www.smashyes.com

www.smashyes.com

Bersatu Kejar Gelar Keempat

Selasa, 28 Februari 2017

PASANGAN Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kembali bersatu. Sebelumnya, pada 2017, keduanya tak bermain bersama.

Karena Liliyana cedera, Tontowi dipasangkan dengan pebulu tangkis muda Gloria Emanuelle Widjaja. Hasilnya, mereka hanya sampai babak semifinal Malaysia Grand Prix Gold 2017.

Namun, kali ini, dalam ajang bergengsi All England 2017, Tontowi/Liliyana bakal turun lapangan. Bahkan, keduanya langsung ditempatkan sebagai unggulan kedua.

Kali terakhir, mereka berpasangan dalam Super Series Finals di Dubai Desember lalu. Tontowi/Liliyana atau ada yang juga menyebut Owi/Butet sudah terhenti di babak I.

Bagi keduanya, All England sudah seperti rumah sendiri. Tontowi/Liliyana sudah tiga kali menjadi juara beruntun yakni 2012, 2013, dan 2014. Di 2015, mereka menembus babak final. Tontowi/Liliyana menyerah kepada musuh beratnya asal Tiongkok Zhang Nan/Zhou Yunlei.

Sementara tahun lalu, mereka menyerah di perempat final dari pasangan Inggris yang juga suami istri Chris Adcock/Gabrielle Adcock. (*)

Dari Surabaya Langsung ke Eropa

Marc Zwiebler saat membela Musica
SUPERLIGA Badminton Indonesia (SBI) 2017 baru saja Minggu (26/2/2017). Tapi, para pesertanya tak bisa bersanta-santai.

Agenda turnamen luar negeri sudah menanti.  Khususnya bagi pebulu tangkis mancanegara.

Buktinya, ada nama Chou Tien Chen (Taiwan), Mark Zwiebler (Jerman), dan Vladimir Ivanor (Rusia) langsung berlaga dalam German Open 2017 yang sudah mulai dilaksanakan 28 Februari.

Untung, ketiganya tak harus melalui babak kualifikasi. Ini membuat ketiganya mempunyai sedikit jeda waktu untuk recovery.Tien Chen dan Zwiebler berlaga di nomor tunggal putra, sedangkan Ivanov unjuk kemampuan di ganda putra.

Menariknya, di SBI 2017, ketiganya sam-sama membela Musica Champion. Berkat ketiganya, klub milik Effendi Widjaja itu sukses menjadi juara dalam ajang yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya, tersebut.

Namun, di antara ketiganya yang berlaga di final hanya Tien Chen. Dia ikut menyumbangkan kemenangan Musica atas Djarum. Ini dikarenakan lawannya, Son Wan-ho dari Korea Selatan, mengundurkan diri. (*)

Tiongkok Kirim yang Terbaik di Jerman

Lin Dan (foto: dailymail)
LEVEL German Open hanya grand prix gold.  Tapi, Tiongkok tak mau main-main dalam ajang yang menyediakan hadiah total USD 120 ribu tersebut, khususnya di tunggal putra.

Tiga andalannya, Chen Long, Lin Dan, dan Tian Houwei akan ikut ambil bagian. Bahkan, ketiganya menempati posisi unggulan secara berurutan. Dengan Chen Long sebagai unggulan kedua, Lin Dan (ketiga), dan Tian di posisi keempat.

Bisa jadi, Tiongkok punya strategi di balik pengiriman ketiganya. Ini sebagai upaya pemanasan sebelum berlaga dalam ajang All England yang dilaksanakan pekan depan di Birmingham, Inggris. Apalagi, selama ini, di sektor tunggal putra, Negeri Panda, julukan Tiongkok, selalu mendominasi.

Dua tahun terakhir, gelar terhormat disabet Lin Dan (2016) dan Chen Long (2015). Khusus Lin Dan, gelar tahun lalu membuat dia sudah mengoleksi lima gelar. Selain itu, kemenangannya tahun lalu juga membuat lelaki yang kini berusia 34 tahun tersebut menyelamatkan muka negaranya karena menjadi satu-satunya posisi terhormat yang bisa dibawa pulang ke negerinya.

Di German Open 2017 ini, ketiganya juga sudah dibendung. Para rival dari Indonesia, Korea Selatan, Jerman, dan Denmark tak mengirim kekuatan terbaik. (*)

Bisa Surabaya, Bisa Juga Bandung

Minggu, 26 Februari 2017

Wijanarko, Imam Nahrawi, dan Achmad Budiharto


SUPERLIGA Badminton Indonesia (SBI) 2017 kelar Minggu petang (26/2/2017).  Musica menjadi juara di sektor beregu putra dan Mutiara memenangi beregu putri.

Dalam sisi penyelenggaraan, ajang yang menyediakan hadiah total lebih dari Rp 3 miliar tersebut juga sukses. Puncaknya pada final beregu putra. Penonton memadati DBL Arena, Surabaya, pada Minggu (26/2/2016).

“Ada peningkatan audience dibanding tahun lalu, kecuali waktu di final beregu putri memang ada paceklik. Tetapi kami memang sedang krisis bintang putri, jadi antusiasme penonton agak berkurang,” ujar Achmad Budiharto, Direktur SBI 2017 yang juga merupakan Sekretaris Jenderal PP PBSI, seperti dikutip media PBSI.

Ya, saat final beregu putri yang dilaksanakan Sabtu (25/2/2017), penonton tak terlalu banyak. Bahkan, jumlahnya tak sampai separo saat laga yang mempertemukan Mutiara dengan

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan bahwa SBI tahun depan kemungkinan kembali akan dilangsungkan. Surabaya kembali menjadi kandidat. Namun, Bandung, Jawa Barat, juga menjadi saingan.

''Bisa juga di luar Surabaya biar tidak di sini terus. Namun, kota tersebut juga mudah di jangkau dari negara lain,'' jelas Budi, sapaan karib Achmad Budiharto. (*)

Menpora Puji Pebulu Tangkis Muda

Anthony Ginting yang jadi penentu kemenangan Musica
PENAMPILAN pebulu tangkis muda Indonesia dapat apresiasi. Mereka sudah layak di andalkan di ajang internasonal.

''Ihsan (Maulana Mustofa), Jonatan (Christie), (Anthony Sinisuka) Ginting, Shesar (Hiren Rhustavito) adalah masa depan bulu tangkis Indonesia. Di turnamen selanjutnya seperti All England, Piala Sudirman, merekalah yang akan membawa nama baik Indonesia. Saya kira optimisme itu yang kami yakini hari ini,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi kepada para wartawan usai final Superliga Badminton Indonesia (SBI) 2017 di DBL Arena, Surabaya,

Ya, dalam waktu dekat, mereka, khususnya Ihsan, Jonatan, dan Ginting bakal menjadi pilar Indonesia di ajang All England. Selama ini, Indonesia sudah puasa gelar yang cukup lama di turnamen perorangan paling bergengsi di dunia tersebut.

Imam sendiri menyempatkan diri hadir menonton babak semifinal dan final SBI 2017. Selain itu, Ketua Umum PP PBSI Wiranto juga hadir bersama Wakil Ketua Umum I/Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta dan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf.

“Terima kasih kepada panitia pelaksana yang luar biasa, kejuaraan ini adalah momentum buat atlet muda nasional dimana mereka bisa melihat atlet dari negara lain dan mengambil pengalaman,” ucap Imam.

Antusiasme penonton di DBL Arena begitu luar biasa, ini merupakan sinyal positif bahwa olahraga bulutangkis begitu dicintai di Jawa Timur.

“Ini adalah bukti bahwa masyarakat Jawa Timur sangat ingin menonton bulu tangkis, walaupun hujan juga dikejar. Semoga ini membawa dampak positif untuk perkembangan bulu tangkis di Jawa Timur dan sekitarnya,” ujar Oei Wijanarko Adimulya, Ketua Umum Pengurus Provinsi PBSI Jawa Timur yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI.(*)

Musica Raih Gelar Keempat

Musica Champions saat di atas podium bersama Wiranto
DOMINASI putra Musica Champions di ajang Superliga Badminton Indonesia (SBI) belum tergoyahkan. Klub milik Effendi Widjaja tersebut kembali menjuarai tahun ini.

 Artinya, untuk kali keempat, Musica naik ke podium terhormat. Dalam final yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya, Minggu (26/2/2017), Musica menang 3-2 atas rival beratnya, Djarum Kudus.

 Hasil dan lawan ini seakan ulangan dua tahun lalu di Bali. Saat itu, Musica juga menang atas Djarum Kudus dengan skor 3-2. Pada 2014 dan 2013, Musica juga menjadi pemenang.

Musica membuka kemenangan lewat tunggal putra Chou Tien Chen yang menang atas Son Wan Ho. Pebulu tangkis Korea Selatan itu mundur di game pertama karena mengalami cedera lutut kanan.

“Son Wan Ho cedera cukup menguntungkan buat kami, karena Djarum memang kuat di partai pertama, kedua dan ketiga. Sedangkan kami unggul di partai keempat dan kelima. Jadi waktu dapat mengamankan poin pertama, kami optimis bisa menang,” ujar Effendy Wijaya, Manajer Tim Musica Champions, saat jumpa pers usai pertandingan.

Di partai kedua, kemenangan pasangan Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo menyamakan kedudukan tim Djarum Kudus atas Musica Champion menjadi 1-1. Ihsan Maulana Mustofa berhasil ‘membayar kekalahan’ di laga final dua tahun lalu atas Jonatan Christie. Djarum Kudus lagi-lagi unggul 2-1.

 “Tadi saya kalah di mentalnya, ada faktor non teknis juga. Selain itu, Ihsan juga main bagus, jarang bikin kesalahan dan saya banyak memberi umpan,” tutur Jonatan.

Partai keempat sempat sulit diprediksi. Lee Yong-dae/Kim Sa-rang akhirnya berhasil menyumbang poin kedua untuk Musica setelah mengalahkan rekannya sesama dari Korea Selatan Ko Sung-hyun/Shin Baek-cheol.

Anthony Sinisuka Ginting menjadi penentu kemenangan Musica dengan menaklukkan Shesar Hiren Rhustavito. Laga sengit sempat terjadi di game pertama.

Kedua pebulu tangkis muda ini selalu berkejaran angka. Hingga saat-saat kritis pun, keduanya tak mau kalah. Skor terus imbang 19-19, 20-20, 21-21.

Suasana sangat menegangkan. Namun Anthony yang tampil lebih sabar, akhirnya menang.

Sayang, di game kedua, Shesar tampil antiklimaks. Anthony memanfaatkan kesempatan ini dan terus menekan, unggul jauh 18-6, Anthony makin sulit dikejar. Saat merebut champion point, Anthony langsung diserbu rekan satu timnya untuk melakukan selebrasi bersama-sama di tengah lapangan.

“Tadi saya turun di partai penentu, beda dengan pertandingan kemarin yang bukan partai penentu. Tadi saya lebih mempersiapkan mental, soal permainan kan sudah sama-sama tahu,” ujar Anthony. (*)

Hasil Pertandingan Final :
Musica v Djarum
Chou Tien Chen vs  Son Wan Ho 14-13 mundur

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo 18-21, 17-21

Jonatan Christie vs Ihsan Maulana Mustofa 15-21, 14-21

Lee Yong Dae/Kim Sa Rang vs Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol 21-16, 21-19

Anthony Sinisuka Ginting vs Shesar Hiren Rhustavito 23-21, 21-10

Ma Jin Gagal Sumbang Poin

Minggu, 19 Februari 2017

Ma Jin dan Manajer Djarum Fung Permadi
 NAMA Ma Jin pernah disegani di pentas bulu tangkis dunia. Posisi ranking satu dunia pun pernah diduki di nomor ganda campuran.

Perak olimpiade juga pernah diraih di London, Inggris, 2012. Saat itu, dia berpasangan dengan Xu Chen. Setahun kemudian, di Paris, 2013, Ma Jin meraih juara dunia dengan pasangan yang berbeda, Zheng Bo.

Sayang, tahun lalu, dia memutuskan mengundurkan diri dari pentas bulu tangkis. Namun, gadis 29 tahun tersebut muncul di DBL Arena, Surabaya, pada Minggu (19/2/2017). 

Ternyata, Ma Jin membela Djarum di ajang Superliga Badminton Indonesia (SBI) 2017. Hanya, penampilannya sudah tak segesit dulu.

Akibatnya, dia gagal menyumbangkan poin di beregu putri. Berpasangan dengan Gloria Emanuelle Widjaja, mereka kalah tiga game 21-19, 18-21, 19-21 atas pasangan Riko Imai/Nao Ono dari Kumamoto Saisunkan (Jepang). Akibatnya, Djarum pun kalah 1-3 yang akhirnya menjadi 1-4.

''Dia kelihatan lama gak berlatih. Gerakannya berat,'' kata Manajer Djarum Fung Permadi.

Ma Jin mengakui itu. Usai pensiun, dia tak banyak melakuan aktivitas bulu tangkis.

Waktunya banyak tercurah untuk mendirikan tempat latihan olahraga tepok bulu itu bersama rekan-rekannya. Hanya, Ma Jin mengaku senang dengan atmosfer bulu tangkis di SBI. (*)

Jepang Mulai Menakutkan (Lagi)

JEPANG mulai menancapkan kuku prestasi. Usai merajai berbagai turnamen individu, kini mereka unjuk kekuatan di nomor beregu.

Negeri Matahari Terbit, julukan Jepang, menjadi pemenang di Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2017. Dalam final yang dilaksanakan Ho Chi Minh, Vietnam, Minggu waktu setempat (19/2/2017), Jepang menang telak 3-0 atas Korea Selatan (Korsel_.

Tiga partai awal, ganda putra, tunggal putri, dan tunggal putra disapu bersih Jepang. Kemenangan mereka dibuka oleh Takeshi Kamura/Keigo Sonoda yang menghentikan asa Kim Gi-jung/Yoo Yeon-seong dengan 21-15, 21-16.

Di laga kedua, Akane Yamaguhi juga menang dua game langsung 22-20, 23-21 atas Sung Ji-hyun. Jepang memastikan meraih posisi terhormat berkat kemenangan 21-13, 21-16 yang dipetik tunggal putranya  NAMA Ma Jin pernah disegani di pentas bulu tangkis dunia. Posisi ranking satu dunia pun pernah diduki di nomor ganda campuran.

 atas Jeon Hyeok-jin.
Sebenarnya, perjalanan terberat Jepang sudah dilalui. Di perempat final, mereka mengalahkan Indonesia dengan skor 3-2. Setelah sebelumnya, Jepang tertinggal lebih dulu 0-2.

Kemudian, di semifinal sesudahnya, giliran Tiongkok disikat dengan 3-1. Usai tertinggal 0-1 di partai pertama. (*)

Tiongkok pun Gagal ke Final

KEGAGALAN masih mengiri perjalanan Tiongkok. Mereka gagal menjadi juara pada Kejuaraan Beregu Asia 2017.

Bahkan, langkah Tiongkok sudah terhenti di babak semifinal. Adalah Jepang yang mampu mempermalukan Negeru Panda, julukan Tiongkok, tersebut. Jepang unggul 3-1 dalam laga semifinal yang dilaksanakan di Ho Chi Minh, Vietnam, pada Sabtu waktu setempat (18/2/2017).

Sebenarnya, Tiongkok sudah unggul lebih dulu. Pasangan ganda campuran anyar mereka, Zhang Nan/Chen Qingchen, menang ketat 22-20, 21-19 atas Arisa Higashino/Yuta Watanabe. Namun, Negeri Sakura, julukan Jepang, menyamakan kedudukan.

Tunggal putranya, Kenta Nishimoto unggul tiga game 10-21, 21-19, 21-17 atas Shi Yuqi. Jepang malah unggul berkat kemenangan Takeshi Kamura/Seigo Sonoda di ganda putra atas Li Junhui/Zheng Siwei 21-16, 16-21, 21-16.

Di partai keempat yang mempertandingkan tunggal putri, andalan Tiongkok Chen Yufei tak berdaya di tangan Akane Yamaguchi. Dia menyerah dua game langsung 15-21, 10-21.

Di babak final, Jepang akan berhadapan dengan Korea Selatan yang di semifinal mengalahkan Thailand dengan 3-1.

Tahun lalu di ajang Piala Thomas, Tiongkok gagal total. Di kandang sendiri, mereka terhenti di perempat final oleh Korea Selatan. Hanya, malu itu tertutupi di sektor putri dengan kembali menjadi pemenang di Piala Uber. (*)

Chong Wei Absen, Ada Yong-dae

Lee Yong-dae saat di DBL Arena
SURABAYA kembali punya hajat besar. Ajang Superliga Badminton Indonesia (SBI) digelar di kota kedua terbesar di Indonesia tersebut.

Sebanyak 10 klub terbaik akan unjuk kebolehan. Mereka akan memperebutkan hadiah total sekitar Rp 3,2 Miliar.

''Jumlah hadiah ini sangat besar. Harapannya agar persaingan juga semakin ketat antarpeserta,'' kata Yoppie Rosimin, salah satu panitia.

Sayang, salah satu magnet yang diharapkan bisa mengangkat gengsi SBI 2017, Lee Chong Wei asal Malaysia, gagal berlaga. Tiga kali peraih perak medali olimpiade tersebut mengalami cedera yang membuat tak bisa membela Musica.

Namun, absennya lelaki bergelar Datuk tersebut tertutupi. Salah satu legenda nomor ganda Lee Yong-dae asal Korea Selatan memastikan ikut. Dia juga akan memperkuat Musica.

Tim yang disponsori perusahaan rekaman tersebut memang jor-joran pemain. Selain Yong-dae, mereka juga menarik pebulu tangkis Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, Kim Sa-rang. Selain itu, duo tunggal terbaik Indonesia saat ini, Jonatan Christie dan Anthony Ginting, juga bergabung.

''Tapi, kami hanya menargetkan semifinal dulu. Banyak lawan berat di Superliga kali ini,'' kata Manajer Mussica Effendi Widjaja dalam jumpa pers pada Sabtu (18/2/2017).

Musica sendiri sudah tiga kali menjadi juara SBI. Dua tahun lalu mereka memenanginya di Bali.

Pada 2016, SBI tak dilaksanakan karena bersamaan dengan olimpiade. (*)

Jalan Lapang Perpanjang Dominasi

SEJAK 1996, Denmark hampir selalu juara di Kejuaraan Beregu Eropa. Hanya pada 2013, Negeri Dongeng,julukan Denmark, tersebut kehilangan gelar.

Saat itu,di Moskow, Rusia, Denmark kalah oleh Jerman dengan skor telak 0-3. Tapi, pada 2015 di Leuven, Belgia, hasil jeblok itu dibalas tuntas. Denmark melibas Inggris dengan skor telak 3-0. Jerman sendiri selalu juara bertahan sudah tumbang oleh Inggris di semifinal.

Kini, kesempatan memperpanjang dominasi terbuka. Negeri yang jadi salah satu kiblat dulu tangkis dunia itu menembus babak final Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Eropa 2017. Dalam babak semifinal yang dilaksanakan di Lubin, Polandia, Sabtu waktu setempat (18/2/2017), Denmark menghentikan langkah Jerman dengan skor 3-1.

Kubu Denmark sempat waswas saat Jerman mampu menyamakan kedudukan 1-1. Di partai kedua yang mempertandingkan tunggal putra, andalan mereka, Viktor Axelsen, secara mengejutkan kalah rubber game 18-21, 21-10, 18-21 kepada Fabian Roth.

Sebelumnya, Denmark unggul saat pasangan ganda campurannya, Joachim Fischer/Christinna Pedersen, menang mudah 21-12, 21-17 atas Issabel Herttich/Mark Lamsfuss. Untung, di partai ketiga dan keempat, Jerman menang di partai tunggal putri dan ganda putra.

 Di tunggal putri, Line Kjaersfeldt melibas Fabiene Deprez dengan 14-21,21-11, 21-7. Pasangan senior Mathias Boe/Cartsen Mogensen memastikan negaranya menembus final usai menang 21-17, 21-13 atas Mark Lamsfuss/Josche Zurwonne.

Di babak final, Jerman akan ditantang Rusia. Negeri Beruang Merah Putih lolos ke final berkat kemenangan 3-1 atas Inggris. (*)

Bersyukur Gedung Sudah Kelar

Sabtu, 18 Februari 2017

Sony Dwi Kuncoro Badminton Hall yang sudah bisa dipakai
SEBUAH bangunan baru berdiri megah di Medokan Asri Tengah. Di depannya terdapat foto seorang pebulu tangkis yang sering mengharumkan Indonesia di ajang internasional, Sony Dwi Kuncoro.

''Ini memang gedung bulu tangkis saya. Baru dua hari dibuka resmi,'' kata Sony saat ditemui pada Selasa (14/2/216).

Dia mengaku lega akhirnya apa yang diimpikan bisa kelar. Pembangunan gedung yang luasnya 4000 meter persegi tersebut memakan waktu dua tahun.

Bahkan, untuk mewujudkannya, materi yang dimiliki Sony ludes. Termasuk rumah yang pernah dibelinya di Jakarta saat masih digembleng di Pelatnas Cipayung.

''Termasuk juga tanah di Depok. Pokoknya semua uang tabungan hasil bermain bulu tangkis tersedot untuk pembangunan gedung ini,'' ungkap lelaki 32 tahun tersebut.

Gedung yang dinamai Sony Dwi Kuncoro Badminton Hall tersebut mempunyai enam lapangan. Dengan tinggi gedung 14 meter.Ini membuat gedung tersebut tak terasa panas pada siang hari.

''Semoga ke depannya gedung ini semakin ramai. Saya juga ingin bulu tangkis di Surabaya juga selalu maju,'' jelas peraih perunggu Olimpiade Athena 2004 tersebut.(*)

Buang Peluang Menang

Jumat, 17 Februari 2017

INDONESIA harus mengubur asa menjadi juara Asia Mixed Team Championships 2017.Langkah Angga Pratama dkk terhenti di babak perempat final.

 Dalam pertandingan yang dilaksanakan di Hanoi, Vietnam, pada Jumat waktu setempat (17/2/2017), Merah Putih menyerah 2-3 kepada Jepang. Padahal, peluang menang sudah di depan mata. 

  Edi Subaktiar/Annisa Saufika menjadi partai penutup pertandingan . Saat Indonesia dalam posisi imbang 2-2, Edi/Annisa menjadi harapan untuk merebut poin penentu.

 Sayang mereka akhirnya menyerah dua game langsung dari Yuta Watanabe/Arisa Higashino, 16-21 dan 17-21.

“Setelah imbang 2-2, Edi/Annisa memang jadi harapan penentu kemenangan. Sayang ketika unggul 15-9 di game pertama, mereka malah terkunci dan kehilangan banyak poin. Di game kedua, posisi Edi/Annisa sudah tertekan. Sementara lawan permainannya makin berkembang,” kata Lius Pongoh, manajer tim Indonesia, seperti dikutip dari media PBSI.

Pada laga ini, Indonesia lebih dulu merebut dua poin melalui Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Hanna Ramadini. Tapi di partai ketiga, Muhammad Bayu Pangisthu tak bisa merebut poin untuk Indonesia.

“Penampilan Bayu masih di luar harapan. Dia harusnya tidak kalah mudah begitu. Dia terlalu ingin cepat-cepat menghabisi lawan. Padahal seharusnya enggak. Untuk ganda putra hasilnya sesuai prediksi kami. Hanna juga bisa bermain bagus,” ujar Lius.

Hasil Indonesia v  Jepang:

I.Ganda Putra: Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi vs Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 22-20, 12-21, 21-14

II. Tunggal Putri: Hanna Ramadini vs Sayaka Sato 21-18, 23-21

III. Tunggal Putra: Muhammad Bayu Pangisthu vs Kenta Nishimoto 15-21, 16-21

IV. Ganda Putri: Anggia Shitta Awanda/Tiara Rosalia Nuraidah vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi 14-21, 13-21

V. Ganda Campuran: Edi Subaktiar/Annisa Saufika vs Yuta Watanabe/Arisa Higashino 16-21, 17-21 (*)

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger