www.smashyes.com

www.smashyes.com

Pulang dan Kunjungi Negeri Leluhur

Minggu, 09 Agustus 2015

BALIK: Imam (dua dari kiri) bersama wakil Finlandia
KEJUARAAN Dunia 2015 yang dilaksanakan di Jakarta jadi kesempatan pulang kampung. Itu tentunya buat pelatih atau pebulu tangkis yang mempunyai darah Indonesia.

Dalam ajang yang dilaksanakan di Istora pada 10-16 Agustus itu ada dua sosok yang punya ikatan dengan Indonesia. Satunya masih sebagai WNI (warga negara Indonesia) yakni Imam Teguh Santoso dan satunya menjadi wakil Belgia Yuhan Tan.

''Saya datang dengan membawa pebulu tangkis Finlandia. Ada 2 tunggal putra dan satu ganda putri,'' kata Imam kepada smashyes.

Tunggal putra yang dimaksudkannya adalah Eetu Heino dan Ville Lang. Sementara tunggal putri Finlandia yang lolos ke ajang bergengsi tersebut adalah Mathilda Lindholm/Jenny Nystrom.

Dengan kekuatan tersebut, dia tak banyak berharap bakal melaju lebih baik. Lolos dari putaran pertama, ungkapnya, sudah menjadi sebuah kebanggan.

Di tunggal putra, kans lebih besar untuk lolos ke babak kedua  ada di pundak Eetu. Alasannya, dia berjumpa dengan pebulu tangkis asal Eropa Scott Evans (Irlandia)Vil.

''Mendingan begitu daripada langsung ketemu dengan wakil Asia,'' jelas Imam.

Beda dengan Ville. Dia bersua dengan unggulan kesembilan Son Wan-ho asal Korea Selatan.Meski belum pernah bertemu, namun ranking anak asuhnya kalah jauh. Saat ini, Ville berada di posisi 50 dunia sedangkan wakil Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, ada di ranking sembilan.

Sedangkan Mathilda Lindholm/Jenny Nystrom di babak perdana berjumpa dengan Hsu Ya Ching/Pai Yu Po.Kedua pasangan belum pernah adu kekuatan.

Hanya, dari ranking, wakil Finlandia tersebut kalah. Saat ini, Mathilda/Jenny menghuni tangga ke-79 sedangkan lawannya di posisi 37.

Lain halnya dengan Yuhan Tan. Dia datang untuk turun ke lapangan.

Di babak pertama, lelaki berdarah Bandung, Jawa Barat, tersebut berjumpa dengan Derek Wong dari Singapura.

Kans lolos babak kedua tetap ada. Dengan ranking 69, dia akan menantang lawannya yang ada di psisi 47.

Saat coba dikonfirmasi melalui telepon genggam tak ada balasa. Nomor yang dihubungi memakai nomor Belgia.

''Biasanya Yuhan sama saya. Tapi, ini lagi nggak sama dia,'' kata Andre Kurniawan Tedjono, mantan penghuni Pelatnas Cipayung yang jadi rekan satu klub Yuhan di Jerman.

Dia juga tak mempunyai nomor Indonesia yang dipakai sahabatnya tersebut.

Yuhan sendiri sudah beberaa kali ke Indonesia. Bahkan, dia pernah berlatih di negeri ayahnya tersebut dan menjajal beberapa kejuaraan di tanah air. (*)  

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger