www.smashyes.com

www.smashyes.com

Juara Grup, Ketemu Thailand

Selasa, 30 Juni 2015

POSISI juara Grup D Kejuaraan Asia Junior 2015 di tangan Indonesia. Dalam pertandingan terakhir yang dilaksanakan di Bangkok, Thailand, pada Senin waktu setempat (29/6/2015), merah putih menang 4-1 atas India.

Ini menjadi kemenangan ketiga setelah sebelumnya mengalahkan Turkmenistan 5-0 dan Filipina dengan 4-1. Kedua pertandingan tersebut digelar pada Minggu waktu setempat.

Dalam pertandingan melawan India, Indonesia sempat tertahan 1-1. Di partai pertama, di nomor ganda putra, wakil merah putih Andika Ramadiansyah/Adi Yahya melibas Arjun Madathil/Chandrashekhar dengan rubber game 21-14, 19-21, 21-17 dalam waktu 52 menit.

Tapi, Indonesia kehilangan satu angka saat tunggal putri andalan Gregoria Mariska dipermalukan Shriyanshi Pardeshi dalam pertandingan tiga game 15-21, 21-11, 16-21. Untung, Firman Abdul Kholik, yang dipercaya turun di tunggal putra, kembali membawa unggul. Salah satu tunggal putra Indonesia di ajang Piala Sudirman 2015 itu menghentikan perlawanan Chirag Sen 15-21, 21-14, 21-8.

Pasangan ganda putri Nisak Puji Lestari/Apriani Rahayu menentukan Indonesia di posisi teratas grup. Mereka melibas Sandeep Wadkar/Malavika Jayakumar straight game 21-13, 21-19. Kemenangan merah putih dipungkasi
TERAKHIR:Beno Drajat/Yulfira Barkah (foto:PBSI)
Beno Drajat/Yulfira Barkah 21-11, 21-14 atas Arjun Madathil/Kuhoo Garg.

Di babak delapan besar, Indonesia akan berjumpa runner-up Grup B Thailand. Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, ada di posisi kedua usai dilibas Jepang dengan skor telak 0-5.

Tahun ini, Thailand sudah tak diperkutat Busanan Ongbumrungpan. Usianya kini sudah lewat. Dia sudah tiga kali beruntun mampu menembus semifinal nomor perorangan putri.

India sendiri berjumpa dengan Jepang. Sedangkan dua partai lainnya berjumpa juara bertahan Tiongkok melawan Malaysia dan Korea Selatan bersua Hongkong. (*)

Berjaya di Dua Turnamen Beruntun

Senin, 29 Juni 2015

Lee Chong Wei menambah koleksi juara (foto:badzine)
KOLEKSI di rak juara Lee Chong Wei bertambah. Dia mampu menjadi juara tunggal putra di Kanada Grand Prix 2015.

Dalam final yang dilaksanakan di Calgary pada Minggu waktu setempat (28/6/2015) atau Senin pagi WIB (29/6/2015), Chong Wei tak mengalami kesulitan berarti saat menundukkan Ng Ka Long (Hongkong) dengan dua game langsung 21-17, 21-13. Gelar ini membuat dia mampu meraih posisi terhormat dalam dua turnamen beruntun.

Akhir pekan lalu, Minggu (28/6/2015), Chong Wei mampu meraih gelar di turnamen yang levelnya lebih tinggi, grand prix gold, di Amerika Serikat (AS/US) Open. Pada babak pemungkas di New York, bapak satu anak tersebut melibas Hans-Kristian Vittinghus juga dengan dua game 22-20, 21-12.

Tambahan poin dari Kanada ini bakal mengangkat kembali ranking Chong Wei. Pekan lalu, dalam ranking yang dirilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), lelaki yang mendapat gelar Datuk dari Pemerintah Malaysia tersebut sudah menembus 100 besar dunia dengan ada di tangga ke-99.

Chong Wei butuh banyak poin untuk kembali ke jalurnya sebagai jagoan olahraga tepok bulu dunia. Posisi teratas pernah diduduki hampir lima tahun.

Sayang, kasus doping yang menerpanya dalam Kejuaraan Dunia 2014 di Kopenhagen, Denmark, membuatnya divonis larangan tampil selama delapan bulan oleh BWF. Akibatnya, rankingnya pun terus merosot. Bahkan, dua pekan lalu, Chong Wei sempat terpuruk di luar 100 besar dunia.

Di Kanada Grand Prix 2015, Indonesia gagal membawa pulang gelar. Andrei Adistia/Vita Marissa harus mengakui ketangguhan Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Hongkong) dengan dua game langsung 16-21, 18-21. Ini membuat Indonesia empat tahun paceklik gelar di  Kanada.

Kali terakhir wakil merah putih yang menjadi juara di negeri yang berada di Amerika Utara tersebut adalah Taufik Hidayat di nomor tunggal putra pada 2010. (*)


Distribusi gelar Kanada Grand Prix 2015
Tunggal putra:Lee Chong Wei (Malaysia x14) v Ng Ka Long (Hongkong) 21-17, 21-13

Tunggal putri: Michelle Li (Kanada x3) v Kaori Imabeppu (Jepang) 21-17, 25-23

Ganda putra: Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok x5) v Huang Kaixiang/Wang Sijie (Tiongkok) 17-21, 21-12, 21-18

Ganda putri: Jwalla Gutta/Ashwini Ponnappa (India x3) v Eefje Muskens/Selena Piek (Belanda x1) 21-19, 21-16

Ganda campuran: Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Hongkong) v Andrei Adistia/Vita Marissa (Indonesia) 21-16, 21-18

x=unggulan

Trio SEA Games Jajal Taiwan

Ihsan Maulana Mustofa
TAIWAN Open 2015 levelnya hanya grand prix gold. Tapi, semua pebulu tangkis terbaik dunia ikut serta dalam turnamen behadiah total USD 200 ribu yang dilaksanakan di Taipe pada 14-19 Juli tersebut.

Begitu juga dengan Pelatnas Cipayung. Mereka bedol deso ke negeri yang ada menyebutnya sebagai Tiongkok  daratan tersebut.

Di tunggal putra ada nama Jonatan Christie, Firman Abdul Kholik, dan Ihsan Maulana Mustofa. Ketiganya merupakan pebulu tangkis muda yang mampu mengantarkan Indonesia meraih emas beregu dalam SEA Games 2015 di Singapura.

Namun, untuk melangkah lebih jauh bahkan juara di Taiwan bakal sulit terwujud. Dua juara dunia Chen Long dan Lin Dan, keduanya asal Tiongkok, ikut serta. Begitu juga mantan nomor satu dunia nomor tunggal putra asal Malaysia Lee Chong Wei.

Bahkan, sejak babak awal, Jonatan, Firman, dan Ihsan sudah menemui jalan terjal. Khususnya, Firman.

Dia langsung bertemu dengan unggulan ketujuh asal Korea Selatan Son Wan-ho. Memang, Firman belum pernah bertemu dengan pebulu tangkis Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, itu. Namun, dari ranking, dia kalah jauh. Saat ini, lelaki binaan Mutiara itu ada di posisi 58 sedangkan Wan-ho di posisi sembilan.

Sementara, Jonatan berjumpa dengan Khosit Phetpradab asal Thailand dan Ihsan menantang Shih Kuei Chun (Taiwan). Jonatan pernah mengalahkan lawan yang sama di Indonesia Challenge 2014. Sementara Ihsan belum pernah berjumpa dengan Kuei Chun. (*)



Wakil Indonesia ke Taiwan Grand Prix Gold 2015
Tunggal putra:
Kualifikasi: Andre Marteen (x1), Reksy Megananda, Shesar Hiren Rustavito, Fahmi Mubarok, Wisnu Yuli Prasetyo, Howard Christeven, Kho Henriko
Utama: Jonatan Christie, Tommy Sugiarto (x10), Ihsan Maulana Mustofa, Firman Abdul Kholik, Dionysius Hayom Rumbaka (x12), Anthony Ginting, Simon Santoso,Andre Kurniawan Tedjono, Sony Dwi Kuncoro, Evert Sukamta

Tunggal putri
Kualifikasi:Febby Angguni, Dinar Dyah Ayustine, Hana Ramadhini (x3), Ruselli  Hartawan (x4), Fitriani, Lyanny Mainaky, Aprilia Yuswandari
Utama:Maria Febe Kusumastuti, Lindaweni Fanetri

Ganda putra:
Kualifikasi: William Hardjono/Billy Jonathan
Utama: Berry Anggriawan/Rian Agung Saputro, Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan, Angga Pratama/Ricky Karanda, Irfan Fadilah/Markis Kido, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (x3), Markus Gideon/Kevin Sanjaya, Wahyu Nayaka/Ade Yusuf

Ganda putri:
Kualifikasi: Komala Dewi/Vita Marissa
Utama: Della Destiara Haris/Rizky Amelia Pradipta, Nitya Krishinda/Greysia Polii (x4), Pia Zebadiah/Variella Putri, Keshya Nurvita/ Devi Tika

Ganda campuran
Kualifikasi:Fran Kurniawan/Komala Dewi (x1), Stefan Indra/Variella Putri
Utama: Andrei Adistia/Vita Marissa, Markis Kido/Pia Zebadiah, Praveen Jordan/Debby Susanto (x8), Irfan Fadilah/Weni Angraini, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika, Riky Widianto/Richi Puspita Dili, Ronald Alexander/Melati Daeva, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja

x=unggulan

Gagal Sapu Bersih Kemenangan

Nisak Puji Lestari/Rika Rositawati (foto:PBSI)
NODA kecil mewarnai penampilan Indonesia di hari pertama Kejuaraan Junior Asia 2015. Setelah mampu memetik kemenangan sempurna 5-0 atas Turkmenistan, merah putih kehilangan satu partai saat menundukkan Filipina dengan skor 4-1 dalam pertandingan yang dilaksanakan di Bangkok,Thailand, pada Minggu (28/6/2015).

Saat melawan Turkmenistan, Indonesia turun deAlina Klychkovangan kekuatan terbaik. Di tunggal putra, Firman Abdul Kholik mendapat kepercayaan. Begitu juga dengan Gregoria di tunggal putri. Sementara di ganda putri, Negeri Jamrud Khatulistiwa, julukan Indonesia, turun Apriani Rahayu/Jauza  Sugiarto.

Nah, saat melawan Filipina, dilakukan perombakan. Di tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda campuran mampu membuahkan poin. Hanya, di ganda putri, Indonesia menampilkan
Nisak Puji Lestari/Rika Rositawati. Sempat unggul di game pertama 21-15 atas Alyssa  Leonardo/Marie Thea, Puji/Rika dipermalukan di game kedua dan ketiga dengan  18-21, 15-21.

Untung, kegagalan menyapu bersih kemenangan ini tetap membuat Indonesia masih berada di puncak Grup D. Ini disebabkan India, rival terberat Indonesia, hanya mampu menang 3-2 atas Filipina setelah sebelumnya juga menang 5-0 atas Turkmenistan.

Senin (29/6/2015), Indonesia akan berjumpa dengan India untuk menentukan juara grup. Jika menang, Indonesia akan menghadapi runner-up Grup B yang saat ini masih dihuni Thailand. Namun, jika kalah, Firman dkk akan menjajal ketangguhan juara Grup B yang masih dihuni Jepang.

Sejak memakai sistem Piala Sudirman pada 2005, Indonesia belum pernah merasakan manisnya juara. (*)




Hasil pertandingan Indonesia
v Turkmenistan 5-0
Tunggal putra: Firman Abdul Kholik v Nurmuhammet Apov 21-3, 21-3

Tunggal putri: Gregoria Mariska v Yana Sarkisyan 21-1, 21-1

Ganda putra:Fachriza Abimanyu/Moh Reza Pahlevi v Kemal Atliyev /Nurmuhammet Apov 21-2, 21-1

Ganda putri:Apriani Rahayu/Jauza Sugiarto v Alina Klychkova/Yana Sarkisyan 21-2, 21-1

Ganda campuran:Beno Drajat/Yulfira Barkah v /Kemal Atliyev 21-2, 21-2


v Filipina 4-1
Tunggal putra:Enzi Shafira v Emilio Mangubat Jr 21-5, 21-2

Tunggal putri:Ruselli Hartawan v Sarah Barredo 21-7, 21-9

Ganda putra:Andika Ramadiansyah/Moh Reza Pahlevi v Alvin Morada/Christian Bernardo 21-17, 19-21, 21-12

Ganda putri:Nisak Puji Lestari/Rika Rositawati vAlyssa  Leonardo/Marie Thea 21-15, 18-21, 15-21

Ganda campuran:Andika Ramadiansyah/Apriani v Christian Bernardo/Christine Inlayo 21-15, 21-13

Pindah Kewarganegaraan Tunggu Restu Ortu

Minggu, 28 Juni 2015

SUSUL: Rizky Hidayat
RIZKY Hidayat berada di Singapura. Dia menjadi lawan tanding (sparring partner) bagi timnas Negeri Singapura, julukan Singapura.

Dia mengikuti jejak beberapa rekannya yang pernah berada di sana. Namun, Rizky bisa beda dengan dua pebulu tangkis Wima, Surabaya, klub asal Rizky, yang memilih balik ke Indonesia. Berikut petikan wawancara smashyes dengan Rizky melalui layanan pesan singkat.

Pagi Rizky
-Pagi

Sekarang di Singapura?
-Iya he he he

Jadi sparring partner?
-Iya dicoba jadi sparring partner dulu. Nanti kalau ada perkembangan bisa jadi pemain. Tergantung mereka di sini (Singapura)

Harus pindah kewarganegaraan?
-Benar. Harus pindah jadi warga Singapura

Sudah ada tawaran pindah?
-Belum kaarena saya baru dua minggu di Singapura. Tapi, kalau saya ditawarin, Insya Allah saya pindah.Namun, saya tetap harus tanya ke orang tua dulu. Kalau sendiri, saya mau


Anda dikontrak berapa lama?
-Dua tahun.

Yang mengajak siapa bisa ke Singapura ?
-Made Citra Dharma Perdana. (Sudah sejak 2005 berada di Singapura dan menjadi sparring partner).Selain saya dan Made, ada juga Albert di ganda. Sedangkan di tunggal, selain Made ada Markus Wijanu.

Berapa kali latihan di Singapura dalam sehari?
-Sehari dua kali kecuali Kamis dan Sabtu yang hanya sekali. (*)













Beregu pun Punya Kans Juara

PUTRI: Gregoria Mariska (foto: PBSI)
INDONESIA pernah menjadi juara beregu putra dalam Kejuaraan Asia Junior 1999.  Namun, sejak sistem yang dipakai berganti menjadi beregu campuran pada 2006, merah putih tak pernah naik podium terhormat.

Bahkan, menembus final pun tak pernah dilakukan. Dalam dua tahun terakhir, Tiongkok selalu mendominasi. Negeri Panda, julukan Tiongkok, mampu menyingkirkan lawan yang sama, Korea Selatan.

''Target juara pasti ada, termasuk di nomor beregu,'' kata Wakil Sekjen PP PBSI Ahmad Budiarto kepada smashyes.


Langkah itu pun dimulai dari babak penyisihan. Dalam ajang yang tahun ini dilaksanakan di Bangkok, Thailand, tersebut, Indonesia menghuni Grup D bersama dengan India, Filipina, dan Turkmenistan.

Di hari pertama (28/5/2015), merah putih langsung dua kali tampil berhadapan dengan Turkmenistan pukul 13.00 waktu setempat dan dilanjutkan melawan Filipina empat jam kemudian. Di atas kertas, Indonesia bakal memetik kemenangan telak.

Di Negeri Gajah Putih,merah putih mengusung 16 pebulu tangkis dengan 8 putra dan 8 putri. Mereka bukan hanya berasal dari Pelatnas Cipayung tapi juga dari luar. (*)

Skuad Indonesia di Kejuaraan Junior Asia 2015
Putra:Firman Abdul Kholik, Enzi Shafira, Yantoni Edy Saputra, Moh Reza Pahlevi, Yahya Adi, Andika Ramadiansyah, Beno Drajat, Fachriza Abimanyu

Putri: Gregoria Mariska, Ruselli Hartawan, Nisak Puji Lestari, Rika Rositawati, Jauza Sugiarto, Apriani Rahayu, Marsheila Gischa, Yulfira Barkah

Belum Final, Sudah Kehilangan Dua Game

Sabtu, 27 Juni 2015

Takuma Ueda (foto:badmintoncentral)
DI Amerika Serikat (AS) Grand Prix Gold 2015, Lee Chong Wei tampil superior. Dia mampu menjadi juara dengan tak pernah kehilangan satu game pun dalam turnamen yang menyediakan hadiah total USD 200 ribu tersebut. Bahkan, dalam final yang dilaksanakan di New York pada Minggu (21/6/2015), Chong Wei mampu mengalahkan Hans-Kristian Vittinghus (Denmark) 22-20, 21-12.

Setelah dari AS, lelaki yang diberi gelar Datuk oleh Pemerintah Malaysia tersebut berlaga di Kanada. Hanya, levelnya lebih rendah dibandingkan di Negeri Paman Sam, julukan AS, yakni grand prix.

Prediksinya, Chong Wei bakal memenanginya. Skenario tersebut memang semakin dekat.

Tapi, sandungan di Kanada yang 'hanya' berhadiah USD 50 ribu tersebut lebih berat. Hingga babak semifinal, Chong Wei sudah kehilangan dua game.

Di babak ketiga, dia menang 21-17, 20-22, 21-10 atas Wong Wing Ki dari Hongkong. Kemudian, di babak perempat final, Chong Wei memeras keringat selama tiga game 21-13, 18-21, 21-11 atas Sai Praneeth (India).

''Chong Wei kadang lambat sehingga lawan bisa percaya diri dan mencuri game,'' kata Hendrawan, pelatih Chong Wei, kepada smashyes. Untung, di game ketiga, ujar lelaki asal Indonesia itu, anak asuhnya tersebut mampu bangkit lagi dan mengendalikan permainan.

Di semifinal, mantan tunggal putra nomor satu dunia tersebut akan berjumpa dengan Takuma Ueda asal Jepang. Chong Wei pernah menang di Malaysia Grand Prix Gold 2011 dengan 21-8, 21-12.

Semifinal lainnya mempertemukan unggulan teratas Mac Zwiebler (Jerman) dengan Ng Ka Long (Hongkong)

Pernah Menang di Taiwan 2014

PRTEMUAN KEDUA: Li Junhui/Liu Yuchen (foto:zimbio)
INDONESIA masih menempatkan dua wakil di semifinal Kanada Grand Prix 2015. Pasangan ganda putra Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan dan Andrei Adistia/Vita Marissa mampu melibas lawan-lawanya dalam babak perempat final yang dilaksanakan di Calgary pada Jumat waktu setempat (26/6/2015).

Andrei/Hendra, yang diunggulkan di posisi teratas, menang dua game langsung Liao Min Chun/Tseng Min Hao darib Taiwan.Sementara, Andrei/Vita juga menang atas wakil Taiwan, Liao Min Chun/Chen Hsiao Huan, dengan rubber game 21-14, 18-21, 21-14.


Di semifinal, Andrei/Hendra akan ditantang unggulan kelima asal Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen, yang di babak sebelumnya mengentikan perlawanan ganda Taiwan yang melaju dari babak kualifikasi Jhe-Huei Lee/Yang Lee 22-20, 24-22. Semifinal lain mempertemukan Thien How Hoon/Lim Khim Wah (Malaysia) dengan Huang Kaixiang/Wang Sijie.


Perjuangan ekstra bakal dilakukan Andrei/Vita. Di semifinal, mereka akan menantang unggulan pertama asal Jerman Michael Fuchs/Birgit Michels, yang melibas Jorrit De Ruiter/Samantha Barning (Belanda) dengan 21-15, 21-12.

Semifinal lain akan saling berjumpa Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Hongkong) dengan Jacco Arend/Selena Piek (Belanda).

Tinggal Berharap Ganda Putra-Campuran

Jumat, 26 Juni 2015

TUMPUAN: Andrei Adistia/Vita Marissa (foto: PBSI)
SATU persatu wakil Indonesia bertumbangan di Kanada Grand Prix 2015. Bahkan, di tiga nomor, tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putri merah putih sudah tanpa duta.

Di tunggal putra, Wisnu Yuli Prasetyo menyerah tiga game 12-21, 21-17,12-21 kepada unggulan kesembilan Ajay Jayaram dari India.Kemudian Shesar Hiren Rhustavito takluk straight game 16-21, 13-21 oleh Takuma Ueda, unggulan keenam dari Jepang. Maria Febe Kusumastuti, satu-satunya wakil Indonesia di tunggal putri, kalah 15-21,15-21 oleh Lee Chia Hsin.  Sedangkan, pasangan ganda putri Hongkong Poon Lok Yan/Tse Ying Suet menghentikan langkah Komala Dewi/Vita Marissa dua game langsung 21-9, 21-12.

Untung, di ganda putra dan ganda campuran, harapan juara tetap terjaga. Unggulan teratas ganda putra Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan menghentikan ambisi pasangan tuan rumah Phillipe Charron/Tobby Ng 21-15, 21-18. Tiket ke semifinal bisa diraih jika mampu menundukkan wakil Taiwan Liao Min Chun/Tseng Min Hao.

Di ganda campuran, Andrei Adistia/Vita Marissa menembus perempat final berkat dua kali kemenangan yang dipetik. Di babak pertama, mereka melibas unggulan keenam Phillip Chew/James Subandhi (AS) 21-18, 22-20. Di babak berikutnya, giliran Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich (Jerman) di bekap 21-12, 21-18.

Di perempat final, Andrei/Vita menantang ganda Taiwan Liao Min Chun/Chen Hsiao Huan, yang di babak kedua menjungkalkan unggulan keempat Chan Alan/Tse Ying Suet (Hongkong) 21-19, 13-21, 21-17.Namun, pasangan yang diharapkan naik ke podium juara Fran Kurniawan/Komala Dewi sudah tersingkir. Unggulan kedelapan ini  kalah 12-21, 17-21 kepada Lin Chia Yu/Wu Ti Jung (Taiwan).(*)

Bisa Masuk Lagi 100 Besar

Kamis, 25 Juni 2015

MELONJAK: Lee Chong Wei (foto"malaysiaonline)
LEE Chong Wei kembali menembus 100 besar dunia. Dari ranking terbaru yang dirilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) pada Kamis (25/6/2015), lelaki asal Malaysia tersebut berada di posisi 99 dunia nomor tunggal putra.

Memang, ini masih jauh dari ranking terbaiknya. Hampir lima tahun, Chong Wei selalu berada di posisi teratas.

Menempati posisi 99 dunia merupakan peningkatan yang sungguh signifikan. Pekan lalu, lelaki yang memperoleh gelar kehormatan Datuk dari pemerintah Malaysia tersebut ada di posisi 180 dunia.

Lonjakan itu tak lepas dari hasil di Amerika Serikat (AS) Grand Prix Gold 2015. Dalam event berhadiah total USD 200 ribu yang dilaksanakan di New York pada 16-21 Juni tersebut, dia menjadi juara. Dalam babak final, Chong  Wei mengalahkan Hans-Kristian Vittinghus dari Denmark dengan dua game langsung 22-20, 21-12.

Hasil tersebut membuat dia juga membawa pulang poin 7.000. Bahkan, tak menutup kemungkinan, ranking Chong Wei akan kembali naik.

Saat ini, lelaki 32 tahun tersebut tengah berlaga di Kanada Grand Prix 2015. Memang, dalam ajang di Calgary itu, Chong Wei tak masuk unggulan.

Tapi, dari semua peserta, susah membendung lajunya. Langkah Chong Wei sudah sampai babak ketiga.

Di laga perdana, dia mengalahkan pebulu tangkis tuan rumah Antonio Li dengan 21-6, 21-9 dan di babak kedua melibas Shi Yuqi (Tiongkok) 21-14, 21-15. (*)

Rolles coaster  ranking Lee Chong Wei
26 Februari 2015: 3

19 Maret 2015: 8

9 April 2015: 17

7 Mei 2015: 45


11 Juni 2015: 79

18 Juni 2015: 180

25 Juni 2015: 99


Sumber: BWF

Tak Sampai Setengah Jam Peras Keringat

RANKING
MENANG CEPAT: Maria Febe Kusumastuti (foto: djarum)
Behnaz Pirzamanbein hanya 251. Tentu, jauh dengan Maria Febe Kusumastuti yang berada di posisi 19 dunia.

Jadi, tak susah bagi pebulu tangkis Indonesia tersebut untuk menundukkan lawannya dari Swedia tersebut. Febe, sapaan karib Maria Febe Kusumastuti, menang dua game langsung 21-6, 21-5 dalam pertandingan babak pertama Kanada Grand Prix di Calgary pada Rabu waktu setempat (24/6/2015). Laga beda kelas itu pun hanya berlangsung selama 20 menit.

Di babak kedua, mantan penghuni Pelatnas Cipayung yang kini kembali ke klub asalnya, Djarum Kudus, tersebut akan menjajal Lee Chia Hsin. Wakil Taiwan ini lolos usai menundukkan Joy Lai (Australia) 21-15, 21-8.  Febe belum pernah berjumpa dengan lawannya yang berperingkat 135 dunia tersebut.

Chia Hsin tampil di babak utama menggantikan posisi Akane Yamaguchi yang urung berlaga dalam turnamen berhadiah total USD 50.000 tersebut.  Chia Hsin juga dikenal sebagai pebulu tangkis spesialis ganda.

Bagi Febe, penampilannya di Kanada Grand Prix menjadi pemanasan sebelum tampil dalam Kejuaraan Dunia yang akan dilaksanakan di Jakarta 10-16 Agustus mendatang. Dia menjadi satu dari dua wakil tuan rumah dalam ajang bergengsi tersebut selain Lindaweni Fanetri asal Pelatnas Cipayung.

Penampilan terakhirnya di Indonesia Super Series Premier 2015 cukup impresif.Dia mampu menembus perempat final sebelum dihentikan Akane Yamaguchi dari Jepang  21-16, 16-21, 20-22.

Selain Febe, wakil Indonesia lainnya juga melangkah mulus ke babak berikut. Di tunggal putra, Wisnu Yuli Prasetyo dan Shesar Hiren Rhustavito melangkah ke babak ketiga.

Wisnu menundukkan Christian Lind Thomsen dari Denmark 21-14, 21-12. Sedangkan Vito, sapaan karib Shesar Hiren Rhustavito, melibas Pit Seng Low (Australia) 21-9, 21-10.

Sementara, unggulan teratas ganda putra Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan menembus babak kedua berkat kemenangan 21-13, 21-13 atas Puavaranukroh Dechpaol/Kedren Kittinupong (Thailand). (*)

Pengekspor Pebulu Tangkis ke Berbagai Negeri

BIJAK: Ferry Stewart di Lapangan KONI
Wima  bukan klub besar di Indonesia. Tapi, klub bulu tangkis asal Surabaya tersebut mampu mengekspor atletnya ke mancanegara.
--
LAPANGAN KONI Jatim di kawasan Kertajaya, Surabaya, pada Selasa (23/6/2015), cukup ramai. Ada yang jogging keliling lapangan, ada juga yang berlatih membidik sasaran panah, dan ada juga yang duduk-duduk di pinggir.

Tapi, ada sekelompok remaja dan anak-anak berlatih dengan serius. Mereka melakukan sprint sekitar 400 meter berulang-ulang.

Tak lama berselang, seorang lelaki datang dengan naik sepeda motor. Latihan berhenti sebentar.

Mereka menyalami lelaki yang baru datang tersebut. Ternyata, dia adalah Ferry Stewart, salah satu tokoh bulu tangkis Jawa Timur. Sedangkan remaja dan anak-anak yang tengah digenjot fisik tersebut adalah atlet klub bulu tangkis Wima.

''Puasa, anak-anak tetap latihan. Hanya, jamnya dikurangi menjadi satu jam saja,'' jelas Ferry.

Ini, jelasnya, agar stamina anak asuhnya terjaga. Apalagi, saat Ramadan, tak ada turnamen yang digelar.

Wima memang bukan besar seperti Jaya Raya Jakarta ataupun klub sekota, Suryanaga. Tapi, mereka mampu melahirkan pebulu tangkis-pebulu tangkis nasional.

Bahkan, beberapa di antaranya mampu mengharumkan nama Indonesia seperti Hendrawan yang pernah menjadi juara dunia tunggal putra 2001 serta mengantarkan merah putih berjaya di Piala Thomas 2002 dan peraih perak Olimpiade Sydney 2000.

Ada juga nama Sony Dwi Kuncoro. Dia merupakan semifinalis Olimpiade Athena 2004 dan kolektor gelar berbagai turnamen bergengsi.

Kini, mereka mempunyai Febriyan Irvanndly. Lelaki 24 tahun tersebut menjadi andalan di berbagai turnamen.

Tapi, sebentar lagi, Wima bakal kehilangan dia. Pada 28 Juni 2015, Febri bakal terbang ke Kanada untuk bergabung dengan klub di Toronto.

''Sebenarnya, bukan hanya Febri atlet Wima yang ke luar negeri. Bahkan, tahun ini, bakal ada empat,'' ungkap Ferry.

Siapa? Dia menyebut Rizky Antarasari bersama Komang akan ke Kanada. Pebulu tangkis spesialis ganda andalan mereka, Rizky Antasari sudah beberapa bulan berada di Singapura.

''Mereka menjadi sparring partner tim nasionalnya. Mereka pun bisa menjadi pebulu tangkis nasional di negeri itu kalau mau pindah kewarganegaraan,'' ungkap Ferry.

Kans terbesar itu ada di tangan Rizky. Alasannya, kemampuan Rizky tak kalah dengan pebulu tangkis Negeri Singa, julukan Singapura.

Apalagi, beberapa atlet tepok bulu negeri tersebut berasal dari Indonesia seperti Danny Bawa Chrisnanta dan Shinta Mulia Sari. Keduanya spesialis ganda.

Menariknya, Ferry tak pernah menarik uang dari setiap atletnya yang bermain di luar negeri. Iuran dari anggotanya tetap menjadi nyawa Wima untuk terus bertahan. (*)

Febri Jalani Tes di Kanada

PERSIAPAN: Febri berlatih fisik
Febriyand  Irvannaldy bakal dapat pengalaman baru. Akhir bulan ini, pebulu tangkis yang pernah digembleng di Pelatnas Cipayung tersebut akan berada di Toronto, Kanada.

''Saya jadi sparring partner di sana selama lima minggu.Saya berangkat 28 Juni 2015,'' kata Febri, sapaan karib Febriyand Irvannaldy, kepada smashyes.

Tapi, dia bisa bakal lebih lama di sana. Syaratnya, klub Toronto tersebut cocok dengan lelaki binaan Wima, Surabaya, tersebut.

''Nanti, kontraknya per dua tahun. Semoga saja mereka cocok,'' harap lelaki 24 tahun itu.

Febri ke Kanada atas ajakan pebulu tangkis senior, Jeffer Rosobin. Juara tunggal putra Asia 1996 itu suda tak asing bagi pebulu tangkis Kanada. Beberapa atlet olahraga tepok bulu asal negeri di Amerika Utara tersebut pernah menimba ilmu di akademinya.

Selain itu, berada lama di mancanegara bukan hal yang aneh bagi arek Suroboyo tersebut. Usai lulus sekolah dasar, Febri sudah bergabung dalam latihan tim bulu tangkis Singapura.

Salah satu rekannya dari Wima adalah Riky Widianto, yang kini jadi ganda campuran nomor dua Indonesia bersama Richi Puspita Dili. Keduanya, Febri dan Riky, akhirnya kembali ke Indonesia setelah tak mau memilih menjadi warga negara Singapura.

Mereka pun sempat digembleng di Pelatnas Cipayung. Sayang, Febri terpental karena kerasnya persaingan yang keras di tunggal putra.

Dia pun akhirnya kembali ke Wima dan berkelana dari turnamen ke turnamen yang ada di Indonesia. Sesekali, dia berlaga di ajang internasional di Vietnam dan Singapura.

Ini membuat ranking dunianya terus merosot. Dalam peringkat terakhir yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Febri terpuruk di posisi 712. (*)

Wisnu-Vito Masuk Babak II

LOLOS: Shesar Hiren Rustavito (foto:artefak)
DUA wakil Indonesia, Wisnu Yuli Prasetyo, dan Shesar Hiren Rhustavito, menembus babak kedua Kanada Grand Prix 2015. Dalam penampilan perdana yang dilaksanakan di Calgary Rabu waktu setempat (23/6/2015) atau Kamis dini hari WIB (24/6/2015), mereka melibas lawan-lawannya.

Wisnu menang dua game langsung 21-13, 21-16 atas wakil Rep Ceko Adam Mendrek. Sedangkan Vito, sapaan karib Shesar Hiren Rhustaito, menumbangkan unggulan ke-13 Tzu Wei Wang (Taiwan) lewat rubber game 12-21, 21-19, 21-16.

Di babak kedua, kedua mantan penghuni Pelatnas Cipayung tersebut diharapkan kembali memetik kemenangan. Wisnu akan berhadapan dengan Christian Lind Thomsen (Denmark), yang di babak pertama menumbangkan unggulan kedelapan asa Malaysia Chong Wei Feng 21-15, 22-20. Kedua pebulu tangkis belum pernah bersua.

Tapi, kalau melihat ranking terakhir, Wisnu bisa kerepotan. Saat ini, Thomsen ada di posisi 94. Sedangkan Wisnu, yang dibesarkan di Surya Baja, Surabaya, terpuruk di posisi 220.

Sedangkan Vito akan menjajal wakil Australia Pit Seng Low, yang di babak perdana menundukkan pebulu tangkis tuan rumah Luke Couture 21-16, 21-17. Dari ranking, dia memang kalah.

Vito ada di posisi 318 sedangkan lawannya 231. Namun, dibandingkan Wisnu, Vito punya kans lebih besar untuk menang.

Di Kanada Grand Prix, Indonesia diwakili oleh pebulu tangkis Djarum Kudus. Sebelumnya, wakil klub Kota Kretek, julukan Kudus, itu urung berlaga di Amerika Serikat (AS) Grand Prix Gold 2015. Alasannya, mereka terganjal visa yang tak keluar dari kedutaan besar Negeri Paman Sam, jukukan AS.

Di Kanada, kubu Djarum diharapkan bisa membawa pulang gelar. Nomor ganda putra dan ganda campuran menjadi tumpuan asa.

Peluang di nomor tunggal putra sangat berat. Ini disebabkan turunnya mantan tunggal putra nomor satu dunia, Lee Chong Wei, dari Malaysia. Dia juga baru saja meraih posisi terhormat di AS Grand Prix Gold pekan lalu. (*)

Bisa Juga Berlaga di Kanada

Selasa, 23 Juni 2015

BERANGKAT: Maria Febe Kusmastuti (foto:djarum)
DI Amerika Serikat (AS) Grand Prix Gold 2015, Djarum Kudus gagal mengirim wakil. Ini disebabkan mereka tak memperoleh visa untuk datang ke Negeri Paman Sam itu.

Namun, lain halnya dengan di Kanada Grand Prix. Dalam turnamen yang dilaksanakan Calgary pada 23-28 Juni tersebut, pebulu tangkis klub yang disponsori perusahaan rokok tersebut ikut ambil bagian.

''Visa ke Kanada turun. Sehingga, kami bisa turun di Kanada Grand Prix,'' kata Manajer Djarum Fung Fermandi kepada smashyes.

Hanya, dibandingkan rencana semua, kekuatan mereka sedikit tereduksi. Pebulu tangkis tunggal putra andalannya, Dionysius Hayom Rumbaka, absen dari turnamen berhadiah total USD 50 ribu tersebut.

''Dia mengalami cedera. Jadi, Hayom (sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka) batal ikut,'' ucap Fung.

Dia juga tak bisa mendampingi anak asuhnya. Tugasnya, terang Fung, digantikan oleh Rendra Wijaya sebagai pelatih ganda dan Fendy Iwanto di nomor tunggal.

Tanpa Hayom, asa juara disandangkan kepada pasangan ganda putra Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan dan Fran Kurniawan/Komala Dewi serta Andrei/Vita Marissa di ganda campuran.

Andrei/Hendra sendiri punya kans yang lebih besar menjadi juara. Alasannya, mereka menempati unggulan teratas.

''Tapi, di dua nomor itu, ganda putra dan campuran, kami berharap bisa membawa pulang gelar,'' ucap Fung.  (*)


Wakil Djarum ke Kanada Grand Prix 2015
Tunggal putra:Wisnu Yuli Prasetyo, Shesar Hiren Rustavito

Tunggal putri: Maria Febe Kusumastuti

Ganda putra: Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan (x1)

Ganda putra: Komala Dewi/Vita Marissa

Ganda campuran: Andrei Adistia/Vita Marissa, Fran Kurniawan/Komala Dewi (x8)

Gelar Pertama buat Chong Wei

Senin, 22 Juni 2015

KEPERKASAAN Lee Chong Wei belum luntur. Tunggal putra andalan Malaysia ini mampu meraih juaa dalam Amerika Serikat (AS) Grand Prix Gold 2015.

Dalam final yang dilaksanakan di New York pada Minggu waktu setempat (21/6/2015), Chong Wei menang dua game langsung 22-20, 21-
Lee Chong Wei di podium (foto:thestar)
12. Pertandingan pemungkas nomor bergengsi ini hanya berlangsung 39 menit.

Bagi Chong Wei, kemenangan di Negeri Paman Sam, julukan Amerika Serikat, ini menjadi yang pertama di ajang turnamen yang masuk kalender BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) usai menjalani sanksi selama delapan bulan. Ini sebagai imbas kasus doping yang menimpanya dalam Kejuaraan Dunia 2014 di Kopenhagen, Denmarj, pada Agustus.

Sanksi itu baru bebas pada 1 Mei lalu. Nah, usai lepas dari jeratan, Chong Wei juga langsung turun ke lapangan.

Hanya, lelaki 32 tahun tersebut berlaga di ajang beregu yakni Piala Sudirman 2015 dan SEA Games 2015. Hasilnya pun memuaskan.

Di Piala Sudirman yang dilaksanakan di Guangdong, Tiongko, 10-17 Mei itu, Chong Wei tak pernah terkalahkan. Sayang, Malaysia gagal menjadi juara dalam ajang beregu campuran tersebut.

Namun, itu balasnya dalam SEA Games 2015 di 10-16 Juni, dia mampu mengantarkan negerinya meraih emas bergu. Dia tak terkalahkan dalam ahang dua tahunan bangsa-bangsa Asia Tenggara tersebut.

Menariknya, seperti halnya di Piala Sudirman dan SEA Games, Chong Wei tak terkalahkan.


Distribusi gelar AS Grand Prix Gold 2015
Tunggal putra: Lee Chong Wei (Malaysia)  v Hans-Kristian Vittinghus (Denmark) 22-20, 21-12

Tunggal putri: Nozomi Okuhara (Jepang x1) v Sayaka Sato (Jepang) 21-16, 21-14

Ganda putra: Liu Junhui/Lu Yuchen (Tiongkok) v Manu Attri/Summeth Reddy (India) 21-12, 21-16

Ganda putri: Yu Yang/Zhong Qianxin (Tiongkok x5) v Ayane Kurihara/Naru Shinoya (Jepang) 21-14, 21-10

Ganda campuran: Huang Kaixiang/Huang Dongping (Tiongkok) v Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Hongkong x2) 21-15, 21-14

x=unggulan

Tiga Kali Vittinghus Tak Perna Menang

Minggu, 21 Juni 2015

FINAL: Hans-Kristian Vittinghus (foto:rawbite)
SELAMA 2015, capaian Hans-Kristian Vittinghus belum ada memuaskan. Sebaliknya, tumbang di babak awal sudah menjadi langganan bagi pebulu tangkis tunggal putra Denmark tersebut.

Tercatat, dia enam kali langsung tersungkur di babak pertama yakni di All England Super Series Premier, India Super Series, Malaysia Super Series Premier, Australia Super Series, dan Indonesia Super Series Premier. Hanya, di Singapura Super Series, Vittinghus mampu melangkah agak jauh meski itu hanya sampai di babak kedua.

Imbasnya, ranking yang dimiliki lelaki 29 tahun itu pun terus melorot.Sempat masuk 10 besar dunia di awal tahun, kini dalam ranking terbaru yang dirilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) per 18 Juni, Vitttinghus ada di posisi 18 dunia.

Namun, kans untuk mendongkrak peringkat terbuka. Itu setelah dia menembus babak final Amerika Serikat (AS) Grand Prix Gold 2015.

Dalam pertandingan semifinal yang dilaksanakan di New York pada Sabtu waktu setempat (20/6/2015) atau Minggu WIB (21/6/2016), tunggal ketiga Denmark tersebut menumbangkan unggulan teratas Chou Tien Chen dari Taiwan dengan tiga game 12-21, 21-11, 21-13. Ini merupakan pertemuan perdana dari kedua pebulu tangkis.

Hanya, untuk menjadi juara bukan hal yang mudah. Di babak final, Vittinghus akan bersua dengan Lee Chong Wei asal Malaysia, yang di semifinal melibas Sai Praneenth (India) 21-9, 21-17.

Dari rekor pertemuan (head to head), Chong Wei di atas angin. Dia selalu menang dalam tiga kali pertemuan.  Kali terakhir, Vittinghus menyerah di Indonesia Super Series Premier 2014 dengan dua game langsung 18-21, 11-21. (*)

Agenda final AS Grand Prix Gold 2015
Tunggal putri: Nozomi Okuhara (Jepang x1) v Sayaka Sato (Jepang)

Ganda campuran: Huang Kaixiang/Huang Dongping (Tiongkok) v Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Hongkong x2)

Ganda putri: Ayane Kurihara/Naru Shinoya (Jepang) v Yu Yang/Zhong Qianxin (Tiongkok x5)

Tunggal putra: Hans-Kristian Vittinghus (Denmark) v Lee Chong Wei (Malaysia)

Ganda putra: Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok) v Manu Attri/Summeth Reddy (India)

x=unggulan
start: pukul 13.00 waktu setempat

BAM pun Korbankan Wei Feng

Chong Wei Feng tak berlaga di Jakarta (foto:thestar)


BAM gunakan wewenangnya. Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia tersebut memilih memberangkatkan Lee Chong Wei dibandingkan Chong Wei Feng dalam Kejuaraan Dunia 2015 yang dilaksanakan di Jakarta pada 10-16 Agustus.

Padahal, secara ranking, Wei Feng jauh unggul. Saat batas ranking terakhir yang dipakai pada 24 Mei dan dirilis 28 Mei, dia ada di posisi 34. Sementara, di saat yang sama, Chong Wei hanya berada di posisi 47.  Satu tempat lagi di Kejuaraan Dunia 2015 diberikan BAM kepada Zulkifli Zulfadli.

Bagi BAM, Chong Wei masih diharapkan mampu tampil bagus dan memberikan prestasi.  Meski, saat ini, rankingnya sangat jeblok.

Dari peringkat yang dirilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) per 18 Juni 2015, lelaki 32 tahun tersebut ada di posisi 180 dunia. Lama absen dari berbagai turnamen membuat ranking Chong Wei merosot tajam.

Ini disebabkan dia sempat absen selama delapan bulan karena sanksi yang diberikan BWF. Ini imbas dari doping yang dituduhkannya saat mengikuti Kejuaraan Dunia 2014 di Kopenhagen.

Padahal, ketika itu, bapak satu anak itu mampu menembus final. Sayang, di final, Chong Wei dikalahkan Chen Long asal Tiongkok. 

Pada 2013, Chong Wei juga kalah di babak pemungkas. Saat itu, di Guangzhou, dia menyerah kepada pebulu tangkis Negeri Tembok Raksasa, julukan Tiongkok, lainnya Lin Dan di final. Super Dan, julukan Lin Dan, juga yang memupus ambisinya pada 2011 di London, Inggris. (*)

Meretas Jejak Kembali ke Puncak

Sabtu, 20 Juni 2015

MASA JAYA: Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (foto:thestar)
PASANGAN Koo Kien Keat/Tan Boon Heong layak kembali diperhitungkan. Baru dua kali tampil, kini, ganda putra yang pernah menjadi andalan Malaysia tersebut sudah berada di posisi 100 besar.

Dalam ranking yang dirilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) per 18 Juni lalu, Kien Keat/Boon Heong duduk di posisi 92.  Hasil dari dua turnamen yang diikuti memang termasuk memuaskan.

Pekan lalu, keduanya mampu menjadi juara dalam Sri Lanka Challenge 2015. Dalam final yang dilaksanakan 6 Juni 2015, Kien/Keat melibas rekan senegaranya sendiri Kah Ming Chooi/Yao Han Ow dengan dua game langsung 21-19, 21-17.

Sebelumnya, Kien Keat/Boon Heong menembus perempat final turnamen super series, Australia Open. Mereka gagal melaju ke semifinal usai dijegal pasangan Tiongkok yang diunggulkan di posisi keenam Liu Xiaolong/Qiu Zihan 11-21, 19-21.

Posisi 92 dunia memang masih jauh dari posisi terbaiknya. Pada akhir Desember 2010, Kien Keat/Boon Heong pernah duduk di posisi nomor satu dunia. Bahkan, hingga Mei 2013, mereka masih aman di lima besar.

Pada awal 2014, Kien Keat/Boon Heong berpisah. Itu setelah Kien Keat memutuskan meninggalkan BAM (Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia) dan memilih menjadi pelatih merangkap pemain di Granular Thailand.

Jejak ini diikuti oleh Boon Heong pada awal 2015. Hingga akhirnya, keduanya pun bergabung kembali sebagai pasangan mandiri.

Bahkan, ambisi kembali ke puncak pun masih menggebu. Dengan mengejar poin sebanyak-banyaknya, Kien Keat/Boon Heong pun sudah tercatat sebagai peserta Taiwan Grand Prix Gold yang dilaksanakan 14-19 Juli mendatang. (*)

Jejak ranking Koo Kien Keat/Tan Boon Heong
18 Februari 2015: 225

19 Maret 2015: 219

16 April 2015: 214

14 Mei 2015: 212

4 Juni 2015: 120

11 Juni 2015: 93

18 Juni 2015: 92

Sumber: BWF

Jepang Kuasai Semifinal

TERATAS: Nozomi Okuhara (foto:badzine)
JEPANG menguasai nomor tunggal putri Amerika Serikat (AS) Grand Prix Gold 2015. Bahkan, gelar sudah di tangan wakil Negeri Sakura, julukan Jepang, sejak babak semifinal.

Ini setelah empat slot babak empat besar dihuni semua oleh pebulu tangkis Jepang. Mereka mampu mengatasi lawan-lawannya dalam pertandingan yang dilaksanakan di New York pada Jumat wakttu setempat (19/6/2015) atau Sabtu WIB (20/6/2015).

Unggulan teratas Nozomi Okuhara melibas kompatriot (rekan senegara) Minatsu Mitani dengan dua game langsung 21-8,21-15. Di semifinal, pebulu tangkis ranking 10 dunia itu ditantang unggulan keempat Sayaka Takahashi, yang di perempat final menundukkan Cheung Ngan Yi (Hongkong) 21-17, 22-20.
Dalam tiga kali pertemuan sebelumnya, Nozomi unggul dua kali termasuk dalam pertemuan terakhir di Malaysia Grand Prix Gold 2015 dengan 21-13, 21-17.

Sementara, semifinal lainnya mempertemukan Sayaka Sato dengan unggulan kedua Akane Yamaguchi. Di perempat final, Sayaka menghentikan perlawanan Yaying Shen (Tiongkok) dengan 21-7,8-21, 21-9 dan Akane mengalahkan Korsty Gilmour (Skotlandia) 21-23, 21-13, 21-16. Meski satu negara, Sayaka dan Akane belum pernah bertemu dalam pertandingan internasional. (*)

Finalis Indonesia Open Tersingkir Awal

Jumat, 19 Juni 2015

Yui Hashimoto di Indonesia Super Series Premier 2015
YUI Hashimoto membuat kejutan di Indonesia Super Series Premier 2015. Tampil dengan status nonunggulan, tunggal putri asal Jepang tersebut mampu menembus final.

Namun, sejak babak pertama, Yui suddah menarik perhatian. Dalam penampilan perdananya di ajang berhadiah total USD 800 ribu tersebut, dia langsung menumbangkan Carolina Marin asal Spanyol dengan rubber game 10-21, 21-15, 21-17.

Pebulu tangkis Indonesia Maria Febe Kusumastuti termasuk yang jadi korban Yui. Di perempat final, Febe, sapaan karib Maria Febe Kusumastuti, disikatnya juga dengan tiga game 16-21, 21-16, 22-20.

Tiket ke final pun ditangannya usai mempermalukan unggulan kedelapan asal Tiongkok Wang Yihan 21-17, 9-21, 21-17. Sayang, di final yang dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta, pada 7 Juni 2015, Yui menyerah cepat dengan dua game 11-21, 10-21 kepada juara dunia 2013 Ratchanok Intanon.

Tapi, hasil di Indonesia Super Series Premier sudah membuat kemampuan Yui bakal diperhitungkan. Namun, ternyata, perempuan 25 tahun dengan peringkat 23 dunia tersebut kembali redup.

Di Amerika Serikat (AS) Grand Prix Gold 2015, dia sudah tersingkir di babak kedua. Dalam pertandingan yang dilaksanakan di New York pada Kamis waktu setempat (18/6/2015), Yui menyerah tiga game 21-17, 12-21, 18-21 kepada kompatriot (rekan senegara) Minatsu Mitani, yang juga unggulan keenam.

Memang dari ranking, dia kalah dari Minatsu. Saat ini, Yui ada di posisi 23 atau tujuh setrip di bawah lawannya.

Begitu juga dalam rekor pertemuan. Yui hanya menang sekali dalam lima kali pertemuan.

Namun, satu kemenangan itu sangat berharga karena terjadi dalam pertemuan terakhir. Di Indonesian Super Series Premier 2015, Yui unggul tiga game 11-21, 21-19, 21-8.  Hanya, penampilannya di Jakarta gagal dipertahankan di Negeri Paman Sam, julukan AS.  (*)

Lupakan Firda, Pilih Febe-Lindaweni

Firda tak bisa berlaga di Kejuaraan Dunia
ADRIYANTI Firdasari harus melupakan ambisinya berlaga dalam Kejuaraan Dunia 2015. Oleh PP PBSI namanya tak dimasukan dalam skuad merah putih dalam event yang dilaksanakan di Jakarta pada 10-16 Agustus 2015.

Padahal, dalam ranking yang didasarkan 30 April, Firda, sapaan karib Adriyanti Firdasari, merupakan tunggal putri Indonesia dengan ranking tertinggi. Dia ada di posisi 27. Sebagai gantinya, PP PBSI menunjuk Maria Febe Kusumastuti yang ada di ranking 28 dan Lindaweni Fanetri (36).

''Kami punya pertimbangan kenapa memilih Febe (sapaan karib Maria Febe) dan Lindaweni,'' kata Wakil Sekjen PP PBSI Ahmad Budiarto.

Induk organisasi olahraga tepok bulu di Indonesia itu, jelasnya, tak ingin kejadian 2014 di Kopenhagen, Denmark, terulang. Ketika itu, lanjut Budi, sapaan karib Ahmad Budiarto, ada wakil Indonesia yang tampil asal-asalan.

''Saya nggak etis kalau menyebutkan. Yang pasti, mereka asal main dan hanya happy saja,'' lanjut dia.

Meski tak ikut membiayai bagi pebulu tangkis nonpelatnas, tapi PP PBSI ingin wakil Indonesia bisa menampilkan semangat untuk berprestasi.

Dalam Kejuaraan Dunia 2015, di nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, Indonesia meloloskan tiga pasangan. Sesuai aturan, tiap negara maksimal mengirim tiga wakil jika mampu menempatkan wakilnya minimal tiga di posisi 24 besar. (*)



Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia 2015
Tunggal putra: Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka

Tunggal putri: Maria Febe Kusumastuti, Lindaweni Fanetri

Ganda putra: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi

Ganda putri: Greysia Polii/Nitya Krishinda, Pia Zebadiah/Rizky Amelia Pradipta, Shendy Puspa Irawati/Vita Marissa

Ganda campuran: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto, Riky Widianto/Richi Puspita Dilli

Ratchanok Pecah Posisi Tiga Besar

Ratchanok Intanon usai juara Indonesia Super Series Premier
PERSAINGAN perebutan nomor satu dunia nomor tunggal putri semakin sengit. Kini, pebulu tangkis Thailand Ratchanok Intanon mampu menembus ketatnya tiga besar.

Ini setelah gadis 21 tahun tersebut menduduki peringkat ketiga. Dalam ranking terbaru yang dirilis BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) per 18 Juni 2015, Ratchanok naik dua setrip ke posisi ketiga.

Dia mendepak Li Xuerui dari Tiongkok untuk turun satu tingkat ke posisi keempat. Sebelumnya, Li Xuerui lama bertengger di posisi teratas. Sayang, penampilannya yang naik turun membuat dia harus rela posisinya diisi oleh Saina Nehwal asal India dan kini oleh Carolina Marin (Spanyol).

Naiknya juara dunia 2013 itu tak lepas dari hasil Indonesia Super Series Premier 2015. Dalam ajang berhadiah USD 800 ribu tersebut, mampu menjadi pemenang.

Dalam final yang dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta, pada 7 Juni 2015, Ratchanok menundukkan wakil Jepang Yui Hashimoto dengan 21-11, 21-10. Ini menjadi pembalasannya saat dipermalukan oleh lawan yang sama di babak pertama Australia Super Series sepekan sebelumnya di Sydney.

Selain itu, gelar Indonesia Super Series Premier menjadi kalungan medali emas keduanya selama 2015. Pada akhir April lalu, Ratchanok mampu menjadi juara Asia.

Gelar di Wuhan, Tiongkok, itu juga mengakhiri paceklik yang dialami hampir dua tahun. Setelah mengalahkan Li Xuerui di final Kejuaraan Dunia  pada 11Agustus 2013, Ratchanok tak pernah lagi naik ke podium terhormat.

Namun, posisi lima besar tunggal putri ini juga bakal bertahan lama. Alasannya, usai Indonesia Super Series Premier 2015, tak ada lagi event super series atau super series premier. Persaingan baru akan memanas pada Agustus saat Kejuaraan Dunia dilaksanakan di Jakarta. (*)

Posisi Terbaik Greysia/Nitya

Kamis, 18 Juni 2015

Kegembiraan Greysia/Nitya di Indonesia Super Series Premier
POSISI terbaik diduduki Greysia Polii/Nitya Krishinda. Dalam ranking ganda putri terbaru yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) pada Kamis (18/6/2015), keduanya bertengger di posisi kelima.

Posisi itu lepas bagus satu setrip dibandingkan pekan lalu. Ini tak lepas dari capaian di Indonesia Super Series Premier 2015.

Dalam turnamen berhadiah total USD 800 ribu tersebut, Greysia/Nitya mampu menembus final.Namun, dalam final yang dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta, pada 7 Juni 2015 itu, pasangan gemblengan Pelatnas Cipayung tersebut menyerah dua game langsung 11-21, 10-21 atas Tang Jinhua/Tian Qing dari Tiongkok.

Namun, dari hasil tersebut, perempuan yang sama-sama berasal dari Jaya Raya tersebut memperoleh 9.350 poin. Itu sudah cukup untuk menggeser pasangan Jepang Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda.
Sementara, posisi teratas masih tempati  wakil Negeri Sakura, julukan Jepang, lainnya Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Di bawah Greysia/Nitya, pasangan Indonesia yang peringkatnya tertinggi adalah Zebadiah/Rizky Amelia Pradipta di ranking 16 dan Vita Marissa/Shendy Puspa Irawati yang berada di posisi 22. (*)

Ranking ganda putri 5 besar (per 18/6/2015)
1. Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang)     79479
2.Wang Xiaoli/Yu Yang (Tiongkok)             75240
3.Luo Ying/Luo Yu (Tiongkok)            72160
4. Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen (Denmark)    64130
5. Greysia Polii/Nitya Krishinda (Indonesia)        62882

Sumber: BWF

Tak Dapat Visa, Batal ke AS-Kanada

ABSEN: Andrei Adistia/Hendra AG (foto:PBSI)
DALAM undian (drawing) Amerika Serikat (AS) Grand Prix Gold 2015 muncul nama-nama pebulu tangkis Indonesia. Bahkan, di antaranya menduduki unggulan.

Namun, saat pertandingan, nama-nama pebulu tangkis merah putih yang berasal Djarum Kudus sudah tak ada lagi. Ini membuat beberapa pebulu tangkis dari babak kualifikasi pun menembus babak utama tanpa berkeringat.

''Visa ke Amerika Serikat tidak keluar. Jadi, atlet kami pun nggak bisa berangkat,'' jelas Ketua POR Djarum Kudus Yoppie Rosimin.

Padahal, tambahnya, Djarum sudah jauh-jauh hari mengajukan aplikasi visa ke Negeri Paman Sam, julukan AS. Untuk itu, pihaknya pun melakukan komplain ke Kedubes AS di Jakarta.

''Kenapa ditolak jangan tanya ke saya. Tanya Kedubes AS yang berhak mengeluarin visanya,'' lanjut Yoppie.

Kegagalan tampil di AS Grand Prix Gold ini merembet ke Kanada Grand Prix. Ini disebabkan kedua turnamen tersebut beriringan.

AS Grand Prix Gold 2015 dilaksanakan 16-21 Juni. Sedangkan Kanada Grand Prix yang menyediakan hadiah total USD 50 ribu tersebut dilaksanakan 23-28 Juni.

''Otomatis batal juga ke Kanada. Biasanya, kami kalau mengirim ke Amerika langsung juga lanjut ke Kanada,'' ucap Yoppie yang juga masuk dalam kepengurusan PP PBSI tersebut.

Beberapa pebulu tangkis Djarum Kudus yang seharusnya berlaga di AS Grand Prix Gold 2015 di antaranya Dionysius Hayom Rumbaka di tunggal putra dan Maria Febe Kusumastuti di tunggal putri. (*)


Wakil Djarum Kudus yang Batal ke AS Grand Prix Gold 2015

Tunggal putra:Dionysius Hayom Rumbaka

Tunggal putri: Maria Febe Kusumastuti

Ganda putra: Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan

Ganda putri: Komala Dewi/Vita Marissa

Ganda campuran: Fran Kurniawan/Komala Dewi , Andrei Adistia/Vita Marissa

Chong Wei Belum Terbendung

LEE Chong Wei belum menemui rintangan. Langkah mantan tunggal putra nomor satu dunia tersebut sudah sampai babak ketiga Amerika Serikat (AS) Grand Prix Gold 2015.

MUDAH: Lee Chong Wei (foto: zeenews.india.com)
Dua kemenangan sudah dipetik dalam kejuaraan yang dilaksanakan di New York tersebut. Di babak pertama pada Selasa waktu setempat (16/6/2015), Chong Lei langsung memulangkan unggulan ke-13 asal Jepang Kazumasa Sakai dengan straight game 21-14, 21-13. Sehari kemudian (17/6/2015), lelaki asal Malaysia tersebut juga menang mudah dua game 21-13, 21-11 atas Rasmus Fladberg (Denmark).

Nah, di babak ketiga AS Grand Prix Gold 2015, bapak satu anak tersebut akan ditantang Kai Guo asal Tiongkok, yang di babak kedua menang 21-17, 21-17 atas Thammasin Sitthikom dari Thailand. Chong Wei belum pernah bertemu dengan lawannya yang berperingkat 208 dunia tersebut.

Namun, dari segi pengalaman, di atas kertas, lelaki yang diberi gelar Datuk oleh Pemerintah Malaysia tersebut bakal menang mudah lagi. Dari sisi ranking, Chong Wei juga unggul jauh. Dia ada di posisi 79.

AS Grand Prix Gold 2015 merupakan turnamen perdana yang diikuti oleh lelaki 32 tahun tersebut. Ini setelah dia bebas dari sanksi yang dijatuhkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) akibat doping yang dialaminya di Kejuaraan Dunia di Kopenhagen, Denmark, 2015.

Rankingnya pun jeblok. Imbasnya, Chong Wei tak menduduki unggulan dalam turnamen berhadiah total USD 200 ribu tersebut.Unggulan teratas diduduki oleh Chou Tien Chen. (*)

Lampaui Target Jadi Juara Umum

Selasa, 16 Juni 2015

EMAS: Angga Pratama (kanan)/Ricky Karanda (foto:PBSI)
PP PBSI memasang target dua emas dalam SEA Games 2015. Itu sudah terpenuhi saat terjadinyanya final sesama wakil Indonesia (all Indonesian finals) di nomor ganda putra.

Sebelumnya, satu emas sudah dibawa pulang dari nomor beregu putra. Sementara, pertarungan nomor ganda putra akhirnya dimenangkan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang mengalahkan Markus Fernaldi/Kevin Sanjaya dengan dua game langsung 21-12, 24-22.

Nah, Praveen Jordan/Debby Susanto akhirnya memastikan cabang olahraga bulu tangkis melebihi target. Dalam pertandingan final yang dilaksanakan di Singapore Indoor Stadium, Singapura, pada Selasa siang waktu setempat (16/6/2015), menundukkan ganda Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Yin g dengan rubber game 18-21, 21-13, 25-23.  Dengan koleksi tiga emas, Indonesia pun memastikan dirinya menjadi juara umum cabor bulu tangkis.

Partai Praveen/Debby melawan wakil negeri jiran pun berlangsung sengit. Sempat kehilangan game pertama dengan 18-21 dan menang mudah di game kedua 21-13, drama terjadi di game ketiga.

Praveen/Debby yang sempat unggul di posisi 20-18, mampu dikejar. Pasangan Malaysia pun sempat tiga kali match point sebelum akhirnya dipungkasi oleh Praveen/Debby. (*)

Distribusi  medali emas cabor bulu tangkis SEA Games 2015

Beregu putra: Indonesia

Beregu putri: Thailand

Tunggal putra:Chong Wei Feng (Malaysia)

Tunggal putri: Busanan Ongbumrungpan (Thailand)

Ganda putra: Angga Pratama/Ricky Karanda (Indonesia)

Ganda putri: Amelia Alicia/Soong Fie Cho (Malaysia)

Ganda campuran: Praveen Jordan/Debby Susanto (Indonesia)

Turun dengan Status Nonunggulan

PERJUANGAN Lee Chong Wei berburu poin dimulai. Mantan tunggal putra nomor satu dunia tersebut akan turun dalam Amerika Serikat  (US) Grand Prix Gold 2015.

Hanya, dengan ranking 79 dunia, Chong Wei harus tampil tanpa status unggulan. Bahkan, dalam babak pertama turnamen yang dilaksanakan di Suffolk County Community College, New York, lelaki asal Malaysia tersebut langsung bersua unggulan ke-13 Kazumasa Sakai dari Jepang.

Dari ranking sekarang, Sakai memang jauh lebih unggul. Pebulu tangkis Negeri Sakura, julukan Jepang, itu ada di posisi ke-35.

Namun, dua tahun lalu, Sakai dengan mudah dikalahkan Chong Wei. Saat bertemu di babak pertama India Grand Prix Gold 2013, lelaki yang diberi gelar datuk tersebut unggul dua game langsung 21-17, 21-9. 

Jebloknya ranking Chong Wei dikarenakan kasus doping yang menimpanya pada Kejuaraan Dunia 2014 di Kopenhagen, Denmark. Imbasnya, BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) memberikan sanksi larangan delapan bulan tak boleh dalam semua turnamen.

Hukuman ini akhirnya selesai pada 1 Mei lalu. Meski sempat berlaga dalam Piala Sudirman 2015 dan SEA Games 2015, tapi Chong Wei tak bisa berlaga dalam dua turnamen bergengsi, Australia Super Series dan Indonesia Super Series Premier 2015.

Ini disebabkan pencabutan, pendaftaran peserta dalam kejuaraan tersebut sudah tutup. Berangkatnya Chong Wei ke Negeri Paman Sam, julukan Amerika Serikat, usai membela Malaysia di ajang SEA Games 2015.

Hanya, suami mantan tunggal putri terbaik Malaysia Wong Mew Choo itu hanya berlaga di nomor beregu. Dia tak sempat unjuk kebolehan di nomor perorangan.(*)

Dua Pasti, Empat pun Bisa

KEJAR: Hana Ramadhini pun menembus final (foto:djarum)
TARGET dua emas di SEA Games 2015 sudah terpenuhi. Ini dikarenakan terjadi final sesama pebulu tangkis Indonesia (all Indonesian finals) di nomor ganda putra.

Dua wakil merah putih, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, akan bertemu dengan Markus 'Sinyo' Fernaldi/Kevin Sanjaya, dalam laga pemungkas yang dilaksanakan di Singapore Indoor Stadium Selasa waktu setempat (16/6/2015).Dalam babak semifinal yang digeber sehari sebelumnya (15/5/2015), Angga/Ricky menghentikan perlawanan perlawanan wakil Singapura Danny Bawa Chrisnanta/Chayut Triyachart dengan straight game 21-12, 21-18.

Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan yang terjadi di Makau Grand Prix Gold 2014. Saat itu, Angga/Ricky menyerah straight game 19-21, 20-22.

Sementara, Sinyo/Kevin di semifinal tak mengalami kesulitan berarti ketika melibas pasangan Filipina Ronel Estanislao/Philip J. Escueta dua game langsung 21-14, 21-12. Di turnamen resmi, Angga/Ricky belum pernah bertemu dengan rekannya berlatih di Pelatnas Cipayung tersebut.

Hanya, dalam sisi ranking, Angga/Ricky lebih diunggulkan. Saat ini,mereka ada di posisi 14 sedangkan lawan di ranking 56.

Satu emas sudah disumbangkan dari nomor beregu putra yang di final menundukkan Thailand dengan skor 3-2. Saat itu, nomor ganda juga menyumbangkan dua angka.

Kans menambah emas juga masih terbuka. Dua wakil Indonesia, Hana Ramadhini di sektor tunggal putri dab Praveen Jordan/Debby Susanto, juga menembus final.

Lama Bersahabat dan Beda Tipe

Senin, 15 Juni 2015

TANDEM BARU: Variella Putri
Pia Zebadiah memulai hal yang baru. Bukan hanya dalam lembar kehidupan berumah tangga tapi juga di arena bulu tangkis. Dia bakal berpasangan dengan Variella Putri. Siapa dia?
--
BIDUK rumah tangga tengah dibangun Pia Zebadiah. Adik kandung peraih emas itu dipersunting Nova Ferdian di Jakarta pada Minggu (14/6/2015).

Begitu juga di lapangan bulu tangkis. Dipanggilnya pasangan terakhirnya, Rizky Amelia Pradipta, ke Pelatanas Cipayung membuat Pia pun sendirian.

Namun, dia pun tak mau lama-lama sendiri. Mantan pebulu tangkis spesialis tunggal putri itu pun menjatuhkan pilihannya kepada Variella Putri.

''Iya, saya memang bakal berpasangan dengan Pia. Mulai tampil di Taiwan Open (grand prix gold),'' kata Lala, sapaan karib Variella Putri.

Dia mengakui sudah lama bersahabat dengan saudara dua mantan pebulu tangkis Pelatnas Cipayung, Markis Kido dan Bona Septano, tersebut. Selain itu, gaya bermain Pia dan Lala juga beda.

''Pia pemain depan. Jadi klop kalau di lapangan,'' ungkap perempuan yang kini tercatat membela Tjakrindo Masters tersebut.

Hanya, Lala mengaku belum pernah bermain bersama Pia dalam sebuah turnamen. Keduanya berkumpul hanya dalam latihan.

''Saat ini, saya pun lebih banyak di Jakarta untuk mengompakkan di lapangan,'' ujar Lala.

Gadis asal Malang, Jawa Timur, itu berharap di Taiwan Grand Prix Gold yang dilaksanakan 14-19 Juli mendatang bisa berbuah manis. Meski baru berpasangan, Pia/Lala tetap masih bisa berlaga di babak utama turnamen berhadiah total USD 200 ribu tersebut.

Lala sendiri pernah mencuat namanya di sektor ganda putri. Berpasangan dengan pebulu tangkis senior Vita Marissa, perempuan 25 tahun tersebut mampu menembus 10 besar dunia.

Ini berkat capaian manis dalam berbagai turnamen. Lala/Vita mampu menembus semifinal Malaysia Open 2013, yang saat itu masih berlael super series dan kini super series premier. Kemudian, juara Australia Open 2013, saat itu masih grand prix gold dan kini sudah masuk super series. Semifinalis di Malaysia Grand Prix Gold 2013 dan Selandia Baru Grand Prix 2013 menjadi bukti keperkasaan Lala/Vita.

''Semoga bisa mengulangi lagi masuk 10 besar dunia. Hanya, sekarang bersama Pia,'' harap Lala. (*)

Gagal Hadang Laju Primorye

PODIUM: Selebrasi skuad Primorye (foto:badmintoneurope)
LAJU Primorye dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Antarklub Eropa 2015 tak terbendung. Untuk kali keempat secara beruntun (quat-trick), wakil Rusia tersebut mampu menjadi juara.

Dalam final yang dilaksanakan di Tours, Prancis, pada Minggu waktu setempat (14/6/2015), Vladimir Ivanov dkk mengalahkan andalan tuan rumah AIX Universite dengan skor 3-1. Kemenangan Primorye dibuka oleh pasangan ganda campuran Ivan Sozonov/Valeria Sorokina yang menang dua game langsung 21-12, 21-11 atas Sylvain Grosjean/Petya Nedelcheva.

Di partai kedua yang mempertandingkan nomor tunggal putra, pebulu tangkis Indonesia yang membela AIX Universite Indra Bagus Ade Chanda nyaris menyumbangkan kemenangan. Sayang, dia akhirnya harus menyerah kepada Vladimir Ivanov dengan rubber game 21-14, 19-21, 17-21.

Ini menjadi kekalahan perdana Indra atas lelaki jangkung tersebut. Sebelumnya, lelaki yang pernah digembleng di Pelatnas Cipayung tersebut menang 21-12, 21-15 atas Ivanov di Spanyol Open 2010.

''Iya, saya kalah. Badan nggak mau ikut yang saya mau ha ha ha,'' kata Indra melalui layanan pesan singkat.

AIX Universite memperkecil kekalahan menjadi 1-2. Tunggal putri asal Belgia berdarah Indonesia Lianne Tan unggul straight game 21-15, 21-14 atas Yang Xie.

Namun, di partai keempat, pasangan nomor satu Rusia Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov memastikan Primorye mempertahankan gelar. Mereka melibas Tanguy Citron/Sylvain Grosjean dengan mudah 21-6, 21-10.

Tahun lalu, Primorye naik ke posisi terhormat berkat kemenangan 4-1 atas klub Prancis lainnya, BC Chambly Oise dengan 4-1. Sedangkan pada 2013 dan 2012, Ivanov dkk menumbangkan klub Denmark Team Skaelkor dengan 4-1 dan 4-2. (*)

Primorye Masuk Final Lagi

Minggu, 14 Juni 2015

PRIMORYE (Rusia) dan AIX Universite CB (Prancis), akan adu kecerdikan dalam babak pemungkas yang dilaksanakan di Tours, Prancis, pada Minggu waktu setempat (14/6/2015).

Primorye, yang menyandang status juara bertahan, langsung menang 3-0 atas BC Milano  (Italia) dalam babak semifinal Sabtu waktu setempat (13/6/2015). Sedangkan AIX Universite, yang sebenarnya diunggulkan di posisi ketiga, melibas unggulan kedua yang juga berasal dari Prancis BC Chambly Oise dengan 3-1.
DARAH INDONESIA: Lianne Tan, tunggal putri AIX Universite

''Saya difokuskan main di tunggal. Memang, di penyisihan, saya pernah main di ganda,'' kata pebulu tangkis Indonesia yang membela AIX Universite Indra Bagus Ade Chanda melalui layanan pesan singkat.

Mantan penghuni Pelatnas Cipayung tersebut menjadi penyemangat bagi rekan-rekannya. Indra mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah di partai pertama, pasangan ganda campuran Ronan Labar/Petya Nedelcheva yang menyerah kepada Robert Mateusiak/Imogen Bankier 19-21, 16-21.

Kemenangan Indra pun merembet ke dua partai lainnya, tunggal putri dan ganda putra. Ini membuat partai terakhir yang mempertandingkan nomor ganda putri pun urung dilaksanakan karena skor sudah 3-1 buat AIX Universite.

Kini, kekuatan klub Negeri Beruang Merah, julukan Rusia, kekuatannya tak jauh berubah. Vladimor Ivanov dan Ivan Sozonov menjadi pilar di tunggal dan ganda. (*)


Hasil semifinal Kejuaraan Antarklub Eropa 2015
Primorye (Rusia) v BC Milano (Italia) 3-0
1. Tunggal putra: Vladimir Ivanov v Wisnu Putro 22-24, 21-15, 22-20

2. Tunggal putri: Yang Xie v Ramona Gloria 21-8, 21-2

3. Ganda putra: Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov v Christoffer Holm/Alexander Kantioler 21-10, 21-3


AIX Universite (Rusia) v  BC Chambly Oise (Rusia)
1. Ganda campuran: Ronan Labar/Petya Nedelcheva v Robert Mateusiak/Imogen Bankier 19-21, 16-21

2. Tunggal putra:Indra Bagus Ade Chandra v Thomas Rouxel  21-16, 21-16

3. Tunggal putri: Lianne Tan v Atu Rosalina 21-14, 21-17

4. Ganda putra: Sylvain Grosjean/Ronan Labar v Bastian Kersaudy/Robert Mateusiak 18-21, 21-17, 21-14

Ihsan Bawa Indonesia Pertahankan Emas

Sabtu, 13 Juni 2015

PAHLAWAN: Ihsan (kanan) diuber rekan-rekan (foto:PBSI)

EMAS nomor beregu putra SEA Games 2015 jatuh ke tangan Indonesia. Dalam final yang dilaksanakan din Indoor Stadium Singapore pada Jumat waktu setempat (12/6/2015), merah putih melibas Thailand dengan 3-2.

Sektor ganda kembali menyumbangkan poin absolut. Pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Markus 'Sinyo' Fernaldi/Kevin Sanjaya melibas ganda Negeri Gajah Putih,julukan Thailand. Angga/Ricky menundukkan Bodin Issara/Nipitphon Puangpuapech dengan dua game langsung 21-15, 21-13. Sedangkan Sinyo/Kevin dipaksa bertarung tiga game 21-19, 18-21, 21-14 untuk bisa menang atas Pakkawat Vilailak/Wannawat Ampunsuwan.

Sementara, Ihsan Maulana Mustofa menjadi penentu Pasukan Cipayung untuk membuat lagu Indonesia Raya berkumandang dalam pesta olahraga dua tahunan tersebut. Tunggal ketiga itu melibas Suppanyu Avihingsanon dengan 20-22, 21-16, 21-9.

Sementara, dua partai yang lepas adalah dari tunggal pertama dan kedua. Jonatan Christie yang turun di tunggal pertama kalah straight game 17-21, 19-21 kepada Tanongsak Saensomboonsuk. Dan, Firman Abdul Kholik, tunggal kedua Indonesia, menyerah mudah 7-21, 14-21 kepada pebulu tangkis senior Boonsak Ponsana.

''Alhamdulillah, akhirnya kami bisa meraih emas dari beregu putra. Meski yang kami tampilkan di SEA Games kali ini para pebulu tangkis muda usia,'' kata Wakil Sekjen PP PBSI Ahmad Budiarto melalui layanan pesan singkat kepada smashyes.

Dua tahun lalu, nomor beregu tak dilaksanakan di Myanmar. Sementara, nomor beregu pada SEA Games 2015 jatuh ke tangan Thailand yang mengalahkan Malaysia 3-0. (*)

Gelar Beregu Putra (5 SEA Games terakhir)
2015: Indonesia
2011: Indonesia
2009:Indonesia
2007: Indonesia
2005: Malaysia

Marin Akhirnya Jadi Nomor Satu

Jumat, 12 Juni 2015

RATU BARU: Carolina Marin (foto:malaysianinsider)

POSISI teratas tunggal putri dunia akhirnya diduduki oleh Carolina Marin. Ini untuk kali pertama gadis Spanyol 21 tahun tersebut berada di ranking tertinggi.

Pekan lalu,Marin masih berada di posisi kedua. Naiknya perempuan asal Oviedo tersebut tak lepas dari jebloknya Li Xuerui dari Tiongkok di Indonesia Super Series Premier 2015.

Dalam turnamen yang menyediakan hadiah total USD 800 ribu tersebut, Xuerui sudah tersungkur di babak kedua. Dia dipermalukan pebulu tangkis nonunggulan asal Jepang Akane Yamaguchi dengan 21-12, 18-21, 13-21.

Selain itu, jebloknya Saina juga ikut mengantarkan Marin ke pucuk tangga. Juara Indonsia Open, titel resmi kejuaraan, tiga kali (2009, 2010, dan 2012) tersebut tumbang di perempat final oleh Wang Shixian (Tiongkok) 21-16, 12-21, 18-21. Tahun lalu, Saina juga gagal menembus empat besar usai dihentikan Li Xuerui.  Sedangkan pada 2014, Marin gugur di babak kedua karena menyerah 17-21, 13-21 kepada Wang Shixian.  Sementara, juara Indonesia Super Series Premier 2015 nomor tunggal putri, Ratchanok Intanon, naik satu setrip ke posisi kelima.

Sebelum berlaga di Indonesia Super Series Premier 2015, Marin juga menjadi juara di Australia Super Series. Ini menjadi gelar ketiganya setelah memenangi  All England Super Series Premier dan Malaysia Super Series Premier. (*)

Ranking tunggal putri (10 beaar)

1. Carolina Marin (Spanyol) 80752
2. Saina Nehwal (India)         79192
3. Li Xuerui (Tiongkok) 78537
4.Tai Tzu Ying (Taiwan) 72920
5.Ratchanok Intanon (Thailand) 69587
6.Sung Ji-hyun (Korea Selatan) 68498
7.Wang Shixian (Tiongkok) 67810
8.Wang Yihan (Tiongkok) 66328
9.Akane Yamaguchi (Jepang) 57355
10.Nozomi Okuhara (Jepang) 56964

Sumber: BWF

Satu Emas di Depan Mata

PILAR: Angga Pratama/Ricky Karanda 

ASA mengawinkan emas nomor beregu cabang olahraga (cabor) bulu tangkis SEA Games 2015 kandas. Indonesia hanya mampu meloloskan kelompok putra dalam ajang dua tahunan bangsa-bangsa Asia Tenggara tersebut.

Itu setelah Jonatan Christie dkk mampu mengalahkan Malaysia dengan skor 3-2 dalam pertandingan semifinal beregu yang dilaksanakan di National Indoor Singapore pada Rabu waktu setempat (11/6/2015). Sementara, negeri jiran mampu membalasnya di sektor putri dengan menang 3-1 atas Lindaweni Fanetri dkk.

Tiga kemenangan Indonesia, dua di antaranya disumbangkan dari nomor ganda. Pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Kevin Sanjaya/Markus Fernaldi mampu menundukkan ganda Malaysia. Ihsan Maulana Mustofa menjadi penentu lolosnya para penggawa Pelatnas Cipayung usai menundukkan Mohamad Arif Abdul Latif dengan 21-12, 22-20.

''Semoga tim putra bisa melanjutkan kemenangannya atas Thailand di final sehingga bisa meraih emas,'' harap Wasekjen PP PBSI Ahmad Budiarto kepada smashyes.

Hanya, dia tak berani membocorkan komposisi yang bakal diturunkan melawan Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, di laga pemungkas yang dilaksanakan Jumat (12/6/2016).  Pihak manajemen tim masih menunggu koordinasi pada Jumat pagi. Thailand sendiri lolos ke final berkat kemenangan atas Vietnam.

''Sebenarnya, tim putri juga peluang lolos ke final. Sayang, mereka masih labil,'' ungkap Budi, sapaan karib Ahmad Budiarto.

Ya, srikandi Cipayung nyaris melibas Malaysia. Unggul dulu melalui melalui tunggal pertama Lindaweni Fanetri, tiga partai lainnya pun kalah dengan rubber game. (*)

Ada Tiga Wakil Indonesia di Antarklub Eropa

Rabu, 10 Juni 2015

BELA PRANCIS: Indra Bagus Ade Chanda

TITELNYA memang Kejuaraan Antarklub Eropa. Namun, ada juga pebulu tangkis dari benua lain yang ikut unjuk kebolehan dalam event yang dilaksanakan di Tours, Prancis, 10-14 Juni 2015 itu.

Indonesia, sebagai salaha satu barometer olahraga tepok bulu, pun tak mau ketinggalan. Ada tiga wakil merah putih yang membela klub di Benua Biru, julukan Eropa, tersebut.

Ada Indra Bagus Ade Chandra yang membela AIX Universite, Prancis), Atu Rosalia (BC Chambly Oise, Prancis), dan Wisnu Haryo serta Rena Suwarno (BC Milano, Italia).

''Iya, saya main membela AIX Universite. Selasa, saya berangkat ke Paris,'' kata Indra kepada smashyes melalui layanan pesan singkat.

Ya, selama ini, mantan penghuni Pelatnas Cipayung tersebut tinggal di Italia. Indra menjadi teman berlatih (sparring partner) Timnas Negeri Pizza, julukan Italia.

Meski berada di Italia, dia tak satu klub dengan Wisnu. Alasannya, dia hanya menjadi teman berlatih bukan anggota klub.

''Saya mainnya liga di Prancis, sedangkan Wisnu di Italia. Kebetulan, klub saya lolos ke final di Liga Prancis sehingga dapat jatah ke Kejuaraan Eropa,'' ujar Indra.

Rencananya, usai dari Kejuaraan Antarklub Eropa, dia akan kembali ke Indonesia. Ini, terang Indra, karena kompetisi di Eropa libur dan baru bergulir September mendatang. (*)

Menahan Primorye Lakukan Quat-trick

PILAR: Vladimir Ivanov (kiri)/Ivan Sozonov (foto:zimbio)

KEJUARAAN Antarklub Eropa kembali bergulir. Kali ini, ajang tahunan tersebut dilaksanakan di Tours, Prancis, selama empat hari, 10-14 Juni.

Sebagai juara bertahan, Primorye Vladiostok menjadi kandidat utama kembali menjadi juara. Jika terjadi, klub asal Negeri Beruang Merah, julukan Rusia, tersebut akan mencetak quat-trick (empat kali beruntun) naik ke podium terhormat.

Kans tersebut memang terbuka lebar. Dari sisi materi, kemampuan mereka tak banyak berubah. Tahun lalu yang juga dilaksanakan di kota di Prancis, Amiens, Primorye menundukkan Chambly Oise.

Primorye masih diperkuat Vladimir Ivanov, Ivan Sozonov di sektor putra maupun Evgenia Dimova, dan Olga Golovanova untuk sektor hawa. Dengan kemampuan yang merata, butuh perjuangan ektrakeras untuk menundukka Primorye.

Hanya, Chambly Oise tetap masih bisa jadi batu sandungan.Klub asal tuan rumah itu juga punya materi yang tak boleh di pandang sebelah mata. Ada nama Robert Mateusiak (Polandia) di putra dan juga Beatriz Corales serta  Imogen Bankier di putri.

Dengan sistem seperti yang dipakai di Piala Sudirman, pada 2014, Primorye menang 4-1 atas Chambly. Kemenangan itu disumbangkan oleh Vladimir Ivanor yang mengalahkan  Thomas Rouxel  21-9 21-12 di tunggal putra. Kemudian, di ganda putra, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov melibas Bastian Kersaudy/Robert Mateusiak 21-15 21-16.

Poin ketiga Primorye didonasikan Nina Vislova/Yeqi Zhang yang menundukkan pasangan ganda putri Rosy Pancasari/Elsa Danckers 21-11 21-7. Pasangan ganda campuran Ivan Sozonov/Valeria Sorokina menegaskan kemenangan timnya usai membekap  Robert Mateusiak/Kirsty Gilmour 21-11 21-18.

Satu-satunya partai yang lepas dari Primorye dalam final yang dilaksanakan 28 Juni itu saat tunggal putrinya Olga Golovanova menyerah kepada Kirsty Gilmour 21-19 6-21 12-21.

Pada 2015, 14 klub ikut ambil bagian. Mereka dibagi dalam empat grup. (*)

Pembagian grup Kejuaraan Antarklub Eropa 2015
Grup 1: Primorye (Rusia), Fiederball Schffleng (Luksemburg), BC Uzwil (Swiss)

Grup 2:BC Chambly Oise (Prancis), CB Oviedo (Spanyol),  ACD Che Lagoense (Portugal)

Grup 3: AIX University CB (Prancis), TBR (Islandia), Helsingfors (Finlandia), BK DKC (Belanda)

Grup 4: BK 1973 Deltacar (Rep Ceko), BC Zwjndrecht (Belgia), Kristiansand BK (Denmark), BC Milano (Italia)

Tak Lebaran demi Kejar Ranking

Selasa, 09 Juni 2015

PADUKAN: Rian Agung (kanan)/Berry Anggriawan

TIM bulu tangkis Indonesia tak mau banyak sesumbar. PP PBSI, selaku induk organisasi olahraga tepok bulu di tanah air, hanya pasang target dua emas dalam SEA Games 2015 yang tengah berlangsung di Singapura.

''Kami mengirim  para pebulu tangkis muda. Jadi, kami pasang target dua emas,'' kata Wakil Sekjen PP PBSI Ahmad Budiarto kepada smashyes.

Namun, dia tak menjelaskan dua nomor yang jadi bidikan. Hanya, dari lima nomor perorangan dan beregu, semua punya kans meraih emas.

Ya, dari pebulu tangkis yang dikirim tak ada nama pasangan ganda putra Hendra Setiawa/Mohammad Ahsan, Greysia Polii/Nitya Krishinda (ganda putri), maupun Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran). Padahal, kalau ketiganya turun, emas sudah jaminan di tangan.

Ini melihat kualitas dan kemampuan  mereka. Hendra/Ahsan dan Tontowi/Liliyana merupakan juara dunia 2013 dan sekarang masih menjadi pasangan dengan ranking terbaik di Asia Tenggara. Sedangkan Greysia/Nitya adalah peraih medali emas Asian Games 2014.

Hanya, dari sisi stamina, skuad merah putih layak dapat sorotan. Semuanya baru saja tampil di ajang Indonesia Super Series Premier 2015 di Istora Senayan, Jakarta. Hanya, dalam event yang baru berakhir 7 Juni itu, tak ada penggawa SEA Games 2015 yang keluar menjadi juara.

''Masih ada waktu untuk recovery. Kondisi anak-anak sudah di puncak pas di SEA Games karena baru dilaksanakan 10 Juni,'' tandas Budi. (*)



Skuad bulu tangkis Indonesia ke SEA Games 2015

Manajer Tim: Lius Pongoh
Tim Pelatih:
1. Hendry Saputra
2. Bambang Suprianto
3. Chafidz Yusuf
4. Eng Hian
5. Nova Widianto

Beregu Putra:
Jonatan Christie
Firman Abdul Kholik
Ihsan Maulana Mustofa
Anthony Sinisuka Ginting
Ricky Karanda Suwardi
Angga Pratama
Kevin Sanjaya Sukamuljo
Marcus Fernaldi Gideon
Riky Widianto
Praveen Jordan

Putri:
Lindaweni Fanetri
Hanna Ramadini
Gregoria Mariska
Dinar Dyah Ayustine
Anggia Shitta Awanda
Ni Ketut Mahadewi Istarani
Maretha Dea Giovani
Suci Rizki Andini
Richi Puspita Dili
Debby Susanto

Mereka juga tampil di
Tunggal Putra:
Jonatan Christie
Firman Abdul Kholik

Tunggal Putri:
Lindaweni Fanetri
Hanna Ramadini

Ganda Putra :
Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon

Ganda Putri :
Ni Ketut Mahadewi Istarani/Anggia Shitta Awanda
Suci Rizki Andini/Maretha Dea Giovani

Ganda Campuran :
Riky Widianto/Richi Puspita Dili
Praveen Jordan/Debby Susanto



Rian Agung Saputra tengah membangun kembali karirnya. Dia pun rela mengorbankan pulang ke kampung halaman.
--
MENEMBUS ranking 10 besar dunia pernah dilakukan oleh Rian Agung Saputro. Bersama Angga Saputra, mereka duduk di posisi ketujuh dunia pada 3 April 2014.

Sayang, setelah itu, prestasinya mulai turun. Bisa dikatakan mulai 2014, penampilan Rian/Angga tak sesuai harapan.

Padahal, pada 2013, tiga gelar di Australia Grand Prix Gold, Selandia Baru Grand Prix, dan Indonesia Grand Prix Gold berhasil disabet. Sebenarnya, di awal 2014, Rian/Angga sempat menyemburkan asa dengan lolos ke babak semifinal Malaysia Super Series Premier.

Hanya, setelah itu, tumbang di babak-babak awal terus menjadi langganan.Puncaknya, usai  kalah di babak kedua Asian Games di Incheon, Korea Selatan, di babak kedua oleh pasangan tuan rumah Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong membuat PP PBSI kehilangan kesabaran.

Rian/Angga pun akhirnya diceraikan. Mereka bertukar pasangan dengan Berry Anggriawan/Ricky Karanda Suwardi.

Rian dengan Berry dan Angga bersama Ricky. Sayang, capaian Angga/Ricky lebih cemerlang.

Keduanya sudah mampu menjadi juara  Singapura Super Series. Imbasnya,  ranking keduanya melesat tajam dan kini sudah 16 dunia. Bagaimana dengan Rian/Berry? Keduanya masih terdampar di posisi 94  dunia.

''Masih cari-cari yang klop dengan Berry,'' jelas Rian kepada smashyes.

Dengan masih mencari-cari itu pula, kesempatan melaju ke babak perempat final Indonesia Super Series Premier 2015 kandas. Di babak kedua, Rian/Berry menyerah kepada pasangan Jepang yang menjadi unggulan keenam Kenichi Hayakawa/Hiroyuki Endo.

Padahal, di game pertama, Rian/Berry unggul 22-20. Namun, permainan tak kenal menyerah gagal dipertahankan di dua game berikut dan menyerah 11-21, 8-21.

''Tenaga tangan dan kecepatan tangan sudah turun. Kami kan sudah main dari babak kualifikasi,'' ungkap Rian yang berasal dari klub Suryanaga, Surabaya, tersebut.

Meski masih terseok, Rian pun punya target yang ingin dikejar. Dia dan Berry ingin menembus 15 besar dunia.

Demi ambisi itu, mereka pun rela  tak  menjalani Lebaran di rumahnya masing-masing. Alasannya, pada saat yang bersamaan, Rian/Berry tampil di Taiwan Grand Prix yang dilaksanakan 14-19 Juli. Lebaran sendiri jatuh pada 17-18 Juli mendatang.

''Pilih tanding dulu. Biar peringkat naik,'' tandasnya. (*)


Kiprah Rian Agung/Berry Anggriawan
Makau Grand Prix Gold 2014: Babak II

Austria Challenge 2015: Perempat final

Jerman Grand Prix Gold 205: Perempat final

Selandia Baru Grand Prix 2015: Babak II

Indonesia Super Series Premier 2015: Babak II

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger