Pada pertandingan yang dilaksanakan pada Selasa (18/2), Jonathan Christie dkk kalah 1-3 oleh Korea Selatan.
  Indonesia pernah menjadi juara pada 1999 di kelompok putra. Setelah nomor beregu, Kejuaraan Asia Junior akan dilanjutkan dengan nomor perorangan. (*)

Belum Fit, Absen Jerman Grand Prix Gold

Selasa, 18 Februari 2014

Angga Pratama (kanan)/Rian Agung

NAMA pasangan Angga Pratama/Rian Agung Saputra tercatat tampil di Jerman Grand Prix Gold 2014. Bahkan, keduanya diunggulkan di posisi ketiga dalam turnamen yang dilaksanakan di Mulheim pada 25 Februari hingga 3 Maret tersebut.
 ‘’Tapi, kami absen. Kondisi kami lagi tidak fit,’’ kata Rian kepada smashyes.
 Ini membuat pasangan juara juara SEA Games 2013 tersebut langsung konsentrasi menghadapi turnamen bergengsi All England Super Series Premier 2014 yang dilaksanakan di Birmingham, Inggris, pada 4-9 Maret mendatang. Apalagi, tahun lalu, Angga/Rian gagal memberikan hasil memuaskan. Pasangan terbaik kedua Indonesia itu langsung tersingkir pada babak I.
 Mereka dipaksa mengakui unggulan teratas saat itu Mathias Boe/Carsten Mogensen asal Denmark dengan dua game langsung 18-21, 19-21.  Langkah Boe/Mogensen pun secara mengejutkan juga terhenti di babak kedua setelah kalah 21-11, 11-21, 25-27 oleh Liu Xiaolong/Qiu Zihan, yang akhirnya menjadi juara.
 Tahun lalu juga, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga gagal menjadi juara. Mereka terhenti di semifinal. Pada 2014, Hendra/Ahsan menduduki unggulan teratas. Satu lagi pasangan Pelatnas Cipayung yang ikut ambil bagian adalah Ade Yusuf/Wahyu Nayaka.
 Angga/Rian baru sekali tampil pada 2014 yakni pada Malaysia Super Series. Sayang, pasangan muda ini dihentikan langkahny oleh pasangan tuan rumah Goh V Shem/Lim Khim Wah 25-23,13-21, 20-22.
 Angga dan Rian sempat terpisah pada Superliga Bulu Tangkis Indonesia 2014. Dalam event yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya, pada 3-9 Februari tersebut, Angga membela Jaya Raya dan Rian memperkuat Musica Champion. (*)

16 Pebulu Tangkis Indonesia Serbu Win

UNJUK KEBOLEHAN: Maria Febe Kusumastuti

TIDAK ada turnamen tanpa kehadiran pebulu tangkis Indonesia. Selama masih bisa dijangkau dan menyediakan poin sert hadiah yang menggiurkan, wakil merah putih bakal ikut memanaskan persaingan,
 Seperti halnya dengan Austria Challenge 2014. Dalam event yang dilaksanakan di Wina pada 19-22 Februari tersebut, ada nama-nama pebulu tangkis Indonesia.
  ’’Sejak penutupan pendaftaran, kami menerima sebanyak 16 pebulu tangkis asal Indonesia. Saya pikir, pada turnamen tahun ini jumlah pebulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak,’’ ucap Ewald Cejnek, panitia Austria Challenge, saat ditemui rekan smashyes, Ahmad Reza Khomaini, di Wina.
 Pada edisi 2013, Indonesia hanya diwakili Andre Kurniawan Tedjono (tunggal putra) dan pasangan Christopher Rusdianto /Trikusuma Wardhana (ganda putra). Prestasi terbaik yang pernah ditorehkan pada 2010. Ketika itu, Indonesia yang diwakili Andre Kurniawan, Fransisca Ratnasari, dan pasangan Viki Indra Okvana/Ardiansyah Putra berhasil meraih gelar juara di tunggal putra dan putri, serta ganda putra.
 Tahun ini, kesempatan Indonesia meraih gelar juara juga cukup besar. Beberapa nama yang memiliki kans untuk membawa harum nama bangsa seperti Andre Kurniawan Tedjono, Siswanto, Riyanto Subagja, dan Adi Pratama, bertekad untuk tampil all out di turnamen ini.
’’Ini turnamen perdana saya di Eropa. Saya ingin meraih sebanyaknya poin (kemenangan) untuk memperbaiki peringkat saya di WBF. Saya yakin, teman-teman yang lain juga punya keinginan yang sama,’’ kata Adi Pratama saat ditemui Reza akhir pekan lalu.
Adi yang sejak Desember lalu dikontrak ÖBV (PBSI-nya Austria, Red) sebagai asisten pelatih Timnas Austria ini sudah melakukan persiapan dengan matang. Lelaki yang pernah masuk Pelatnas Cipayung ini mengaku sudah tak sabar untuk melakoni turnamen yang akan dihelat di Wiener Stadthalle B tersebut.
 ’’Mohon doa dan dukungannya semoga saja bisa (juara),’’ ucap pebulutangkis yang meraih gelar juara Piala Wali Kota Surabaya 2013 itu.
 Perjuangan pebulu tangkis tanah air di Austria Challenge 2014 juga akan mendapat dukungan dari warga Indonesia yang menetap di Austria. Pekan lalu, Kedutaan RI di Wina merilis informasi dan ajakan bagi seluruh warga Indonesia di Austria untuk datang memberikan dukungannya untuk pebulutangkis tanah air. (*)


16 PEBULUTANGKIS INDONESIA
Albert Saputra (ganda campuran dan ganda putra)
Viky Anindita (tunggal putra dan ganda campuran)
Julian Arbitama (tunggal putra)
Yonathan Suryatama Dasuki (ganda campuran dan ganda putra)
Wirawan Ihsan Adam (ganda putra dan tunggal putra)
Maria Febe Kusumastuti (tunggal putri)
Ihsan Maulana Mustofa (tunggal putra)
Alfian Eko Prasetya (ganda campuran dan ganda putra)
Adi Pratama (ganda putra dan tunggal putra)
Annisa Saufika (ganda putri)
Ellen Frederika Setiawan (ganda putra dan tunggal putra)
Siswanto (ganda putra dan tunggal putra)

Pengusaha Indonesia Sponsori Singapura Super Series 2014

KERJA SAMA:Peter Riady (empat dari kiri). (foto: sq.com)

BULU tangkis Singapura terus menarik minat sponsor. Buktinya, sebuah perusahaan property, OUE, bersedia menjadi sponsor Singapura Super Series.
 Ini membuat turnamen yang dilaksanakan pada 8-13 April 2014 tersebut titel resminya OUE Singapura Super Series. Menariknya begitu terjadi kesepatan, situs di BWF (Federas Bulu Tangkis Dunia), pun langsung berubah dengan nama titel resminya.
 Petinggi OUE Stephen Riady mengatakan bahwa Singapura Terbuka merupkan turnamen bergengsi. Dengan menjadi sponsor, mereka berharap bisa berperan dalam pengembangan bulu tangkis di Negeri Singa, julukan Singapura.
 ’’Kami juga ingin mengangkat potensi pebulu tangkis lokal ke level yang lebih tinggi,’’ kata dia.
 Lelaki yang juga putra pengusaha Indonesia pemilik Lippo Group James Riady tersebut  berharap kehadiran OUE juga memberi inspirasi kepada pebulu tangkis untuk tidak hanya mahir dalam olahraga yang ditekuni. Tapi, mereka juga mengembalikan mereka ke masyarat melalui olahraga tepok bulu itu.
 Kehadiran OUE ini juga membuat panitia lega. Ini disebabkan kerja samanya dengan sebuah apparel dari Tiongkok , Li-Ning, telah berakhir tahun lalu.
 Meski bukan lagi menjadi sponsor utama, tapi Li-Ning tetap berperan dalam turnamen yang tahun ini menyedikan hadiah total USD 300 ribu tersebut.  Mereka menjadi pendukung dalam hal peralatan dan apparel.
 Ketua turnamen Singapura Super Series, Ng Yoje Weng menambahkan bahwa kerjasama pihaknya dengan OUE baru kali pertama berlangsung.  Pihaknya berharap agar kerja sama ini terus berlangsung.
Tahun lalu, Indonesia meraup sukses. Tiga gelar mampu dibawa dari Singapura Super Series melalui Tommy Sugiarto di nomor tunggal putra, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra), dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran). (*)

Denmark Kembali Kuasai Eropa

Senin, 17 Februari 2014

KALAHKAN RUSIA: Selebrasi tim putri Denmark 

DOMINASI Denmark di nomor beregu di lingkup Eropa belum tergoyahkan. Itu setelah negara yang beribukota di Kopenhagen tersebut mampu menyandingkan gelar beregu putra dan putri.
  Di kelompok putra, Denmark mengalahkan Inggris dengan skor 3-2 pada laga yang dilaksanakan di Basel, Swiss, pada Minggu (16/2) waktu setempat.
Sebenarnya, Inggris sempat mengejutkan Denmark. Di nomor tunggal pertama, andalan Denmark Hans-Kristian Vittinghus menyerah kepada Rajiv Ouseph dengan dua game langsung 13-21, 16-21. Kemenangan ini membut Ouseph menyamakan kedudukan menjadi 3-3 selama enam kali pertemuannya dengan Vittinghus.
 Finalis Olimpiade London 2012, pasangan ganda Mathias Boe/Carsten Mogensen membut Denmark menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Mereka menghentikan perlawanan ganda Inggris Chris Adcock/Andrew Ellis dengn tiga game  21-17,19-21, 21-14.
 Denmark memperbesar keunggulan lewat Viktor Axelsen yang menang mudah straight game 21-13, 21-8 atas tunggal kedua Inggris Toby Penty. Nah, pasangan Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding memastikan Denmrk menjadi juara berkat kemenangn 21-15, 21-19 atas Chris Langride/Peter Mills.
 Hasil ini membuat Denmark  telah lima kali menjadi jura di sektor putra. Dua tahun lalu di Amsterdam, mereka memupus asa Jerman, yang tahun ini dikalahkan Inggris pada babak semifinal dengan skor 3-2.
 Sementara, di sektor putrid, tanpa mengalami banyak hambatan, Denmark menundukkan Rusia 3-0. Line Kjaersfeldt mengawali pesta Denmrk dengan melibas wakil Negeri Beruang Merah, julukan Rusia, Natalia Perminova 21-17, 21-14. Disusul kemudin, Sandra-Maria Jensen yang unggul 21-13, 21-16 atas Ella Diehl dan ditutup oleh Mia Blichfeldt yang memupus asa Anastasia Chervaykova 21-16, 21-19.
 Juara di sektor putri ini mengobati kegagalan dua tahun lalu di Amsterdam. Ketika itu, Denmark dihentikan oleh Jerman, yang tahun ini dijegal Rusia di babak semifinal. (*)

Juara Beregu Eropa
Putra:
2006: Denmark
2008: Denmark
2010: Denmark
2012: Denmark
2014: Denmark

Putri:
2006: Belanda
2008: Demmark
2010: Denmark
2012: Jerman
2014: Denmark

Cai Yun/Fu Haifeng Tundukkn Dua Legenda Tunggal Putra

Lee Chong Wei berpasangn dengn Lin Dan (foto:twitter) 

PASANGAN Cai Yun/Fu Haifeng masih tangguh. Paduan kedua pebulu tangkis senior tersebut masih mampu mengalahkan pasangan dadakan yang tak bisa dipandang enteng, Lee Chong Wei/Lin Dan dengan dua game langsung 21-18, 21-19 pada pertandingan ekhibisi di Hainan, Tiongkok, pada Minggu waktu setempat (16/2).
 Kedua pasangan tampil di sela-sela pertandingan final Tiongkok Challenge 2014. Chong Wei yang berasal dari Malaysia tampil atas undangan pelatih Tiongkok Li Yong Bo.
 Cai Yun/Fu Haifeng merupakan pasangan legendaris milik Negeri Panda, julukan Tiongkok. Mereka telah lima kali menjadi juara dunia.
 Belum lagi, capaian dengan dua kali menembus babak final olimpiade, Beijing 2008 dan London 2012.  Hanya, di Beijing, Cai Yun/Fu Haifeng kalah oleh pasangan Indonesia Markis Kido/Hendra Setiawan. Namun, empat tahun kemudian, mereka akhirnya menjadi juara dengan menundukkan pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen.
 Namun, pada akhir 2013, Cai Yun tak lagi bersama Fu Haieng. Ini menyusul hasil buruk yang dialami mereka dalam beberapa turnamen, termasuk juga dalam Kejuaraan Dunia yang dilaksanakan di kandang sendiri, Guangzhou.
 Mereka kembali dihadirkan dalam laga ekshibisi. Selain untuk memeriahkan final turnamen berhadiah total USD 50 ribu, kehadiran Cai Yun/Fu Haifeng juga untuk meresmikan tempat pemusatan latihan yang baru milik Tiongkok.
 Sementara, bagi Lin Dan, penampilannya di Hainan merupakan yang pertama setelah meraih titel kelima juara dunia tunggal putra pada Agustus lalu.
 Kebetulan, lawan yang dikalahkannya adalah Chong Wei. Meski lawan berat di lapangan, Lin Dan dan Chong Wei dikenal akrab di lapangan. Jadi saat dipasangkan dengan Lin Dan, tanpa banyak bicara, Chong Wei langsung menerima.
 Hasil final Tiongkok Challenge sendirin Tiongkok hanya kehilangan gelar di nomor tunggal putra. Ini dikarenakan di nomor bergengsi tersebut terjadi final  sesama pebulu tangkis Hongkong (all Hongkong Finals) antara Wei Nan versus Ng Ka Long. Pertandingan ini dimenangkan Ka Long dengan dua game langsung 21-16, 21-15. (*)

HASIL FINAL TIONGKOK CHALLENGE
Tunggal Putra: Ng Ka Long (Hongkong) v Wei Nan (Hongkong x2) 21-16, 21-15

Tunggal Putri: Liu Xin (Tiongkok) v Xirui Hui (Tiongkok x2) 21-15, 21-17

Ganda Putra:Wang Yilv/Zhang Wen (Tiongkok) v Liao Chi-Hung/Lio I Liang (Taiwan) 21-14, 21-12

Ganda Putri: Luo Ying/Luo Yu (Tiongkok x1) v Ou Dongni/Xiong Mengjing (Tiongkok) 21-13, 21-12

Ganda Campuran:  Wang Yilv/Ou Dongni (Tiongkok) v Zhang Wen/Huan Xia (Tiongkok) 21-18, 15-21, 21-19

X=unggulan

Menunggu Penantian Tommy Berakhit

Tommy Sugiarto (foto; sidiq)

TOMMY Sugiarto menanggung beban. Dia menjadi unggulan teratas dalam Jerman Grand Prix Gold 2014 yang dilaksanakan di Mulheim an der Ruhr pada 25 Februari hingga 2 Maret.
 Untung, lawan yang dihadapinya pada babak pertama tergolong ringan. Putra legenda bulu tangkis Indonesia Icuk Sugiarto tersebut akan dijajal Eetu Heino dari Finlandia.
 Ini menjadi pertemuan kedua bagi Tommy dan Eetu. Sebelumnya, Tommy menang 21-10, 21-16 di Spanyol pada 2011.
 Dengan menempati unggulan pertama, Tommy diharapkan bisa memenangi turnamen yang menyediakan hadiah total USD 120 ribu tersebut. Apalagi, selama 2014, pebulu tangkis yang membela Jaya Raya Jakarta di Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2014 itu belum mengantongi gelar.
 Capaian terbaiknya adalah menembus babak final Malaysia Super Series 2014. Sayang, dalam pertandingan puncak turnamen berhadiah total USD 500 ribu tersebut, dia harus mengakui ketangguhan jagoan tuan rumah Lee Chong Wei dengan dua game langsung 19-21, 9-21.
 Sepekan sebelumnya, hasi mengecewakan diperoleh Tommy. Menempati unggulan ketiga, dia menyerah kepada pebulu tangkis nonunggulan asal Tiongkok Tian Houwei 12-21. 17-21.
 Selain Tommy, di nomor tunggal putra ini, Indonesia diwakili oleh Dionysius Hayom Rumbaka. Menempati unggulan kesepuluh, Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, akan dijajal Derek Wong asal Singapura.
 Dalam ajang resmi BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), keduanya belum pernah bertemu.  Tapi, dua pekan lalu, keduanya bersua di ajang Superliga Bulu Tangkis Indonesia 2014.  Dalam pertandingan yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya, pada 3 Februari tersebut, Hayom yang membela Djarum Kudus menang dua game 21-6, 21-18 atas lawannya yang membela Singapura. Pada Jerman Grand Prix Gold 2014, Indonesia absen di nomor ganda putri. (*)

Wakil Indonesia di Grand Prix Gold 2014
Tunggal Putra: Tommy Sugiarto (x1), Dionysius Hayom Rumbaka (x10)
Tungal Putri: Maria Febe Kusumastuti
Ganda Putra: Angga Pratama/Rian Agung Saputro (x3)
Ganda Campuran: Alfian Eko Prasetyo/Annisa Saufika, Irfan Fadilah/Weni Anggraeni. (*)

Kans Denmark Sandingkan Gelar

Minggu, 16 Februari 2014

SUMBANG POIN: Hans-Kristian Vittinghus 

KEJUTAN tim putra Finlandia terhenti. Mereka harus mengakui ketangguhan Denmark dalam babak semifinal yang dilaksanakan di Basel, Swiss, pada Sabtu waktu setempat (15/2).
 Tunggal pertama Finlandia Ville Lang menyerah mudah dua game 12-21, 15-21 kepada Hans-Kristian Vittinghus. Ini menjadi kekalahan kedua bagi Ville. Sebelumnya, dia menyerah kepada Vittinghus di turnamen Belanda Internasional.
 Viktor Axelsen memperbesar kemenangan Denmark. Pebutangkis peringkat 25 dunia itu unggul tiga game 21-11, 14-21, 21-5 atas Eetu Heino, yang kini ada di ranking 74.
 Mantan pasangan peringkat pertama dunia Mathias Boe/Carsten Mogensen memastikan negaranya ke final. Mereka hanya butuh 19 menit saat menghentikan perlawanan Iikka Heino/Anton Kaisti 21-13, 21-3.
 Pada babak final yang dilaksanakan Minggu waktu setempat, Denmark akan ditantang Inggris yang secara mengejutkan mengalahkan Jerman 3-1. Penyakit kalah pun masih dialami tunggal terbaik Denmark Marc Zwiebler.
 Dia tumbang kepada Rajiv Ouseph tiga game 13-21, 21-17, 16-21. Jerman ketinggalan 0-2 saat pasangan Michael Fuchs/Johannes Schoettler takluk 19-21, 19-21 kepada Chris Adcock/Andrew Ellis.
 Harapan Jerman sempat terbuka ketika tunggal keduanya Dieter Domke unggul 21-18-21-17 atas Toby Penty. Sayang, pasangan Peter Kaesbauer/-ngo Indervater menyerah 21-19, 17-21, 18-21.
 Kegagalan Jerman di sektor putra berlanjut di kelompok putri. Menyandang status juara bertahan, mereka kalah 2-3 dari Rusia. Pada babak final, Negeri Beruang Merah, julukan Rusia, akan menjajal ketagguhan Denmark.
Dua tahun lalu di Armsterdam, Belandan, juara sektor putra adalah Denmark yang mengalahkan Jerman. Sedang tim putri Jerman menggagalkan ambisi mengawinkan gelar Denmark. (*)

Rekam Jejak Taufik di Indonesia Terbuka


BUKU: Jumping smash (foto: sidiq)
TAK akan pernah habis kalau kita bicara sosok Taufik Hidayat. Bukan hanya dari sisi prestasi, tapi sisi negatifnya pun tetap menarik jika diangkat.
 Namun, bagaimanapun sosok lelaki asal Pangalengan, Kabupaten Bandung, ini tetap menarik diikuti. Kini, buku tentang menantu dari mantan Ketua KONI Pusat Agum Gumelar tersebut kembali hadir.
 Peluncurannya pun dilakukan di sela-sela pertandingan Superliga Bulu Tangkis Indonesia 2014 di DBL Arena, Surabaya, awal Februari lalu.
Buku itu diberi nama "Jejak Taufik Hidayat di Indonesia Terbuka".
 Sesuai dengan judulnya, buku setebal 152 halaman tersebut pun menggambarkan perjalanan Taufik dalam turnamen yang menjadi kebanggaan Indonesia itu. Buku yang merupakan rekaman fotograper sebuah harian dulu  tabloid olahraga Jakarta Erly Bahtiar tersebut bukan hanya berisi masa kejayaan Taufik, saat terpuruk pun ada.
 Buki ini memang lebih banyak berisi foto-foto Taufik. Meski sejak 1996, Taufik sudah berpartisipasi di Indonesia Terbuka, namun buku dengan sampul warna hijau ini dimulai pada 1998 atau saat pengarang mulai bekerja di media olahraga tersebut.
 Kita bisa melihat masih lugunya Taufik pada 1998. Setahun kemudian, kejayaan suami Amy Gumelar itu pun dimulai.
 Ya, Taufik mampu menjadi juara Indonesia Terbuka sebanyak enam kali yakni pada 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006. Capaian ini menyamai apa yang sudah ditorehkan seniornya, Ardy B. Wiranata. Putra mantan Sekjen PB PBSI Le Ch. Wiranata itu naik di podium terhormat pada  1990, 1991, 1992, 1994, 1995,dan 1997.
 Erly mampu menampilkan fotonya bukan cuma saat Taufik menang di lapangan. Ketika di luar lapangan, ketika dia harus menahan sakit pada 2003 di Batam, Kepulauan Riau, mampi disajikannya dengan baik.
 Begitu juga ketika sinar Taufik mulai redup. Bahkan, Erly pun menggambarkan pertandingan pemungkas Taufik di arena bulu tangkis yakni Indonesia Terbuka 2013. Momen mengharukan saat Taufik memeluk pelatihnya, Mulyo Handoyo, pun diambil dengan sempurna oleh Erly. (*)

Sesama Hongkong di Final Tiongkok Challenge

TEMBUS: Wei Nan (oto: zimbio)


KEJUTAN terjadi di Tiongkok Challenge 2014. Unggulan pertama di nomor tunggal sekaligus andalan tuan rumah Xue Song gagal menembus final.
 Dalam babak semifinal yang dilaksanakan di Lingshui pada Sabtu waktu setempat, dia menyerah kepada Ng Ka Long pada dengan dua game langsung 21-17, 21-15.  Dari sisi peringkat, Xue Song unggul jauh. Kini, dia ada di ranking 34 dunia sementara Ka Long 92.
 Sebenarnya, memulai 2014, Song memulainya dengan manis. Dia mampu menjadi India Grand Prix Gold dengan titel juara. Sementara, Ka Long, penampilannya di Tiongkok Challenge ini menjadi debutnya selama 2014.
 Kemenangan atas Song membuat Ka Long bakal berhadapan dengan rekan senegaranya, Wei Nan. Unggulan kedua ini menang straight game 21-18, 21-17 atas Liao Juanwei dari Tiongkok.
 Hasil di nomor tunggal putra ini membuat Negeri Panda, julukan Tiongkok, gagal sapu bersih. Selain Ka Long dan Wei Nan, nomor yang gagal mempertemukan sesame pebulu tangkis tuan rumah terjadi di nomor ganda putra.
 Pasangan Taiwan Liao Chi-huang/Liao I Liang bakal berhadapan dengan ganda Tiongkok Wang Yilv/Zhang Wen. Pada babak semifinal, Chi-huang/I Liang menghentikan perlawanan Li Gen/Liu Cheng (Tiongkok) 18-21, 21-15, 21-12. Sementara, Yilv/Wen menumbangkan unggulan teratas yang juga rekan senegaranya, Junhui Li/Yuchen Liu, 21-18, 27-25.
Wakil Indonesia sudah tersingkir di babak awal. Di nomor ganda campuran, Lukhi Apri Nugroho/Shella Devi Aulia kalah di babak pertama kepada Junghui/Du Peng 17-21, 16-21 dan Ivanudin Rifan juga mengalami nasib yang sama. Dia angkat koper di babak pertama tunggal putra setelah menyerah 14-21, 16-21 kepada Liu Kai (Tiongkok)
Di sela-sela pertandingan final turnamen yang menyediakan hadiah total USD 50 ribu tersebut dan dilaksanakan Minggu (16/2), bakal dilaksanakan laga ekshibisi nomor ganda. Pasangan yang turun bukan sembarang pasangan, juara dunia lima kali sekaligus peraih emas Olimpiade London 2012, Cai Yun/Fu Haifeng, akan berhadapan dengan dua legenda tunggal putra dunia, Lin Dan/Lee Chong Wei. (*)

AGENDA FINAL TIONGKOK CHALLENGE 2014
Tunggal Putra: Wei Nan (Hongkong x2) v Ng Ka Long (Hongkong)

Tunggal Putri: Xirui Hui (Tiongkok x2) v Liu Xin (Tiongkok)

Ganda Putra: Wang Yilv/Zhang Wen (Tiongkok) v Liao Chi-huang/Liao I Liang (Taiwan)

Ganda Putri:Luo Ying/Luo Yu (Tiongkok x1) v Ou Dongni/Xiong Mengjing (Tiongkok)

Ganda Campuran: Zhang Wen/Huan Xia (Tiongkok) v Wang Yilv/Ou Dongni (Tiongkok)

X=unggulan

Masih Jadi Warga Indonesia

Sabtu, 15 Februari 2014

Markus Wijanu

SOSOK ini selalu ada di tim Singapura selama Superliga Bulu Tangkis Indonesia 2014. Dia duduk di kursi pelatih Negeri Singa, julukan Singapura.
 Wajahnya pun khas Jawa. Ya, dia adalah Markus Wijanu.
Dia pernah menjadi pebulu tangkis nasional Indonesia. Bahkan,  Janu, sapaan karibnya, pernah masuk Tim Piala Thomas.
 Lelaki yang kini berusia 27 tahun itu menjadi tunggal keempat setelah Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso.
 "Tapi setelah Piala Thomas itu saya ke Singapura. Saya diajak Kang Asep (Suharno, mantan pelatih di Pelatnas Cipayung)," ungkap Janu.
 Hanya, saat Asep meninggalkan Singapura untuk menangani Vietnam, dia memilih bertahan. Lelaki asal Klaten, Jawa Tengah, itu menjadi sparring partner bagi para pebulu tangkis negeri pulau itu.
 "Tahun depan, kontrak saya habis. Nggak tahu diperpanjang atau tidak," terang Janu.
 Dibandingkan beberapa rekannya, Janu masih layak dapat acungan jempol. Dia masih tercatat menjadi warga Negara Indonesia.
 Sedangkan nama-nama seperti Shinta Mulia Sari dan Danny Bawa Chrisnanti sudah beralih menjadi warga negara Singapura.
 "Saya masih cinta Indonesia," terang Janu sambil berpamitan hendak mendampingi pebulu tangkis Singapura. (*)

Piala Thomas, Asian Games, dan Tuah New Delhi

Gita Wirjawan

GITA Wiryawan konsentrasi terbagi. Di satu sisi, dia harus berjuang untuk bisa menjadi calon presiden dari Partai Demokrat. Di satu sisi, sebagai ketua umum PP PBSI Gita diharapkan bisa mengembalikan prestasi bulu tangkis Indonesia.
  Di Surabaya usai mengikuti konvensi Partai Demokrat, Gita malas bicara politik. Mantan Menteri Perdagangan RI itu lebih suka berbicara tentang bulu tangkis.
 "Di bawah Rexy (Mainaky, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI), bulu tangkis Indonesia mengalami banyak kemajuan. Dengan hasil selama 2013, kita yakin prestasi bulu tangkis Indonesia akan cerah selama 2014," kata Gita.
 Ya, selama 2013, prestasi yang bisa dibanggakan adalah sukses Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi juara ganda campuran All England serta juara dunia di Guangzhou, Tiongkok. Selain itu, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga menjadi juara dunia ganda putra.
 "Keduanya juga kami harapkan bisa menjadi juara di All England 2014. Untuk nomor lainnya masih berat," ungkap Gita.
 Selain itu, Gita juga menargetkan juara Piala Thomas. Hanya, target itu tak berlaku untuk Piala Uber.
 "Untuk Piala Uber, saya harapkan bisa menembus babak semifinal. Para pebulu tangkis putri sudah ada kemajuan," lanjut dia.
 Dia mencontohkan Bellaetrix Manuputty dan pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Keduanya mengalami progres yang bagus dibandingkan pebulu tangkis putri lainnya.
 "Bellaetrix tampil bagus dan menjadi juara tunggal putri SEA Games 2013. Pada Superliga (Bulu Tangkis Indonesia 2014 di Surabaya), dia juga bagus," lanjut Gita.
Event lain yang menjadi bidikan adalah Asian Games dan Kejuaraan Dunia. Dalam Asian Games di Incheon, korea selatan, Gita menyebut satu gelar minimal harus dibawa pulang.
 Untuk Piala Thomas dan Uber yang dilaksanakan Mei di New Delhi, dia tak mau dipolitisasi. Alasannya waktunya saja yang kebetulan sebulan sebelum pelaksanaan Pemilihan Presiden.
 Jika Indonesia juara dan Gita maju sebagai calon presiden, ini akan memberi arti yang sangat besar baginya. Suara yang akan lari ke Gita bakal melonjak secara signifikan.
 "Saya memang berjodoh dengan New Delhi (host Piala Thomas-Uber 2014). Bukan karena dari sana saya akan jadi presiden, tapi saya memang hapal kotanya karena tiga tahun tinggal di sana. Semoga saja Indonesia bisa juara Piala Thomas di India," ungkap dia. (*)

Lolos Semifinala meski Zwiebler Kalah

BANGKIT: Dieter Domke (foto:badzine)

Tim putra Jerman menginjakkan kaki di babak semifinal Kejuaraan Beregu Eropa 2014. Negeri beribukota Berlin itu mampu menundukkan Ukraina dengan skor 3-1 dalam pertandingan perempat final yang dilaksanakan di Basel, Swiss, pada Jumat waktu setempat (14/2) atau Sabtu dini hari WIB (15/2).
 Ironisnya, lagi-lagi tunggal putra terbaik Jerman Marc Zwiebler gagal memetik kemenangan. Pebulu tangkis yang kini duduk di ranking 11 dunia tersebut secara mengejutkan kalah oleh Dmytro Zavadsky 18-21, 21-16,16-21.
 Padahal, dalam tiga pertemuan sebelumnya, Zwiebler selalu menang. Dari segi peringkat, pebulu tangkis yang membela Musica Champions dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2013 lalu.
 Namun, Zwiebler ini tak merembet ke rekan-rekannya yang lain. Dieter Domke kembali menjadi penyala semangat rekan-rekannya.
 Pebulu tangkis dengan ranking 64 dunia tersebut menang 21-18, 21-16 atas Valeriy Artashchenkov. Jerman kemudian memper besar keunggulan melalui tunggal ketiga Lukas Schmidt yang memupus asa Artem Pochtarev 21-14, 21-17.
 Finalis Kejuaraan Beregu Putra Eropa 2012 itu memastikan lolos ke empat besar melalui Michael Fuchs/Johannes Schoettler yang menang mudah 21-12, 21-16 atas Valeriy Artashchenkov/Gennadiy Natarov.
 Pada babak semifinal, Jerman, yang diunggulkan di posisi kedua, akan dijajal unggulan ketiga Inggris. Lawannya tersebut pada babak perempat final susah payah menyingkirkan Prancis dengan skor 3-2. (*)

Hasil Perempat Final
Putra:
Denmark (x1) v Rusia 3-0
Jerman (x2) v Ukraina 3-1
Inggris (x3) v Prancis (x6) 3-2
Finlandian v Swedia 3-0

Putri:
Denmark (x1) v Spanyol 3-1
Jerman (x2) v Inggris 3-0
Bulgaria (x3) v Ukraina 3-0
Rusia (x4) v Prancis 3-0

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger