www.smashyes.com

www.smashyes.com

Ajang Reuni Penghuni Cipayung

Selasa, 29 April 2014

BELA KLUB: Febby Angguni (foto: sidiq)
AJANG kejuaraan bulu tangkis Piala Wali Kota Surabaya 2014 tetap tak kehilangan gengsi. Meski juara bertahan Korea Selatan dan Pelatnas Cipayung absen.
 Ini disebabkan para pebulu tangkis terbaik Indonesia ikut ambil bagian. Bahkan, gengsinya bisa lebih tinggi dibandingkan sirkuit nasional.
 Negara asing tetap ikut ambil bagian dalam event yang dilaksanakan pada 29 April-4 Mei tersebut.Selain itu, para pebulu tangkis mandiri/professional yang sering turun di berbagai ajang internasional ikut turun ambil bagian.
 Menariknya, mereka mayoritas pernah menjadi penghuni Pelatnas Cipayung. Sebut saja Alamsyah Yunus, Senatria Agus, dan Febriyan Irvannaldy. Ketiga pernah menjadi penghuni Cipayung di era yang tak jauh selisihnya.
 Begitu juga di semua nomor. Febby Angguni dan Tike Arieda sama-sama pernah digembleng di daerah yang masuk wilayah Jakarta Timur itu.
 Di antara semua peserta, ranking dunia Febby Angguni menjadi yang tertinggi. Dalam daftar terakhir yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) per 24 April 2014, dia ada di posisi 51.
 Nomor dua ditempati pasangan ganda putra asal Suryanaga Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana. Sempat menembus 50 besar dunia, kini mereka berada di posisi 54 dunia. (*)

Alamsyah Yunus Tampil dengan Bendera Baru

Alamsyah Yunus
ALAMSYAH Yunus akhirnya turun ke lapangan. Raja sirkuit nasional (sirna) 2013 terebut bakal unjuk kebolehan dalam turnamen PialaWali Kota Surabaya 2014 yang dilakanakan 29 April -4 Mei itu. Dalam dua sirnas yang sudah dilaksanakan di Makassar dan Batam, dia absen. Begitu juga di Malaysia Grand Prix Gold.
 Pada babak pertama, Alamsyah menghadapi pebulu tangki Galaxy Edo Praga. Diperkirakan, dia tak akan mengalami kesulitan berarti.
 Hanya, pada babak kedua, mantan penghuni Pelatnas Cipayung itu akan siap berkeringat. Alamyah diperkirakan dijajal wakil Guangzhou, Tiongkok, Tang Junxian, yang di babak pertama berhadapan dengan Ryan Fajar Satrio (Djarum Kudus).
 Piala Wali Kota Surabaya ini bakal menjadi penampilan perdana Alamyah dengan bendera Tjakrindo Mas. Sebelumnya,lelaki yang menjungkalkan andalan Jepang Kenichi Tago pada Indonesia Super Series Premier 2013 itu membela bendera Pertamina Jakarta dan Tangkas Jakarta.
 Selain Alamsyah, pebulu tangki tunggal putra yang membela bendera Tjakrindo Mas di Piala Wali Kota Surabaya 2014 adalah Stenny Kusuma.  Dia juga merupakan mantan penghuni Pelatnas Cipayung bersama Alamsyah.
 Bahkan, Stenny lama tinggal dan berkompetisi di Liga Spanyol. Hanya,belakang ini, dia lebih aktif sebagai pelatih di klub Suryanaga, Surabaya.
 Tahun lalu, juara tunggal putra Piala Wali Kota Surabaya jatuh ke tangan Adi Pratama. Lelaki yang pernah duduk di posisi kelima Kejuaraan Dunia Junior itu tak bisa mempertahankan gelarnya.
 Ini dikarenakan dia sekarang menjadi rekan tanding (sparring partnet) tim nasional Austria di Wina. Dalam babak final 2013, Adi mengalahkan andalan Wima Febriyan Irvannaldy. (*)

Daftar unggulan Piala Wali Kota Surabaya 2014
Tunggal Putra:
1.Alamsyah Yunus (Tjakrindo Mas)
2. Senatria Agus Putra (SGS)
3. Febriyan Irvannaldy (Wima)
4.Thomi Azizan Mahbub (Djarum)

Tunggal Putri
1.Febby Angguni (Djarum)
2.Tike Arieda Ningrum (Suryanaga)
3.Ganis Nurrahmadani (Pelatprov DKI)
4.Elizabet Purwaningtyas (SGS)

Ganda Putra
1.Chritopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana (Suryanaga)
2.Rendra Wijaya/Rian Sukmawan (Djarum)
3.Riyo Arief/Rizky Hidayat (Wima)
4. Afiat Yuris/Yohannes Rendy Sugiarto (Djarum)

Ganda Putri
1.Devi Tika/Keysha Nurvita (SGS)
2.Komala Dewi/Meiliana Jauhari (Djarum)
3.Dian Fitriani/Nadya Melati (Jaya Raya/Pertamina)
.4.Deariska Putri Medita/Nurbeta (Djarum)

Ganda Campuran
1.Ardianyah/Devi Tika (Berkat Abadi/SGS)
2.Frans Kurniawan/Komala Dewi (Djarum)
3.Rizky Hidayat/Nadya Melati (Wima/Pertamina)
4. Yodi Satrio/Heti Nugraheni (Suryanaga)



Carolina Marin, Spanyol Pertama yang Juara

Senin, 28 April 2014



SEJARAH: Carolina Marin setelah partai final 
CAROLINA Marin mengukir sejarah. Dia menjadi pebulu tangkis Spanyol yang menjadi juara Eropa.
 Itu setelah Marin mengalahkan pebulu tangkis Denmark Anna Thea Madsen dengan rubber game 21-9, 14-21, 21-8 pada final tunggal putri Kejuaraan Perorangan Eropa 14 yang dilaksanakan di Gymnasium Center, Kazan, Rusia, pada Minggu waktu setempat (27/4).
 Sejak Kejuaraan Perorangan Eropa dilaksanakan 1968, belum ada wakil Negeri Matador, julukan Spanyol, yang naik ke podium terhormat. Bahkan,meraih medali perunggu pun belum pernah.
 Kemenangan ini juga membuat Marin kali pertama mengalahkan Anna. Sebelumnya, mereka belum pernah bersua.
Pada 2014 ini, Marin menjadi sorotan.Dua pekan lalu, dia menjadi satu-satunya tunggal putri Eropa yang mampu menembus posisi 10 besar sebelum akhirnya terpeleset satu setrip.
 Tahun lalu, hanya Tine Baun dari Denmark yang melakukannya dalam beberapa tahun terakhir. Sayang, setelah menjadi juara All England 2013, dia mengundurkan diri.
 Selain itu,kemenangan gadis 21 tahun tersebut juga menghambat laju Denmark untuk bisa melebihi capaian dua tahun lalu di Swedia. Saat itu, negara yang juga dikenal kuat di sepak bola tersebut memperoleh tiga gelar.
 Tahun ini, Denmark membawa pulang posisi terhomat dari nomor tunggal putra melalui Jan O Jorgensen, ganda putrid (Christinna Pedersen/Kamilla Rytter-Juhl), dan Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Di nomor ganda putri dan ganda campuran, terjadi final sesama pasangan Denmark (all Danish finals). (*)

Hasil Final Kejuaraan Perorangan Eropa 2014
Tunggal Putra:Jan O Jorgensen (Denmark x1) v Rajiv Ouseph (Inggris x5) 21-18, 21-10

Tunggal Putri: Carolina Marin (Spanyolx1) v Anna Thea Madsen (Denmark) 21-9, 14-21, 21-8

Ganda Putra: Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov (Rusia x3) v Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding  (Denmark x4) 21-13, 21-16

Ganda Putri: Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl (Denmark x1) v Line Damkjaer/Marie Roepke (Denmark) 21-11, 21-11
Ganda Campuran:  Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark x1) v Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl (Denmark) 22-24, 21-13, 21-18

x=unggulan

Tak Sakit, tapi Permainan Menurun

SIMULASI: Sony Dwi Kuncoro

SONY Dwi Kuncoro pasrah. Dia tak mau memaksakan diri tampil pada putaran final Piala Thomas 2014 yang dilaksanakan di New Delhi, India, pada 18-25 Mei mendatang.
 Ini berkaca dari penampilannya dalam pertandingan simulasi yang dilaksanakan di Sritex Arena, Solo, pada Sabtu (26/4). Saat itu, Sony kalah oleh pebulu tangkis muda Ihsan Maulana Mustofa dengan dua game langsung 19-21, 18-21.
‘’Masuk atau tidaknya saya serahkan ke pelatih dan pengurus,’’ terang Sony kepada smashyes.
 Hanya, kalau dia merasakan permainan yang dilakoni, arek Suroboyo tersebut pesimitis bisa masuk Tim Thomas Indonesia. Meski, Sony mengakui cedera yang dialami sudah tak terasa lagi.
 ‘’Sebenarnya, saya sudah gak sakit. Hanya, kemampuan saya sudah segitu kemampuannya,’ ucap Sony.
 Bahkan, pebulu tangkis yang bergabung Suryanaga, Surabaya, itu sudah siap jika harus menerima risiko terburuk. Meski, untuk dipilih pun, Sony tetap siap.
 ‘’Kalau nggak masuk ya nggak apa-apa,’’ tegas bapak dua anak ini.
 Dua tahun lalu, Sony juga tak masuk Tim Thomas Indonesia. Hanya, saat itu, dia masih cedera sehingga tak bisa untuk turun ke lapangan.
 ‘’Main saya sekarang sudah turun. Saya perlu waktu lagi untuk mengembalikan kondisin seperti dulu,’’ lanjut Sony.
 Dia mengakui persiapan yang dilakukannya kurang maksimal. Apalagi, selama ini, cedera pula yang membuat porsi latihannya belum bisa 100 persen.
 Selama ini, cedera sering membuat Sony tak bisa maksimal. Ini pernah membuat peringkatnya pernah terlempar  di luar 100 besar.
 Namun, berlahan tapi pasti, saat kondisinya pulih, dia naik lagi. Bahkan, ranking keempat pernah ditempatinya.
 Hanya, saat ini, lama absen kembali membuat posisinya terus melorot. Dalam daftar peringkat terakhir yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) per 24 April, dia ada di posisi 19.
 Ranking ini menjadikannya menjadi pebulu tangkis peringkat ketiga Indonesia di bawah Tommy Sugiarto (5) dan Dionysius Hayom Rumbaka yang satu setrip di atasnya. (*)

Dua Pekan, Dua Gelar

Minggu, 27 April 2014

KUAT: Lin Dan

SHO Sasaki kembali membuat repot Lin Dan. Hanya, dia tetap harus mengakui ketangguhan juara dunia lima kali tunggal putra tersebut dengan rubber game 21-14, 9-21, 15-21 dalam final Kejuaraan Asia 2014 yang dilaksanakan di Gimcheon Indoor Stadium, Gimcheon, Korea Selatan, pada Minggu waktu setempat (27/4).
 Sho juga pernah memaksa Lin Dan bertarung tiga game dalam Olimpiade London 2012. Bahkan, dia sempat memetik kemenangan pada Indonesia Super Series Premier 2011.
 Sebaliknya, bagi Lin Dan, kemenangan ini membuat dia menjadi juara dua kali beruntun. Pekan lalu, suami mantan ratu tunggal dunia, Xie Xingfang, itu naik ke podium terhormat dalam Tiongkok Masters Grand  Prix Gold 2014.
 Ini menjadi bekal berharga bagi Lin Dan untuk tampil dalam  putaran final Piala Thomas 2014 yang dilaksanakan di New Delhi, India, pada 18-25 Mei mendatang. Ini dikarenakan dia bakal menjadi tunggal ketiga pada event beregu putra tersebut.
 Dalam Kejuaraan Asia 2014, Tiongkok membawa pulang dua gelar. Satu gelar lainnya disumbangkan dari nomor ganda putri. Wakil Negeri Panda, julukan Tiongkok, Luo Ying/Luo Yu menumbangkan unggulan kedua yang juga menjadi tumpuan tuan rumah Kim Ha-na/Jung Kyun-eun dengan dua game langsung 21-18, 21-18.
 Korea Selatan sendiri juga mengamankan dua gelar dari tunggal putri dan ganda  putra. (*)

Hasil Final Kejuaraan Asia 2014

Tunggal Putra: Lin Dan (Tiongkok) v Sho Sasaki (Jepang) 14-21, 21-9, 21-15

Tunggal Putri: Sung Ji-hyun (Korsel x4) v Wang Shixian (Tiongkok x1) 21-19,21-15

Ganda Putra: Shin Baek-choel/Yoo Yeon-seong (Korsel) v Junhui Li/Yuchen Liu (Tiongkok) 22-20, 21-17

Ganda Putri: Luo Ying/Luo Yu (Tiongkok) v Kim Ha-na/Jung Kyung-eun (Korsel) 21-18, 21-18

Ganda Campuran: Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Hongkong x3) v Shin Baek-choel/Jang Ye-na (Korsel x4) 13-21, 21-15, 21-15

X=unggulan

Simon Mantapkan Posisi di Tim Thomas 2014

DI KUDUS: Simon Santoso (foto:PBSI)

POSISI Simon Santoso di Tim Thomas Indonesia 2014 semakin mantap. Itu setelah dia mampu mengalahkan Dionysius Hayom Rumbaka dengan dua game 21-15, 21-18 pada pertandingan simulasi yang dilaksanakan di Sritex Arena, Solo, pada Sabtu waktu setempat (26/4). Kemenangan Simon juga membuat Tim A menang telak 4-1 atas Tim B.
 Sebelumnya, Simon sempat tak masuk tim bayangan Thomas Indonesia 2014. Ini dikarenakan sejak Januari lalu, pebulu tangkis asal Tangkas, Jakarta, tersebut mengundurkan diri dari Pelatnas Cipayung.
 Ini dikarenakan dia sempat diancam dicoret dari kawah candradimuka bulu tangkis Indonesia itu. Alasannya, dia tak mampu memenuhi target dalam dua turnamen pembuka 2014 yakni Korea Super Series dan Korea Super Series Premier.
 Namun, setelah tak di Cipayung, Simon malah tampil moncer. Dia melakukan hat-trick (tiga kali beruntun) menjadi juara. Yakni membawa Musica Kudus juara Superliga Bulu Tangkis Indonesia 2014, Malaysia Grand Prix Gold 2014, dan Singapura Super Series 2014.
 Hebatnya, di final Singapura Super Series 2014, lelak asal Tegal, Jawa Tengah, tersebut mempermalukan  tunggal putra nomor satu dunia saat ini Lee Chong Wei asal Malaysia. Dalam beberapa tahun terakhir, belum wakil Indonesia yang mampu menundukkan lelaki yang dianugerahi gelar Datuk itu.
 Dengan ranking yang dimiliki sekarang, 32, Simon menjadi tunggal keempat terbaik yang dimiliki Indonesia. Posisinya di bawah Tommy Sugiarto (ranking 5), Dionysius Hayom Rumbaka (18), dan Sony Dwi Kuncoro (19).
 Namun, melihat kondisi sekarang, bisa jadi juara Indonesia Super Series Premier 2012 itu naik sebagai tunggal ketiga atau malah menjadi tunggal kedua.  Dengan lagi on fire, satu poin dari Simon sangat dibutuhkan  Indonesia untuk membawa pulang Piala Thomas yang sejak 2004 bersemayam di Tiongkok.
 Simon sendiri jauh-jauh hari sudah siap jika tenaganya dibutuhkan lagi oleh PP PBSI. (*)




Hasil pertandingan simulasi
Piala Uber 2014
Indonesia B v Indonesia A: 3-2

-Lindaweni Fanetri v Bellaetrix Manuputty 19-21, 19-21

-Della Destiara Haris/Anggia Shitta Awanda v Nitya Krishinda/Greysia Polii 20-22, 21-16 dan 21-15.

-Aprilia Yuswandari v Hanna Ramadini 18-21, 21-15, 21-12

Suci Rizky Andini/Tiara Rosalia Rosaidah v Pia Zebadiah/Rizki Amelia Pradipta 13-21, 17-21

Maria Febe Kusumastuti v Adriyanti Firdasari 15-21, 21-19, 21-14

Piala  Thomas
Indonesia A v Indonesia B; 4-1
-Tommy Sugiarto v Wisnu Yuli Prasetyo 18-21, 21-12, 21-14

-Markis Kido/Marcus Fernaldy Gideon v Mohammad Ahsan/Angga Pratama 21-13, 16-21, 13-21

-Ihsan Maulana Mustofa v Sony Dwi Kuncoro 21-19, 21-18

Hendra Setiawan/Rian Agung Saputro v Berry Angriawan/Ricky Karanda 21-14, 19-21, 21-19

Simon Santoso v Dionysius Hayom Rumbaka 21-15, 21-18

Gagal Sesama Denmark di Tiga Nomor

Mathias Boe/Carsten Mogensen (foto:thestar)

DENMARK berpeluang menyapu bersih gelar di Kejuaraan Peroragan Eropa 2014. Mereka menempatkan wakil di semua nomor dalam babak final yang dilaksanakan di Gymnastics Center Kazan, Rusia, pada Minggu waktu setempat (27/4).
 Bahkan, dua gelar sudah dipastikan dibawa pulang oleh negeri di skandinavia itu. Ini setelah dua wakil Denmark saling bertemu di babak pemungkas (all Danish finals) nomor ganda putri dan ganda campuran.
 Sayang, di ganda putra, unggulan teratas asal Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen secara mengejutkan tumbang oleh unggulan ketiga asal Rusia Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov dengan 19-21, 21-18, 18-21. Padahal, jika menang, all Danish finals pun bakal bertambah.
 Itu disebabkan pasangan lainnya daru negeri beribukota Kopenhagen tersebut Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding sudah menunggu d babak pemungkas. Di semifinal, mereka menjungkalkan unggulan kedua asal Inggris Chris Adcock/Andrew Ellis 21-16, 19-21, 21-8.
 Kekalahan Boe/Mogensen dari pasangan Negeri Beruang Merah, julukan Rusia, ini menjadi kekalahan kedua beruntun. Tahun lalu, mereka juga menyerah kepada Ivanov/Sozonov di Indonesia Super Series Premier. Padahal, saat itu Boe/Mogensen menjadi unggulan teratas dalam event yang dilaksanakan di Jakarta tersebut. Dua tahun lalu, mereka juga menjadi juara Eropa.
 Pada kejuaraan 2012 yang dilaksanakan di Karlskrona, Swedia, Denmark membawa pulang tiga gelar dari tunggal putri (Tine Baun), ganda putra (Boe/Mogensen), dan ganda putri (Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl). (*)



Jadwal Final Kejuaraan Perorangan Eropa 2014
Tunggal Putra: Jan O Jorgensen (Denmark x1) v Rajiv Ouseph (Inggris x5)

Tunggal Putri:Carolina Marin (Spanyol x1) v Anna Thea Madsen (Denmark)

Ganda Putra: Vladimir Ivanov/Ivan Soonov (Rusia x3) v Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding (Denmark x4)

Ganda Putri:Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl (Denmark x1) v Line Damkjaer Kruse/Marie Roepke (Denmark x3)

Ganda Campuran: Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark x1) v Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl (Denmark)

Sho Pernah Permalukan Lin Dan

ANCAMAN: Sasaki Sho 

SASAKI Sho tak boleh dipandang sebelah mata oleh Lin Dan. Meski, dia pernah kalah sembilan kali tumbang dari pebulu tangkis Tiongkok tersebut.
 Hanya, Sho juga pernah mempermalukan lima kali juara dunia tersebut. Itu terjadi saat lelaki asal Jepang itu mengalahkan Superdan, julukan Lin Dan, di Indonesia Super Series Premier 2011.
 Saat itu, Sho menjungkalkan Lin Dan, yang diunggulkan di posisi kedua, dengan dua game langsung 21-12, 21-18. Bahkan, dalam pertemuan terakhir di Olimpiade London 2012, Sho menjadi satu-satunya pebulu tangkis yang memaksa Lin Dan bertarung tiga game selain di final menghadapi Lee Chong Wei asal Malaysia.
 Kini,Sho akan kembali menantang suami mantan ratu bulu tangkis dunia itu dalam final Kejuaraan Perorangan Asia 2014 di Gimheon Indoor Stadium, Gimcheon, Korea Selatan, pada Minggu waktu setempat (27/4). Itu setelah Sho dan Lin Dan mengalahkan lawan-lawannya di babak semifinal yang digelar Sabtu waktu setempat (26/4).
 Sho menghentikan perlawanan wakil tuan rumah Hwang Jong-soo dengan dua game langsung 21-13, 21-15. Sedangkan Lin Dan mengalahkan juniornya, Liu Kai, juga dengan straight game 21-14, 21-13.
 Tahun lalu, Lin Dan gagal menjadi juara Asia. Dia mundur di babak ketiga karena cedera. Posisi terhormat jatuh ke tangan rekannya sendiri, Du Pengyu.
 Pada babak final, Tiongkok dan Korea Selatan sama-sama meloloskan empat wakilnya di empat nomor. (*)

Jadwal Final Kejuaraan Asia 2014

Tunggal Putra:Lin Dan (Tiongkok) v Sasaki Sho (Jepang)

Tunggal Putri:Wang Shixian (Tiongkok x1) v Sung Ji-hyun (Korea Selatan)

Ganda Putra: Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok) v Shin Baek-choel/Yoo yeon-seong (Korsel)

Ganda Putri: Luo Ying/Luo Yu (Tiongkok) v Kim Ha-na/Jung Kyung-eun (Korsel x2)

Ganda Campuran: Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Hongkong) v Shin Baek-choel/Jang Ye-na (Korsel x4)

X=unggulan

Selvanus Tak Bersama dengan Kevin

Sabtu, 26 April 2014

CERAI: Selvanus (kiri) dan Kevin

 JUARA di Vietnam Challenge 2014 dan Selandia Baru Grand Prix Gold 2014 tak menjamin Selvanus Geh dan Kevin Sanjaya dipatenkan. Buktinya, mereka akan dipisah lagi dalam Sirkuit Nasional (Sirnas) Jakarta Open 2014 yang akan dilaksanakan pada 11-17 Mei mendatang.
 ‘’Saya masih diajak. Pasangan saya jugan bukan dengan Kevin lagi,’’ kata Selvanus kepada smashyes.
 Hanya, dia belum tahu dengan siapa bakal dipasangkan. Alasannya, selama ini di Cipayung, markas Pelatnas PP PBSI, selalu diacak.
 ‘’Tunggu aja nanti didaftarkan dengan siapa,’’ lanjut Selvanus.
 Lelaki asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ini tampil di Jakarta Open ini dikarenakan tak dikirim ke turnamen. Alasannya, pada saat bersamaan PP PBSI tengah konsentrasi dalam putaran final Piala Thomas-Uber yang dilaksanakan 18-25 Mei di New Delhi, India.
 Sejak dipisah dengan pasangan lamanya yang sama-sama berasal dari klub Jawa Timur, Ronald Alexander (Suryanaga), Selvanus sudah diduetkan dengan Alfian Eko Prasetya dan Kevin. Hasilnya pun memuaskan, mereka selalu juara.
 Bersama dengan Alfian, mereka juara di Malaysia Challenge 2013. Dalam final, mereka mengalahkan pasangan tuan rumah Chooi Kah Ming/Teo Ee Yi dengan dua game langsung 21-15, 21-13. (*)

Tunggal Putra Denmark Cari Lawan di Final

TERATAS: Jan O Jorgensen

DENMARK sudah memastikan satu tiket ke final tunggal putra Kejuaraan Perorangan Eropa 2014. Dua wakil negeri tersebut, Jan O Jorgensen bersua dengan Viktor Axelsen bersua di babak semifinal yang dilaksanakan pada Sabtu waktu setempat (26/4) di  Gymnastics Center Kazan, Rusia.
 Pada babak perempat final Jumat (25/4), Jorgensen , yang diunggulkan di posisi teratas, dipaksa tampil tiga game 21-14, 19-21, 21-12 untuk menghentikan langkah Brice Leverdez, unggulan ketujuh asal Prancis. Ini untuk kali pertama Jorgensen menang dengan tiga game.
 Dalam dua kali laga sebelumnya, lelaki yang kini duduk di posisi ketiga tunggal putra dunia itu hanya butuh dua game untuk menundukkan Leverdez, yang kini di ranking 35. Yakni di Kejuaraan Bereu Campuran Eropa 2009 dengan 21-13,21-14 dan di Tiongkok Super Series 2009 dengan 21-18, 21-10.
 Sementara, Viktor, yang diunggulkan di posisi keempat, menang dua game langsung 21-9, 21-18 atas Vladimir Malkov (Rusia).  Selama ini, Jorgensen dan Viktor hanya dua kali bertemu dan saling mengalahkan.
 Dalam pertemuan pertama di Denmark Super Series 2010, Jorgensen menang 21-14, 21-16. Namun, tahun ini di Swiss Grand Prix Gold, dia kalah tiga game 21-13, 13-21, 14-21 dari rekannya yang kini duduk di tangga ke-16 dunia tersebut.
 Sebenarnya, ada peluang meloloskan tiga wakil Denmark di semifinal. Sayang, Hans-Kristian Vittinghus, yang diunggulkan di posisi ketiga, secara mengejutkan tumbang oleh wakil Inggris Rajiv Ouseph 15-21, 21-15, 21-11. Di semifinal, Ouseph, yang diunggulkan di posisi kelima, akan ditantang pembunuh raksasa Vladimir Ivanov, yang di perempat final mempermalukan unggulan keenam asal Belanda Eric Pang dengan mudah 21-15, 21-9.
 Pada babak kedua, pebulu tangkis dengan tinggi 2 meter itu menjungkalkan unggulan kedua asal Jerman Marc Zwiebler dengan 21-14, 24-22. (*)



Tak Lebih dari 35 Menit

SEMIFINAL: Lin Dan terus melaju.

LIN Dan tak pernah memeras banyak keringkat dalam Kejuaraan Perorangan Asia 2014. Hingga lolos ke babak semifinal,  tunggal putra andalan Tiongkok ini belum pernah kehilangan satu game.
 Pada babak perempat final yang dilaksanakan di Gimcheon Indoor Stadium, Gimcheon, Korea Selatan, pada Jumat waktu setempat (25/4), Lin Dan menang dua game lagi saat menundukkan Wei Nan asal Hongkong dengan 21-10, 21-17. Menariknya juga, setiap kemenangan yang diraih juara dunia lima kali itu tak pernah lebih dari 35 menit.
 Kans menang mudah terus terbuka. Itu disebabkan pada babak semifinal, dia menghadapi juniornya, Liu Kao. Pebulu tangkis yang tampil dari babak kualifikasi ini menundukkan R. Gurrusaidutt dari India dengan 22-24, 21-9,21-13.
 Dari segi ranking, Lin Dan ungguh jauh. Suami mantan ratu bulu tangkis dunia Xie Xingfang tersebut di posisi 83 sementara Liu Kai di 259.
  Semifinal lain akan mempertemukan Sho Sasaki dari Jepang dengan Jong Soo-hwang. Di perempat final, Sho menang ketat tiga game 16-21, 21-11, 21-19. Sementara, Soo-hwang menghentikan perlawanan wakil Taiwan Hao Hsu Jen dengan straight game 21-14, 21-19.
 Ini menjadi pertemuan pertama bagi kedua pebulu tangkis. Hanya, melihat ranking, Sho lebih diunggulkan. Dia di posisi 23 sementara Soo-hwang di 140 dunia. (*)

Selalu menang mudah
Babak I: K Srikanth (India x7) 21-7, 21-4 (32 menit)
Babak II: Pham Cao Cuong (Vietnam) 21-13, 21-4 (30 menit)
Perempat final: Wei Nan (Hongkong) 21-10, 21-17 (34 menit)

Wakil Indonesia Sudah Habis

Jumat, 25 April 2014

KAKAK-BERADIK: Yuhan Tan dan Lianne Tan

‘’INDONESIA” sudah tak punya wakil di Kejuaraan Perorangan Eropa 2014. Itu setelah pasangan kakak-beradik , YuhanTan dan Lianne Tan, kalah di babak ketiga dalam event yang dilaksanakan di di Gymnastic Center Kazan, Rusia, pada Kamis waktu setempat (24/4).
Yuhan harus mengakui ketangguhan unggulan unggulan keempat tunggal putra asal Denmark Viktor Axelsen dengan dua game langsung 21-17, 21-16. Sementara, Lianne, yang juga adik Yuhan, yang tampil di tunggal putri, menyerah di tangan unggulan kelima asal Rep Ceko Kristina Gavnholt dengan straight game 16-21, 12-21.
 Memang, dalam Kejuaraan Perorangan Eropa, Yuhan dan Lianne tercatat membela bendera Belgia. Ini dikarenakan status mereka sebagai warga negara yang ibukotanya Brussel tersebut.
 Namun, ada darah Indonesia di kedua pebulu tangkis kakak beradik tersebut. Bapaknya berasal dari Bandung.
 Di negaranya, Yuhan menyandang status juara nasional. Dia berlaga di dua olimpiade, Beijing 2008 dan London 2012. Di London, Yuhan tampil bersama Lianne.
 Namanya pernah mencuat ketika mengalahkan tunggal andalan Indonesia Sony Dwi Kuncoro di Swiss Grand Prix Gold 2011. (*)

Lompatan 123 Peringkat Selvanus/Kevin

PODIUM: Selvanus(kiri) dan Kevin saat juara. (foto: twitter)

KENAIKAN peringkat yang signifikan bukan hanya dialami Lin Dan dari Tiongkok. Pasangan ganda putra Indonesia Selvanus Geh/Kevin Sanjaya pun juga.Pasangan anyar ini langsung melonjak 123 peringkat ke posisi 136.
 Itu sesuai dengan rilis peringkat terbaru yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) Kamis (24/4).Pekan lalu, pasangan Pelatnas Cipayung tersebut masih di ranking 250
 Melonjaknya peringkat Selvanus/Kevin itu tak lepsa dari sukses menjadi juara dalam Selandia Baru Grand Prix 2014 yang berakhir pekan lalu. Dalam final yang dilaksanakan Sabtu (19/4) di Auckland, mereka mengalahkan unggulan kedua asal Taiwan Chen Hung Ling/Lu Chia Pin dengan rubber game 15-21, 23-21, 21-11.
 Ini menjadi gelar kedua bagi Selvanus/Kevin. Meski, baru baru dipasangkan pada 2014 ini. Sebelumnya, mereka sudah sering gonta-ganti pasangan.
Sebelumnya, pasangan yang berasal dari Wima Surabaya dan Djarum Kudus tersebut menjadi juara di Vietnam Challenge. Pada final yang dilaksanakan di Hanoi pada 30 Maret lalu, Selvanus/Kevin menundukkan unggulan kedua asal Australia Robin Midleton/Ross Smith dengan dua game langsung 21-14, 21-13.
 Hasil di Selandia Baru Grand Prix 2014 juga melonjakan posisi pasangan ganda campuran yang menjadi juara di event tersebut, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika. Mereka naik 40 setrip ke ranking 89.
 Dalam final di Auckland, Alfian/Annisa mengalahkan rekannya sendiri di Pelatanas Cipayung Edi Subaktiar/Melati Daeva 21-18,17-21, 21-12. Sama halnya dengan Selvanus/Kevin, di Vietnam, mereka juga naik ke podium terhormat.
Di laga pemungkas, mereka mengalahkan Fernando Kurniawan/Poon Lok Yan 21-14, 21-17.
 Di nomor ganda putra, posisi teratas masih menjadi milik pasangan Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Sementara di ganda campuran, pasangan merah putih Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ada di posisi kedua (*)

Vladimir Ivanov Pecah Telor

DUA GAME: Vladimir Ivanov (foto:badmintoneurope)

MARC Zwiebler harus merelakan gelarnya lepas. Juaa bertahan di nomor tunggal putra asal Jerman tersebut harus mengakui ketangguhan Vladimir Ivanov (Rusia) dengan dua game langsung 14-21, 22-24 pada babak kedua Kejuaaan Perorangan Eropa di Gymnastic Center Kazan, Rusia, pada Kamis waktu setempat (24/4).
 Ini menjadi kekalahan pertama bagi Zwiebler dalam tiga kali pertemuan. Dua kemenangan dipetik pebulu tangkis yang kini duduk di posisi 12 dunia itu di Jerman Grand Prix Gold 2011 dan Kejuaraan Beregu Eropa 2013.
 Menariknya, pada tahun ini, Zwiebler dan Ivanov pernah bergabung dalam satu tim, yakni Musica Champion dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia. Kolabirasi keduanya pun mengantarkan klub tersebut menjadi juara.
 Setelah mengalahkan Zwiebler membuat langkah Ivanov ke perempat final semakin lapangan. Di babak ketiga, lelaki dengan tinggi 2 meter itu menang mudah 21-9, 21-8 atas Maxime Moreeles dari Belgia.
 Untuk bisa lolos semifinal, Ivanov harus bisa menyingkirkan unggulan keenam asal Belandia Eric Pang, yang di babak ketiga harus berjuang tiga game 16-21, 21-13, 21-14 guna menyingkirkan Pablo Albian (Spanyol). Kedua pebulu tangkis sekali bertemu pada Belgia Internasional 2010. Hasilnya, Pang menang dua game langsung 21-16, 21-19. Secara peringkat, Pang juga lebih unggul. Dia di posisi 29 sementara Ivanov 46.
 Kekalahan Zwiebler juga membuka peluang bagi wakil Denmark untuk kembali menguasai nomor bergengsi ini. Hingga babak perempat final,  tiga andalannya, Jan O Jorgensen, Hans-Kristian Vittinghus, dan Viktor Axelsen masih bertahan.  Ketiganya menduduki unggulan pertama, ketiga, dan keempat. (*)

Lin Dan Masuk 100 Besar Lagi

Kamis, 24 April 2014

Lin Dan usai juara Tiongkok Grand Prix Gold. (foto:thestar)

LIN Dan kembali menembus 100 besar. Dalam rilis peringkat terbaru yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), pebulu tangkis asal Tiongkok tersebut duduk di ranking 83. Pekan lalu, dia masih berada di tangga ke-104.
 Naik 21 setrip ini tak lepas dari keberhasilan Lin Dan menjadi juara Tiongkok Masters Grand Prix Gold 2014. Dalam final yang dilaksanakan pada Minggu (20/4), dia mampu mengalahkan rekannya sendiri Tian Houwei dengan dua game langsung 21-14, 21-9.
 Kemenangan di kandang sendiri itu juga membuat Lin Dan berhak mengantongi tambahan 7 ribu poin. Bahkan, tak menutup kemungkinan, rankingnya bakal melesat lagi.
 Alasannya, pekan ini,juara dunia lima kali itu bakal naik ke podium terhormat dalam Kejuaraan Asia yang kini tengah berlangsung. Saat ini, langkah Lin Dan sudah sampai babak perempat final.
 Dalam ranking terbaru BWF, tidak ada perubahan di posisi 10 besar tunggal putra. Posisi teratas masih diduduki Lee Chong Wei asal Malaysia. Indonesia menempatkan Tommy di tangga kelima.(*)
LIN Dan kembali menembus 100 besar. Dalam rilis peringkat terbaru yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), pebulu tangkis asal Tiongkok tersebut duduk di ranking 83. Pekan lalu, dia masih berada di tangga ke-104.
 Naik 21 setrip ini tak lepas dari keberhasilan Lin Dan menjadi juara Tiongkok Masters Grand Prix Gold 2014. Dalam final yang dilaksanakan pada Minggu (20/4), dia mampu mengalahkan rekannya sendiri Tian Houwei dengan dua game langsung 21-14, 21-9.
 Kemenangan di kandang sendiri itu juga membuat Lin Dan berhak mengantongi tambahan 7 ribu poin. Bahkan, tak menutup kemungkinan, rankingnya bakal melesat lagi.
 Alasannya, pekan ini,juara dunia lima kali itu bakal naik ke podium terhormat dalam Kejuaraan Asia yang kini tengah berlangsung. Saat ini, langkah Lin Dan sudah sampai babak perempat final.
 Dalam ranking terbaru BWF, tidak ada perubahan di posisi 10 besar tunggal putra. Posisi teratas masih diduduki Lee Chong Wei asal Malaysia. Indonesia menempatkan Tommy di tangga kelima.(*)

Lin Dan dalam lima pekan terakhir
24 April 2014: 83
17 April 2014: 104
10 April 2014: 103
3 April 2014: 104
23 Maret 2014: 10

Kesempatan Tan Yuhan Lakukan Revans II

BELGIA: Yuhan Tan punya darah Indonesia.

TAN Yuhan sukses melakukan revans. Pebulu tangkis Belgia berdarah Indonesia itu mampu mengalahkan Henri Hurskainen dari Swedia dengan rubber game 21-14, 18-21, 21-9 dalam pertandingan babak I Kejuaraan Perorangan Eropa 2014 yang dilaksananakan di Gymnastic Center, Kazan, Rusia, pada Rabu waktu setempat (23/4).
 Dalam pertemuan pertama, Yuhan kalah mudah dengan dua game langsung 5-21, 13-21. Ironisnya, pil pahit itu dialaminya di kandang sendiri dalam Belgia Internasional Series 2013.
 Sebenarnya, secara peringkat, Yuhan masih kalah. Dalam rilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Internasional) per 17 April lalu, dia ada ranking 97. Sementara, Henri ada di posisi 37.
 Kemenangan ini membawa Yuhan bakal berhadapan dengan wakil Ukraina Valeriy Atrashchenkov yang di babak pertama lolos tanpa memeras keringkat karena memperolah bye. Kemampuan Valeriy tak boleh dipandang sebelah mata.
 Dia pernah mempermalukan Yuhan pada Bulgaria Internasional 2011. Saat itu, pebulu tangkis yang membawa nama Belgia di ajang Olimpiade London 2012 itu takluk tiga game 28-26, 15-21, 12-21.
 Pada nomor tunggal putra ini, dua unggulan teratas, Jan O Jorgensen (Denmark) dan Marc Zwiebler, pada babak pertama memperoleh bye. (*)  

Masih Punya Keinginan Terpendam

Rabu, 23 April 2014


PP PBSI mulai membuka diri. Induk organisasi olahraga bulu tangkis se-Indonesia itu memberi kesempatan kepada atlet nonpelatnas ikut ambil bagian dalam seleksi. Semua pebulu tangkis Indonesia pun berharap mendapat kesempatan seperti itu. Begitu juga dengan Andre Kurniawan Tedjono. Berikut petikan wawancara singkat dengan Andre.

Sebentar lagi Piala Thomas akan dilaksanakan di India. Dengan ranking yang Anda miliki harusnya Andre juga dikasih kesempatan?
-Saya nggak tahu. Itu kan terserah keputusan PBSI

Andre belum pernah masuk seleksi Tim Piala Thomas?
-Pernah. Pada 2008, saya masuk seleksi tim

Anda gagal?
-Iya. Saya kalah sama Tommy (Sugiarto) dan Alamsyah (Yunus). Saya hanya menang atas Adityawarnan. Tommy yang akhirnya terpilih menjadi tunggal keempat.

Masih punya keinginan masuk Tim Thomas?
-Ya kalau dipanggil ya mau. Saya juga bersedia main.

Saat ini, Andre balik ke Indonesia. Dia mengalami cedera dan ingin konsentrasi menghadapi Indonesia Super Series Premier 2014 yang dilaksanakan di Jakarta pada 17-22 Juni mendatang. (*)

Unggulan Teratas Kejuaraan Asia Tumbang

KEJUTAN: Boonsak Ponsana 

KEJUTAN langsung tersaji dalam Kejuaraan Asia 2014. Unggulan pertama di nomor tunggal putra Boonsak Ponsana dari Thailand menyerah kepada Wei Nan (Hongkong) dengan rubber game 19-21, 21-12, 21-10 pada pertandingan babak pertama yang dilaksanakan di Gimcheon Indoor Stadium, Gimcheon, Korea Selatan, pada Rabu waktu setempat (23/4).
 Hasil ini membuat Wei Nan leading 2-1. Kali terakhir, dia menang atas pebulu tangkis Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, itu di Jerman Grand Prix Gold 2014 dengan 21-17, 21-14. Sementara, Boonsak unggul di Hongkong Super Series 2013 dengan 21-13, 21-10.
 Pada babak kedua, We Nan, yang kini berada di ranking 38, bakal menjajal ketangguhan wakil tuan rumah Lee Dong-keun yang secara mengejutkan mempermalukan Liew Daren dari Malaysia dua game langsung 24-22, 21-13.
 Secara peringkat, Wei Nan kalah. Dong-keun tujuh setrip di atasnya. Selain itu, dalam pertemuan terakhir di babak kualifikasi All England Super Series Premier 2014, Wei Nan menyerah 21-18, 21-18.
 Kemenangan juga diraih Lin Dan. Juara dunia lima kali asal Tiongkok itu tak mengalami kesulitan berarti saat menumbangkan unggulan ketujuh asal India K. Srikanth dengan 21-7, 21-14.
 Pekan lalu, Lin Dan baru saja menjadi juara dalam Tiongkok Masters Grand Prix Gold 2014. Itu menjadi gelar perdana bagi peraih dua emas olimpiade, Beijing 2008 dan London 2012, setelah kali terakhir naik ke podium terhormat dalam Kejuaraan Dunia 2013 pada Agustus di Guangzhou, Tiongkok. (*)

Alvent/Shintaro Stop Sementara

Selasa, 22 April 2014

Alvent/Shintaro di Korea Super Series 2014

PASANGAN Alvent Yulianto/Shintaro Ikeda baru tampil dalam dua turnamen selama 2014. Mereka berlaga dalam Korea Super Series dan Malaysia Super Series Premier.
 Setelah itu, keduanya tak terlihat lagi dalam beberapa turnamen. Tapi, ini tak berhubungan dengan jebloknya di dua turnamen tersebut.
 Di Korea Super Series, Alvent/Shintaro tersingkir di babak pertama.Mereka menyerah kepada pasangan Indonesia Berry Anggriawan/Ricky Karanda Suwardi 8-21, 18-21. Sepekan kemudian, di Malaysia Super Series Premier, pasangan beda negara itu langsung tersingkir dalam penampilan perdana babak kualifikasi setelah tumbang 21-16, 15-21, 17-21 oleh Mohd Razif Abdul Latif/Muhammad Hafiz Hashim (Malaysia).
 Apakah Alvent/Shintaro berpisah? ‘’Enggak kok. Jepangnya masih ada masalah dengan sponsor,’’ terang Alvent kepada smashyes.
 Ini, tambah dia, membuat mereka harus menunggu. Namun, Alvent/Shintaro dipastikan bakal berlaga lagi di Jepang Super Series yang dilaksanakan 10-15 Juni di Tokyo.
 ‘’Kalau dari saya sih nggak ada masalah. Inginnya main di banyak turnamen,’’ ucap mantan pebulu tangkis penghuni Pelatnas Cipayung itu.   (*)

Malaysia Masih Cari Tunggal Keempat


KANS: Zulfadli Zulkifli
MALAYSIA masih mencari tempat buat tunggal keempat. Untuk itu, asosiasi bulu tangkis negeri itu (BAM) pun mengundang Misbun Ramdan Misbun dan Zulfadli Zulkifli untuk hadir dalam seleksi tahap II yang dilaksanakan di Stadium Juara di Bukit Kiara pada 28 April nanti.
 Bulan lalu, BAM juga menggelar seleksi. Sayang, saat itu, Ramdan dan Zulfadli absen karena sakit.
 Seleksi itu akhirnya dimenangkan Soon Huat. Runner-up Malaysia Grand Prix Gold 2013 itu menundukkan Tan Chun Seang dan Mohd Arif Abdul Latif.
Dalam putaran final Piala Thomas yang dilaksanakan di New Delhi, India, pada 18-25 Mei mendatang, Malaysia sudah mempunyai Lee Chong Wei, Chong Wei Feng, dan Liew Daren di nomor tunggal. Sementara, di ganda, negeri jiran bertumpu kepada Hoon Thien How/Tan Wee Kiong, Lim Kim Wah/Goh V Shem, dan Tan Boon Heong. Satu tempat lagi akan diperebutkan antara Ow Yao Han dan Chan Peng Soon.
 Di putaran Piala Thomas 2014, Malaysia menghuni Grup C bersama Korea Selatan, Jerman, dan India. Sementara, Indonesia berada di Grup A bersama Thailand, Singapura, dan Nigeria. (*)

Ratchanok Mencari Pelampiasan

KERING: Ratchanok Intanon (foto: yonex)

2014 sudah berjalan empat bulan. Banyak turnamen sudah bergulir.
 Namun, belum ada satupun yang mampu dijuarai Ratchanok Intanon. Imbasnya, pebulu tangkis tunggal putri andalan Thailand ini pun melorot rankingnya.
 Sempat duduk di posisi kedua, perempuan 19 tahun itu pun turun dua setrip. Capaian terbaiknya adalah menembus babak final Korea Super Series 2014. Sayang, di final, Ratchanok, yang diunggulkan di posisi kedua,  menyerah kepada Wang Yihan, unggulan ketiga dari Tiongkok, dengan dua game langsung 13-21, 19-21.
 Setelah itu, dia tersingkir sebelum menembus babak final. Di Malaysia Super Series Premier, Ratchanok kalah di babak pertama kepada Akane Yamaguchi (Jepang) 18-21, 25-23, 16-21.
 Di All England Series Premier, juara dunia junior tiga kali itu terhenti di semifinal. Ratchanok menyerah dua game langsung kepada unggulan teratas Li Xuerui 18-21, 8-21. Terakhir, di Singapura Super Series, duduk sebagai unggulan ketiga, dia menyerah 14-21, 12-21 kepada wakil Tiongkok Han Li.
 Kini, Ratchanok pun mencari pelampiasan. Dia berharap puasa gelarnya berakhir dalam Kejuaraan Asia yang dilaksanakan di Gimcheon, Korea Selatan, 22-27 April ini.
 Pada babak pertama, Ratchanok tak perlu memeras keringkat karena memperoleh bye. Nah di babak kedua, dia akan bersua dengan pemenang pertandingan Takahashi Sayaka (Jepang) melawan Jia Chen Xiao (Tiongkok).
 Pada Kejuaraan Asia 2014, Ratchanok menempati unggulan kedua. Unggulan teratas ditempati pebulu tangkis Negeri Panda, julukan Tiongkok, Wang Shixian.
 Bersua dengan Wang Shixian bisa jadi trauma bagi Ratchanok. Dari tujuh kali pertemuan, dia hanya menang sekali dan itu sudah terjadi tiga tahun lalu. (*)

Pilar Musica Bakal Saling Jegal

Senin, 21 April 2014


PEBULU tangkis Jerman Marc Zwiebler menjadi bagian Musica Champion saat menjadi juara Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2014. Selain itu ada juga Vladimir Ivanov dari Rusia yang berjasa mengantarkan klub asal Kudus itu menggapai uang Rp 1 miliar.
 Namun, setelah SBU usai, mereka kembali membela negaranya dalam berbagai event. Hanya, Zwiebler dan Ivanov belum pernah bersua setelah itu.
Kini, kesempatan terbuka terbuka dalam Kejuaran Perorangan Eropa 2014. Syaratnya, Ivanov harus mampu menundukkan Jan Frolich dari Rep Ceko pada babak pertama yang dilaksanakan di Kazan, Rusia, pada 23 April.
    Dari rekor pertemuan, Zwiebler lebih unggul. Dia dua kali menundukkan Ivanov dalam Jerman Open 2011 dengan 21-17, 21-8 dan Kejuaraan Beregu Eropa 2013 juga dengan straight game 21-13, 21-18.
 Ya, para pebulu tangkis Eropa bakal membela negaranya masing-masing dalam Kejuaraan Perorangan yang dilaksanakan di Rusia mulai 23 April hingga 27 April mendatang, (*)

Unggulan Kejuaraan Perorangan Eropa 2014 (4 besar)
Tunggal Putra:1. Jan O Jorgensen (Denmark) 2. Marc Zwiebler (Jerman) 3. Hans-Kriantian Vittinghus 4,Vikto Axelsen

Tunggal Putri: 1. Carolina Marin (Spanyol) 2. Gilmour (Skotlandia) Kirtsy 3. Beatriz Corrales (Spanyol) 4.Linda Zetchiri (Bulgaria)

Ganda Putra: 1. Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) 2. Chris Adcock/Andrew Ellis (Inggris) 3. Vladimir Ianov/Ivan Sozonov (Rusia) 4. Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding

Ganda Putri: 1.Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl (Denmark) 2. Eefje Muskens/Selena Piek (Belanda) 3. Line Damkjaer/Marie Roepke (Denmark) 4. Imogen Bankier/Petya Nedelcheva (Skotlandia/Bulgaria)

Ganda Campuran: 1.Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen 2. Chris Adcock/Gabrielle Adcock 3. Michael Fuchs/Birgit Michles (Jerman) 4. Robert Blair/Imogen Bankier (Skotlandia)

Tahun Lalu Babak Pertama Sudah Kalah

REVANS: raya 



BELANDA masih bisa menepuk dada. Mereka memperoleh dua gelar di kandang sendiri dalam Belanda Internasional Series 2014.
 Dua nomor tersebut dipetik dari nomor tunggal putri melalui Soraya De Visch Eijbergen dan Samantha Barning/Iris Tabeling. Dalam final yang dilaksanakan di Wateringen pada Minggu waktu setempat, Soraya, yang diunggulkan di posisi kedua, menghentikan perlawanan Fabrienne Deprez 21-15, 21-8.
 Kemenangan Soraya ini membalas kekalahan yang pernah dialaminya dalam Belanda Junior 2011.Saat itu, dia kalah dua game langsung 12-21, 15-21.
Kemenangan ini juga menjadi gelar perdana bagi Soraya pada 2014 sekaligus pengobat kegagalan tahun lalu. Pada 2013, pebulu tangkis 21 tahun itu langsung tersingkir pada babak pertama setelah menyerah 15-21, 10-21 kepada Sabrina Jaquet dari Swiss.
 Sementara di nomor ganda ganda putri, Samantha/Iris, yang diunggulkan di posisi teratas, menang 21-16, 21-12 atas wakil Denmark yang juga menempati unggulan ketiga Maiken Fruergaard/Sara Thygesen. Sayang, keinginan menambah koleksi menjadi tiga gelar pupus.
 Di nomor ganda campuran, wakil Belanda Robin Tabeling/Myke Halkema menyerah Niclas Nohr/Sara Thygesen, unggulan ketiga asal Denmark, dengan dua game langsung 10-21, 5-21. (*)

Hasil Final Belanda Internasional Series 2014

Tunggal Putra:Rasmus Fladberg (Denmark x3) v Niluka Karunaratne (Sri Lanka x8) WO

Tunggal Putri: Soraya De Visch Eijbergen (Belanda x2) v Fabienne Deprez (Jerman) 21-15, 21-8

Ganda Putra: Kasper Antonsen/Mikkel Delbo (Denmark) v Rasmus Fladberg/Emil Holst (Denmark) 21-15, 21-18

Ganda Putri:Samantha Barning/Iris Tabeling (Belanda x1) v Maiken Fruergaard/Sara Thygesen (Denmark) 21-16, 21-12

Ganda Campuran: Niclas Nohr/Sara Thygesen (Denmark x3) v Robin Tabeling/Myke Halkema (Belanda) 21-10, 21-5

Tampil Perdana Langsung Juara

VINI VIDI VICI: Lin Dan 

DELAPAN bulan absen tak membuat kemampuan Lin Dan pudar. Buktinya, pebulu tangkis andalan Tiongkok itu mampu meraih gelar tunggal putra dalam Tiongkok Masters Grand Prix Gold 2014.
 Dalam final yang dilaksanakan di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, pada Minggu waktu setempat (20/4), Lin Dan mengalahkan unggulan kedua yang juga rekan senegaranya Tian Houwei dengan dua game langsung 21-14, 21-9.
 Ini merupakan gelar perdana bagi suami mantan ratu bulu tangkis dunia Xie Xingfang pada 2014. Kali terakhir, Lin Dan tampil dan menjadi juara dalam Kejuaraan Dunia yang dilaksanakan di Guangzhou, Tiongkok, pada Agustus 2013.
 Setelah dari Tiongkok Masters Grand Prix Gold 2014, pebulu tangkis 32 tahun itu akan ambil bagian dalam Kejuaraan Asia 2014 yang dilaksanakan di Gimcheon pada 22-27 April. Lin Dan dipaksa tampil dalam dua kali turnmane beruntun sebagai persiapan menghadapi putaran final Piala Thomas yang dilaksanakan di New Delhi, India, pada 18-25 Mei mendatang.
 Rencananya, juara dua kali olimpiade, Beijing 2008 dan London 2012, tersebut akan dipasang sebagai tunggal putra. Ini sebagai salah satu strategi Negeri Panda, julukan Tiongkok, sebagai upaya mempertahankan gelar untuk kali kesembilan.
  Sementara, di Tiongkok Masters Grand Prix Gold 2014 ini, tuan rumah memborong lima gelar. Bahkan, semua partai, mempertemukan sesame pebulu tangkis Tiongkok (All China Finals.  (*)

Hasil Final Tiongkok Masters Grand Prix Gold 2014
Tunggal Putra: Lin Dan (Tiongkok) v Tian Houwei (Tiongkok x2) 21-14, 21-19

Tunggal Putri: Liu Xin (Tiongkok) v Shen Yaying (Tiongkok) 21-12, 21-18

Ganda Putra: Kang Jun/Liu Cheng (Tiongkok x1) v Wang Yilv/Zhang Wen (Tiongkok) 21-13, 21-16

Ganda Putri:Luo Ying/Luo Yu (Tiongkok x1) v Huang Yaqiong/Yu Xiaohan (Tiongkok) 21-17, 21-19

Ganda Campuran:   Lu Kai/Huang Yaqiong (Tiongkok) v Wang Yilv/Xia Huan (Tiongkok) 21-12, 21-14

X=unggulan

Tiongkok Tak Sisakan Tempat

Minggu, 20 April 2014

LAWAN SENIOR: Tian Houwei (foto:zimbio)

TIONGKOK tak mau kecolongan di kandang. Mereka pun ogah memberikan tempat kepada pebulu tangkis negara lain untuk bisa menembus babak final Tiongkok Masters Grand Prix Gold 2014 yang dilaksanakan pada Minggu waktu setempat di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou.
 Tuan rumah mampu menciptakan All Chinas Finals dalam turmamen yang menyediakan hadiah total USD 250 ribu tersebut. Bisa diibaratkan final Tiongkok Masters Grand Prix Gold 2014 ibarat latihan di kamp pemusatan latihan mereka.
 Menariknya, salah satu pebulu tangkis tuan rumah yang lolos ke babak pemungkas adalah Lin Dan. Dia mampu menumbangkan unggulan teratas Whengming dengan dua game langsung 21-19, 21-12 di babak semifinal pada Sabtu (19/4) waktu setempat. Pada babak final, Lin Dan akan ditantang juniornya yang lain, Tian Houwei, yang diunggulkan kedua, yang memupus asa Wei Nan (Hongkong) 21-15, 21-14.
 Lin Dan belum pernah menjajal ketangguhan Houwei di ajang resmi. Meski peringkatnya jauh di bawah, 104, dia tetap diunggulkan menjadi juara dibandingkan Houwei,25.
 Tiongkok Grand Prix Gold 2014 ini merupakan penampilan perdana Lin Dan setelah hampir delapan bulan absen. Kali terakhir, suami mantan ratu bulu tangkis dunia Xie Xingfang itu tampil di kandang sendiri dalam Kejuaraan Dunia 2013 pada Agustus. Hasilnya, dia mampu menjadi juara.
 Setelah Tiongkok Grand Prix Gold 2014, Lin Dan akan berlaga dalam Kejuaraan Asia 2014 yang dilaksanakan di Gimcheon, Tiongkok, 22-27 April. Dua turnamen itu menjadi ajang pemanasan Lin Dan sebelum masuk dalam daftar pebulu tangkis Tiongkok dalam upaya mempertahankan Piala Thomas. Ajang beregu putra ini akan dilaksanakan di New Delhi, India,pada 18-25 Mei 2014. (*)

Jadwal final Tiongkok Masters Grand Prix Gold 2014

Tunggal Putra: Tian Houwei (Tiongkok x2) v Lin Dan (Tiongkok)

Tunggal Putri: Liu Xin (Tiongkok) v Shen Yaying (Tiongkok)

Ganda Putra: Kang Jun/Liu Cheng (Tiongkok x1) vWang Yilv/Zhang Wen (Tiongkok)

Ganda Putri: Luo Ying/Luo Yu (Tiongkok x1) v Huang Yaqiong/Yu Xiaohan (Tiongkok)

Ganda Campuran: Lu Kai/Huang Yaqiong (Tiongkok x3) v Wang Yilv/Xia Huan (Tiongkok)

X=unggulan

Beda Turnamen, tapi Hasil Sama

POTENSI: Kegembiraan Selvanus Geh/Kevin Sanjaya usai juara.

VIETNAM Open dan Selandia Baru Open beda level. Vietnam berlabel challenge dan Selandia Baru bertitel grand prix gold.
 Namun pada 2014 ini, kedua turnamen itu di nomor ganda putra dan ganda campuran melahirkan juara yang sama. Kebetulan, posisi terhormat itu jatuh ke tangan wakil Indonesia.
 Di ganda putra, juara digapai Selvanus Geh/Kevin Sanjaya dan Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika menjadi pemenang di ganda campuran.  Hanya, lawan yang dikalahkan beda.
 Jika di Hanoi, host Vietnam Challenge 2014, pada 30 Maret, Selvanus/Kevin menundukkan Robin Midleton/Ross Smith (Australia) dan Alfian/Annisa menghempaskan Fernando Kurniawan/Poon Lok Yan (Hongkong).
 Maka di Auckland, host Selandia Baru Grand Prix Gold 2014, pada Sabtu waktu setempat (18/4), Selvanus/Kevin mempermalukan unggulan kedua asal Taiwan Chen Hung Ling/Lu Chia Pin 15-21, 23-21, 21-11.
 Secara peringkat, Selvanus/Kevin jauh di bawah lawannya. Dalam ranking terbaru BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) per 17 April lalu, mereka ada di posisi 250 dunia sedangkan Hung Ling/Chia Pin di tangga ke-30.
 Namun,ketika di lapangan, semua seperti terbalik. Meski sempat kalah di game pertama, tapi Selvanus/Kevin membalikan keadaan di dua game berikut.
 Sementara, Alfian/Annisa menghentikan perlawanan rekannya sendiri di Pelatnas Cipayung Edi Subaktiar/Melati Daeva dengan rubber game 21-18, 17-21, 21-12. (*)

Hasil Final Selandia Grand Prix Gold 2014
Tunggal Putra: Wang Tzu Wei (Taiwan x6) v Hsu Jen Hao (Taiwan x1) 21-9, 21-13

Tunggal Putri: Nozomi Okuhara (Jepang) v Kana Ito (Jepang) 21-15, 21-3

Ganda Putra: Selvanus Geh/Kevin Sanjaya (Indonesia) v Chen Hung Ling/Lu Chia Pin (Taiwan x2) 15-21, 23-21, 21-11

Ganda Putri: Tang He Tian/Renuga Veeran (Australia x4) v Shizuka Matsuo/Mami Naito (Jepang) 21-13, 10-21, 21-18

Ganda Campuran: Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika (Indonesia) v Edi Subaktiar/Melati Daeva (Indonesia) 21-18, 17-21, 21-12

X=unggulan

Dua Tahun Tak Dapat Apa-Apa

Sabtu, 19 April 2014

PERAK: Muhammad Rian Ardianto/Rosyita Eka

DUA tahun Indonesia membuang kesempatan juara dunia junior yang sudah di depan mata. Sudah menapak ke final beregu dan perorangan, wakil merah putih harus puas dengan status runner-up.
 Setelah pekan lalu di beregu menyerah dari Tiongkok, Jumat lalu di Stadium Sultan Abdul Halim, Alor Setar, Malaysia, Negeri Panda, julukan Tiongkok, kembali menjadi batu sandungan. Dua wakil Indonesia di final tak berdaya dari duta negeri terpadat penduduknya di dunia itu.
 Di ganda putri, pasangan Rosyita Eka/Apriani kalah straight game 11-21, 14-21 kepada unggulan teratas Chen Qingchen/Jia Yi Fan. Sama halnya di ganda campuran.
 Wakil Indonesia Muhammad Rian Ardianto/Rosyita Eka juga kalah oleh Huang Kaixiang/Chen Qingchen yang juga dari Tiongkok 12-21, 17-21.
 Tahun lalu di nomor beregu, Indonesia digagalkan oleh Korea Selatan. Di perorangan, pasangan ganda campuran Kevin Sanjaya/Masita Mahmudin juga ditumbangkan Kaixiang/Qingchen.
 Padahal, dalam dua tahun beruntun, 2011 dan2012, wakil merah putih mampu menjadi juara dunia. Menariknya, posisi terhormat tersebut digapai di nomor ganda campuran.
 Pada 2011, Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi juara dan setahun kemudian Edi Subaktiar/Melati Daeva naik ke podium terhormat. (*)

Final Kejuaraan Dunia Junior 2014
Tunggal Putra:Lin Gui Pu (Tiongkok x5/8) v Shi Yuqi (Tiongkok x2) 20-22, 21-18, 21-18

Tunggal Putri: Akane Yamaguchi (Jepang x1) v He Bing Jiao (Tiongkok x5/8) 14-21, 21-18, 21-13

Ganda Putra:Puavaranukroh Dechapol/Ketlen Kittinupong (Thailand x3/4) v Masahide Nakata/Katsuki Tamate (Jepang) 21-16, 21-18

Ganda Putri:Chen Qingchen/Jia Yi Fan (Tiongkok x1) v Rosyita Eka/Apriani (Indonesia x9/16) 21-11, 21-14

Ganda Campuran:Huang Kaixiang/Chen Qingchen (Tiongkok x1) v Muhammad Rian Ardianto/Rosyita Eka (Indonesia) 21-12, 21-17

Lin Dan Ketemu Unggulan Pertama

Wang Zhengming (foto:xinhua)

LANGKAH Lin Dan bakal menemui lawan berarti. Mantan pebulu tangkis nomor satu dunia tersebut menghadapi rekannya sendiri dari Tiongkok Wang Zhengming pada babak semifinal Tiongkok Masters 2014 di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium. Changzhou,   pada Sabtu (19/4) waktu setempat.
 Itu setelah Superdan, julukan Lin Dan, menjungkalkan unggulan keempat Derek Wong (Singapura) dengan straight game 21-16, 21-15.Sementara Zhengming, yang diunggulkan di posisi pertama, juga menang dua game 21-12, 21-19 atas compatriot (rekan senegara) Liu Kai.
 Lin Dan, yang tak diunggulkan, sudah tiga kali mengalahkan Zhengming. Kali terakhir, juara dunia lima kali tersebut menang di Malaysia Open 2011. Semifinal lain mempertemukan unggulan kedua Tian Houwei (Tiongkok) dengan unggulan ketiga Wei Nan (Hongkong).
 Tiongkok Masters Grand Prix Gold 2014 merupakan debut Lin Dan yang lama absen. Kali terakhir, dia tampil dalam Kejuaraan Dunia 2013 yang dilaksanakan di Guangzhou, Tiongkok, pada Agustus lalu.
 Lin kembali turun ke lapangan karena tenaganya sangat dibutuhkan untuk bisa mempertahankan gelar yang sejak 2004 tak pernah pergi dari Negeri Panda, julukan Tiongkok.
 Sayang, di babak semifinal, Indonesia gagal meloloskan wakil. Satu-satunya duta yang tersisa, Praveen Jordan/Debby Susanto, yang diunggulkan posisi keempat nomor ganda campuran,  takluk kepada pasangan tuan rumah Wang Yilv/Huan Xia 11-21, 20-22. (*)

Hadapi Rekan Ganda Putra di Final Ganda Campuran

KEJAR: Alfian/Annisa Safuika

SATU gelar sudah dipastikan diraih pebulu tangkis Indonesia dalam Selandia Baru Grand Prix 2014. Ini disebabkan dua pasangan merah putih bakal bentrok dalam final yang dilaksanakan di Auckland pada Sabtu (18/4) waktu setempat.
 Dua pasangan tersebut adalah Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika melawan Edi Subaktiar/Melati Daeva. Pada babak semifinal yang dilaksanakan Jumat (17/4) waktu setempat, Alfian/Annisa menundukkan rekannya sendiri di Pelatnas Cipayung Irfan Fadhilah/Gloria Emmanuelle Widjaja dengan tiga game 15-21, 21-13, 21-15.
 Sementara, Edi/Melati menghentikan perlawanan pasangan Taiwan Huang Po Jui/Shuai Pei Ling dengan mudah 21-7, 21-13. Ini menjadi pertemuan perdana bagi kedua pasangan.
Hanya, berdasar ranking, Alfian/Annisa lebih unggul. Mereka ada di posisi 129 sedangkan Edi/Melati di ranking 319. Menariknya, Alfian dan Edi merupakan pasangan di ganda putra.
 Kans menambah gelar pun terbuka. Di nomor ganda putra, pasangan Selvanus Geh/Kevin Sanjaya mampu lolos ke final. Mereka menundukkan Takuto Inoue/Yuki Kaneko dari Jepang dengan straight game 23-21, 21-17.
 Hanya, di nomor ganda putra ini belum mengikuti jejak ganda campuran untuk menciptakan final sesama pasangan Indonesia (All Indonesian Finals). Ini setelah Hardianto/Agripinna Prima menyerah 18-21, 14-21 kepada unggulan kedua asal Taiwan Chen Hung Ling/Lu Chia Pin.
 Meski masih baru, capaian Selvanus/Kevin layak dapat acungan jempol. Mereka mampu lolos ke final dalam dua turnamen yang diikuti. Sebelumnya, pada Vietnam Challenge 2014, Selvanus/Kevin mampu menjadi juara.  (*)


Jadwal Final Selandia Baru Grand Prix 2014
Tunggal Putra: Hsu Jen Hao (Taiwan x1) v Wang Tzu Wei (Taiwan x6)

Tunggal Putri:Nozumi Okuhara (Jepang x1) v Kana Ito (Jepang)

Ganda Putra: Selvanus Geh/Kevin Sanjaya (Indonesia) v Chen Hung Ling/Lu Chia Pin (Taiwan x2)

Ganda Putri:Tang He Tian/Renuga Veeran (Australia x4) v Shizuka Matsuo/Mami Naito (Jepang)

Ganda Campuran: Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika (Indonesia) v Edi Subaktiar/Melati Daeva (Indonesia)

X=unggulan

Peluang Bawa Pulang Dua Gelar

Jumat, 18 April 2014

PUNCAK: Rosyita Eka/Apriani (foto:PBSI)

KESEMPATAN mengobati kegagalan di nomor beregu terbuka. Dua wakil Indonesia mampu menembus babak babak final nomor perorangan dalam Kejuaraan Dunia Junior 2014.
 Hebatnya, itu terjadi bukan hanya di satu nomor tapi dua nomor, ganda putri dan ganda campuran. Di ganda putri, merah putih menempatkan Rosyita Eka/Apriani, dan di ganda campuran ada Muhammad Rian Ardianto/Rosyita Eka.
 Pada babak semifinal yang dilaksanakan di Stadium Sultan Salim, Alor Setar, Malaysia, pada Kamis waktu setempat, Rosyita/Apriani menundukkan Jiang Binbin/Tang Pingyang dari Tiongkok dengan dua game langsung 21-13, 21-16. Pada babak pemungkas yang dilaksanakan Jumat waktu setempat, Rosyita/Apriani menantang unggulan teratas Chen Qingchen/Jia Yi Fan, yang di semifinal melibas rekannya sendiri Du Yue/Li Yin Hui 21-18, 21-11.
 Rosyita/Apriani gagal bertemu Qingchen/Yi Fan di nomor beregu. Ini dikarenakan skor sudah 0-3 buat Tiongkok.
 Lain halnya dengan pasangan  Muhammad Rian Ardianto/Rosyita Eka. Berhadapan dengan Huang Kaixiang/Chen Qingchen, membuat Rian/Rosyita punya kesempatan membalas kekalahan di nomor beregu.
 Saat itu, dalam pertandingan yang dilaksanakan pada 4 April, Rian/Rosyita takluk dengan tiga game 14-21, 21-17, 21-17. Kekalahan itu membuat Indonesia ketinggalan 0-1.
 Nomor ganda campuran pernah mengharumkan Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Junior 2011 dan 2012. Pada 2011, Alfian Eko Prasetyo/Gloria Emmanuele Widjaja menjadi juara dan dilanjutkan  Edi Subaktiar/Melati Daeva.
 Tahun lalu, Indonesian nyaris mencetak hat-trick (tiga gelar beruntun). Sayang, Kevin Sanjaya/Masita Mahmudin kalah oleh Kaixiang/Qingchen. (*)


Jadwal Final Kejuaraan Dunia Junior 2014
Tunggal putra:Shi Yuqi (Tiongkok x2) v Lin Gui Pu (Tiongkok x5/8)

Tunggal putri:Akana Yamaguchi (Jepang x1)v He Bing Jiao (Tiongkok x5/8)

Ganda putra:Puavaranukroh Dechapol/Ketlen Kittinupong (Thailand x 3/4) v Masahide Nakata/Katsuki Tamate (Jepang)

Ganda putri: Chen Qingchen/Jia Yi Fan (Tiongkok x1) v Rosyita Eka/Apriani

Ganda campuran: Huang Kaixiang/Chen Qingchen (Tiongkok x1) v Muhammad Rian Ardianto/Rosyita Eka (Indonesia)
X=unggulan

Jordan/Debby yag Masih Tersisa

ASA: Praveen Jordan/Debby Susanto

 INDONESIA hanya punya satu wakil di babak perempat final Tiongkok Masters Grand Prix Gold 2014. Itu setelah dua wakil yang bertahan hingga babak kedua menyerah kepada lawan-lawannya.
 Di nomor ganda putra, Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan, kalah kepada pasangan tuan rumah Wang Yilv/Zhang Wen dengan dua game langsung 12-21, 17-21 di   Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changhou, pada Kamis waktu setempat (17/4). Tak lama berselang, di nomor yang sama, Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana, yang diunggulkan di posisi keempat, takluk tiga game 17-21, 21-14, 19-21 oleh Tai An Khang/Woon Mun Choon (Malaysia) .
 Untung, Praveen Jordan/Debby Susanto yang tampil di nomor ganda campuran menundukkan duta  Malaysia Wong Fai Yin/Chow Mei Kuan 19-21, 22-20, 21-12.
 Di perempat final, unggulan keempat itu akan ditantang pasangan Tiongkok Wang Yilv/Huan Xia, yang di babak sebelumnya melibas rekannya sendiri Chen Zhuou/Huan Xia 21-12, 21-11. Ini menjadi pertemuan perdana antara kedua pasangan.
 Saat ini, Jordan/Debby tengan digenjot PP PBSI. Selama sebulan ini,keduanya selalu turun ke berbagai turnamen.
 Mulai Malaysia Grand Prix, pasangan yang sama-sama berasal dari Djarum itu tak penah berhenti berkelana. Setelah dari Malaysia, Jordan/Debby tampil di India Super Series, Singapura Super Series, dan Tiongkok Masters Grand Prix Gold.
 Imbas positif pun mulai diraih. Berlahan tapi pasti, ranking keduanya pun kini sudah menembus 50 besar dunia.
 Dari daftar yang dirilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) pada Kamis (17/4), Jordan/Debby sudah berada di posisi 49 dunia atau naik 8 setrip dari pekan lalu. (*)

Satu bulan nonstop
1.Malaysia Grand Prix Gold (25-30 Maret): Posisi II
2.India Super Series (1-6 April): Perempat final
3. Singapura Super Series (8-13 April) : Kualifikasi
4.Tiongkok Masters Grand Prix Gold (15-20): ?


Ganda Putra Menuju All Indonesian Finals

SEMIFINAL: Hardianto (kanan)/Agripinna Rahmanto
PASANGAN Selvanus Geh/Kevin Sanjaya memburu gelar kedua. Pasangan anyar Pelatnas Cipayung itu sudah sampai babak semifinal di Selandia Baru Grand Prix 2014.
 Itu setelah mereka mengalahkan unggulan keenam Robin Midleton/Ross Smith (Australia) dengan dua game yang ketat 25-23, 24-22 di Auckland pada Kamis waktu setempat (17/4).  Ini merupakan kemenangan beruntun Selvanus/Kevin atas pasangan Negeri Kanguru, julukan Australia.
 Pada 30 Maret lalu, Selvanus/Kevin menang 21-14, 21-13 di Vietnam Challenge 2014. Kemenangan itu juga membuat pasangan beda klub itu menjadi juara turnamen berhadiah total USD 15 ribu tersebut.
 Hasil di Vietnam itu sebenarnya cukup mengejutkan. Alasannya, turnamen yang dilaksanakan di Hanoi tersebut merupakan penampilan perdana Selvanus/Kevin.
 Pada babak semifinal Selandia Baru Grand Prix, Selvanus/Kevin akan menantang Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Pasangan Jepang ini secara mengejutkan menumbangkan unggulan teratas Jui Wei Liang/Kuan Hao Liao (Taiwan) 21-13. 18-21, 21-16.
 Sukses Selvanus/Kevin menembus babak semifinal inui juga diikuti rekannya di Cipayung, Hardianto/Agripinna Prima. Mereka menundukkan Jagdish Singh/Wee Long (Malaysia) 21-14, 21-18.
 Untuk bisa lolos ke final, mereka harus bisa menyingkirkan unggulan kedua asal Taiwan Chen Hung Lin/Lu Chia Pin, yang di perempat final harus berjuang keras 21-15, 17-21, 21-17 untuk mengalahkan Yuya Komatsuzaki/Hiroki Takeuchi. (*)

Wakil Indonesia di semifinal Selandia Baru Grand Prix 2014
Tunggal putra:-

Tunggal putri:-

Ganda Putra: Selvanus Geh/Kevin Sanjaya; Hardianto/Agripinna Prima (x8)

Ganda Putri:

Ganda Campuran: Irfan Fadillah/Gloria Imanuella Widjaja (x8), Edi Subaktiar/Melati Daeva

X=unggulan

Simon Melompat 20 Tingkat

KOMPAK: Hendry dan Simon Santoso
GELAR Singapura Super Series 2013 memberi dampak yang signifikan kepada Simon Santoso. Posisinya di ranking dunia melonjak 20 setrip.
 Dalam rilis yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) pada Kamis (17/4), Simon berada di ranking 32. Pekan lalu, pebulu tangkis yang tak lagi digembleng di Pelatnas Cipayung tersebut ada di ranking 52.
 Ya, pada 13 April lalu, Simon menjadi juara Singapura Super Series 2014. Dalam final, lalaku asal Tegal, Jawa Tengah, itu mempermalukan tunggal putra peringkat satu dunia Lee Chong Wei dari Malaysia dengan dua game langsung 21-15, 21-10.
 Dua pekan sebelumnya, Simon juga menjadi juara di Malaysia Grand Prix Gold 2014. Di babak pemungkas (30/3) du Johor Bahru, dia melibas unggulan kedelapan asal India Sourabh Varman dengan tiga game 15-21, 21-16, 21-19.
 Namun, dibandingkan ranking terbaiknya, posisi 32 ini masih belum ada apa-apanya. Simon pernah duduk di ranking 3 dunia.
Sayang, seiring cedera yang mendera, posisinya pun lambat laun turun. Bahkan, juara Indonesia Super Series Premier 2012 ini pernah terlempar di luar 100 besar.
 Melonjaknya prestasi Simon ini pun membuat PP PBSI pun kembali memanggilnya. Dia masuk tim bayangan Piala Thomas 2014 yang tengah menjalani pemusatan latihan di Kudus, Jawa Tengah.
Putaran final Piala Thomas sendiri akan dilaksanakan di New Delhi, India, pada 18-25 Mei atau sebulan lagi.
 Moncernya Simon ini juga tak lepas dari tanga dingin Hendry Saputra pelatihnya. Arsitek klub Tangkas ini mampu mengoptimalkan kemampuan anak asuhnya itu.
 ‘’Saya akan terus mendampingi Simon di turnamen-turnamen grand prix dan super series,’’ ucap Hendry. (*)

Lin Dan pun Turun ke Kejuaraan Asia

Kamis, 17 April 2014

JAM TERBANG: Lin Dan 


SATU turnamen masih kurang bagi Lin Dan. Untuk itu, dia pun bakal tampil pada Kejuaraan Asia 2014 yang dilaksanakan di Gimcheon, Korea selatan, pada 22-27 April.
 Hanya, beda dengan Tiongkok Masters Grand Prix Gold 2014 yang masih berlangsung, Lin Dan tak perlu melalui babak kualifikasi. Lelaki 31 tahun itu mendapat tempat di babak utama.
 Pada babak pertama, pebulu tangkis yang kini duduk di posisi 103 itu menantang unggulan ketujuh asal India K Srikanth. Secara ranking sekarang, tentu Lin Dan jauh di bawah lawannya yang berada di posisi 25.
 Namun, kalau bicara kualitas dan kemampuan, Srikanth jauh dibandingkan Lin Dan. Pebulu tangkis ini merupakan juara dunia lima kali dan peraih emas dua kali olimpiade, Beijing 2008 dan London 2012.
 Sementara, Srikanth yang masih berusia 21 tahun, capaian terbaiknya adalah menembus final India Grand Prix Gold 2014. Sayang, di final, dia dikalahkan wakil Tiongkok Xue Song.
 Lin Dan juga pernah mengalahkan Srikanth. Itu terjadi di babak pertama Thailand Open 2012. Saat itu, Superdan, julukan Lin Dan, menang mudah dua game langsung 21-11,21-13.
 Jika menang, besar kemungkinan, dia bersua dengan wakil Tiongkok Chou Tien Chen yang hanya melawan pebulu tangkis dari babak kualifikasi.
 Lin Dan tampil di Kejuaraan Asia 2014 sebagai persiapan menghadapi putaran final Piala Thomas. Ini disebabkan dia lama absen bertanding setelah sukses menjadi juara dunia di Guanghou, Tiongkok, pada Agustus, lalu.
 Rencananya, Lin Dan bakal dipercaya menjadi tunggal ketiga. Ini membuat dia tunggal ketiga paling berbahaya di turnamen beregu puyra tersebut.
 Indonesia sendiri tak mengirimkan wakilnya. Ini disebabkan waktu pelaksanaan Kejuaraan Asia  bersamaan dengan waktu pemusatan latihan tim bayangan Piala Thomas 2014. (*)

Tak Canggung karen Semua Teman Lama


SATU KAMAR JUGA: Markis Kido/Markus Fernaldi

MARKIS Kido sudah mengikuti pemusatan latihan di Kudus. Ini sebagai upaya membentuk tim yang tangguh menghadapi putaran final Piala Thomas.
 Tentu, ini menjadi reuni bagi Markis yang sudah hampir tiga tahun tak menjadi latihan  di bawah program latihan pelatih Pelatnas Cipayung. Ya, sejak tak menemui kata sepakat soal urusan kontrak, Markis, yang saat itu berpasangan dengan Hendra, memilih menjadi pebulu tangkis professional atau mandiri.
 Bagaimana perasaan Markis? ‘’Biasa. Saya juga tak canggung karena sudah lama berkumpul dengan mereka,’’kata Markis kepada smashyes.
 Bahkan, dia enjoy mengikuti setiap program latihan yang diberikan Herry Iman Pierngadi dan Christian Hadinata. Keduanya, terang Kido, punya peran sendiri-sendiri.
 ‘’Koh Herry banyak ke teknik. Tapi tetap ada latihan fisik,’’ lanjut peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 bersama Hendra Setiawan itu.
 Mulai 16 April lalu, tim bayangan Piala Thomas dan Uber Indonesia ditempa di Kota Kretek, julukan Kudus. Kido dipanggil bersama pasangannya sekarang, Markus Fernaldi. Bahkan, dia dan Sinyo, panggilan akrab Markus Fernaldi, tinggal satu kamar di Hotel Griptha.
 Kido/Sinyo merupakan satu-satunya pasangan nonpelatnas yang berada di tim bayangan Piala Thomas Indonesia. Mereka harus bersaing dengan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Angga Pratama/Rian Agung Saputra, Berry Anggriawan/Riky Karanda, dan Ade Yusu/Wahyu Nayaka.
 Di Piala Thomas nanti, di sektor ganda bakal diisi oleh tiga pasangan. Nomor ganda juga diharapkan menjadi kunci Indonesia untuk bisa membawa pulang Piala Thomas yang lepas sejak 2004 atau 10 tahun bersemayam di Tiongkok. (*)


Lupakan Mimpi Jadi Juara Dunia

TERSINGKIR AWAL: Jonatan Christie (foto:PBSI)

LANGKAH Jonatan Christie menjadi juara dunia junior terhenti. Menduduki unggulan teratas, pebulu tangkis asal Jakarta itu menyerah kepada Lin Gui Pu (Tiongkok) dengan dua game langsung 21-17, 21-18 pada pertandingan perempat final Kejuaraan Dunia Junior 2014 yang dilaksanakan di Stadium Sultan Abdul Halim, Alor Setar, Malaysia, pada Rabu waktu setempat (16/4).
 Ini menjadi pertemuan perdana bagi kedua pebulu tangkis. Hanya, melihat ranking dunia yang dimiliki, Jonatan seharusnya bisa melaju mulus.
 Di level junior, dia menduduki urutan pertama. Sementara lawannya di ranking enam.
Bahkan, di kelompok senior, Jonatan unggul jauh. Dia di ranking 121 sedang Lin Gui Pu di tangga ke-482.
 Kekalahan ini membuat Jonatan dua kali gagal mengemban asa yang diamanatkan. Pada nomor beregu, saat menghadapi Tiongkok, dia kalah oleh wakil Negeri Panda Shi Yuqi juga dengan dua game 19-21, 20-22.  Dalam pertandingan yang dilaksanakan di tempat yang sama pada 11 April itu, Indonesia akhirnya menyerah 2-3.
 Kekalahan ini membuat Indonesia gagal mengukir sejarah dengan menjadi juara. Selama ini, merah putih hanya mampu mentok menjadi finalis beregu dalam dua tahun terakhir.
 Untung, di nomor tunggal putra ini, Indonesia masih punya wakil. Itu setelah Antony Ginting, yang diunggulkan di posisi 9-16, menundukkan Kanta Tsuneyama dengan rubber game 22-20, 11-21, 21-13.
 Pada babak semifinal yang dilaksanakan Kamis (17/4), Antony akan menjajal unggulan kedua Shi Yuqi, yang di perempat final menundukkan wakil Malaysia Satheistharan dengan dua game langsung 21-12, 21-7. (*)

Musuh Terberat Hendra/Ahsan Bakal Tampil Lagi

Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong (foto:victor)

KEKUATAN Korea Selatan (Korsel), khususnya di ganda, telah pulih. Dua pebulu tangkis andalannya, Lee Yong-dae dan Kim Ki-jung, bisa turun lagi di berbagai ajang internasional, khususnya Asian Games Incheon yang dilaksanakan September mendatang.
 Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Korea  (BKA) Shin Geh-ryuen mengatakan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) dalam pertemuan Senin lalu membatalkan keputusan yang melarang keduanya berlaga selama setahuh. Ini dikarenakan Yong-dae/Ki-jung menolak menjalani tes selama tiga kali pada 2013.
 ‘’Komisi telah menghapus hukuman yang diberikan kepada Lee dan Kim pada 2013. Sekarang, mereka bebas berlaih dan mengikuti di kompetisi internasional,’’ kata Shin.
 Selain itu, Yong-dae juga kembali menjadi anggota atlet BWF. Hanya, BWF memberikan hukuman denda USD 41.170 kepada BKA kepada kesalaan yang dilakukan.
 Melalui saran dari  penasihat hokum Kim dan Chang, BKA mengajukan banding kepada Badan Arbitrase Olahraga atas keputusan BWF yang dijatuhkan kepada dua pebulu tangkis andalan Negeri Ginseng tersebut.
 Tentu, batalnya hukuman ini membuat Indonesia harus waspada. Berpasangan dengan Yoo Yeon-seong, Yong-dae jadi momok yang menakutkan bagi ganda putra terkuat Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Selama tiga kali bersua, mereka tak pernah menang. (*)

Menang Mudah dalam Penampilan Perdana

Rabu, 16 April 2014

TERAKHIR: Lin Dan (kanan) dan Lee Chong Wei 

HAMPIR delapan bulana absen, Lin Dan akhirnya turun lapangan. Penampilan perdananya  pun langsung diwarnai kemenangan.
 Itu setelah Lin Dan memetik kemenangan dua game langsung 21-12, 21-12 atas pebulu tangkis Thailand Thammasin Sitthikom di babak pertama Tiongkok Masters Grand Prix Gold di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changhou, pada Rabu waktu setempat (16/4).
 Kemenangan ini membuat Lin Dan berhadapan dengan Shao Wen Hsu asal Taiwan yang di babak pertama menang tanpa memeras keringat atas Iskandar Zulkarnain dari Malaysia. Secara peringkat, Lin Dan tetap masih unggul, meski saat ini dia terdampar di ranking 103. Namun, lawannya malah 100 setrip di bawahnya.
 Kali terakhir, Lin Dan tampil dalam Kejuaraan Dunia 2013 yang dilaksanakan di Guangzhou pada Agustus 2013. Saat itu, dia mengalahkan rival beratnya asal Malaysia Lee Chong Wei 16-21, 21-13, 20-17 (ret).
 Besar kemungkinan, Lin Dan masih dibutuhkan Tiongkok untul tampil pada ajang putaran Piala Thomas 2014 yang dilaksanakan 18-25 Mei mendatang. Kehadirannya sangat dibutuhkan untuk memperkuat sektor tunggal. Ini dikarenakan di sektor ganda, Negeri Panda, julukan Tiongkok, lemah di ganda seiring bercerainya pasangan legendaries Cai Yun/Fu Haifeng.
 Di Tiongkok Masters Grand Prix Gold 2014 ini, di nomor tunggal, Indonesia hanya diwakili Kaesar Akbar. Dia pun langsung tumbang oleh unggulan ketiga Wei Nan asal Hongkong dengan 9-21 15-21. (*)  

Selvanus/Kevin Cari Tantangan

MALAYSIA: Selvanus (kanan)/Kevin

TANTANGAN lebih tinggi dilakoni Selvanus Geh/Kevin Sanjaya Sukamulya. Mereka akan berlaga di level grand prix, yakni Selandia Baru Grand Prix 2014 yang dilaksanakan di Auckland pada 15-23 April.
 Sebelumnya, Selvanus/Kevin hanya berlaga di level challenge. Memang, hasilnya cukup memuaskan.
 Mereka mampu menjadi juara di Vietnam Challenge 2014.  Padahal, dalam turnamen yang menyediakan hadiah total 2014 itu merupakan penampilan perdana bagi keduanya sebagai pasangan ganda putra.
 Dalam final yang dilaksanakan di Hanoi pada 30 Maret 2014, Selvanus/Kevin menundukkan unggulan kedua Robin Midleton/Roos Smith (Australia) dengan dua game langsung 21-14, 21-13.
 Dalam laga perdana di Selandia Baru Grand Prix 2014, Selvanus/Kevin akan berhadapan dengan wakil Malaysia Chiang Jiann Shiarng/Yeoh Kay Ee. Dari segi ranking, pasangan merah putih lebih unggul. Selvanus/Kevin ada di ranking 253 sementara Jian Shiarng/Kay Ee di posisi 667.
  Jika menang, Selvanus/Kevin pun tak bisa melenggang mudah. Besar kemungkinan, mereka bersua dengan unggulan ketiga yang  juga berasal dari Malaysia Gan Teik Chai/Ong Soon Hock.
 Di nomor ganda putra ini, Indonesia juga diwakili Hardianto/Agripinna Prima Rahmanto. Di babak pertama, mereka berhadapan dengan Chen Chung Jen/Wang Chi-Lin (Taiwan).


Pulang Lama untuk Fokus Indonesia Super Series Premier

Selasa, 15 April 2014


LAMA berkelana di Eropa tak membuat Andre Kurniawan Tedjono betah.Pebulu tangkis asal klub Djarum itu memulih pulang dan mempersiapkan diri ke Indonesia Super Series Premier 2014 yang dilaksanakan di Jakarta pada 17-22 Juni mendatang.
"Kalau ngikuti jadwal turnamen tidak ada habis. Habis tampil di dua pertandingan Bundesliga (kompetisi bulu tangkis Jerman), saya balik ke Indonesia," terang Andre kepada smashyes.
 Jerman sudah bukan negara asing baginya. Sejak 2006, lelaki 27 tahun itu sudah berkompetisi di sana.
 Musim ini, Andre memperkuat klub Ludinghausen. "Namun, saya tak tinggal di kota itu. Hanya bela klub," ungkap lelaki yang menghuni Pelatnas Cipayung 2003-2006.
 Selain membela klub, lelaki asal Magelang, Jawa Tengah, itu juga menjadi lawan tanding pebulu tangkis nasional Jerman di  Saarbrucken. Nah, di kota itulah Andre menetap.
Dia juga agak lama berada di Indonesia karena ingin memulihkan kondisinya yang tengah cedera. Usia yang terus bertambah membuat dia tak lagi seprima empat atau lima tahun lalu.
 "Fokus Indonesia Open saja. Sebenarnya ada undangan ke Kejuaraan Asia bulan ini, namun saya tolak. Takut cedera gak sembuh-sembuh," lanjut Andre.
 Meski, dia mengakui untuk melangkah jauh di Indonesia Super Series Premier 2014 juga bukan pekerjaan mudah. Dengan titel super series premier, para pebulu tangkis papan atas dunia.  (*)

Tambah Moncer di Tangan Pelatih Klub

Senin, 14 April 2014

Simon Santoso setelah mengalahkan Chong Wei (foto:PBSI)

FOKUS mata insan bulu tangkis nasional tengah tertuju kepada Simon Santoso. Dia baru menjadi juara di Singapura Super Series 2014.
 Dalam final yang dilaksanakan di Singapore Indoor Stadium pada Minggu (13/4), Simon mempermalukan peringkat pertama dunia nomor tunggal putra Lee Chong Wei asal Malaysia dengan dua game langsung 21-15, 21-10. Selama ini, Simon hanya menang sekali dalam sepuluh kali pertemuan.
 Menariknya, kemenangan atas Chong Wei di Singapura itu dibukukan Simon saat dia sudah tak menjadi penghuni Pelatnas Cipayung. Bahkan, dua pekan lalu, lelaki asal Tegal, Jawa Tengah, itu menjadi juara di Malaysia Grand Prix Gold 2014.
 Siapa sosok yang membuat Simon tangguh di lapangan? ‘’Sekarang, Simon ditangani Hendri Saputra. Dia pelatih Tangkas Jakarta,’’ kata Wijanarjo Adi Mulya, salah satu pengurus PP PBSI, kepada smashyes.
 Hendri, jelas dia, merupakan pelatih bertangan dingin. Bersama duetnya di Tangkas, Kurnia Hu, banyak pebulu tangkis top yang lahir dari klub asal ibu kota itu. Sayang, Hendri maupun Kurnia Hu belum pernah menularkan ilmunya kepada pebulu tangkis pelatnas Cipayung.
 Ya, bersama Hendri, Simon beda dengan sebelumnya. Dia seakan susah ditundukan oleh lawan-lawannya, termasuk Chong Wei.
  Padahal, selama hampir 10 tahun di Pelatnas Cipayung, Simon naik turun. Hasil tertinggi dicapainya pada 2012 saat menjadi juara Indonesia Super Series Premier.
 Namun, Hendri belum bisa dimintai komentar. Layanan pesan singkat (SMS) yang dikirim smashyes belum dijawab. (*)

Lolos Lima, Tiga yang Juara

Eva Lee 

AMERIKA Serikat (AS) memang bukan negara papan atas di pentas bulu tangkis. Namun, kemampuan pebulu tangkis mereka tetap tak boleh dipandang sebelah mata.
 Ini dibuktikan pada Peru Challenge 2014. Negara adi daya itu meloloskan semua wakilnya dalam event yang menyediakan hadiah total USD 15 ribu tersebut.
 Sayang, AS hanya mampu merebut tiga gelar. Nomor yang lepas adalah tunggal putra dan ganda putra.
 Di ganda putra, wakil negeri beribukota Washington tersebut Christian Yahya Christianto/Lee Hock Lai menyerah kepada pasangan Belgia yang diunggulkan di posisi keempat Matijs Dierickx/Freek Golinski 21-17, 19-21, 13-21. Sementara di tunggal putra, Hock Lai takluk kepada unggulan pertama asal Kuba Osleni Guerrero 17-21, 13-21.
  Untung, kekalahan di dua nomor tersebut tak merembet ke tunggal putri, ganda putrid, dan ganda campuran. Menariknya, di antara penggawa Paman Sam, julukan AS, ada pebulu tangkis berdarah Indonesia yakni Christian Yahya Christianto.
 Setelah gagal di ganda putra, Christian membalasnya di nomor ganda campuran. Kini, dia telah menjadi warga negara AS.
 Di Indonesia, lelaki asal Bandung, Jawa Barat, itu digembleng di klub Mutiara. Dia pernah mengikuti seleksi di Pelatnas Cipayung.
 Sayang, dia terpental. Setelah itu, Christian menjadi sparring partner di AS sebelum akhirnya memutuskan ke AS.
 Christian juga tercatat pernah menjadi pasangan Tony Gunawan. Ya, Tony sejak awal 2000-an tinggal di sana. Bahkab, juara ganda putra Olimpiade 2000 Sydney itu menjadi juara dunia 2005 bersama Howard Bach. Pada Olimpiade 2012 di London, Tony membela AS. (*)



Hasil Final Per Challenge 2014
Tunggal Putra:Osleni Guerrero (Kuba x1) v Lee Hock Lai (AS) 21-17, 21-13

Tunggal Putri:Zhang Beiwen (AS x1) v Michelle Li (Kanada) 27-25, 21-19

Ganda Putra:Matijs Dierickx/Freek Golinski (Belgia x4) v Christian Yahya Christianto/Lee Hock Lai (AS) 17-21, 21-19, 21-13

Ganda Putri:Eva Lee/Paula Lynn Obanana (AS x1) v Nicole Grether/Charmaine Reid (Kanada x2) 21-14, 21-15

Ganda Campuran: Christian Yahya Christianto/Eva Lee (AS x8) v Ng Derrick/Michelle Li (Kanada) 21-16, 21-18

x=unggulan

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger