www.smashyes.com

www.smashyes.com

Tontowi Nyaris Pilih Kuliah

Senin, 02 Juni 2014

SARAN: Koko Pamudi (foto: sidiq)
TONTOWI Ahmad dikenal sebagai salah satu pebulu tangkis spesialis ganda campuran. Bahkan, berpasangan dengan Liliyana Natsir, mereka mampu mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.
 Tiga kali gelar juara turnamen bergengsi, All England, mampu digapai yakni pada 2011, 2012, dan 2013. Di 2013 pula, Tontowi/Liliyana mampu menjadi juara dunia. Namun, siapa sangka, Tontowi nyaris putus asa dan menggantungkan raket setelah tamat SMA.
 ‘’Tontowi setelah lulus SMA di Gresik mau melanjutkan kuliah. Namun, saya sarankan agar dia mencari klub lagi karena setelah lulus SMA tak bisa bergabung dengan Pusdiklat Semen Gresik,’’ kata Koko Pambudi, pelatih Pusdiklat Semen Gresik dan PB Semen Gresik, kepada smashyes.
 Itu, terang dia, terjadi pada 2003. Untung, sarannya tersebut dituruti oleh Tantowi dan dia pun bergabung dengan PB Djarum Kudus.
 ‘’Saya juga bilang ke dia, latihan membayar pun di Djarum juga nggak apa-apa. Djarum tempat yang pas bagi dia untuk mengembangkan karir,’’ lanjut Koko.
 Dia sendiri menerima Tontowi pada 2001. Saat itu, Tontowi datang dari PB Argo Pantes, Tangerang.
 ‘’Wah, kali pertama datang, dia susah diatur. Pelahan tapi pasti, saya mulai mengarahkan karena saya melihat Tontowi memang punya potensi,’’ ungkap Koko.
 Lelaki 38 tahun itu menerangkan, orang tua Tontowi pun senang karena anak kandungnya telah banyak berubah ketika di Semen Gresik. Sejalan dengan itu, prestasi lekaki asal Cilacap. Jawa Tengah, itu pun mulai kelihatan.
 “Dia sempat menjadi semifinalis nomor ganda putra berpasangan dengan Teguh Siswanto. Tontowi juga main di tunggal karena Semen Gresik sebenarnya menggembleng nomor tunggal sebagai prioritas,’’ lanjut Koko.
 Setelah saran Koko diterima, Tontowi pun diterima di Djarum Kudus. Tak berselang lama, panggilan ke Pelatnas Cipayung pun datang.
 Sempat bergonta-ganti pasangan, dia pun akhirnya mempunyai pasangan yang klop pada diri Liliyana. Prestasi pun terus diraih.
 Jika saja saran Koko diabaikan, Indonesia tak akan mempunyai juara dunia nomor ganda campuran melalui Tontowi/Liliyana dan tak ada yang bisa melakukan hat-trick di All England.
 Sampai saat ini, hubungan Koko dengan Tontowi pun masih akrab terjalin. Dalam waktu dekat, mantan anak asuhnya itu bakal datang ke Gresik, tempat tinggal Koko. (*)



Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger