www.smashyes.com

www.smashyes.com

Pasangkan Kevin dengan Sinyo

Sabtu, 31 Januari 2015

BARU:Kevin Sanjaya (foto:djarum)

MASUKNYA kembali  Markus Fernaldi ke Pelatnas Cipayung sempat menjadi tanda tanya.  Alasannya, dia dipanggil sendiri tanpa bersama pasangannya terakhir, Markis Kido.
 Sempat merebak spekulasi beberapa calon pebulu tangkis yang akrab disapa Sinyo tersebut. Nama Ade Yusuf, Wahtu Nayaka, hingga Rian Agung Saputro sempat beredar.
 Namun, yang dipasangkan dengan putra pelatih kawakan, Kurnia Hu, tersebut akhirnya jatuh ke tangan Kevin Sanjaya Sukamulya. Bisa jadi, ini dikarenakan Kevin sudah tak punya pasangan tetap.
 Tandem terakhirnya, Selvanus Geh, sudah tidak berada di Pelatnas Cipayung. Dia dikembalikan ke klub asalnya, Wima Surabaya.
 Pasangan Sinyo/Kevin langsung diuji dalam turnamen bergengsi, All England Super Series Premier, yang dilaksanakan di Birmingham, Inggris, pada 3-8 Februari 2015. Mereka pun langsung bisa berlaga di babak utama bukan lagi melalui babak kualifikasi.
 Ini dikarenakan poin yang dikumpulkan Sinyo dengan pasangan lamanya, Kido, cukup tinggi. Bahkan, dalam ranking dunia terakhir, keduanya masih menembus babak 10 besar.
 Sedangkan Kevin pun rankingnya tidak terlalu jeblok. Bersama Selvanus, keduanya masih tercatat duduk di posisi 32 dunia.
 Di All England 2015 pada nomor ganda putra, Indonesia masih mengandalkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang juga menyandang status juara bertahan.
 Selain itu ada juga Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan,Angga Pratama/Ricky Karanda dan Ade Yusuf/Wahyu Nayaka. Sedangkan pasangan anyar Kido/Agripinna Prima Rahmato masuk dalam daftar cadangan pertama. (*)


Langsung Fokus Tatap All England

BABAK AWAL:Riky/Richi tak mau gagal di All England.

RIKY Widianto memang menepati janji. Dia turun di ajang Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2015.
 Pebulu tangkis spesialias ganda ini membela klub yang membesarkan namanya, Wima Surabaya. Penampilannnya pada 2015 juga menjadi debutnya dalam SBI.
 Tahun lalu, dia absen karena tengah konsentrasi ke ajang All England. Sementara, pada ajang sebelumnya, Wima belum pernah unjuk kebolehan di babak bergengsi.
 Meski, untuk itu, Riky rela bercapek ria. Ini dikarenakan dia langsung datang dari India usai mengikuti India Grand Prix Gold 2015 di Lucknow. Dalam turnamen berhadiah total USD 120 ribu tersebut, Riky menjadi juara ganda campuran berpasangan dengan Richi Puspita Dili.
Karena baru datang Selasa, Riky pun hanya tampil dalam dua pertandingan. Saat menghadapi Tanomi Jepang (28/1), dia berpasangan dengan Riyo Arief. Keduanya dipaksa menelan kekalahan 21-18,15-21, 18-21 kepada Hoki Takuro/Yugo Kabayashi.  ‘’Saya masih harus adaptasi dengan lapangan dan suasana pertandingan,’’ ungkap Riky.
 Kekalahan itu membuat Wima pun menyerah 1-4 dan gagal lolos ke babak semifinal sebagai wakil dari Grup B. Ini membuat klub binaan Ferry Stewart itu tak bisa mengulangi sukses 2014 dengan menduduki posisi III.
 Sehari setelah itu, Riky pun mulai panas. Berpasangan dengan pemain tamu, Muhammad Ulinnuha, mereka melibas ganda USM Yohanes Rendy Sugiarto/Arya Maulana 21-19, 21-13. Donasi poin ini menghindarkan Wima dari aib sebagai juru kunci grup.
 Hanya, usai dari SBI 2015, Riky tak bisa berleha-leha. Dia langsung  dipersiapkan menghadapi turnamen bergengsi All England yang dilaksanakan di Birmingham, Inggris, pada 3-8 Februari.
 Apalagi, tahun lalu, Riky/Richi mendapat hasil buruk. Mereka langsung kalah di babak pertama oleh pasangan dari babak kualifikasi Lu Kai/Huang dari Tiongkok. Pada 2013, Riky/Richi juga langsung angkat koper di babak perdana. (*)

Musica Mengejar Gelar Ketiga

YESS: Yong-dae bawa Musica ke final. (foto:djarum)
 Simon tak mengalami kesulitan berarti saat mengalahkan Sho Sasaki dengan 21-16, 21-13. Sasaki bukan lawan yang asing bagi Simon.
 Keduanya sudah delapan kali bertemu. Hasilnya, Simon enam kali memetik kemenangan.
 Sedangkan Jonatan juga menang dua game 21-16,21-16 saat meladeni Tatsuya Watanabe.Secara ranking, Jonatan unggul jauh. Dia ada di posisi 82 sedangkan lawannya di 359.
 Satu poin krusial lainnya disumbangkan pasangan dadakan Lee Hyong-dae/Fajar Alfian. Mereka bertarung tiga game 21-13, 19-21,21-16 untuk melibas Noriyatsu Hirata/Hirokatsu Hashimoto. Biasanya, Hyong-dae yang berasal dari Korea Selatan ditandemkan dengan raksasa asal Rusia Vladimir Ianov.
 Sayang, di dua laga lain, Lee Hyun-il asal Korea Selatan dan pasangan Markus Fernaldi/Wahyu Nayaka takluk. Hyun-il, yang baru saja menjuarai Malaysia Grand Prix Gold 2015, dipermalukan Riichi Takeshita 21-18, 19-21, 22-14 dan Markus/Wahyu tumbang 23-21, 17-21, 14-21 kepada Keigo Sonoda/Takeshi Kamura.
 Di babak final, Musica ditantang Djarum Kudus yang secara mengejutkan menang mudah atas finalis tahun lalu Jaya Raya dengan 3-0. Poin Djarum didonasikan oleh Son Wan-ho yang menghentikan ambisi Tommy Sugiarto 15-21, 21-12, 21-13. Wan-ho merupakan pebulu tangkis Korea Selatan yang kini duduk di posisi keempat dunia. Kemenangan atas Tommy juga membuatnya leading 3-2 dalam head to head.
 Ini juga diikuti oleh pasangan Mohammad Ahsan/Berry Anggriawan yang menjungkalkan juara dunia 2007 dan peraih emas Olimpiade Beijing 2008 Markis Kido/Hendra Setiawan dua game langsung 21-18, 21-15. Dan Dionysius Hayom Rumbaka tak mengalami hambatan ketika menang 21-12, 21-18 atas Wei Nan.
 Tiga kemenangan beruntun membuat partai ganda kedua dan tunggal ketiga urung dilaksanakan. (*)

Juara SBI
2007:
Putra: Suryanaga Surabaya  v Tangkas  Jakarta 3-0
Putri: Tangkas  Jakarta v Jaya Raya Jakarta 3-2

2011
Putra: SGS  Bandung  v Suryanaga Surabaya 3-2
Putri:Suryanaga Surabaya v Jaya Raya Jakarta 3-0

2013
Putra: Musica Champions v Malaysia Tigers 3-2
Putri:Jaya Raya v Unisys Jepang 3-2

2014
Putra:Musica Champions v Jaya Raya 3-2
Putri: Jaya Raya v Unisys Jepang 3-1

Wima Lepas dari Posisi Juru Kunci

Kamis, 29 Januari 2015

MENYERAH: Febriyan Irvannaldy (foto:djarum)
WIMA terhindar dari posisi juru kunci. Ini setelah klub binaan Ferry Stewart tersebut memetik kemenangan 3-2 atas USM dalam pertandingan terakhir penyisihan beregu putra Grup B Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2015 di GOR Lilia Bhuana, Denpasar, Bali,pada Jumat siang waktu setempat (29/1).
 Kemenangan ini menempatkan Wima di posisi keempat grup alias di atas juru kunci USM. Sebenarnya, angka yang dikumpulkan Wima sama dengan Mutiara Bandung. Hanya, klub asal Kota Kembang,julukan Bandung, itu menang poin menang kalah yakni 872-923. Sementara, Wima mengoleksi 797-869.
 Dalam pertandingan melawan USM, tiga kemenangan disumbangkan oleh Anthony Sinisuka Ginting, Panji Akbar, dan pasangan Riky Widianto/Muh. Ulinnuha.
 Anthony, yang dipinjam dari SGS Bandung, menang dua game langsung 21-11, 21-15 atas Thomi Azizan Mahbud. Kemudian Panji Akbar, tamu asal Pelita Bakrie, melibas Reksy Aureza Megananda, 21-19, 21-13 dan Riky/ Ulinnuha menghentikan perlawanan Yohanes Rendy Sugiarto/Arya Maulana 21-19, 21-13.
 Sementara partai yang lepas akibat kekalahan yang dialami Rizky Hidayat/Ade Yusuf dan Febriyan Irvannaldy. Rizky/Ade dipermalukan Afiat Yuris Wirawan/Kenas Adi  16-21, 19-21 dan Febri, sapaan karib Febriyan Irvannaldy, tumbang 24-26, 10-21 kepada Shesar Hiren Rhustavito.
 ‘’Ya, saya tadi kalah dan tak bisa menyumbangkan angka buat Wima,’’ jelas Febri melalui layanan pesan singkat.
 Ini juga menjadi kemenangan perdana setelah Wima tiga kali beruntun tumbang oleh Mutiara 2-3 (25/1), 0-5 kepada Jaya Raya Jakarta (26/1), dan Tonami Jepang 1-4 (28/1). Dengan duduk di posisi ketiga membuat Wima gagal mengulang tahun lalu.
 Pada SBI 2014 yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya, Wima secara mengejutkan menembus babak semifinal sebelum akhirnya duduk di posisi ketiga. Wakil dari Grup B yang lolos ke empat besar adalah Jaya Raya dan Tonami Jepang. (*)

Kalahkan Rival Terdekat, Duduki Runner-Up

TAKLUK:Nguyen Tien Ming (foto:vietnamnews)

PETALING Jaya naik ke posisi kedua dalam klasemen sementara Purple League. Mereka mengkudeta tempat yang semula diduduki Puchong United itu dalam event yang merupakan kompetisi bulu tangkis antarklub di Malaysia tersebut.
 Ini setelah Petaling Jaya mengalahkan Puchong United 202-191 dalam pertandingan yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (28/1) waktu setempat. Hanya, di dua nomor bergengsi, tunggal putra pertama dan tunggal putri, wakil Petaling Jaya tumbang.
 Nguyen Tien Minh, pebulu tangkis tamu yang didatangkan dari Malaysia,menyerah 11-7,10-11, 8-11, 10-11 kepada Daren Liew. Kemudian, pebulu tangkis putri Lyddia Chen kalah 8-11, 7-11, 5-11 kepada mantan juara Asia Aya Ohori.
 Untung, di empat partai lainnya, andalan Petaling Jaya mampu memetik kemenangan.  Ganda putra pertama Jagdish Singh/Roni Tan menang 11-7,11-4, 11-9 atas Tan Aik Quan/Yew Hong Keng. Kemudian Bodin Isara/Prajakta Sawant 9-11, 11-6, 11-9, 11-9 dan tunggal putra kedua Yogendran Krishnan melibas Khosit Phetpradub 11-10,2-11, 11-9, 11-9 serta ganda putra kedua Chan Kwong Beng/Vountus Indramawan menjegal langkah Goh Sze Fei/Tan Jinn Hwa 11-9, 11-7, 11-8.
 Posisi teratas masih ditempati Muar City yang unggul 26 game. Dalam Purple Game, sistem yang dipakai adalah selisih game menang dan kalah. Selain itu, dalam tiap pertandingan menggelar enam partai yakni dua partai tunggal putra, dua partai ganda putra, satu partai tunggal putri, dan satu partai ganda campuran. (*)

Wima Gagal Ulang Sukses

PISAH:Rizky Hidayat (kanan)/Riyo Arie (foto:djarum)

WIMA gagal mengulangi capaian 2014. Tahun lalu, dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI)  yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya, klub asal Surabaya tersebut mampu menembus babak semifinal.
 Tapi, pada 2015, Wima langsung tersingkir di babak penyisihan. Anak asuh Ferry Stewart tersebut sudah menelan tiga kali kekalahan alias belum pernah memetik kemenangan dalam tiga penampilan.
 ‘’Sudah pasti, kami tak lolos ke semifinal,’’ kata Martinus Rudy, pengurus Wima.
  Pil pahit ketiga ditelan Febriyan Irvannaldy dkk atas Tonami Jepang dengan skor 1-4 dalam pertandingan Grup B yang dilaksanakan di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, pada Rabu sore waktu setempat (28/1).
 Satu-satunya kemenengan Wima disumbangkan pebulu tangkis yang didatangkan dari SGS Bandung Anthony Sinisuka Ginting. Lelaki yang juga ditempa di Pelatnas Cipayung tersebut menang 21-18,23-25, 21-10 atas pebulu tangkis tangguh Sho Sasaki.
 Sayang, sukses ini gagal diikuti oleh rekan-rekannya. Dua nomor tunggal melalui Panji Akbar dan Febri,sapaan karib Febriyan Irvannaldy, kalah. Begitu juga dengan dua pasangan Ade Yusu/Rizky Hidayat dan Riky Widianto/Riyo Arief.
 Panji tak berdaya saat dikalahkan Riichi Takeshita dengan 12-21, 16-21. Sementara, Febri menyerah 14-21, 18-21 kepada Tatsuya Watanabe.
 Sedangkan Ade/Rizky takluk 22-24, 21-23 kepada Keigo Sonoda/Takeshi Kamura dan Riky/Riyo tak berdaya di hadapan Hoki Takuro/Yugo Kabayashi dengan tumbang 21-18, 15-21,18-21.
 Dua kekalahan sebelumnya ditelan dari Mutiara dengan skor 2-3 (25/1) dan 0-5 dari Djarum Kudus (26/1). Wima masih menyisakan satu pertandingan yakni melawan USM pada 29 Januari. (*)

Hasil Pertandingan SBI 2015 Rabu (28/1)
Putra:
Grup A: Djarum Kudus v Hitachi Jepang 5-0;Musica Champions v Granular Thailand 5-0
Grup B:Tonami Jepang  Wima 4-1;Jaya Raya v Mutiara 4-1

Putri:

Grup C:Mutiara v USM 5-0, Jaya Raya v Gifu Tricky Jepang 4-1
Grup D: Renesas Jepang  v Granular Thailand 5-0;Djarum Kudus v Suryanaga 3-2

Izin Absen Bela Suryanaga di Superliga

Rabu, 28 Januari 2015

PETALING: Tike Arieda (tengah) bersama rekan.

DI Indonesia tengah digelar Superliga Bulu Tangkis 2015. Tapi, tetap ada pebulu tangkis merah putih yang berlaga di Malaysia.
 Siapa? Salah satunya Tike Arieda Ningrum. Sebenarnya, dia masih tercatat sebagai pebulu tangkis Suryanaga. Ini membuat Tike pun absen membela klub asal Surabaya tersebut berlaga di ajang SBI 2015.
 ‘’Tike sudah izin ada keperluan di Malaysia dan kami mengizinkan,’’ kata Ketua PB Suryanaga Yacob Rusdianto kepada smashyes.
 Memang, absennya Tike ikut mereduksi kekuatan Suryanaga. Buktinya, dalam pertandingan melawan Renesas Jepang, Suryanaga yang sebenarnya lebih unggul menyerah 2-3 dalam pertandingan yang dilaksanakan di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, pada Selasa (27/1).
 Sebaliknya, di waktu yang sama, Tike membawa klub yang dibelanya di Liga Bulu Tangkis Malaysia atau Purple League 2015, Petaling, mengalahkan Klang United 244-180. Tike turun di nomor ganda campuran berpasangan dengan pebulu tangkis yang juga berasal dari Indonesia, Ardiansyah Putra. Mereka mengalahkan Nelson Heg Wei Keat/Lee Meng Yean 7-11,10-11, 6-11, 7-11, 4-11.
 Sayang, keinginan sapu bersih urung terlaksana. Tunggal putra andalan yang juga peringkat dua dunia Jan O Jorgensen secara mengejutkan dipermalukan wakil Klang asal Singapura Derek Wong dengan 11-7, 9-11,11-10, 8-11, 10-11.
 Kemenangan atas Klang ini membuat Petaling nangkring di posisi kelima.Posisi teratas masih ditempati Muar City.(*)

Musica Turun dengan Komposisi Terbaik


DADAKAN: Lee Yong-dae (kanan)/Vladimir Ivanov 

MUSICA Champions akhirnya turun dengan kekuatan penuh. Setelah tampil dengan muatan nyaris lokal saat mengalahkan Hitachi Jepang 5-0 dalam pertandingan beregu putra Grup A dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2015 Senin (26/1), kini mereka pamer koleksi.
 Tiga pebulu tangkis asingnya langsung diturunkan sekaligus, yakni duo Korea Selatan Lee Hyun-il dan Lee Yong-dae serta Vladimir Ivanov asal Korea Selatan, saat menundukkan Suryanaga Surabaya 5-0 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, pada Selasa malam waktu setempat (27/1).
 Sehari sebelumnya, Musica hanya menampilkan Chou Tien Chen asal Taiwan. Selebihnya adalah jago tepok bulu Indonesiaseperti dua tunggal Simon Santoso dan Jonatan Christie di tunggal. Selain itu ada dua pasangan Markus Fernaldi/Fajar Alfian dan Wahyu Nayaka/Edi Subaktiar.
 Tapi, ketika melibas Suryanaga, Tien Chen diistirahatkan.Sebagai gantinya Hyun-il turun ke lapangan.
 Lelaki yang baru saja menjuarai Malaysia Grand Prix Gold 2015 itu tak mengalami kesulitan saat mengalahkan Siswanto 21-14, 21-9. Sedangkan Yong-dae langsung dipasangkan dengan Ivanov ketika menang 21-15, 21-15 atas Rian Agung Saputro/Tri Kusumawardhana.
 Tiga kemenangan lain disumbangkan Simon Santoso yang menang 21-9, 21-18 atas Alamsyah Yunus, Jonatan yang unggul 21-10, 21-17 atas Kenta Matsumura, dan pasangan Markus Fernaldi/Fajar Alfian yang menyikat Christopher Rusdianto/Ronald Alexander 21-23,21-15, 21-13.
 Musica masih akan menghadapi Granular Thailand (28/1) dan Djarum Kudus (29/1). Juara dan runner-up grup bakal lolos ke semifinal. (*)

Agenda SBI Rabu (28/1)
Putra:
Grup A: Djarum Kudus v Hitachi;Musica  Granular
Grup B: Tonami v Wima, Jaya Raya v Cardinal

Putri:
Grup C: Mutiara v USM; Jaya Raya v Gifu Tricky Jepan
Grup D: Renesas Jepang v Granular Thailand; Djarum Kudus v Suryanaga

Suryanaga Bisa Gagal Lolos

TANGGUH: Andalan Djarum Sung Ji-hyun (foto:djarum)

PUTRI Suryanaga membuang peluang. Mereka menyerah 2-3 kepada klub Jepang Renesa Jepang dalam pertandingan ketiga Grup D yang dilaksanakan di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, pada Selasa waktu setempat (27/1).
 Kekalahan ini membuat langkah klub asal Surabaya itu menembus babak berikut tersendat. Padahal, jika menang atas klub Negeri Matahari Terbut, julukan Jepang, hasil di laga terakhir tak akan terlalu berpengaruh.
 ‘’Pemain sudah bermain maksimal. Namun, hasil di lapangan memang tak sesuai harapan,’’ kata Ketua PB Suryanaga Yacob Rusdianto kepada smashyes.
 Salah satu partai yang seharusnya dimenangkan Suryanaga adalah saat Febby Angguni melawan Ayumi Mine. Sempat unggul 21-16 di game pertama, mantan pebulu tangkis Pelatnas Cipayung tersebut menyerah di dua game berikut 16-21, 19-21.
 ‘’Febby mainnya sudah semangat. Memang, kurang beruntung di game terakhir,’’ ungkap Yacob.
 Ya, selain Febby, Suryanaga juga kehilangan angka karena pil pahit yang ditelan pasangan Keshya Nurvita/Meliana Jauhari dan Devi Tika/Ni Ketut Mahadewi. Keshya/Meliana menyerah 7-21, 15-21 kepada ganda nomor lima dunia Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda. Sedangkan Devi/Mahadewi  tak berdaya di tangan Naoko Fukiman/Kurumi Yonao 13-21,13-21.
 Sementara, dua kemenangan dipetik Aprilia Yuswandari yang melibas Kana Ito 21-8, 21-7 dan pebulu tangkisnya yang juga berasal dari Jepang Mayu Sekiya yang unggul 21-17,14-21, 21-16 atas Yuki Fukushima.
Ini membuat posisi Suryanaga di ranking ketiga Grup D di bawah Renesad dan Djarum Kudus. Partai melawan Djarum bakal menentukan kelanjutan langkah Suryanaga.
 ‘’Bukan pesimistis, tapi melawan Djarum akan berat. Mereka mempunyai Sung Ji –Hyun (tunggal putri nomor empat dunia,’’ ujar Yacob.
 Dalam dua pertandingan sebelumnya, Suryanaga menang atas USM dan Granular dengan skor 3-2. (*)

Hasil Pertandingan SBI 2015 Selasa (27/1)
Putra:
Grup A: Djarum Kudus v Granular Thailand 5-0, Musica Champions v Suryanaga 5-0
Grup B:Tonami Jepang v Mutiara 3-2, Jaya Raya  USM 5-0


Putri:
Grup C:Mutiara v Gifu Tricky Jepang 4-1,Jaya Raya v Hokuto Bank Jepang 5-0
Grup D: Djarum Kudus v Jaya Raya New Star 5-0; Renesas Jepang  v Suryanaga 5-0

Lin Dan Kembali Sambangi All England

Selasa, 27 Januari 2015

KANDIDAT: Lin Dan

LIN Dan terus menebar ancaman. Lelaki asal Tiongkok itu sudah masuk posisi 10 besar dunia.
 Kini, namanya tercantum sebagai peserta turnamen paling bergengsi, All England. Dari datar yang sudah dirilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Lin Dan besar kemungkinan akan menempati unggulan kelima.
 Ini menjadi penampilan perdananya setelah dua tahun absen. Ya, usai mempertahankan emas olimpiade di London bulan Agustus, Lin Dan memutuskan istirahat lama.
 Padahal, pada 2012, suami mantan ratu bulu tangkis dunia Xie Xingfang tersebut mampu menjadi juara. Dalam pertandingan final, Lin Dan mengalahkan sahabatnya di luar lapangan tapi rival beratnya di lapangan, Lee Chong Wei, asal Malaysia dengan dua game langsung 21-19, 6-2.
Game kedua tidak dilanjutkan karena pebulu tangkis negeri jiran tersebut mengalami cedera.Tahun ini, giliran Chong Wei absen. Dia masih menjalani skorsing dari BWF karena memakai doping dalam Kejuaraan Dunia 2014 di Kopenhagen, Denmark, pada Agustus.
 Tahun lalu, Lin Dan sudah mulai comeback. Lambat lain, dia kembali ke 10 besar setelah sempat terlempar di luar 100 besar. Selama 2014, peraih dua emas  olimpiade dan lima juara dunia tersebut empat kali naik ke podium terhormat.
 Di All England 2015 yang menyediakan hadiah total USD 500 ribu itu, Indonesia masih bertumpu kepada Tommy Sugiarto di tunggal putra. Kali terakhir, wakil merah putih yang menjadi juara nomor bergengsi ini adalah Haryanto Arbi pada 1994 atau 21 tahun lalu.
 Di 2014, Indonesia pulang dengan dua gelar melalui Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di ganda putra dan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.(*)

Sapu Bersih di Dua Laga Sisa

BERAT: Pemain dan ofisial Wima di SBI 2015

KEJUTAN Wima dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia 2014 susah terulang. Tahun ini, klub binaan Ferry Stewart tersebut sudah dua kali menelan kekalahan dalam dua penampilannya.
 Pada Senin (26/1) di Denpasar, Bali, dalam pertandingan Grup B, Wima dikalahkan Jaya Raya Jakarta dengan skor telak 0-5. Sehari sebelumnya (25/1), Febriyan Irvannaldy dkk takluk 2-3 kepada Mutiara Bandung.
 ‘’Meski tipis, peluang lolos tetap ada. Kami tetap akan berjuang semaksimal mungkin,’’kata Riyo Arief, salah satu pebulu tangkis Wima.
 Syaratnya, tambah dia, Wima mampu menang dalam dua laga lainnya yakni menghadapi Tonami Jepang dan USM Semarang.  Secara pribadi, dia optimistis mampu merealisasikan asa tersebut.
 Saat menghadapi Jaya Raya, Wima menyimpan tunggal andalannya, Febriyan Irvannaldy.  Bisa jadi, Ferry sudah menghitung matang-matang kans melawan Jaya Raya.
 Febri, sapaan karib Febriyan  Irvannaldy, tetap akan susah menang jika diturunkan melawan Jaya Raya.Tommy Sugiarto, Wei Nan, ataupun juga Tanongsak Saensomboonsuk tetap lawan yang berat baginya. Tenaga dan kemampuannya bakal lebih berguna ketika Wima melawan Tonami dan USM. (*)

Hasil Jaya Raya v Wima
1.Tommy Sugiarto v Anthony Sinisuka Ginting 21-18, 18-21, 21-12
2.Hendra Setiawan/Angga Pratama v Ade Yusu/Rizky Hidayat  21-16, 16-21, 21-13
3.Wei Nan v Panji Akbar 24-22, 21-15
4. Markis Kido/Agripinna Primma v Muhammad Ulinnuha 21-17, 21-11
5.Tanongsak Saensomboonsok v Rizki Antasari  21-15, 21-15

Putri Suryanaga Lebih Punya Kans



MENANG: Atlet putra dan putri beserta ofisial Suryanaga.
SURYANAGA Surabaya masih menjaga peluang lolos di sektor putra. Ini setelah klub asal Kota Pahlawan, julukan Surabaya, memetik kemenangan 3-2 atas Granular Thailand dalam pertandingan Grup A yang dilaksanakan di Denpasar, Bali, pada Senin siang waktu setempat (26/1).
 ‘’Ya, kami akhirnya bisa menang,’’ kata Ketua PB Suryanaga Yacob Rusdianto kepada smashyes.
 Tiga kemenangan Suryanaga disumbangkan Alamsyah Yunus dan Fauzi Adnan dari sektor tunggal serta pasangan Rian Agung Saputro/Tri Kusumawardhana. Alamsyah menundukkan Moh Arif Abdul Latif, yang berasal dari Malaysia, dengan 21-14, 21-13. Fauzi, yang musim lalu membela Wima, juga menang dua game 21-18, 21-12 atas Tawan Huansuria. Sedangkan Rian/Trikusuma unggul straight game 21-17, 21-13 atas Koo Kean Keat/Chayut Triyachart.
 Sedangkan kekalahan ditelan tunggal kedua Kenta Matsumura oleh Prinyawat Thongnuan 20-22, 14-21 dan ganda kedua Alvent Yulianto/Ronald Alexander kepada Pakkawat Vilailak/Mohd Ari bin Abdul Latif 15-21, 18-21.
 ‘’Namun, untuk lolos masih berat. Kami harus bisa mengalahkan Musica Champions Kudus,’’ ujar Yacob.
 Musica, jelasnya, diperkuat para bintang. Di tunggal ada Lee Hyun-il asal Korea Selatan dan juga compatriot (rekan satu negara) Lee Yong-dae di nomor ganda.
 ‘’Kekalahan 1-4 dari Djarum di partai perdana membuat langkah kami tak ringan,’’  terang lelaki yang pernah duduk sebagai Sekjen PP PBSI tersebut.
  Hanya, Yacob menyebut di kelompok putri, jalan lolos  babak berikut terbentang. Febby Angguni dkk sudah dua kali memetik kemenangan.
 Dalam laga perdana (25/1) Grup D mengalahkan Granular Thailand 3-2, Suryanaga melibas USM dengan skor telak 4-1.
 ‘’Putrinya lebih lapangan untuk lolos,’’ ungkap Yacob (*)

Pia Lebih Berat Main di Malaysia

Senin, 26 Januari 2015


TIM juara bertahan beregu putri, Jaya Raya Jakarta, nyaris malu. Mereka hanya mampu menang tipis 3-2 saat berhadapan dengan USM dalam pertandingan Grup C yang dilaksanakan di Denpasar, Bali, pada Minggu waktu setempat (25/1).
 Salah satu kekalahan yang cukup mengejutkan adalah tumbangnya partai ganda putri pertama yang selama ini menjadi andalan Jaya Raya memetik kemenangan.  Padahal, tim asal ibu kota itu mempunyai Greysia Polii, Nitya Krishinda Maheswari, Rizky Amelia Pradipta, dan Pia Zebadiah.
 Tapi, saat berhadapan dengan USM, Jaya Raya menurunkan Greysia/Rizky. Hasilnya, secara mengejutkan ganda yang sudah kenyang pengalaman tersebut menyerah 19-21, 19-21 kepada Debby Susanto/Ririn Amelia.
 Mengapa bukan Greysia/Nitya yang merupakan pasangan terbaik Indonesia saat ini sekaligus peraih emas di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan? Cedera yang dialami saat di Super Series Final di Dubai, Uni Emirat Arab, akhir Desember lalu belum 100 persen pulih.
 Ke mana Pia? Ternyata, pada saat bersamaan, adik pebulu tangkis spesialis ganda Markis Kido itu tengah berada di Malaysia. Mantan penghuni Pelatnas Cipayung itu membela Cheras dalam ajang kompetisi bulu tangkis Malaysia atau yang disebut Purple League.
 Pia turun di nomor ganda campuran berpasangan dengan Trawut Potieng asal Thailand. Pasangan beda negara ini menang Terry Hee/Ng Hui Ern dari Ampang Jaya 11-9, 8-11, 11-3, 11-7.
 Hanya, hasil tersebut belum mampu membawa Cheras memenangi laga. Mereka kalah 199-228 atas Ampang.
 Jaya Raya sendiri selain Greysia/Rizky yang menelan kekalahan adalah Adriyanti Firdasari. Mantan tunggal putri terbaik Indonesia itu dipermalukan pebulu tangkis muda Fitriani 13-21-12-21.
 Sementara, tiga poin Jaya Raya dua di antaranya dari nomor tunggal. Yakni oleh pemain asingnya Busanan Ongbumrungpan asal Thailand yang menang mudah 21-4, 21-7 atas Devi Yunita. Kemudian tambahan angka juga disumbangkan Bellaetrix Manuputty dari tunggal. Penghuni Pelatnas Cipayung itu melibas Rina Adrianti 21-5, 21-19.
 Nah, di nomor ganda putri  kedua, Della Destiara Haris/Anggia Shitta Awanda menang 21-16, 16-16 atas Geloria Emanuelle Widjaja/Annisa Saufika. Game kedua tak dilanjutkan karena Annis mengalami cedera sehingga tak bisa melanjutkan pertandingan. (*)

Hasil Pertandingan SBI 2015 Minggu (25/1)
Putra:
Grup A: Granular Thailand  v Hitachi Jepang 3-2; Djarum Kudus v Suryanaga Surabaya 4-1
Grup B: Mutiara Bandung v Wima Surabaya  3-2;Tonami Jepang v USM 4-1


Putri:
Grup C: Hokuto Bank Jepang v Gifu Tricky Jepang 3-2’ Jaya Raya v USM 3-2
Grup D: Suryanaga v Granular Thailand 3-2; Renesas v Jaya Raya Newstar 5-0

Riky/Richi Pemecah Kebuntuan Gelar

PERTAMA:Riky dan Richi mengapit pelatih Edwin Iriawan.

KEBUNTUAN gelar Indonesia di awal 2015 terpecahkan. Adalah pasangan Riky Widianto/Richi Puspita Dili yang melakukannya.
 Ini setelah pasangan Pelatnas Cipayung tersebut mampu menjadi juara nomor ganda campuran dalam India Grand Prix Gold 2015. Dalam final yang dilaksanakan di Lucknow pada Minggu waktu setempat (25/1), Riky/Richi menundukkan pasangan tuan rumah Manu Attri/K. Maneesha dengan straight game 21-17, 21-17.
 ‘’Saya bersyukur bisa menjadi juara,’’ tulis Riky dalam pesan singkatnya kepada smashyes.
 Sebelumnya, jalan juara perdana di 2015 sempat ada di pundak pasangan ganda putra Angga Pratama/Ricky Karanda. Mereka mampu lolos ke final Thailand International Challenge 2015 dua pekan lalu. Sayang, di final yang digeber di Bangkok pada 11 Januari, keduanya menyerah 14-21, 21-13,14-21 kepada Chan Jun-bong/Kim Duck-young asal Korea Selatan.
 Bagi Riky/Richi gelar dari India ini diharapkan mampu mengangkat kembali performa keduanya, khususnya di turnamen level super series atau super series premier. Tahun lalu, mereka mampu menjadi juara di Belanda Grand Prix dan Indonesia Grand Prix Gold.
 Usai tampil di India, rencananya Riky akan langsung ke Denpasar, Bali. Dia akan membela klub asalnya, Wima Surabaya, berlaga dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2015.
 Tahun lalu, dia absen karena dipersiapkan menghadapi All England. Pada SBI 2014, Wima mampu menembus babak semifinal. (*)

Hasil  Final India Grand Prix Gold 2015
Tunggal putra:Kashyap Parupalli (India x3) v K. Srikanth (India x1) 23-21, 23-21

Tunggal putri:Saina Nehwal (India x1) v Carolina Marin (Spanyol) 19-21, 25-23, 21-16

Ganda putra:Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark x1) v Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov (Rusia x4) 21-9, 22-20

Ganda putri:Amelia Alicia/Soong  Fie Cho (Malaysia x4) v Vivian Kah/Woon Khe Wei (Malaysia x1) 22-20, 21-15

Ganda campuran: Riky Widianto/Richi Puspita Dili (Indonesia x1) v Manu Attri/K. Maneesa (India) 21-17, 21-17

X=unggulan

Kontrak Yong-dae hanya untuk Jadi Penasihat


LEE Yong-dae laris manis. Pebulu tangkis spesialias ganda asal Korea Selatan tersebut tercantum namanya di dua liga yang tengah berlangsung, Purple League Malaysia dan Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2015.
 Di SBI  2015, Yong-dae tercatat membela juara bertahan Musica Champions. Sebenarnya, tahun lalu, dia juga sudah siap membela klub asal Kudus, Jawa Tengah, tersebut.
 Namun, dia absen karena masih menjalani sanksi dari BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) karena menolak saat menjalani tes doping. Imbasnya,  dia dilarang  tampil selama dua tahun. Tapi, menjelang putaran final Piala Thomas 2015 yang dilaksanakan di New Delhi, India, pada Mei, sanksinya dicabut.  
 Kini, dalam SBI 2015, Yong-dae pun baru bisa membela Musica Champions. Dia satu tim dengan compatriot (rekan satu negara), Lee Hyun-il. Dua tahun beruntun, 2013 dan 2014, Hyun-il menjadi bagian Musica Champions memenangi nomor beregu putra dalam SBI.
 Ternyata, di Purple League atau yang dikenal Liga Bulu Tangkis Malaysia, Yong-dae dan Hyun-il juga satu tim di Muar City. Hanya, Hyun-il sudaah dari awal sudah bergabung dengan klub yang kini ada di posisi teratas tersebut.
 Sementara, Yong-dae baru bergabung pekan lalu. Status pasangan Yoo Yeon-seong di ranking teratas dunia nomor ganda putra itu juga bukan sebagai atlet tapi penasihat teknis. Dia bertugas memberi masukan kepada pasangan yang ada di Muar City.
 “Saya gembira menjadi bagian dari Muar City. Tim ini mempunyai semangat juang yang tinggi,’’ kata Yong-dae seperti dikutip media Malaysia.
Dia mengakui sebenarnya ingin turun sebagai pemain di Purple League.Namun, itu tidak memungkinkan.
 ‘’Tapi tetap menjadi sebuah kehormatan menjadi penasihat tim. Saya berharap musim depan bisa tampil membela Muar City,’’ ungkap Yong-dae.
Sebagai penasihat, dia tak yakin bisa memberikan lebih kepada Muar City. Alasannya, tim tersebut sudah sangat bagus dengan bukti berada di puncak klasemen sementara.
 ‘’Saya akan memberikan tambahan semangat dan berharap pasangan Muar City bisa melakukan yang lebih baik,’’ ujar lelaki 27 tahun tersebut. (*)

Masih Sempatkan Main di Purple League

Minggu, 25 Januari 2015


MARKIS Kido/Agrpinna Prima Rahmanto tercatat membela Jaya Raya dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2015. Ajang yang digelar di Denpasar, Bali, itu pun mulai digelar 25 Januari 2015.
 Namun, sehari sebelumnya atau tepatnya 24 Januari, Kido/Agripinna masih turun membela Puchong United dalam Purple League atau liga bulu tangkis Malaysia. Mereka mampu mengalahkan pasangan Petaling Chen Jia Huo/Shia Chun Kang dengan 7-11, 11-10,7-11, 11-5,10-11.
 Sayang, donasi kemenangan tersebut tak mampu menolong Puchong United dari kekalahan. Mereka menyerah 236-254 atas Petaling.
 Meski sebenarnya, tiga kemenangan dipetik wakil Puchong United. Selain Kido/Agripinna, Liew Daren dan pasangan ganda putra keduanya,Tan Wee Gieen/Yew Hong Kheng juga melibas lawan-lawannya.
 Sementara, dari Petaling, kemenangan disumbangkan Jan O Jorgensen dari tunggal pertama putra dan Ardiansyah/Chen Jiao dari  ganda campuran. Sistem yang dipakai dalam Purple League memang beda dengan liga di negara-negara lain. Selain tidak mempertandingan ganda putri, kemenangan diamil dari game kemenangan yang dipetik dalam tiap pertandingan.  Kekalahan ini membuat Puchong United ini membuat Kido dkk gagal naik ke puncak klasemen yang ditempati Muar City.
 Di SBI 2015, Kido/Agripinna, menjadi andalan di nomor ganda selain Hendra Setiawan,  Muhammad Rian Ardianto,dan  Alfian Eko. (*)

Berikut daftar pemain di Djarum Superliga Badminton 2015 :

Putra
Djarum Kudus
Dionysius Hayom Rumbaka, Ihsan Maulana Mustofa, Riyanto Subagja, Son Wan Ho (Korea), Mohammad Ahsan, Berry Angriawan, Praveen Jordan, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Tontowi Ahmad, Fran Kurniawan

Suryanaga Surabaya
Kenta Matsumura (Jepang), Alamsyah Yunus, Fauzi Adnan, Jeffer Rosobin, Alvent Yulianto Chandra, Rian Agung Saputro, Ronald Alexander, Tri Kusumawardhana, Christopher Rusdianto, Siswanto.

Mutiara Cardinal Bandung
Firman Abdul Kholik, Eska Rifan Jaya, Panji Ahmad Maulana, Vega Vio Nirwanda, Ricky Karanda Suwardi, Hardianto, Stefan Indra Hapsara, Rian Syaoqi, Althof Baariq, Reinard Dhanriano.

Musica Champion Kudus
Chou Tien Chen (Taiwan), Simon Santoso, Lee Hyun Il (Korea), Jonatan Christie, Lee Yong Dae (Korea), Marcus Fernaldi Gideon, Vladimir Ivanov (Rusia), Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira, Edi Subaktiar, Fajar Alvian.

Jaya Raya Jakarta
Tommy Sugiarto, Wei Nan (Hong Kong), Tanongsak Saensomboonsuk (Thailand), Sony Dwi Kuncoro, Hendra Setiawan, Markis Kido, Angga Pratama, Agrippina Primarahmanto Putera, Muhammad Rian Ardianto, Alfian Eko Prasetya.

Tonami (Jepang)
Sho Sasaki, Riichi Takeshita, Tatsuya Watanabe, Noriyasu Hirata, Hirokatsu Hashimoto, Keigo Sonoda, Takeshi Kamura, Hoki Takuro, Yugo Kobayashi, Kohei Gondou.

Granular (Thailand)
Chayut Triyachart, Koo Kean Keat, Pakkawat Vilailak, Moh. Arif Bin Abd Latif, Bodin Issara, Parinyawat Thongnuam, Takdanai Boonrawd, Warut Tankmanustong, Trawut Potieng, Watchara Buranakuea.

USM Blibli
Reksy Aureza Megananda, Thomi Azizan Mahbub, Shesar Hiren Rhustavito, Kho Henriko Wibowo, Andrei Adistia, Afiat Yuris Wirawan, Arya Maulana Aldiartama, Kenas Adi Harjanto, Hantoro, Yohanes Rendy Sugiarto.

Hitachi (Jepang)
Ryotaro Maruo, Koji Naito, Naohiro Matsukawa, Hendra Aprida Gunawan, Kazuaki Oshima, Yuki Umino, Yuki Umino, Yuta Yamasaki, Yoshiki Tsukamoto, Tomoki Mitsuhashi, Flandy Limpele.

Hi Qua Wima Surabaya
Anthony Sinisuka Ginting, Panji Akbar, Febriyan Irvanaldi, Rizki Antasari, Riky Widianto, Ade Yusuf Santoso, Selvanus Geh, Muhammad Ulinnuha, Risky Hidayat Ismail, Riyo Arief.

Putri
Hokuto Bank (Jepang)
Kusunose Yuka, Murayama Yumi, Yonemoto Koharu, Nagahara Wakana, Matsumoto Mayu, Nagata Rei, Miyoshi Nao, Tanaka Shiho, Uratani Natsumi, Kaori Imabeppu.

Granular (Thailand)
Saniru Sannatasah (Malaysia), Rusydina Antardayu Riodingin (Indonesia), Kuljira Khongdee, Sarita Suwannakitborihan, Natcha Saengchote, Chayanit Chaladchalam, Kunchala Voravichitchaikul, Duanganong Aroonkesorn, Kilasu Ostermeyer, Pataimas Muenwong.

Renesas (Jepang)
Satoko Suetsuna, Miyuki Maeda, Reika Kakiiwa, Mizuki Fujii, Kana Ito, Yui Miyauchi, Naoko Fukuman, Ayumi Mine, Yuki Fukushima, Sayaka Hirota.

Djarum Kudus
Maria Febe Kusumastuti, Dinar Dyah Ayustine, Intan Dwi Jayanti, Sung Ji Hyun (Korea), Vita Marissa, Shendy Puspa Irawati, Melati Daeva Oktavianti, Rosyita Eka Putri Sari, Komala Dewi, Jenna Gozali.

Suryanaga Surabaya
Linda Wenifanetri, Mayu Sekiya, Aprilia Yuswandari, Febby Angguni, Milicent Wiranto, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Meirisa Cindy Sahputri, Devi Tika Permatasari, Keshya Nurvita Hanadia, Meiliana Jauhari.

Jaya Raya Jakarta
Ratchanok Intanon (Thailand), Adriyanti Firdasari, Busanan Ongbumrungpan (Thailand), Bellaetrix Manuputty, Greysia Polii, Nitya Krishinda Maheswari, Rizki Amelia Pradipta, Pia Zebadiah Bernadet, Anggia Shitta Awanda, Della Destiara Haris.

Mutiara Cardinal Bandung
Nitchaon Jindapon, Hanna Ramadini, Gregoria Mariska, Tiara Rosalia Nuraidah, Suci Rizki Andini, Gebby Ristiyani Imawan, Maretha Dea Giovani, Melvira Oklamona, Nisak Puji Lestari, Rika Rositawati.

USM Blibli
Rina Andriani, Arinda Sari Sinaga, Fitriani, Devi Yunita Indah Sari, Ghaida Nurul Ghaniyu, Debby Susanto, Ririn Amelia, Marsheila Gischa Islami, Annisa Saufika, Gloria Emanuelle Widjaja.

Jaya Raya New Star
Ruselli Hartawan, Jauza Fadhila Sugiarto, Priskilia Siahaya, Gabriela Meilani Moningka, Aurum Oktavia Winata, Weni Anggraini, Shela Devi Aulia, Apriani Rahayu, Zarra Faza Azka, Phyta Haningtyas Mentari

Gifu Tricky Panders (Jepang)
Cheng Wen Hsing (Taiwan), Pai Hsiao Ma (Taiwan), Eto Rie, Aoi Matsuda, Saya Yamamoto, Arisa Hashizume, Serina Matsui.

Giliran Jorgensen Geser Posisi Chong Wei

Jorgensen bersama Rizky Hidayat

POSISI Lee Chong Wei kembali turun. Dalam rilis yang dikeluarkan BWF Kamis lalu, pebulu tangkis tunggal putra andalan Malaysia  tersebut turun satu setrip di posisi ketiga.
 Sebelumnya, di awal akhir 2014, Chong Wei juga tergeser dari singgasananya oleh Chen Long dari Tiongkok. Kini, lelaki bergelar datuk tersebut digusur oleh O Jorgensen dari Denmark.
 Ini dikarenakan Chong Wei lama absen dari berbagai turnamen sejak dia dinyatakan terkena doping saat mengikuti Kejuaraan Dunia di Kopenhagen, Denmark, pada Agustus 2014 lalu. Namun, tes itu baru keluar ketika Chong Wei usai pulang dari  Asian Games di Inchen, Korea Selatan, 18 Agustus-4 September 2014.
 Posisi teratas ditempati Chong Wei cukup lama, hampir enam tahun. Dia hanya sekali tergusur oleh Lin Dan dari Tiongkok.
 Tanpa kehadiran Chong Wei di berbagai turnamen membuat peta persaingan menjadi pebulu tangkis nomor satu bakal sengit. Selain Jorgensen yang terus on fire,
 Ada juga Lin Dan yang kembali aktif mengayunkan raket. Lelaki berjuluk Superdan tersebut sudah menembus 10 besar dunia dengan ada di posisi keenam dunia.
 Sayang, dalam ranking terbaru, Indonesia tak punya wakil lagi di 10 besar. Tommy Sugiarto terpental ke posisi 11 atau turun tiga setrip.
 Selama 2014, penampilan Tommy bisa dikatakan jeblok. Jangankan bicara juara, lolos ke final pun tak bisa digapai.
 Hanya, putra salah satu legenda bulu tangkis Indonesia, Icuk Sugiarto, bisa lama di 10 besar karena mampu menembus semifinal di tiga turnamen besar yakni Australia Super Series 2014, Jepang Super Series 2014, dan Kejuaraan Dunia 2014. (*)

Ranking 10 Besar Tunggal Putra (per 22/1)
1.Chen Long (Tiongkok)
2.Jan O Jorgensen (Denmark)
3.Lee Chong Wei (Tiongkok)
4.Son Wan-ho (Korea Selatan)
5.K. Srikanth
6.Lin Dan (Tiongkok)
7.Chou Tien Chen (Taiwan)
8.Hans-Kristian Vittinghus (Denmark)
9.Wang Zhengming (Tiongkok)
10. Viktor Axelsen (Denmark)

Incar Gelar di Turnamen Perdana


JALAN menjadi juara terbuka bagi Indonesia di awal 2015. Pasangan Riky Widianto/Richi Dili Puspita menjadi tumpuan untuk itu setelah lolos ke babak final India Grand Prix Gold 2015.
 Dalam babak semifinal yang dilaksanakan di Lucknow pada Sabtu waktu setempat, pasangan Pelatnas Cipayung tersebut menangn straight game 21-16, 21-12 atas pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Lai Pei Jin.  Untuk bisa juara, Riky/Richi harus bisa mempermalukan pasangan tuan rumah Manu Attri/K. Maneesha yang di empat besar menumbangkan unggulan ketiga Evgenij Dremin/Evgenia Dimova asal Rusia dengan straight game 24-22, 21-19.
 Riky/Richi belum pernah bersua dengan lawannya. Hanya, dari sisi peringkat, keduanya unggul jauh.
 Pasangan merah putih tersebut duduk di posisi sembilan sedangkan lawannya di posisi ke-540. Hanya, Manu/Maneesha tengah percaya diri dengan dukungan publik. Tahun lalu yang dilaksanakan  21-26 Januari , Riky/Richi absen .
 ‘’Semoga kami bisa juara di India,’’ tulis singkat Riky kepada smashyes.
 Pada 2014, mereka mampu mengoleksi dua gelar dari ajang  India Grand Prix Gold dan Belanda Grand Prix. Sayang, di level super series atau super series premier, Riky/Richi masih belum pernah juara.
  Capaian yang diraih ‘’hanya’ menembus babak final final Singapura Super Series 2014. Di final, mereka dikalahkan seniornya di Pelatnas Cipayung, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.  (*)

Jadwal  final India Grand Prix Gold 2015
Tunggal putra:K. Srikanth (India x1) v Parupalli Kashyap (India x3)

Tunggal putri:Saina Nehwal (India x1) v Carolina Marin (Spanyol x2)

Ganda putra:Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark x1) v Vladimir Ivanov/Ian Sozonov (Rusia x4)

Ganda putri: Vivian Kah Mun Hoo/Khe Wei Woon (Malaysia x1) v Amelia Alicia Anscelly/Fie Cho Soong (Malaysia x4)

Ganda campuran:  Riky Widianto/Richi Dili (Indonesia x1) v Manu Attri/K. Maneesha (India)

X=unggulan

Berangkat Senin, Riky Telat Gabung

Jumat, 23 Januari 2015

WIMA: Riky Widianto
KESETIAAN Riky Widianto layak dapat acungan jempol. Dia rela langsung ke Denpasar, Bali, guna membela klub asalnya, Wima Surabaya, yang berlaga dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2015.
 ‘’Ya, habis dari India, saya ke Bali. Memang telat karena pertandingan liganya dimulai 25 Januari,’’ kata Riky kepada smashyes.
  Ya, saat ini, Riky tengah mengikuti India Grand Prix Gold 2015. Dalam event berhadiah total Usd 120 ribu tersebut, dia masih bertahan hingga babak semifinal nomor ganda campuran. Berpasangan dengan Richi Dili Puspita, mereka menjadi unggulan teratas.
 ‘’Saya balik Senin. Mungkin baru mau main Selasa (27/1),’’ ungkapnya.
 Keikutsertaan Riky akan menjadi pengobat kegagalan tahun lalu. Pada 2014, dia urung membela klub binaan Ferry Setwart tersebut karena tengah dipersiapkan menghadapi All England 2014.
 Tanpa Riky, langkah Wima terhenti di babak semifinal. Meski, sebenarnya, capaian tersebut sudah merupakan sebuah kejutan.
 Dalam SBI 2014 yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya, Wima hanya diperkuat pebulu tangkis lokal. Ini beda dengan klub-klub lain yang mengandalkan bintang-bintang mancanegara.
 Tiga pemain yang bukan dari Wima adalah dua tunggal putra, Arif Gifar Ramadhan dari Djarum Kudus dan Fauzi Adnan (Suryanaga Surabaya). Selain itu, ada Ronald Alexander dari Suryanaga di nomor ganda.
 Kini, Wima juga masih memakai dua tamu di nomor tunggal yakni Anthony Sinisuka Ginting (SGS Bandung) dan Panji Akbar (Pelita Bakrie). Dua tunggal lainnya adalah Febriyan Irvannaldy dan Riski Antasari. Di ganda, selain Riky, ada Rizky Hidayat, Riyo Arief, Selvanus Geh, dan Ade Yusuf. Nama terakhir merupakan penghuni Pelatnas Cipayung.  Satu nama lagi adalah pemain tamu yakni Muhammad Ullinuha. (*)


Riky/Richi Masih di Jalan Juara

SEMIFINAL: Riky Widianto
PELUANG juara di ganda campuran dalam India Grand Prix Gold 2015 masih terjaga. Indonesia menempatkan satu wakilnya, Riky Widianto/Richi Dili Puspita, ke babak semifinal turnamen berhadiah total USD 120 ribu tersebyut.
 Ini setelah Riky/Richi menghentikan perlawanan unggulan kedelapan asal Malaysia Yin Wong Fai/Chow Mei Kuan dengan tiga game 17-21, 21-18, 21-17 pada laga perempat final yang dilaksanakan di Lucknow pada Jumat waktu setempat (23/1).  Kemenangan ini membawa pasangan merah putih yang juga menduduki unggulan teratas tersebut ditantang pasangan Malaysia lainnya, Chan Peng Soon/Lai Pei Jing. Unggulan keempat ini di perempat final menundukkan Chayut Triyachart/Shinta Mulia Sari (Singapura) dengan straight game 21-17, 21-17.
 ‘’Ya, kami akan berhadapan dengan pasangan Malaysia lainnya,’’ kata Riky melalui pesan singkat kepada smashyes.
Riky/Richi belum pernah bersua dengan Peng Soon/Pei Jing. Hanya, dalam ranking dunia, ganda Indonesia masih unggul. Riky/Richi di posisi kesembilan sedangkan pasangan negeri jiran di posisi 44.
 ‘’Kami yakin menang. Insha Allah,’’ ucap pemain binaan Wima Surabaya tersebut.
 Tiket final lainnya akan diperebutkan antara unggulan ketiga asal Rusia Evgenij Dremin/Evgenia Dimova dengan ganda tuan rumah Manu Attri/K. Maneesha.
  Riky/Richi menjadi satu-satunya wakil Pelatnas Cipayung di Indonesia Grand Prix Gold 2015. Pertimbangannya, banyak penghuninya yang berlaga di Purple League (Liga Bulu Tangkis Malaysia). Selain itu, waktunya juga berdekatan dengan Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) yang digelar di Bali pada 25 Januari-1 Februari. Hampir semua pebulu tangkis Pelatnas Cipayung tampil di Pulau Dewata, julukan Bali, membela klubnya masing-masing.
Sejak 2009, hanya Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati yang mampu menjadi juara. Pasangan asal klub Djarum Kudus tersebut naik podium terhormat pada 2012. (*)

Juara Ganda Campuran India Grand Prix Gold
2009:Arun Vishnu/Aparna Balan (India)
2010:Liu Peixuan/Tang Jinhua (Tiongkok)
2011: Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand)
2012:Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati (Indonesia)
2014: Wang Yilu/Huang Yaqiong (Tiongkok)

Tak Masalah Jadi Tunggal Ketiga


POSISI Sony Dwi Kuncoro di Jaya Raya bukan lagi tunggal pertama dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2015.  Dalam event yang dilaksanakan di Denpasar, Bali, tersebut, besar kemungkinan arek Suroboyo tersebut turun sebagai tunggal ketiga.
 ‘’Jaya Raya di Superliga mengambil Tanongsak (Saensomboonsuk) dan Wei Nan. Ranking keduanya lebih bagus dibandingkan saya,’’ kata Sony kepada smashyes.
 Dalam rangking terbaru BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) per 22 Januari, Tanongsak yang berasal dari Thailand ada di posisi 20. Sementara, Wei Nan asal Hongkong empat setrip di bawah Tanongsak.
 Sony sendiri rankingnya tengah jeblok. Di 2015, dia terpuruk di posisi 129.
 ‘’Saya sih siap main di tunggal ketiga. Memang ranking Tanongsak dan Wei Nan lebih bagus,’’ ujar bapak dua anak tersebut.
 Meski bukan tunggal teratas, tapi Sony tak kendur mempersiapkan diri. Mantan tunggal nomor satu dunia tersebut berlatih rutin di GOR Sudirman, Surabaya.
 ‘’Saya latihan bareng anak-anak PON Jatim,’’ ungkapnya.
  Di ajang SBI, Sony pernah membawa Suryanaga menjadi juara pada 2007. Saat itu, dia turun sebagai tunggal kedua. Tunggal teratas dipercayakan kepada Chen Hong asal Tiongkok.
 Hasilnya, klub asal Surabaya tersebut mengalahkan Tangkas dengan 3-0 dalam babak final. Sony ikut menyumbangkan poin usai membekal  Alamsyah Yunus dua game langsung 21-18, 21-15.
 Tahun lalu, sebenarnya dia juga ikut dalam skuad Musica Champions yang keluar sebagai juara SBI. Hanya, karena cedera membuat  Sony tak sekalipun turun ke lapangan.
 Sebenarnya, Suryanaga juga masih ingin memakai kembali peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004 tersebut. Namun, klub binaan mantan Sekjen PP PBSI Yacob Rusdianto tersebut kalah cepat. (*)

Gagal Deal, Absen SBI 2015

Rabu, 21 Januari 2015


KOMPETISI di Jerman, Bundesliga, sudah menjadi rutinitas bagi Andre Kurniawan Tedjono. Klub yang dibelanya pun bisa menjadi juara di negeri yang juga dikenal sebagai salah satu kiblat di sepak bola.
 Namun, di negeri sendiri,  susah baginya untuk ikut ambil bagian dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SI). Dua kali beruntun, 2014 dan 2015, dia tak tampil dalam ajang bergengsi tersebut. Padahal, klub asalnya, Djarum Kudus, ikut ambil bagian.
 ‘’Saya nggak diajak Djarum Kudus,’’ ungkap pebulu tangkis 29 tahun tersebut.
 Sebenarnya, ada klub yang berniat merekrutnya, Wima. Namun, antara Andre dan klub asal Surabaya tersebut tidak ada kecocokan.
 ‘’Harganya terlalu murah,’’ ucap mantan pebulu tangkis Pelatnas Cipayung itu.
 Tentu, ini menjadi ironis. Dalam SBI selalu jor-joran memakai pebulu tangkis mancanegara yang bandrolnya tentu sangat tinggi. Namun, klub melupakan atlet negerinya sendiri.
 Wima sendiri akhirnya merekrut dua pebulu tangkis luar yakni Anthony Sinisuka Ginting dari SGS yang kini tengah digemleng di Pelatnas Cipayung dan Panji Akbar  Sudrajat dari Pelita Bakrie. Selain keduanya, masih ada pebulu tangkis asli produk Wima Febriyan Irvannaldy dan Rizki Antasari.
 Pada SBI 2014, Wima membuat kejutan dengan menembus posisi ketiga. Padahal, mereka tak diperkuat pebulu tangkis asing. (*)

Lega Kantongi Dispensasi

Selasa, 20 Januari 2015

WIMA akhirnya bisa turun dengan kekuatan terbaik di ajang Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2015. Ini setelah Riyo Arief mendapat izin dari bank swasta tempatnya bekerja.
 ‘’Sudah ada izin. Jadi tak ada kendala lagi untuk bisa turun di Superliga,’’ kata Riyo.
 Sebelumnya, dia sempat pesimistis membela klub asalnya di ajang bergengsi yang dilaksanakan di Denpasar, Bali, pada 25 Januari-1 Februari 2015 tersebut. Surat dispensasi yang dibutuhkannya belum kunjung keluar,’’ ungkapnya.
 Meski sudah tak seaktif dulu hadir di latihan, namun sosok Riyo tetap memegang peranan penting. Sebagai spesialis ganda, dia bisa berpasangan dengan siapa pun.
 Tahun lalu, dalam SBI yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya,Riyo berpasangan dengan Ronald Alexander. Peran mereka mampu mengantarkan Wima menembus posisi ketiga.
 Padahal, tim binaan tokoh bulu tangkis Ferry Stewart tersebut bukan tim unggulan. Apalagi, mereka hanya mengandalkan pebulu tangkis lokal non asing.
 Hanya, tahun ini, Riyo bakal berpasangan dengan atlet lain. Kehadiran Suryanaga, Surabaya, di SBI 2015 membuat Ronald kembali ke klub asalnya.
 Hanya, rekannya di Pelatnas Cipayung yang spesialis ganda campuran, Riky Widianto, akan ikut serta. Selain Riyo dan Riky, di ganda Wima masih memiliki Ade Yusuf, Selvanus Geh, dan Rizky Hidayat. 
 Nomor ganda diharapkan bisa menjadi kunci Wima mengulang sukses 2014. Untuk tunggal,  mereka diperkuat Anthony Sinisuka Ginting, Panji Akbar, Febriyand Irvannaldy, dan Rizki Antasari. (*)

Atlet Wima Siap Persunting Ganda Andalan Singapura

Senin, 19 Januari 2015

PASANGAN: Destyan Nanda Nobela dan Shinta Mulia Sari.

TERPISAH negara tak membuat benih kasih Destyan Nanda Nobela dan Shinta Mulia Sari redup. Bahkan, dua insan yang sama-sama terjun di bulu tangkis tersebut sudah siap naik ke pelaminan.
 ‘’Kami akan menikah pada 19 Oktober mendatang. Semoga semua akan lancar,’’ kata Destyan kepada smashyes.
 Namun, pernikahan tersebut tidak dilangsungkan di Sidoarjo yang menjadi tempat tinggal Destyan   ataupun Jogjakarta asal Shinta. Acara tersebut akan dilaksanakan di Singapura, tempat Shinta kini tinggal dan menjadi warga negara.
 Memang, banyak yang kaget saat Destyan melamar Shinta kepada Oktober lalu di Singapura. Bahkan, pelatihnya sejak kecil di klub Wima, Surabaya, Ferry Stewart pun tak menyangka anak asuhnya itu melamar gadis yang menjadi andalan Negeri Pulau di pentas internasional. Ini disebabkan Destyan termasuk lelaki yang yak banyak bicara.
 ‘’Sebenarnya, sejak 2006, saya sudah kenalan dengan Shinta. Lama kelamaan hubungan kami pun serius,’’ ujar Destyan yang orang tuanya tinggal di kawasan Waru,Sidoarjo, tersebut.
 Selain itu, selama ini, keduanya juga tinggal di tempat yang berjauhan. Hanya, sejak tahun lalu, Destyan tinggal di Kuala Lumpur.
 ‘’Sudah setahun ini, saya melatih di Michael Badminton Academy. Jadi, sudah tak di Sidoarjo atau Surabaya lagi,’’ ungkap lelaki 26 tahun tersebut.
 Secara karir di bulu tangkis, Destyan kalah jauh dengan Shinta. Calon istrinya tersebut termasuk salah satu pebulu tangkis ganda putri papan atas dunia.
 Saat berpasangan dengan Yao Lei, keduanya pernah menjadi ganda nomor delapan dunia. Dia telah dua kali menyumbangkan medali bagi Singapura di ajang pesta olahraga persemakmuran (Commonwealth Games, 2010 dan 2014). Kini, Shinta berpasangan dengan Vanessa Neo.
 Sementara Destian, saat masih menjadi atlet,  hanya berada di lingkup sirkuit nasional. Hanya, itu tak membuat lelaki alumnus D3 Perikanan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut memilik Shinta sebagai pendamping hidup.
 ‘’Saya undang ya. Usahakan bisa datang,’’ harap Destyan.(*)
 

Marin Ingin Akhiri Puasa

DAHAGA: Carolina Marin (foto:victor)

CAROLINA Marin kembali mengejar gelar. Tidak harus di level super series atau super series premier, ajang grand prix gold pun diburu tunggal putri asal Spanyol tersebut.
 Apalagi, dia tak lagi pernah naik ke podium terhormat setelah menjadi juara dunia di Kopenhagen, Denmark, Agustus lalu. Setelah itu, kegagalan demi kegagalan mengiringi langkah gadis 21 tahun tersebut.
 Terakhir,langkahnya sampai babak semifinal Hongkong Super Series 2014. Marin dengan mudah dikalahkan Nozomi Okuhara dari Jepang 13-21, 19-9-21.
 Bahkan, sepekan sebelumnya dalam Tiongkok Super Series Premier, juara Eropa 2014 itu langsung tumban di babak pertama. Pebulu tangkis Taiwan Tai Tzu Ying mempermalukannya 14-21, 17-21.
 Kini, Marin pun unjuk kekuatan di turnamen level III BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), India Grand Prix 2015. Dalam event yang digeber di Lucknow pada 20-25 Januari itu, dia diunggulkan di posisi kedua.
 Di babak pertama, pebulu tangkis yang kini di ranking ketujuh tersebut ditantang wakil tuan rumah Gadde Ruthvika Shiani.Di atas kertaas, Gadde bukan lawan sepada baginya. Dari ranking, pebulu tangkis tuan rumah tersebut ada di posisi 201. Marin merupakan perempuan pertama Eropa yang menjadi juara dunia.
 Di India Grand Prix Gold 2015, unggulan teratas ditempati pujaan India Saina Nehwal. Dia merupakan juara bertahan. Tahun lalu, perempuan 24 tahun tersebut mengalahkan kompatriot (rekan satu negara) yang juga rivalnya, Pusarla Venkata (PV) Sindhu, dengan 21-14, 21-17. Sania juga pernah menjadi juara pada 2009. (*)

Juara Tunggal Putri di India Grand Prix Gold
2009; Sania Nehwal
2010: Zhou Mi (Tiongkok)
2011: Ratchanok Inthanon (Thailand)
2012: Lindaweni Fanetri (Indonesia)
2014: Sania Nehwal (India)

Praveen/Debby Telan Kekalahan Keempat

TAKLUK: Praveen Jordan/Debby Susanto (foto:badzine)

PACEKLIK gelar masih terjadi pasangan pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto. Selama dipasangkan sejak awal 2014, keduanya belum pernah naik ke podim terhormat.
 Capaian tertinggi yang diraih adalah menembus babak final. Menariknya, itu hanya terjadi dalam Malaysia Grand Prix Gold.  Pada 2014, Praveen/Debby menyerah kepada pasangan Tiongkok Kai Liung/Yaqiong Huang dengan 14-21, 13-21, tahun ini keduanya juga kembali menelan pil pahit.
 Dalam final yang dilaksanakan di Kuching, Serawak, pada Minggu (18/1), pasangan yang sama-sama berasal dari Djarum Kudus tersebut takluk kepada Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dari Denmark dengan dua game langsung 18-21, 18-21.
 Ini merupakan kekalahan keempat secara Praveen/Debby kepada ganda unggulan teratas dalam turnamen yang menyediakan hadiah total USD 120 ribu tersebut. Tiga kali pil pahit ditelan di Malaysia Super Series, Indonesia Super Series Premier, dan Kejuaraan Dunia.
 Selain itu, kekalahan Praveen/Debby juga membuat Indonesia pulang dengan tangan hampa. Tahun lalu, merah putih masih menempatkan Simon Santoso sebagai juara tunggal putra.
 Sementara bagi Praveen, dia juga gagal mengulangi sukses 2012. Hanya, saat itu, dia berpasangan dengan Vita Marissa. (*)

Hasil Final Malaysia Grand Prix Gold 2015
Tunggal putra:Lee Hyun-il (Korea Selatan) v Jeon Hyeok-jin (Korea Selatan) 19-21, 21-13, 21-15

Tunggal putri:Nozomi Okuhara (Jepang x4) v Sayaka Takahashi (Jepang x3) 21-13, 21-17

Ganda putra:Kenta Kazuno/Kazuhi Yamada (Jepang) v Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin (Taiwan x8) 21-19, 14-21, 21-17

Ganda putri:Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl (Denmark x1) v Naoko Fukuman/Kurumi Yonao (Jepang) 21-14, 21-14

Ganda campuran:Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark x1) v Praveen Jordan/Vita Marissa (Indonesia x2) 21-18, 21-18

X=unggulan

Lee Hyun-il Kejar Gelar Kedua

Minggu, 18 Januari 2015

TANGGUH: Lee Hyun-il lolos ke final Malaysia GPG 2015
USIA Lee Hyun-il semakin uzur. Tahun ini, dia bakal menginjak 35 tahun.
 Di pentas bulu tangkis dunia, tentu susah bersaing melawan pebulu tangkis yang semakin banyak dijubeli atlet muda. Namun, itu tak berlaku bagi Hyun-il.
 Bertambahnya usia tak mengurangi kualitas. Buktinya, pada 2014, dia menjadi salah satu kunci Korea Selatan meraih emas beregu putra. Dalam event yang dilaksanakan di kandangnya sendiri, Incheon, Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, mampu mempermalukan tim kuat Tiongkok dengan skor 3-2.
 Hyun-il menjadi pahlawan berkat kemenangan 21-14, 21-18 atas Gao Huan.
 Ini membuat tuan rumah mengulangi hasil 12 tahun lalu atau 2002 di Busan. Ketika itu, negeri beribu kota Seoul menundukkan Indonesia dengan 3-1. Hyun-il melibas Rony Agustinus di tunggal kedua dengan 15-3, 15-5. (saat itu pertandingan dengan game 15).
 Sebelum berangkat ke Malaysia Grand Prix Gold 2015, Hyun-il punya bekal berharga. Dia belum terkalahkan selama berlaga dalam Purple League atau Liga Bulu Tangkis Malaysia dengan membela Muar City. Hasilnya, klub itu pun memimpin klasemen sementara.
 Kini, dalam Malaysia Grand Prix Gold 2015, Hyun-il pun selangkah lagi menjadi juara. Itu setelah dalam babak semifinal yang dilaksanakan di Kuching, Sarawak, Sabtu waktu setempat (17/1), mantan pebulu tangkis nomor satu tunggal putra tersebut menjungkalkan Tanongsak Saensomboonsuk dari Thailand dengan dua game langsung 21-19, 21-15.
 Pada babak final yang digelar Minggu (18/1), Hyun-il menantang rekan senegaranya sendiri, Jin Jeon-Hyeok, yang di semifinal unggul 10-21, 21-17, 21-16 atas Ajay Jayaram (India).
 Jika menang, ini akan mengulangi sukses pekan lalu. Dalam Thailand International Challenge, dia juga menjadi juara. Pada babak final di Bangkok (11/1), Hyun il melibas Suppanyu Avihingsanon (Thailand) 21-13, 21-10. (*)

Angga/Ricky Gagal Hat-trick

Sabtu, 17 Januari 2015

TERHENTI: Angga Pratama/Ricky Karanda (foto:pbsi)

HARAPAN juara Indonesia di Malaysia Grand Prix Gold 2015 tinggal bertumpu kepada Praveen Jordan/Debby Susanto. Itu setelah pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi menyerah kepada lawan-lawannya di babak semifinal.
 Dalam pertandingan  yang dilaksanakan di Kuching, Sarawak, Sabtu waktu setempat (17/1), Greysia/Nithya, yang diunggulkan di posisi ketiga, menyerah kepada unggulan teratas ganda putri Christinna Pedersen/Kamilla Rytter-Juhl dengan dua game langsung 21-13, 23-21.
 Sementara, Angga/Ricky takluk kepada pasangan Jepang Kenta Kazuno/Kazushi Yamada dengan rubber game 17-21, 21-14, 18-21. Kegagalan ini membuat pasangan asal Pelatnas Cipayung gagal mencetak hat-trick menembus babak final.
 Dalam dua turnamen sebelumnya, Makau Grand Prix Gold dan Thailand International Challenge, keduanya mampu menembus babak pemungkas. Meski, akhirnya, Angga/Ricky gagal menjadi juara.
 Praveen/Debby sendiri lolos ke babak akhir berkat kemenangan atas rekanntya sendiri Edi Subaktiar/Gloria Emanulle Widjaja dengan 19-21, 21-10, 21-18. Pada pertandingan final yang dilaksanakan Minggu (18/1), Praveen/Debby yang merupakan unggulaan kedua akan menantang unggulan teratas asal Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, yang di babak semifinal menghentikan langkah pasangan tuan rumah Chan Peng Soon/Lai Pei Jing 21-10, 21-7.
Dari pertemuan sebelumnya,Praveen/Debby punya rekor buruk jika bertemu Joachim/Christinna. Mereka tak pernah menang dalam tiga kali pertemuan yakni di Malaysia Super Series Premier 2014, Indonesia Super Series Premier, dan Kejuarana Dunia 2014. (*)

Agenda Final Malaysia Grand Prix Gold 2014
Tunggal Putra:Lee Hyun-il (Korea Selatan) v Jin Jeon-Hyeok (Korea Selatan)

Tunggal Putri:Sayaka Takahashi (Jepang) v Nazomi Okuhara (Jepang x4)

Ganda Putra:Ling Chen Hung/Wang Chi-Lin (Taiwan) v Kenta Kazuno/Kazushi Yamada (Jepang)

Ganda Putri: Christinna Pedersen/Kamilla Rhytter Juhl (Denmark x1) v Naoko Fukuman/Kurumi Yonao (Jepang)

Ganda campuran:Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark x1) v Praveen Jordan/Debby Susanto (Indonesia x2)

X=unggulan

Balik Lagi ke Posisi II

NAIK: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (foto;PBSI)

POSISI Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan naik turun. Sempat duduk di posisi teratas, turun ke posisi kedua, terus merosot di posisi kelima.
Duduk di tangga kelima  yang terjadi pada 18 Desember 2014 merupakan ranking terburuk bagi mereka dalam setahun terakhir.
Kini mereka naik satu setrip di posisi ketiga. Dalam rilis yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Hendra/Ahsan menggeser posisi  pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa.  Bahkan, tak menutup kemungkinan, dalam waktu dekat ranking kedua yang kini ditempati Mathias Boe/Carsten Mogensen asal Denmark.
 Hanya, untuk melakukan kudeta kepada pasanga Korea Selatan Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong butuh perjuangan ektraskeras. Poin yang dikumpulkan keduanya, 90188, masih jauh di atas Hendra/Ahsan, 68750.
 Selain itu, Yong-dae/Yeon-seong relati stabil. Pasangan Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, itu juara enam turnamen selama 2014 yakni di Jepang Super Series, Indonesia Super Series Premier, Australia Super Series, Korea Grand Prix,Tiongkok Super Series Premier, dan Super Series Finals. Sedangkan Hendra/Ahsan hanya dua kali naik ke podium terhormat di All England Super Series Premier dan Hongkong Super Series.
Hendra/Ahsan juga akan menjadi pasangan Indonesia yang  akan sendirian di 10 besar. Meski saat ini, pasangan Markis Kido/Markus ‘’Sinyo’’ Fernaldi masih di big ten.
 Namun, mulai 2015 ini, keduanya berpisah. Kido berpasanga dengan rekan satu klubnya, Agripinna Putra Rahmanto, dan sudah berlaga di Malaysia Grand Prix Gold yang tengah berlangsung. Sementara, Sinyo kembali ke Pelatnas Cipayung dan belum dipastikan bakal digandengkan dengan siapa.
 Selain itu, pasangan yang juga pernah menembus 10 besar, Angga Pratama/Rian Agung Saputro, juga sudah dipisah. Kini, Angga berduet dengan Ricky Karanda Suwardi. (*)

Hanya Perempat Final di Turnamen Perdana

Jumat, 16 Januari 2015

KALAH: Kido/Agripinna
PASANGAN Markis Kido/Agripinna Prima Rahmanto gagal bersinar di turnamen perdana. Langkahnya terhenti di babak perempat final Malaysia Grand Prix Gold 2015.
 Dalam pertandingan yang dilaksanakan di Kuching Sarawak, pada Jumat (16/11), Kido/Agripinna menyerah dua game langsung 14-21, 15-21 kepada sesama pasangan Indonesia Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi.
 Sebenarnya, dalam turnamen berhadiah total USD 120 ribu tersebut, Kido/Agripinna lebih diunggulkan. Ganda asal klub Jaya Raya tersebut ada di posisi kelima. Sementara. Angga/Ricky yang datang dengan bendera Pelatnas Cipayung nonunggulan.
 Selain itu, meski berstatus pasangan anyar, keduanya sudah bermain bareng dalam Purple League. Bahkan, dalam kompetisi bulu tangkis Malaysia tersebut, Kido/Agripinna belum terkalahkan.
 Kondisi on fire juga pada Angga/Agripinna. Dalam dua turnamen terakhir, mereka mampu menembus babak final. Sayang, di Makau Grand Prix Gold 2014 dan Thailand Challenge 2015, mereka tumbang di babak pemungkas.
 Di Makau, mereka menyerah kepada pasangan Danny Bawa Chrisnanta/Chayut Triyachart dari Singapura dengan dua game langsung 19-21, 20-22. Sementara di Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, Angga/Ricky menyerah 14-21, 21-13, 14-21 kepada Chan Jun-bong/Kim Duck-young (Korea Selatan).
 Kemenangan atas Kido/Agripinna membawa Angga/Ricky menantang pasangan Jepang  Kenta Kazuno/Kazushi Yamada yang di perempat final menundukkan kompatriot (rekan senegara) Takuto Inoue/Yuki Kaneko 21-18, 21-13.  Ini menjadi pertemuan pertama dari kedua pasangan.
 Tapi, dari ranking dunia yang dimiliki, pasangan merah putih tersebut kalah jauh. Dari rilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Angga/Ricky di posisi 109 sementara ganda Negeri Sakura, julukan Jepang, di posisi 41.
 Selain Angga/Ricky, di semifinal, Indonesia juga menempatkan wakilnya di ganda putri melalui Pia Zebadiah/Rizki Amelia Pradipta serta dua pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. (*)

Gagal Total dari Nomor Tunggal

HABIS: Ihsan Maulana Mustofa

INDONESIA sudah tak punya peluang menjadi juara nomor tunggal putra Malaysia Grand Prix Gold 2015. Dua wakil yang tersisa. Alamsyah Yunus dan Ihsan Maulana Mustofa, sudah tersingkir pada babak  ketiga.
 Alamsyah menyerah rubber game 17-21, 21-19, 18-21 saat berhadapan dengan tunggal putra Korea Selatan Jin Jeon-hyeok di  Stadium Perpaduan Kuching, Sarawak, Jumat waktu setempat (16/11). Ini juga membuat mantan penghuni Pelatnas Cipayung tersebut gagal mengulangi kenangan manis 2013. Saat itu, dia mampu menjadi juara. Sementara,Ihsan takluk 21-23, 21-11,14-21 kepada Soo Teck Zi dari Malaysia.
 Kegagalan ini membuat merah putih gagal mencetak hat-trick (tiga kali beruntun) menjadi juara nomor tunggal putra.Setelah Alamsyah pada 2013, tahun lalu gelar juara jatuh ke tangan Simon Santoso.
 Sebenarnya,pada 2015 ini, wakil Indonesia di nomor tunggal putra tidak terlalu lemah. Selain Alamsyah, ada tiga pebulu tangkis senior yang ikut memanaskan persaingan juara di turnamen berhadiah total USD 120 ribu tersebut yakni Sony Dwi Kunccoro, Dionysius Hayom Rumbaka, dan Andre Kurniawan Tedjono. Sayang, ketiganya sudah harus angkat koper di babak pertama.
 Hasil jeblok juga terjadi di tunggal putri. Sehari sebelumnya (15/1), Indonesia juga sudah tak bisa menempatkan wakil di perempat final. Millicent Wiranto dan Hana Ramadhini, dua asa terakhir, menyerah kepada lawan-lawannya. (*)
 Kini, gelar juara ditumpukan kepada ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. (*)

Peluang Host Indonesia GPG

Kamis, 15 Januari 2015

BERSAMA PBSI: Wali Kota Malang M. Anton (dua dari kiri)
JAWA Timur berpeluang menjadi tuan rumah event  bulu tangkis bergengsi. Bukan Indonesia Super Series Premier karena event berhadiah total USD 700 ribu tersebut sudah dipastikan digelar di Jakarta pada 2-7 Juni.
 Namun, provinsi paling timur Pulau Jawa itu punya kans jadi host Indonesia Grand Prix Gold.
 ‘’Wali Kota Malang (H.Muhammad Anton) sudah mensupport, Indonesia Grand Prix Gold dilaksanakan di sana,’’ kata Ketua Pengprov PBSI Jatim Wijanarko Adi Mulya kepada smashyes.
 Hanya, itu, tambahnya, belum cukup. Kunci dipilih nanti akan di tangan PP PBSI. ‘’Ada beberapa penilaian yang akan dilakukan PP PBSI. Setelah lulus baru digedok,’’ ungkap Wijanarko.
 Pada tahun ini, Jawa Timur tak kebagian tuan rumah ajang bergengsi. Superliga Bulu Tangkis Indonesia yang biasanya digeber di Surabaya dipindah ke Bali. Begitu juga Indonesia Challenge yang dulu rutin dilaksanakan di Kota Pahlawan, julukan Surabaya. Sudah beberapa tahun, event level keempat BWF itu tak singgah lagi. 
 Sebenarnya, Surabaya pernah menjadi tempat langganan ajang bergengsi. Mulai dari Indonesia Open (kini berlabel super series premier), SBI, dan juga Axiata Cup.
 Namun, setelah itu, publik bulu tangkis Surabaya hanya dapat tontonan event sirkuit nasional ataupun Piala Wali Kota. (*)

Alamsyah Buka Jalan Ulangi Sukses

KEJAR SEJARAH: Alamsyah Yunus
ALAMSYAH Yunus tengah meretas jalan menjadi juara. Kini, langkahnya sudah sampai di babak ketiga Malaysia Grand Prix Gold 2015.
 Itu setelah dia mampu mengalahkan Chao Huang dari Singapura dengan dua game langsung 21-18, 21-17 dalam pertandingan babak kedua yang dilaksanakan di Kuching, Sarawak, pada Kamis waktu setempat (14/1). Untuk bisa menembus perempat final, Alamsyah harus bisa menyingkirkan wakil Korea Selatan Jin Jeon-hyeok yang di babak kedua menang 21-12, 16-21, 21-9 atas Tan Kian Meng (Malaysia).
 Alamsyah belum pernah menghadapi pebulu tangkis Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan. Namun, dari sisi ranking, mantan penghuni Pelatnas Cipayung itu  tak jauh beda dengan Jeon-hyeok.
 Dari ranking BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) terakhir, Alamsyah ada di posisi 190 atau satu setrip di bawah lawannya.
 Bagi Alamsyah, Malaysia Grand Prix Gold punya kenangan manis baginya. Dua tahun lalu, lelaki asal JR Enkei tersebut sukses naik ke podium juara.  Dalam babak final, Alamsyah menumbangkan pebulu tangkis tuan rumah Goh Soon Huat dengan rubber game 10-21, 21-9, 21-19.
 Sayang, pada 2014, dia tak bisa mempertahankan gelar. Raja sirnas tersebut absen karena cedera.
 Selain Alamsyah, wakil Indonesia yang lolos babak ketiga adalah Ihsan Maulana Mustofa. Atlet gebuk shuttlecock ini melibas finalis 2013 Soon Huat dalam pertarungan tiga game 11-21, 22-20, 21-12.
 Namun, langkah Alamsyah dan Ihsan gagal diikuti empat atlet lainnya yakni Fikri Ihsan Hadmadi, Thomi Azizan Mahbub, Anthony Sinisuka Ginting, dan Jonatan Christie.
 Sebelumnya  di babak pertama, tiga pebulu tangkis senior Indonesia, Sony Dwi Kuncoro, Andre Kurniawan Tedjono, dan Dionysius Hayom Rumbaka sudah angkat koper. (*)

Seragamkan Pola Pembinaan dengan PP PBSI

Rabu, 14 Januari 2015

BUPATI:Fannan Hasib (tengah) bersama pengurus PBSI Jatim

PENGPROV PBSI Jatim baru saja menggelar musyawarah kerja (muker) 2015. Agenda tersebut dilaksanakan di Sampang, Madura, pada Minggu (11/1). Dalam mukerprov tersebut hadir juga Bupati Sampang KH Fannan Hasib.
 ‘’Kebetulan dia juga ketua PBSI Sampang. Jadi, dia sangat mendukung kegiatan bulu tangkis ,’’ kata Ketua Pengprov PBSI Jatim Wijanarko Adi Mulya kepada smashyes.
 Dalam mukerprov tersebut, tambah dia, pengkot/pengkab, tambah dia, memberikan apresiasi kepada pengurus.Alasanya, mereka menilai kerjanya baik.
 ‘’Selain itu, pengprov juga akan membuat coaching clinic di tiap korwil. Kegiatan ini akan mulai dilaksanakan tahun ini,’’ ujar Wijanarko.
 Tujuannya, tambah dia, menghasilkan out put yang lebih sempurna untuk pebulu tangkis muda sesuai dengan standar PP PBSI.Ini, ungkapnya, semacam blueprint pembinaan.
 ‘’Semua akan diseragamkan,’’ lanjut Wijanarko. (*)

Batal Bela Ampang Jaya

URUNG: Andre Kurniawan Tedjono.

ANDRE Kurniawan Tedjono sempat dikabarkan bergabung dengan dengan Ampang Jaya dalam Purple League. Bahkan, mantan penghuni Pelatnas Cipayung tersebut kan turun ke lapangan mulai Januari 2015 dalam kompetisi bulu tangkis di Malaysia tersebut.
 ‘’Seharusnya 2, 8, dan 11  Januari, saya tampil membela Ampang Jaya. Namun, malah tak ada satu pun dari jadwal itu yang bisa saya lakoni,’’ kata Andre kepada smashyes.
 Pada 2 Januari, tambahnya, dibatalkan karena dia ada acara. Sedangkan, pada 8 dan 11 Januari, kebalikannya, Ampang Jaya yang membatalkan.
 Tanpa kehadirannya, klub itu pun kalah. Pada 2 Januari, Ampang Jaya harus mengakui ketangguhan Puchong United 190-204. Saat itu, posisinya sebagai tunggal putra pertama digantikan seniornya di Pelatnas Cipayung dulu, Sony Dwi Kuncoro.  Hasilnya, Sony dipaksa takluk oleh bintang Puchong yang juga atlet nasional Malaysia Daren Liew 6-11, 4-11, 11-10, 8-11.
 Kemudian, pada 8 Januari, Ampang tumbang kepada Kepong dengan 215-198. Posisi tunggal teratas dipercayakan kepada Muhammad Syawal yang menyerah 11-4, 9-11, 9-11, 5-11 kepada Chong Wei Feng.
 Tiga hari kemudian,giliran Petaling Jaya menundukkan Ampang Jaya 230-204. Posisi tunggal pertama diisi Hong Woon Kok. Dia menyerah 11-6, 9-11, 6-11, 7-11 kepada Goh Giap Chin.
 ‘’Keuangannya juga nggak terlalu besar he he he,’’ ujar Andre.
 Tiga kali kekalahan beruntun ini membuat Ampang Jaya pun terlempar ke posisi enam. Setelah sebelumnya, mereka sempar bertengger di posisi ketiga.  (*)

Tunggal Putri Dapat Tambahan

GABUNG: Rusydina Antardayu (foto:djarum)

SLOT pebulu tangkis Indonesia di babak utama nomor tunggal putri di Malaysia Grand Prix Gold 2015 bertambah. Dua wakil merah putih, Ruselli Hartawan dan Rusydina Antardayu Riodingin, lolos dari jeratan babak kualifikasi  yang dilaksanakan di di Stadium Perpaduan, Kuching, Sarawak, Selasa, waktu setempat (13/1).
 Ruselli, yang pernah digembleng di Pelatnas Cipayung, harus berjuang tiga game dalam dua kali penampilan. Di babak pertama, dia menundukkan Lim Chiew Sien (Malaysia) 17-21,21-12, 21-18. Tiket ke babak elite digenggam usai melibas Liang Xiaoyu (Singapura) 6-21, 22-20, 21-15.
 Sementara Antardayu dalam penampilan perdanya dipaksa kerja keras sebelum menyingkirkan Chochuwong Pornpawee (Thailand) 22-20, 9-21,21-14. Di babak penentuan, dia menghentikan ambisi Lim Peiy (Malaysia) 21-15, 21-13.
 Di babak utama, Ruselli berhadapan dengan sesama pebulu tangkis Indonesia Millicent Wiranto. Dalam turnamen yang masuk kalender resmi BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), keduanya belum pernah bertemu.
 Namun, dari ranking dunia yang dimiliki, Millicent lebih unggul. Perempuan yang sekarang ditempa di klub Malaysia tersebut ada di posisi 65 sedang Ruselli di ranking 119.
 Antardayu untuk bisa lolos ke babak kedua harus bisa mengalahkan Kim Hyo-min. Meski, secara ranking, dia kalah. Antardayu di posisi 106 dan lawannya di 79.
 Pada babak utama tunggal putri ini, wakil Indonesia juga terdapat Maria Febe Kusumastuti, Dinar Dyah Ayustine, Hana Ramadhini,dan Bellaetrix Manuputty.
 Sejak dilaksanakan 2009, Indonesia belum pernah menjadi juara di nomor tunggal putri. Tahun lalu, posisi terhormat jatuh ke tangan Yao Xue dari Tiongkok. (*)

Wakil Indonesia di Babak Utama Malaysia Grand Prix Gold 2015
Tunggal putra:Alamsyah Yunus,Ihsan Maulana Mustofa, Fikri Ihsandi,Dionysius Hayom Rumbaka, Reksy Aureza,Thomi Azizan,Nathaniel Ernestan, Anthony Ginting, Alvindo Saputra,Andre Kurniawan Tedjono,Jonatan Christie,Andre Marteen, Sony Dwi Kuncoro,Evert Sukamta

Tunggal putri:Maria Febe Kusumastuti, Ruselli Hartawan, Millicent Wiranto,Dinar Dyah Ayustine, Hana Ramadhini, Bellaetrix Manuputty, Rusydina Antardayu Riodingin

Ganda putra:Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana, Wahyu Nayaka/Ade Yusuf,Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan,Fran Kurniawan/Alfiat Yuris,Markis Kido/Agripinna Prima Rahmanto,Angga Pratama/Ricky Karanda

Ganda putri: Pia Zebadiah/Rizki Amelia Pradipta, Dian Fitriani/Nadya Melati,Keshya Nurvita/Devi Tika,Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi,Apriani/Jauziah Sugiarto,Gebby Ristiani/Tiara Rosalia,Shendy Puspa Irawati/Vita Marissa, Komala Dewi/Jenna Gozali,Greysia Polii/Nitya Krishinda

Ganda campuran: Didit Juang/Keshya Nurvita,Alfiat Yuris Wirawan/Vita Marissa,Markis Kido/Pia Zebadiah,Fran Kurniawan/Komala Dewi,Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja,Hendra Aprida Gunawan/Nadya Melati,Agripinna Prima/Rizki Amelia,Ronald Alexander/Melati Daeva,Alfian Eko/Annisa Saufika,Praveen Jordan/Debby Susanto

Saling Jegal sebelum Gabung Musica

Selasa, 13 Januari 2015

KAWAN: Vladimir Ivanov (foto: rediff.com)

TAHUN lalu, Vladimir Ivanov dan Lee Hyun-il berjuang bersama membawa Musica Champions juara Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI). Keduanya mampu menyumbangkan kemenangan setelah Musica sempat ketinggalan 0-2 dari Jaya Raya Jakarta dalam pertandingan final nomor beregu putra yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya, pada 13 Februari 2014.
 Ivanov, yang berasal dari Rusia, mendonasikan satu poin dari nomor ganda. Berpasangan dengan pebulu tangkis Indonesia Hardianto, mereka pasangan Jaya Raya yang sama-sama pernah ditempa di Pelatnas Cipayung Bona Septano/Markus ‘’Sinyo’’ Fernaldi dengan rubber game 21-13,14-21, 21-17.
 Ini membuat kedudukan menjadi imbang 2-2. Musica Champions sempat tertinggal 0-2. Tunggal putra andalannya Alamsyah Yunus menyerah kepada bintang Jaya Raya asal Jepang 16-21, 16-21. Setelah itu,pasangan Rian Agung Saputro/Wahyu Nayaka menyerah kepada  juara Olimpiade Beijing 2008 Hendra Setiawan/Markis Kido 11-21, 21-18, 17-21.
 Asa Musica kembali hidup berkat kemenangan Simon Santoso atas Nguyen Tien Minh dengan dua game langsung 16-21, 18-21 dan membuat skor 1-2 bagi Jaya Raya. Nah, berkat Ivanov, tim asal Kudus itu pun membuat imbang 2-2. Nah, Lee Hyun-il menjadi bintang kemenangan bagi Musica. Lelaki asal Korea Selatan tersebut memetik kemenangan 21-10, 21-13 atas Wisnu Yuli Prasetyo.
 Rencananya, tahun ini, Ivanov dan Hyun-il akan kembali berkostum Musica Champions. Namun, sebelum bergabung dalam satu tim, mereka harus saling mengalahkan dalam pertandingan babak pertama Malaysia Grand Prix Gold 2015 yang dilaksanakan di Stadium Perpaduan Kuching,Kuching, Sarawak, pada Rabu (14/1).
 Secara peringkat, Hyun-il masih unggul. Dalam ranking terbaru yang dikeluarkan BWF, lelaki yang pernah menjadi pebulu tangkis nomor satu dunia tersebut ada di posisi 51. Sementara, Ivanov di ranking 63. (*)

Gagal Boyong Titel Pertama

Senin, 12 Januari 2015


ANGGA Pratama/Ricky Karanda Suwardi gagal menjadi pembuka gelar bagi Indonesia di 2015. Pasangan anyar Pelatnas Cipayung tersebut takluk rubber game 14-21,21-13, 14-21 kepada Chan Jun-bong/Kim Duck-young (Korea Selatan) dalam pertandingan final ganda putra Thailand International Challenge  2015 yang dilaksanakan di Bangkok pada Minggu (11/1).
 Sebenarnya, di atas kertas, Angga/Ricky bisa memenangkan pertandingan. Dalam turnamen yang menyediakan hadiah total USD 15 ribu tersebut, mereka diunggulkan di posisi keempat.
 Ini dikarenakan dalam ranking BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Angga/Ricky ada di posisi 147. Sementara, ganda Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, masih di 300. Sayang, ketika di atas lapangan, pasangan merah putih tersebut kalah kompak.
 Indonesia sendiri hanya meloloskan Angga/Ricky di babak pemungkas. Pasangan tersebut merupakan pasangan yang baru turun dalam tiga turnamen.
 Sebelumnya, Angga berpasangan dengan Rian Agung Saputro dan Ricky dengan Berry Anggriawan.  Keduanya dipisah setelah prestasinya kurang moncer selama 2014.  Meski, secara peringkat, kedua pasangan belum terlalu jeblok. Angga/Rian masih ada di posisi 14 dan Ricky/Berry di tangga 27. (*)

Hasil Thailand  International Challenge 2015
Tunggal putra: Lee Hyun-il (Korea Selatan x1) v Suppanyu Avihingsanon (Thailand x2) 21-13, 21-10

Tunggal putri: Supanida Katethong (Thailand) v Kim Hyon-min (Korea Selatan x3) 21-16, 21-16

Ganda putra: Chan Jun-bong/Kim Duck-young (Korea Selatan) v Angga Pratama/Ricky Karanda (Indonesia) 21-14, 13-21,21-14

Ganda putri:Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul (Thailand x1) v Chae Yoo-jung/Kim Ji-won (Korea Selatan) 21-17, 21-19

Ganda campuran:Sol Kyu-choi/Chae Yoo-jung (Korea Selatan x3) v Tan Chee Tean/Lai Shevon  Jemie (Malaysia) 18-21, 21-19,21-12

X=unggulan

Singa Tua Bawa Muar Pimpin Klasemen

GARANG: Lee Hyun-il (foto:badzine)

MUAR City memimpin sementara Purple League 2014-2015.Mereka mempunyai  selisih game menang-kalah 64 dalam ajang yang merupakan kompetisi bulu tangkis di Malaysia tersebut.
 Dalam pertandingan Minggu (11/1), Muar mampu mengalahkan Klang United dengan 222-180. Dalam enam partai yang digelar, Muar hanya kehilangan satu partai di tunggal putra pertama.
 Sebenarnya, Muar juga tak diperkuat pebulu tangkis dengan label bintang. Praktis hanya Tai Tzu Ying asal Taiwan yang berada di papan atas jajaran pebulu tangkis dunia.
 Saat ini, dia duduk di posisi ketujuh  nomor tunggal putri.Penampilan perempuan 20 tahun itu memang tengah moncer.
 Tzu Ying mampu menjadi juara dalam dua turnamen terakhir, Hongkong Super Series 2014 dan Super Series Finals 2014.
 Di Hongkong, Tzu Ying menghentikan langkah Nozomi Okuhara dari Jepang dengan 21-19, 21-11. Sementara di Super Series Finals yang dilaksanakan di Dubai, Uni Emiret Arab (UEA), dia melibas Sing Ji-hyun (Korea Selatan) 21-17, 21-12.
 Satu nama pebulu tangkis asing lainnya adalah Ronald Susilo. Secara usia, lelaki kelahiran Kediri, Jawa Timur, ini sudah tak muda lagi. Dia bakal berusia 35 tahun ini.
 Meski sudah gaek, tapi di atas lapangan, Ronald tetap disegani. Sebelum isirahat lama karena cedera, pebulu tangkis yang berbendera Singapura sejak 2004 tersebut duduk di jajaran papan atas.
 Hanya, posisi Muar belum 100 persen. Dengan masih banyak menyisakan pertandingan, posisinya pun rawan gusur. Petaling Jaya dan Puchong United pun siap melakukan kudeta.
 Sementara, Purple League break hingga 21 Januari. Ini disebabkan di negeri jiran bakal berlangsung Malaysia Grand Prix Gold 2015 di Kuching, Sabah, pada 13-18 Januari. (*)

Klasemen Sementara Purple League
  Tim SG
1.Muar City   64
2.Petaling Jaya 46
3.Puchong United 46
4.Kepong         36
5.Petaling         14
6.Ampang Jaya 11
7.Cheras           3
8.Klang United -20
9.Nusajaya -40
10.Serdang -40
11.Kajang -55
12.Bangsar Hawks -65

SG=selisih game menang-kalah

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger