www.smashyes.com

www.smashyes.com

Linda Singkirkan Mantan Teman Latihan

Jumat, 31 Oktober 2014


INDONESIA masih punya sisa di nomor tunggal putri Bitburger Grand Prix Gold 2014. Ini setelah Lindaweni Fanetri menundukkan mantan rekannya di Pelatnas Cipayung, Millicent Wiranto, dengan straight game 21-14, 21-6 pada pertandingan babak kedua yang dilaksanakan di Saarbrucken, Jerman, pada Kamis waktu setempat (30/10).
 Meski sama-sama berasal dari Indonesia dan Millicent pernah ditempa di Pelatnas Cipayung sama halnya dengan Lindaweni namun keduanya belum pernah bersua dalam kejuaraan resmi.  Setelah lagi lagi di pelatnas, Millicent bergabung dengan sebuah klub di Malaysia. Kini, secara ranking, Lindaweni juga lebih unggul.Dia di posisi 33 sementara Millicent di tangga 71.
 Di perempat final, tantangan berat akan dilakoni Lindaweni. Dia bersua dengan pebulu tangkis Tiongkok Yu Sun. Di babak kedua, unggulan keempat ini menundukkan Tanvi  Lad (India) 21-17, 21-12.
 Sayang, sukses Lindaweni ini gagal diikuti oleh rekannya di pelatnas, Bellaetrix Manuputty. Dia menyerah dua game langsung 17-21, 14-21 kepada Michelle Li dari Kanada. Ini menjadi kekalahan kedua Bellaetrix dari lawan yang sama. Pil pahit pertama ditelan di All England Super  Series Premier 2014. Saat itu, Bellaetrix menyerah 15-21, 23-21, 16-21.
 Sejak kali pertama dilaksanakan pada 1988, Indonesia hanya sekali meraih juara nomor tunggal putrid melalui Maria Feber Kusumastuti pada 1998. Dalam partai final, dia menang 22-24,21-8, 23-21 atas wakil India Aditi Mutatkar. (*)


Posisi Terburuk Hendra/Ahsan


HENDRA Setiawan/Mohammad Ahsan akhirnya terlempar dari posisi kedua. Dalam rilis ranking terbaru yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) per 30 Oktober 2014, mereka digusur pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen yang pekan lalu masih satu setrip di bawahnya.
 Ini tak lepas dari gelar juara yang diraih Boe/Mogesen di Prancis Super Series Premier 2014.  Dalam pertandingan yang dilaksanakan di Paris pada 26 Oktober waktu setempat, mereka menundukkan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa dengan rubber  game 19-21, 21-9, 21-7.
Tambahan 9200 poin sudah cukup untuk menduduki posisi kedua. Beda dengan Hendra/Ahsan.
 Mereka absen di Prancis Super Series setelah sepekan sebelumnya hanya sampai di babak perempat final Denmark Super Series Premier 2014.
 Posisi ketiga ini menjadi capaian terburuk dalam ranking Hendra/Ahsan selama setahun terakhir. Duduk di posisi kedua pada November 2013, mereka sebulan kemudian mampu naik ke posisi teratas.
 Posisi itu ditempati Hendra/Ahsan hingga September. Mereka turun satu setrip setelah tak tampil dalam Kejuaraan Dunia 2014 yang dilaksanakan di Kopenhagen, Denmark. Alasannya, Ahsan mengalami cedera yang tak bisa dipaksaka tampil. Padahal, status mereka adalah juara bertahan setelah memenangi nomor tunggal putra dalam Kejuaraan Dunia 2013 yang dilaksanakan di Guangzhou, Tiongkok.
 Di nomor ganda putra ini, ranking tertinggi masih ditempati pasangan Korea Selatan Lee Hyong-dae/Yoo Yeon-seong. Di Prancis Super Series 2014, mereka absen. Hanya, sepekan sebelumnya di Denmark, ganda Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, ini mampu menembus final sebelum dikalahkan ganda kejutan Tiongkok Fu Haifeng/Zhang Nan. (*)

Posisi Ganda Putra Indonesia
1.Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (3)
2. Markis Kido/Markus Fernaldi (10)
3. Angga Pratama/Rian Agung Saputro (13)
4. Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan (26)
5.Berry Anggriawan/Ricky Karanda (29)

Marin Akhirnya Turun Lapangan

Kamis, 30 Oktober 2014

CAROLINA Marin akhirnya mengayunkan raket. Dia sempat vakum selama dua bulan setelah keluar sebagai juara tunggal putri 2014 dalam Kejuaraan Dunia 2014 yang dilaksanakan di Kopenhagen, Denmark.
 Kini, perempuan asal Spanyol tersebut tampil dalam Bitburger Grand Prix Gold 2014. Dalam penampilan perdana di Saarbrucken, Jerman, pada Rabu waktu setempat (29/10), dia mampu mengalahkan Soraya De Visch dari Belanda dengan dua game langsung 21-14,21-19. Bagi Marin, Soraya bukan lawan yang asing.
 Keduanya dua kali bertemu saat masih sama-sama berlaga di kelompok junior. Marin mampu memenangi kedua pertemuan itu. Yakni di Kejuaraan Eropa Junior 2011 dengan 21-17, 21-15. Kemudian, dalam Kejuaraan Dunia Junior 2011 yang dilaksanakan sembilan blan kemudian atau bulan November, Marin menang 21-16, 22-24, 21-14.
 Pada babak kedua Bitburger Grand Prix Gold 2014, Marin bakal ditantang Rong Schafer. Di babak pertama, pebulu tangkis Amerika Serikat tersebut menundukkan Nanna Vainio dari Finlandia dengan 21-9, 21-15.
  Ini juga bukan kali pertama Marin berhadapan demgan Rong. Pada 2009, keduanya pernah bertemu dalam Irlandia International. Hasilnya, Marin menang 23-21, 16-21, 21-8. Hanya, saat itu, nama di belakang Rong bukan Schafer tapi Bo.
 Marin membuat sensasi besar pada tahun ini. Dia mampu mengawinkan gelar juara Eropa dan Dunia. Gelar di Benua Putih, julukan Eropa, digapai setelah menundukkan Anna Thea Madsen dari Denmark dengan 21-19, 14-21, 21-8. Sementara, dalam Kejuaraan Dunia, di babak pemungkas, Marin, yang pernah menimba ilmu di Pelatnas Cipayung, melibas unggulan teratas asal Tiongkok Li Xuerui 17-21, 21-17, 21-18.
 Di nomor tunggal putri ini, tiga wakil Indonesia juga menembus babak II Bitburger Grand Prix Gold 2014. Mereka adalah Lindaweni Fanetri, Milicent Wiranto, dan Bellaetrix Manuputty.
 Sayang, di babak kedua, Lindaweni sudah bersua dengan Millicent. Sedangkan Bellaetrix menjajal unggulan kedua asal Kanada Michelle Li. Ini menjadi pertemuan kedua. Sebelumnya, Bellaetrix kalah di All England Super Series Premier 2014 dengan 15-21, 23-21, 16-21. (*)

Febri Absen di Kandang Sendiri

Selasa, 28 Oktober 2014

PUBLIK tuan rumah tak akan bisa menyandarkan asa juara kepada Febriyan Irvannaldy dalam Sirkuit Nasional (Sirnas) Seri Jawa Timur 2014. Pebulu tangkis spesialias tunggal putra tersebut bakal absen dalam event yang dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, pada 3-8 November mendatang.
 ‘’Febri (sapaan karib Febriyan Irvannaldy) absen karena dia harus tampil di Bahrain International Challenge. Waktunya bersamaan yakni 4-8 November,’’ kata Ferry Stewart, pelatih Febri di klub Wima Surabaya.
 Dia pun mengaku tak bisa menahan anak asuhnya berlaga di Bahrain. Alasannya. Febri juga butuh poin untuk mendongkrak ranking internasionalnya.
 Apalagi, saat ini, ranking lelaki asal Petemon, tengah terpuruk. Dari daftar ranking terbaru yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Febri ada di posisi 404. Ini jauh dari posisi terbaiknya yang pernah menyentuh 235 dunia pada 5 Mei 2011.
 Ranking di kisaran 400 dunia itu juga disebabkan lamanya Febri absen dari berbagai turnamen internasional. Selama 2014, dia hanya berlaga di dua turnamen yakni Vietnam Challenge dan Indonesia International.
 Di dua turnamen tersebut, hasil yang diraihnya juga mengecewakan. Di Vietnam, dia kalah oleh Tan Chun Seang dari Malaysia di babak kedua dengan skor 12-21,15-21. Kemudian di  Indonesia International yang digeber di Semarang, Jawa Tengah, Febri dipermalukan Fikri Ihsandi dari Indonesia dengan 18-21, 21-18, 13-21.
 Namun, lain halnya kalau di dalam negeri dalam ajang sirnas. Febri sudah mengoleksi dua gelar yakni di Seri Sulawesi Selatan dan Seri Kalimantan Tengah. Pada Seri Sulawesi Selatan yang digelar di Makassar, dia menundukkan Hermansyah dari Jaya Raya dua game langsung 21-19, 21-13. Kemudian di Palangkaraya, host Seri Kalimantan Tengah, pebulu tangkis yang pernah digembleng di Pelatnas Cipayung tersebut menang tanpa memeras keringat atas Setyaldi Putra Wibowo (Guna Dharma Bandung).
 Sebenarnya, dia bisa menambah koleksinya. Sayang, dalam Seri Sumatera Barat akir pekan lalu di Padang, Febri menyerah kepada Nugroho Andi Saputro (JR Enkei) 19-21, 21-13, 11-21. (*)    

Aprillia Masih ada

APRILLIA Yuswandari masih bisa unjuk kekuatan. Dia mampu menjadi juara nomor tunggal putri dalam Sirkuit Nasional (Sirnas) Seri Sumatera Barat 2014.
 Dalam final yang dilaksanakan di Padang pada Sabtu (24/10), dia mengalahkan Elisabeth Purwaningtyas dari SGS Bandung dengan dua game langsung 21-18 21-14. Tentu, ini membuktikan bahwa kemampuannya masih layak diapresiasi.
 Padahal, sejak Juni lalu, Aprillia sudah bukan lagi penghuni Pelatnas Cipayung. Dia dikembalikan ke klub asalnya, Semen Gresik. Alasannya, prestasinya sudah mentok kalah dengan pebulu tangkis putri lain seperti Bellaetrix Manuputty dan Lindaweni Fanetri.
 Selain itu, setelah terpental, Aprillia juga sudah pernah berpesan kepada pelatihnya di Semen Gresik, Koko Pambudi, untuk mencarikan dia pekerjaan. Namun, semua itu tak membuat kualitasnya pudar. Apalagi, lawan yang dihadapinya bukan mantan-mantan rekannya di Pelatnas Cipayung. Kualitas gadis 24 tahun tersebut masih kelihatan di atas.
 Dari ranking terakhir BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Aprillia masih ada di posisi 58 dunia. Ranking terbaik yang pernah didudukinya adalah 21 pada 8 Juni 2013.
 Selama 2014, saat masih di Pelatnas Cipayung, kegagalan demi kegagalan menimpa Aprillia. Dari enam turnamen yang diikuti, empat kali dia langsung tumbang di babak pertama yakni di Korea Super Series, Malaysia Super Series Premier, Malaysia Grand Prix Gold, dan Indonesia Super Series Premier. Sementara, di India Super Series dan Indonesia Grand Prix Gold, dia mampu menembus perempat final.
 Hasil yang diperoleh Aprillia ini juga menjadi pengobat kecewa di tunggal putra. Harapan membawa pulang gelar bergengsi kandas.
 Itu seiring kekalahan Febriyand Irvannaldy (Wima Surabaya) oleh Nugroho Andi Saputro [JR Enkei Jakarta) dengan tiga game 19-21, 21-13, 11-21. Padahal, secara unggulan, Febri, sapaan karib Febriyand Irvannaldy, ada di posisi ketiga sementara lawannya di posisi keenam. (*)    

Hasil Final Sirnas Seri Sumatera Barat (Kategori dewasa)

1. Tunggal putra: Nugroho Andi Saputro [JR Enkei Jakarta x 6] v Febriyan Irvannaldy [Wima Surabaya x3] 21-19 13-21 21-11

2. Tunggal putri: Aprilia Yuswandari [Semen Gresik x 1] v Elisabeth Purwaningtyas [SGS Bandung x 2]     21-18 21-14   

3. Ganda putra: Arya Maulana Aldiartama/Darmiko (Djarum Kudus) v Didit Juang Indrianto/ Seiko Wahyu Kusdiantom (Djarum Kudus/Tjakrindo Masters x5) 21-18 19-21 21-14    

4. Ganda putri: Apriyani Rahayu/Jauza Fadhila Sugiarto [Pelatprov DKI Jakarta x3] v Aris Budiharti/Ery Octaviani [Jaya Raya Jakarta x2]
21-16 11-21 21-17   

5.Ganda campuran: Ardiansyah Putra/Devi Tika Permatasari (Berkat Abadi Banjarmasin/SGS Bandung) v Tri Kusharjanto/Keshya Nurvita Hanadia   (Tjakrindo Masters/SGS Bandung) 21-19 18-21 22-20

X=unggulan   
   

Pahlawan Musica Champions Bikin Kejutan Besar

Senin, 27 Oktober 2014

MENJADI juara di ajang super series mungkin tak terbayang oleh Chou Tien Chen. Ini disebabkan dia tak banyak bersinar dalam turnamen elite dari kalender BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) tersebut.
 Apalagi, pekan lalu, lelaki asal Taiwan tersebut langsung tersungkur dalam Denmark Super Series Premier 2014. Tien Chien menyerah kepada Lin Dan asal Tiongkok dengan tiga game 20-22, 21-10, 18-21 di Odense. Meski kalah, mampu mencuri satu game sudah membuat dia dapat perhatian khalayak.
 Bagaimanapun, Lin Dan termasuk salah satu pebulu tangkis yang masuk kategori legenda. Kemampuannya membuat dia sudah mengoleksi lima gelar juara dunia nomor tunggal putra dan dua emas olimpiade, Beijing 2008 dan London 2012. Jadi, mencuri satu game dan membuat Lin Dan memeras keringat bukan hal yang mudah.
Namun, Minggu lalu, Tien Chen membuat mata insan dunia bulu tangkis terbelalak. Pemuda kelahiran 8 Januari 1990 tersebut mampu menjadi juara Prancis Super Series 2014.
 Dalam final, dia mengalahkan unggulan kesepuluh asal Tiongkok Wang Zhengming dengan tiga game 10-21, 25-23, 21-19. Ini juga menjadi kemenangan perdana Tien Chen atas Wang.
 Sebelumnya, dia kalah di putaran final Pala Thomas 2012 dan Swiss Grand Prix 2013. Kedua-duanya kalah dengan dua game langsung.
 Pada babak semifinal, dia juga mempermalukan unggulan keempat asal Indonesia Tommy Sugiarto. Putra salah satu legenda bulu tangkis Indonesia, Icuk Sugiarto, tersebut  ditaklukannya 14-21, 21-18, 21-19. Kemenangan ini juga membuatnya melakukan revans atas pil pahit yang ditelannya dari Tommy pada All England Super Series Premier 2013. Ketika itu, Tien Chien kalah mudah 12-21 8-21.
Tahun lalu, dalam Superliga Badminton Indonesia 2013 dia jadi pahlawan bagi Musica Champions Kudus. Tien Chen menjadi penentu kemenangan saat  ungguk 21-18, 21-19 atas Mohamad Arif Abdul Latief dari Malaysia Tigers dalam partai final yang dilaksanakan di Surabaya pada 9 Februari. (*)


Hasil Final Prancis Super Series 2014

Tunggal Putra:Chou Tien Chen (Taiwan) v Wang Zhengming (Tiongkok x10) 10-21, 25-23, 21-19

Tunggal Putri: Wang Shixian (Tiongkok x2) v Li Xuerui (Tiongkok x1) 21-15, 8-2 (ret)

Ganda Putra:Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark x1) v Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang x2) 18-21, 21-9, 21-7

Ganda Putri: Wang Xiaoli/Yu Yang (Tiongkok x7) v Ma Jin/Tang Yuanting (Tiongkok x5) 21-15, 21-9

Ganda Campuran: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia x3) v Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris x4) 21-9, 21-16

X=unggulan

Gelar Ketiga Tontowi/Liliyana

PRANCIS Super Series 2013 cukup menyakitkan bagi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Datang sebagai unggulan kedua, mereka harus pulang lebih awal karena menyerah 20-22, 17-21 kepada pasangan Chris Adcok Gabrielle Adcock dari Inggris di perempat final nomor ganda campuran.
 Memang, tahun ini, Tontowi/Liliyana mampu membalasnya dengan dua game juga 21-12, 21-18. Hanya,  revans tersebut dilakukan di kandang sendiri dalam Indonesia Super Series Premier 2014.
 Nah, pelampiasan dendam tersebut akhirnya datang juga. Tontowi/Liliyana kembali bersua pasangan Chris/Gabrielle lagi. Kebetulan terjadi di Prancis Super Series dan di laga final.
 Hasilnya, Tontowi/Liliyana menang straigh game 21-9, 21-16 di Paris pada Minggu waktu setempat (26/10). Kemenangan ini juga membuat Tontowi unggul 3-1 atas pasangan suami istri tersebut. Kemenangan perdana ganda campuran terbaik Indonesia itu terjadi dalam Singapura Super Series 2013.
 Selain itu, hasil di Negeri Anggur, julukan Prancis, membuat Tontowi/Liliyana mengoleksi tiga gelar selama 2014. Dua posisi terhormat lainnya digapai dalam All England Super Series Premier dan Singapura Super Series.
 Sebenarnya, kunci gelar di Prancis Super Series terjadi di babak semifinal. Tontowi/Liliyana menumbangkan unggulan kedua Xu Chen/Ma Jin dari Tiongkok dengan dua game langsung 21-17, 21-16 pada Sabtu waktu setempat. Bagi mereka, ganda Tiongkok tersebut menjadi momok. Apalagi, pekan lalu, Tontowi/Liliyana menyerah kepada ganda Negeri Panda, julukan Tiongkok, tersebut 20-22, 15-21 di babak semifinal Denmark Super Series Premier 2014.
 Kemenangan itu juga mengecilkan rekor kekalahan Tontowi/Liliyana atas Xu Chen/Ma Jin. Kini, dalam 16 kali pertemuan, mereka memetik enam kali kemenangan. Hasil di ganda campuran tersebut juga membuat Indonesia bisa pulang tangan tanpa kosong.
 Sebenarnya, hingga babak semifinal, merah putih juga punya wakil di nomor tunggal putra, Tommy Sugiarto. Sayang, secara mengejutkan, dia harus mengakui ketangguhan wakil Taiwan Chou Tien Chen dengan rubber game 14-21, 21-18, 21-19. (*)

Juara Asian Games Ekshibisi di GOR Sudirman

Jumat, 24 Oktober 2014

SURABAYA: Brosur ekshibisi
WARGA Surabaya, Jawa Timur, yang gila bulu tangkis dapat kehormatan. Mereka bisa menyaksikan dua peraih emas di Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan, pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan pasangan ganda putri Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii secara langsung.
 ‘’Mereka akan melakukan pertandingan ekshibisi di GOR Sudirman pada Sabtu malam (25/10)  mulai pukul 18.30 WIB,’’ kata Martinus Rudianto, wakil Sekum Pengprov PBSI Jatim.
 Acara tersebut, jelas dia, terselenggara juga karena keinginan klub Jaya Raya yang ingin melakukan syukuran di Kota Pahlawan, julukan Surabaya. Di antara peraih medali emas di Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, hanya Ahsan yang bukan berasal dari Jaya Raya. Dia merupakan pebulu tangkis yang bernaung di klub Djarum Kudus.
 Selain itu, rencananya, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf juga akan turun ke lapangan. Dia akan berpasangan dengan mantan tunggal terbaik Indonesia Sony Dwi Kuncoro. Lawan yang dihadapi adalah Ketua Umum Pengprov PBSI Jatim yang menggandeng Hendra Setiawan. 
 ‘’Saya yakin banyak yang hadir. Kami juga melibatkan klub dan juga sekolah,’’ ujar Rudi.
Hanya, selain pertandingan ekshibisi, Rudi belum mengetahui agenda lain dari Jaya Raya. Bisa jadi, salah satu klub raksasa di Indonesia tersebut bakal membagikan bonus kepada pemainnya.
 Ini sudah lazim dilakukan oleh klub kepada pebulu tangkis yang mampu mengharumkan nama bangsa dan negara di ajang internasional. Djarum Kudus misalnya. Mereka menggelontorkan dana yang tak sedikit saat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mampu menjadi juara dunia dan All England Super Series. (*)

Dewi Tira Kembali ke Lapangan

IS BACK: Dewi Tira (kiri) dan Martinus Rudi (foto;sidiq)
SEORANG cewek berhijab ada di ruangan Kantor Pengprov PBSI Jawa Timur pada Kamis (23/10/2014). Dia pun memakai kaca mata.
 Banyak yang mengira dia hanya staf di induk organisasi tepok bulu provinsi paling timur Pulau Jawa tersebut. Lalu siapa dia? Orang banyak yang tak mengira dia adalah Dewi Tira.  Meski tak setenar Susi Susanti ataupun Maria Kristin, perempuan itu pernah menjadi penghuni Pelatnas Cipayung.
 ‘’Hampir tiga tahun saya ada di Cipayung. Pada 2003, saya sudah tak di sana. Memang, tidak terlalu lama,’’ kata Dewi Tira.
 Namun, dalam rentang waktu itu, dia mencatatkan namanya pernah masuk Tim Uber Indonesia pada 2000. Dia mengisi nomor tunggal bersama Ellen Angelina dan Yuli Marfuah.
 Saat itu, Indonesia mampu menembus babak semifinal. Sayang, merah putih dikalahkan Tiongkok dengan 0-3. Dua tunggal yang dipercaya turunm Ellen dan Yuli gagal menyumbangkan angka. Saat itu, usianya masih belum genap 17.
 Tapi, dua tahun kemudian, dia mampu mengukir prestasi bagi merah putih. Dewi Tira mampu meraih perunggu dalam Kejuaraan Dunia Junior 2002 yang dilaksanakan di Afrika Selatan.
 ‘’Tapi, setahun kemudian, saya dikeluarkan dari Pelatnas Cipayung. Saya kena aturan tunggal putri Indonesia harus tingginya minimal 170 sentimeter,’’ jelas Dewi Tira.
 Peraturan itu, lanjut Dewi Tira, dikeluarkan oleh Ketua Umum PB PBSI saat itu, Chairul Tanjung. Dia menjadi korban karena postur yang dimilikinya tak sampai 170 sentimeter.
‘’Ini membuat saya kembali ke klub dan ikut persiapan PON 2004 di Palembang, Sumatera Selatan,’’ lanjut Dewi Tira.
 Namun, dalam event olahraga empat tahunan itu, perempuan yang kini berusia 30 tahun tersebut hanya menyumbangkan perak di nomor tunggal putri dan perunggu dari beregu putri.
 Dalam nomor tunggal putri, Dewi Tira lolos ke final setelah menundukkan Lidya Lidya Djaelawijaya (Jabar) 11-6, 6-11, 11-3. Lawan yang dihadpi Silvi Antarini (DKI) yang mengalahkan Nitya Krishinda (Aceh ) 11-3, 11-2.  Tapi, di babak final, penampilan Dewi antiklimaks. Dia kalah mudah 11-2, 11-0.
 Setelah PON, nama Dewi seolah menghilang. Wajahnya sempat terlihat di sebuah televisi lokal di Surabaya sebagai presenter.
 ‘’Itu juga nggak lama kok. Kini, saya ingin aktif lagi,’’ ujar Dewi.
 Keinginan itu pun tak bertepuk sebelah tangan. Rencananya, pebulu tangkis binaan PB Suryanaga, Surabaya, itu akan disiapkan menangani di sektor spesialisnya, tunggal putri.
 ‘’Hanya, dalam kejuaraan apa, kami belum sebutkan. Yang pasti, Dewi akan menjadi pelatih,’’ ujar Martinus Rudianto, wakil Sekum Pengprov PBSI Jatim. (*)

Seri Jawa Timur Kejar Rekor

SIRKUIT Nasional (Sirnas) Seri Jawa Timur luber peserta. Meski belum ditutup pendaftarannya, sudah terdaftar sekitar 1.300 peserta dalam event yang akan dilaksanakan di GOR Sudirman dan GOR Suryanaga, keduanya di Surabaya, 3-8 November tersebut.
 ‘’Bisa jadi jumlah pesertanya tembus 1.500 peserta. Kami ingin Seri Jawa Timur nanti menjadi rekor dalam jumlah peserta,’’ kata Bayu Wira, Ketua Panitia Sirnas Seri Jawa Timur.
 Jumlah ini akan bertambah, terang dia, karena banyak peserta masih konsentrasi tampil di Seri Sumatera Padang yang kini tengah berlangsung. Penggunaan dua gedung itu, tambah dia, juga sebagai antisipasi bakal hadirnya ribuan pebulu tangkis itu.
 Apalagi, dalam event di Kota Pahlawan, julukan Surabaya, juga bakal hadir para wakil dari mancanegara. Tiga negara, Malaysia, Singapura, dan India sudah mengkonfirmasikan kedatangannya.
 Pada 2014 ini, Seri Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Makassar 3-8 Maret diikuti oleh 1118 peserta. Namun, jumlah ini dikalahkan Sirnas Seri Jawa Barat di Bandung 19-24 Mei dengan peserta 1125.
 Sebagai tuan rumah, lanjut Bayu, pihaknya juga tak ingin hanya sukses sebagai penyelenggara. Gelar juara juga diharapkan disumbangkan oleh pebulu tangkis asal wakil dari Jawa Timur.
 ‘’Dari sektor dewasa, Jawa Timur punya Sony Dwi Kuncoro di nomor tunggal putra dan Febby Angguni di tunggal putri. Kini, keduanya membela klub Tjakrindo Masters Surabaya. Ada juga Tri Kusharjanto di ganda campuran,’’ lanjut Bayu.
 Rencananya, dalam acara final di GOR Sudirman, ungkap Bayu,  bakal dihadiri pengurus BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia). (*)

Gagal Ulang Sukses Denmark Super Series Premier

FU Haifeng/Zhang Nan membuat sensasi di Denmark Super Series Premier 2014. Pasangan Tiongkok ini keluar sebagai juara nomor ganda putra dalam turnamen berhadiah total USD 600 ribu tersebut.
 Padahal, pasangan yang baru dikawinkan pada 2014 tersebut memulai kejuaraan dari babak kualifikasi. Keduanya mulai mendapat perhatian setelah menumbangkan unggulan kedua asal Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dengan rubber game 17-21, 21-19, 21-11. Kemenangan ini membalas kekalahan di All England Super Series Maret lalu.
 Pada babak semifinal, Fu/Zhang kembali menumbangkan unggulan. Kali ini, unggulan ketujuh asal Korea Selatan Ko Sung-hyun/Shin Baek-choel disikat 21-15, 23-21.
 Puncaknya di babak final.
Hasil di Odense, host Denmark Super Series Premier 2014, menjadi bekal Fu/Zhang menatap Prancis Super Series 2014 yang dilaksanakan di Paris.
  Namun, hasilnya sungguh di luar dugaan. Mereka langsung tersungkur di babak pertama. Fu/Zhang dipaksa mengakui ketangguhan pasangan Malaysia yang melaju dari babak kualifikasi Goh V Shem/Tan Wee Kiong dengan tiga game 21-19, 9-21, 21-19. Pasangan negeri jiran itu melaju dari babak kualifikasi.
 Saat ini, Tiongkok tengah dilanda kebingungan di nomor ganda. Ini setelah pasangan andalan mereka, Fu Haifeng/Cai Yun sudah kehilangan superiornya. Pasangan ini sudah lima kali menjadi juara serta meraih emas pada Olimpiade London 2012. Namun, kehadiran Hendra/Ahsan dan Yong-dae/Yeon-seong membuat Tiongkok harus merombaknya.
 Lemahnya nomor ganda ini juga berpengaruh di ajang Piala Thomas. Untuk kali pertama, sejak 2002, Tiongkok kehilangan gelarnya. Mereka terhenti di babak semifinal oleh Jepang, yang akhirnya keluar menjadi juara baru. (*)

Pasangan ganda yang dimiliki Tiongkok
1.Liu Xialong/Qiu Zihan (9)
2.Chai Biao/Hong Wei (11)
3. Fu Haifeng/Zhang Nan (12)
4.Liu Junhui/Liu Yuchen (20)
5.Kang Jun/Liu Chen (27)

(ranking terakhir)

Tommy Lewati Hadangan Wakil Tiongkok

PEBULU tangkis Tiongkok sering jadi momok bagi Tommy Sugiarto. Sudah banyak tercatat dia selalu kalah kalau berhadapan dengan wakil Negeri Panda, julukan Tiongkok, tersebut.
 Kali terakhir, dalam Denmark Super Series Premier 2014, Tommy dipermalukan Tian Houwei di babak pertama dengan dua game langsung 14-21, 14-21. Padahal, pada turnamen berhadiah total USD 600 ribu itu, putra salah satu legenda bulu tangkis Indonesia, Icuk Sugiarto, menempati unggulan kelima.
 Sebelumnya, dalam Kejuaraan Dunia 2014 yang juga dilaksanakan di Denmark, Tommy dihentikan Chen Long di semifinal. Dia menyerah 16-21, 20-22.
 Kini, dalam Prancis Super Series yang digelar di Paris, tunggal putra terbaik Indonesia itu juga nyaris kalah oleh Chen Yueken. Tommy dipaksa tampil lima game sebelum menang 15-21, 21-16, 21-14. Pada turnamen di Negeri Mode itu, dia diunggulkan di posisi keempat.
 Pada babak perempat final, Tommy bersua dengan Hans-Kristian Vittinghus. Tunggal putra Denmark itu di babak sebelumnya menang dua game 22-20, 21-14 atas Srikanth K dari India.
 Tommy punya memori manis dengan Vittinghus. Pada Kejuaraan Dunia 2013 di Guangzhou, Tiongkok, dia menang rubber game 21-18. 15-21, 21-17. Dari ranking dunia,  dia juga unggul.
 Dari rilis yang dikeluarkan BWF, Tommy di posisi kelima sementara lawannya lima setrip di bawahnya. Pemenang Tommy versus Vittinghus akan berjumpa pemenang laga Chou Tien Chen (Taiwan) dengan Viktor Exelsen (Denmark).
  Pada Prancis Super Series Premier 2014, Tommy menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putra. Diharapkan, dia bisa mengukir prestasi dengan menjadi juara dalam event tersebut. (*)

Alvent pun Belum Merasakan Super Series

Rabu, 22 Oktober 2014


BERMAIN di level super series ataupun super series premier sudah menjadi hal yang biasa bagi Alvent Yulianto. Apalagi, pebulu tangkis spesialis ganda itu masih berpasangan dengan Luluk Hadiyanto.
Turnamen bergengsi Indonesia Open (kini Indonesia Open Super Series Premier)  mampu dimenanginya bersama Luluk pada 2004.  Posisi nomor satu dunia juga sudah diduduki.
 Saat berpisah dengan Luluk dan berpasangan dengan Markis Kido, turnamen level tertinggi pun sudah ditembus. Sayang, mereka berpisah setelah Kejuaraan Dunia 2013 di Guangzhou, Tiongkok.
 Lepas dari Kido, Alvent menggandeng Shintaro Ikeda dari Jepang. Namun, atmosfer prestasi pun masih jauh dari harapan.
 Kini, lelaki kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, itu menggandeng teman lamanya, Yonathan Suryatama Dasuki. Keduanya mulai berpasangan di Indonesia Challenge 2014.
 Setelah itu, Alvent/Yonathan berlaga di Vietnam Grand Prix  2014 dan Indonesia Grand Prix Gold 2014. Hasilnya memang belum memuaskan. Mereka terjegal di babak awal.
 Kini, asa merasakan babak utama turnamen super series juga kandas. Ini setelah Alvent/Yonathan menyerah 18-21,15-21 kepada pasangan Taiwan Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin pada final kualifikasi Prancis Super Series 2014 yang dilaksanakan di Paris pada Selasa waktu setempat (21/10). Sebelumnya, pasangan merah putih tersebut menjungkalkan unggulan kedua babak kualifikasi Lucas Corvee/Brice Leverdez 15-21,19-21.
 Kegagalan ini membuat Indonesia gagal menambah slot di babak utama turnamen berhadiah total USD 275 ribu tersebut. Di babak elite tersebut Indonesia mempunyai Ade Yusuf/Wahyu Nayaka,Markis Kido/Markus Fernaldi,Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan, dan Ricky Karanda/Berry Anggriawan. (*)

Michelle Li Susah Dibendung


MICHELLE Li menjadi bintang dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Amerika (Pan American Championships) 2014. Dia mampu menyandingkan gelar beregu dan tunggal dalam event yang dilaksanakan di kandangnya sendiri, Kanada, tersebut.
 Di final nomor perorangan pada Minggu waktu setempat, dia tak mengalami kesulitan saat mengalahkan compatriot (rekan senegaranya) Rachel Honderich dengan dua game langsung 21-13, 21-16. Ini menjadi kemenangan ketiganya atas Rachel di ajang internasional.
 Sebelumnya, Michelle menang di Canada Challenge 2013 dan America Grand Prix 2014. Dari sisi ranking, gadis 21 tahun tersebut memang jauh di atas Rachel.Dalam daftar terakhir yang dirilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Michelle di posisi 16 sementara lawannya di 2010.
 Hasil ini juga membuat Michelle sukses mempertahankan gelar juara yang diraih tahun lalu. Ketika itu di Republik Dominika, dia mengalahkan pebulu tangkis Amerika Serikat berdarah Indonesia Jamie Subandhi.
 Empat hari sebelumnya, Michelle juga menjadi kunci kemenangan Kanada menjadi juara di nomor beregu. Kemenangannya membuat negeri beribukota Ottawa tersebut bangkit setelah sempat ketinggalan 0-2 atas Negeri Paman Sam, julukan Amerika Serikat.  Pada Commonwealth Games (Pesta Olahraga Persemakmuran) 2014 di Glasgow, Skotlandia, Michelle juga menjadi juara tunggal. Dia menjadi orang pertama Kanada yang mampu melakukannya dalam event tersebut.
 Di nomor perorangan, selain nomor tunggal putri, Kanada juga meraih dua gelar lainnya dari ganda putra dan ganda campuran. Di ganda putra, Adrian Liu/Derrick Ng menundukkan unggulan teratas asal Amerika Serikat Phillip Chew/Sattawat Pongnairat 21-15, 21-13. Sedangan di ganda campuran, Toby Ng/Alex Bruce  harus bekerja keras sebelum menang 21-16, 19-21, 21-18 atas Phillip Chew/Jamie Subandhi, unggulan teratas asal Amerika Serikat.
 Pasangan ganda putri, Eva Lee/Paula Lynn Obanana menjadi penyelamat Amerika Serikat berkat kemenangan 23-21, 21-14 atas Lohaynny Vicente/Luana Vicente asal Brasil. Untuk gelar bergengsi nomor tunggal putra jatuh ke tangan Osleni Guerrero dari Kuba yang menang 19-21, 21-14. 21-13 atas Bjorn Seguin (Amerika Serikat). (*)

Ikuti Simon tapi Beda Level

Senin, 20 Oktober 2014


SETELAH Simon Santoso di Singapura Super Series, akhirnya ada wakil Indonesia yang menjadu juara tunggal putra di ajang internasional. Ini dilakukan Jonatan Christie di Swiss.
 Hanya, kelas turnamen yang dimenangi Penghuni Pelatnas Cipayung tersebut belum level super series. Jonatan  menjadi juara dalam Swiss Internasional 2014. Dalam final yang dilaksanakan di Yverdon-les-Bains Minggu waktu setempat (19/10), dia menang 9-11, 9-11, 11-6, 11-9, 11-10 atas Ng Ka Long asal Hongkong.
 Ini menjadi kemenangan kedua Jonatan atas pebulu tangkis berperingkat 43 dunia tersebut. Sebelumnya, lelaki yang duduk di posisi 178 dunia itu mempermalukan Ng Ka Long dengan 16-0 di Vietnam Grand Prix 2013. Skor tak mencapai 21 karena Ng Ka Long mengundurkan diri.
 Selain itu, kemenangan di Swiss ini juga menjadi gelar perdana Jonatan di ajang internasional selama 2014. Kegagalan dialaminya di Vietnam Challenge, Taiwan Grand Prix, Indonesia Challenge, Indonesia Grand Prix Gold, dan Belanda Grand Prix.  Di level nasional, pebulu tangkis asal Tangkas, Jakarta, itu sudah menjadi juara di ajang Sirkuit Nasional Seri Jakarta.
 Tahun lalu, Jonatan mengoleksi satu gelar dari ajang Indonesia Challenge yang dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur. Dia mampu mengalahkan pebulu tangkis senior, Alamsyah Yunus.
 Selain Jonatan, di Swiss Internasional, wakil Indonesia juga menjadi juara melalui Hana Ramadhini. Dia mengalahkan sesama pebulu tangkis merah putih Dinar Dyah Ayustine 11-9, 11-5, 7-11, 9-11, 11-5. (*)  

Sejarah, Tiongkok Sapu Bersih


BANYAK yang tak menduga Tiongkok bakal sapu bersih gelar di Denmark Super Series Premier 2014. Paling tidak, di nomor ganda putra, posisi terhormat dalam turnamen berhadiah total USD 600 ribu itu bakal menjadi milik Indonesia atau Korea Selatan.
 Prediksi itu masih mendekati kebenaran. Itu setelah pasangan Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong mampu bertahan di babak final. Sementara, pasangan Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menyerah di perempat final oleh Fu Haifeng/Zhang Nan dari Tiongkok.
 Nah, pasangan Negeri Tembok Raksasa, julukan Tiongkok, itu yang akan dihadapi Yong-dae/Yeon-seong, yang juga juara bertahan, di babak pemungkas. Namun, di luar dugaan, dalam final yang dilaksanakan di Odense pada Minggu waktu setempat (19/10), pasangan Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, menyerah kepada Fu/Zhang dengan dua game langsung 21-13, 25-23.
 Kemenangan ini sekaligus membuat Tiongkok tak menyisakan gelar kepada wakil negara lain.s Sebenarnya, satu gelar sudah pasti menjadi milik mereka di nomor tunggal putri setelah terjadi final sesama pebulu tangkis Tiongkok (All Chinas Finals) antara Li Xuerui melawan Wang Yihan. Duel ini dimenangkan Li, yang juga unggula teratas, dengan skor 21-17, 22-20.
 Sementara, di tiga nomor lainnya, wakil Negeri Terpadat Penduduknya di Dunia tersebut melibas lawan-lawannya. Di tunggal putra, Chen Long, yang diunggulkan di posisi kedua, menang dua game langsung 21-19,24-22 atas Shon Wan-ho, unggulan ketujuh asal Korea Selatan.
 Di ganda putri, Wang Xiaoli/Yu Yang, unggulan kedelapan, menjungkalkan unggulan ketiga asal Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi 21-14, 21-14 dan di ganda campuran Xu Chen/Ma Jin, unggulan ketiga, melibas wakil Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir 22-20, 21-15. Dalam sejarah, baru kali ini, Tiongkok menyapu bersih lima gelar. (*)

Lima Tahun tanpa Gelar di Denmark


PACEKLIK gelar Indonesia di Denmark Super Series Premier semakin panjang. Harapan mengakhiri dahaga itu kandas seiring kekalahan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di final ganda campuran tahun ini.
 Dalam final yang dilaksanakan di Odense pada Minggu waktu setempat (19/10), Tontowi/Liliyana menyerah dua game langsung 20-22, 15-21 kepada rival beratnya asal Tiongkok Xu Chen/Ma Jin. Kekalahan ini juga membuat pasangan merah putih tersebut kalah empat kali beruntun (quat-trick) dari lawan yang sama.
 Tiga kekalahan beruntun ditelan Tontowi/Liliyana di Final Super Series 2013, Malaysia Super Series 2014, dan Indonesia Super Series Premier 2014. Kekalahana di Negeri Skandinavia tersebut juga membuat ganda campuran terbaik Indonesia itu hanya mampu menang lima kali dalam lima belas kali pertemuan.
 Pebulu tangkis Indonesia yang kali terakhir menjadi juara Denmark Super Series Premier adalah Simon Santoso pada nomor tunggal putra  pada 2009. Saat itu, dia mengalahkan Marc Zwiebler asal Jerman.
 Sebenarnya, tahun lalu, Tontowi/Liliyana menundukan Xu Chen/Ma Jin di babak semifinal Denmark Super Series Premier. Hanya, di final, mereka tak bisa mengatasi tantangan ganda Negeri Panda, julukan Tiongkok, lainnya, Zhang Nan/Zhou Yunlei. (*)

Michelle Li Kejar Gelar Kedua

Minggu, 19 Oktober 2014


MICHELLE Li mengejar sukses ganda. Itu setelah dia menembus babak final nomo tunggal pada Kejuaraan Perorangan Amerika (Pan American Games) 2014.
 Pada babak semifinal yang dilaksanakan di Ontario, Kanada, pada Sabtu waktu setempat (18/10) atau Minggu WIB (19/10), wakil tuan rumah tersebut menang mudah 21-6, 21-12 atas Fabiana Silva (Brasil). Ini merupakan kemenangan ketiga Michelle atas lawan yang sama.
 Menariknya, semua kemenangan itu diraih atas Fabiana tersebut terjadi di ajang Pan American Games). Michelle mengungguli lawannya tersebut di Pan American Games 2011 dan 2013.
 Di babak final,  pebulu tangkis unggulan teratas itu akan ditantang rekan senegaranya sendiri, Rachel Honderich yang disemifinal menjungkalkan unggulan kedua asal Amerika Serikat Jamie Subandhi 21-12, 21-16. Di atas kertas, Michelle bakal tak mengalami kesulitan untuk menjadi juara.
 Rankingnya di posisi 16 jauh di atas Rachael yang hanya di posisi 210. Selain itu, dalam dua kali pertemuan, Michelle selalu menang yakni di Amerika Serikat Grand Prix 2014 dan Kanada Internasional 2013.
 Empat hari yang lalu, Michelle dan  Rachel baru saja bahu membahu membawa Kanada menjadi juara beregu Pan American Games. Pada babak final, tuan rumah mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 3-2.
 Dia menyumbang dua kemenangan. Dengan salah satunya membuka semangat rekan-rekannya setelah menang di nomor tunggal putri berkat kemenangan atas James Subadhi. Ini membuat Kanada bangkit setelah tertinggal 0-2. (*)

Andre Coba Lewati Pebulu Tangkis Muda


BABAK semifinal kembali dicicipi Andre Kurniawan. Pebulu tangkis senior Indonesia tersebut sukses lolos ke babak empat besar nomor tunggal putra Swiss Internasional 2014.
 Ini setelah lawan Andre, Kestutis Navickas, tak bisa tampil di babak perempat final yang dilaksanakan di  Yverdon-les-Bains pada Sabtu malam waktu setempat (18/10). Lelaki Ukraina itu mengalami cedera usai melibas Lars Schaenzler (Jerman) di babak kedua.
 Di babak semifinal, Andre akan ditantang juniornya, Jonatan Christie. Penghuni Pelatnas Cipayung itu di babak perempat final melibas Lucas Claerbout dari Prancis dengan empat game 9-11,11-4, 11-5, 11-6. Ini akan menjadi pertemuan perdana kedua pebulu tangkis beda generasi tersebut.
 Hanya, Andre punya pengalaman kurang bagus kalau bersua dengan pebulu tangkis muda. Dalam dua event terakhir yang diikuti, dia kalah tenaga.
 Itu diakuinya saat tampil di Indonesia Grand Prix Gold 2014 dan Belanda Grand Prix 2014. Di Palembang, host Indonesia Grand Prix Gold, Andre kalah oleh Firman Abdul Kholik di babak ketiga. Sementara, di Belanda, lelaki yang membela bendera Djarum Kudus tersebut kalah di semifinal oleh Ihsan Maulana Mustofa.
 Namun, hasil dari dua turnamen tersebut sudah membuat Andre semakin dekat kembali masuk  50 besar dunia. Dalam rilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) terakhir, Andre sudah berada di posisi 51.
 Semifinal tungal putra lainnya di Swiss Internasional akan mempertemukan unggulan kedua Ville Lang asal Finlandia akan ditantang unggulan ketiga asal Hongkong Ng Ka Long. (*)

Tontowi/Liliyana Hindari Aib Keempat

Sabtu, 18 Oktober 2014


MENGALAMI tiga kali kekalahan beruntun bukan yang mengenakkan bagi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Itu dialami juara dunia nomor ganda campuran 2013 saat berhadapan dengan pasangan Tiongkok Xu Chen/Ma Jin.
 Pil pahit tersebut ditelan Tontowi/Liliyana di Super Series Final 2013, Malaysia Super Series 2014, dan Indonesia Super Series Premier. Kini, kedua pasangan bakal kembali bertemu dalam final Denmark Super Series Premier 2014.
 Itu setelah Tontowi/Liliyana mengalahkan rekannya sendiri di Pelatnas Cipayung Riky Widianto/Richi Puspita Dili dengan dua game yang mudah 21-10, 21-11 pada pertandingan semifinal yang memakan waktu 31 menit di Odense Sabtu waktu setempat. Sementara, Xu/Ma juga mengalahkan compatriot (rekan senegara) Liu Cheng/Bao Yixin juga dengan dua game 21-12, 21-19.
 Diharapkan Tontowi/Liliyana bisa mengalahkan lawannya tersebut seperti pada semifinal Denmark Super Series Premier tahun lalu. Ketika itu, pasangan yang kini sama-sama sudah satu klub di Djarum Kudus itu menundukkan Xu/Ma dengan 21-11, 21-18.
 Sayang, pada final 2013, Tontowi/Liliyana kalah oleh pasangan Negeri Panda, julukan Tiongkok, lainnya Zhang Nan/Zhao Yunlei dengan 21-11, 22-20. Tahun ini, sang juara bertahan memilih menyerah WO kepada pasangan Tiongkok lainnya, Liu Cheng/Bao Yixin, di babak perempat final.
 Jika menjadi juara, Tontowi/Liliyana juga akan mengakhiri dahaga gelar juara merah putih di Negeri Skandinavia tersebut selama lima tahun. Kali terakhir, wakil Indonesia yang naik ke podium terhormat adalah Simon Santoso di nomor tunggal putra pada 2009.Di final, Simon mampu mengalahkan Marc Zwiebler (Jerman) dua game langsung 21-14, 21-16.
 Tahun ini, sebenarnya, bukan hanya ganda campuran yang diharapkan mampu menjadi juara. Namun juga di nomor ganda putra melalui pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Namun, langkah unggulan kedua itu sudah terhenti di babak perempat final. (*)

Jadwal final Denmark Super Series Premier 2014
Tunggal putra: Chen Long (Tiongkok x2) v Son Wan-ho (Korsel x7)

Tunggal putri: Li Xuerui (Tiongkok x1) v Wang Yihan (Tiongkok x3)

Ganda putra: Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong (Korsel x1) v Fu Haifeng/Zhang Nan (Tiongkok)

Ganda putri:Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang x3) v Wang Xiaoli/Yu Yang (Tiongkok x8)

Ganda Campuran: Xu Chen/Ma Jin (Tiongkok x3) v Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia x4)

X=unggulan

Ulangi Final Singapura Super Series


SATU tiket babak final nomor ganda campuran Denmark Super Series Premier 2014 menjadi milik Indonesia. Dua pasangan merah putih, Tontowi Ahmad/Liliyaa Natsir dan Riky Widianto/Richi Puspita Dili, saling adu kuat dalam babak semifinal turnamen berhadiah total  USD 600 ribu tersebut.
 Dalam babak perempat final yang dilaksanakan di Odense pada Jumat waktu setempat, kedua pasangan mengalahkan lawan-lawannya. Tontowi/Liliyana, yang diunggulkan di posisi keempat, dipaksa memeras keringat selama tiga game 21-15, 16-21, 21-18 untuk menyingkirkan pasangan tuan rumah Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl.
 Ini menjadi kemenangan keempat Tontowi/Liliyana atas Mads/Kamilla.Tiga kemenangan sebelumnya diukir di Denmark Super Series Premier 2012, Indonesia Super Series Premier 2013, dan India Super Series 2014.
 Sementara, Riky/Richi menembus empat besar berkat kemenangan atas pasangan Denmark lainnya yang diunggulkan kedua Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen juga dengan rubber game 21-19, 14-21, 21-19.  Pertemuan ini merupakan yang pertama bagi kedua pasangan.
 Pertemuan Tontowi/Liliyana dengan Riky/Richi di babak semifinal bakal menjadi pertarungan kedua. Pertemuan pertama terjadi di final Singapura Super Series 2014. Hasilnya, Tontowi/Liliyana menang straight game 15-21, 20-22.
 Semifinal nomor ganda campuran lainnya juga mempertemukan sesama pasangan satu negara.Unggulan ketiga asal Tiongkok Xu Chen/Ma Jin akan dijajal Liu Cheng/Bao Yixin. (*)

Hendra/Ahsan Punya Musuh Baru


GAYA permainan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mulai diketahui lawan. Buktinya, sekarang bukan hanya Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong asal Korea Selatan yang bisa mengalahkan mereka.
 Ada pasangan Fu Haifeng/Zhang Nan yang menjungkalkan juara dunia 2013 tersebut. Ganda Tiongkok tersebut menang rubber game 17-21, 21-19, 21-11 pada pertandingan perempat final Denmark Super Series Premier 2014 yang berlangsung di Odensen pada Jumat waktu setempat.
 Kemenangan ini membuat Fu/Zhang membalas kekalahan di All England Super Series 2014. Pada Maret lalu, mereka menyerah straight  game 21-23, 20-22.
 Sementara, bagi Hendra/Ahsan, pil pahit ini menambah panjang kegagalan menjadi juara di turnamen kalender BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia). Sejak All England Super Series Premier, mereka tak pernah lagi naik ke podium terhormat.
 Memang, pada 28 September lalu, dalam ajang Asian Games Hendra/Ahsan mampu meraih emas. Hanya, event tersebut tak masuk dalam kalender BWF.
 Pasangan Fu/Zhang merupakan ganda bentukan tahun ini setelah mentoknya penampilan ganda senior Fu/Cai Yun. Sebenarnya, selama ini, Zhang lebih dikenal di nomor ganda campuran.
 Di semifinal, Fu/Zhang, yang berstatus unggulan, akan menantang pasangan Korea Selatan Ko Sung-hyun/Shin Baek-choel yang di perempat final mengalahkan pasangan Tiongkok lainnya, Liu Xiaolong/Qiu Zihan dalam pertarungan tiga game 14-21, 24-22, 21-10. Dalam turnamen berhadiah total USD 600 ribu tersebut, Sung-hyun/Bael-choel menempati unggulan ketujuh.
 Semifinal lain di nomor ganda putra ini mempertemukan Yong-dae/Yeon-seong dengan pasangan tuan rumah Mathias Boe/Carsten Mogensen. (*)

Cukup Lambungkan 89 Peringkat

Jumat, 17 Oktober 2014


IHSAN Maulana Mustofa baru saja menembus final tunggal putra Belanda Grand Prix 2014. Sayang, di final, dia harus mengakui ketangguhan pebulu tangkis India Ajay Jayaram dalam pertarungan yang ketat 11-10, 6-11, 7-11, 11-1, 9-11.
 Namun, itu sudah lebih dari cukup untuk mendongkrak rankingnya. Usai dari Almere, host Belanda Grand Prix 2013, ranking Ihsan pun melonjak 89 setrip.
 Dari rilis yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) per Kamis (16/10), pebulu tangkis yang tahun ini menembus Tim Piala Thomas Indonesia tersebut ada di posisi 179. Memang, ini bukan menjadi peringkat terbaik Ihsan.
 Pada 20 Maret 2014, dia pernah duduk di ranking167. Capaian Ihsan pekan ini lebih bagus dibandingkan rekannya sendiri sesama pebulu tangkis muda di Pelatnas Cipayung Jonatan Christie.  Juara Indonesia Challenge 2013 itu hanya ada di posisi 176.
 Sementara, bagi pasangan juara Riky Widianto/Richi Puspita Dili, poin dari Negeri Kincir Angin, julukan Belanda, melambungkannya empat setrip ke posisi 13.  Ini diharapkan bisa mengembalikan mereka bisa kembali masuk 10 besar seperti yang pernah dicapai keduanya.
 Jalan ini terbentang. Apalagi, Riky/Richi masih bertahan hingga babak perempat final turnamen bergengsi, Denmark Super Series Premier 2014. Di babak kedua yang dilaksanakan di Odense pada Kamis waktu setempat (16/10), mereka menang 22-20, 24-22 atas ganda Tiongkok Yuchen Liu/Luo Yu. (*)

Kalahkan Tiongkok, Ketemu Pasangan Tiongkok Lagi


PASANGAN Hendra Setiawan/Mohammmad Ahsan menempati unggulan kedua di nomor ganda putra Denmark Super Series Premier 2014. Langkahnya pun kini sudah menembus babak perempat final.
 Di babak kedua, mantan peringkat satu dunia itu menghentikan langkah Cai Yun/Lu Kai asal Tiongkok dengan 24-22, 21-13 di Odense pada Kamis waktu setempat (16/10). Pasangan Negeri Panda, julukan Tiongkok, lainnya, Fu Haifeng/Zhang Nan siap menghadang.
 Mereka berhadapan dengan Hendra/Ahsan setelah menang 21-16,15-21,21-16 atas unggulan keenam Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin.  Ini akan menjadi pertemuan kedua. Pada pertemuan perdana di All England Super Series Premier 2014, Hendra/Ahsan memetik kemenangan 23-21, 22-20.
 Bekal berharga sudah dikantongi Hendra/Ahsan sebelum berlaga di Denmark Super Series Premier. Mereka meraih emas dalam Asian Games 2014 yang dilaksanakan di Incheon, Korea Selatan. Di final, Hendra/Ahsan melibas pasangan tuan rumah Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong.
 Ganda Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, itu juga berlaga di Denmark Super Series Premier 2014. Bahkan, keduanya diunggulkan di posisi teratas.
 Pasangan merah putih lainnya yang juga melaju ke perempat final adalah Markis Kido/Markus ‘Sinyo’ Fernaldi. Unggulan kedelapan ini menang menang dua game langsung 21-7, 21-18 atas Max Schwenger/Josche Zurwonne asal Jerman.  Untuk bisa melaju ke semifinal, mereka harus bisa menjungkalkan unggulan teratas Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong. (*)

Lin Dan Out


JAN O Jorgensen selalu menjadi batu ganjalan bagi juara dunia lima kali asal Tiongkok Lin Dan. Sudah dua kali dia menyerah kepada lelaki asal Denmark tersebut.
 Pil pahit itu ditelan suami mantan ratu bulu tangkis dunia Xie Xingfang tersebut di Malaysia Super Series 2012 dan Jepang Super Series 2014. Di Malaysia Super Series, Lin Dan menyerah 21-14, 15-21, 15-21.
 Kemenangan itu menjadi kemenangan perdana Jorgensen setelah kalah dalam lima kali pertemuan sebelumnya.Di Negeri Matahari Terbit, julukan Jepang, Superdan dipermalukan 19-21, 21-13,16-21.
 Kali ini, Lin Dan kembali menyerah kepada Jorgensen di babak kedua  Denmark Super Series Premier 2014. Hanya, peraih dua emas olimpiade, Beijing 2008 dan London 2012, kalah sebelum turun lapangan. Dari situs turnamen disebutkan bahwa Lin mengalami cedera pergelangan kaki.
 Ini membuat Lin Dan gagal menambah koleksi gelarnya selama 2014. Pada tahun ini, dari lima turnamen yang diikuti, dia menjadi juara empat kali yakni di Tiongkok Grand Prix Gold, Kejuaraan Asia, Australia Super Series, dan Taiwan Grand Prix. Satu-satunya kegagalan di Jepang Super Series karena kalah oleh Jorgensen. Cedera ini juga bisa membuat Lin Dan absen dalam Prancis Super Series 2014 yang dilaksanakan di Paris pada pekan depan.
 Sementara, bagi Jorgensen, lolos tanpa memeras keringat ini membuatnya berhadapan dengan Kashyap Parupalli. Pada babak kedua, wakil India ini menumbangkan satu-satunya pebulu tangkis Indonesia yang tersisa di tunggal putra, Dionysius Hayom Rumbaka, dengan rubber game 21-17, 17-21, 22-20.  Dalam turnamen berhadiah total USD 600 ribu itu, Jorgensen diunggulkan di posisi ketiga sedangkan lawannya nonunggulan. (*)

Ketemu Penjegal Langkah Juara

Kamis, 16 Oktober 2014

BUKAN pekerjaan mudah untuk bisa mengalahkan Lin Dan. Pebulu tangkis Tiongkok ini pun sampai dijuluki Superdan karena tangguhnya dia.
 Buktinya, lima gelar juara dunia dan dua emas olimpiade nomor tunggal putra sudah dikantongi. Bahkan, Lin Dan juga baru saja menjadi juara di Asian Games 2014 di Inchen, Korea Selatan.
 Dari lima turnamen yang diikuti tahun ini, suami mantan ratu bulu tangkis dunia Xie Xingfang itu hanya sekali gagal yakni di Jepang Super Series. Selebihnya di Tiongkok Grand Prix Gold, Kejuaraan Asia, Australia Super Series, dan Taiwan Grand Prix Gold.
 Pebulu tangkis yang menggagalkannya melakukan sapu bersih gelar adalah Jan O Jorgensen dari Denmark. Lelaki Denmark itu mengalahkannya dalam pertarungan tiga game 19-21, 21-13, 16-21.
 Kemenangan Jorgensen itu juga bukan sebuah kebetulan. Dia pernah menundukkan Lin Dan pada 2012 di Malaysia Super Series.
 Nah, kini, kedua pebulu tangkis itu kembali bertemu di babak kedua Denmark Super Series Premier 2014. Itu setelah keduanya melibas lawan-lawannya di babak pertama.
 Pada babak pertama yang dilaksanakan di Odense pada Rabu waktu setempat (15/10), Lin Dan dipaksa bekerja keras sebelum menundukkan Chou Tien Chen 22-20, 10-21, 21-18. Sementara, Jorgensen, yang diunggulkan di posisi ketiga, menang mudah dua game 21-11, 21-16 atas wakil Jerman Marc Zwiebler.
 Jika mampu mengalahkan Jorgensen, jalan Lin Dan juara bakal lapangan. Apalagi, saingannya, Lee Chong Wei dari Malaysia, absen karena ingin istirahat setelah tampil dalam banyak turnamen. (*)

Hayom Bisa Pecah Telor

DUA kali sudah Dionysius Hayom Rumbaka menelan kekalahan dari Wang Zhengming. Pebulu tangkis Tiongkok tersebut mempermalukan Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, di Makau Grand Prix 2011 dan India Super Series 2012.
 Ironisnya, Wang  mengalahkannya dengan dua game langsung. Saat itu, posisi Hayom pun masih digembleng di Pelatnas Cipayung.
 Wajar saat bertemu kembali di Denmark Super Series Premier 2014, Wang pun lebih diunggulkan memetik kemenangan. Apalagi, posisi Hayom sudah bukan lagi penghuni Pelatnas Cipayung.
 Dia datang ke Odensen, host Denmark Super Series Premier 2014, sebagai wakil klub Djarum Kudus. Ya, sejak Juni 2014, Hayom dikembalikan ke klub asalnya karena dianggap sudah mentok prestasinya.
 Tapi, siapa sangka, pada pertandingan yang dilaksanakan pada Rabu waktu setempat (15/10), Hayom membalikan prediksi. Dia menundukkan Wang, yang juga unggulan keenam, dengan rubber game 17-21, 21-18, 21-19.
 Ini membuat Hayom pun akan menantang Kashyap Parupalli dari India di babak kedua turnamen berhadiah total USD 600 ribu tersebut. Di babak sebelumnya, Kashyap menghentikan Rajiv Ouseph dari Inggris dengan 21-15, 21-18.
 Dari pertemuan yang sudah dilakukan, Hayom menang dua kali di India Grand Prix 2009 dan 2010. Tapi, pada pertemuan terakhir di Piala Sudirman 2013, dia kalah.
 Hayom juga menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masih tersisa di babak kedua. Mantan rekannya di Pelatnas Cipayung yang juga unggulan kelima, Tommy Sugiarto, sudah angkat koper. Tunggal putra terbaik Indonesia saat ini tersebut menyerah dua game langsung 14-21, 14-21 kepada Tian Houwei.
 Pil pahit itu menjadi kekalahan ketiga Tommy kepada Tian. Dua kekalahan dialami di Vietnam Grand Prix 2010 dan Korea Super Series 2014. Sementara, kemenanangan semata wayang dilakukannya di Indonesia Grand Prix Gold 2012. (*) 

Chong Wei Absen di Denmark dan Prancis

Senin, 13 Oktober 2014

LELAH:Lee Chong Wei (foto:thesundaily)

LEE Chong Wei juga manusia biasa. Buktinya, dia meminta kepada BAM (Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia) untuk memberiknya istirahat.
 Ini membuat Chong Wei absen dalam dua turnamen bergengsi pada bulan ini, Denmark Super Series Premier yang dilaksanakan 14-19 Oktober di Odensen dan Prancis Super Series di Paris pada 21-16 Oktober. Tahun lalu, bapak satu ini mampu menjadi juara dalam dua turnamen tersebut.
 Resikonya, dengan absen di turnamen super series premier, Chong Wei harus membayar denda yang jumlahnya tak sedikit. Sesuai aturan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), pebulu tangkis 10 besar dunia wajib tampil. Jika absen, dia harus merogoh kocek sebsar USD 5 ribu atau sekitar Rp 50 jutaan.
 Keinginan Chong Wei absen pun mendapat dukungan dari pelatih nasional Malaysia Tey Seu Bok.
‘’Dia lelah dan tidak dalam kondisi terbaik. Bakal sia-sia mengirim dia karena tak akan bisa memberikan kemampuan terbaik,’’ jelas Seu Bok seperti dikutip dari sebuah media Malaysia.
 Harapannya, jika diizinkan istirahat Chong Wei bakal kembali bugar. Hanya, pihaknya belum memutuskan hingga kapan Chong Wei istirahat.
 ‘’Tapi, penting bagi dia untuk istirahat sekarang. Itu akan membantu dia untuk kembali menemukan kegembiraan ketika bermain,’’ ucap Seu Bok.
 Tahun ini, cobaan menerpa Chong Wei. Dia mengalami cedera pada Juni lalu yang membuatnya absen membela Malaysia di Commonwealth Games.
 Pada Kejuaraan Dunia yang dilaksanakan di Kopenhagen, Denmark, Agustus lalu, Chong Wei punya kans yang sangat besar untuk menjadi orang Malaysia pertama yang meraih titel dunia.
 Apalagi, rival terberatnya asal Tiongkok Lin Dan absen. Namun, di luar dugaan, rekan senegara Lin Dan, Chen Long, mempermalukannya di babak pemungkas.
Begitu juga dalam Asian Games September ini. Dalam event yang dilaksanakan d Incheon, Korea Selatan, Chong Wei gagal membawa Malaysia meraih emas.
 Di nomor beregu, dia kalah oleh Chen Long lagi. Ini membuat Malaysia tehenti langkahnya di semifinal. Sementara di nomor perorangan, Lin Dan menjinakannya di babak semifinal nomor perorangan.
 Bisa jadi, usai istirahat, Chong Wei akan berlaga dalam Tiongkok Super Series Premier dan Hongkong Super Series bulan depan. Absen di Denmark dan Prancis juga akan memberikan dampak dalam ranking dunia. Diperkirakan, posisi teratas yang sudah didudukinya selama lima tahun akan berpindah tangan.(*)

Untung Ada Riky/Richi

SELAMATKAN MUKA: Riky Widianto dan Richi Dili 

INDONESIA akhirnya hanya mampu meraih satu gelar dari Belanda Grand Prix 2014. Posisi terhormat itu disumbangkan pasangan ganda campuran Riky Widianto/Richi Dili Puspita.
 Dalam final yang dilaksanakan di Almere, unggulan kedua tersebut menghentikan ambisi pasangan tuan rumah Jorrit De Ruiter/Samantha Barning dalam pertarungan ketat selama 57 menit dengan 11-10, 10-11, 9-11, 11-8,11-1.
 Ini menjadi gelar kedua bagi Riky/Richi di 2014. Sebelumnya, pasanga yang kini duduk di posisi ke-17 dunia tersebut naik ke podium terhormat dalam Indonesia Grand Prix Gold di Palembang, Sumatera Selatan. Saat itu, dalam babak final, mereka mengalahkan Muhammad Rijal/Vita Marissa dengan 21-18, 21-19.Sayang, kemenangan Riky/Richi di final Belanda Grand Prix ini gagal diikuti di tiga nomor lain.
 Di tunggal putra, kejutan Ihsan Maulana Mustofa dihentikan Ajay Jayaram. Unggulan ke-13 asal India itu menang 10-11, 11-6, 11-7, 1-11, 11-9.
 Begitu juga di ganda putri. Ganda senior yang pernah digembleng Pelatnas Cipayung dan kini kembali ke klub asalnya, Djarum Kudus, Shendy Puspa Irawati/Vita Marissa menyerah kepada unggulan teratas Eefje Muskens/Selena Piek dari Belanda dalam pertarungan empat game 8-11, 11-4, 9-11, 10-11.
 Kemudian di ganda putra, pasangan asal Djarum Kudus Fran Kurniawan/Agripinna Prima Rahmanto takluk 11-5,10-11, 10-11, 7-11 kepada Baptiste Careme/Ronan Labar.
 Hasil satu gelar ini mengulang tahun lalu. Pada 2013, Indonesia juga membawa pulang satu posisi terhormat melalui Ade Yusuf/Wahyu Nayaka dari nomor ganda putra. (*)

Langsung Juara di Klub Baru

Minggu, 12 Oktober 2014

HENGKANG: Febby Angguni (kanan) di podium

NAMA Febby Angguni terukir sebagai juara tunggal putri dalam Sirkuit Nasional (Sirnas) 2014 Seri Banten.  Sebenarnya, hal itu wajar.
 Alasannya, Feby menjadi unggulan teratas. Ini disebabkan ranking dunia yang dimiliki, 182,  masih yang tertinggi di antara semua peserta. Lawan yang dikalahkannya, Ana Rovita dari Djarum Kudus, dengan 21-15. 21-13 masih di bawah kemampuannya.
 Namun, ada hal yang menarik dengan penampilan Febby di Sirnas Banten. Di belakang kaosnya bukan lagi tertulis nama Djarum Kudus. Sejak 2004, perempuan berusia 23 tahun tersebut sudah berkostum klub yang disponsori perusahaan rokok tersebut. Kini, di depan kaosnya tertulis nama Tjakrindo Masters Surabaya.
 ‘’Ini kali pertama Febby tampil membela Tjakrindo dan langsung menjadi juara,’’ terang Ketua Umum Pengprov PBSI Jatim Wijanarko Adi Mulya kepada Smashyes.
 Selain Febby, wakil klub asal Kota Pahlawan, julukan Surabaya, yang menjadi juara di Sirnas Banten adalah Tri Kusharjanto. Hanya gelarnya di nomor ganda campuran itu dilakukannya bukan dengan sesama wakil Tjakrindo Masters.
 Trikus, sapaan karib Tri Kusharjanto, berpasangan dengan Keshya Nurvita Hanadia asal SGS Bandung. Dalam final yang dilaksanakan di Cilegon pada Sabtu WIB (11/10), Trikus/Keshya mengalahkan unggulan teratas Ardiansyah/Devi Tika Permatasari (Berkat Abadi Banjarmasin/SGS Bandung) dengan 21-19, 24-22. (*)

Hasil Nomor Dewasa
Tunggal putra: Alamsyah Yunus (JR Enkei Jakarta) v Reksy Aureza (Djarum Kudus) 21-18, 21-9

Tunggal putri: Febby Angguni (Tjakrindo Masters Surabaya) v Ana Rovita (Djarum Kudus) 21-15, 21-13

Ganda  putri:Devi Tika/Keshya Nurvita (SGS Bandung) v Dian Fitriani/Nadia Melati (Pertamina) 21-15, 11-21, 22-20

Ganda putra: Alfiat Yuris Wirawan/Wifqi Windarto (Djarum Kudus) v Aryanto Haryadi Putro/Rio Willianto (JE Enkei) 21-15, 21-8

Ganda campuran: Tri Kusharjanto/Keshya Nurvita (Tjakrindo Masters Surabaya/SGS Bandung) v Ardiansyah/Devi Tika (Berkat Abadi Banjarmasin/SGS Bandung) 21-19, 24-22

Hanya Tunggal Putri tanpa Wakil

BERJAYA: Zhang Beiwen dengan kaos AS

HARAPAN bisa menyapu bersih semua gelar dalam Belanda Grand Prix 2014 kandas. Ini seiring kekalahan Maria Febe Kusumastuti oleh unggulan teratas Zhang Beiwen dari Amerika Serikat dengan 5-11, 4-11, 11-6, 9-11 pada babak semifinal tunggal putri di Almere pada Sabtu waktu setempat (11/10). Dibandingkan empat nomor lainya, hanya nomor tunggal putri, Indonesia menempatkan satu wakil.
 Sementara, di nomor lainnya, merah putih sukses menembus babak pemungkas. Di nomor tunggal putra misalnya.
 Satu tempat sudah menjadi milik Indonesia karena dua wakilnya, Ihsan Maulana Mustofa,  yang di semifinal menundukkan  seniornya, Andre Kurniawan Tedjono, dengan 11-10, 11-9, 11-7.
Kemudian, di ganda putra, merah putih meloloskan Fran Kurniawan/Agripinna Prima Rahmato yang menang 5-11, 11-8, 11-9, 10-11, 11-8 atas unggulan kelima Ruud Bosch/Tien Tzu Chieh di empat besar. Di babak pemungkas, Fran/Agripinna akan menantang pasangan tuan rumah Baptise Careme/Ronan Labar yang melibas Philip Joper/Ronel Estanislao (Filipina) 11-9, 8-11,11-4, 11-3.
 Di ganda putri, keinginan menciptakan all Indonesian finals kandas. Langkah Vita Marissa/Shendy Puspa Irawati gagal diikuti Della Destiara Haris/Gebby Ristiyani Imawan, yang dikalahkan unggulan teratas Eefje Muskens/Selena Piek 9-11, 7-11, 8-11. Padahal, sebelumnya, Vita/Shendy melibas Chan Tsz Ka/Tse Ying Suet (Taiwan) 11-10, 10-11, 11-5, 5-11, 11-8.
 Di nomor ganda putra, satu slot final ganda campuran sudah pasti menjadi milik Indonesia. Ini dikarenakan dua pasangan Pelatnas Cipayung, Riky Widianto/Richi Dili Puspita dan Edi Subakhtiar/Gloria Emanuelle Widjaja, saling adu kuat di semifinal.
 Hasilnya, Riky/Richi, yang diunggulkan di posisi kedua, menang 11-5, 11-8,11-5. Di final, mereka mereka dijajal unggulan ketujuh asal Belanda Jorrit De Ruiter/Samantha Barning yang sebelumnya memetik kemenangan 11-8, 11-9, 11-7 atas ganda Rusia Vitalij Durkin/Nina Vislova. (*)

Ihsan Cicipi Atmosfer Final

KANS:Ihsan Maulana Mustofa

KEJUTAN Ihsan Maulana Mustofa berlanjut. Kini, langkahnya sudah mampu menembus babak final tunggal putra dalam Belanda Grand Prix 2014.
 Dalam semifinal yang dilaksanakan di Almere pada Sabtu waktu setempat, Ihsan mampu mengalahkan seniornya, Andre Kurniawan Tedjono, dengan 11-10, 11-9, 11-7.  Ini menjadi kemenangan keduanya atas mantan pebulu tangkis penghuni Pelatnas Cipayung itu. Kemenangan perdana diukirnya pada Indonesia Challenge 2011.
  Namun, untuk bisa menjadi juara juga bukan hal yang mudah bagi Ihsan. Dia akan menghadapi wakil India Ajay Jayaram yang di babak semifinal menumbangkan unggulan teratas Rajiv Ouseph dari Inggris 11-8, 11-7, 11-5.
 Ini akan menjadi pertemuan perdana bagi Ihsan dan Ajay. Namun, dari segi peringkat, Ihsan kalah jauh.
 Dari ranking BWF (Federasi Bulu Tangkis Internasional) terbaru, dia di posisi 290. Sementara, Ajay di ranking 66.
 Capaian menembus final di level grand prix juga menjadi capaian terbaik Ihsan. Dalam dua turamen terakhir yang diikuti, Indonesia Challenge dan Taiwan Grand Prix, dia tumbang di babak kedua.
 Nama Ihsan sempat mencuat ketika mampu mengalahkan pebulu tangkis senior Sony Dwi Kuncoro dalam simulasi Piala Thomas yang dilaksanakan di Solo, Jawa Tengah. Kemenangan ini membuatnya menjadi tunggal keempat di ajang beregu putra tersebut.
 Ihsan juga masuk dalam skuad Asian Games 2014. Sayang, dalam dua ajang itu, dia tak banyak memberikan konstribusi. (*)

Febe Tantang Unggulan Teratas

Sabtu, 11 Oktober 2014

Maria Febe

BANYAK yang terpental dari Pelatnas Cipayung malah bersinar. Simon Santoso di nomor tunggal putra misalnya.
 Dia mampu menjadi juara di turnamen bergengsi Singapura Super Series 2014. Imbasnya, Simon pun kembali dipanggil ke pelatnas.
 Dionysius Hayom Rumbaka juga. Sering gagal di berbagai turnamen, lelaki yang akrab disapa Hayom itu naik ke podium terhormat pada Vietnam Grand Prix 2014. Itu dilakukan ketika dia sudah tak berada di pelatnas.
 Kini, kesempatan itu pun ada di depan mata Maria Febe Kusumasuti. Dia mampu melaju ke babak semifinal Belanda Grand Prix 2014.
 Padaha, Febe, sapaan karib Maria Febe Kusumastuti, nyaris selalu tumbang di babak-babal awal dalam berbagai turnamen yang diikuti. Ironisnya, itu terjadi ketika dirinya digembleng di Cipayung.
 Imbasnya, Febe pun dikembalikan ke klub asalnya, Djarum. Namun, beberapa bulan di klub, kemampuan terbaiknya seolah kembali.
 Di semifinal Belanda Grand Prix 2014, Febe akan menantang unggulan teratas Zhang Beiwen asal Amerika Serikat. Pada babak sebelumnya, Febe menumbangkan unggulan ketiga Karin Schnaase dengan 5-11, 5-11, 11-10, 11-7, 11-6. Sementara, Zhang menghentikan ambisi wakil Indonesia Hana Ramadhini 11-8, 11-8, 11-10.
 Ini akan menjadi pertemuan perdana Febe dengan Zhang. Hanya, dari sisi ranking dunia, perempuan asal Boyolali, Jawa Tengah, itu kalah. Saat ini, Febe di posisi 38 sementara lawannya 21 setrip lebih bagus.
 Semifinal tunggal putri lainnya mempertemukan Pai Yu Po asal Taiwan dengan Fontaine Mica Chapman (Inggris). (*)

Absen Lagi, Absen Lagi


KEINGINAN menyaksikan Simon Santoso kembali turun ke lapangan sirna. Padahal, namanya sempat terdaftar sebagai peserta dalam Denmark Super Series Premier 2014.
 Bahkan, kans menembus babak kedua turnamen berhadiah total USD 600 ribu itu pun terbuka lebar. Dari undian yang sudah dirilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Simon bakal berhadapan dengan wakil Malaysia Chong Wei Feng.
 Dari dua kali pertemuan, dia selalu memetik kemenangan. Yakni di Denmark Super Series Premier 2012 dan Korea Super Series 2009.
 Sayang, kondisi yang belum pulih membuat Simon kembali tak bisa membela Indonesia. Ini membuat pebulu tangkis yang pernah terpental dari Pelatnas Cipayung tersebut absen sejak Juli lalu.
 Sebenarnya, pada Kejuaraan Dunia 2014 yang juga dilaksanakan di Denmark, Simon juga harus turun. Tapi, menjelang berangkat, dia terkena demam berdarah.
 Tahun ini, Simon sudah mengoleksi satu gelar. Ini diraihnya di level bergengsi super series di Singapura. Lawan yang dikalahkannya pun tak tanggung-tanggung, tunggal putra nomor satu dunia, Lee Chong Wei.
 Dengan absennya Simon, di Denmark Super Series Premier 2014, pada nomor tunggal putra, Indonesia diwakili Tommy Sugiarto dan Dionysius Hayom Rumbaka. (*)

Wakil Indonesia di Babak Utama Denmark Super Series Premier 2014
Tunggal putra: Tommy Sugiarto (x5), Dionysius Hayom Rumbaka

Tunggal putri:-

Ganda putra: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (x2), Markis Kido/Markus Fernaldi (x8), Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan

Ganda putri: Shendy Puspa Irawati/Vita Marissa , Pia Zebadiah/Rizki Amelia

Ganda campuran: Praveen Jordan/Debby Susanto, Markis Kido/Pia Zebadiah,Muhammad Rijal/Vita Marissa, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Riki Widianto/Richi Dili Puspita

Satu Tempat buat Penggawa Muda Cipayung

Jumat, 10 Oktober 2014


SATU tempat semifinal tunggal putra dalam Belanda Grand Prix 2014 sudah menjadi milik Indonesia. Dua pebulu tangkis mudanya, Jonatan Christie dan Ihsan Maulana Mustofa, saling jegal di babak perempat final turnamen berhadiah total USD 50 ribu tersebut.
 Pada babak ketiga yang dilaksanakan di Almere pada Kamis waktu setempat (9/10),Jonatan menundukkan Chan Yan Kit dari Hongkong dengan 11-4, 4-11, 11-10, 11-7. Kemenangan ini juga diluar dugaan. Yan Kit merupakan finalis tahun lalu.  Secara ranking, Jonatan juga kalah. Dalam rilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Internasional), dia ada di posisi 219 sedangkan Yan Kit di ranking 89.
 Sementara, Ihsan di babak ketiga melibas Nick Fransman dari Belanda dengan 11-0, 9-11,11-4, 11-8.  Pertemuan dengan Ihsan, yang juga rekan berlatihnya di Pelatnas Cipayung, bakal menjadi kali ketiga di ajang internasional.
 Dalam dua pertemuan sebelumnya, Jonatan selalu memetik kemenangan. Hasil manis itu digapai lelaki yang juga turun di Asian Games 2014 itu pada Vietnam Open 2013 dan Maladeva Internasional 2013.
 Sukses Jonatan dan Ihsan juga diikuti oleh dua pebulu tangkis senior, Dionysius Hayom Rumbaka dan Andre Kurniawan Tedjono. Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, mengalahkan pebulu tangkis Indonesia yang membela bendera Jerman Ari Trisnanto dengan 11-6, 11-6, 11-4.
 Untuk bisa lolos ke semifinal, Hayom, yang diunggulkan di posisi ketiga, harus bisa mengalahkan Ajay Jayaram. Wakil India itu di babak ketiga menang mudah 11-5, 11-6, 11-4 atas Tam Chun Hei (Hongkong).
 Dari rekor pertemuan, Hayom menang dua kali dan sekali kalah. Sayang, kekalahan itu dialami pebulu tangkis Djarum Kudus itu pada pertemuan terakhir di India Super Series 2013.
 Capaian Andre juga layak dapat acungan jempol. Dia menumbangkan unggulan kedua Brice Leverdez (Prancis) dengan 11-8, 11-5, 11-7. Di perempat final, Andre akan menantang unggulan ketujuh asal Hongkong Ng Ka Long. (*)

Rizky Hidayat Satu Klub dengan Chong wei

Kamis, 09 Oktober 2014


TAK ada nama Rizky Hidayat Ismail dalam Sirkuit Nasional (Sirnas) 2014 Seri Banten. Padahal, selama ini, pebulu tangkis asal Wima, Surabaya, tersebut selalu unjuk kemampuan dan selalu masuk daftar unggulan.
 ‘’Saya lagi di Kuala Lumpur, Malaysia.Petrsiapan Liga Bulu Tangkis Malaysia,’’ kata Rizky kepada Smashyes.
 Rencananya, liga tersebut, tambah dia, dilaksanakan mulai 22 November. Rizky datang lebih awal sebagai persiapan dini dan bisa menyatu dengan tim.
 ‘’Saya bergabung dengan klub Petaling. Dari Indonesia , selain saya ada Ardiansyah dan Tike Arieda,’’ tambah Rizky.
Rencananya, dia akan tampil di nomor ganda. Meski, tak menutup kemungkinan, Rizky bisas mengayunkan raket di nomor ganda campuran.
 Hebatnya lagi, di Petaling juga terdapat nama tunggal putra nomor satu dunia saat ini Lee Chong Wei. Hanya, selama di negeri jiran, Chong Wei belum ikut bergabung.
 Ya, Chong Wei baru saja membela Malaysia di ajang Asian Games 2014. Dalam event yang digelar di Incheon, Korea Selatan, itu, Chong Wei hanya sampai babak semifinal. Dia harus mengakui musuh bebuyutannya, Lin Dan asal Tiongkok.
 Pekan ini, Chong Wei juga akan terbang menuju Odense guna mengikuti Denmark Super Series 2014. ‘’Jadi belum ketemu sama dia,’’ pungkas Rizky. (*)

Jonatan Christie Tumbangkan Unggulan


KEJUTAN dibuat Jonatan Christie di Belanda Grand Prix 2014.  Pebulu tangkis Pelatnas Cipayung tersebut menundukkan unggulan keempat sekaligus tumpuan asa tuan rumah Eric Pang dengan lima game 11-8, 9-11, 4-11, 11-6, 11-10 pada pertandingan babak kedua yang dilaksanakan di Almere pada Rabu waktu setempat (8/10).
 Pertemuan Jonatan dengan Pang ini merupakan kali pertama. Namun, secara ranking, dia kalah jauh. Dalam ranking BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Jonatan berada di posisi 221 sedangkan Pang di 33.
 Kemenangan ini membuat Jonatan menantang wakil Hongkong Chan Yan Kit pada babak ketiga. Di babak kedua, Yan Kit mengalahkan unggulan ke-15 Arvind Bhat  dengan 11-6, 11-6, 5-11, 11-3.
 Jonatan juga belum pernah bertemu dengan Yan Kit. Tahun lalu, pebulu tangkis dari negeri bekas koloni Inggris tersebut merupakan finalis di Belanda Grand Prix. Di babak final, Yan Kit dikalahkan rekan senegaranya, Wei Nan, dengan 15-21, 18-21.
Selain Jonatan, wakil Indonesia yang lolos ke babak ketiga adalah Dionysius Hayom Rumbaka, Ihsan Maulana,dan Andre Kurniawan Tedjono. (*)

Kesempatan Revans Sony Tertunda

Rabu, 08 Oktober 2014


AMBISI balas dendam Sony dwi Kuncoro tertunda. Dia dipastikan tak bisa berjumpa dengan Alamsyah Yunus dalam Sirkuit Nasional (Sirnas) 2014  Seri Banten.
 ‘’Saya tak tampil di Banten. Terpaksa, saya belum bisa membalaskan kekalahan atas Alamsyah,’ kata Sony kepada smashyes.
 Dia absen dengan alasan untuk menjaga kondisi agar tidak terlalu capek. Alasannya, Sony bakal tampil dalam beberapa turnamen internasional.
 Ini dilakukan guna mendongkrak kembali ranking dunia. Dari daftar peringkat terakhir yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) terakhir, Sony ada di posisi 32.
 Tentu, peringkat tersebut bukan tempat yang terlalu bagi bagi arek Suroboyo tersebut. Sony pernah duduk di posisi keempat atau ranking terbaik yang dimiliki.
 Bulan lalu, Sony dipermalukan Alamsyah di final Sirnas Seri Bali. Dalam final yang dilaksanakan 27 September, peraih perunggu dalam Olimpiade Athena 20014 itu kalah dua game langsung 21-12, 21-17.
 Kekalahan itu langsung membuat Sony langsung menancapkan ambisi mengalahkan Alamsyah. Apalagi, di ajang internasional, dia sudah tiga kali menang dan sekali kalah. (*)

Dinar Tambah Kuota Babak Utama


DINAR Dyah Ayustine merasakan babak utama Belanda Grand Prix 2014. Itu setelah pebulu tangkis Djarum Kudus tersebut memetik dua kemenangan dalam babak kualifikasi turnamen berhadiah USD 50 ribu tersebut.
 Dalam pertandingan perdana di Almere pada Selasa waktu setempat (7/10), Dinar menang 11-8, 11-6,11-4 atas Flore Vamdenhoucke dari Jerman. Di babak kedua yang hari yang sama, dia harus kerja ekstrakeras untuk menundukkan Chloe Birch dari Inggris melalui lima game 11-8, 10-11, 11-10, 8-11, 11-3.
 Di babak utama yang dilaksanakan pada Rabu waktu setempat, Dinar menjajal ketangguhan Nanna Vaino dari Finlandia. Secara peringkat, Dinar masih kalah.
 Dari ranking BWF (Federasi  Bulu Tangkis Dunia), dia di posisi 185. Sementara, lawanya di ranking 97.
 Jika menang, besar kemungkinan, Dinar akan bersua dengan rekan satu klubnya, Maria Febe Kusumastuti. Pada babak pertama, Febe, sapaan karib Maria Febe Kusumastuti, akan menghadapi pebulu tangkis Nigeria Grace Gabriel.
 Selain Dinar dan Febe, di Belanda Grand Prix, di nomor tunggal putri ada juga wakil Indonesia Millicent Wiranto. Di babak pertama, perempuan yang digemleng di Malaysia itu langsung menjumpai unggulan kelima Pai Yu Po dari Taiwan. (*)

Wakil Indonesia di Babak Utama Belanda Grand Prix 2014
Tunggal putra: Dionysius Hayom Rumbaka (x3), Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie, Thomi Azizan Mahbub, Adi Pratama

Tunggal putri: Maria Febe Kusumastuti (x7), Dinar Dyah Ayustine, Millicent Wiranto

Ganda putra: Selvanus Geh/Kevin Sanjaya (x5), Ronald Alexander/Edi Subakhtiar, Fran Kurniawan/Agripinna Prima

Ganda putri: Vita Marissa/Shendy Puspa Irawati (x4), Maretha Dea Gioani/Rosyita Eka Putri (x6), Anggia Shitta Awanda/Gloria Emanuelle Widjaja,  Ririn Amelia/Dewi Komala, Della Destiara Haris/Gebby Ristiyani, Ni Ketut Mahadewi/Melvira Oklamona, Meiliana Jauhari/Variella Aprilsasi

Ganda campuran:Muhammad Rijal/Vita Marissa (x1), Riky Widianto/ Richi Dili Puspita, Ronald Alexander/Melati Daeva (x6), Edi Subakhtiar/Gloria Emanuelle Widjaja, Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati, Kevin Sanjaya/Della Destiara, Yonathan Suryatama Dasuki/Variella Aprilsasi

Sony Simpan Dendam buat Alamsyah

Sabtu, 04 Oktober 2014


HASIL di Sirkuit Nasional Bali membuat Sony Dwi Kuncoro terluka. Secara mengejutkan, lelaki yang diunggullkan di posisi pertama itun dipermalukan Alamsyah Yunus dengan dua game langsung 12-21, 17-21 pada final tunggal putra yang dilaksanakan di Denpasar, Bali, pada 27 September.
 ‘’Saya terpancing permainan Alamsyah. Jadi, ingin menyelesaikan permainan lebih cepat,’’ kata Sony kepada Smashyes.
 Untuk itu, lelaki yang kini bernaung di klub Tjakrindo Masters itu sudah bertekad membalas kekalahan. Dia mengakui banyak belajar dari kekalahan atas pebulu tangkis yang pernah bersamanya di Pelatnas Cipayung yang kini membela JR Enkei itu.
 Bahkan, dia optimistis bisa menang. Apalagi, masih ada kesempatan baginya melakukan revans di tiga seri yang tersisa yakni Seri Banten (6-10 Oktober), Seri Padang (20-25 Oktober), dan Seri Surabaya (3-8  November).
 Sony juga sudah lama tak bersua dengan Alamsyah. Kali terakhir, arek Suroboyo tersebut berjumpa di Vietnam Grand Prix 2012. Saat itu, Sony menang dua game langsung 21-11, 21-14.
 ‘’Kalau ketemu lagi, akan saya sikat habis. Kondisi saya juga semakin membaik,’’ ungkap bapak dua anak itu.
 Ya, Sirnas Bali merupakan penampilan perdana Sony di ajang yang disponsori Djarum itu. Selama berada di Pelatnas Cipayung sejak 2002, dia selalu berlaga di ajang yang masuk kalender BWF (Federasi Bulu Tangkis Internasional).
 Sejak Juni lalu, nama Sony terpental dari pelatnas. Alasannya, cedera membuat penampilannya sudah tak bisa optimal lagi. (*)

Kemenangan Kedua yang Sangat Berharga

Kamis, 02 Oktober 2014


MENANG sekali dalam enam pertemuan tentu bukan catatan yang bagus buat Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Namun, juga bukan hal yang mudah bagi pasangan ganda putra Indonesia itu untuk bisa mengalahkan Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong asal Korea Selatan.
 Keduanya dikenal mempunyai pertahanan yang tangguh. Dalam menyerang, Yong-dae/Yeon-seong juga mengandalkan kecepatan.
 Satu-satunya kemenangan Hendra/Ahsan dipetik dalam putaran final Piala Thomas 2014 di New Delhi, India, pada Mei 2014. Itu pun setelah mereka kalah dalam tiga perjumpaan sebelumnya di Denmark Super Series Premier 2013, Korea Super Series 2014, dan Hongkong Super Super 2013.
 Namun, setelah Piala Thomas, Hendra/Ahsan gagal mengulanginya. Mereka kembali dipermalukan di Jepang Super Series 2014 dan Indonesia Super Series Premier 2014.
 Pada Asian Games 2014 di Incheon, Hendra/Ahsan juga bukan unggulan teratas. Kudeta yang dlakukan Yong-dae/Yeon-seong membuat pasangan Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, itu diunggulkan meraih emas.
  Namun, di babak final, Hendra/Ahsan juga harus berjuang ekstraberat. Sempat unggul 21-16 di game pertama, mereka menyerah dengan skor yang sama 16-21.
 Untung, kekalahan di game kedua, tak membuat Hendra/Ahsan patah semangat. Mereka menuntaskan perlawanan ganda tuan rumah dengan 21-17 sekaligus membuat Indonesia Raya berkumandang kali kedua di bulu tangkis. Sehari sebelumnya, Nitya Krishinda/Greysia Polii memenangi nomor ganda putri. (*)

Jalan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan Juara
Babak I: bye
Babak II: Lee Chun Hei/Tang Chun Man (Taiwan) 21-11, 21-15
Babak perempat final: Manu Attri/Sumeeth Reddy (India) 21-12, 21-19
Semifinal: Kim Ki-jung/Kim Sa-rang (Korea Selatan) 19-21, 21-16, 21-18
Final: Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong (Koea Selatan) 16-21, 21-16, 21-17

Lin Dan balas di Incheon


LIN Dan punya obat kecewa gagal berlaga dalam Kejuaraan Dunia 2014. Pebulu tangkis Tiongkok ini mampu meraih emas dalam Asian Games 2014 yang dilaksanakan di Incheon, Korea Selatan.
 Dalam final, Superdan, julukan Lin Dan, mampu mengalahkan rekannya sendiri, Chen Long, dengan rubber game 12-21, 21-16, 21-16. Kemenangan ini mengulang hasil empat tahun lalu di kandangnya sendiri, Guangzhou.
 Kemenangan ini juga semakin berarti karena di babak semifinal, Lin Dan mempermalukan musuh bebuyutannya, Lee Chong Wei. Lelaki asal Malaysia itu disikatnya 22-20, 12-21, 21-9. Sementara, Chen Long, yang merupakan juara dunia 2014, menang mudah dua game 21-6, 21-10 atas Wei Nan asal Hongkong.
 Hasil final itu juga membuat Lin Dan selalu menang dalam tujuh kali pertemuan dengan Chen Long. Kali terakhir, mereka bersua dalam perempat final Kejuaraan Dunia 2013.
 Tahun ini, Lin Dan gagal menjadi juara dunia karena dia tak bisa tampil. Alasannya, ranking yang dimiliki masih belum mampu mendongkraknya tampil dalam Kejuaraan Dunia 2014 yang dilaksanakan di Kopenhagen, Denmark.
 Sayang, dalam Asian Games 2014, Lin gagal mengantarkan negaranya meraih emas di nomor beregu. Negeri Panda, julukan Tiongkok, dikalahkan tuan rumah dengan skor 2-3.  Suami mantan ratu bulu tangkis dunia Xie Xingfang itu masih mampu menyumbangkan satu angka berkat  kemenangan 21-18, 21-15 atas Lee Dong-keun.
 Indonesia sendiri di Asian Games 2014 meraih dua emas dari nomor ganda putra melalui Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Nitya Krishinda/Greysia Polii dari ganda putri. (*)

Distribusi emas cabor bulu tangkis Asian Games 2014.
Perorangan
Tunggal putra: Lin Dan (Tiongkok)
Tunggal putri: Wang Yihan (Tiongkok)
Ganda putra: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Indonesia)
Ganda putri: Nitya Krishinda/Greysia Polii (Indonesia)
Ganda campuran: Zhang Nan/Zhao Yunlei  (Tiongkok)

Beregu
Beregu putra: Korea Selatan
Beregu putri: Tiongkok

Distribusi medali
1.Tiongkok: 4 emas, 3 perak, 2 perunggu
2. Indonesia: 2 emas, 1 perak, 2 perunggu
3.Korsel: 1 emas, 2 perak, 2 perunggu
4.Jepang: -, 1 perak, 1 perunggu
5. Malaysia:-, -, 5 perunggu
6. Taiwan: -, -, 2 perunggu
7. Hongkok dan India: -, -, 1 perunggu

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger