www.smashyes.com

www.smashyes.com

Peluang Ikut Jejak Camilla Martin

Minggu, 31 Agustus 2014


KALI terakhir, Eropa menempatkan wakilnya menjadi juara dunia  tunggal putri  pada 1999. Saat itu, wakil Denmark  CamillaMartin naik ke podium terhormat dalam Kejuaraan Dunia yang dilaksanakan di kandangnya sendiri, Kopenhagen. Saat itu, Camilla memetik kemenangan 11-6, 6-11, 11-10 atas wakil Tiongkok Dai Yun.  
 Setelah itu, tidak ada wakil negeri dari Benua Putih yang mampu menembus babak final. Semat terbuka harapan pada 2006. Dua wakil Jerman Xu Huaiwen dan  Petra Overzier mampu menembus babak semifinal. Sayang, keduanya pun dijegal lawan-lawannya.
 Kini, setelah 25 tahun, akhirnya ada pebulu tangkis Eropa yang berebut gelar di laga pemungkas. Ini berkat kemenangan Camila Martin asal Spanyol atas PV Sindhu (India) dengan dua game langsung 21-17, 21-15 pada pertandingan semifinal nomor tunggal putri Kejuaraan Dunia 2014 di Kopenhagen, Denmark, Sabtu waktu setempat (30/8).
Kemenangan itu membawa Marin menantang unggulan teatas Li Xuerui dari Tiongkok di babak final yang dilaksanakan Minggu (31/8). Pebulu tangkis Negeri Panda, julukan Tiongkok, itu di semifinal menang mudah 21-8, 21-14 atas Minatsu Mitani (Jepang).
 Hanya, untuk bisa menjadi juara menjadi tugas superberat bagi Marin. Dia belum pernah menang melawan Li.
 Namun, perubahan permainan Marin bisa membuat gadis 21 tahun asal Negeri Matador, julukan Spanyol, itu membalikan prediksi. Apalagi, tahun ini, Marin juga membuat kejutan dengan menjadi juara Eropa. (*)


Tunggal putri Eropa melangkah jauh

1979: Lene Kopen (Denmark)-juara, Gillian Gilks (Inggris)-runner-up, Margaret Lockwood (Inggris)-semifinal
1983: Helen Troke (Inggris)-semifinal
1999: Camilla Martin (juara), Mette Sorensen (Denmark) semifinal)
2003:Mia Audina (Belanda) – semifinal
2005: Xu Huaiwen (Jerman)-semifinal
2006: Xu Huaiwen, Petra Overzier (Jerman)-semifinal
2009: Pi Hongyan (Prancis) - semifinal
2010: Tine Rasmussen (Denmark) - semifinal

Gagal Ikuti Jejak Bapak


PUPUS sudah asa Indonesia membawa gelar juara dunia. Satu-satunya wakil merah putih yang tersisa, Tommy Sugiarto, tersingkir di babak semifinal. Dia menyerah straight game 16-21, 20-22 kepada unggulan kedua asal Tiongkok Chen Long pada pertandingan yang dilaksanakan di Ballerup Super Arena, Kopenhagen, Denmark,paa Sabtu waktu setempat (30/8).
 Kekalahan ini menjadi kekalahan ketujuh Tommy atas wakil Negeri Panda, julukan Tiongkok, tersebut. Sekaligus membuat dia gagal mengikuti jejak ayahnya, Icuk Sugiarto.   Lelaki yang kini jadi Ketua Pengprov PBSI DKI Jakarta itu mengalahkan rekan senegaranya, Liem Swie King, dengan 15-8, 12-15, 17-16 di Kopenhagen.  
 Hasil yang dipetik Tommy juga membuat Indonesia belum bisa menjadi juara nomor tunggal putra sejak 2005 ketika Taufik Hidayat naik ke podium terhormat. Tahun lalu, dua wakil Negeri Jamrud Khatulistiwa, julukan Indonesia, menempatkan wakilnya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di ganda putra dan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, menjadi juara.Sayang, tahun ini, keduanya absen karena cedera. (*)

Hasil semifinal :
Tunggal Putra:Lee Chong Wei (Malaysia x1) v Viktor Axelsen (Denmark x14) 21-9, 21-7; Chen Long (Tiongkok x2) v Tommy Sugiarto (Indonesia x5) 21-16, 22-20

Tunggal Putri:Li Xuerui (Tiongkok x1) v Minatsu Mitani (Jepang x16) 21-8, 21-14; Carolina Marin (Spanyol x9) v PV Sindhu (India x11) 21-17, 21-15

Ganda Putra;Ko Sung-hyun/Shin Baek-choel (Korsel x12) v Kim Ki-jung/Kim Sa-rang (Korsel x5) WO; Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong (Korsel x2) v Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark x3) 21-12, 21-18

Ganda Putri:Tian Qing/Zhao Yunlei (Tiongkok x5) v Lee So-hee/Shin Seung-chan (Korsel x16) 21-13, 21-10; Wang Xiaoli/Yu Yang (Tiongkok x4) v Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda (Jepang x7) 21-8, 21-13
Ganda Campuran: Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok x1) v Liu Cheng/Bao Yixin (Tiongkok) 21-15, 21-13; Xu Chen/Ma Jin (Tiongkok x2) v Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark x3)

X=unggulan

Hanya Ada Tommy Sugiarto

Sabtu, 30 Agustus 2014


TAHUN lalu, Indonesia mampu membawa pulang dua gelar dari Kejuaraan Dunia. Dalam event yang dilaksanakan Guangzhou, Tiongkok, tersebut Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di nomor ganda putra dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mampu naik ke podium juara.
 Namun, tahun ini, hal tersebut susah diulang. Kedua pasangan tersebut absen dengan alasan yang sama, cedera.  Selain itu, hingga babak semifinal, Indonesia hanya mempunyai satu wakil yakni Tommy Sugiarto di nomor tunggal putra.
 Ini disebabkan tiga pasangan yang masih bertahan di perempat final, Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri) serta pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto, tersingkir.
 Pada pertandingan yang dilaksanakan di Kopenhagen, Denmark, pada Jumat waktu setempat, Tommy, yang diunggulkan di posisi kelima, menghentikan perlawanan Eric Pang (Belanda) 22-20, 21-19. Hasil ini merupakan kemenangan ketiga putra salah satu legenda bulu tangkis Indonesia Icuk Sugiarto tersebut atas Eric. Dua kemenangan sebelumnya dipetik dalam Bahrain Challenge 2010 dan Italia International 2011.
 Pada babak semifinal, Tommy akan menjajal ketangguhan Chen Long (Tiongkok). Pada babak perempat final, unggulan kedua tersebut dipaksa bertarung tiga game 21-14, 12-21, 21-17 untuk menyingkirkan Son Wan-ho, unggulan ketujuh asal Korea Selatan.
 Dari rekor pertemuan, Tommy hanya sekali menang dari tujuh kali duel. Hanya, satu kemenangan tersebut dipetik saat kali terakhir kedua bersua di Indonesia Super Series Premier 2013. Saat itu, Tommy memetik kemenangan dua game langsung 21-11, 21-18.
 Semifinal tunggal putra lainnya mempertemukan unggulan pertama asal Malaysia  Lee Chong Wei melawan Viktor Axelsen (Denmark). (*)

Ganda Putri Terus Ulangi Kegagalan


LANGKAH Anggia Shitta Awanda/Della Destiara akhirnya terhenti. Mereka menyerah dengan dua game mudah 12-21, 15-21 kepada unggulan kelima asal Tiongkok Tian Qing/Zhao Yunlei pada pertandingan babak perempat final ganda putri Kejuaraan Dunia 2014 di Kopenhagen, Denmark, Jumat malam waktu setempat (29/8).
 Sebelumnya, Anggia/Della pada babak kedua membuat kejutan dengan memulangkah lebih awal unggulan teratas Bao Yixin/Tang Jinhua dengan straigh game 21-14, 21-18. kemudian, di babak ketig, pasangan Pelatnas Cipayung tersebut menghentikan langkah unggulan ke-15 Line Damkjaer/Marie Roepke 21-18, 21-16. Kekalahan atas unggulan kelima ini menjadi kekalahan kedua bagi Anggia/Della. Sebelumnya, mereka menyerah 15-21, 7-21 di Belanda Grand Prix 2013.  
 Hal yang sama juga dialami Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Mereka juga terjegal setelah sebelumnya membuat kejutan dengan mempermalukan unggulan kedua sekaligus tumpuan asa Denmark Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl.
 Pada pertandingan perempat final, Greysia/Nitya menyerah dua game langsung 19-21, 13-21 kepada Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda, yang diunggulkan di posisi ketujuh. Ini menjadi kekalahan kedua bagi pasangan merah putih. Sebelumnya,Greysia/Nitya menyerah di Malaysia Super Series Premier 2014.
 Sepanjang sejarah Kejuaraan Dunia, belum pernah ada pasangan Indonesia yang menjadi juara. Tiongkok mendominasi dengan koleksi 17 gelar. Tahun lalu di Guangzhou, Tiongkok, pasangan tuan rumah Wang Xiaoli/Yu Yang menjadi pemenang. (*)

Ratchanok Gagal Pertahankan Gelar

Jumat, 29 Agustus 2014


RATCHANOK Intanon harus kehilangan gelar juara dunia. Pebulu tangkis Thailand ini kalah 8-21, 21-12, 21-18 pada babak ketiga nomor tunggal putri dalam Kejuaraan Dunia 2014 di Kopenhagen, Denmark, pada Kamis waktu setempat 28/8).
 Sebenarnya, kekalahan ini cukup mengejutkan. Selain menyandang status juara bertahan, Ratchanok juga duduk sebagai unggulan keempat sementara lawannya sebagai unggulan ke-16.Selain itu, dari rekor pertemuan, perempuan asal Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, tersebut selalu menang dalam dua kali pertemuan yakni di Jepang Super Series 2010 dan Thailand Grand Prix 2012.
 Tahun lalu, dalam final yang dilaksanakan di Guangzhou, Tiongkok, Ratchanok mengalahkan wakil tuan rumah Li Xuerui dengan rubber game 22-20, 21-18, 21-14. Dia menjadi wanita Thailand yang menjadi juara dunia di nomor tunggal putri.
 Tahun ini, penampilan Ratchanok memang menurun.Selama 2014, gadis 19 tahun tersebut belum pernah juara.
 Capaian terbaiknya ‘’hanya’ menembus babak final Indonesia Super Series Premier. Sayang, di babak pemungkas, Ratchanok dikalahkan Li Xuerui 13-21, 13-21. Sepekan kemudian, di Australia Super Series, dia tumbang di babak pertama oleh Han Li  14-21, 19-21. Selain Ratchanok, pada babak ketiga juga terjadi kejutan dengan tumbangnya unggulan ketiga Wang Yihan. Wakil Tiongkok ini menyerah 9-21, 12-21 kepada Carolina Marin (Spanyol).
 Di tunggal putri ini, sebenarnya Indonesia mengirimkan dua wakilnya, Lindaweni Fanetri dan Bellaetrix Manuputty.  Namun, keduanya sudah angkat koper.
 Lindaweni kalah 10-21, 16-21 oleh Sung Ji-hyun (Korea Selatan)  di babak ketiga dan Bellaetrix menyerah 12-21, 14-21 kepada Tai Tzu Ying (Taiwan) di babak kedua. (*)


Dua Ganda Putri Lolos Perempat Final


KEJUTAN Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris belum berhenti. Mereka kembali menumbangkan unggulan dalam nomor ganda putri pada Kejuaraan Dunia 2015.
 Setelah memulangkan kandidat teratas juara, Bao Yixin/Tang Jinhua dari Tiongkok, pasangan pelatnas Cipayung tersebut menundukkan ganda tuan rumah yang diunggulkan di posisi ke-15 Line Damkjaer/Marie Roepke dengan straight game 21-18, 21-16 pada pertandingan babak ketiga yang dilaksanakan di Ballerup Super Arena, Kopenhagen, Denmark, pada Kamis waktu setempat (28/8).
 Ini merupakan pertemuan perdana kedua pasangan yang hanya beda empat peringkat tersebut. Dalam ranking terbaru BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Anggia/Della duduk di posisi ke-19 atau sempat setrip di bawah lawannya.
 Namun, hadangan berat kembali menghadang mereka. Di babak perempat final, Anggia/Della menantang unggulan kelima asal Negeri Panda, julukan Tiongkok, Tian Qing/Zhao Yunlei , yang di babak ketiga menang mudah 21-13, 21-12 atas Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul (Thailand).
 Anggia/Della pernah bersua dengan Tian/Zhao di All England Super Series Premier 2014. Hasilnya, pasangan merah putih kalah.
 Pasangan Indonesia yang lolos ke babak perempat final nomor ganda putri adalah Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Mereka mempermalukan asa tuan rumah yang duduk sebagai unggulan kedua Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl dengan dua game langsung 21-15, 21-19. Kemenangan ini merupakan kemenangan keempat atas pasangan Negeri Skandinavia tersebut.
 Untuk bisa melaju ke semifinal, Greysia/Nitya harus bisa mengalahkan Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda asal Jepang. Unggulan ketujuh ini lolos berkat kemenangan tiga game 19-21, 21-15, 21-13 atas Ko A-ra/Yoo Hae-won.
 Pasangan Negeri Matahari Terbit, julukan Jepang, itu pernah mengalahkan Greysia/Nitya di Malaysia Super Series Premier dengan dua game langsung 21-19, 21-11. (*)

Pulang Telat, Unggulan Teratas Kalah WO

Kamis, 28 Agustus 2014



MUNDUR: Ruselli Hartawan (foto: PBSI)
TAK ada nama Ruselli Hartawan di Jaya Raya Indonesia Junior International Challenge 2014. Dia tak turun ke lapangan saat harus berhadapan dengan pebulu tangkis Singapura Chun Yi Deline Queck di GOR Sudirman, Surabaya, pada Rabu siang.
 Ke mana Ruselli?’’Dia masih di Nanjing mengikuti Youth Olympic Games,’’ kata Eddyanto Sabarudin, ketua bidang pertandingan dan pewasitan PP PBSI.
 Meski, tambah dia, cabang olahraga bulu tangkis sudah selesai Sabtu (23/8) lalu. Hanya, tiket perempuan 17 tahun tersebut ikut bersama rombongan dari Tiongkok.
‘’Jadi, dia nggak bisa pulang langsung. Mau nggak mau, Ruseli absen di kejuaraan ini meski dia menduduki unggulan teratas,’’ tambah Edy, sapaan karib Eddyanto Sabarudin.
Absen dari Jaya Raya Indonesia Junior International Challenge 2014 ini pun memberikan dampak kepada Ruselli. Dia harus membayar denda kepada BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).
 ‘’Jumlahnya seratusan dolar. Memang tak sebesar senior yang bisa sampai ribuan dolar,’’ tambah mantan Sekum Pengprov PBSI Jatim tersebut.
 Dengan absennya Rusel
li, Indonesia bertumpu kepada Fitriani yang diunggulkan di posisi kedua dan Gregoria Mariska. (*)

Pulangkan Unggulan Teratas

KEJUTAN BESAR: Anggia Shitta/Della Destiara

ANGGIA Shitta/Della Destiara jadi sorotan dalam Kejuaraan Dunia 2014. Pasangan Pelatnas Cipayung tersebut mampu menumbangkan unggulan teratas asal Tiongkok Bao Yixin/Tang Jinhua dengan dua game langsung 21-14,. 21-18 pada pertandingan babak kedua di Kopenhagen, Denmark, pada Rabu waktu setempat (27/8).
 Kemenangan ini tentu di luar dugaan. Dari segi ranking, Anggia/Della jauh di bawah pasangan Negeri Panda, julukan Tiongkok, itu.
 Dari ranking terakhir yang dirilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Bao/Tang ada di posisi pertama. Sementara, Anggia/Della di posisi 19. Apalagi, dalam pertemuan sebelumnya di Belanda Grand Prix, Anggia/Della menyerah telak dua game langsung 15-21, 7-21.
 Untuk bisa merebut tiket perempat final, Anggia/Della harus bisa menundukkan unggulan ke-15 atas Denmark Line Damkjjaer/Marie Roepke . Di babak kedua, mereka dipaksa bertarung tiga game 21-16, 11-21, 21-10 oleh ganda Malaysia Hoo Vivian/Woon Khe Wei.
 Bagi kedua pasangan, ini bakal menjadi pertemuan perdana. Hanya, dari sisi peringkat, ganda Denmark itu lebih bagus tiga setrip dibandingkan Anggia/Della.
 Sukses Anggia/Della menembus babak ketiga juga diikuti oleh dua pasangan Indonesia lainnya, Pia Zebadiah/Rizki Amelia Pradipta dan Greysia Polii/Nitya Krishinda.
 Pia/Rizki, yang diunggulkan di posisi 11, dipaksa bertarung tiga game 23-21, 18-21, 21-14 oleh Samantha Barning/Iris Tabeling (Belanda). Di babak ketiga, pasangan asal klub Jaya Raya, Jakarta, tersebut menantang unggulan keenam asal Korea Selatan Chang Ye-na/Kim So-yeong yang di babak sebelumnya menang 23-21, 21-17 atas Cheng Wen Hsing/Hsieh Pei Chen (Taiwan).
 Bukan tugas ringan bagi Pia/Rizki. Dalam tiga pertemuan, mereka belum pernah menang atas Ye-na/So-yeong.
 Sementara, Greysia/Nitya, yang diunggulkan di posisi kesepuluh,menang mudah21-10, 21-11 atas Isabel Herttrich/Carla Nelte (Jerman). Untuk lolos ke babak perempat final, ganda nomor satu Indonesia itu harus bisa menyingkirkan unggulan kedua Christinna Pedersen/Kamilla Rhytter Juhl yang di babak kedua melibas Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerrattanachai 21-12, 21-16.
 Kans bagi Greysia/Nitya lolos sangat terbuka. Dalam tiga kali pertemuan, mereka selalu memetik kemenangan. Kali terakhir, pasangan yang baru ditandemkan lagi itu menang di Swiss Grand Prix Gold 2014 pada April lalu. (*)


Tommy Tak Perlu Main Tiga Game

Rabu, 27 Agustus 2014

BERTAHAN:Tommy Sugiarto (facebook)

PUTARAN final Piala Thomas 2014 membuat Tommy Sugiarto banyak belajar. Buktinya, dia hanya perlu menang dua game 21-12, 21-14 atas Derek Wong dari Singapura pada pertandingan babak I Kejuaraan Dunia 2014 di Kopenhagen, Denmark, pada Selasa waktu setempat.
 Padahal, saat putaran final Piala Thomas yang dilaksanakan di New Delhi, India, pada Mei 2014, Tommy sempat keteteran. Putra salah satu legenda bulu tangkis Indonesia Icuk Sugiarto tersebut harus kehilangan satu game sebelum memetik kemenangan 21-11, 17-21, 21-15.
 Namun, pada pertandingan di Kejuaraan Dunia, dia tak memberikan waktu Derek berkembang. Hasilnya,  dalam waktu 35 menit, Tommy sudah menggapai tiket babak II. Kemenangan atas Derek juga membuat dia belum terkalahkan selama lima kali bersua dengan pebulu tangkis Negeri Singa, julukan Singapura, tersebut.
 Pada babak kedua, Tommy, yang diunggulkan  di posisi kelima, akan ditantang Vladimir Malkov asal Rusia. Pada pertandingan pertama, peringkat 44 dunia itu  menang dua game dengan mudah 21-6, 21-13 atas Dmytro Zavadsky  (Ukraina).
 Tommy menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putra. Rekannya Simon Santoso, urung tampil setelah terkena demam berdarah yang membuatnya menginap di rumah sakit.
 Kejuaraan Dunia 2014 ini bakal memunculkan juara baru. Alasannya, juara bertahan sekaligus pemegang lima kali gelar, Lin Dan asal Tiongkok, tak bisa turun karena rankingnya tidak mencukupi. (*)

Lindaweni Melawan Rekor Buruk

MEKAJU: Lindaweni Fanetri

RINTANGAN awal mampu dilewati Lindaweni Fanetri. Andalan Indonesia di nomor tunggal putri itu mampu melangkah ke babak ketiga Kejuaraan Dunia 2014.
Itu setelah Lindaweni menumbangkan unggulan ke-14 asal Thailand Nichaon Jindapon dengan rubber game 15-21, 21-13, 21-9 di Kopenhagen, Denmark, pada Selasa waktu setempat. Kemenangan ini membuat Lindaweni mampu membalas kekalahan yang ditelannya dari pebulu tangkis Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, itu dalam Indonesia Super Series Premier  2014 di Istora Senayan, Jakarta, pada Juni lalu.
 Ini juga membuata dia unggul 2-1 dalam rekor head to head. Kemenangan perdana dipetik atlet Suryanaga, Surabaya, itu pada India Grand Prix Gold 2012.
 Untuk bisa melangkah ke babak perempat final, Lindaweni harus bisa menjungkalkan unggulan kelima asal Korea Selatan Sung Ji-hyun yang di babak ketiga tak perlu memeras keringat. Dia menang WO atas Sarah Walker (Inggris). Namun, itu bukan tugas ringan.
 Lindaweni punya rekor buruk jika bersua Ji-hyun. Dia tak pernah menang dalam empat kali pertemuan. Kali terakhir, Lindaweni menyerah  pada pertandingan putaran final Piala Uber di New Delhi, India, pada Mei 2014. Selain itu, dua kekalahan lain juga dialami Lindaweni pada tahun ini yakni di All England Super Series Premier dan Singapura Super Series.
 Tahun lalu, Lindaweni juga melangkah hingga babak ketiga. Ambisnya dihentikan unggulan teratas asal Tiongkok Li Xuerui.
 Di nomor tunggal putri ini, Indonesia juga mengirimkan Bellaetrix Manuputty. Dia juga menembus babak II. Rabu waktu setempat, Bella, sapaan karib Bellaetrix, bakal berebut tiket babak ketiga dengan Tai Tzu Ying (Taiwan), yang diunggulkan di posisi kedelapan.
 Kans menang bagi Bella masih terbuka. Dia pernah dua kali mengalahkan lawannya itu. Apalagi, tahun ini, Bella mampu menang di Malaysia Super Series Premier. (*)

Unggulan Belum Terhadang


ZIN Rei Ryan belum terlalu banyak mengeluarkan keringat. Unggulan teratas nomor tunggal putra dalam Jaya Raya Indonesia International Challenge 2014 itu sudah menjejakkan kakinya ke babak ketiga.
Setelah memperoleh bye pada babak pertama, pebulu tangkis asal Singapura itu melibas wakil Indonesia Reza Romadhon dengan dua game langsung 21-12, 21-12 dalam pertandingan babak kedua yang dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, pada Selasa WIB (26/8).
Untuk bisa menembus babak keempat, Zin harus bisa mengalahkan Pacharapol Nipornram. Lelaki asal Thailand itu menghentikan wakil tuan rumah M. Irsyadul Ibad 21-18, 21-8.
Nomor tunggal putra merupakan satu-satunya nomor yang unggulan teratasnya bukan dari Indonesia. Hanya, ini tak membuat merah putih gentar. Pebulu tangkis diharapkan mampu menyapu bersih gelar dalam event junior yang menyediakan poin 7.000 bagi juaranya tersebut. (*)

Kesan Manis Praveen/Debby

Selasa, 26 Agustus 2014

Praveen

LEWATI RINTANGAN:  Praveen Jordan/Debby Susanto
DEBUT manis diukir Praveen Jordan/Debby Susanto di Kejuaraan Dunia. Mereka mampu melaju ke babak kedua.
 Itu setelah Praveen/
Debby menang dua game yang ketat 22-20, 21-18 atas Hirokatsu Hashimoto/Miyuki Maeda (Jepang) di Balleerup Super Arena, Kopenhagen, Denmark, pada Senin waktu setempat  (25/8) atau Selasa ini hari WIB (26/8).
 Ini menjadi kemenangan kedua bagi pasangan merah putih itu atas Hirokatsu/Miyuki. Sebelumnya, Praveen/Debby menang di Jepang Super Series pada Juni lalu di Tokyo.Jonathan
 Sayang, di babak kedua, mereka bersua dengan sesama pasangan Indonesia, Markis Kido/Pia Zebadiah, yang diunggulkan di posisi kesembilan.  Praveen/Debby juga punya keunggulan. Mereka mampu mengalahkan pasangan kakak beradik tersebut di India Super Series tahun ini.
 Pasangan Indonesia yang lolos ke babak kedua nomor ganda campuran adalah Riki Widianto/Richi Dili Puspita. Unggulan ke-15 ini memperoleh bye.  Pada babak kedua, finalis Singapura Super Series 2014 itu ditantang ganda Austria Roman Zirnwald/Elisabeth Baldauf.
Sementara, pasangan Markus ‘’Sinyo’’Gideon/Rizki Amelia Pradipta meneyerah 18-21, 11-21 kepada Jonathan Nordh/Emelie Lennartsoon (Swedia).
 Sebenarnya, nomor ganda campuran ini menjadi tumpuan Indonesia meraih gelar. Tapi, pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana, yang menyandang status juara bertahan, absen karena Tontowi mengalami cedera. (*)

Target Sapu Bersih Gelar


KEHADIRAN pebulu tangkis asing tak membuat keder. Buktinya, pihak panpel memperkirakan Indonesia bisa menyapu bersih gelar dalam Jaya Raya Junior International Challenge 2014 yang dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada 26-31 Agustus.
"Hadirnya pebulu tangkis terbaik pelatnas pratama dan juga wakil klub-klub akan membuat Indonesia bisa menang di lima nomor," terang Imelda Kurniawan, mantan pebulu tangkis ganda Indonesia yang juga Ketua Panpel Jaya Raya Indonesia Junior International Challenge 2014.
Selain itu, dari lima nomor yang dipertandingkan, Indonesia mendominasi unggulan teratas di empat nomor.
Hanya di nomor tunggal putra, unggulan teratas ditempati wakil non-Indonesia. Pebulu tangkis Singapura Zin Rei Ryan Ng menjadi kandidat utama untuk menjadi juara. (*)
 


Unggulan Teratas Jaya Raya Indonesia Junior International  Challenge 2014

Tunggal Putra:1.Zin Rei Ryan Ng (Singapura)

Tunggal Putri; Ruselli Hartawan (Indonesia)

Ganda Putra; Altof Baariq/Reinard Dhanriano (Indonesia)

Ganda Putri;Jauza Sugiarto/Apriyani Rahayu (Indonesia)

Ganda Campuran; Reinard Dhanriano/Sinta Arum (Indonesia)

Enam Negara Adu Gengsi di Level Junior


JAYA Raya Indonesia Junior International Challenge 2014 bakal panas. Enam negara bakal saling adu kekuatan dalam event yang dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, pada 26-31 Agustus mendatang.
"Pebulu tangkis Thailand, Singapura, Malaysia, Hongkong, Korea Selatan serta tuan rumah Indonesia akan ikut ambil bagian. Total ada 300 peserta," kata Imelda Kurniawan, ketua panpel Jaya Raya Junior International Challenge.
Dia berharap event yang sudah masuk kali kedelapan ini bisa memberikan sumbangsih bagi perbulu tangkisan dunia. Imelda pun menyebut beberapa nama alumni kejuaraan yang sudah  eksis di level senior.
"Ada Sapsiree dari Thailand yang kini masuk ranking 9 dunia. Ini membuktikan bahwa kejuaraan junior ini jadi ajang mencetak pebulu tangkis bagus," jelas Imelda.
Apalagi, Jaya Raya Junior International Challenge 2014 merupakan event bagi para pebulu tangkis junior untuk berburu poin. Menurut Imelda, event di Kota Pahlawan hanya kalah dari Kejuaraan Dunia dan Kejuaraan Asia.
"Juaranya dapat 7.000 poin. Sedangkan juara dunia dapat 11.000 dan juara Asia 9.000," lanjut Imelda. (*)

Debut Hayom setelah Terpental dari Pelatnas

Minggu, 24 Agustus 2014

PERDANA: Dionysius Hayom Rumbaka

DIONYSIUS Hayom Rumbaka hilang bak ditelan bumi. Usai Piala Thomas 2014 di New Delhi,India, dia hanya turun di Indonesia Super Series Premier yang dilaksanakan di Jakarta pada Juni lalu.
 Hasilnya pun sangat mengecewakan. Lelaki yang akrab disapa Hayom tersebut langsung tersingkir.
 Dia langsung menyerah pada penampilan perdana.  Hayom menyerah kepada unggulan kedua asal Tiongkok Chen Long dengan 17-21, 11-21.
 Ini memperparah posisinya setelah dianggap jeblok di Piala Thomas 2014. Dalam event dua tahunan tersebut, pebulu tangkis binaan Djarum Kudus itu dianggap sebagai biang kegagalan Indonesia menjadi juara.
 Menjadi tunggal ketiga, Hayom kalah mudah dua game 10-21, 17-21 kepada Chong Wei Feng. Ini membuat Indonesia menyerah 2-3 di babak semifinal.
 Setelah Indonesia Super Series Premier 2014, Hayom pun tergusur dari Pelatnas Cipayung. Dia kembali ke klub asalnya, Djarum Kudus.
 Nah, September nanti, tepatnya 1-7 September, Hayom bakal unjuk kebolehan dalam Vietnam Grand Prix. Bahkan, dalam turnamen berhadiah total USD 50 ribu itu, dia menempati unggulan teratas.
 ‘’Vietnam Grand Prix menjadi penampilan pertama Hayom setelah tak lagi di pelatnas,’’ terang Yoppy Rosimin, ketua POR Djarum.
 Pada babak pertama, Hayom bersua dengan Wei Jian Ai dari Malaysia. Di atas kertas, wakil negeri jiran itu bakal dilewati dengan mudah oleh Hayom. Alasannya, Jian Ai hanya berada di ranking 229 sementara Hayom di posisi 24. (*)


Kido Pilih Datang Lebih Awal

CAMPURAN: Markis Kido/Pia Zebadiah

MARKIS Kido sudah menginjakkan kaki di Kopenhagen, Denmark. Ini dilakukan untuk melawan lelah yang harus dihadapi selama melakukan perjalanan.
 ‘’Saya naik pesawat selama 15 jam. Untuk itu, saya memutuskan datang lebih awal,’’ kata Kido, sapaan karib Markis Kido.
 Dia datang ke Negeri di Skandinavia tersebut untuk tampil dalam Kejuaraan Dunia 2014  yang dilaksanakan 25-31 Agustus. Dalam event bergengsi itu, Kido turun di dua nomor, ganda putra campuran.  Menariknya, di dua nomor tersebut, mantan penghuni Pelatnas Cipayung itu menjadi unggulan.
 Bersama Markus Gideon di ganda putra, mereka menduduki unggulan kesembilan. Pada babak pertama, Kido/Sinyo, sapaan karib Markus Gideon, memperoleh bye. Di babak kedua, mereka menunggu pemenang Berry Angriawan/Ricky Karanda yang berhadapan dengan pasangan Kanada Adrian Liu/Derrick Ng.
 Ini merupakan debut perdana Kido/Sinyo dalam Kejuaraan Dunia. Tahun lalu di Guangzhou, Tiongkok, Kido berpasanan dengan Alvent Yulianto dan langkahnya dihentikan sesama pasangan Indonesia Hendra Setiawan/Mohammand Ahsan 19-21, 17-21.
 Namun, Kido juga pernah merasakan manisnya menjadi juara pada 2007. Di Kuala Lumpur, Malaysia, berpasangan dengan Hendra Setiawan, mereka mengalahkan Lee Yong-dae/Jung Jae-sung (Korea Selatan) 21-19, 21-19.
 Sementara, di ganda campuran,pada Kejuaraan Dunia 2014, Kido berpartner dengan sang adik, Pia Zebadiah. Mereka diunggulkan di posisi kedelapan.
 Pada babak pertama, Kido/Pia memperoleh bye.  Di babak kedua, mereka menunggu pemenang partai Praveen Jordan/Debby Susanto (Indonesia) melawan Hirokatsu Hashimoto/Miyuki Maeda. (*)


Hyun-il Kena Dampak Indonesia Challenge

Sabtu, 23 Agustus 2014

CINTA INDONESIA: Lee Hyun-il

HASIL Indonesia Challenge 2014 memberi perubahan kepada Lee Hyun-il. Posisi naik 14 setrip ke posisi 58.
 Dalam turnamen yang berhadiah total USD 20 ribu tersebut, Hyun-il mampu menjadi juara. Dalam final, lelaki 34 tahun tersebut mengalahkan walil Indonesia Jonatan Christie. Kemenangan itu juga membuat Hyun-il berhak mengantongi poin, 4.000.
Bagi Hyun-il, hasil dari Indonesia Challenge membuat dia sudah meraih tiga gelar selama 2014. Dua posisi terhormat lainnya dipetik dalam Sri Lanka Challenge dan Kanada Grand Prix.
Saat ini, Hyun-il punya hubungan yang erat dengan Indonesia. Ini disebabkan kini dia digandeng sponsor dari Negeri Jamrud Khatulistiwa, julukan Indonesia.
  Memang, ranking 58 bukan posisi terbaiknya. Mantan tunggal terbaik Korea Selatan ini pernah duduk di posisi teratas dunia 10 tahun lalu. Sebenarnya, Hyun-il sudah menyatakan pensiun pada 2008.
 Hanya, ini diralatnya. Imbasnya, dia pun masih bisa memberikan prestasi dengan lolos babak semifinal Olimpiade London 2012 atau mengulang hasil Olimpiade Beijing 2008.
 Hyun-il sendiri menyatakan bulu tangkis belum bisa lepas dari diri. Hanya, dia enggan berlaga di level atas seperti turnamen super series atau super series premier. (*)

Dobel Petaka sebelum Kejuaraan Dunia

MENYINGKIR: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (foto;PBSI)

UJIAN mendera Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Mereka batal bertanding dalam Kejuaraan Dunia 2014 yang dilaksanakan di Kopenhagen, Denmark, 25-31 Agustus.
 Ahsan,sapaan karib Mohammad Ahsan, mengalami cedera pinggang. Namun, sebelumnya, sebelum memutuskan  absen, ada kabar kurang sedap bagi kedua.
 Posisi Hendra/Ahsan di puncak ranking dunia tergusur oleh rival beratnya asal Korea Selatan, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong. Ini untuk kali pertama mereka sejak Desember 2013 tak ada di posisi teratas
 Tergusurnya posisi ini tak lepas dari kegagalan yang mendera Hendra/Ahsan dalam beberapa turnamen terakhir. Sejak Maret, mereka belum pernah naik podium juara. Atau selama 2014, Hendra/Ahsan hanya sekali juara yakni di All England Super Series Premier.
 Mereka gagal di empat turnamen lainnya yakni Malaysia Super Series Premier, Singapura Super Series, Jepang Super Series, dan di kandang sendiri, Indonesia Super Series Premier. Menariknya, dalam Jepang Super Series dan Indonesia Super Series Premier, langkah Hendra/Ahsan digagalkan Yong-dae/Yeon-seong.
 Kekalahan di dua turnamen itu juga membuat juara dunia 2013 itu hanya menang sekali dalam enam kali pertemuan.  Naiknya Yong-dae/Yeon-seong juga cukup mengejutkan.
 Mereka baru kembali aktif  lagi April setelah diskorsing BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) pada akhir tahun. Mereka dilarang tampil bareng setelah Yong-dae menolak menjalani tes doping.
 Hanya, menjelang Piala Thomas 2014 bergulir, BWF mencabut skorsing buat Yong-dae. Ini membuat keduanya bisa membela negaranya di ajang Piala Thomas yang dilaksanakan di New Delhi, India, pada April lalu. (*)

Harus Puas dengan Medali Perunggu

SEMIFINAL: Anthony Sinisuka Ginting (foto:PBSI)

INDONESIA gagal mengukir tradisi emas di Youth Olympic Games. Untuk kali kedua, wakil merah putih gagal naik ke podium juara dalam pesta olahraga bagi atlet di bawah usia 18 tahun tersebut.
 Satu-satunya asa Indonesia di cabang olahraga bulu tangkis Antony Sinisuka Ginting langkahnya terhenti di babak semifinal dalam event yang dilaksanakan di  Nanjing, Tiongkok, tersebut. Penghuni Pelatnas Cipayung itu harus mengakui ketangguhan wakil tuan rumah Lin Gui Pu dengan rubber game 19-21, 21-19, 21-17 pada Jumat waktu setempat.
 Kemenangan ini membuat Negeri Panda, julukan Tiongkok, menciptakan All Chinas Final. Itu disebabkan di laga lainnya, unggulan teratas ShiYuqi  menang dua game langsung 21-10, 24-22 atas Aditya Joshi.
 Untung, pada perebutan medali perunggu, Anthony mampu memetik kemenangan 21-16, 21-17 ataqs Aditya. Ini membuat merah putih batal pulang dengan tangan hampa. Gelar juara atau medali emas akhirnya jatuh ke tangan Shi Yuqi yang mengalahkan Lin Gui Pu dengan 21-15, 21-19  dalam pertandingan yang memakan waktu 41 menit.
 Empat tahun lalu di Singapura, Indonesa juga gagal meraih juara. Dua wakil, Evert Sukamta dan Renna Suwarno, terjegal langkahnya sebelum menembus babak semifinal. Di tunggal putra, Evert kalah di perempat final dan Renna sudah menyerah di babak penyisihan tunggal putri. (*)

Juara Youth Olympic Games 2014  Cabor Bulu Tangkis
Tunggal Putra: Shi Yuqi (Tiongkok)
Tunggal Putri: He Bing Jiao (Tiongkok)
Ganda Campuran: Cheam June Wei/Ng Tsz Yau (Malaysia/Hongkong)

Tinggal Berharap Antony Ginting

Kamis, 21 Agustus 2014


HADANGAN: Lin Gui Pu (foto: olympic.cn)
LANGKAH Anthony Sinisuka Ginting dalam Youth Olympic Games (YOG) 2014 sudah menembus semifinal. Dia juga menjadi satu-satunya wakil merah putih yang masih bertahan dalam Olimpiade Pemuda yang dilaksanakan di Nanjing, Tiongkok, tersebut.
 Anthony menembus babak empat besar setelah menang 21-8, 14-21, 21-12 atas Kanta Tsuneyama asal Jepang. Bagi Anthony, pebulu tangkis Negeri Sakura, julukan Jepang, tersebut bukan lawan yang asing.
 Dia sudah dua kali bertemu dengan hasil imbang.Anthony kalah dua game 13-21, 15-21 dalam Kejuaraan Asia U-19 di bulan Februari.  Namun, dalam Kejuaraan Dunia dua bulan berikutnya, Anthony mampu membalas kekalahanya dengan 13-21, 5-21.
 Hanya, untuk bisa menembus babak final bukan tugas ringan. Pebulu tangkis yang di level senior berperingkat 229 itu bakal menjajal ketangguhan unggulan kedua
Lin Guipu. Lelaki asal Tiongkok itu di babak delapan besar melibas Lee Cheuk Yiu (Hongkong) 21-18, 21-16.  Ini akan menjadi pertemuan perdana bagi kedua pebulu tangkis.
 Semifinal tunggal putra lainnya akan mempertemukan unggulan teratas asal Negeri Panda, julukan Tiongkok, Shi Yuqi melawan Aditya Joshi (India).
 Sebenarnya, di YOG 2014, Indonesia juga mengirim wakil di tunggal putri, Ruseli Hartawan. Namun, langkah gadis 17 tahun itu dihentikan unggulan teratas Akane Yamaguchi 21-6, 18-21, 21-11 di babak perempat final.
 YOG di Nanjing ini diperuntukkan bagi atlet di bawah usia 18 tahun. Di Nanjing merupakan penyelenggaraan kedua setelah empat tahun lalu di Singapura.
 Pada 2010, Indonesia gagal total. Di tunggal putra, Evert Sukamta terhenti di perempat final setelah ditundukkan Kang Ji-wook (Korea Selatan) 21-11, 14-21, 21-13. Sementara, Rena Suwarno sudah tersingkir di babak penyisihan grup. (*)

Hindari Denda dengan Foto MRI

BUKTI: Simon Santoso

WAKIL Indonesia Simon Santoso dan pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mundur dari Kejuaraan Dunia 2014 di last minute. Mereka memutuskan absen setelah undian (drawing) event bergengsi itu keluar.
 Imbasnya, denda siap menanti Simon dan Hendra/Ahsan. Namun, bisa jadi keduanya juga bisa bebas dari denda.
 ‘’Kita kan punya medical certificate dan foto MRI segala. Ini yang akan kami ajukan mengapa Simon dan Hendra/Ahsan mundur dari Kejuaraan Dunia 2014,’’ kata Budi Rudianto, Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI.
 Dalam undian yang sudah dirilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), di nomor tunggal putra, pada babak pertama, Simon akan berhadapan dengan wakil Spanyol Pablo Abian. Dalam event bergengsi ini, lelaki asal Tegal, Jawa Tengah, tersebut diunggulkan di posisi kedelapan.
 Sementara, Hendra/Ahsan, yang menyandang status juara bertahan dan unggulan teratas, pada babak pertama memperoleh bye.Pada babak kedua, mereka ditantang pasangan Thailand Wannawat Ampunsuwan/Patiphat Chalardchaleam.
 Hingga Kamis dini hari (21/8), BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) belum memutuskan siapa pengganti Simon dan Hendra/Ahsan.   (*)


Simon-Hendra/Ahsan Absen Kejuaraan Dunia 2014


SIMON Santoso harus melupakan asa berlaga di Kejuaraan Dunia  2014. Sakit demam berdarah (DB) membuat dia absen dalam event yang dilaksanakan di Kopenhagen, Denmark, pada 25-31 Agustus mendatang.
 ‘’Simon pasti absen karena dia opname di rumah sakit. Ini memang di luar dugaan,’’ kata Wakil Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto.
 Padahal,  tambah dia, Simon diharapkan bisa bersinar dalam Kejuaraan Dunia 2014. Alasannya, penampilannya selama tahun ini cukup cemerlang.
 Buktinya, Simon mampu mengantarkan Musica Champions menjadi juara Superliga Bulu Tangkis Indonesia dan menjadi juara dalam Singapura Super Series 2014. Di Negeri Singa, julukan Singapura, Simon mampu mengalahkan unggulan pertama asal Malaysia Lee Chong Wei dengan dua game langsung.
 Pada Kejuaraan Dunia 2014, Chong Wei juga menjadi unggulan teratas. Sementara, Simon menduduki unggulan kedelapan.
 Dengan absennya Simon, Indonesia hanya mempunyai satu wakil di tunggal putra melalui Tommy Sugiarto. Putra salaha satu legenda bulu tangkis Indonesia, Icuk Sugiarto, tersebut diunggulkan di posisi kelima.
  Di nomor tunggal putra ini, Indonesia sudah lama tak meloloskan wakilnya menjadi juara. Kali terakhir, Taufik Hidayat naik ke podium terhormat dalam Kejuaraan Dunia 2005 di Amerika Serikat (AS).
 Selain Simon, pasangan juara bertahan nomor ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga absen. Ini disebabkan Ahsan, sapaan karib Mohammad Ahsan, mengalamicedera pinggul.
 Rencananya, Hendra/Ahsan menjadi tumpuan menjadi juara kembali setelah memetik sukses pada 2013 di Guangzhou, Tiongkok. Ini juga mengikuti jejak juara bertahan di nomor ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang lebih dulu absen karena Tontowi mengalami cedera. (*)

Rizky/Riyo Pisah karena Pekerjaan

Rabu, 20 Agustus 2014

BANK: Riyo di tempat kerjanya.

RIZKY Hidayat harus mematenkan pasangan barunya. Ini disebabkan pasangan lamanya, Riyo Arief, sudah tidak bisa tampil 100 persen dalam berbagai ajang nasional maupun internasional.
"Sekarang, saya sudah bekerja di bank. Waktunya banyak terkuras di sana," kata Riyo.
Padahal, selama ini, Rizky/Riyo termasuk pasangan papan atas Indonesia. Dalam setiap sirkuit nasional (sirnas), pasangan binaan Wima, Surabaya, tersebut selalu masuk dalam daftar unggulan.
Bahkan, Rizky/Riyo juga mempunyai peringkat dunia. Saat ini, keduanya masuk tercatat di ranking 324. Rizky/Riyo pernah berada di posisi 266 yang dianggap sebagai ranking terbaik keduanya.  
 Dalam event terakhir di Indonesia Challenge 2014, Rizky sudah menggandeng pebulu tangkis Bandung Stefan Indra Hapsara. Langkah mereka terjegal di babak semifinal oleh unggulan keenam Fran Kurniawan/Agripinna Prima Rahmanto Putra 4-11, 6-11, 5-11.
 ‘’Kami sudah dua tahun berpasangan. Riyo nggak bisa tampil di Indonesia Challenge karena sudah bekerja,’’ ungkap Rizky. (*)

Atlet Prancis Ikuti Lomba 17-an

Minggu, 17 Agustus 2014

Dua atlet Prancis mengabadikan rekannya (foto:suryanaga)

MENYAMBUT Hari Kemerdekaan Indonesia banyak hal yang dilakukan. Mulai dari menghias rumah, kampong, hingga mengadakan lomba untuk menyemarakkan kebebasan Indonesia dari belenggu penjajah Belanda tersebut.
 Begitu juga yang dilaksanakan PB Suryanaga, Surabaya.  Bedanya, ada wajah-wajah bule yang meramaikan acara menyambut Kemerdekaan RI yang tahun ini jatuh ke-69 itu.
 Acara yang dilaksanakan Sabtu (16/8)  pukul 08.30 - 12.00 WIB itu diikuti oleh para pebulu tangkis Prancis yang tengah menimba ilmu di klub tertua di Surabaya tersebut. Lomba yang diikuti antara lain makan krupuk,  memasukan paku ke dalam botol, dan memecahkan air dalam plastik dengan mata tertutup.
 Meski sudah biasa bagi anak-anak di Indonesia, namun lomba tersebut tentu asing di mata para pebulu tangkis Prancis. Tentu saja, suasananya pun menjadi meriah dengan teriakan dan tawa para lelaki dan perempuan yang kesehariannya tinggal di Mulhouse itu.
 Ya para pebulu tangkis Mulhouse itu sejak akhir Juli berada di Suryanaga. Dengan membawa 13 atlet, mereka baru kembali ke negerinya pada 17 Agustus. (*)

Pindah karena Gedung Gratis

VENUE: Gedung Dempo di JSC, Palembang

HOST Indonesia Grand Prix Gold 2014 berpindah. Event yang menyediakan hadiah total USD 120 ribu tersebut akan dilaksanakan di Palembang, Sumatera Selatan,  9-14 September mendatang.
 Mengapa? ‘’Di Palembang, biaya bisa ditekan karena gedung yang dipakai untuk pertandingan tidak usah membayar atau gratis,’’ kata Yoppy Rosimin,Kasubid Pemasaran dan Sponsorship PP PBSI.
 Ini beda dengan rencana awal saat Indonesia Grand Prix Gold 2014 dilaksanakan di Solo, Jawa Tengah. Pihak PBSI harus menyewa venue pertandingan, Sritex Arena.Sementara, di Palembang, venue yang ditawarkan adalah Gedung Dempo yang berada di Kompleks Jakabaring Sports City.
 Dengan ditunjuknya Palembang menjadi tempat penyelenggaraan , berarti sudah dua kali Indonesia Grand Prix Gold dilaksanakan di daerah yang juga berjuluk Kota Empek-Empek itu. Sebelumnya, pada 2012, event serupa juga dilaksanakan di Palembang.
 Pihak Pemkot PBSI Solo pun tak mempermasalahkan  gagal menjadi hots. Bahkan, sambil bercanda, ini membuat  mereka tak perlu repot-repot.
‘’Jadi panitia juga capek kok he he he,’’ terang Ketua Pemkot PBSI Solo Susanto.
  Indonesia Grand Prix Gold merupakan salah satu turnamen internasional yang dilaksanakan di tanah air. Selain itu, ada Indonesia Challenge yang baru saja berlangsung di Jakarta pada 12-16 Agustus dan Indonesia Super Series Premier yang berlangsung di Jakarta pada 17-22 Juli lalu juga di Jakarta. (*)

Dua Gelar Bergengsi Lepas

Mayu Matsutomo

INDONESIA gagal sapu bersih juara. Tuan tumah hanya mampu meraih tiga gelar dalam Indonesia Challenge 2014.
 Ironisnya, dua gelar yang lepas tersebut adalah nomor bergengsi, tunggal putra dan tunggal putrid.
 Dalam final yang dilaksanakan di GOR Asia-Afrika, Jakarta, Sabtu (16/8), gelar juara tunggal putra jatuh ke tangan Lee Hyun-il (Korea Selatan) dan Mayu Matsutomo (Jepang) naik ke podium terhormat tunggal putrid.
 Hyun-il mengalahkan pebulu tangkis Indonesia Jonatan Christie dalam pertarungan lima game 11-10, 9-11, 5-11, 8-11, 11-3 dalam pertandingan yang memakan waktu 58 menit. Ini menjadi gelar ketiga pebulu tangkis Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, tersebut selama 2014. Dua posisi terhormat lainnya digapai dalama Sri Lanka Challenge dan Kanada Grand Prix.
 Sementara, bagi Jonatan, kekalahan ini membuatnya gagal mengulangi capaian tahun lalu. Pada 2013 saat turnamen berhadiah total USD 20 ribu itu dilaksanakan di Surabaya, dia menjadi juara setelah mengalahkan sesama pebulu tangkis Indonesia Alamsyah Yunus.
 Di tunggal putri, Mayu menghentikan  asa tuan rumah Hera Desi dalam pertandingan ketat 55 menit selama lima game 11-10, 10-11, 11-6, 10-11, 11-9. Sebenarnya, secara ranking, Hera jauh lebih unggul.
 Dalam ranking BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) terakhir, Hera di posisi 41 sedangkan lawannya 674. Bagi Mayu ini menjadi gelar pertama dalam tiga kali turnamen internasional yang baru diikuti. (*)

Hasil final Indonesia Challenge 2014
Tunggal putra: Lee Hyun-il (Korsel x2) v Jonatan Christie (Indonesia) 11-10, 9-11, 5-11, 11-8, 11-3

Tunggal putri: Mayu Matsutomo (Jepang) v Hera Desi (Indonesia x1) 11-10, 10-11, 11-6, 10-11, 11-9

Ganda putra: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Indonesia) v Fran Kurniawan/Agripinna Prima (Indonesia x6) 9-11, 11-9, 11-9, 11-8

Ganda putri:Suci Rizky Andini/Tiara Rosalia (Indonesia x2) v Shendy Puspa Irawati/Vita Marissa (Indonesia x4) 11-6, 11-9, 11-6

Ganda putra: Ronald Alexander/Melati Daeva (Indonesia) v Muhammad Rijal/Vita Marissa (Indonesia x1) 7-11, 11-4, 11-6, 11-7

X=unggulan

Bekal Bersaing di Level Eropa

Sabtu, 16 Agustus 2014

Yacob (tengah bawah) bersama tim Mulhouse (foto:suryanaga) 

TAK terasa sudah tiga pekan para pebulu tangkis asal Prancis digembleng di Suryanaga, Surabaya. Mereka sudah datang di klub tersebut sejak 24 Juli lalu dan bakal kembali ke negerinya pada 17 Agustus 2014.
‘’Sudah kegiatan rutin bagi Suryanaga kedatangan pebulu tangkis luar negeri. Apalagi, ini dari Prancis,’’ kata Ketua PB Suryanaga Yacob Rusdianto.
 Negeri Mode, julukan Prancis, tambah dia punya hubungan yang erat dengan Suryanaga. Ini disebabkan ada tiga pebulu tangkisnya berada di sana.
 ‘’Ada Arif Rosyidi dan istrinya, Weni, serta Megawati. Mereka sering membawa pebulu tangkis Prancis berlatih di Suryanaga,’’ ucap lelaki yang pernah duduk sebagai Sekjen PP PBSI tersebut.
 Sebelumnya, beberapa pebulu tangkis mancanegara juga sering menimba ilmu di klub bulu tangkis tertua di Surabaya itu. Salah satunya, India dari Asia dan Spanyol dari Eropa.
 Selain berlatih di Suryanaga, pada Rabu (13/8), pebulu tangkis yang berasal dari kawasan Mulhouse itu juga hadir di GOR Sudirman, Surabaya, dalam latihan tim Puslatda PON 2016 Jawa Timur.
 Di antara rombongan dari Negeri Anggur, julukan Prancis lainnya, terdapat pebulu tangkis nasional junior Arnauld Merkle. Lelaki 15 tahun itu berharap ilmu yang didapatnya dari Surabaya bisa mengangkat kemampuannya sebelum bersaing di level junior Eropa. (*)



Daftar Pebulu Tangkis Mulhouse di Suryanaga
1.Camille Anquez
2.Louis Bopp
3.Yoann Czech
4. Dieterich
5. Xavier Gasser
6. Mat Martinez
7.Arnauld Merkle
8. Xavier Nivoix
9. Ulysse Pflimlin
10.Alix Saumier
11.Sylvain Taot
12.Maxim Ziegler
13. Vincent Ziegler

Glasgow-Gold Coast Bersaing Gelar Piala Sudirman 2017

MAJU: Emirates Arena, Glasgow (foto:emiratearena)

DUA kota telah mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Sudirman 2017. Keduanya adalah Glasgow, Skotlandia, dan Gold Coast di Queensland, Australia.
 Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pun sudah menerima tawaran dari asosiasi bulu tangkis masing-masing negara. Itu diajukan sebelum batas akhir penutupan pengajuan tuan rumah Piala Sudirman 2017, pada 31 Juli lalu.
Dalam proposalnya, Glasgow mengajukan Emirate Arena, yang menjadi tempat penyelenggaraan cabang olahraga bulu tangkis pada Commonwealth Games 2014. Sementara, Gold Coast menawarkan Carrara Sports dan Leisure Centre sebagai venuei kejuaraan beregu campuran tersebut. Saat ini, kedua bangunan tersebut dalam proses pembangunan.
 Skotlandia dan Australia akan memaparkan pengajuan tuan rumah itu dalam pertemuan BWF di Lima, Peru,pada 10-14 November 2014. Pemenangnya akan diumumkan setelah acara tersebut.
 Piala Sudirman 2015 diselenggarakan di Dongguan, Tiongkok. Kota itu mengalahkan Jakarta yang sejak 1989 belum lagi mendapat kepercayaan menjadi host. (*)

Tuan Rumah Piala Sudirman (5 host terakhir)
2007:Glasgow (Skotlandia)
2009: Guangzhou (Tiongkok)
2011:Qingdao (Tiongkok)
2013: Kuala Lumpur (Malaysia)
2015: Dongguan (Tiongkok)

Chong Wei Tampil dengan Warna Pink

Jumat, 15 Agustus 2014

BERUBAH: Lee Chong Wei (foto:thestar)

PENAMPILAN beda bakal dilakukan Lee Chong Wei di Kejuaraan Dunia 2014.  Pebulu tangkis asal Malaysia tersebut akan memakai perlengkapan pink dalam event yang dilaksanakan di Kopenhagen, Denmark, pada 23-31 Agustus mendatang.
 Sponsor utamanya, Yonex, telah menyiapkan segala sesuatu yang berwarna pink kepada unggulan teratas tersebut. Mulai dari kaos, sepatu, hingga raket yang dipakai. Hanya, untuk sepatu, warna pink akan dikombinasikan dengan unggu.
 ‘’Lelaki biasanya tidak suka dengan warna pink. Tapi, saya telah memutuskan untuk mencoba sesuatu yang berbeda. Saya akan mengubah dari warna kuning menjadi pink pada Kejuaraan Dunia nanti,’’ kata Chong Wei seperti dikutip sebuah media Malaysia.
Dia pun berharap penampilan barunya tersebut juga memberikan perubahan kepadanya dalam Kejuaraan Dunia. Selama ini, Chong Wei belum pernah menjadi juara.
 Lelaki 32 tahun tersebut dua kali menembus babak final yakni 2013 di Guangzhou, Tiongkok, dan 2011 di London.  Ambisinya dipatahkan oleh musuh besarnya, Lin Dan, asal Tiongkok.
Tahun ini, Super Dan, julukan Lin Dan, tak bisa ikut ambil bagian. Rankingnya tak mencukupi untuk bisa mempertahankan gelar.
Meski, dia sudah berusaha maksimal. Buktinya, sejak kembali mengayunkan raket kembali sejak April lalu, Lin Dan sudah mengoleksi empat  gelar yakni Tiongkok Masters Grand Prix Gold, Kejuaraan Asia, Australia Super Series, dan Taiwan Grand Prix. (*)

Daftar unggulan tunggal putra Kejuaraan Dunia 2014
1. Lee Chong Wei (Malaysia)
2. Chen Long (Tiongkok)
3.Jan O Jorgensen (Denmark)
4. Kenichi Tago (Jepang)
5. Tommy Sugiarto (Indonesia)
6. Wang Zhengming (Tiongkok)
7. Wan Ho-son (Korsel)
8. Simon Santoso (Indonesia)

Harus Bisa Kalahkan sang Senior

HARAPAN: Jonatan Christie (foto;PBSI)
JONATAN Christie punya kans mempertahankan gelar. Dia mampu menembus babak final tunggal putra Indonesia Challenge 2014.
 Dalam babak semifinal yang dilaksanakan di GOR Asia-Afrika, Jakarta, pada Jumat waktu setempat (15/8), Jonatan, yang masih berusia 17 tahun, mengalahkan rekannya sendiri Wibowo Setyaldi Putra dengan empat game 6-11, 11-6, 11-9, 11-7.  Di laga pemungkas, dia akan menghadapi pebulu tangkis senior asal Korea Selatan Lee Hyun-il.
 Mantan pebulu tangkis nomor satu dunia tersebut di babak semifinal menghentikan langkah wakil Indonesia Alamsyah Yunus dengan 11-3, 11-7, 11-5. Di atas kertas, Jonatan masih kalah dibandingkan lelaki 34 tahun tersebut.
 Dari ranking terbaru BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Jonatan masih terdampar di posisi 181 sementara Hyun-il di tangga 72.
 Selain itu, untuk segi pengalaman, Hyun-il unggul segalanya.  Selain pernah menjadi pebulu tangkis nomor satu dunia, dia juga mampu membawa Korea Selatan meraih emas beregu Asian Games 2002 dan Piala Sudirman 2003.
 Meski tak lagi muda, kemampuan Hyun-il tak luntur. Tahun ini, dia sudah dua kali menjadi juara yakni di Sri Lanka Challenge dan Kanada Grand Prix.
 Tahun lalu, Jonatan menjadi juara setelah mengalahkan Alamsyah Yunus. Pada babak semifinal yang tahun lalu dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, dia juga menjungkalkan  seniornya, Febriyan Irvannaldy.
 Tahun ini, Febri, sapaan absen karena mengalami masalah dengan kuku kaki. Padahal, dia menduduki unggulan kedua di babak kualifikasi. (*)

Agenda final Indonesia Challenge 2014

Tunggal putra: Lee Hyun-il (Korsel x1) v Jonatan Christie (Indonesia)

Tunggal putri: Hera Desi (Indonesia x1) v Mayu Matsutomo (Jepang)

Ganda putra:Fran Kurniawan/Agripinna Prima Rahmanto (Indonesia x6) v Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Indonesia)

Ganda putri: Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia (Indonesia x2) v Shendy Puspa Irawati/Vita Marissa (Indonesia x 4)


Ganda campuran: M. Rijal/Vita Marissa (Indonesia x1) v Ronald Alexander/Melati Daeva (Indonesia)

X=unggulan

Awas Tommy, Derek Lagi Panas

Tommy saat menghadapi Derek di Piala Thomas 2014 (foto:PBSI)

INDONESIA akhirnya bisa menurunkan dua wakil di nomor tunggal putra dalam Kejuaraan Dunia 2014. Tommy Sugiarto bakal punya pendamping Simon Santoso dalam eent yang dilakasanakan di Ballerup Super Arena, Kopenhagen, Denmark, pada 25-31 Agustus tersebut.
 Bahkan, keduanya pun duduk sebagai unggulan. Tommy diunggulkan di posisi kelima dan Simon tiga setrip di bawahnya.
 Keduanya pun diprediksi bakal melewati babak awal dengan mudah. Tommy dijajal pebulu tangkis Singapura Derek Wong sementara Simon ditantang Pablo Abian (Spanyol).
 Bagi Tommy, pertemuan bakal jadi pertemuan kelima. Hasilnya, Tommy selalu menang dalam empat kali duel.
 Kali terakhir, putra salah satu legenda bulu tangkis Icuk Sugiarto itu dipaksa tampil tiga game 21-11, 17-21, 21-15 saat menundukkan Derek di babak penyisihan Piala Thomas 2014 di New Delhi, India. Ini membuat Tommy tak boleh lengah. Apalagi, saat ini, Derek lagi on fire.
 Dia nyaris meraih emas dalam Commonwealth Games (Pesta Olahraga Persemakmuran/negara-negara bekas jajahan Inggris) 2014. Dalam event yang dilaksanakan di Glasgow, Skotlandia, tersebut, Derek menembus final. Sayang, di babak pemungkas, lelaki yang kini mempunyai ranking dunia 39 dunia itu menyerah kepada Kasyap Parupalli (India).
 Sedang bagi Simon, Pablo juga bukan lawan asing. Dia pernah sekali bertemu dan menang 21-18, 21-15 dalam Kejuaraan Dunia 2007 di Kuala Lumpur, Malaysia.
 Kans merebut juara dunia nomor tunggal putra tetap terbuka meski sangat berat. Simon pernah mengalahkan unggulan teratas, Lee Chong Wei asal Malaysia, dalam final Singapura Super Series 2014.
 Kali terakhir, Indonesia menjadi juara dunia tunggal putra melalui Taufik Hidayat pada 2005 di Anaheim, Amerika Serikat.
 Tahun lalu, merah putih menggondol dua gelar melalui Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dari nomor ganda putra dan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Namun, tahun ini Tontowi absen dengan alasan cedera. (*)

Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia 2014
Tunggal Putra: Tommy Sugiarto (x5), Simon Santoso (x8)

Tunggal Putri: Lindaweni Fanetri, Bellaetrix Manuputty

Ganda Putra: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (x1), Angga Pratama/Rian Agung Saputro, Markis Kido/Markus Fernaldi (x9), Berry Anggriawan/Ricky Karanda

Ganda Putri: Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (x10), Pia Zebadiah/Rizki Amelia Pradipta (x11),  Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris, Suci Rizky Andini/Tiara Rosalia Nuraidah

Ganda Campuran: Markis Kido/Pia Zebadiah (x8), Riki Widianto/Richi Dilli Puspita (x15), Praveen Jordan/Debby Susanto, Markus Fernaldi/Rizki Amelia Pradipta

X=unggulan

Ada Tamu Prancis dan Sony

Kamis, 14 Agustus 2014

AKRAB:Sony di tengah pebulu tangkis puslatda dan Prancis.

ADA yang berbeda dengan latihan Tim Puslatda Jatim di GOR Sudirman, Surabaya, pada Rabu siang (13/8). Di antara mereka yang tengah menepok bulu angsa ada wajah_wajah bule.
"Mereka berasal dari Prancis. Sebenarnya, program mereka berlatih di Suryanaga," kata Koko Pambudi, pelatih Puslatda Jatim.
Hanya, pada Rabu itu, mereka ingin menimba ilmu dari para pebulu tangkis yang tengah dipersiapkan ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 tersebut. Koko pun dengan sabar ikut membenahi tamunya yang berasal dari kota Mulhouse itu.
 ‘’Para pebulu tangkis Prancis ini yang membawa juga orang Indonesia kok. Namanya Inoki,’’ lanjut Koko.
 Secara teknis, kemampuan para pebulu tangkis Negeri Mode, julukan Prancis, itu masih jauh dari Febriyan Irvannaldy. Ini membuat tak ada jadwal pertandingan uji coba.
 ‘’Kami hanya latihan bersama. Sekalian membetulkan pukulan atlet Prancis,’’ lanjut Koko.
 Menariknya lagi, dalam latihan tersebut juga hadir Sony Dwi Kuncoro. Rabu siang itu merupakan latihan perdana bagi dia setelah tak lagi menjadi penghuni Pelatnas Cipayung.
 Tentu, adanya Sony ini membuat para pebulu tangkis Prancis tak mau membuang kesempatan. Mereka mengajak foto bersama lelaki yang pernah meraih perunggu dalam Olimpiade Athena 2004 tersebut.
 ‘’Saya memperoleh banyak ilmu meski hanya beberapa jam latihan di sini,’’ kata Arnauld Markle, salah satu pebulu tangkis asal Prancis. (*)

Izinkan Atlet Jatim Bela Daerah

MoU: Wijanarko (kanan) dan Yopi (foto:sidiq)

PENGPROV PBSI Jatim lega. Mereka tetap bisa menggunakan para pebulu tangkis yang tengah ditempa di Djarum Kudus, Kudus, Jawa Tengah.
Sebelumnya, sempat terbersit kekhawatiran bahwa beberapa andalan Jawa Timur bakal kesulitan mengalami membela domisilinya pada PON 2016 di Jawa Barat.
"Dengan adanya penanda tanganan ini, atlet Jatim punya kans membela daerahnya, " kata Ketua Pengprov PBSI Jatim Wijanarko Adi Mulya.
Beberapa pebulu tangkis Jawa Timur yang berada di Djarum antara lain Arif Gifar Ramadan dan Tommy Azizan Mahbub. Kehadiran keduanya bakal menambah kekuatan Jawa Timur dengan bahu membahu bersama Wisnu Yuli dan Febriyan Irvannaldy.
Pada PON 2012 yang dilaksanakan di Riau, Jawa Timur gagal membawa pulang medali emas.
"Kami tak akan melarang atlet Djarum membela daerahnya. Silahkan asal melalui mekanisme yang berlaku," jelas Ketua POR Djarum Kudus Yoppi Rosimin.
  Dia pun menganggap langkah yang diambil Djarum itu sebagai upaya untuk pemerataan kekuatan. Apalagi, Djarum juga mendukung langkah Pengprov Jatim untuk kembali menghidupkan digelarnya Kejuaraan Pengkot/Pengkab yang sempat vakum dalam beberapa tahun terakhir.
 ‘’Sebanyak 38 kejuaraan akan dilaksanakan sesuai dengan jumlah kota atau kabupaten yang ada di Jawa Timur. Selain itu, ada 13 kejuaraan lain yang juga disokong Djarum,’’ tambah Ketua Pengprov PBSI Jawa Timur Wijanarko Adi Mulya.
 Pihaknya dan Djarum berharap dari banyaknya event tersebut bakal banyak pebulu tangkis handal yang lahir dari Jawa Timur. Apalagi, selama ini, provinsi paling timur Pulau Jawa tersebut telah banyak melahirkan pebulu tangkis papan atas dunia mulai era Rudy Hartono, Alan Budikusuma, hingga Sony Dwi Kuncoro.(*)

Kuku Sakit, Febri Batal Tampil

CEDERA: Febriyan Irvannaldy (foto:sidiq)

 KEKECEWAAN melanda Febriyan Irvannaldy. Dia gagal tampil dalam Indonesia Challenge 2014 yang dilaksanakan di GOR Asia-Afrika,Jakarta, yang dilaksanakan 12-16 Agustus.
"Kuku saya sakit. Jadi nggak bisa dipaksakan tampil," kata Febri,sapaan karib Febriyan Irvannaldy.
Awalnya, dia tak menyangka problem kuku tersebut bisa menganggu penampilannya di Indonesia Challenge 2014.  Sakit itu semakin terasa dalam beberapa hari menjelang keikutsertaannya dalam turnamen berhadiah total USD 20 ribu tersebut.
"Kecewa juga nggak bisa ke Jakarta. Padahal, itu kesempatan untuk bisa menambah poin," ungkap Febri.
Tahun ini, pebulu tangkis yang kini duduk di posisi 280 dunia itu menduduki unggulan kedua babak kualifikasi.  Tahun lalu, dalam Indonesia Challenge yang dlaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, Febri terhenti langkahnya hingga babak semifinal. Dia gagal melangkah ke babak pemungkas setelah dihentikan Jonatan Christie asal Pelatnas Cipayung. Dia akhirnya menjadi juara setelah menundukkan pebulu tangkis senior Alamsyah Yunus. Pada 2014, Jonatan juga kembali ikut ambil bagian. (*)

Mantan Ranking Satu Dunia Ikuti Indonesia Challenge 2014

Jumat, 08 Agustus 2014

Lee Hyun-il saat tampil di Superliga Bulu Tangkis Indonesia
GENGSI Indonesia Challenge 2014 terdongkrak. Salah satu pebulu tangkis yang masih dianggap terbaik dunia di nomor ganda putra, Lee Hyun-il, bakal turun dalam event yang dilaksanakan di GOR Asia-Afrika, Jakarta, pada 12-16 Agustus 2014.
  Meski sudah dimakan usia, 34, namun lelaki asal Korea Selatan tersebut masih menunjukkan taji. Dalam dua turnamen, Hyun-il masih mampu keluar sebagai juara yakni di Kanada Grand Prix dan Sri Lanka Challenge.
 Di Kanada Grand Prix 2014 yang digelar di Vancouver, Hyun-il mengalahkan Ng Ka Long dari Hongkong dengan dua game langsung 21-16, 21-14. Sementara di Sri Lanka yang dilaksanakan di Kolombo, jagoan Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, tersebut menghentikan langkah Anand Pawar, yang diunggulkan di posisi kedua, dengan rubber game 17-21, 21-10, 21-15.
 Hanya, dalam penampilan terakhirnya pada Amerika Serikat (AS) Grand Prix Gold, sinar Hyun-il redup. Dia menyerah kepada Wong Wing Ki dari Hongkong dengan dua game langsung 12-21, 17-21. Padahal, sepekan sebelumnya di Kanada, Wing Ki dibuatnya tak berdaya.
 Saat ini, Hyun-il berada di posisi 70 dunia. Tentu, ini tak sebanding dengan kemampuan yang dimiliki. Kurang bagusnya ranking Hyun-il dikarenakan dia hanya tampil dalam turnamen-turnamen tertentu. Dalam ranking dunia, Hyun-il pernah duduk di posisi pertama pada 21 Februari 2004. 
 Dalam perjalanan karirnya, belum ada pebulu tangkis Korea Selatan yang bisa menyamai Hyun-il. Selain pernah duduk di posisi pertama dunia, dia juga pernah membawa negerinya menjadi juara di Kejuaraan Dunia Beregu Piala Sudirman pada 2003 dan meraih emas beregu putra pada Asian Games 2002.
 Selain itu, Hyun-il juga mampu menembus semifinalis dua kali olimpiade secara berurutan yakni pada Beijing 2008 dan London 2012. Sayang, dalam perebutan perunggu, dia selalu kalah.
 Dalam Indonesia Challenge 2014, unggulan teratas diduduki wakil Indonesia Andre Kurniawan Tedjono. Dalam ranking BWF terakhir, pebulu tangkis Djarum Kudus tersebut duduk di posisi 62 dunia. (*)

Teruskan Tradisi Prakash Padukone

Senin, 04 Agustus 2014

Kashyap Parupalli melompat saat juara.

DAHAGA gelar India di nomor tunggal putra dalam Commonwealth Games berakhir. Ini setelah Kashyap Parupalli mampu mengalahkan Derek Wong dari Singapura dengan tiga game (rubber game) 21-14, 11-21, 21-19 dalam pertandingan final yang dilaksanakan di Emirates Glasgow, Skotlandia, pada Minggu waktu setempat.
 India sempat merajai nomor bergengsi tersebut pada   1978 dan empat tahun kemudian 1982. Prakash Padukone naik podium pada 1982 saat pesta olahraga persemakmuran tersebut dilaksanakan di Edmonton, Kanada.
Pada pertandingan final, Prakash menghentikan perlawanan Derek Talbot (Inggris).
 Pada 1982 di Brisbane (AUstralia), Syed Modi meneruskan dominasi negaranya. Dalam laga pemungkas, dia melibas Nick Yates dari Inggris.
 Sayang, setelah itu, kekuatan India tergusur. Sempat diselingi oleh Steve Baddeley dari Inggris pada 1986, Malaysia merajai sejak 1990.
 Kemenangan atas Derek juga membuat Kashyap memperbesar rekor pertemuannya menjadi tiga kali kemenangan. Dua hasl manis dipetik lelaki yang kini berperingkat 22 dunia itu di pertandingan penyisihan grup Piala Thomas 2012 dan Austria Challenge 2012. Kekalahan satu-satunya ditelan dalam Jerman Grand Prix Gold di tahun yang sama.
 Emas ini juga menjadi satu-satunya yang diraih India dari cabang olahraga bulu tangkis dalam Commonwealth Games 2014. Sebenarnya, kans menambah koleksi juara sempat berada di pundak pasangan ganda putri Jwala Gutta/Ashwini Ponnappa. Namun, di final, pasangan yang menyandang status juara bertahan tersebut takluk kepada Vivian Hoo/Woon Khe Wei.(*)

Distribusi Emas Cabor Bulu Tangkis di Commonwealth Games 2014

Malaysia: 3 Emas o Perak 0 Perak
Inggris : 1 Emas 3 Perak 2 Perunggu
India:    1 Emas 1 Perak 2 Perunggu
Kanada :  1 Emas 0 Perak o Perunggu
Singapura:0 Emas 2 Perak 1 Perunggu
Skotlandia:0 Emas 1 Perak 1 Perunggu

Juara
Tunggal putra: Kashyap Parupalli (India)
Tunggal Putri: Michelle Li (Kanada)
Ganda Putra: Tan Wee Kiong/Goh V Shem (Malaysia)
Ganda Putri: Vivian Hoo/Woon Khe Wei (Malaysia)
Ganda Campuran: Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris)

Malaysia Masih Perkasa di Nomor Beregu

Minggu, 03 Agustus 2014

SELFIE: Tim bulu tangkis Malaysia (foto: thestar)

BEDA dengan di nomor perorangan. Di nomor beregu campuran, Malaysia masih menancapkan dominasinya dalam Commonwealth Games (Pesta Persemakmuran).
 Untuk kali ketiga secara beruntun, Malaysia sukses meraih emas.
 Ketidakhadiran Lee Chong Wei karena dia dalam pemulihan cedera. Dalam final yang dilaksanakan di Emirates, Glasgow, Skotlandia, pada 28 Juli 2014, Malaysia mengalahkan Inggris dengan skor 3-1.
Inggris sempat membuka jalan juara. Pada partai pertama yang mempertandingkan nomor ganda campuran, pasangan suami-istri Chris Adcock/Gabrielle Adcock menang 21-14, 28-26 atas Chan Peng Soon/Lai Pei Jing.
 Sayang, dalam sistem pertandingan yang mengadopsi sistem Piala Sudirman itu, Malaysia mampu menyamakan dari nomor tunggal putra. Chong Wei Feng asal menundukkan Rajiv Ouseph dengan rubber game 21-17, 19-21, 21-19.Ini menjadi kemenangan kedua Wei Feng atas lawannya yang berdarah India itu. Sebelumnya, dia menang dalam Kejuaraan Dunia 2013.
 Malaysia memperbesar kemenangan dari nomor ganda putra. Goh V Shem/Tan Wee Kiong menang 21-19, 21-17 atas Chris Adcock/Andrew Ellis. Tee Jing Yi menjadi penentu kemenangan negeri jiran. Turun di tunggal putri dia melibas Sarah Walker 21-16, 21-17.
 Hasil ini membuat Malaysia mencetak hat-trick di nomor beregu. Ini disebabkan pada 2010 dan 2006, mereka juga naik ke podium terhormat. Pada 2006, Malaysia mengalahkan Inggris dan 2010, menundukkan India. (*)

Emas Lepas setelah 24 Tahun


TUMBANG: Chong Wei Feng (foto: thestar)
TANPA kehadiran Lee Chong Wei membuat kekuatan Malaysia tereduksi total di nomor tunggal putra. Buktinya, negeri jiran tersebut gagal meloloskan wakilnya dalam final di nomor bergengsi tersebut dalam Commonwealth Games 2014 yang tengah berlangsung di SKotlandia.
 Asa Malaysia yang dibebankan tak bisa dijalankan dengan baik oleh Chong Wei Feng dan Liew Daren. Langkah keduanya sudah terhenti dalam babak perempat final.
 Dalam pertandingan yang dilaksanakan Jumat waktu setempat, Chong Wei Feng, yang diunggulkan di posisi teratas, secara mengejutkan menyerah 15-21, 21-8, 17-21 kepada Gurusaidutt dari India. Sementara, Liew Daren, yang diunggulkan di posisi ketujuh, takluk juga dari wakil India Kashyap Parupalli dua game 13-21, 14-21.
  Babak final di di Emirates Arena Glasgow, Skotlandia, sendiri akhirnya mempertemuykan Derek Wong dari Singapura melawan Kashyap. Pada babak semifinal, Derek menghentikan langkah Gurusaidutt 16-21, 21-19, 21-15 dan Kashyap melibas wakil Inggris Rajiv Ouseph 17-21, 19-21, 18-21.  Nomor tunggal putra dalam Commonwealth 2014 diikuti oleh pebulu tangkis dari 28 negara
Bagi Malaysia, kegagalan meloloskan wakil ke babak final merupakan aib besar. Sejak 1990 atau 24 tahun lalu, mereka selalu menjadi pemenang.Bahkan, dalam dua penyelenggaraan Commonwealth Games terakhir, 2010 dan 2006, Chong Wei selalu berjaya. Tahun ini, dia absen dengan alasan cedera. Hanya, beberapa pihak memperkirakan, absennya Chong Wei sebagai strategi untuk Kejuaraan Dunia 2014 yang dilaksanakan di Kopenhagen, Denmark, 25-31 Agustus mendatang. Sepanjang karirnya, lelaki 32 tahun tersebut belum pernah menjadi juara dunia. (*)

Tunggal Putra Milik Malaysia
1966: Tan Aik Huang
1974: Punch Gunalan
1990: Rashid Sidek
1994: Rashid Sidek
1998: Wong Choong Hann
2002: Muhammad Hafiz Hashim
2006: Lee Chong Wei
2010: Lee Chong Wei

Semakin Dekat Dapat Sponsor Baru

Sony Dwi Kuncoro (foto;sidiq)

TAHUN 2014 menjadi tahun yang kurang menyenangkan bagi Sony Dwi Kuncoro. Setelah 12 tahun, dia harus meninggalkan Pelatnas Cipayung.
 Namun, itu tak membuat Sony patah semangat. Dia optimistis bakal bangkit dan kembali mendapat kepercayaan menembus tim nasional.
 Motivasinya itu pun tak bertepuk sebelah tangan. Sebuah perusahaan asal Surabaya, Jawa Timur, siap membantunya dengan menjadi sponsor.
 ''Sudah pembicaraan serius dan memasuki tahap akhir. Hanya, belum deal 100 persen,'' kata Sony.
 Setelah tak lagi di Cipayung, sponsor utamanya, sebuah perusahaan peralatan olahraga dari Tiongkok tak lagi mendukungnya. Ini sempat membuat Sony harus bisa mencari sponsor sendiri untk bisa eksis di kancah internasional. Apalagi, butuh biaya yang tidak sedikit. Beberapa turnamen harus dilakoni di benua lain, khususnya Eropa, untuk bisa mendongkrak peringkatnya.
 Saat ini, arek Suroboyo tersebut terdampar di posisi 27. Selama 2014, Sony hanya tampil dalam dua turnamen, All England Super Series Premier dan Indonesia Super Series Premier.
 Dalam dua turnamen tersebut, Sony sama-sama tumbang di babak pertama. Di All England Super Series Premier, bapak dua putri ini menyerah kepada Wang Zhengming dari Tiongkok 11-21, 10-21 dan di kandang sendiri, Indonesia Super Series Premier, dia dipermalukan Lee Chong Wei asal Malaysia dengan 7-21, 11-21.
 Rencananya, beberapa turnamen sudah masuk dalam agendanya yakni Vietnam Grand Prix di Ho Chi Minh pada 1-7 September dan Indonesia Grand Prix Gold 9-14 September di Palembang. (*)

Lebaran Hari Ketiga Sudah Berlatih

CEPAT: Markis Kido/Markus Fernaldi di Indonesia SSP 2014

MARKIS Kido tak punya waktu lama untuk istirahat. Dia langsung mempersiapkan diri tampil dalam Kejuaraan Dunia 2014 yang dilaksanakan di Kopenhagen, Denmark, pada 25-31 Agustus.
 ''Saya hanya libur tidak sampai seminggu. Jumat sebelum Lebaran hingga hari ketiga Lebaran saja,'' kata Kido, sapaan karib Markis Kido.
 Ini dilakukan agar dia tak jeblok dalam event yang masuk kategori bintang lima dari BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) tersebut. Apalagi, dalam Kejuaraan Dunia 2014, bapak satu anak tersebut tidak hanya tampil di satu nomor.
 ''Saya lolos ke ganda putra dan ganda campuran. Tentu, bukan hal yang mudah untuk bisa berprestasi dalam dua nomor,'' terang Kido.
 Di ganda putra, Kido berpasangan dengan mantan penghuni Pelatnas Cipayung Markus ''Sinyo'' Fernaldi. Sementara, di ganda campuran, Kido menggandeng anaknya, Pia Zebadiah.
 Dalam ranking dunia terakhir, di dua nomor tersebut, dia sama-sama duduk di posisi kesembilan dunia. Sayang, selama 2014, Kido belum perna mencicipi manisnya gelar.
  Langkahnya selalu terhenti sebelum babak pemungkas.
 Pada 2014, Kido/Sinyo meraih capaian tertinggi dengan menembus babak semifinal turnamen All Engkand Super Premier. Sayang, langkah mereka dihentikan sesama pasagan Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dengan 7-21, 12-21.
 Hanya, dalam penampilan terakhir di Taiwan Grand Prix Gold, Kido/Sinyo menuai hasil bburuk. Datang sebagai unggulan ketujuh, mereka langsung menyerah pada penampilan perdana.
 Sedangkan bersama Pia, keduanya pernah mencapai semifinal Australia Super Series. Sebelum libur, mereka hanya mampu melangkah hingga babak perempat final Taiwan Grand Prix Gold.
 Selama perjalanan dalam Kejuaraan Dunia, Kido pernah merasakan manisnya menjadi juara. Itu dipetiknya pada 2007 saat masih berpasangan dengan Hendra Setiawan.Dalam babak final, pasangan yang sama-sama berasal dari Jaya Raya itu melibas wakil Korea Selatan Lee Yong-dae/JUng Jae-sung dengan dua game yang ketat 21-19, 21-19. Tiga tahun kemudian, Kido/Hendra hanya mampu menembus babak semifinal setelah menyerah 16-21, 13-21 kepada Cai Yun/u Haifeng dari Taiwan.
 Pada Kejuaraan Dunia 2013, Kido berpasangan dengan Alvent Yulianto. Mereka dihentikan Hendra/Ahsan di babak ketiga dengan 21-19, 21-17. (*)

Juara, hanya Naik Dua Setrip


Vladimir Ivanov
GELAR juara Rusia Grand Prix 2014 tak banyak membawa perubahan pada Vlaidimir Ivanov.  Peringkat dunia lelaki asal Negeri Beruang Merah, julukan Rusia, tersebut hanya mampu naik dua setrip.
 Dalam daftar terbaru yang dirilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Ivanov duduk di posisi 38 atau naik dua setrip dari ranking sebelumnya. Padahal, dari juara nomor tunggal putra Rusia Grand Prix Gold 2014, Ivanov mengantongi poin 5.500.
 Pada babak final  yang dilaksanakan di Vladivostok pada 27 Juli 2014, lelaki 27 tahun tersebut mengalahkan Riichi Takeshita dengan tiga game 18-21, 21-5,21-17
 Hanya, posisi 38 ini bukan posisi terbaik bagi Ivanov. Pebulu tangkis yang juga bisa bermain di nomor ganda ini pernah duduk di posisi 28 dunia.
 Sementara di nomor ganda, Ivanov yang berpasangan dengan Ivan Sozonov tetap terpaku di posisi 22 dunia. Di Rusia Grand Prix Gold 2014, langkah keduanya terhenti di babak semifinal.
 Padahal, dalam turnamen yang menyediakan hadiah total USD 50 ribu tersebut, Ivanov/Sozonov diunggulkan di posisi pertama. Selain itu, dalam Rusia Grand Prix 2014, mereka berusaha meraih gelar kelimanya.
 Sepanjang karirnya, mereka nyaris menembus posisi 10 besar dengan bertengger di ranking 12 dunia. (*)

Langkah si Jangkung selama 2014
1. Rusia Grand Prix: Juara
2. Kejuaraan Eropa: Semifinalis
3. India Super Series: Babak II'
4. All England Super Series Premier: Kualifikasi
5. Malaysia Super Series Premier: Babak II
6. Korea Super Series: Babak III

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger