www.smashyes.com

www.smashyes.com

Sudah Siapkan Ganda Campuran Jadi Penentu

Senin, 29 Mei 2017

Chae Yoo Jung/Choi Solgyu penentu kemenangan
KEBERHASILAN Korea Selatan (Korsel) mematahkan dominasi Tiongkok di Piala Sudirman bukan tanpa strategi. Negeri beribukota Seoul tersebut sudah mengantisipasi jika bersua dengan raksasa bulu tangkis dunia tersebut.

"Kami memang mempersiapkan ganda campuran kami, tetapi penampilan mereka di perempat final dan semifinal tidak begitu menyenangkan. Tetapi mereka sudah melupakan hal ini dan mereka bisa fokus di setiap poin untuk bisa kemudian memenangkan pertandingan tadi," ujar pelatih kepala Korea Selatan Kang Kyung Jin.

Chae Yoo Jung, sang penentu kemenangan bersama Choi Solgyu, sebenarnya mengakui penampilannya tak sesuai harapan di perempat final dan semifinal. Akibatnya, mereka sempat kehilangan kepercayaan diri.

Laga Korea Selatan melawan Tiongkok harus dituntaskan hingga partai kelima. Tiongkok berhasil meraih poin dari dua peraih medali emas Olimpiade 2016, Zhang Nan/Fu Haifeng serta Chen Long. Tetapi Choi/Chae bisa mencuri kemenangan.

"Kemenangan kami ini seperti keajaiban. Kami hanya mencoba untuk terus menyemangati tim, dan membakar semangat mereka. Saya sendiri memposisikan diri untuk bisa seperti teman, pelatih, orang tua dan keluarga bagi semua pemain," tambah Kang. (*)

Hasil Pertandingan Korea vs Tiongkok

Ganda Putra: Choi Solgyu/Seo Seung Jae v Fu Haifeng/Zhang Nan 14-21, 15-21

Tunggal Putri: Sung Ji Hyun v He Bingjiao 21-12, 21-16

Tunggal Putra: Jeon Hyeok Jin v Chen Long 10-21, 10-21

Ganda Putri: Chang Ye Na/Lee So Hee v Chen Qingchen/Jia Yifan 21-19, 21-13

Ganda Campuran: Choi Solgyu/Chae Yoo Jung vs Lu Kai/Huang Yaqiong 21-17, 21-13

Tiongkok Kehilangan Gelar

Kemenangan Chen Long tak artinya (foto:zimbio)
KEGAGALAN kembali ditelan Tiongkok. Piala Sudirman yang sudah digenggaman Negeri Panda,julukan Tiongkok, selama 10 kali harus lepas.

Dalam final yang dilaksanakan di Gold Coast, Australia, Minggu waktu setempat, Lin Dan dkk dikalahkan Korea Selatan (Korsel) dengan skor 3-2. Sebenarnya, dalam ajang beregu campuran ini, Tiongkok diunggulkan di posisi teratas.

Bahkan, asa mempertahankan gelar terbuka. Di partai pertama yang mempertandingkan nomor ganda putra, pasangan Fu Haifeng/Zhang Nan menyumbangkan poin bagi negerinya. Pasangan yang sudah lama tak dipasangkan tersebut unggul dua game 21-14, 21-15 atas Choi Solgyu/Seung Jae-seo.

Sayang, di partai kedua yang mempertandingkan tunggi putri, wakil Tiongkok He Bingjiao menyerah 12-21, 16-21 kepada Sung Ji-hyun. Chen Long kembali membawa negaranya unggul 2-1.

Peraih emas Olimpiade Rio 2016 Brasil tersebut hanya butuh 47 menit untuk mengatasi perlawanan Jin Hyeok-eon dengan 21-10 21-10. Tapi, lagi-pagi, Negeri Ginseng, julukan Korsel, mampu membuat kedudukan berimbang. Di partai ganda putri, wakil Korea Selatan Chang Ye-na/Lee So-hee melumat Chen Qingchen/Jia Yifan dengan straight game 21-17, 21-13.

Dari 15 kali penyelenggaraan, ini merupakan kali kelima Tiongkok gagal naik ke podium terhormat. Sebelumnya terjadi pada 1989,1991, 1993, dan 2003.

Pada 1989 saat kali pertama dilaksanakan, Piala Sudirman direbut tuan rumah Indonesia. Sedangkan tiga lainnya jatuh ke tangan Korea Selatan.     
''Sebelum kejuaraan, kami dianggap lemah,khususnya di ganda putra. Tapi, kami mampu membangun tim dengan semangat dan saya bisa,''  kata Kang Kyung Jin, pelatih kepada Korsel, seperti dikutip dari BWF. (*)

Tetap Aman di Grup I

Sabtu, 27 Mei 2017

POSISI Indonesia di Piala Sudirman 2017 adalah juru kunci Grup ID. Imbasnya, merah putih gagal menembus perempat final.

 Sebuah capaian yang terburuk bagi Indonesia sejak Piala Sudirman dilaksamakan kali pertama pada 1989. Bahkan, ketika itu, Pasukan Garuda mampu menjadi juara.

 Sayang, setelah itu, Lagu Indonesia Raya tak pernah lagi berkumandang. Termasuk pada 2017 ini.

 Malah sebaliknya, degdegan sempat melanda insan bulu tangkis Indonesia. Kenapa? Dengan posisi juru kunci grup, bisa jadi M. Ahsan dkk dua tahun lagi berlaga di level II.

 ''Indonesia tetap di Grup I.Seeding pemain Indonesia masih di Grup I,'' ujar Sekjen PP PBI Ahmad Budiarto melalui pesan singkat. Saat dihubungi, dia bersama Tim Indonesia tengah transit di Singapura sebelum balik ke tanah air dari Gold Coast, Australia, host Piala Sudirman 2017.

 Jadi, tambahnya, Indonesia tidak lolos dari fase grup saja. Tanpa ada embel-embel degradasi.

 Di Negeri Kanguru, julukan Australia, merah putih memetik sekali kalah dan sekali menang. Kekalahan ditelan dari India dengan 1-4. Tapi, sehari kemudian, Ahsan dkk menundukkan unggulan kedua Denmark dengan 3-2. Hanya, kemenangan tersebut tak bisa membantu lolos ke babak II.(*)

Rexy Tetap Berikan Pengaruh

SENTUHAN magis Rexy Mainaky sudah membuahkan hasil. Thailand dibawanya menembus babak semifinal Piala Sudirman 2017.

 Lawan yang dikalahkan bukan negara sembarangan. Denmark yang di ajang beregu campuran 2017 ini diunggulkan  di posisi kedua.

 Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, menang 3-2 dalam pertandingan perempat final yang dilaksanakan di Gold Coast, Australia, pada Kamis waktu setempat. Dua partai yang lepas dari tunggal putra dan ganda putra.

 Di tunggal putra,  Tanongsak Saensomboonsuk menyerah kepada andalan Denmark Viktor Axelsen dengan mudah 15-21, 6-21. Sedang di ganda putra, Bodin Isara/Nipitphon Phuangphuapet dihentikan Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding dengan 21-15, 18-21, 16-21.

 Untuk tiga partai lain, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran, Thailand mencuri kemenangan. Ganda campuran membuka poin berkat kemenangan pasangan  Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattachai yang unggul dua game ketat 21-19, 21-19 atas     Mathias Christiansen/Sara Thygesen.

 Pasangan yang diturunkan Denmark termasuk mengejutkan. Sebab, mereka punya ganda Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.

 Thailand yang sempat tertinggal 1-2, mampu menyamakan kedudukan. Srikandi mereka,  Ratchanok Intanon    melibas Line Kjaersfeldt dengan dua game langsung 21-15, 21-14.

 Lolosnya negeri dengan ibu kota Bangkok tersebut ditentukan dari ganda putri.  Jongkolphan Kititharakul/Sapsiree menjungkalkan Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen dengan 21-15, 21-12.

 Sebelumnya, Thailand lolos ke perempat final dengan status runer-up Grup ID. Mereka di bawah Tiongkok yang mengalahkannya dengan 5-0. Satu partai lagi dimenangkan atas Hongkong dengan 3-2.Sementara Denmark merupakan juara Grup ID meski kalah dari Indonesia 2-3 di partandingan grup.
 Di semifinal yang dilaksanakan Sabtu (27/5/2017), Thailand akan bersua dengan Korea Selatan. Jika menang, itu akan jadi capaian terbaik mereka setelah lolos semifinal pada 2013. (*)

Ratchanok Gagal Selamatkan Thailand

KIPRAH Thailand di Piala Sudirman 2017 terhenti. Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, dikalahkan Korea Selatan dengan skor 1-3 dalam pertandingan semifinal yang dilaksanakan di Gold Coast, Australia, pada Sabtu waktu setempat (27/5/.2017).

 Harapan menembus babak final untuk kali sebenarnya sempat terbuka. Thailand memetik kemenangan di partai pertama yang mempertandingkan nomor ganda campuran.

Dechapol Puavaranukroh/    Sapsiree Taerattanachai menang straight game 21-16, 21-12 atas Choi Solgyu/Chae Yoo Jung. Sayang, di tiga partai selanjutnya, Thailand gagal menyapu poin.

Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, menyamakan kedudukan dari nomor tunggal putra.  Son Wan-ho unggul rubber game     18-21,21-10,21-17 atas Suppanyu Avihingsanon.

Korea Selatan unggul 2-1 usai pasangan ganda putra Choi Solgyu/Seung Jae-seo menang mudah dua game 21-13, 21-16 atas Bodin Isara/    Dechapol. Harapan menyamakan kedudukan diletakan di pundak Ratchanok Intanon.

 Dia akan menantang Sung Ji-hyun. Dari rekor pertemuan kurang berpihak kepada Ratchanok. Dia hanya menang 6 dalam 14 kali pertemuan.  Ironisnya, dalam dua pertemuan terakhir, Ratchanok selalu kalah. 

Ternyata, kekalahan ketiga harus diterim. Ratchanok menyerah 13-21, 17-21 kepada Ji-hyun. Hasil ini membuat Thailand gagal mengukir rekor menembus Piala Sudirman untuk kali pertama. (*)
 

Pilihan yang Harus Dibayar Mahal

Kamis, 25 Mei 2017

Selebrasi Anthony Ginting usai mengalahkan Viktor Axelsen
KEMENANGAN 3-2 atas Denmark termasuk sedikit mengejutkan. Kok bisa? Ini karena negeri di kawasan Skandinavia tersebut unggulan kedua dalam ajang Piala Sudirman 2017.

Materi yang dimiliki Denmark termasuk papan atas dunia. Hanya di sektor tunggal putri mereka dianggap lemah.

 Tapi, semua terperangah. Indonesia bisa langsung unggul 2-0. Hingga akhirnya bisa menang 3-2.

 Meski hasil tersebut tak membuat  merah putih Menariknya, dua kemenangan disumbangkan oleh wakil yang absen ketika Indonesia melawan India. Keduanya adalah pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto dan Anthony Sinisuka Ginting dari tunggal putra.

 Saat kalah lawan India 1-4, mereka tak dipasang. Tim pelatih lebih mempercayakan Tontowi Ahmad/Gloria Emanuelle Widjaja dan Jonatan Christie.

 Hasilnya, mereka tak bisa menyumbangkan angka alias kalah. Padahal, secara ranking, Praveen/Debby dan Anthony lebih unggul.

 Sayang, nasi sudah menjadi bubur. India kalah 1-4 dari India dan kemenangan 3-2 atas Denmark tetap tak bisa meloloskan Indonesia ke babak II ajang beregu campuran yang dilaksanakan di Gold Coast, Australia, tersebut.

 Pilihan yang harus dibayar mahal. Untuk kali pertama, Indonesia tersingkir di babak penyisihan grup dan tak bisa lolos babak II. (*)

Menang tapi Jadi Kunci Grup

Praveen/Debby usai menyumbang angka bagi Indonesia
EPISODE buruk Indonesia terjadi di Piala Sudirman 2017. Untuk kali pertama, merah putih gagal menembus babak II ajang beregu campuran tersebut.

Meski dalam pertandingan terakhirnya, Indonesia mengalahkan Denmark dengan skor 3-2 di Gold Coast, Australia, pada Rabu waktu setempat (24/5/2017). Namun, itu tetap tak menolong M. Ahsan dkk untuk menembus posisi dua besar Grup ID.

 Ini karena dalam pertandingan pertamanya, Indonesia kalah 1-4 dari India. Sementara, Denmark juga menang 4-1 dari India.

Sebenarnya, satu-satunya syarat untuk bisa lolos adalah mengalahkan Denmark dengan skor 5-0. Kalau pun menang 4-1 masih harus berhitung dalam game kemenangan.

Dan itu sudah nyaris terjadi.Indonesia yang mengandalkan para penghuni Pelatnas Cipayung langsung leading 2-0. Dua poin disumbangkan dari nomor ganda campuran dan tunggal putra.

Di ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto menang mudah dua game 21-12, 21-13 atas ganda kuat Joachim Fischer Nielsen/Kamilla Rytter Juhl. Setelah itu, Anthony Sinisuka Ginting mempermalukan pebulu tangkis papan atas dunia Viktor Axelsen dengan 13-21, 21-17, 21-14.

Kemenangan menjadi 3-0 sudah di depan mata. Pasangan ganda putra nomor satu dunia sekarang Marcus ''Sinyo'' Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya turun ke lapangan.

Mereka dijajal ganda gaek Mathias Boe/Carsten Mogensen. Di game pertama. Sinyo/Kevin menang mudah 21-16. Tapi, di game kedua dan ketiga, keadaan menjadi berbalik.

Pasangan yang meraih tiga gelar selama 2017 itu kalah 22-24, 21-23. Kekalahan ini membuat posisi merah putih kembali genting.

Tapi, di tunggal putri, Fitriani membuat kejutan. Dengan posturnya yang kecil, dia unggul 22-24, 21-15, 21-14 atas lawannya yang jauh lebih jangkung, Mia Blichfeldt. Skor 3-1 membuat Indonesia butuh satu kemenangan lagi.

 Namun, harapan musnah. Pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriani Rahayu menyerah tiga game 18-21, 21-13, 13-21 kepada Camilla Rytter Juhl/Christina Pedersen.

Kekalahan ini membuat perjuangan putra putri Indonesia ikut berakhir di Piala Sudirman 2017. Catatan kekalahan 1-4 atas India membuat tim yang dimanajer Susy Susanti ini menjadi juru kunci grup 1D.

"Kami memang menang dari Denmark, atlet-atlet juga sudah berjuang maksimal. Mereka betul-betul tidak terpengaruh dengan hasil kemarin. Tetapi melalui perhitungan poin, kita harus terima kalau kita tersingkir dan gagal masuk ke delapan besar," ujar Susy  seperti dikutip media PBSI.

Dengan hasil ini, Denmark lolos ke perempat final sebagai juara Grup 1D disusul oleh India yang menjadi runner up. Sementara itu di Grup 1A, Taiwan berhasil menjadi juara grup setelah menang dari Korea Selatan yang akhirnya harus puas menjadi runner up.

Di Grup 1A, Tiongkok tak tergoyahkan menjadi juara grup disusul oleh Thailand, dan dari Grup 1C, Jepang dan Malaysia masih bisa melanjutkan perburuan gelar mereka. (*)

Jangan Salah Strategi (Lagi)

Selasa, 23 Mei 2017

Jonatan Christie tampil tak sesuai harapan
KEKALAHAN dari India cukup menyesakkan. Karena lawan yang mengalahkan adalah negara yang sebenarnya secara kualitas masih di bawah merah putih.

Apalagi, itu terjadi di babak penyisihan. Memang, pada 2013, hal yang sama juga terjadi. Namun, ketika itu, Hendra Setiawan dkk kalah oleh Tiongkok.

 Kekalahan dari India ini bisa membuat Indonesia akan mengalami nasib terburuk sepanjang Piala Sudirman dilaksanakan sejak 1989. Yakni gagal menembus babak kedua dan menjadi juru kunci grup.

 Kenapa itu bisa terjadi? Kualitas pebulu tangkis Indonesia memang tengah mengalami penurunan. Sesebenarnya, nomor ganda putra dan campuran bisa menjadi ladang poin.

 Namun, cederanya Liliyana Natsir membuat nomor ini kurang bertaji. Selain itu, PP PBSI kurang berani menurunkan juara All England 2016 Praveen Jordan/Debby Susanto.

 Padahal jika turun, tak menutup kemungkinan mereka menang. Lama bermain bersama akan menjadi nilai lebih dibandingkan Tontowi Ahmad/Gloria Emanuelle Widjaja.

 Selain itu, di tunggal putra, keberanian menurunkan Jonatan Christie juga layak dipertanyakan.
Padahal, masih ada Anthony Sinisuka Ginting yang rankingnya lebih tinggi dibandingkan Jonatan.
Selain itu, Anthony juga tengah on fire.

 Memang, semua sudah terjadi. Kini, Indonesia harus bisa fokus mengalahkan Denmark. Tapi, di atas kertas, Denmark jauh lebih kuat dibadingkan India dan India. Mereka hanya lemah di tunggal putri. Empat nomor lainnya, Denmark dihuni pebulu tangkis papan atas dunia. (*)

Duh, Kalah Lawan India

Tontowi/Gloria Widjaja kalah di partai pertama
START buruk bagi Indonesia di Piala Sudirman 2017. Mohammad Ahsan dkk dipermalukan India dengan skor 1-4 dalam laga Grup ID di Gold Coast, Australia, Selasa waktu setempat (23/5/2017).

Sebenarnya, di atas kertas, Indonesia bisa menang. Namun, skenario berantakan saat di laga perdana yang mempertandinngkan nomor ganda campuran, wakil merah putih Tontowi Ahmad/Gloria Emanuelle Widjaja secara mengejutkan kalah tiga game 20-22. 21-17, 19-21 kepada pasangan Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnapa.

Gloria memang pasangan yang dipaksa bisa bermain dengan Tontowi. Ini karena pasangan Tontowi, Liliyana Natsir, mengalami cedera.

Kekalahan Tontowi/Gloria ini mempengaruhi rekan-rekannya. Jonatan Christie yang turun di partai kedua ikut tumbang. Dia menyerah dua game langsung 15-21, 16-21.

 Asa Indonesia kembali terbuka. Merah putih memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 berkat kemenangan yang dipetik Marcus Gideon 'Sinyo' Fernaldi/Kevin Sanjaya. Pasangan ganda putra nomor satu dunia tersebut melumat wakil India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dengan 21-9, 21-17.

Sayang, di laga keempat, tunggal putri yang diwakili Fitriani menyerah dua game langsung 8-21, 19-21 dari PV Sindhu. Ironisnya, di laga kelima, ganda putri Pelatnas Cipayung Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri takluk 12-21, 19-21 kepada Ashwini Ponnappa/Reddy N. Sikki.

Indonesia masih punya kesempatan lolos ke babak 2. Syaratnya, Ahsan dkk bisa mengalahkan Denmark dengan skor telak. Di partai sebelumnya, Denmark mengalahkan India dengan skor 4-1. (*)

Pemain Mandiri Wakili Malaysia ke Glasgow

Yap Rui Chen
SAMA halnya dengan Indonesia, Malaysia juga lemah di sektor tunggal putri. Namun, secara mengejutkan, mereka punya wakil dalam Kejuaraan Dunia 2017 yang dilaksanakan di Glasgow, Skotlandia, 21-27 Agustus mendatang.

Sekretaris BAM (Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia) Datuk Ng Chin Chai menjelaskan, wakil Malaysia nanti adalah
Yap Rui Chen. Dia adalah keponakan peraih perak olimpiade Yap Kim Hock.

Pihak BAM, jelasnya, mendukung penampilan Rui Chen. Sebelumnya, dua pebulu tangkis muda, Goh Jin Wei dan Soniia Cheah,  masuk di tahap I. Namun, BAM sudah memutuskan tak mengirim mereka.Nama keduanya dipersiapkan ke SEA Games 2017 yang dilaksanakan di kandang sendiri pada 19-30 Agustus.

''BWF menambahkan beberapa nama di fase kedua. Rui Chen ada di dalamnya,'' ungkap Chin Chai.

 Selain Rui Chen, dalam Kejuaraan Dunia 2017 juga akan diwakili Lee Chong Wei, Zulfadli Zulkiffli (tunggal putra); Goh V Shem/Tan Wee Kiong (ganda putra); Vivian Hoo/Woon Khe Wei dan Lim Yin Loo/Yap Cheng Wen (ganda putri), dan Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (ganda campuran).

Chan Peng Soon/Goh Liu Ying juga lolos. Hanya, mereka absen setelah Liu Ying cedera bahu. (*)

Kalahkan Jerman, Malaysia Sudah di Perempat Final

Lee Chong saat menghadapi Jerman di penyisihan grup
JEJAK kaki Malaysia di Piala Sudirman 2017 sudah di perempat final. Ini setelah negeri jiran menang 5-0 atas Jerman dalam pertandingan Grup I D di Gold Coast, Australia, pada Selasa waktu setempat (23/5/2017).

Kemenangan Malaysia dibuka dari sektor ganda campuran. Pasangan Tan Kian Meng/Lai Pei Jing  menang 21-17, 21-13 atas Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich.

Chong Wei menegaskan kemenangan negaranya. Tunggal putra nomor satu dunia tersebut tak mengalai kesulitan. Dia hanya butuh 34 menit untuk menang  21-12, 21-11 dari Fabian Roth.

Kepastian Malaysia menembus babak perempat final ditentukan dari ganda putra. Goh V Shem/Tan Wee Kiong Goh V Shem-Tan Wee Kiong bt Jones Ralfy Jansen-Josche Zurwonne 21-16, 21-19.

Di tunggal putri, Goh Jin Wei menghentikan perlawanan Fabienne Deprez 21-10, 21-13 dan ganda putri Vivian Hoo/Woon Khe Wei menutup kemenangan usai melibas Johanna Goliszewski-Isabel Herttrich 21-12, 21-11.

Bagi Jerman, kekalahan ini membuat mereka tertutup lolos babak berikut. Dalam pertandingan pertama Minggu lalu, mereka kalah 1-4 dari Jepang. (*)

Malaysia Lantang Tantang Tiongkok

Minggu, 21 Mei 2017

PIALA Sudirman 2017 sudah digelar. Minggu (21/5/2017) menjadi hari perdana ajang beregu campuran yang dilaksanakan di Gold Coast, Australia, tersebut.

TIONGKOK diprediksi tak mengalami kesulitan menembus babak final.Lalu siapa lawan yang dihadapi?

 Malaysia dengan percaya diri optimistis bisa bersua dengan juara 10 kali Piala Sudirman tersebut. Asalkan, strategi yang mereka pakai berjalan dengan baik.

 ''Piala Sudirman kali ini sangat menarik. Setiap tim punya kekuatan dan kelemahan,'' Kata Direktur Teknik Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) Morten Frost Hansen seperti dikutip media Malaysia.

 Di Piala Sudirman 2017, negeri jiran dipimpin Lee Chong Wei. Lelaki yang diberi gelar datuk oleh Pemerintah Malaysia tersebut akan disokong Iskandar Zulkarnain Zainuddin, Lee Zii Jia (tunggal putra); Tan Wee Kiong-Goh V Shem, Teo Ee Yi-Mohd Izzuddin Rumsani (ganda putra); Goh Jin Wei, Soniia Cheah (tunggal putri); Vivian Hoo-Woon Khe Wei, Lee Meng Yean-Chow Mei Kuan (ganda putri); dan Tan Kian Meng-Lai Pei Jing, Chan Peng Soon-Cheah Yee See (ganda campuran).

 ''Pebulu tangkis senior akan berjumpa dengan yang muda-muda atau pendatang bary. Ini akan adu kecerdikan,'' ujar Frost Hansen yang berasal dari Denmark. (*)

Juara Bertahan Kecurian

TIONGKOK memulai langkahnya di Piala Sudirman 2017 dengan kemenangan. Hanya, juara bertahan kejuaraan beregu campuran tersebut tak bisa sapu bersih.

Tiongkok hanya mampu menang 4-1 atas Hongkong. Satu partai yang lepas dari nomor ganda campuran.

Pasangan Negeri Panda, julukan Tiongkok, Chen Qingchen/Zheng Siwei kalah tiga game 21-10, 16-21, 18-21 Tang Chun Man/Tse Ying Suet. Nomor ganda campuran adalah nomor yang dipertandingkan dari pertemuan kedua negara penghuni Grup I A tersebut.

Empat partai sebelumnya, semuanya disapu bersih Tiongkok. Bahkan, semuanya dengan dua game langsung.

Kemenangan pemegang 10 kali trofi Piala Sudirman ini dibuka dari nomor ganda putra. Pasangan Fu Haifeng/Zhang Nan menang 21-15, 26-24 atas Law Cheuk Him/Lee Chun Hei. Setelah itu, Sun Yu dari tunggal putri menang mudah 21-12, 21-13 atas Fan Ka Yan.

Poin ketiga disumbangkan Tiongkok dari legenda tunggal putra Lin Dan yang menghentikan perlawanan Hu Yun dengan 21-14, 21-13. Setelah itu di ganda putri, Bao Yixin/Tan Jinhua melibas Ng Tsz Yau/Yeung Ng Ting dengan 21-11,21-13.

Hasil tersebut membuat Tiongkok percaya diri menghadapi laga kedua. Rencananya, Lin Dan dkk dijajal Thailand pada 24 Mei mendatang.

 Di Piala Sudirman, dominasi Tiongkok sangat ketat. Ini disebabkan materi pebulu tangkisnya merata di semua nomor. (*)


Susun Jadwal Baru buat Yahya

Kamis, 18 Mei 2017

TAK ada nama Nur Yahya Ady Velani. Padahal, pebulu tangkis asal PB Pratama Surabaya tersebut menduduki unggulan teratas kelompok taruna dalam Piala Wali Kota Cirebon 2017.

''Pelatih membatalkan keikutsertaan Yahya (sapaan Nur Yahya),'' ungkap Ade Darma, Direktur Sakura Sports Management yang membawahi Yahya.

 Alasannya, ungkap dia, kondisi lelaki 17 tahun itu tak memungkinkan. Penampilannya di Piala Wali Kota Surabaya 2017 menjadi alasan.

 Dalam ajang yang dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, tersebut menguras tenaga dan pikiran Yahya. Pelatih, lanjut Ade, tak ingin anak asuhnya semakin jeblok dan tampil tak sesuai harapan.

 Di ajang itu, Yahya juga diunggulkan sebagai unggulan teratas. Sayang, langkah atlet yang gagal menembus seleksi Tim Indonesia Junior tersebut terjegal di perempat final.

 ''Jadwal terbaru buat Yahya akan kami susun. Harapannya, dia bisa semakin berprestasi,'' pungkas Ade, yang juga menantu asisten pelatih Tim Liga 2 Kalteng Putra tersebut. (*)

Otak-Atik di Kandang Sendiri

Senin, 15 Mei 2017

Anthony Ginting (foto:PBSI)
INDONESIA terus mematangkan diri sebelum berlaga di Sudirman Cup 2017. Selain mengasah kemampuan juga atmosfer pertandingan.

Salah satunya dengan menggelar ajang simulasi. Tujuannya untuk membiasakan dengan komposisi yang dipakai dalam ajang beregu campuran yang dilaksanakan di Gold Coast, Australia, pada 21-18 Mei tersebut.

Hanya, tak seperti biasaya,simulalasi dilaksanakan di Pelatnas Cipayung. Tim dibagi menjadi dua, Garuda dan Rajawali. Duel ini dimenangkan Garuda dengan skor telak 5-0.

Partai pertama mempertemukan pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon dengan Mohammad Ahsan/Angga Pratama. Pertandingan berlangsung cukup ketat dalam tiga game, namun akhirnya laga tersebut dimenangkan Kevin/Marcus dengan 19-21, 21-17, 21-10.

Selanjutnya di sektor tunggal putri dan putra. Laga kembali dimenangkan oleh tim Garuda, melalui Fitriani dan Jonatan Christie.


Fitriani mengalahkan Dinar Dyah Ayustine 21-15, 19-21, 21-18. Sedangkan Jonatan mengalahkan rekannya, Anthony Sinisuka Ginting, 5-21, 21-18, 21-16.


Sempat kalah cukup jauh di game pertama, Jonatan mengaku banyak mengambil pelajaran dari laga simulasi tersebut. “Tadi di lapangan saya lebih belajar bagaimana caranya supaya bisa keluar dari tekanan. Di game pertama saya ketinggalan jauh dari Anthony. Karena dia sudah paham benar kondisi saya saat ini. Jadi dia benar-benar memanfaatkan hal tersebut. Di game kedua saya main lebih ulet, sabar dan nggak mau buru-buru. Lebih mengolah strategi. Dan terbukti di game kedua saya bisa menang,” kata Jonatan mengenai pertandingannya seperti dikutip media PBSI.

Di dua nomor berikutnya, tim Garuda juga masih mendominasi. Pasangan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari menghentikan duet senior-junior, Greysia Polii/ Apriani Rahayu.

 Terakhir, ganda campuran Ronald Alexander/Debby Susanto mengungguli Tontowi Ahmad/Gloria Emanuelle Widjaja, dua game langsung dengan 23-21 dan 22-20. (*)

Hanya Bisa Dua, bukan Lima

Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia di final ganda campuran
GREGORIA Mariska gagal menambah koleksi gelar.  Pebulu tangkis 18 tahun tersebut tak bisa juara di ajang Victor International Series 2017. Di final yang dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, pada Minggu (14/5/2017), Gregoria harus mengakui ketangguhan Selvaduray Kisona dari Malaysia dengan tiga game 21-10, 16-21, 19-21.

Di atas kertas, sebenarnya Gregoria jauh diunggulkan. Ranking dunia yang dimiliki pebulu tangkis tunggal putra gemblengan Pelatnas Cipayung tersebut berperingkat 82 dunia. Sedangkan wakil negeri jiran tersebut hanya berada di ranking 248 dunia.

Selain itu, Selvaduray juga belum pernah merasakan naik ke podium terhormat. Beda denga Gregoria.

Atlet yang baru saja membawa Mutiara Bandung juara Superliga Bulu Tangkis Indonesia (SBI) 2017 tersebut pernah menjadi pemenang di BTY Junior International Challenge.

Bahkan, di Gregoria pernah merasakan final di turnamen yang levelnya lebih tinggi, India Grand Prix Gold 2017. Hanya, dia dihentikan pebulu tangkis andalan India PV Sindhu.

Kegagalannya menjadi juara di Victor International Series 2017 membuat Indonesia harus puas dengan dua gelar di ajang berhadiah total USD 10 ribu tersebut. Kebetulan, dua gelar itu diraih karena terjadi All Indonesian Finals.

Di tunggal putra, unggulan kedua Shesar Hiren Rustavito naik ke podium juara karena rekannya satu klub, Djarum Kudus, Dionysius Hayom Rumbaka, mengundurkan diri saat kedudukan 11-4 di game pertama final tunggal putra. Sedangkan di ganda putra, Ade Yusuf/Wahyu Nayaka mengalahkan rekannya di Pelatnas Cipayung Kenas Adi/Moh Reza Pahlevi dengan 21-18, 16-21, 21-19.

Di dua nomor lain, ganda putri dan ganda campuran, wakil merah putih menyerah kepada lawan-lawannya. Dian Fitriani/Nadya Melati, yang diunggulkan di posisi kedua, kalah tiga game 16-21, 21-16, 19-21 kepada Soong Fie Cho/Tee Ji Ying (Malaysia).

Sementara di ganda campuran, Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia, unggulan ketiga, dipermalukan pasangan nonunggulan Ou Xuanyi/Lin Liu (Tiongkok) 20-22, 11-21. (*)

Masih Perlu Banyak Diasah

Nur Yahya di GOR Sudirman
KESEMPATAN berjaya di kandang lepas dari genggaman Nur Yahya Ady Velani. Unggulan teratas nomor tunggal putra kelompok taruna tersebut sudah terhenti langkahnya di babak perempat final Piala Wali Kota Surabaya 2017.

Pebulu tangkis Pratama Surabaya tersebut harus menyerah kepada wakil Tomioka Jepang Rinryu Takajoh dengan tiga game 21-17, 18-21, 19-21 di GOR Sudirman, Surabaya, pada Sabtu (13/5/2017). Kekalahan ini membuat Yahya, sapaan karib Nur Yahya Ady Velani, harus banyak berlatih dan mengasah mental.

Permainan Rinryu yang tak kenal menyerah membuat Yahya kesulitan. Padahal, di atas kertas, atlet yang masuk Sakura Sports Management tersebut bisa mengatasi wakil Negeri Sakura, julukan Jepang, itu.

Berhadapan dengan atlet luar negeri juga menjadi pelajaran berharga baginya. Apalagi, oleh pihak Sakura, Yahya sudah diagendakan mengiti berbagai ajang internasional di mancanegara.

Hanya, kekalahan tersebut tak boleh membuat Yahya patah semangat. Terdekat, ajang dalam negeri, Piala Wali Kota Cirebon sudah di depan mata.

Di tunggal putra taruna ini, gelar juara jatuh ke wakil Jepang, hanya bukan Rinryu. Dalam final yang dilaksanakan Minggu (14/3/2017), dia menyerah kepada kompatriot (rekan senegara) yang juga rekan seklubnya Naoki Yamada dengan 21-13, 23-21. (*)

Yahya Dapat Suntikan dari Trikus

Jumat, 12 Mei 2017

Trikus dan Bambang Supriyanto di Piala Wali Kota Surabaya 2017
BEKAL penting diperoleh Nur Yahya Ady Velani. Pebulu tangkis Pratama yang masuk dalam Sakura Sport Management tersebut memperoleh ilmu dari legenda hidup Tri Kusharjanto.

''Saya sudah memberinya kelas di hotel. Semoga itu berguna bagi dia,'' kata Trikus, sapaan karib Tri Kusharjanto.

Sebagai pebulu tangkis kenyang pengalaman, Yahya sangat butuh suntikan bukan hanya semangat tapi juga mental bertanding. Apalagi, kini, langkahnya sudah sampai babak perempat final dan lawan yang dihadapi bakal tak ringan lagi.

Trikus diundang memberikan kelas bagi Yahya karena dia digandeng Sakura Sport Management. Tugasnya tak hanya memberikan suntikan semangat tapi juga berbagi ilmu secara langsung.

Kebetulan, saat ini, peraih perak Olimpiade Sydney 2000 bersama Minarti Timur di nomor ganda campuran tersebut tengah berada di Surabaya. Dia menjadi peserta di nomor veteran Piala Wali Kota di nomor veteran.

Di nomor tersebut, Trikus berpasangan dengan rekannya di Pelatnas Cipayung di era 1990-an, Bambang Supriyanto. Mereka menduduki unggulan teratas. (*)

Pantang Lengah kalau Ingin Lolos

Yahya sudah sampai perempat final
BABAK demi babak sudah dilalui Nur Yahya Ady Velani. Unggulan teratas nomor tunggal putra kelompok taruna tersebut sudah di perempat final.

Tiket tersebut diperolehnya usai mengalahkan Gilang Nurma Pradhitya (Victory Bogor, Jakarta Timur) dengan rubber game 21-10, 18-21, 21-11 dalam pertandingan babak III yang dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, pada Kamis (11/5/2017). Hanya, kemenangan ini termasuk kurang meyakinan.

Ini disebabkan sebagai unggulan pertama, Yahya, sapaan karib Nur Yahya Ady Velani, tak perlu harus memeras keringat hingga tiga game. Apalagi, lawannya bukan berstatus calon juara.

''Game kedua saya terburu-buru menyelesaikan pertandingan. Tapi, itu malah jadi bumerang,'' kata Yahya usai pertandingan.

Akibatnya, Gilang bisa mencuri. Padahal, Yahya memulai pertandingan dengan kemenangan mudah.

Jika permainannya seperti di game kedua kembali diulangi di perempat final, tak menutup kemungkinan pebulu tangkis asal Pratama, Surabaya, tersebut keluar lapangan dengan kepala tertunduk. Lawan yang dihadapi Yahya sudah tak ringan karena Muhammad Aldo Apriyandi asal Djarum Kudus adalah unggulan ke-10.(*)

Tunggal India Yang Menakutkan

Rabu, 10 Mei 2017

Kidambi Srikanth, tunggal putra terbaik India

Bedah Kekuatan Lawan di Piala Sudirman 2017

India memang menjadi salah satu negara yang hampir selalu hadir di Piala Sudirman. Ini karena posisinya yang bertahan di Grup I \
--
Di Piala Sudirman 2017, Indonesia segrup dengan Denmark dan India. Ketiga negara menjadi penghuni Grup D.

Dibandingkan Indonesia dan Denmark, di atas kertas, India akan menjadi juru kunci. Kemampuan pebulu tangkisnya masih di bawah dua negara lain yang layak disebut kandidat juara ajang beregu campuran yang tahun ini dilaksanakan di Gold Coast, Australia, 21-28 Mei tersebut.

Hanya, semua bisa berubah di lapangan. Kemampuan wakil dari negeri beribukota New Delhi tersebut tak bisa dipandang sebe;ah mata.

Bahkan, India bisa mencuri kemenangan dari Indonesia dan Denmark, bukan sekadar mengambil poin. Kok bisa? Ya, negeri dengan kepadatan penduduk tinggi di dunia tersebut punya materi jempolan di tunggal putra dan putri.

Bukan hal mudah mengalahkan duta mereka di sektor tersebut. Di tunggal putra India, punya banyak pilihan. Ada Kidambi Srikanth, Ajay, Jayaram, dan HS Pranoy. Sementara di tunggal putri, India mengandalkan PV SIndhu yang tengah on fire dan Saina Nehwal.  Nehwal meski sudah menurun, tapi tetap masih lebih bagus dibandingkkan dengan tunggl putri dari Indonesia dan Denmark.

Jika bisa memilih strategi, India tentu akan memilih dua partai tunggal terlebih dulu. Dua kemenangan awal bisa menjadi pemicu semangat rekan-rekannya di nomor ganda.

Sindhu dan Saina memang dikenal sebagai jagoan di tunggal. Namun, dipaksa bermain di ganda, keduanya tetap membahayakan.

Faktor inilah yang harus dibaca Indonesia dan Denmark. Jika tidak, salah satu dari keduanya harus rela menjadi juru kunci grup. (*)

Putra:

Attri Manu
Pranaav Jerry
Ajay Jayaram
Kidambi Srikanth
HS Prannoy
Satwiksairaj
Summety Reddy
Chirag Shetty

Putri

DAS Rituparna
K. Manessha
Saina Nehwal
Ashwini Ponnapa
PV Sindhu
Reddy Sikki

Gandeng Legenda Bulu Tangkis Indonesia

SERIUS: Ade dan Trikus berbincang di Surabaya
KESERIUSAN Sakura Sport Management membina bulu tangkis tak main-main. Setelah menjalin kerja sama dengan beberapa pebulu tangkis muda, kini mereka mendekati Tri Kusharjanto.

Salah satu legenda Indonesia itu diharapkan masuk dalam bagian pengembangan olahraga tepok bulu yang sudah diagendakan oleh Sakura. Diharapkan ilmu dan pengalaman dari lelaki yang akrab disapa Trikus tersebut bisa memajukan pebulu tangkis Sakura.

''Pastinya posisinya apa belum.Hanya, Trikus sudah siap membantu kami,'' kata Ade Darma, Direktur Sakura Sport Management.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendatangkan Trikus dalam latihan. Dia diharapkan mampu memberikan bekal kepada pebulu tangkis di bawah manajemen Sakura, termasu Nur Yahya, yang termasuk atlet papan atas Indonesia di kelompok taruna.

''Kalau bisa, Trikus akan memberikan kelas secara rutin. Dia juga menjadi duta Sakura,'' ujar Ade.

Nama besar Trikus , diakuinya, sangat penting. Selain itu, visi dan misinya dengan peraih perak nomor ganda campuran bersama Minarti Timur dalam Olimpiade Sydney 2000 tersebut sejalan. (*)

Jangan Hilangkan Nama Hayom

Hayom masih punya kemampuan yang diandalkan (foto:djarum)
STATUSNYA sudah bukan penghuni Pelatnas Cipayung.Dia pun juga lama dibekap cedera.

Namun, itu tak membuat sosok Dionysius Hayom Rumbaka lemah. Mantan tunggal ketiga Piala Thomas Indonesia tersebut layak diperhitungkan menjadi juara dalam Victor International Series 2017.

Ayunan raketnya sudah memakan korban di babak I. Pebulu tangkis yang kembali ke klub asalnya, Djarum Kudus, tersebut menang dua game langsung 21-19, 21-12 atas Jim Jason yang juga dari Indonesia.

Di babak berikut, Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, akan dijajal George Kiran. Wakil India ini di laga perdana unggul 21-16, 21-17 atas unggulan ke-14 asal Singapura Zin Rei.

Usai dibekap cedera dua tahun lalu, Hayom lama minggir dari lapangan. Hanya sesekali dia unjuk kebolehan.

Salah satunya di Sirnas Jatim 2016. Ketika itu, dia keluar sebagai juara.

Hanya untuk di ajang internasional, selama 2017, Hayom hanya sekali berlaga di Malaysia Masters.Hasilnya pun sangat mengecewakan. Hayom langsung tersingkir di pertandingan pertama babak kualifikasi. (*)

Menang tapi Masih Banyak Kurang

LAJU Nur Yahya Ady Velani di Piala Wali Kota Surabaya 2017 belum terbendung. Unggulan teratas nomor tunggal putra kelompok taruna tersebut kakinya sudah berada di babak ketiga.

Dalam pertandingan yang dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, pada Selasa (9/5/2017), pebulu tangkis yang masuk dalam manajemen Sakura tersebut memetik dua kali kemenangan.

Di laga perdana, Yahya lolos ke babak kedua tanpa memeras keringat karena memperoleh bye. Sedang di babak II, lelaki berperingkat 70 dunia itu mengalahkan Wisnu Hidayat (Smart Gorontalo)  dengan straight game 21-7, 21-8.

Meski menang, Yahya belum merasa puas. Dia mengaku banyak kekurangan.

''Pertandingan perdana tentu saya masih adaptasi lapangan. Pukulan saya juga banyak yang belum pas,'' ungkap Yahya usai pertandingan.

Untuk bisa menembus babak keempat, Yahya harus bisa menghentikan perlawanan atlet Victory Bogor Gilang Nurma yang di babak sebelumnya melibas Kreetik (Asia Badminton Academy) dengan 21-10, 21-6. Di atas kertas, Yahya, yang tahun ini sempat dipanggil seleksi di Pelatnas Cipayung tersebut, secara kemampuan dan pengalaman masih di atas  Gilang.

''Tentu sebagai unggulan teratas, Yahya harus juara. Namun, dia tetap harus fokus di setiap babak,'' tegas Ade Darma, Direktur Sakura Sport Management yang membawahi Yahya. (*)

Ingin Lebih dari Posisi Semula

Senin, 08 Mei 2017


 INDONESIA hanya ditempatkan sebagai unggulan 5/8 di Piala Sudirman 2017. Artinya, langkah merah putih diprediksi hanya sampai perempat final dalam ajang beregu campuran yang dilaksanakan di Gold Coast, Australia, pada 21-28 Mei 2017 tersebut.

“Kalau melihat dari kedudukan seeded tim yang ada di urutan 5-8 serta penampilan anak-anak di beberapa turnamen terakhir, saya rasa target realistisnya adalah semifinal. Walaupun target pertama adalah babak semifinal, namun kami tetap berharap bisa meraih hasil yang lebih baik lagi,” kata Manajer Tim Piala Sudirman Indonesia 2017 Susy Susanti kepada media PBSI.

 Dia berharap sisa waktu yang ada bisa dimaksimalkan, baik secara kondisi atlet, kesiapan teknik, maupun fisik . Dua tahun lalu di Piala Sudirman 2015, Indonesia terhenti di babak semifinal setelah ditundukkan Tiongkok, dengan skor 1-3.

Tim Piala Sudirman 2017 sendiri sudah resmi disahkan di Pelatnas Cipayung. Mereka terdiri dari 10 pebulu tangkis putra dan 10 pebulu tangkis putri.

 Piala Sudirman merupakan kejuaraan yang memainkan lima nomor yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Sebagai salah satu kejuaraan yang menjadi sasaran utama di tahun 2017, PBSI menurunkan atlet-atlet terbaik termasuk pasangan ganda putra ranking satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

 Dituturkan Susy , yang juga Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI , para pebulu tangkis telah melakukan persiapan dengan maksimal. Kejuaraan ini juga merupakan salah satu milestone yang ditetapkan PBSI di tahun 2017 selain All England dan Kejuaraan Dunia.

“Sektor andalan Indonesia untuk meraih poin memang di ganda putra dan ganda campuran, nomor tunggal putra peluangnya 50-50,” kata Susy.

Berdasarkan hasil undian, Indonesia berada di grup 1D bersama Denmark dan India. Laga pertama akan mempertemukan Indonesia dengan India, pada 23 Mei 2017, pukul 18.00 waktu Gold Coast. Sedangkan pertandingan melawan Denmark bakal dilangsungkan 24 Mei 2017, juga pada sesi malam yaitu pukul 18.00 waktu Gold Coast. (*)

Hasil Sudah Sesuai Target

Minggu, 07 Mei 2017

Indra Artayani/Ervine Felicia di podium
PRESTASI kembali masuk ke kantong Sakura Badminton Community. Wakilnya, Indra Artayani/Ervine Felicia Tiara,naik ke podium dalam kejuaraan Perbanas Cup 2017.

Dalam final yang dilaksanakan di GOR Mikasa, Surabaya, pada Minggu (7/5/2017), keduanya harus mengakui ketangguhan unggulan teratas Richard/Sylvi dari Ubaya dengan 16-21, 19-21.

''Ini sudah sesuai target. Kami kalah karena stamina yang turun sehingga fokus jadi berkurang,'' kata Indra usai pertandingan final.  Hasil ini membuat Indra/Ervine berhak membawa pulang uang pembinaan Rp 1 juta dan medali.

Direktur Sakura Management yang membawahi Sakura Badminton Community Ade Darma tak menyesali kekalahan anak asuhnya. Alasannya, hasil tersebut memang sudah diprediksi.

''Kami masih baru. Sehingga, mampu naik podium sudah bagus,'' ujar Ade.

Apalagi, saat ini, Sakura tengah berjuang mendapat pengesahan sebagai anggota Pemkot PBSI Surabaya. Jika sudah disetujui, komunitas yang bermarkas di Ketintang tersebut bakal semakin getol melakukan pembinaan dan mengejar prestasi. (*)

Juara Dunia 2010 Hadir di Victor International Series

PENSIUN DINI: Wang Lin memegang lutut saat cedera
NAMA Wang Lin pernah menjadi buah bibir bulu tangkis dunia. Di usia 21 tahun, pebulu tangkis Tiongkok tersebut keluar sebagai juara dunia.

Dalam Kejuaraan Dunia 2010 yang dilaksanakan di Paris, Prancis, Lin mengalahkan rekan senegara Wang Xin dengan 21-11, 19-21, 21-13. Sayang, setelah itu, prestasinya mulai pudar.

Cedera lutut menjadi penyebab utama. Petaka itu dialaminya saat berhadapan dengan wakil Indonesia Maria Febe Kusumastuti dalam Tiongkok Masters Super Series 2010.

Dia dipaksa harus naik ke meja operasi. Enam bulan lamanya Lin harus istirahat.

Sayang, usai kembali ke lapangan, penampilan Lin belum sesuai harapan. Perempuan kelahiran 30 Maret 1989 tersebut akhirnya terdepak dari tim utama. Hingga akhirnya pada 4 Desember 2013, dia mundur dari Timnnas Tiongkok.

Namun, kini, dia muncul di Surabaya dalam Victor International Series 2017. Lin comeback?

''Dia pelatih dari Shejiang Taiwan,'' ungkap Martinus  Rudianto, pengurus PBSI Jatim. (*)

Prestasi Wang Lin
Kejuaraan Dunia:
Juara 2010 di Paris, Prancis
Semifinalis 2009 di Hyderabad, India

Kejuaraan Asia
Perak 2008 di Johor Bahru, Malaysia
Semifinalis 2009 di Suwon, Korsel

Sudirman Cup
Juara 2009 di Guangzhou, Tiongkok

13 Negara Serbu Surabaya

Suasana press conference di Gunawangsa, Surabaya
SURABAYA punya daya pikat yang tinggi di bulu tangkis. Buktinya, setiap event yang dilaksanakan di Kota Pahlawan, julukan Surabaya, selalu diserbu peserta.

Bukan hanya dari dalam negeri. Peserta dari mancanegara pun berbondong-bondong datang. Bukti terakhir adalah Victor Surabaya International Series 2017 dan Bank Jatim Victor Open 2017. Sebanyak 1.261 pebulu tangkis ikut ambil bagian dalam turnamen yang dilaksanakan di GOR Sudirman pada 8-14 Mei tersebut.

"Jumlahnya meningkat dibandingkan tahun lalu.'' jelas Ketua Panitia Fuad Bernardi kepada wartawan di Hotel Sahid Gunawangsa, Surabaya, Minggu (7/5/2017).

 Peserta tersebut berasal dari 13 negara. Selandia Baru, ujar Fyad, adalah negara yang terakhir mendaftar. Sebelumnya sudah ada nama Indonesia selaku tuan rumah, Malaysia, Singapura, Jepang, Tiongkok, Taiwan, Swedia, Cile, dan Afrika Selatan.

Fuad menambahkan, 1.261 atlet itu terdiri dari 303 dari luar negeri dan 958 dari dalam negeri.

''Sebanyak 54 pebulu tangkis dari pelatnas,'' ungkap Fuad.

Dia menerangkan, para peserta itu terbagi dalam dua ajang yakni internasional series 362 pebulu tangkis. Sedangkan, Piala Wali Kota diikuti 847 atlet. (*)

Terinspirasi Kemenangan di Piala Thomas

Bedah Kekuatan Lawan di Sudirman Cup 2017

Indonesia kembali berjuang memulangkan Sudirman Cup. Sejak juara 1989 atau kali pertama ajang beregu campuran tersebut dilaksanakan, ajang yang mengambil nama tokoh bulu tangkis dari Indonesia tersebut belum pernah lagi menjadi milik merah putih.

GAEK: Mathias Boe/Cartsen Mogensen
Tahun ini, tugas berat sudah dilalui dari babak kualifikasi. Sebagai unggulan 5/8, Indonesia harus adu kecerdikan dengan unggulan kedua Denmark dan kuda hitam India.

Penulis akan membedah dua rival tersebut. Dengan Denmark mendapat giliran pertama.

--
DI Sudirman Cup 2017, Denmark datang dengan kepercayaan diri yang tinggi. Bekalnya adalah juara Thomas Cup 2016.

Gelar tersebut merupakan yang pertama bagi negeri Skandinavia tersebut. Di final, Denmark menghentikan perlawanan Indonesia dengan skor 3-2.

Kini, hal yang sama coba kembali dilakukan. Denmark memburu gelar Sudirman Cup 2017.

Di ajang beregu campuran tersebut, negeri beribukota Kopenhagen tersebut belum pernah menjadi juara. Meski, sebenarnya, Denmark sudah dua kali menembus babak final yakni pada 1999 dan 2011.

Sayang, keduanya gagal. Di kandang sendiri, negeri yang dianggap ternyaman di dunia tersebut dipermalukan Tiongkok dengan 3-0. Sedang pada 2011 di Qingdao, Tiongkok, Denmark dihentikan tuan rumah dengan skor 0-3.

Pada Sudirman Cup 2017 yang dilaksanakan di Gold Coast, Australia, skuad Denmark semakin matang. Dari lima nomor, hanya nomor ganda putri yang dianggap terlemah.

Beda dengan empat nomor lainnya, tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Semuanya punya andalan yang kini tengah on fire.

Di tunggal putra, ada dua nama, Ja O Jorgensen dan Viktor Axelsen yang bisa menyumbang angka. Indonesia kala kesulitan dengan keduanya.  Jorgensen dan Axelsen, susah ditundukkan baik oleh Jonatan Christie maupun Anthony Ginting.

Begiu juga di ganda putra. Pasangan gaek Mathias Boe/Cartsen Mogensen tak bisa dpandang sebelah mata.

Boe/Mogensen merupakan satu-satunya pasangan di dunia yang bisa mengalahkan sealigus menghentikan kedidgayaan ganda nomor satu dunia asal Indonesia Marcus 'Sinyo' Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya di Singapore Open. Selain itu, Boe/Mogensen juga baru saja menjadi juara Eropa.

Di ganda putri, negeri di Benua Putih tersebut masih mengandalkan Christina Pedersen/Kamilla Rytter Juhl. Mereka pekan lalu ikut naik ke podoium terhormat dalam Kejuaraan Eropa.  Dengan komposisi ganda putri yang ada sekarang tanpa Nitya Krishinda, Indonesia susah mencuri angka.

Satu partai lagi yang bisa membuat Indonesia kehilangan angka dari Denmark adalah ganda campuran. Tanpa Liliyana Natsir, merah putih akan pincang di ganda campuran.

Liliyana tak bisa ke Sudirman Cup 2017 karena masih mengalami cedera. Sehingga, Tontowi Ahmad, pasangannya saat meraih emas di Olimpiade Rio 2016 Brasil, bisa jadi diduetkan dengan Gloria Emanuelle Widjaja.

Pasangan ini bakal ditumpas oleh Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Bahkan, juara All England 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto bakal ikut menyerah karena tahun ini penampilannya masih angin-anginan. (*)

Skuad Sudirman Cup 2017 Denmark

Putra:

Anders Antonsen

Kim Astrup

Viktor Axelsen

Mathias Boe

Mathimas Christiansen

Mads    Conrad-Petersen

Joachim Fischer Nielsen

Jan O Jorgensen

Mads Pieler Kolding

Carsten Mogensen

Anders Skaarup Rasmussen

Hans-Kristian    Vittinghus
   
Putri:

Mia Blichfeldt

Maiken Fruergaard

Kamilla Rytter Juhl

Line Kjaersfeldt

Christinna Pedersen

Natalia Rohde

Sara Thygesen

Ada Harapan Sakura di Taruna

MASA DEPAN: Nur Yahya Ady Velani
MENCARI nama Sakura Badminton Community di Piala Wali Kota Surabaya 2017 bakal tak ada. Ini dikarenakan klub tersebut tak terdaftar. hanya, mereka tinggal menunggu pengesahan dari Pengkot PBSI Surabaya.

Namun, sebenarnya, ada beberapa pebulu tangkisnya yang ikut berlaga dalam ajang yang dilaksanakan di GOR Sudirman pada 8-14 Mei tersebut. Bahka, salah satunya menjadi kandidat kuat juara.

Itu disebabkan Nur Yahya Ady Velani menduduki unggulan teratas di nomor tunggal putra kelompok taruna atau di bawah 19 tahun. Ranking dunia junior yang dimiliki tertinggi dari semua peserta taruna yang ikut ambil bagian.

Dari daftar terakhir yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Yahya, sapaan Nur Yahya Ady Velani,ada di posisi 71 dunia. Posisi pada pekan ini, dia mengalami penurunan dua setrip.

''Dia membelanya memang klub lain. Tapi, secara manajemen, Yahya ikut Sakura,'' kata Ade Darma, pemilik Sakura Managemen sekaligus Sakura Badminton Community.

Dia berharap dengan posisi yang dimiliki, anak asuhnya tersebut bisa keluar sebagai juara. Apalagi, di babak-babak awal, Yahya tak mengalami banyak rintangan. Di laga perdana, Yahya memperoleh bye.

Di Piala Wali Kota 2017, selain ajang international series juga dilaksanakan pertandingan dengan level nasional di kelompok taruna dan remaja.(*)

Wild Card Spesial buat Chen Long

Sabtu, 06 Mei 2017

Chen Long dapat kemudahan dari BWF (foto:vietnamnews.vn)
SATU tempat di nomor tunggal putra Kejuaraan Dunia 2017 sudah menjadi milik Chen Long. Meski andalan Tiongkok tersebut bukan lagi menempati nomor satu.

Ini karena BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) sudah menggaransinya. Caranya, Chen Long mendapat fasilitas wild card.

Pemberikan itu dikarenakan status Chen Long sebagai juara bertahan sekaligus peraih emas Olimpiade 2016.Kejuaraan Dunia 2017 akan dilaksanakan di Glasgow,Skotlandia.

Dalam dua kejuaraan dunia terakhir, lelaki 28 tahun tersebut selalu naik ke podium terhormat.Wild card yang diberikan kepada Chen Long tersebut merupakan satu-satunya dalam Kejuaraan Dunia 2017.

Sebelumnya, pada Kejuaraan Dunia 2013, langkah serupa juga diberikan kepada Lin Dan. Alasannya juga sama, dia merupakan peraih emas Olimpiade 2012. Meski setelah itu, dia hampir setahun tak mengayunkan raket. (*)

Lukhi/Ririn Gagal Juara

Lukhi/Ririn harus puas di posisi II (foto:Djarum)
GELAR juara gagal dibawa pulang ke Indonesia dari Smiling Fish International Challenge 2017. Satu-satunya wakil merah putih yang tersisa, Lukhi Apri Nugrogho/Ririn Amelia, menyerah di final nomor ganda campuran.

Dalam pertandingan yang dilaksanakan di Trang, Thailand, pada Sabtu waktu setempat, unggulan kedua tersebut menyerah di tangan Wang Sijie/Du Peng asal Tiongkok dengan dua game langsung 14-21, 21-21.

Sebenarnya, hasil ini menjadi capaian terbaik Lukhi/Ririn.Sebelumnya, mereka hanya mampu menembus semifinal di Vietnam International Challenge 2017.

Sementara, di ajang yang lain, Lukhi/Ririn selalu tersungkur di babak kualifikasi. Seperti di Singapore Open, Malaysia Open, dan Malaysia Masters.

Di Smiling Fish 2017 ini, Ririn dan Lukhi juga tampil di nomor lain. Ririn di ganda putri terhenti di semifinal. Berpasangan dengan Anna Ching dari Malaysia, mereka kalah 18-21, 18-21 kepada wakil Jepang Chisato Hoshi/Naru Shinoya.

Sedang Lukhi, yang juga menggandeng pasangan Malaysia, sudah tersingkir di babak I ganda putra. Mereka kalah oleh wakil Malaysia Tang Jie Chen/Wei Chong Man dengan 18-21, 21-15,14-21. (*)

Kejar Podium di Perbanas Cup

Jumat, 05 Mei 2017


LOLOS: Pasangan Indra A/Chafid
SAKURA Badminton Community terus mengepak namanya. Meski masih berusia sejagung, tapi mereka rajin mengikuti berbagai turnamen.

Terbaru, komunitas yang dipimpin Ade Darma tersebut ikut serta dalam Perbanas Cup 2017. Dalam ajang yang dilaksanakan di GOR Mikasa, Surabaya, tersebut, Sakura mengirimkan empat pasangan.

 Pebulu tangkis Sakura BC yang ikut ambil bagian dalam event  yang digelar 5-7 Mei tersebut adalah pasangan ganda campuran Indra A/Ervine Felicia, Krisna W/Theja, Dicky Bagus/Ryan Febrianto, serta Indra A/Chafid.

''Kami berharap ada wakil yang bisa naik ke podium. Kemampuan mereka layak untuk itu,'' tegas Ade.

Di antara anak asuhnya, Dicky Bagus/Ryan Febrianto, serta Indra A/Chafid yang punya peluang. Alasannya, kedua pasangan menempati posisi unggulan.

Sebelumnya, wakil Sakura juga meraih prestasi di beberapa ajang turnamen. Yakni di Unair Cup dan ITS Cup. (*)


Dari Ngopi, Mengejar Profesionalisme

Sambang Klub

Sakura Badminton Community

Berkumpul sambil minum kopi atau yang biasa disebut ngopi tak selalu identik negatif. Bahkan, dari kegiatan tersebut menjadi bibit lahirnya sebuah komunitas bulu tangkis.
--
Ade Darma menunggui anak asuhnya di GOR Sakura
BEBERAPA sepeda motor terparkir di sebuah gedung olahraga di sebuah perumahan elite di Selatan Surabaya. Namun, jumlahnya semakin bertambah.

Mereka yang datang membawa tas yang berisi raket bulu tangkis. Tentu mereka akan mencari keringat dengan bermain olahraga tepok bulu tersebut.

''Kami rutin melakukan latihan. Ini sudah kami lakukan sejak dua tahun terakhir,'' kata Ade Darma, lelaki pendiri Sakura Community tersebut.

Penamaan Sakura bukan karena anggotanya berasal dari Jepang. Meski bunga tersebut identik dengan negara yang pernah mengkoloni Indonesia.

''Sakura merupakan tempat perumahan di mana gedung latihan berada. Jadi biar gampang mengingat,'' ungkap Ade.

 Mereka, ungkapnya, lebih suka menamainya dengan komunitas karena organisasi tersebut tempat berkumpul para pebulu tangkis dengan latar belakang profesi. Ada yang pialang saham hingga pelajar ada.

''Tanggal resmi kami berdiri adalah 10 November 2016. Tanggalnya dibuat 10 November biar mudah diingat karena Hari Pahlawan,'' ujar lelaki yang juga menantu mantan pesepak bola Parlian Siagian tersebut.

Meski lebih suka menamai dengan komunitas bukan perkumpulan bulu tangkis (PB), namun Sakura tak mau hanya menjadi tempat mencari keringat dan hobi.Ade telah mempunyai program untuk mencetak pebulu tangkis berprestasi.

''Saya suda menyiapkan program jangka panjang. Sakura Badminton Community bakal dikelola secara proesional.'' pungkas Ade. (*)

Ganda Putra Jadi Tumpuan

Kamis, 04 Mei 2017

Sinyo/Kevin bakal menjadi andalan di Piala Sudirman 2017
GANDA putra masih jadi tumpuan Indonesia di Piala Sudirman 2017. untuk itu, PP PBSI mengirim tiga pasangannya dalam event bergengsi dua tahunan tersebut.

''Kuota di ganda putra memang lebih banyak karena nomor ini adalah nomor andalan kami untuk menyumbang angka. Istilahnya ganda putra wajib menang. Sedangkan tunggal putra masih 50-50 peluangnya,” kata Susy Susanti, Kabid Binpres PP PBSI yang juga menjabat sebagai Manajer Tim Indonesia di Piala Sudirman 2017.

 Kalau di tim putri, ungkapnya, beda lagi. Melihat susunan tunggal putri yang ada tiga pemain, PBSI, ujar Susy, memilih berdasarkan persiapan strategi dan data head to head dengan lawan.

 Seperti pernah disebutkan Susy, tim Indonesia ditarget minimal bisa menembus babak semifinal dalam kejuaraan yang dihelat dua tahun sekali ini.

  ''Melihat rangking pemain Indonesia, capaian prestasi terakhir dan data bahwa tim Indonesia saat ini ada di urutan 5-8 dalam daftar unggulan, kami menargetkan babak semifinal, tetapi tentunya kami berharap bisa lebih dari itu,” pungkas Susy.

 Tim Piala Sudirman akan dilepas pada Sabtu (6/4) di Pelatnas Cipayung, bertepatan dengan perayaan HUT PBSI ke-66.(*)

Tim Piala Sudirman Indonesia 2017 :

Manajer Tim : Susy Susanti
Putra:
1.    Jonatan Christie

2.    Anthony Sinisuka Ginting

3.    Kevin Sanjaya Sukamuljo

4.    Marcus Fernaldi Gideon

5.    Ricky Karanda Suwardi

6.    Angga Pratama

7.    Mohammad Ahsan

8.    Rian Agung Saputro

9.    Tontowi Ahmad

10. Praveen Jordan

Putri

1.    Fitriani

2.    Dinar Dyah Ayustine

3.    Gregoria Mariska Tunjung

4.    Greysia Polii

5.    Della Destiara Haris

6.    Rosyita Eka Putri Sari

7.    Anggia Shitta Awanda

8.    Apriani Rahayu

9.    Debby Susanto

10. Gloria Emanuelle Widjaja

Tanpa Liliyana Natsir-Ketut

Liliyana Natsir gagal bergabung dengan rekan-rekannya
PP PBSI resmi merilis daftar pebulu tangkis yang tergabung di dalam tim inti Piala Sudirman 2017. Sebanyak 20 atlet akan membela Indonesia dalam kejuaraan beregu campuran yang akan dilangsungkan di Gold Coast, Australia, pada 21-28 Mei 2017 tersebut.

Mereka terdiri dari 10 pebulu tangkis putra dan 10 pebulu tangkis. Deretan pemain-pemain terbaik seperti Marcus ''Sinyo'' Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo masuk dalam tim inti. Namun nama Liliyana Natsir tak terdapat di skuad tim putri.

''Butet (Liliyana) cederanya masih belum pulih, sehingga kami memutuskan untuk mengganti posisinya dengan Gloria (Emanuelle Widjaja),'' kata Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.

 Selain itu, nama Ni Ketut Mahadewi Istarani juga tak terdaftar. Menurut Susy, kondisi Ketut masih belum 100 persen fit akibat cedera lutut.

 Mantan tunggal putri terbaik dunia itu juga menuturkan beberapa turnamen sebelumnya Ketut pernah mengalami sesak nafas. Hasil rapat tim memutuskan untuk memilih pemain muda Apriani Rahayu, untuk menggantikan posisi Ketut. (*)

Tak Menyangka Jadi Ratu

Rabu, 03 Mei 2017

Tai Tzu Ying menempati posisi nomor satu sejak 2016
KEKUATAN tunggal putri bergeser. Tiongkok tak lagi menjadi ratu.

Begitu juga dengan kejutan Carolina Marin yang seakan sudah tersendat. Kini, di nomor ini, pebulu tangkis Taiwan Tai Tzu Ying yang jadi sorotan.

 Sejak November 2016, Tzu Ying selalu menjadi juara dalam setiap turnamen yang diikuti. Dimulai dari Hongkong Open, dia melanjutkannya ke Dubai World Superseries Finals.

 Setelah itu, gadis 22 tahun tersebut naik ke podium juara di All England, Malaysia Open, dan Singapore Open serta dipungkasi dengan juara Asia.

 ''Sebenarnya, saya tak menyangka bisa menjadi juara di berbagai turnamen. Saya hanya menekankan pada diri sendiri untuk bisa tampil terbaik dalam setiap turnamen,'' ungkap Tzu Ying seperti dikutip situs BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).

 Posisi teratas ditempati usai menjadi juara Hongkong Open. Setelah itu, dia nyaris tak tergoyahkan.

''Sebelum bermain di Hongkong Open, banyak orang menghitung poin saya,'' tambah Tzu Ying.

 Menurutnya, jika dia menang di negeri bekas koloni Inggris tersebut, posisi teratas akan didudukinya. Imbasna, di babak semifinal, Tzu Ying bermain tak kenal lelah saat bersua dengan Marin.

 "Di final, saya bertemu dengan PV Sindhu dan menang. Sesuai prediksi banyak orang, saya menjadi nomor satu,'' ujarnya. (*)

Berkawan dengan Atlet Malaysia

Riky Widianto berpasangan dengan atlet Malaysia
FENOMENA pebulu tangkis Indonesia dan Malaysia berpasangan tengah marah. Memang, yang sudah punya nama adalah Hendra Setiawan yang berpasangan dengan Tan Boon Heong.

Keduanya sudah tampil di berbagai ajang. Termasuk juga di super series maupun super series premier.

 Tapi sebenarnya, selain Hendra/Boon Heong ada juga pebulu tangkis merah putih yang bertandem dengan rekannya dari negeri jiran. Mereka adalah Andrei Adistia dengan Agripinna Prima. Keduanya merupakan mantan penghuni Pelatnas Cipayung.

 Sekarang, Andrei berpasangan dengan Yee Jian Kwek dan Agripinna dengan Ching Weng Chua. Kedua pasangan lintas negara ini sudah tampil di berbagai ajang.

 Setelah itu, ternyata masih ada. Yakni Riky Widianto.

 Pebulu tangkis yang sempat masuk 10 besar dunia di nomor ganda campuran tersebut berpasangan dengan
Jien Sern Ian Wong. Beda dengan dua rekannya yang lain, Riky/Jien tampil perdana pekan ini di Thailand International 2017. (*)

Dua Emas dari Kandang Singa

Senin, 01 Mei 2017

Rajiv Ouseph menjadi juara tunggal putra Eropa (foto;BBC)
KALI terakhir, tunggal putra Inggris yang menjadi juara Eropa adalah Steve Baddeley. Itu dilakukan pada  1990 atau 27 tahun lalu.

Tapi, penantian panjang tersebut berakhir. Ini usai Rajiv Ouseph mengalahkan asa tuan rumah Anders Antonsen dengan dua game yang ketat 21-19, 21-19 di Kolding pada Minggu waktu setempat (30/4/2017).

Kemenangan lelaki 30 tahun tersebut juga mengakhiri kegagalannya. Sebelumnya, dia du kali menembus semifinal (2010, 2016) dan sekali memembus babak final (2014). 

 Inggris juga menempatkan juara di nomor ganda campuran. Pasangan suami-istri, Chris-Gabrielle Adcock sukses membungkan andalam Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dengan 21-17, 18-21, 21-19.

 Dua gelar ini menjadi yang pertama sejak 1988. Saat itu, negeri beribukota London tersebut menempatkan Darren Hall juara di tunggal putra dan Gillian Clark menjadi juara berpasangan dengan wakil Denmark Steen Fladberg.

 Kemenangan ini  menjadi modal bagi Inggris menghadapi Olimpiade Tokyo 2020. (*)

Samai Rekor Legenda Denmark

Carolina Marin tiga kali menjadi juara Eropa.
REKOR baru diukir Carolina Marin. Dia mampu menyamai capaian legenda Denmark Camilla Martin.

Yakni mampu menjadi pebulu tangkis tunggal putri yang meraih tiga kali juara dalam Kejuaraan Eropa. Setelah 2014 dan 2016, kali ini, gadis Spanyol 24 tahun tersebut kembali naik ke podium teratas.

Itu setelah Marin mampu mengalahkan Kirsty Gilmour dari Skotlandia dengan dua game langsung 21-14, 21-12 dalam final yang dilaksanakan di Kolding, Denmark, Minggu waktu setempat. Hasil ini juga membuat Marin menang enam kali dalam tujuh kali pertemuan dengan Gilmour.

 Selain itu, juara Eropa ini membuat dia menambah koleksi gelar di 2017 menjadi dua. Sebelumnya, Marin menjadi pemenang di German Open.

 Pada Kejuaraan Eropa 2014 yang dilaksanakan Kazan, Rusia, di Anna Thea-Madsen dari Denmark. Sedang tahun lalu di Prancis, Marin juga menghentikan perlawanan Gilmour.

 Marin sendiri melakukan hat-trick (tiga kali juara beruntun) pada 1996, 1998, dan 2000. Namun, tak menutup kemungkinan Marin akan melampaui Martin.

 Alasannya, tahun depan, ajang yang sama akan dilaksanakan di Spanyol. Selain mendapat dukungan publik, belum ada tunggal putri Eropa yang bisa menghadangnya. (*)

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger