www.smashyes.com

www.smashyes.com

Sama-Sama Ketemu Unggulan

Jumat, 27 Februari 2015

LIBAS: Thomas Rouxel dari Prancis

PERJALANAN Andre Kurniawan Tedjono sudaa sampai perempat final. Dalam pertandingan babak ketiga Jerman Grand Prix Gold 2015 yang dilaksanakan di An den Sportstatten 6 45468 Mulheim an der Ruhr pada Kamis waktu setempat (26/2), mantan skuad Pelatnas Cipayung tersebut tak mengalami kesulitan saat menundukkan Thomas Rouxel dari Prancis dengan straight game 21-17, 21-18.

''Ya, saya menang,'' tulis Andre singkat kepada smashyes.

Bagi Andre, Rouxel bukan wajah yang asing. Lelaki yang sudah beberapa tahun berkelana di Eropa itu sudah dua kali mengalahkannya yakni di Skotlandia Grand Prix 2013 dan Italia Challenge 2014.

Hanya, untuk terus melaju hingga babak semifinal, Andre butuh perjuangan ekstra di lapangan. Di perempat final yang dilaksanakan Jumat waktu setempat (27/2), dia bersua dengan Son Wan-ho.

Unggulan kedua asal Korea Selatan (Korsel) tersebut menggapai tiket perempat final berkat kemenangan 21-12, 21-13 atas Arvind Bhat. Tahun lalu di Taiwan Grand Prix, Andre menyerah mudah 10-21, 13-21.

Perjuangan berat juga akan dilakoni rekan Andre di Djarum Kudus, Dionysius Hayom Rumbaka. Usai menang 21-11, 21-12 atas Lucas Corvee (Prancis), mantan tunggal ketiga Piala Thomas Indonesia itu menjajal ketangguhan unggulan keempat Hans-Kristian Vittinghus (Denmark) yang di babak ketiga melibas Goh Soon Huat (Malaysia) 21-11, 21-15.

Dalam tiga kali perjumpaan, Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, belum pernah menang. Kali terakhir, dia menyerah 21-18, 21-23, 13-21 di India Super Series 2014. (*)

Juara Austria Challenge Belum Cukup

Kamis, 26 Februari 2015

MENYERAH: Fajar Alfian/Rian Adianto (foto:PBSI)

JUARA di Austria Challenge 2015 baru saja digapai pasangan muda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Itu melengkapi koleksi tiga gelar dari event yang dilaksanakan di Wina tersebut.

Namun, posisi tersebut masih belum cukup untuk menjadi modal saat turun di Jerman Grand Prix Gold 2015. Fajar/Rian langsung tersingkir dari turnamen level III di BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) itu.

Dalam pertandingan yang dilaksanakan di  Mulheim an der Ruhr Rabu waktu setempat (252), mereka kalah dua game langsung 13-21, 18-21 kepada pasangan tangguh asal Rusia Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov. Dari ranking yang ada, Fajar/Rian kalah jauh. Posisinya 100 setrip di bawah lawannya yang duduk di posisi 14 dunia.

Di nomor ganda putra ini, kekalahan Fajar/Rian membuat Indonesia tinggal berharap kepada Yohanes Rendy Sugiarto/Afiat Yuris Wirawan dan Rian Agung Saputro/Berry Angriawan. Rendy/Afiat di babak pertama bertarung tiga game 23-21, 14-21, 23-21 oleh wakil Korea Selatan Sol Kyu-choi/Ko Sung-hyun.

Di babak kedua, mereka akan menantang Ivanoz/Sozonov, yang diunggulkan di posisi keenam. Pasangan asal Djarum Kudus tersebut belum pernah menantang lawannya tersebut.(*)

Masih Bertahan meski dari Kualifikasi

Firman Abdul Kholik

SABETAN Firman Abdul Kholik masih memakan korban. Kali ini, giliran Ng Ka Long yang dibuatnya tak berdaya.

Firman mempermalukan pebulu tangkis asal Hongkong tersebut dengan dua game tanpa balas 21-12, 22-20 dalam pertandingan babak kedua Jerman Grand Prix Gold 2015 yang dilaksanakan di Mulheim an der Ruhr pada Rabu waktu setempat (26/2). Kemenangan ini cukup mengejutkan.

Alasannya, secara ranking, Firman kalah jauh. Dia ada di posisi 160 sedangkan Ka Long di ranking 33 dunia. Selain itu, di Jerman Grand Prix Gold 2015, lelaki binaan Mutiara Bandung tersebut merangkak dari babak kualifikasi.

Namun, untuk kembali melaju juga bukan pekerjaan mudah bagi Firman. Pada babak ketiga turnamen berhadiah total USD 120 ribu tersebut, coba dihadang wakil Hongkong lainnya, Wong Wing Ki.

Ini akan menjadi pertemuan perdana bagi Firman dengan lelaki yang berdarah Indonesia dari kedua orang tuanya tersebut. Wing Ki sendiri di babak pertama mempermalukan mantan tunggal putra terbaik Indonesia yang juga senior Firman di Pelatnas Cipayung Simon Santoso.

Selain Firman, di babak ketiga tunggal putra Jerman Grand Prix Gold 2015, Indonesia juga menempatkan Dionysius Hayom Rumbaka dan Andre Kurniawan Tedjono. Langkah keduanya ke perempat final terbuka lebar.

Lawan yang dihadapi di babak ketiga termasuk ringan. Hayom, yang di babak kedua menundukkan Valeriy Atrashchenkov (Ukraina) 21-10, 21-13, ditantang Lucas Corvee asal Prancis. Wakil Negeri Anggur, julukan Prancis, juga akan menjadi lawan Andre.

Mantan penghuni Pelatnas Cipayung tersebut bersua dengan Thomas Rouxel. (*)

Tak Ada Nama Lee Chong Wei

Rabu, 25 Februari 2015

ABSEN DI KANDANG: Lee Chong Wei 

KEINGINAN menyaksikan Lee Chong Wei tampil di kandang sendiri sirna. Namanya tak masuk dalam peserta sementara turnamen Malaysia Super Series Premier yang dilaksanakan di Kuala Lumpur pada 31 Maret-5 April 2015.

Padahal, semula, Chong Wei diharapkan bisa turun ke lapangan lagi. Apalagi, kehadirannya bisa menyedot animo penonton menyaksikan pertandingan turnamen yang menyediakan hadiah total USD 500 ribu tersebut.

Chong Wei sendiri juga menjadi pemegang rekor juara di Malaysia Open, nama titel turnamen di negeri jiran itu.Lelaki 32 tahun tersebut sudah mengoleksi gelar tunggal putra sebanyak 10 kali.

Sayang, asa itu tinggal mimpi. BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) belum memberikan izin kepadanya untuk mengayunkan raket di turnamen resmi. Ini tak lepas dari sanksi tanpa batas yang dikeluarkan terkait doping yang dilakukan dalam Kejuaraan Dunia di Kopenhagen, Denmark, Agustus 2015.

Dengan absennya Chong Wei, Malaysia tak punya wakil yang langsung bertengger di babak utama. Empat pebulu tangkis yang dimiliki, Chong Wei Feng, Mohammad Arif Abdul Latif,Zulkifli Zulfadli,dan Liew Daren,harus merangkak dari babak kualifikasi.  (*)

Koleksi Gelar Lee Chong Wei
2004, 2005, 2006, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014

Febri Belum Banyak Berkeringat

Febri (kanan) bersama Roy Danu

LANGKAH Febriyan Irvannaldy begitu ringan dalam Sirkuit Nasional Seri I. Dia menang mudah 21-14, 21-15 atas Yayan Yuliardana (Legends Palembang) pada babak pertama yang dilaksanakan di GOR Dempo, Palembang, pada Selasa waktu setempat (24/2).

''Alhamdulillah, saya bisa lolos babak kedua,'' jelas Febri, sapaan karib Febriyan Irvannaldy.

Bahkan, hal yang sama juga bakal terulang di babak kedua. Pebulu tangkis yang pernah digembleng di Pelatnas Cipayung tersebut akan dijajal Moch Revindra (Djarum Kudus), yang sebelumnya menang 21-8, 21-10 atas M. Andika (PON Sumsel). Toh, kalau menang lagi, Febri, yang diunggulkan di posisi kedua, bisa bersua dengan rekannya berlatih di Tim PON Jawa Timur Roy Putu Danu.

Febri  sendiri berharap bisa tampil lebih bagus lagi dibandingkan Sirnas 2014. Tahun lalu, lelaki binaan Wima, Surabaya, itu menggondol dua gelar di Seri Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah. (*)

Simon Langsung Tersingkir

MUSICA: Simon Santoso (foto:djarum)

TAHUN 2015 sudah menembus bulan kedua alias Februari. Namun, Simon Santoso juga belum turun ke lapangan dalam kalender resmi turnamen BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).

Memang, Simon menjadi salah satu aktor keberhasilan Musica Champions mempertahankan gelar dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2015. Di Purple League yang merupakan kompetisi bulu tangkis antarklub di Malaysia, dia juga turun dengan membela bendera Klang United.

Tapi, kedua ajang tersebut bukan turnamen BWF. Kesempatan berlaga dalam Malaysia Grand Prix Gold 2015 pun dilewatkannya. Alasannya, kondisinya belum fit untuk ikut ambil bagian dalam turnamen yang dilaksanakan di Kuching, Sarawak, Januari lalu.

Nah, Jerman Grand Prix Gold 2015 yang kini tengah berlangsung menjadi penampilan perdananya. Tapi, hasil yang diraih sungguh sangat mengecewakan.

Simon langsung tersingkir di babak pertama. Dalam pertandingan yang dilaksanakan di An den Sportstatten 645468 Mulheim an der Ruhr Selasa waktu setempat (24/2), mantan tunggal putra terbaik Indonesia tersebut kalah oleh pebulu tangkis Hongkong yang menempati unggulan ke-16 Wong Wing Ki dengan dua game langsung 17-21, 16-21.

Yang lebih menyakitkan lagi. Kekalahan ini merupakan pil pahit pertama Simon dari lekaki yang mempunyai darah Indonesia dari kedua orang tuanya tersebut.
Dalam empat kali pertemuan sebelumnya, Simon selalu memetik kemenangan.

Dengan tumbangnya Simon, Indonesia tinggal menyisakan tiga wakil di babak kedua Jerman Grand Prix Gold 2015 yakni Dionysius Hayom Rumbaka, Andre Kurniawan Tedjono, dan Firman Abdul Kholik. Di babak pertama, Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, memulangkan unggulan ketiga asal Taiwan Hsu Jen Hao 21-10, 10-21, 21-18.

Langkahnya menuju babak ketiga akan semakin lapang. Di babak kedua yang dilaksanakan Rabu waktu setempat (25/2), mantan penghuni Pelatnas Cipayung tesebut berhadapan dengan wakil dari babak kualifikasi Valeriy Atrashchenkov (Ukraina) yang menundukkan Vladimir Malkov (Rusia) 8-21, 21-19, 22-20.

Di atas kertas, Hayom bakal tak mengalami kesulitan. Ranking yang dimilinya sekarang, 31, masih 100 setrip di atas lawan. (*)

Dari Petaling Berlanjut ke Sirnas

Selasa, 24 Februari 2015

BARU:Ardiansyah

RIZKY  Hidayat punya pasangan baru. Sebelumnya, pebulu tangkis asal Wima Surabaya tersebut berpartner dengan satu klubnya, Riyo Arief.

Namun, pasangan ini susah untuk bermain bersama lagi setelah Riyo bekerja di sebuah bank swasta. Dia tak bisa bepergian ke mana--mana untuk mengikuti rangkaian turnamen, termasuk ajang sirkuit nasional (sirnas).

Nah, dalam Sirnas I yang dilaksanakan di Palembang, Sumatera Selatan, Rizky berpasangan dengan Ardiansyah Putra yang berbendera Berkat Abadi Banjarmasin. Sebernarnya, penampilan di sirnas ini bukan kali pertama bagi mereka.

Rizky/Ardiansyah sudah tampil kompak dalam Purple League. Dalam ajang yang merupakan kompetisi bulu tangkis antarklub Malaysia tersebut, keduanya membela Petaling.

Kolaborasi Rizky/Ardiansyah mampu membawa Petaling melewati babak penyisihan. Sayang, mereka gagal meloloskkan klubnya hingga babak semifinal.

Dalam Sirnas Palembang, Rizky/Ardiansyah diunggulkan di posisi kedelapan. Pada babak pertama, mereka memperoleh bye. Di babak kedua, Rizky/Ardiansyah ditantang ganda asal klub Exist Jakarta Alwi Mahardika/Willian Astan.

Di Kota Empek-Empek ini, unggulan teratas ganda putra ditempati pasangan asal Suryanaga Surabaya Christopher Rusdianto/Tri Kusuma Wardhana. (*)

Pernah 10 Besar, Kini Merangka dari Kualifikasi

MERANGKAK:Rian Agung Saputro (foto;PBSI)

BERADA di zona 10 besar dunia ganda putra pernah dirasakan Rian Agung Saputro. Saat itu, dia berpasangan dengan Angga Pratama.

Ini membuat Rian/Angga digadang-gadang bakal menjadi ganda andalan Indonesia di masa depan. Mereka diharapkan mampu menggantikan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Sayang, harapan tersebut sirna. Rian/Angga penampilannya labil. Usai menjadi juara Indonesia Grand Prix 2013, penampilan keduanya seperti terjun bebas.

Kekalahan demi kekalahan ditelan pasangan asal Suryanaga/Jaya Raya tersebut di babak-babak awal. Kejuaraan Dunia 2014 di Kopenhagen, Denmark, menjadi penampilan pemungkasnya.

Dalam event yang digelar Agustus itu, Rian/Angga menyerah di babak ketiga kepada Kim Ki-jung/Kim Sa-rang (Korea Selatan) dengan 14-21, 13-21. PBSI pun resmi menceraikannya.

Rian pun dipasangkan dengan Berry Anggriawan. Sudah dua kali turnamen yang diikuti yakni Makau Grand Prix 2014 dan Austria Challenge 2015.

Hasilnya pun jeblok. di Makau, Rian/Berry, yang diunggulkan di posisi keenam, tersingkir di babak kedua usai dipermalukan Marcus Ellis/Chris Langridge 16-21, 21-23. Pekan lalu di Austria Challenge, perjalanan keduanya juga hanya sampai babak ketiga.Rian/Berry menyerah kepada rekannya sendiri, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto 16-21, 21-19, 19-21.

Kini, Rian/Berry pun mengejar poin lagi di Jerman Grand Prix Gold 2015. Hanya, dengan ranking yang dimiliki sekarang,220, mereka hanya melalui babak kualifikasi.

Dalam pertandingan yang dilaksanakan di Mulheim an der Ruhr pada Selasa waktu setempat (24/2), Rian/Berry akan dijajal pasangan gado-gado Prancis dan Indonesia, Viki Indra/Florent Riancho. Dari ranking dunia yang dimiliki, Rian/Berry kalah. Lawannya ada di posisi 136.
Jika menang, mereka harus berhadapan dengan pemenang duel Jurgen Koch/Christian Lind Thomsen (Austria/Denmark) dengan Lucas Corvee/Brice Laverdez (Prancis).

Di babak kualifikasi ini, ada satu pasangan Indonesia yang merangkak dari babak kualifikasi yakni Fran Kurniawan/Arya Maulana. Mereka akan menjajal ketangguhan Joshua Magee/Sam Magee. (*)

Ulangi Capaian Austria Open 2010

JUARA: Fajar Alfian/M. Rian Ardianto

INDONESIA berpesta di Austria Challenge 2015. Pebulu tangkis merah putih membawa pulang tiga gelar dalam event yang menyediakan hadiah total USD 15 ribu tersebut.

Tiga gelar itu disumbangkan oleh Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dari ganda putra, Suci Rizky Andini/Maretha Dea Geovani (ganda putri), dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran). Mereka mampu mengalahkan lawan-lawannya dalam babak final yang dilaksanakan di Wina pada Sabtu waktu setempat (21/2) atau MInggu WIB (22/2).

Fajar/Rian, sapaan karib Muhammad Rian Ardianto, menghentikan perlawanan Peter Briggs/Tom Wolfenden dari Inggris melalui rubber game 23-21, 18-21,21-19. Ini menjadi pertemuan perdana dari kedua pasangan.

Di ganda putri, Suci Rizky Andini/Maretha Dea Giovani, yang diunggulkan di posisi kedelapan,unggul dua game 21-14, 23-21 atas wakil Inggris Heather Olver/Lauren Smith (Inggris). Bagi pasangan Pelatnas Cipayung ini, hasil tersebut membuat mereka langsung merasakan manisnya naik ke podium terhormat dalam penampilan perdana.

Sebelumnya, Suci dipasangkan dengan Tiara Rosalia Nuraidah. Sedangkan Maretha berpartner dengan Rosyita Eka Putri.

Gelar ketiga disumbangkan Edi/Gloria yang menundukkan rekannya sendiri di pelatna, Ronald Alexander/Melati Daeva Oktaviani dalam pertarungan tiga game 15-21, 22-20, 21-18 yang memakan waktu 56 menit. Bagi Edi/Gloria, lawannya tersebut bukan seteru yang asing.

Kedua pasangan sudah dua kali bertemu sebelumnya di Indonesia Grand Prix Gold 2014 dan Belanda Grand Prix. Hasilnya, Edi/Gloria selalu memetik kemenangan.

Koleksi tiga gelar ini juga mengulangi hasil di Austria Open, titel resmi turnamen, pada 2010.Saat itu, Indonesia juga menggondol tiga juara melalui Andre Kurniawan Tedjono (tunggal putra), Fransisca Ratnasari (tunggal putri), dan Viki Indra/Ardiansyah Putra (ganda campuran). (*)






Hasil final Austria Challenge 2015

Tunggal putra:Ng Ka Long (Hongkong x1) v Iskandar Zulkarnaik (Malaysia) 14-21, 21-18, 21-19

Tunggal putri: Cheung Ngan Yi (Hongkong) v Petya Nedelcheva (Bulgaria x3) 22-20, 21-18

Ganda putra:Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Indonesia x8) v Peter Briggs/Tom Wolfenden (Inggris) 23-21, 18-21,21-19

Ganda putri:Suci Rizky Andini/Maretha Dea Giovani (Indonesia x8) v Heather Olver/Lauren Smith (Inggris) 21-14, 23-21

Ganda campuran:Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia x3) v Ronald Alexander/Melati Daeva (Indonesia x4) 15-21, 22-20, 21-18

Surabaya Tutup Rangkaian Sirnas 2015

Sabtu, 21 Februari 2015

VENUE: GOR Sudirman,Surabaya (foto:victor)

SURABAYA masih dianggap sebagai kota bulu tangkis. Kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta tersebut kembali dipercaya menjadi host Sirkuit Nasional (Sirnas) 2015.

Bahkan, seperti tahun lalu, Kota Pahlawan, julukan Surabaya, menjadi seri pemungkas. Dari daftar yang sudah dirilis pihak Djarum, Seri Surabaya akan menjadi Seri X yang dilaksanakan di GOR Sudirman pada 9-14 November.

Sedangkan Palembang, Sumatera Selatan, mendapat amanah menjadi seri pembuka.Ajang yang diikuti para pebulu tangkis papan atas tanah air tersebut akan dilaksanakan di GOR Dempo dan GOR Ranau,Jakabaring.

Ini tentunya bisa menjadi pengobat dahaga publik bulu tangkis Surabaya. Sebelumnya, pada 2014 dan awal 2015, dua event bergengsi yang biasanya dilaksanakan di laksanakan di ibu kota Provinsi Jawa Timur tersebut raib. Ajang itu adalah Axiata Cup 2014 dan Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2015.

Tahun lalu, Axiata dilaksanakan di Jakarta. Sementara, SBI digeber di Denpasar, Bali. Axiata merupaakan ajang beregu yang diikuti oleh negara-negara Asia Tengggara plus Eropa All-Star dan Asia All-Star.

SBI sendiri merupakan pertandingan antarklub bergengsi yang diikuti oleh klub-klub dalam dan luar negeri. Salah satu bintang yang hadir dalam SBI 2015 yang dilaksanakan di Pulau Dewata, julukan Bali, adalah Lee Yong-dae asal Korea Selatan. (*)

Agenda Sirnas 2015

Seri I: Palembang (Sumatera Selatan)  23-28 Februari

Seri II: Manado (Sulawesi Utara) 27 April-2 Mei

Seri III:Jakarta (DKI Jakarta) 11-16 Mei

Seri IV: Bandung (Jawa Barat) 18-23 Mei

Seri V: Jogjakarta (DI Jogjakarta)  18-22 Agustus

Seri VI: Magelang (Jawa Tengah) 24-29 Agustus

Seri VII: Pontianak (Kalimantan Barat) 28 September - 3 Oktober

Seri VIII: Pekanbaru (Riau) 11-17 Oktober

Seri IX: Mataram (Nusa Tenggara Barat) 26-31 Oktober

Seri X: Surabaya (Jawa Timur) 9-14 Novenber

Edi/Gloria Meretas Jalan Obati Luka

KUAT:Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja (foto:djarum)

GELAR di level grand prix sudah diigapai pasangan ganda campuran Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. Mereka menggapainya dalam Makau Open 2014.

Dalam pertandingan final pada 30 November 2014, Edi/Gloria menghentikan langkah pasangan Singapura Danny Bawa Chrisnanta/Yu Yan 21-15, 29-30, 22-20 . Bahkan, tahun ini, mereka nyaris sudah meraih posisi terhormat.

Edi/Gloria mampu menembus final Malaysia Grand Prix Gold 2015. Namun, di laga pemungkas, pasangan yang sama-sama berasal dari Djarum Kudus tersebut harus mengakui ketangguhan seniornya di Pelatnas Cipayung Praveen Jordan/Debby Susanto 21-19, 10-21, 18-21.

Tapi, kini, Edi/Gloria punya asa kembali menambah koleksi. Di Austria Challenge 2015, langkahnya sudah sampai di semifinal.

Slot itu diraih usai menang 21-17, 21-18 atas wakil Swedia Jonathan Nord/Emelie Fabbeke. Untuk bisa lolos final, pasangan yang diunggulkan di posisi ketiga tersebut menantang unggulan ketiga Evgenij Dremin/Evgenia Dimova.  Ganda Rusia itu lolos ke semifinal usai menghentikan perlawanan Gao Xiangcheng/Wu Qianqian (Tiongkok) 21-15, 12-21, 21-11.

Edi/Gloria belum pernah bersua ganda Negeri Beruang Merah, julukan Rusia, itu. Meski kalah peringkat, namun mereka punya asa menang. Ranking keduanya tak jauh berbeda. Edi/Gloria ada di posisi 36 atau tiga setrip di bawah lawannya. (*)

Gelar Tunggal Putra Lepas

MENYERAH: Setyaldi Putra Wibowo (foto:djarum)

KANS Indonesia meraih gelar juara di nomor bergengsi, tunggal putra, di Austria Challenge 2015 kandas. Ini setelah satu-satunya wakil yang tersisa hingga perempat final, Setyaldi Putra Wibowo, menyerah.

Dia dipaksa harus mengakui ketangguhan Iskandar Zulkarnain dari Malaysia dalam pertarungan rubber game 14-21, 21-13, 13-21 di Wina pada Jumat waktu setempat (20/2). Stamina tampaknya mempengaruhi penampilannya. Sebelum menembus perempat final, Setyaldi juga memeras keringat tiga game sebelum menyingkirkan unggulan ketiga Rasmus Fladberg dari Denmark dengan 21-16, 18-21, 21-17.

Meski mengirim banyak tunggal putra, tapi hingga babak kedua, Indonesia tinggal menyisakan dua duta. Selain Setyaldi, ada Thomi Azizan Mahbub. Sayang, dia gagal melaju ke perempat final usai disikat unggulan teratas asal Hongkong Ng Ka Long 12-21, 15-21.

Malaysia sendiri di nomor tunggal putra ini sudah memastikan satu tiket di babak final. Iskandar akan ditantang rekan senegaranya sendiri, Goh Soon Huat. Di perempat final, Soon Huat mengatasi perlawanan Gabriel Ulldahl (Swedia) dengan 21-18, 21-15. Sedangkan semifnal lainnya mempertemukan Ka Long dengan Eric Pang (Belanda).

Sebenarnya, beban juara diberikan kepada Andre Kurniawan Tedjono. Tapi, langkah pebulu tangkis senior yang kenyang berlaga di Eropa ini langsung terhenti di babak pertama. Andre menyerah kepada sahabatnya asal Belgia yang berdarah Indonesia Yuhan Tan. (*)

Masih Mimpi Ikuti Jejak Susi

Jumat, 20 Februari 2015

MASA JAYA: Susi Susanti saat masih aktif,

KESEDIHAN Indonesia di nomor tunggal putri All England bakal terus berlanjut. Masih susah mengharapkan srikandi-srikandi merah putih pulang berkalung medali dalam turnamen perorangan paling bergengsi di muka bumi itu.

Kali terakhir, tunggal putri Indonesia yang naik ke podium terhormat adalah Susi Susanti. Dia melakukannya pada 1994.

Dalam pertandingan final, perempuan yang kini menjadi istri Alan Budikusuma tersebut menundukkan Ye Zhaoying dari Tiongkok dengan 11-5, 11-9 (saat itu pertandingan masih memakai game 11). Gelar itu juga menjadi yang keempat di All England bagi Susi.

Tiga kalungan medali lainnya diberikan pada 1990, 1991, dan 1993. Gelar perdana bagi Susi pada 1990 diraihnya berkat kemenangan atas Huang Hua (Tiongkok) 12-11, 11-1. Setahun kemudian, gadis asal Jawa Barat tersebut rekannya sendiri asal Indonesia Sarwendah Kusumardhani 0-11, 11-2, 11-6.  Sedangkan pada 1993, dia  mengalahkan Bang So-hyun (Korea Selatan) 4-11, 11-4, 11-1.

Setelah itu, gelar juara seakan jauh dari genggaman. Ini juga bakal terjadi pada 2015 ini.

Indonesia hanya menurunkan tiga tunggal putrinya. Dari ketiganya, hanya Lindaweni yang langsung ke babak utama. Sedangkan Millicent Wiranto dan Bellaetrix Manuputty harus berjuang dari babak kualifikasi.

Bahkan, jika sama-sama memetik kemenangan di pertandingan pertama kualifikasi, keduanya bakal bentrok berebut tiket ke babak utama. Untuk Lindaweni, dia langsung berhadapan dengan lawan berat asal Thailand Porntip Buranaprasertsuk.

Meski mampu menang dua kali dalam tiga kali pertemuan, tapi ranking Lindaweni jauh dari Porntip. Pebulu tangkis Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, itu ada di posisi 22 sedang Lindaweni 20 setrip di bawahnya.

Toh kalau pun menang, lawan lebih berat sudah menantang. Lindaweni sudah ditunggu pemenang partai PV Sindhu asal India versus juara dunia 2014 asal Spanyol Carolina Marin.

Ini artinya, masih berat untuk bisa meneruskan jejak Susi. Tapi, semua masih bisa terjadi di lapangan. (*)

Dapat Visa, Sony Tantang Unggulan

TERTUNDA: Sony Dwi Kuncoro (foto:djarum)

NAMA Sony Dwi Kuncoro sempat tertulis di Jerman Grand Prix Gold 2015. Namun, ketika undian (drawing) turnamen berhadiah total USD 120 tersebut dimuncul, mantan penghuni Pelatnas Cipayung tersebut tak terdaftar.

Ada apa? ''Saya mundur bukannya cederanya kambuh. Visa yang buat ke Jerman belum keluar,'' ujar Sony kepada smashyes.

Namun, itu tak mengurangi semangatnya berburu poin di Eropa. Sebagai gantinya, Sony berlaga di Swiss Open. Labelnya pun sama dengan Jerman yakni Grand Prix Gold.

Dalam kejuaraan yang dilaksanakan di Basel pada 10-15 Maret itu, bapak dua putri ini langsung ketemu yang tak ringan. Sony berhadapan dengan unggulan ke-13 asal Taiwan Tzu Wei Wang.

Sepanjang karir Sony, dia belum pernah berhadapan dengan lawannya yang kini duduk di posisi 39 dunia itu. Selama 2015 ini, mantan tunggal putra terbaik Indonesia itu hanya tampil sekali yakni di Malaysia Grand Prix Gold.

Sayang, langkahnya langsung terhenti di babak pertama. Dalam pertandingan yang dilaksanakan di Sarawak 14 Januari itu, Sony menyerah tiga game 21-14, 15-21, 16-21.

Usai keluar dari Cipayung, Sony memang ingin tetap eksis ke papan atas bulu tangkis dunia. Salah satunya, dia bakal rajin tampil dalam berbagai kejuaraan internasional.

Di Swiss Grand Prix 2015 di tunggal putra, selain Sony juga terdapat nama Andre Kurniawan Tedjono, Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, dan Tommy Sugiarto. Kali terakhir Indonesia menjadi juara di Swiss melalui Marleve Mainaky pada 2002.

Tahun lalu, gelar juara jatuh ke tangan Viktor Axelsen asal Denmark.Di final, dia menang 21-7, 16-21, 25-23 atas Tian Houwei asal Tiongkok. (*)

Tak Mau Kalah Lagi di Babak I

Kamis, 19 Februari 2015

KEJAR SEMI: Riky Widianto (foto;PBSI)

RIKY Widianto dengan ke All England 2015 dengan optimistis. Turun di nomor ganda campuran bersama Richi Puspita Dili, dia berharap bisa menembus babak semifinal turnamen yang dilaksanakan National Indoor Arena, Birmingham, Inggris, pada 3-8 Maret mendatang.

‘’Inginnya bisa sampai semifinal,’’ kata Riky kepada smashyes.

Apalagi, mereka punya modal berharga. Riky/Richi mampu menjadi juara India Grand Prix 2015.Dalam final yang dilaksanakan di New Delhi pada 25 Januari, keduanya mengandaskan wakil tuan rumah, Manu Attri/K. Maneesha, dengan skor 21-12, 21-17.

Hanya, dalam dua All England terakhir, 2013 dan 2014, Riky/Richi punya pengalaman buruk. Mereka langsung tersingkir dalam pertandingan perdana.

Pada 2013, Riky/Richi menyerah kepada seniornya yang pernah menjadi penghuni Pelatnas Cipayung Markis Kido/Pia Zebadiah 21-15, 14-21, 21-23. Setahun kemudian, giliran ganda Tiongkok Lu Kai/Huang melibas mereka dengan straight game 21-14, 21-14.

Nah, untuk menghindari kejadian terulang, Riky/Richi pun telah dipersiapkan secara matang. Usai dari India, keduanya langsung fokus ke All England Super Series 2015.

‘’Jadi,kami tak main di Jerman Grand Prix Gold 2014 yang dilaksanakan sebelum All England,’’ tambah Riky.

Di babak pertama, pasangan yang kini duduk di posisi delapan dunia tersebut ditantang Kenichi Hayakawa/Misaki Matsutomo. Ini merupakan pertemuan perdana bagi kedua pasangan.

Di atas kertas, Riky/Richi unggul jauh. Lawannya hanya berada di posisi 26 dunia.

Hanya, pasangan merah putih tersebut tak boleh lengah. Pasangan Negeri Sakura, julukan Jepang, selalu tampil ngotot di atas lapangan.

Dalam tiga tahun terakhir, gelar ganda campuran All England jatuh ke tangan pasangan Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (*)

Pasangan Adu Jotos Dipasangkan Lagi

FIGHT: Bodin (tengah) melepaskan bogem ke Maneepong

MASIH ingat perkelahian Bodin Issara dan Maneepong Jongjit? Ya, kedua pebulu tangkis Thailand tersebut adu jotos di final ganda putra Kanada Grand Prix 2013 yang dilaksanakan 22 Juli.

Panasnya Bodin dan Maneepong dipicu karena dulunya mereka merupakan pasangan. Tapi, karena sebuah persoalan, keduanya pun berpisah.  Bodin berpasangan dengan Pakkawat Villailak dan Maneepong dengan Nipithpon Puangpuapech.

Bodin dan Maneepong masih dianggap sebagai ganda terbaik Negeri Gajah Putih, julukan Thailand.Keduanya mampu menembus babak perempat final Olimpiade London 2012. Bodin/Maneepong juga pernah menembus posisi 10 besar dunia.

Akibat tragedi tinju itu, keduanya mendapat sanksi dari federasi bulu tangkis Thailand. Setelah itu, Bodin belum pernah lagi turun ke lapangan dalam berbagai turnamen resmi BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).

Sedangkan Maneepong bersama Nipitpon menjelajah di berbagai turnamen. Hasilnya, mereka menjadi juara di Amerika Serikat (AS) Grand Prix Gold 2014.

Kini, Bodin pun akan kembali turun lapangan usai sanksinya habis. Mau tahu dia akan berpasangan dengan siapa? Jawabannya sungguh mengejutkan.

Bodin berpasangan dengan Maneepong. Aksi perdana keduanya berlangsung di Swiss Grand Prix Gold yang dilaksanakan di Basel pada 10-15 Maret mendatang.Bahkan, dalam turnamen berhadiah total USD 120 ribu tersebut, Bodin/Maneepong langsung diunggulkan di posisi keempat babak kualifikasi.

Ini disebabkan ranking keduanya melorot jauh. Dari rilis yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), mereka terpuruk di posisi 230. (*)

Harus Menang Tiga Kali Baru Lolos


TA NTANGAN: Wisnu Yuli Prasetyo (foto:djarum)

JALAN terjal harus dilewati Wisnu Yuli Prasetyo. Dia dua kali dipaksa tampil tiga game hanya untuk bisa tampil di babak final kualifikasi Austria Challenge 2015.

Pada laga perdana yang dilaksanakan di Wina pada Rabu pagi waktu setempat, WIsnu menjungkalkan unggulan ke-16 Nikita Khakimov dari Rusia dengan 21-16, 15-21, 21-13. Beberapa jam kemudian, mantan penghuni Pelatnas Cipayung tersebut melibas wakil tuan rumah Wolfgang Gnedt dengan 19-21, 21-7, 21-6.

Meski menang dua kali, tapi Wisnu belum bisa berlaga di babak utama turnamen yang menyediakan hadiah total USD 15 ribu tersebut. Masih ada satu lagi pertandingan yang bakal dilakoni.

Lelaki yang akrab disapa Ucil ini menantang unggulan ketiga yang juga berasal dari Austria Matthias Almer. Ini menjadi pertemuan perdana bagi Wisnu dan Almer. Dari sisi ranking, Wisnu kalah. Dia di posisi 200 sedangkan lawannya di 101.

Di Austria Challenge ini, Wisnu sudah tak memakai bendera Pelatnas Cipayung. Juga bukan Surya Baja, Surabaya, klub tempatnya bernaung. Kini, dia berstatus sebagai pebulu tangkis Djarum Kudus.

Selain Wisnu, Indonesia juga menempatkan Adi Pratama, Setyaldi Putra Wibowo, Firman Abdul Kholik, Riyanto Sibagja, dan Thomi Azizan Mahbub di final kualifikasi. Di babak utama, merah putih baru menempatkan Andre Kurniawan Tedjono.

Di laga perdana, lelaki yang juga pernah digembleng di Pelatnas Cipayung tersebut ditantang pebulu tangkis Belgia yang punya darah Indonesia, Yuhan Tan asal Indonesia. (*)

Seminggu Timba Ilmu di Korea Selatan

Senin, 16 Februari 2015

EXIST:Prasetyo (tiga dari kanan)

PENGALAMAN berharga didapat pebulu tangkis muda Indonesia. Mereka menjalani latihan bersama di Pelatnas Junior Korea Selatan di Hwasun.

‘’Kami berada di Korea Selatan selama hampir satu minggu dari 1-6 Februari. Kami berangkat 30 Januari dan sampai satu hari sesudahnya,’’ kata Prasetyo Restu Basuki, salah satu pelatih yang mendampingi pebulu tangkis junior Asia ke Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan.

Kota yang ditujunya, jelasnya, adalah Hwasun. Di sana tak ada pebulu tangkis senior.

‘’Beda kota dengan yang senior,’’ ungkap Prasetyo.

Menurutnya, ada 16 pebulu tangkis dan tiga pelatih. Para atlet tersebut terdiri dari delapan putra dan delapan putri.

‘’Atlet yang terpilih adalah mereka yang juara dan runner-up Junior Masters 2014. Usianya di bawah 19 tahun.’’ Ujar Prasetyo yang juga pelatih Exist Jakarta.

Sedangkan selain dirinya, pelatih yang ikut mendampingi adalah Rudy Gunawan dari Djarum Kudus dan Shaefuloh dari SGS Bandung.

Perjalanan ke negeri beribukota Seoul itu, paparnya, sesuai dengan tugas dari PP PBSI. Diharapkan, banyak ilmu yang bisa diserap dari negeri yang melahirkan banyak pebulu tangkis top dunia tersebut. (*)

Denmark Koleksi Gelar Ke-15

KEMBALI KE JALUR: Kubu Denmark di atas podium.

DENMARK kembali menjadi yang terkuat. Negara beribukota Kopenhagen tersebut mengalahkan Inggris dengan 3-0 dalam pertandingan final Kejuaraan Beregu Campuran Eropa 2015 yang dilaksanakan di Leuven, Belgia, pada Minggu waktu setempat (15/2).

Tiga kemenangan Denmark disumbangkan Line Kjaersfeldt  dari tunggal putri, Jan O Jorgensen (tunggal putra), dan pasangan ganda putri Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl. Menariknya, mereka menang straight game atau dua game langsung.

Poin pertama Denmark didonasikan Line yang memetik kemenangan 21-14, 21-11 atas Fontaine Mica Chapman.Sebenarnya, hasil ini di luar dugaan. Dalam pertemuan terakhir di Swedia Masters Januari lalu, Line menyerah 17-21, 16-21.

“Kekalahan dua tahun lalu sangat pahit. Kami datang untuk fokus menjadi juara,’’ kata Line usai pertandingan seperti yang dikirim Asosiasi Bulu Tangkis Eropa kepada smashyes.

Kemenangan Line membuat semangat rekan-rekannya melambung. Tunggal putra ranking kedua dunia Jan O Jorgensen melibas wakil Inggris Toby Penty 21-18, 21-14.  Ranking Penty jauh di bawah Jorgensen. Dia menduduki posisi 112 dunia.

‘’Saya mempersiapkan mental menghadapi Rajiv Ouseph. Tapi, setelah tahu yang turun Toby, saya yakin bakal menang dua game,’’ ungkap Jorgensen.

Gelar Denmark dipastikan melalui Christina/Kamilla yang menghentikan ambisi Heather Oliver/Lauren Smith 21-9,21-14.

Ini merupakan gelar ke-15 bagi Denmark di ajang yang mempertandingan lima nomor, tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putra, dan ganda campuran tersebut.

Menghadapi Inggris, sudah banyak yang memprediksi Denmark bakal tak akan mengalami kesulitan. Real final tersaji di babak semifinal.

Denmark dipaksa bekerja keras sebelum mengalahkan Jerman dengan skor 3-2 pada Sabtu (14/2). Sempat unggul 2-0, Denmark tertahan 2-2.
Untung, di laga terakhir, Kamilla/Christinna menjadi pahlawan negaranya. (*)

Koleksi Gelar Denmark
1976,1980,1986,1988,1990,1996, 1998, 2000, 2002,2004, 2006, 2008, 2009, 2011, 2015

Inggris Kembali Cicipi Rasa Final

Minggu, 15 Februari 2015

POIN: Fontaine Mica Chapman

KEGAGALAN kembali menghampiri Rusia. Langkah negeri berjuluk Beruang Merah tersebut terhenti di babak semifinal Kejuaraan Beregu Campuran Eropa 2015.

Dalam pertandingan yang dilaksanakan di Leuven, Belgia, Sabtu waktu setempat (14/2), Rusia dikalahkan Inggris 2-3. Dua tahun lalu di kandang sendiri, Moskow, Vladimir Ivanov dkk dipermalukan Jerman dengan skor 1-3.

Sebenarnya, asa Rusia melangkah ke final 2015 terbuka lebar. Di partai pertama yang mempertandingkan nomor ganda campuran, mereka mampu memetik kemenangan.

Secara mengejutkan, Ivan Sozonov/Evgeniya Kosetskaya, yang tak mempunyai peringkat dunia, menumbangkan pasangan Inggris yang berperingkat enam dunia Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan rubber game 21-17, 17-21, 21-13. Namun, Inggris mampu menyamakan kedudukan.

 Andalan tunggal putranya, Rajiv Ouseph, melibas Vladimir Malkov dengan tiga game 21-15, 11-21, 21-18.  Tunggal putri kembali menjadi titik lemah Rusia.

 Ksenia Polikarpova menyerah dua game langsung 17-21, 15-21 kepada Fontaine Mica Chapman. Sebenarnya, Fontaine bukan lawan yang asing bagi Polikarpova.

Bahkan, kemenangan pun harusnya bisa dipetik. Alasannya, dalam pertemuan terakhir di Irlandia Internasional 2014, Polikarpova unggul 23-21, 21-15.

Harapan negara pecahan Uni Soviet tersebut terbuka kembali melalui Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov.Pasangan ranking 14 dunia itu unggul 22-20, 15-21, 21-13 atas Marcus Ellis/Chris Langridge.

Sayang, di partai kelima, pasangan ganda putri Ekaterina Bolotova/Evgeniya Kosetskaya menyerah 12-21, 21-15, 16-21 kepada Gabrielle Adcock/Lauren Smith. Secara ranking, pasangan Rusia sebenarnya lebih unggul. Bolotova/Kosetskaya di posisi 32 sedangkan lawannya 18 setrip di bawahnya.

Dua tahun lalu, langkah Inggris hanya sampai semifinal. Ini seperti pada 2011. Sementara, pada 2008 dan 2009, mereka mencicipi babak final sebelum dijinakkan Denmark. (*)

Malang Host Indonesia GPG

Daren Parks (kiri) dan Wijanarko

PENUNJUKKAN Kota Malang sebagai host Indonesia Grand Prix Gold 2015 semakin terbentang. Bahkan, mereka hanya tinggal menungu ketok palu dari BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).

‘’Tinggal pengesahan saja. Tapi, semuanya bakal berjalan lancar,’’ kata Ketua Pengprov PBSI Jatim Wijanarko Adi Mulya kepada smashyes.

Itu setelah event director BWF Darren Parks meninjau GOR Cakrawala, Malang, yang rencananya dijadikan venue. Dari jadwal BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Indonesia Grand Prix Gold 2015 akan dilaksanakan 1-6 Desember.

Dalam peninjauan itu, selain Wijanarko dan Darren ikut pula dua pengurus PP PBSI Basri Yusufn selaku Kabid Pengembangan serta Kabid Luar Negeri Bambang Roedyanto.

‘’Daren sudah menyetujui setelah melihat venue. Tinggal prosedur akan membuat laporan,’’ ujar Wijanarko.

Daren, tambahnya, juga akan memberitahu syarat apa saja yang membuat GOR Cakrawala disahkan menjadi venue. Ini, ungkap Wijanarko, berkaitan dengan lampu dan ruangan penunjang.

Memang, dibandingkan dua event yang masuk kalender BWF lainnya, Indonesia International Series dan Indonesia Super Series Premier, Indonesia Grand Prix 2015 belum mempunyai host. Indonesia Internasional Series akan dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah,pada 14-19 April. Sedangkan Indonesia Super Series Premier digeber d Jakarta pada 2-7 Juni. (*)

Host Indonesia Grand Prix

2010:Samarinda (Kalimantan Timur)

2011: Samarinda (Kalimantan Timur)

2012: Palembang (Sumatera Selatan)

2013: Jogjakarta (DI Jogjakarta)

2014:Palembang (Sumatera Selatan)

2015: Malang (Jawa Timur)?

Sudah Saling Bentrok di Babak Awal All England

Sabtu, 14 Februari 2015

KUALIFIKASI: Dionysius Hayom Rumbaka


UNDIAN All England Supe Series 2015 tak mengenakkan bagi sektor tunggal putra.Bisa dipastikan sampai babak kedua, wakil Indonesia hanya tersisa satu.

Kok bisa? Ya, di babak utama, Indonesia hanya mempunyai Tommy Sugiarto. Di laga perdana, pebulu tangkis yang memilih tak berada di Pelatnas Cipayung bakal bersua dengan lawan dari kualifikasi 1.

 Nah, di babak kualifikasi yang dilaksanakan 3 Maret 2015, besar kemungkinan dua wakil merah putih, Dionysius Hayom Rumbaka dan Simon Santoso, bakal bentrok di final slot 1.  Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, di partai pertama akan dijajal Mohamad Arif Abdul Lati dari Malaysia.

 Dari rekor pertemuan, Hayom unggul 2-0. Kemenangan dipetik pebulu tangkis Djarum Kudus tersebut di Indonesia Grand Prix Gold 2012 dengan 21-10, 8-21, 22-20 dan di Vietnam Grand Prix 2014 dengan 19-21, 21-13, 22-20.

 Sedangkan Simon di babak pertama kualifikasi dijajal Rasmus Fladberg dari Denmark. Simon, yang kini duduk di ranking 39, belum pernah bersua dengan lawannya yang berperingkat 44 dunia.  Jika menang, Hayom atau Simon akan menantang Tommy.

 Sejak 1994 atau 21 tahun lalu melalui Haryanto Arbi, Indonesia tak pernah lagi menjuarai nomor tunggal putra.

 Tahun lalu, Tommy, yang diunggulkan di posisi ketiga, langsung menyerah di babak pertama kepada Gao Huan (Tiongkok)13-21, 21-10,18-21.Sedang Hayom melangkah hingga babak kedua sebelum dihentikan Son Wan-ho (Korea Selatan) 16-21, 21-14, 10-21. Menariknya, tahun ini, Hayom dan Wan-ho satu tim di Djarum Kudus dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia. (*)

Kesempatan Denmark Balas Dendam


MOSKOW, Rusia, 19 Februari 2013. Moment itu tak akan mau diingat oleh para pebulu tangkis Denmark.

Saat itu, kali pertama sejak 1996, gelar juara nomor beregu campuran Eropa lepas dari genggaman. Ironisnya, dalam final, Denmark dibantai dengan skor telak 0-3.

Derita salah satu kutub bulu tangkis dunia tersebut dimulai oleh Line Kjaerseldt. Turun di tunggal putri, dia menyerah mudah 9-21, 16-21 kepada Juliane Schenk.

Jerman memperbesar kemenangan melalui Marc Zwiebler yang turun di partai tunggal putra. Dia dipaksa tampil tiga game 21-17, 7-21,8-21 oleh Hans-Kristian Vittinghus.

Nah, di partai ketiga, pasangan terkuat Eropa di ganda putri Kamilla Rytter-Juhl/Christinna Pedersen  tumbang 19-21,15-21 kepada Birgit Michels/Juliane Schenk. Kini, kekuatan kedua sudah jauh berbeda.

 Para pebulu tangkis negeri di Skandinavia itu semakin matang. Sebaliknya dengan Jerman. Kini di Leuven, Belgia,Denmark memboyong kekuatan terbaiknya dan Jerman sudah tak ada nama Schenk dan Zwiebler yang terus menurun permainanya.

Nah, kesempatan membalas dendam itu kini terbentang. Denmark dan Jerman akan bersua di babak semifinal Kejuaraan Beregu Campuran Eropa 2015.

Itu setelah kedua negara tersebut melibas lawan-lawannya di babak perempat final yang dilaksanakan di Leuven, Belgia, pada Jumat waktu setempat (13/2) atau Sabtu dini hari WIB (14/2).

 Denmark memetik kemenangan 3-1 atas Skotlandia. Sedangkan Jerman susah payah mengatasi perlawanan Prancis dengan skor 3-2.

 Satu pertain yang lepas dari Denmark terjadi di tunggal putri. Line menyerah tiga game 16-21, 23-21,11-21 kepada Chloe Magee.

 Di tiga partai lainnya, tunggal putra (Jan O Jorgensen), ganda putra (Anders Skaarup/Kim Astrup), dan ganda campuran (Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen) semuanya disapu bersih.

 Jerman sendiri nyaris malu. Mereka sempat tertinggal 0-2 ketika dua tunggalnya,Fabian Roth di putra dan Karin Schnaase, terjungkal.

 Sesuai perhitungan, di babak semifinal nanti, Denmark bisa mencuri kemenangan di tiga partai melawan Jerman yakni di tunggal putra, ganda putra, dan ganda putri. Kualitas Jan O Jorgensen, Mathias Boe/Cartsen Mogensen, dan Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl   masih di atas semua wakil Jerman. (*)

Rusia Mencari Obat Kegagalan 2013


RUSIA menjadi tim pertama yang menggenggam tiket semifinal Kejuaraan Beregu Campuran Eropa 2015. Pada babak perempat final yang dilaksanakan di Leuven, Belgia,Jumat waktu setempat (13/2), Negeri Beruang Merah, julukan Rusia, menundukkan Skotlandia dengan skor 3-1.

Kemenangan Rusia dibuka dari nomor ganda campuran. Pasangan Vladimir Ivanov/Evgeniya Kosetskaya menang straight game 21-12, 21-16 atas Imogen Bankier/Robert Blair. Kemenangan ini cukup mengejutkan.

 Alasannya, dari ranking dunia, pasangan Imogen/Robert jauh lebih unggul. Mereka ada di posisi ke-18 sedangkan ivanov/Kosetskaya tak punya peringkat kedua.

 Rusia menambah kemenangan menjadi 2-0. Tunggal putra mereka, Vladimir Malkov menang mudah 21-17, 21-11 atas Kieran Merrilees. Ini menjadi kemenangaan ketiga dalam empat kali pertemuan Malkov  dengan Kieran.

 Dua kemenangan dipetiknya di Kroasia Internasional 2010 dan Bulgaria Internasional 2013.Malkov sekali tumbang di Piala Sudirman 2013.

 Kirstin Gilmour sempat membuka harapan bagi Skotlandia dengan mencuri kemenangan di tunggal putri. Peringkat 26 dunia tersebut tak mengalami kesulitan ketika menundukkan Ksenia Polikarpoa, ranking 53 dunia, dengan 21-15, 21-5.

 Tapi, pasangan ganda putra Rusia Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov menutup asa Skotlandia. Ganda ranking 14 dunia itu menundukkan Robert Blair/Paul Van Rietvelde 22-20, 21-16.

 Dengan skor 3-1 membuat partai ganda putri antara Ekaterina Bolotova/Evgeniya Kosetskaya (Rusia) versus Imogen Bankier/Kirsty Gilmour urung dilaksanakan.  Di semifinal, Rusia akan menghadapi Inggris yang di semifinal melibas Belanda dengan skor 3-1.

Dua tahun lalu, saat menjadi tuan rumah di Moskow, Rusia gagal menjadi juara.Langkahnya terhenti di babak semifinal. Juara digapai Jerman yang secara mengejutkan menundukkan Denmark.(*)

Skuad Rusia di Kejuaraan Beregu Campuran Eropa 2015
Putra:

1.Vitalij Durkin (ranking ganda putra 1483, ganda campuran 24)

2.Vladimir Ivanov (ranking tunggal putra 71, ganda putra 14, ganda campuran 94)

3.Ivan Sozonov (ranking tunggal putra 2136,ganda putra 14, ganda campuran 171)

4.Vladimir Malkov (ranking tunggal putra 51, ganda putra 567)

5. Anatoly Yartsev (ranking tunggal putra 166, ganda putra 84, ganda campuran 40)


Putri
1.Ekaterina Bolotova (ranking tunggal putri 177, ganda putri 32, ganda campuran 55)

2.Anastasia Chervyakova (ranking tunggal putri 163, ganda putri 25, ganda campuran 153)

3.Evgeniya Kosetskaya (ranking tunggal putri 81, ganda putri 32, ganda campuran 40)

4.Ksenia Polikarpova  (ranking tunggal putri 53, ganda putri 93)

5.Nina Vislova (ranking ganda putri 25, ganda campuran 24)

Luber Peserta, Final Bisa Mundur

Senin, 09 Februari 2015

NAIK:Suasana pertandingan FIFA Cup (foto:sidiq)

FIFA Flypower 2015 banjir peserta. Ajang yang dilaksanakan di kawasan Bluru, Sidoarjo, mulai 8 Februari tersebut diikuti 1054 pebulu tangkis dari 104 klub.
 ‘’Kalau tak membatasi , peserta bisa tembus 1400-an. Kami menyambut gembira dari antusias peserta ini,’’ kata M. Thoriq, Pembina FIFA, kepada smashyes.
 Peserta itu, lanjut dia, bukan hanya berasal dari Jawa Timur. Peserta dari luar Jawa pun ikut memanaskan persaingan juara.
 ‘’Ada yang dari Kalimantan, ada juga yang dari Ternate (Maluku Utara),’’ lanjut Thoriq.
 Bahkan, dengan melubernya peserta ini membuat pihak FIFA berencana memundurkan partai final. Semua, agenda babak pemungkas dilaksanakan Sabtu (14/2).
 ‘’Bisa jadi final akan dilaksanakan pada Minggunya (15/2). Tiap tahun memang peserta yang datang luar biasa,’’ ungkap lelaki yang tinggal tak jauh dari venue pertandingan itu.
 Hanya, dia menyayangkan absennya para pengurus Pengkab PBSI Sidoarjo dalam acara pembukaan. Bukan hanya ketua umum, pengurus yang diundang pun tak ada yang menampakkan batang hidungnya.
 ‘’Separo badan aja nggak ada yang muncul,’’ canda lelaki yang pernah mengerkan proyek jembatan yang menghubungkan Jawa dan Madura, Suramadu, tersebut.
 Padahal, tambahnya, Ketua Pengprov PBSI Jatim Wijanarko Adimulya, dan jajarannya menyempatkan hadir. Wijar, sapaan karib Wijanarko,  yang membuka langsung kejuaraan. (*)

Kepong Rajai Purple League

JUARA:Kubu Kepong mengangkat trofi juara. (foto:thestar)

LAJU Kepong tak terbendung. Mereka akhirnya menjadi juara Purple League.
 Dalam final yang dilaksanakan di Genting Highland pada Minggu waktu setempat (8/2), Kepong menundukkan tim favorit juara Muar City dengan 13-8.
 Kepong sempat tertinggal dulu. Tungga putra pertama Muar City Mohd Arif Abdul  menundukkan Nur Azriyn Ayup 11-7, 11-8, 9-11, 11-1. Namun, Kepong membalasnya di tunggal  putri.
 Pebulu tangkis yang didatangkan dari Singapura Liang Xiaoyu  melibas perempuan asal Indonesia  Rusydina Antardayu dengan tiga game langsung 11-9, 11-6, 11-7.
 Kemenangan Liang menambah kepercayaan diri rekan-rekannya. Ganda putra pertama Kepong Ow Yao Han/Tan Boon Heong menghentikan perlawanan Tan Wee Kiong/Teo Kok Siang. 8-11, 11-7, 9-11, 11-6, 11-10 win.
 ‘’Pertandingan yang ketat karena kami hanya bisa menang dengan beda satu poin,’’ kata Boon Heong kepeda media lokal Malaysia.
 Hanya, dia mengakui bisa tampil rileks. Menurutnya, Muar City lebih difavoritkan dalam ajang yang merupakan kompetisi bulu tangkis antarklub di Malaysia tersebut.
 Pebulu tangkis spesialis ganda dari Indonesia Hendra Gunawan menjauhkan Kepong dari kejaran seterunya itu. Turun di nomor ganda campuran berpasangan dengan Mei Qili, mereka menjungkalkan  Mak Hee Chun/Vivian Hoo 11-7, 11-10, 11-5.
 Nah, lagi-lagi strategi jitu dengan menempatkan Goh Soon Huat sebagai tunggal putra kedua memberikan hasil yang manjur. Lelaki dengan ranking 126 itu menjungkalkan Tan Chun Seang 11-9, 11-9, 11-7. Di ranking dunia, sebenarnya Chuan Seang lebih unggul. Dia ada di posisi 63.
 Di partai terakhir, ganda putra kedua, Chow Pak Chun/Tan Bin Shen memastikan Muar City ke tangga terhormat dengan menang tiga game 11-9, 11-5,11-9 atas Low Juan Sheng/Soo Kar Seong.
‘’Xiaoyu membuka jalan kemenangan bagi kami. Dia bisa menang tiga game langsung dan pasangan Boon Heong/Yao Han ikut membangkitkan semangat dengan kemenangan yang dipetik,’’ kata Manajer Kepong  Samuel Nesan.
 Tempat ketiga diduduki Puchong United yang menang tipis 14-12 atas Cheras.
 Purple League diikuti oleh 12 klub di Malaysia. Sistem yang dipakai memang beda dengan kompetisi di negara lain.
 Pada babak penyisihan, kemenangan dinilai dari poin tiap game. Namun, mulai memasuki babak delapan besar dipakai sistem game kemenangan.
 Selain itu, partai yang digelar juga lain. Purple League tidak mengenal ganda putri dan menggantinya dengan dua partai tunggal putra dan dua ganda putra. (*)

Lolos karena Kepong Ubah Strategi

Sabtu, 07 Februari 2015

Rizky Hidayat di layar raksasa

PURPLE League sudah memasuki babak semifinal. Tapi, Petaling harus merelakan tak bisa berlaga dalam babak perebutan tempat ke final tersebut.
 Mereka dipaksa mengakui ketangguhan Kepong dengan 7-13 pada pertandingan babak delapan besar yang dilaksanakan di Kuala Lumpur pada Jumat  waktu setempat (6/2). Hanya, pebulu tangkis Indonesia yang  bergabung dalam Petaling mampu menyumbangkan kemenangan.
 Pasangan Ardiansyah Putra/Rizky Hidayat melibas wakil Kepong  Chin Chuan Jue/Soo Kar Seong 11-7, 6-11, 11-8, 11-8. Ini menjadi dua kemenangan yang dipetik Petaling dai enam partai.
 Satu lagi kemenangan disumbangkan pebulu tangkis Jepang Kenichi Tago. Dia tak mengalami kesulitan saat mengalahkan Ai Wei Jian 11-10, 11-, 11-6.
 ‘’Kepong mengubah strateginya. Mereka melepas tunggal putra pertamanya karena pasti kalah lawan Tago,’’ kata Rizky kepada smashyes.
 Ya, sebenarnya, Kepong mengandalkan Goh Soon Huat. Tapi, dia bakal tumbang jika bersua langsung dengan lelaki asal Negeri Sakura, julukan Jepang, itu. Secara ranking, Tago ungguh jauh. Dia ada di posisi 19 sedangkan Soon Huat di 126.
 ‘’Soon Huat pun dimainkan jadi tunggal putra kedua. Dia pun menang atas tunggal kedua kami, Soo Teck Zhi (11-5, 11-5, 11-1),’’ ungkap Rizky.
 Kekalahan telak itu pula yang membuat Petaling kalah jauh dalam game kemenangan. Ya, di babak delapan besar Purple League, sistem yang dipakai beda dengan penyisihan. Jika penyisihan menghitung poin, maka di delapan besar, game kemenangan yang dipakai.
 Kemenangan atasn Petaling membuat Kepong percaya diri. Di semifinal kompetisi klub bulu tangkis Malaysia pada Sabtu (7/2) tersebut,mereka menggilas Cheras dengan skor telak 17-6. Sama saat melawan Petaling, Puchong juga melepas tunggal putra pertama.
 Mereka menurunkan Nur Azryin Ayup yang dibabat habis oleh pebulu tangkis senior Malaysia Muhammad Hafiz Hashim 9-11, 11-7,6-11, 4-11. Soon Huat kembali turun sebagai tunggal kedua. Hasilnya, dia memetik kemenangan 11-6, 11-8, 11-8 atas Sim Fong Hao.
 Di Kepong, Indonesia diwakili Hendra Aprida Gunawan yang turun di ganda campuran. Di babak semifinal, dia berpasangan dengan Mei Qili dan menang 11-10, 11-9, 6-11 10-11, 11-8 atas Razi Abd Latif/Soong Fie Cho. (*)    

Cheras-Muar City Tunggu Lawan

Jumat, 06 Februari 2015

HILANG POIN:Rusydina Antardayu

PURPLE League sudah memasuki babak delapan besar. Delapan tim teratas event yang merupakan kompetisi bulu tangkis Malaysia tersebut bakal melakukan pertarungan do or die.
 Nah, duatim, Cheras dan Muar City, akhirnya menjejakkan kaki ke babak semifinal. Itu setelah kedua tim melibas lawan-lawannya pada babak delapan besar yang dilaksanakan pada Kamis waktu setempat (5/2).
 Cheras mampu mengalahkan Petaling Jaya dengan 17-6 dan Muar City menghentikan langkah Serdang BC. Keduanya akan kembali tampil pada Sabtu waktu setempat melawan pemenang pertandingan semifinal kedua yang dilaksanakan Jumat waktu setempat (6/2). Babak empat besar hari kedua ini mempertandingkan Petaling melawan Kepong dan Puchong United versus Ampang Jaya.
Saat menang atas Petaling Jaya, Cheras nyaris sapu bersih. Dari lima partai yang digelar, mereka hanya kalah di tunggal putra kedua.  Ini terjadi ketika Sim Fong Hao dikalahkan Yogendran Khrisnan 4-11, 6-11, 11-8, 11-10,4-11.
 Sedangkan Muhammad Hafiz Hashim (tunggal putra pertama), Sarita  Suwanakijboriharn (tunggal putri), Muhammad Hafizi Hashim/Zakry Abdul Latif (ganda putra pertama), Razif Ab Latif/Soong Fie Cho (ganda campuran), dan Mohd Lutfi Zaim/Trawut Potieng memupus asa wakil Petaling.
 Dalam pertandingan kedua tim, hanya di kubu Petaling yang menempatkan pebulu tangkis Indonesia. Di tunggal putri, Millicent Wiranto, menyerah kepada Sarita 7-11, 6-11, 11-6,7-11.
 Sementara, dalam pertandingan kedua, hal yang sama juga terjadi.Muar City hanya kehilangan satu partai.Tunggl putri mereka asal Indonesia, Rusydina Antardayu, menyerah 11-7,11-5,10-11, 7-11, 5-11 kepada Goh Jin Wei dari Serdang.
Untung wakil Muar City dari Indonesia Fikri Hadmadi yang dipercaya sebagai tunggal putra kedua tak mengalami kesulitan menang 11-9, 11-5, 11-7 atas Lim Zhen Ting. (*)

Sony Merangkak dari Kualifikasi

EKSHIBISI: Sony Dwi Kuncoro dan Febriyan Irvannaldy

BERMAIN di babak utama sudah menjadi hal yang biasa bagi Sony Dwi Kuncoro. Itu terjadi di semua turnamen bergengsi berlabel super series premier.
 Tapi, itu terjadi saat rankingnya berada di kisaran 10 besar dunia. Beda dengan sekarang.
 Seiring cedera yang menimpa yang membuatnya absen di berbagai turnamen, ranking Sony pun jeblok. Imbanya, kini arek Suroboyo itu pun harus rela melalui babak kualifikasi.
 Bukan di ajang super series atau pun super series premier. Dalam ajang grand prix gold, Sony harus berjuang dari babak kualifikasi dulu.
 Seperti yang terjadi dalam Jerman Grand Prix Gold 2015. Dengan ranking 127, bapak dua anak ini pun harus rela berkeringat dulu untuk menembus babak elite.
 ‘’Iya, saya harus lewat babak kualifikasi di Jerman nanti,’’ kata Sony kepada smashyes.
 Di Jerman Grand Prix Gold tahun ini yang dilaksanakan di Mulheim an der Ruhr pada 24 Februari-11 Maret 2015,Sony berhadapan dengan Kasper Lehikoinen dari Finlandia. Dari ranking dunia, pebulu tangkis yang kini membela Tjakrindo Masters tersebut masih unggul dibandingkan Kasper yang duduk di posisi 145. Namun, jika lengah, bisa jadi Sony gagal merasakan persaingan babak utama turnamen berhadiah total USD 120 ribu tersebut.
 Sebelum belaga di Jerman Grand Prix Gold, Sony sudah menjajal kemampuannya dalam Superliga Bulu Tangkis Indonesia 2015. Dalam ajang yang dilaksanakan di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, pada 25 Januari-1 Februari itu, dia membela Jaya Raya Jakarta.
 Hanya, peraih perunggu Olimpiade Athena 2004 itu tak selalu turun ke lapangan.Ini disebabkan posisinya sebagai tunggal keempat.
 Sony kalah rankingnya dibandingkan Tommy Sugiarto, Wei Nan asal Hongkong, dan Tanongsak Saensomboonsuk (Thailand).
 Dia hanya turun saat timnya sudah memastikan lolos ke semifinal. Tampil sebagai tunggal ketiga, Sony mengalahkan Panji Ahmad Maulana dari Mutiara Bandung dengan 21-12, 21-10 serta Tatsuya Watanabe (Tonami Jepang) dengan 21-16, 21-9.
 Mantan penghuni Pelatnas Cipayung itu kembali tak masuk line up ketika Jaya Raya dipermalukan Djarum Kudus 0-3 serta menang 3-0 atas  Tonami dalam perebutan posisi III.
 Selain itu, Sony juga mengasah kemampuannya dengan tampil di laga ekshibisi melawan Febriyan Irvannaldy di sela-sela Kejurab di Pacitan, Jawa Timur. (*)

Wakil Indonesia di Tunggal Putra dalam Jerman GPG 2015
Kualifikasi:Sony Dwi Kuncoro,Thomi Azizan Mahbub,Firman Abdul Kholik
Utama:Tommy Sugiarto,Simon Santoso, Dionysius Hayom Rumbaka, Andre Kurniawan Tedjono

Habis Musuhan, Makan Bersama

Kamis, 05 Februari 2015

LAWAN: Yuhan Tan (foto: badmintoneurope)

ANDRE Kurniawan Tedjono dan Yuhan Tan berasal dari dua negara yang berbeda. Andre dari Indonesia sedangkan satunya dari Belgia Meski pun, Yuhan punya darah Indonesia yang mengalir dari orang tuanya.
 Namun, itu tak membuat keduanya ada jarak. Andre dan Yuhan dikenal sebagai sahabat dekat.  Bahkan, kini,keduanya bergabung dalam satu klub di Jerman, Ludinghausen.
 ‘’Kami merupakan sahabat baik,’’ kata Andre kepada smashyes.
 Tapi, dalam Austria Challenge 2015, untuk sementara waktu, persahabatan tersebut sejenak ditanggalkan. Ini dikarenakan Andre dan Yuhan bakal berebut tiket babak kedua.
 Ya, dalam drawing (undian) yang sudah dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Andre akan ditantang sahabatnya itu pada pertandingan babak pertama Austria Challenge yang dilaksanakan di Wina pada 18-21 Februari mendatang.
 Dari catatan BWF, keduanya sudah dua kali bersua dalam turnamen resmi. Kedua-duanya dimenangkan Andre. Pebulu tangkis didikan Djarum Kudus tersebut menang di Jerman Grand Prix 2013 dan Belanda Grand Prix 2014.
 ‘’Iya, memang kami sudah sering bertemu,’’ ungkap Andre.
 Bahkan, dia pun punya kans untuk menang lag. Dari sisi ranking, Andre lebih bagus. Mantan penghuni  Pelatnas Cipayung tersebut ada di posisi 40 sedangkan Yuhan di 84.
 ‘’Habis musuhan, kami makan bareng. Musuhannya di lapangan saja,’’ ungkap Andre.
 Tahun ini, Andre baru sekali tampil yakni di Malaysia Grand Prix Gold. Hasilnya kurang memuaskan.
 Dia langsung tersingkir di babak pertama. Lelaki 28 tahun itu menyerah 15-21, 13-21 kepada musuh lamanya, Derek Wong dari Singapura.
 Tahun di Austria Challenge, Andre mampu menembus babak final. Sayang, langkahnya dihentikan Sourabh Varma dari India 11-21, 23-21, 18-21. (*)

Jejak Andre Kurniawan Tedjono di Austria Challenge 2014
Babak I: Mathias Borg (Swedia) 21-13, 18-21, 21-12
Babak II: Tzu Wei Wang (Taiwan) 24-22, 15-21, 21-12
Perempat final: Michal Rogalski (Polandia) 8-21, 21-17, 22-20
Semifinal:Rasmus Fladberg (Denmark) 17-21, 21-14,21-12
Final: Sourabh Varma (India x5) 11-21, 23-21, 18-21

X=unggulan

Lakoni Debut di Wina

Rabu, 04 Februari 2015

EROPA:Wisnu Yuli (foto:victorsport)

DEBUT  Wisnu Yuli Prasetyo berbaju Djarum Kudus tak dilakoni di dalam negeri. Mantan penghuni Pelatnas Cipayung tersebut bakal berlaga di Austria Challenge yang dilaksanakan di Wina pada 18-21 Februari 2015.
 Hanya, dengan ranking yang dimiki, Wisnu harus melalui babak kualifikasi. Ya, dalam peringkat yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), dia ada di posisi  201.
 Ini dikarenakan Wisnu jarang tampil selama 2014. Tercatat, lelaki kelahiran 11 Juli 1992 tersebut hanya berlaga di enam turnamen. Hasilnya pun cukup mengecewakan.
 Wisnu sudah tumbang di babak-babak awal. Poin terbanyak diraihnya dalam Indonesia Super Series Premier dengan menembus perdelapan final. Langkahnya dihentikan Hans-Kristian Vittinghus dari Denmark dengan straight game 16-21, 11-21.
 Dibandingkan rekan-rekannya saat di Pelatnas Cipayung, Wisnu kalah intensitas tampil di berbagai event. Selain itu, persaingan yang ketat membuat dia pun akhirnya memutuskan meninggalkan kawah candradimuka pebulu tangkis Indonesia itu.
 Lelaki yang juga akrab disapa Ucil itu pun kembali ke klub yang membesarkannya, Surya Baja, Surabaya. Namun, ketika kembali ke Kota Pahlawan, julukan Surabaya, sang pemilik klub, Abdul Chodir, lagi fokus dengan pekerjaan utamanya sebagai pemilik perusahaan pembuat mesin batako.
 Selain itu, dia juga menjadi senior di klub yang latihannya berpindah ke Candi, Sidoarjo, itu. Ini membuat Wisnu tak kuasa menolak saat rekannya di Cipayung, Dionysius Hayom Rumbaka, mengajak bergabung dengan Djarum.
  Di Wina, pada pertandingan pertama kualifikasi, Wisnu akan menjajal unggulan ke-16 asal Rusia Nikita Khakimov.Jika menang, dia masih butuh dua hasil manis lagi untuk bisa merasakan babak utama turnamen berhadiah total USD 15 ribu tersebut.
 Selain Wisnu, di babak kualifikasi ada pebulu tangkis Indonesia lainnya yakni Adi Pratama, Setyadi Putra Wibowo,Firman Abdul Kholik, Riyanto Subagja, dan Thomi Azizan Mahbub serta Julian Arbitama. (*)

Larang ke SBI, eh Tampil di Purple League

KAJANG: Liliyana (dua kanan dari depan)

PP PBSI tak memberikan kesempatan kepada Liliyan Natsir tampil pada Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2015. Padahal, klubnya, Djarum Kudus, ikut ambil dalam ajang yang dilaksanakan di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, pada25 Januari-1 Februari 2015 lalu.
 Bahkan, Djarum mampu menembus babak semifinal beregu putri. Sayang, mereka gagal menembus final usai dikalahkan Jaya Raya dengan skor 3-2 pada babak semifinal yang dilaksanakan Jumat(30/1). Bisa jadi, salah satu penyebab kekalahannya adalah absennya Liliyana.
 Alasannya, pebulu tangkis asal Manado, Sulawesi Utara,tersebut tengah dipersiapkan menghadapi All England 2015. Turnamen berlabel super series premier tersebut akan dilaksanakan 3-8 Februari mendatang.
 Apalagi, perempuan berambut cepak tersebut sudah tiga kali beruntun (hat-trick) juara di ganda campuran berpasangan dengan Tontowi Ahmad. Pasangannya itu juga tak bisa membela Djarum Kudus di SBI 2015.
 Namun, ada yang aneh. Pada saat yang hampir bersamaan, Sabtu, 31 Januari 2015, Liliyana, berlaga di Purple League dengan membela bendera  Kajang.
 Bahkan, dia berlaga saat bersamaan dengan Djarum Kudus berlaga di perebutan posisi ketiga melawan Hokuto Bank Jepang dan memetik kemenangan 3-0.  Sementara di Purple League, Liliyana berpasangan dengan Songphon Anugritayawon asal Thailand.
 Mereka mengalahkan wakil Serdang Lim Zhen Ting/Sannatasah Saniru dengan 11-4, 11-6,11-3. Sayang, kemenangan ini tak mampu menolong Kajar dari kekalahan.
 Mereka menyerah 186-193. Hasil ini membuat Kajang berada di posisi kesebelas atau satu setrip di atas juru kunci, Bangsar Hawks.
 Dalam Purple League atau kompetisi bulu tangkis antarklub di Malaysia, banyak pebulu tangkis Indonesia ikut ambil bagian. Di tunggal putra tercatat nama-nama seperti Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro. (*)

Muar City Gagal Berlari Menjauh


:
PUNCAK:Pemain dan ofisial Muar City (foto:thestar)
MUAR City tersandung. Pimpinan klasemen Purple League itu dipaksa menyerah dalam laga terakhirnya pada Minggu (1/2). Secara mengejutkan, Muar City harus mengakui ketanggguhan Puchong United dengan 218-203.
 Dari enam partai yang digelar dalam ajang yang merupakan kompetisi bulu tangkis di Malaysia tersebut, wakil Muar City hanya mampu memetik dua kemenanan dari sektor tunggal putra kedua dan ganda putra kedua. Di sektor tunggal kedua, Tan Chun Seang menundukkan duta Puchong, Khosit Phetpradub,11-7, 10-11,11-10, 11-8. Sedangkan pasangan Chow Pak Chuu/Tan Wee Kiong menang tiga game atas Tan Wee Gieen/Yew Hong Kheng 11-10, 11-9,11-10.
 Sayang, di empat partai lainnya, andalan Muar City bertumbangan, termasuk sektor tunggal putra pertama dan tunggal putri. Di tunggal putra, pebulu tangkis senior asal Singapura Ronald Susilo tumbang   8-11, 9-11, 10-11 kepada Liew Daren. Begitu juga Rusydina Antardayu asal  Indonesia yang menyerah 7-11, 3-11, 7-11 kepada juara Asia dan dunia Aya Ohori.
 Keperkasaan Puchong United juga terjadi di ganda putra pertama dan ganda campuran. Daeren Isaac/Wong Fai Yin tampil ektrasberkeringat untuk menundukkan Mak Hee Chun/Tan Bin Shen 11-7, 11-10,7-11, 9-11, 11-8 dan pasangan ganda campuran Tan Aik Quan/Lai Pei Jing melibas Teo Kok Siang/Chow Mei Kuan 11-10, 5-11, 11-10, 11-5.
 Untung, modal kemenangan di laga-laga sebelumnya membuat Muar City unggul 16 game atas rival terdekatnya, Petaling Jaya, dan 26 game dari Punchong United. Ya, Purple League memakai sistem perbedaan game menang dan game kalah untuk menentukan ranking dalam klasemen. Perbedaan dengan liga lainnya di dunia, enam partai yang digelar tak ada nomor ganda putri. (*)

Klasemen sementara (5 besar)
1.Muar City 76
2.Petaling Jaya 55
3. Puchong United 45
4.Kepong  27
5.Petaling 19

Okuhara Gagalkan Sapu Bersih Tiongkok

Senin, 02 Februari 2015

JEGAL:Nozomi Okuhara (foto:yonex)

TUAN rumah gagal sapu bersih juara dalam Tiongkok Challenge 2015. Satu nomor lepas dari genggaman pebulu tangkis Negeri Panda, julukan Tiongkok.
 Adalah Nozomi Okuhara yang menjadi pengganjal langkah wakil negeri terpadat di dunia itu untuk mkeraih lima gelar. Dalam final turnamen berhadiah total USD 15 ribu pada Minggu waktu setempat (1/2) di Lingshui, Okuhara menghentikan langkah wakil Tiongkok Chen Yu Fei dengan dua game langsung 21-19, 21-16. Dari sisi ranking, Nozomi unggul jauh. Dia di possisi 21 sedangkan lawannya 484.
 Penampilan Okuhara memang tengah on fire. Pada 2015 yang baru memasuki bulan kedua, dia sudah mengantongi dua gelar. Sebelumnya, gadis 20 tahun tersebut menjadi juara di ajang Malaysia Grand Prix Gold.
 Tahun lalu, dia meraih tiga gelar yakni di Selaandia Grand Prix, Vietnam Grand Prix, dan Korea Grand Prix. Selain itu, Okuhara mampu menembus turnamen yang levelnya lebih tinggi, Hongkong Super Series. Capaian ini membuat rankingnya melonjak tajam.
  Sempat berada di kisaran 50-an, kini dia mampu berkutat di 20-an besar dunia. Bahkan, tak menutup kemungkinan, posisi akan melonjak lagi hingga ,mendekati 10 besar.
 Sayang sukses Okuhara gagal diikuti di nomor tunggal putra. Wakil Negeri Sakura, julukan Jepang, Kazuma Sakai menyerah dua game 14-21, 12-21. (*)

HASIL Tiongkok Challenge 2015

Tunggal putra:Qiao Bin (Tiongkok) v Kazuma Sakai Jepang x2) 21-14, 21-12

Tunggal putri: Nozomi Okuhara (Jepang x2) v Chen Yu Fei (Tiongkok) 21-19, 21-16

Ganda putra:Wang Yilv/Zhang Wen (Tiongkok x2) v Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok x1) 21-10, 22-20

Ganda putri: Dongni Ou/Yu Xiaohan (Tiongkok x2) v Ayane Kurihara/Naru Shinoya (Jepang x1) 14-21, 21-18, 23-21

Ganda campuran: Zheng Si Wei/Chen Qingchen (Tiongkok x3) v Liu Yuchen/Yu Xiaohan (Tiongkok x1) 15-21, 21-12, 21-13

X=unggulanTUAN rumah gagal sapu bersih juara dalam Tiongkok Challenge 2015. Satu nomor lepas dari genggaman pebulu tangkis Negeri Panda, julukan Tiongkok.
 Adalah Nazomi Okuhara yang menjadi pengganjal langkah wakil negeri terpadat di dunia itu untuk mkeraih lima gelar. Dalam final turnamen berhadiah total USD 15 ribu pada Minggu waktu setempat (1/2) di Lingshui, Nozomi menghentikan langkah wakil Tiongkok Chen Yu Fei dengan dua game langsung 21-19, 21-16. Dari sisi ranking, Nozomi unggul jauh. Dia di possisi 21 sedangkan lawannya 484.
 Penampilan Okuhara memang tengah on fire. Pada 2015 yang baru memasuki bulan kedua, dia sudah mengantongi dua gelar. Sebelumnya, gadis 20 tahun tersebut menjadi juara di ajang Malaysia Grand Prix Gold.
 Tahun lalu, dia meraih tiga gelar yakni di Selaandia Grand Prix, Vietnam Grand Prix, dan Korea Grand Prix. Selain itu, Okuhara mampu menembus turnamen yang levelnya lebih tinggi, Hongkong Super Series. Capaian ini membuat rankingnya melonjak tajam.
  Sempat berada di kisaran 50-an, kini dia mampu berkutat di 20-an besar dunia. Bahkan, tak menutup kemungkinan, posisi akan melonjak lagi hingga ,mendekati 10 besar.
 Sayang sukses Okuhara gagal diikuti di nomor tunggal putra. Wakil Negeri Sakura, julukan Jepang, Kazuma Sakai menyerah dua game 14-21, 12-21. (*)

HASIL Tiongkok Challenge 2015

Tunggal putra:Qiao Bin (Tiongkok) v Kazuma Sakai Jepang x2) 21-14, 21-12

Tunggal putri: Nozomi Okuhara (Jepang x2) v Chen Yu Fei (Tiongkok) 21-19, 21-16

Ganda putra:Wang Yilv/Zhang Wen (Tiongkok x2) v Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok x1) 21-10, 22-20

Ganda putri: Dongni Ou/Yu Xiaohan (Tiongkok x2) v Ayane Kurihara/Naru Shinoya (Jepang x1) 14-21, 21-18, 23-21

Ganda campuran: Zheng Si Wei/Chen Qingchen (Tiongkok x3) v Liu Yuchen/Yu Xiaohan (Tiongkok x1) 15-21, 21-12, 21-13

X=unggulan

Wisnu Yuli Ikuti Ajakan Hayom

IZIN:Wisnu Yuli tinggalkan Surya Baja (foto:victor)

PELATNAS Cipayung sudah ditinggal Wisnu Yuli Prasetyo. Mulai akhir tahun 2014, dia terdeepak dari kawah candradimuka pebulu tangkis Indonesia tersebut.
 Alasannya klasik,dia dianggap kalah bersaing dengan para rival. Padahal, dari sisi usia, Wisnu masih punya jalan yang lapang.
 ''Wisnu sudah dikembalikan ke kami. Dia pun sempat berlatih bersama kami di Sidoarjo,'' kata Pemilik Surya Baja, Abdul Chodir, kepada smashyes.
 Hanya, keberadaan lelaki yang akrab disapa Ucil itu pun tak lama. Mulai Januari lalu, dia sudah bergabung dengan klub raksasa, Djarum Kudus.
''Dia diajak oleh Hayom (Dionysius Hayom Rumbaka, red) yang merupakan sahabat Wisnu. Rencananya, dia akan menjadi pendamping Hayom bertanding di luar negeri,'' ucap Chodir, panggilan karib Abdul Chodir.
 Wisnu, jelasnya, juga sudah minta izin kepadanya untuk berlatih di Kudus, yang menjadi home base Djarum. Untuk itu, surat keluar dari Surya Baja pun sudah ditandatanganinya.
 ''Hanya, statusnya tetap sebagai pebulu tangkis Jawa Timur untuk PON 2016. Klub boleh pindah tapi domisilnya tetap,'' ungkap Chodir.
 Dia tak ada Wisnu, lanjut dia, kini SUrya Baja bakal lebih fokus kepada pembinaan. Dia berharap klubnya bisa kembali mencetak Wisnu Yuli-Wisnu Yuli yang lain. Sebelumnya, Surya Baja juga pernah diperkuat mantan pebulu tangis Pelatnas Cipayung Tauiq Hidayat Akbar. (*)

Djarum Gagal Usik Posisi Musica

PERTAHANKAN: Selebrasi kubu Musica Champions Kudus

IKHSAN Maulana Mustofa tak kuat menanggung beban. Akibatnya, dia menyerah dengan tiga game kepada Jonatan Christie dengan rubber game 21-14, 11-21, 18-21 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, pada Minggu waktu setempat (1/2).
 Kekalalahan Ikhsan pun membuat Djarum Kudus gagal merampas gelar dari Musica Champions Kudus dalam final Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2015. Djarum pun menyerah 2-3.
 Ini sekaligus membuat Djarum belum pernah sekalipun memenangi kelompok beregu putra dalam SBI yang sudah dilaksanakan pada 2007, 2011, 2013, dan 2014 tersebut. Sebaliknya, bagi Musica, kemenangan Jonatan membuat klub  yang disokong perusahaan rekaman tersebut mencetak hat-trick (tiga kali beruntun) menjadi juara.
 Sebenarnya, Djarum sempat  leading dalam pertandingan yang juga disiarkan sebuah stasiun televise swasta tersebut. Dalam partai pertama, pebulu tangkis tamu Djarum asal Korea Selatan Son Wan-ho mempermalukan Simon Santoso dengan rubber game 16-21, 21-9, 21-17.
 Bagi Simon, kekalahan ini di luar dugaan. Pada babak penyisihan akhir Grup A Kamis (29/1), mantan tunggal putra terbaik Indonesia itu menang dua game langsung 21-13, 21-19. Selain itu, dalam pertemuan resmi, Simon unggul tiga kali dalam empat kali pertemuan.
 Namun, Musica mampu menyamakan kedudukan dari ganda pertama. Bintang asal Korea Selatan yang berpasangan dengan pebulu tangkis muda Fajar Alfian melibas Mohammad Ahsan/Berry Anggriawan 16-21,21-14, 21-15.
 Pasangan Yong-dae/Fajar merupakan hasil otak-atik dari kubu Musica. Mereka sempat mengandalkan Yong-dae yang dipasangkan dengan Vladimir Ivanov dari Rusia.  Sayang, saat di babak penyisihan, mereka tumbang kepada Ahsan/Berry.
 Nah, kemenangan ini pun menambah semangat tunggal kedua Musica Lee Hyun-il . Singa tua dari Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, tersebut menang mudah 21-10, 21-7. Pil pahit tersebut membuat Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, gagal melakukan revans. Pada India Super Series 2011, dia menyerah 16-21, 19-21.  Asa Djarum kembali terbuka saat pasangan Fran Kurniawan/Kevin Sanjaya memetik kemenangan 21-17,21-11 atas Markus Fernaldi/Wahyu Nayaka.
 Dua sebelumnya digapai Musica usai menundukkan Malaysia Tigers 3-1 pada 2013 dan Jaya Raya Jakarta dengan skor 3-2 setahun berikutnya. Pada 2013 dan 2014, SBI dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya. (*)

Hasil SBI 2015
Putra:
Juara: Musica Champions Kudus
Runner-up: Djarum Kudus
Posisi III:Jaya Raya
Posisi IV: Tonami Jepang

Putri:
Juara: Jaya Raya Jakarta
Runner-up: Renesas Jepang
Posisi III: Djarum Kudus
Posisi IV:Hokuto Bank Jepang

Duo Thailand Selamatkan Muka Jaya Raya

Minggu, 01 Februari 2015

PODIUM: Kubu Jaya Raya usai meraih juara SBI 2015


JAYA Raya memastikan gelar nomor beregu putri dalam ajang Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) tak terbang ke manca negara. Ini berkat kemenangan 4-1 atas Renesas Jepan dalam final yang dilaksanakan di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali,pada Sabtu waktu setempat (31/1).
 Meski memakai nama Jaya Raya, tapi sukses mereka tak lepas dari penampilan gemilang dua tunggal putri asal Thailand, Ratchanok Intanon dan Busanan Ongbumrungpan. Mereka menyumbangkan kemenangan untuk tim ibu kota.
 Ratchanon, yang merupakan juara dunia tunggal putri 2013, menang mudah atas Kana Ito dengan dua game langsung 21-13, 21-13. Kemenangan ini membuat Jaya Raya leading 1-0.
 Tapi Renesa sempat menyamakan kedudukan melalui pasangan Miyuki Maeda/Reika Kakiiwa. Pasangan peringkat kelima dunia itu mempermalukan ganda terkuat Jaya Raya Pia Zebadiah/Rizky Amelia Pradipta 18-21, 14-21.
 Bagi Pia/Rizky, ganda Negeri Sakura, julukan Jepang, itu memang menjadi momok. Mereka dua kali berjumpa dan tak pernah menang yakni di Denmark Super Series Premier 2013 dan Malaysia Super Series 2013.
 Busanan kembali membuat Jaya Raya unggul. Gadis peringkat 19 dunia tersebut melibas Ayumi Mine dengan straight game 21-9, 21-11.
 Ini menjadi balas dendam Busanan. Dia pernah dipermalukan Ayumi dalam Vietnam Challenge 2012.Saat itu, Busanan menyerah 15-21, 12-21.
 Kemenangan Busanan tersebut mengangkat semangat rekan-rekannya. Greysia Polii/Anggia Shitta Awanda pun sukses memastikan Jaya Raya juara kembali berkat keunggulan 21-19, 21-10 atas Naoko Fukuman/Kurumi Yonao.
 Hasil tersebut membuat Bellaetrix Manuputty tak perlu turun ke lapangan. Seharusnya, dia akan berhadapan dengan Yuki Fukushima. (*)

Distribusi Gelar Beregu Putri SBI 2015

2007:
Tangkas  Jakarta v Jaya Raya Jakarta 3-2

2011
Suryanaga Surabaya v Jaya Raya Jakarta 3-0

2013
Jaya Raya v Unisys Jepang 3-2

2014
Jaya Raya v Unisys Jepang 3-1

2015:
Jaya Raya v Renesas Jepang 3-1

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger