www.smashyes.com

www.smashyes.com

Sempat Canggung setelah Lama Tak Bersama

Rabu, 31 Januari 2018

Ahsan/Hendra lewati hadangan babak I (foto;PBSI)
DEBUT manis dibukukan pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Mereka mampu memetik kemenangan di babak I India Open 2018.

Dalam pertandingan yang dilaksanakan di New Delhi pada Rabu waktu setempat (31/1/2018), Ahsan/Hendra menang dua game langsung 25-23, 21-9 atas Krishna Prasad/Dhruv Kapila. Lama tak bermain bersama di ajang internasional membuat pasangan yang digembleng di Pelatnas Cipayung tersebut agak canggung. Akibatnya di game pertama banyak kesalahan yang dilakukan sendiri.

Sudah unggul dalam kedudukan game point 20-17, namun Hendra/Ahsan belum dapat menyelesaikan permainan, Garaga/Kapila balik unggul 21-20. Akan tetapi, pasangan juara dunia 2013 dan 2015 ini menunjukkan kematangannya dengan tetap tenang di saat-saat kritis.

“Awalnya nggak gampang juga, seperti kurang siap,” kata Hendra seperti dikutip dari media PBSI.Kali terakhir, keduanya berpasangan di Korea Open 2016 atau satu setengah tahun yang lalu.






Hendra/Ahsan ditarget untuk minimal lolos ke babak semifinal India Open 2018. Akan tetapi keduanya tak mau terbebani dengan target tersebut dan memilih untuk fokus di satu demi satu pertandingan. Apalagi di babak kedua, Hendra/Ahsan akan bertemu unggulan ketiga, Lu Ching Yao/Yang Po Han (Taiwan). (*)

PBSI Jatim Beri Kemudahan Atlet ke S1

Wijar (kanan) dan Bahrul Amik usai Mou
PENDIDIKAN pebulu tangkis Jatim terjamin. Mereka tak perlu pusing-pusing melanjutkan jenjang ke strata 1.

Ini setelah Pengprov PBSI Jatim melakukan nota kesepakatan dengan (memorandum of undestanding/Mou) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Surabaya. Dalam acara yang dilaksanakan Selasa (30/1/2018) itu, PBSI Jatim diwakili Ketua Umum Wijanarko Adi Mulya. Sementara Bahrul Amik selaku rektor menjadi duta Unitomo.

''PBSI Jatim MoU dengan Unitomo untuk program bea siswa atlit berprestasi Jatim,'' kata Wijar, sapaan karib Wijanarko.

Untuk bisa menuntut ilmu ke Unitomo, jelas Wijar, tak susah. Atlet tersebut, terang dia, mempunyai piagam kejuaraan provinsi.

''Teknisnya akan diatur kemudian. Ini untuk memberi ruang bagi atlet menempuh pendidikan S1,'' ujar Wijar yang juga wasekjen PP PBSI tersebut. (*)

Sendirian di India Open

Selasa, 30 Januari 2018

TOMMY Sugiarto berjuang sendirian di India Open. Mantan tunggal putra terbaik Indonesia tersebut tak ada yang menemani di nomor spesialisnya tersebut dalam ajang yang berhadiah total USD 350 ribu tersebut.

Kans menjadi juara sangat kecil. Alasannya, penampilan Tommy sekarang labil.

Usai menjadi juara di Thailand Masters, pebulu tangkis berusia 29 tahun itu gagal di dua ajang berikut, Malaysia Masters dan Indonesia Masters. Di Malaysia Masters, Tommy langsung tersingkir di babak I. Dia kalah 20-22, 21-16, 20-22 oleh Jeon Hyeok-jin (Korea Selatan).

Sepekan kemudian, putra legenda bulu tangkis dunia Icuk Sugiarto itu tumbang di babak II Indonesia Masters 2018. Tommy dipermalukan pebulu tangkis senior Sony Dwi Kuncoro dengan dua game langsung 14-21, 10-21.

Kini, dia India Open, Tommy diharapkan bisa bangkit. Namun, di babak I, dia langsung mendapat tantangan.

Kakak dari pebulu tangkis ganda putri Pelatnas Cipayung Jauza Sugiarto tersebut dijajal wakil tuan rumah Ajay Jayaram. Untung, dari rekor pertemuan, Tommy masih unggul. Dia selalu menang dalam tiga pertemuan. (*)

Pasangkan Lagi Hendra/Ahsan di India

Senin, 29 Januari 2018

HENDRA Setiawan dan Mohammad Ahsan kembali berpasangan. Padahal, hampir satu setengah tahun keduanya dipisahkan.

Bahkan, Hendra sempat keluar dari Pelatnas Cipayung. Dia memilih berpasangan dengan pebulu tangkis Malaysia Tan Boon Heong.

Sedangkan Ahsan sempat bergonta-ganti pasangan. Terakhir, dia ditandemkan dengan Rian Agung Saputro.

Sebagai reuni perdana, Hendra/Ahsan turun di India Open 2018. Lamanya berpisah membuat juara dunia 2015 tersebut tak menempati unggulan.

Kali terakhir, Hendra/Ahsan bermain bersama di Korea Open 2016. Langkah keduanya dihentikan pasangan Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen dengan dua game langsung 11-21. 16-21.

Penampilan di Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, tersebut menjadi puncak jebloknya Hendra/Ahsan. Sebelumnya, mereka tampil tak sesuai harapan di Olimpiade dan Indonesia Open.

Diharapkan menjadi juara, mereka malah tumbang di babak awal. Ini yang membuat PBSI memutuskan menceraikan keduanya. (*)

Yang Kedua bagi Sinyo dan Kevin

Sinyo/Kevin dengan medali juara (foto:PBSI)
MARCUS 'Sinyo' Fernali Gideon/Kevin Sanjaya mampu menjadi juara ganda putra Indonesia Masters 2018. Di final, mereka mengalahkan musuh beratnya,

Bagi pasangan ini, gelar tersebut yang pertama di ajang tersebut. Li Junhui/Liu Yuchen, dengan tiga game 9-21, 21-10, 21-16 di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (28/1/2018).  Ini menjadi kemenangan lima kali beruntun selama enam kali perjumpaan Sinyo/Kevin dengan pasangan Negeri Panda, julukan Tiongkok, tersebut.

Menariknya, sebenarya bagi masing-masing individu, kemenangan itu menjadi gelar kedua bagi masing-masing perorangan, Sinyo dan Kevin. Sinyo pernah menjadi juara ganda putra pada 2014 di Palembang, Sumatera Selatan.

Ketika itu, dia berpasangan dengan Markis Kido. Di final, Sinyo/Kido menundukkan Kevin yang berpasangan dengan Selvanus Geh dengan 21-17, 20-22, 21-14.

Sedangkan dua tahun lalu (karena 2017 Indonesia Masters tak digelar), Kevin yang dipasangkan dengan Wahyu Nayaka menjadi juara di Balikpapan. Di final, mereka melibas Han Chengkai/Zhou Haodong (Tiongkok) 21-16, 21-18.

Usai menjadi juara Indonesia Masters 2018, Sinyo/Kevin tak bisa santai. Mereka akan langsung terjun di India Open 2018 yang mulai dilaksnakan 31 Januari. (*)

Tontowi/Liliyana Tak Pernah Juara di Istora

Tontowi/Liliyana saat tampil di final (foto;PBSI)
SEJAK dilaksanakan 2010, pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sudah tiga kali menjadi juara nomor ganda campuran. Itu dilakukan pada 2010, 2012, dan 2015.

Kesempatan menambah koleksi juara terbentang pada 2018. Tontowi/Liliyana mampu menembus babak final. Sayang, mereka dipermalukan wakil Tiongkok  Zheng Siwei/Huang Yaqiong dengan dua game langsung 21-14, 21-11.

Kekalahan ini memang di luar dugaan. Sebab, pasangan Negeri Panda, julukan Tiongkok, tersebut bukan biasanya. Di ganda campuran, Zhang biasanya berpasangan dengan Chen Qingchen. Mereka duduk di ranking satu dunia.

Hanya, jika menilik lebih jauh, hasil tersebut seolah mempertegas bahwa Istora Senayan (atau Istora Gelora Bung Karno) menjadi momok bagi Tontowi/Liliyana.

Selama ajang tersebut dilaksanakan di sana, peraih emas Olimpiade Rio 2016 tersebut tak pernah menjadi juara. Termasuk di ajang Indonesia Open.

Padahal, Tontowi/Liliyana sudah berulang kali menembus babak final dalam salah satu ajang bergengsi di dunia tersebut. Pada 2017, Tontowi/Liliyana memang mampu memecah kutukan tak pernah menjadi juara Indonesia Open. Hanya, ajang tersebut dilaksanakan di Jakarta Convention Center karena Istora tengah dalam perbaikan.

Kekalahan tersebut membuat Indonesia hanya mampu meraih dua gelar di Indonesia Masters 2018. Posisi bergengsi itu digapai Anthony Ginting di tunggal putra dan pasanganganda putra Marcus Fernaldu Gideon/Kevin Sanjaya.  (*)

Tempatkan Empat Wakil di Final

Sabtu, 27 Januari 2018

PESTA gelar di kandang sudah di depan mata. Indonesia mengirimkan wakil terbanyak ke babak final Indonesia Masters 2018. Sebanyak empat wakil lolos ke partai puncak.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi wakil pertama yang lolos ke final dengan mengalahkan junior mereka di pelatnas, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dengan 22-20, 21-17.Berjuang tiga game, Anthony Sinisuka Ginting memastikan satu tiket final dengan menundukkan unggulan keenam, Chou Tien Chen (Taiwan), dengan 21-16, 13-21, 21-12. Anthony pun menyusul langkah Tontowi/Liliyana ke final.

Wakil ketiga yang lolos adalah pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Unggulan kedelapan ini menundukkan Lee So Hee/Shin Seung Chan, asal Korea, dengan 21-11, 17-21, 21-17.

Kevin Sanjaya/Marcus Gideon menyempurnakan penampilan Indonesia di partai semifinal. Pasangan ranking satu dunia ini mengalahkan Satwiksairaj Sankireddy/Chirag Shetty (India) dengan 21-14, 21-11.

“Lawan bermain cukup bagus. Kami coba perbaiki permainan kami jadi lebih fokus dan kurangi kesalahan sendiri,” kata Kevin seperti dikutip media PBSI.


Sebagai penyandang status unggulan pertama sekaligus andalan tuan rumah, Kevin/Marcus tak ingin terbebani, melainkan ingin konsentrasi hanya pada permainan mereka.

“Yang penting dari kami, bagaimana menjaga motivasi. Lawan pasti mau mengalahkan kami, nikmati saja,” jelas Kevin.

Di partai final, Kevin/Marcus akan bertemu Li Junhui/Liu Yuchen dari Tiongkok. (*)

Fajar/Rian Naik Lima Tingkat

Jumat, 26 Januari 2018

LONJAKAN berarti dilakukan pasangan Fajar Alfian/M. Rian Ardianto. Dalam ranking terbaru yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) 25 Januari 2018, keduanya menduduki posisi 11.

Artinya, Fajar/Rian naik lima setrip dari ranking pekan lalu. Capaian ini tak lepas dari hasil di Malaysia Masters 2018.

Dalam ajang yang masuk level V yang dilaksanakan pekan lalu itu, pasangan muda yang digembleng di Pelatnas Cipayung tersebut mampu keluar sebagai juara. Di babak final, Fajar/Rian menundukkan wakil tuan rumah Goh V Shem/Tan Wee Kiong dengan 14-21, 24-22, 21-13.

Lawannya bukan pasangan remeh. Mereka merupakan finalis Olimpiade Rio 2016.

Sayang, capaian tersebut gagal diulangi di kandang sendiri. Fajar/Rian sudah menyerah di babak II Indonesia Masters 2018.(*)

Tinggal Bertumpu pada Anthony Ginting

PERJALANAN Sony Dwi Kuncoro di Indonesia Masters 2018 terhenti. Dia dipaksa harus mengakui ketangguhan unggulan keempat asal Korea Selatan Son Wan-ho dengan dua game langsung 21-14, 21-14 dalam pertandingan babak perempat final yang dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (26/1/2018).

Kekalahan ini membuat gapnya dengan Son Wan-ho mendekat. Dalam lima kali pertemuan, Sony dua kali menelan kekalahan.

Sebenarnya, lolos hingga babak perempat final menjadi capaian terbaik mantan tunggal putra terbaik Indonesia tersebut. Sebelumnya, Sony lebih banyak tumbang di babak kualifikasi.

Untung, di babak semifinal tunggal putra, Indonesia masih menempatkan wakilnya. Asa juara itu diletakan ke pundak Anthony Ginting.

Dia menembus semifina usai mengalahkan peraih emas Olimpiade Rio 2016 Chen Long dari Tiongkok. Anthony menang tiga game 21-11, 16-21, 21-18.

Ini menjadi kemenangan beruntun bagi Anthony. Pekan lalu, dia juga menang atas Chen Long di Babak I Malaysia Masters. (*)

Wakil Cipayung Singkirkan Juara Dunia

Kamis, 25 Januari 2018

POSISI Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta bukan ganda nomor satu dunia. Gelar turnamen level atas pun belum pernah diraih.

Tapi, Della/Amel, sapaan karib Rizki Amelia Pradipta, menjadi momok bagi pasangan nomor satu dunia Chen Qingchen/Jia Yifen dari Tiongkok. Bagaimana tidak, dua kali bertemu, juara dunia 2017 tersebut tak bisa menang.

Dalam pertemuan pertama di Denmark Open 2017, pasangan Indonesia menang dua game langsung 21-15, 21-11. Kemudian di Indonesia Masters 2018 di Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis (25/1/2018), Della/Amel kembali memetik kemenangan dengan 21-23, 21-18, 21-10.

Secara ranking, Della/Amel jauh di bawah. Saat ini, keduanya hanya berada di posisi 50.

Di perempat final, pasangan yang digembleng di Pelatnas Cipayung tersebut akan menjajal unggulan kelima asal Korea Selatan Lee So-hee/Shin Seung-chan. Ini menjadi pertemuan perdana bagi kedua pasangan.

Selain Della/Amel, pasangan Indonesia yang sudah menjejakkan kaki di perempat final adalah Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Di babak II, unggulan kedelapan ini menghentikan rekannya sendiri, Agatha Imanuela/Siti Fadia, dengan 21-11, 21-16. (*)

Tundukkan Tommy, Sony Tembus Perempat Final

LANGKAH Sony Dwi Kuncoro di Indonesia Masters sudah sampai  perempat final. Capaian itu didapat usai Arek Suroboyo tersebut mengalahkan mantan rekannya di Pelatnas Cipayung, Tommy Sugiarto, dengan dua game langsung 21-14, 21-10 di Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis (25/1/2018).


Kemenangan ini membuat Sony menjadi unggul 3-2 selama pertemuan dengan putra legenda bulu tangkis dunia Icuk Sugiarto tersebut. Namun, tugas berat kembali harus dijalani Sony.


Di perempat final, peraih perunggu Olimpiade Athena 2004 tersebut sudah ditunggu unggulan keempat Son Wan-ho. Di babak kedua, wakil Korea Selatan itu menghentikan Wang Tzu Wei (Taiwan) dengan 21-17, 11-21, 21-19.


Menilik rekor pertemuan keduanya, Sony bisa menembus semifinal. Dari empat kali pertemuan, bapak dua putri tersebut hanya sekali kalah.


Selain itu, dalam pertemuan terakhir, Sony menundukkan Wan-ho di Singapore Open 2016 dengan 21-16, 13-21, 21-14. Hanya, dari sisi ranking, wakil merah putih tersebut jauh di bawah.


Dia ada di posisi 97. Sedangkan wakil Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, tersebut di ranking lima dunia. (*)

Yang Menang Juara Dunia 2015

Rabu, 24 Januari 2018

GOH Jin Wei dari Malaysia merupakan juara dunia junior nomor tunggal putri 2015. Sedangkan wakil Indonesia Gregoria Mariska adalah pemenang Kejuaraan Dunia Junior tahun lalu.

Dua juara dunia junior ini harus saling bertemu di babak I Indonesia Masters 2018. Hasilnya, Goh yang masih unggul. Dia mengalahkan Gregoria dengan rubber game 14-21, 21-19, 12-21 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

 Hasil ini membuat Gregoria kalah 2-3 dalam head to head. Padahal, sebelum pertandingan di Indonesia Masters 2018, dia punya bekal berharga.

Gregoria mampu mengalahkan Goh dalam Kejuaraan Beregu Junior Asia 2017 di Jakarta. Ketika itu, dia menang 21-11, 17-16. Game kedua tak dilanjutkan karena Goh cedera.

 Dengan tumbangnya Gregoria, tuan rumah hanya mempunyai satu wakil di babak II nomor tunggal putri di Indonesia Masters 2018. Dia adalah Fitriani.

 Hanya, peluang lolos ke perempat final baginya sangat berat. Di babak II, Fitriani berjumpa dengan Rachanok Intanon dari Thailand. (*)

Bahayanya Tunggal Putra India

AMBISI Indonesia menembus putaran final Piala Thomas 2018 dapat tantangan. Merah Putih berada satu grup dengan India, Filipina, dan Maladewa.

Untuk lolos bukan hal yang susah. Filipina dan Maladewa, kekuatannya masih jauh di bawah Indonesia.

 Hanya, untuk menjadi juara grup butuh perjuangan ekstra. India bisa menjadi pengganjal meraih posisi teratas Grup C,

Negeri dengan ibu kota New Dehli tersebut mempunyai materi tunggal yang tengah on fire. Kidambhi Srikant, Prannoy H.S. dan Sai Praneeth masuk dalam jajaran 10 besar dunia. Tiap juara nantinya akan diwakili juara dan runner-up.

 Babak Kualifikasi Piala Thomas 2018 dikemas dalam Kejuaraan Beregu Asia. Kejuaraan akan dilaksanakan di Alor Setar, Malaysia, pada 6-11 Februari 2018. (*)

Pembagian Grup Kejuaraan Asia/Kualifikasi Piala Thomas 2018
Putra
Grup A: Tiongkok, Hongkong ,Singapore
Grup B: Jepang, Korsel, Kazakhstan, Nepal.
Grup C: Malaysia, Taiwan, Thailand, Myanmar.
Grup D: Indonesia India, Filipina, Maladewa.

Putri:
Grup A: Jepang, India, Hongkong
Grup B: Korsel, Taiwan, Maladewa
Grup C: Malaysia,Thailand, Vietnam,Filipina
Grup D: Tiongkok, Indonesia, Singapura

Bertemu dengan Mantan Teman di Pelatnas

REVANS sempurna dibukukan Sony Dwi Kuncoro. Dia mampu mengalahkan Ng Ka Long dari Hongkong dengan dua game langsung 21-19, 21-19 di Babak I Indonesia Masters di Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu (24/1/2018). Sebelumnya, pada 2016, Sony kalah dari lawan yang sama di Malaysia Masters.

 Kemenangan ini membawa Sony bertemu dengan mantan rekannya di Pelatnas Cipayung Tommy Sugiarto. Di babak perdana, mantan tunggal 10 besar dunia tersebut menang atas rekannya sendiri, Shesar Hiren Rustavito,dengan 21-16, 21-19.

 Sepanjang karir keduanya, Sony dan Tommy baru bertemu empat kali. Hasilnya, keduanya skornya imbang 2-2.
 Hanya, dalam pertemuan terakhir di Indonesia Masters 2015, Sony kalah 11-21, 8-21. Sekarang, posisi Tommy juga lebih diunggulkan.

 Alasannya, ranking yang dimiliki jauh lebih bagus. Tommy ada di posisi 25 sedangkan Sony terjerambab di 97.

Selain Sony dan Tommy, wakil Indonsia yang menembus babak II nomor tunggal putra Indonesia Masters 2018 adalah Anthony Ginting. Dia lolos usai menundukkan Wong Wing Ki dari Hongkong dengan 21-17, 21-8. Di babak kedua, dia akan menjajal sang pembunuh raksasa Kanthapon asal Thailand yang di babak I mempermalukan legenda Lin Dan (Tiongkok) dengan 21-15, 21-19. (*)

Hore, Sony Lolos Babak Utama

Selasa, 23 Januari 2018

ATMOSFER babak utama kejuaraan bergengsi akhirnya bisa dirasakan Sony Dwi Kuncoro. Itu setelah dia memetik dua kali kemenangan di babak kualifikasi Indonesia Masters 2018.

Di laga pertama, mantan tunggal putra terbaik Indonesia itu dipaksa memeras keringat selama tiga game 21-11, 17-21, 21-18 atas pebulu tangkis muda didikan Pelatnas PBSI Chico Aura di Istora Senayan, Jakarta, pada Selasa (23/1/2018). Selang berapa jam kemudian, Sony butuh dua game 21-18, 21-9 guna menghentikan perlawanan Vega Vio, mantan penghuni Pelatnas PBSI.

Namun, di babak utama, tantangan berat sudah menghadang. Sony menantang unggulan ketujuh asal Hongkong Ng Ka Long. Keduanya baru sekali bertemu yakni di Malaysia Masters 2017. Hasilnya, Sony kalah dengan dua game langsung 16-21, 16-21.

Di dua ajang sebelumnya, Thailand Masters dan Malaysia Masters, bapak dua putri ini gagal merasakan babak utama.  Di Negeri Gajah Putih, julukan Thailad, Sony urung berlaga karena sakit.

Sepekan kemudian, setelah kondisi dianggap fit, peraih perunggu Olimpiade Athena ini berangkat ke Malaysia. Hasilnya, Sony tumbang di babak kualifikasi.(*)

Kandaskan Harapan Tuan Rumah

Minggu, 21 Januari 2018

HARAPAN diberikan pasangan Fajar Alfian/M. Rian Ardianto. Mereka mampu menjadi juara ganda putra di Malaysia Masters 2018.

Dalam final yang dilaksanakan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada Minggu (20/1/2018), Fajar/Rian menang tiga game 14-21, 24-22, 21-13 atas wakil tuan rumah Goh v Shem/Tan Wee Kiong.

Ini menjadi gelar pertama bagi ganda yang digembleng di Pelatnas Cipayung tersebut. Pekan lalu di Thailand Masters, Fajar/Rian hanya mampu menembus babak perempat final.

Prestasi di negeri jiran ini diprediksi akan mengangkat ranking keduanya. Saat ini, Fajar/Rian masih bertengger di posisi 16.

Selain itu,kemenangan Fajar/Rian meneruskan tradisi juara Indonesia di Malaysia Masters dalam tiga tahun terakhir. Pada 2017, gelar juara diraih Berry Anggriawan/Hardianto dan setahun sebelumnya Markus Gideon/Kevin Sanjaya.

Usai dari Malaysia Masters, kemampuan Fajar/Rian akan ditantang di kandang sendiri dalam Indonesia Masters 2018 di Jakarta. (*)

Yes, Ada Wakil ke Final

Sabtu, 20 Januari 2018

PASANGAN Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto layak dapat perhatian. Ganda putra pelapis di skuda Indonesia tersebut sukses menembus babak final Malaysia Masters 2018.

Ini setelah Fajar/Rian mengalahkan ganda nomor dua Denmark, Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding, dengan rubber game 15-21, 21-16, 21-17 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu (20/1/2018). Kemenangan ini membalas pahit yang dialami di Indonesia Open 2017. saat itu, Fajar/Rian menyerah 19-21, 21-14, 25-27.

“Di game pertama, kami terlalu banyak mengangkat bola. Jadi lawan dengan mudah menyerang kami,'' ungkap Rian seperti dikutip media PBSI.

Namun, jelas dia, di game kedua dan ketiga, mereka terus bermain no lob dan lebih banyak inisiatif menyerang. Tujuannya tak memberi kesempatan lawan menyerang.

“Lawan memang smash nya tajam sekali. Kami terbawa irama main mereka di game pertama,” tambah Fajar.

Ini adalah pertama kalinya Fajar/Rian melangkah ke final turnamen selevel super series. Hal ini tentunya menggambarkan peningkatan grafik penampilan anak didik Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi.

Sementara itu, pasangan ganda campuran Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja harus terhenti di semifinal dari Zheng Siwei/Huang Yaqiong (Tiongkok), dengan skor 13-21, 16-21. (*)

Peraih Perak Rio Kembali Menggeliat

Goh V. Shem/Tan Wee Kiong
BAM bisa harus kembali merevisi kepuutusan. Keinginan memisahkan pasangan ganda putra, Goh V. Shem/Tan Wee Kiong, bukan keputusan terbaik.

 Itu setelah keduanya menjadi satu-satunya wakil tuan rumah yang masih bertahan di Malaysia Masters 2018.  Bahkan, kans menembus final dan juara terbuka lebar.

 Lawan yang dihadapi ''hanyalah'' wakil Taiwan Chen Hun Ling/Wang Chi-Lin. Jika bisa kembali penampilan puncak, lawannya tersebut akan dilibas.

 Ya, ketika masih solid, emas Olimpiade Rio 2016 pun nyaris menjadi milik Goh/Tan. Sayang, di final, keduanya kalah oleh pasangan Tiongkok Zhang Nan/Fu Haifeng.

 Ranking dunia juga pernah diduduki Goh/Tan. Sayang, penampilannya terus menurun.

 Puncaknya di Kejuaraan Dunia 2017. Sebagai unggulan, keduanya sudah tersingkir di babak I. Setelah itu, oleh BAM keduanya dipisah.

 Goh ditandemkan degan Teo Ee Yi dan Tan digandakan dengan Ong Yew Sin. Tapi, hasil yang diraih pasangan anyar tersebut tidak sesuai ekspektasi.

 Hingga akhirnya, BAM menduetkan kembali Goh dan Tan. Itu sudah dilakukan pada 2018. Dengan Thailand Masters sebagai reuni pertama. Hasilnya, mereka mampu menembus babak semifinal. (*)

Baru Bisa Sebatas Buat Kejutan

Anders Antonsen mengalahkan Anthony Ginting
PUPUS sudah asa Indonesia membawa gelar tunggal putra dari Malaysia Masters 2018. Dua wakil yang tersisa, Anthony Ginting dan Jonatan Christie, harus tumbang di babak perempat final.

 Dalam pertandingan yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada Jumat waktu setempat, keduanya menyerah kepada lawan-lawannya. Kebetulan keduanya dari negara yang sama, Denmark.

Anthony takluk 19-21, 16-21 kepada Hans-Kristian Vittinghus.Bagi keduanya laga di Malaysia Masters 2018 menjadi pertemuan perdana.

Sedang Jonatan harus mengakui ketangguhan unggulan teratas Viktor Axelsen dengan rubber game 15-21,21-19, 12-21. Ini juga merupakan pertama dari kedua pebulu tangkis.

Kekalahan tersebut juga menunjukkan keduanya perlu menjaga tren. Di babak awal Anthony dan Jonatan sempat membuat kejutan dengan memulangkan para calon juara.

Anthony melibas peraih emas Olimpiade Rio 2016 asal Tiongkok Chen Long dan Jonatan menyingkiran  Chou Tien Chen dari Taiwan. Bahkan, rekan keduanya, Ihsan Mauala Mustofa, mempermalukan lima kali juara dunia dan peraih dua emas di olimpiade, Beijing 2008 dan London 2012, Lin Dan (Tiongkok).

Usai dari Malaysia Masters 2018, para jagoan tunggal merah putih yang digembleng di Pelatnas Cipayung tersebut akan tampil di kandang sendiri, Indonesia Masters 2018. Ajang yang masuk kategori level IV dari BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) itu akan dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta, pekan depan. (*)

Sayang, Ihsan Tak Bisa Ikut

Kamis, 18 Januari 2018

KIBASAN raket Anthony Ginting dan Jonatan Christie kembali memaka korban. Hasilnya, kedua tunggal putra muda usia asal Indonesia tersebut melaju ke babak perempat final Malaysia Open 2018.

 Dalam pertandingan yang dilaksanakan di Axiata Stadium, Kuala Lumpur, Kamis waktu setempat (18/1/2018), Anthony menang menang dua game 21-14, 21-14 atas wakil Denmark Anders Antonsen.  Ini merupakan kemenangan perdana Anthony yang kini rankingnya turun tiga setrip ke posisi 16 dunia tersebut.

Sementara, Jonatan, yang rankingnya naik satu setrip ke posisi 13 dunia, dipaksa bertarung selama tiga game 19-21, 21-14, 21-15 oleh Lee Zii Jia asal Malaysia.Sayang langkah Anthony dan Jonatan gagal diikuti rekannya di Pelatnas Cipayung Ihsan Maulana Mustofa.

Dia ditundukkan wakil Malaysia Suppanyu A. asal Thailand dengan 21-7, 19-21, 19-21. Kekalahan ini membuat Ihsan tak pernah menang selama tiga kali pertemuan dengan Suppanyu.

Padahal, berkaca dari babak  I, seharusnya dia bisa menang. Alasannya, di babak I, Ihsan mempermalukan legenda asal Tiongkok yang sudah mengoleksi dua emas olimpiade, Beijing 2008 dan London 2012, Lin Dan. (*)

Ekperimen Belum Buahkan Hasil

Praveen/Melati saat di PON 2016 (foto;PBSI)
EKSPERIMEN ganda campuran di Malaysia Masters 2018 gagal total. Pasangan baru hasil pemisahan Praveen Jordan/Debby Susanto sudah tersingkir di babak awal dalam ajang yang masuk kategori level V kalender BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) tersebut.

 Praveen yang kini dipasangkan dengan Melati Daeva Oktavianti terhenti di babak II. Dalam pertandingan yang dilaksnakan di Axiata Stadium, Kuala Lumpur, Kamis waktu setempat (18/1/2018), mereka kalah 16-21, 12-21 kepada unggulan kelima asal Tiongkok Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Sehari sebelumnya, Debby, yang ditandemkan dengan Ricky Karanda Suwardi, menyerah 19-21, 19-21 kepada Tang Chun Man/Tse Ying Set, unggulan kedua dari Hongkong. Bagi kedua pasangan baru ini, penampilan di negeri jiran merupakan debut.

Sebenarnya, Praveen/Debby sempat memberikan harapan sebagai penerus Tontowi Ahmad/Liliyana. Asa sempat membuncah ketika keduanya mampu menjadi juara All England dua tahun lalu.

Sayang, setelah itu, capaian keduanya menurun drastis. Selain gagal mempertahankan gelar di All England, Praveen/Debby sering tumbang di babak-babak awal.

 Hasil tersebut membuat PP PBSI membuat keputusan berani dengan memisahkan Praveen dan Debby. Sayang, eksperimen awal masih belum memberikan hasil memuaskan. (*)

Ihsan Bisa Kalahkan Lin Dan

Rabu, 17 Januari 2018

Ihsan Maulana Mustofa
SELAMA empat kali pertemuan, Lin Dan seolah menjadi momok bagi pebulu tangkis muda Indonesia Ihsan Maulana Mustofa. Dia tak pernah menang.

Pil  pahit itu ditelannya di Hongkong Open 2015, Singapore Open 2016, Kejuaraan Asia 2006, dan terakhir di Swiss Open 2017. Kekalahan kelima pun sudah di depan mata.

Ihsan berjumpa dengan Lin Dan di babak I Malaysia Masters 2018. Tapi, kenyataan di lapangan berkata lain.

Ihsan, yang kini masih terpuruk di posisi 47 dunia, mampu menundukkan Lin Dan, yang ada di ranking empat dunia. Dia unggul tiga game 21-16, 18-21, 21-17 di Kuala Lumpur pada Rabu malam (17/1/2018).

Kemenangan ini membuatnya mampu mengikuti jejak dua rekannya di Pelatnas Cipayung, Anthony Ginting dan Jonatan Christie. Hebatnya, mereka juga mampu menundukkan para unggulan.

Anthony mempermalukan Chen Long, unggulan ketiga asal Tiongkok yang juga peraih emas Olimpiade Rio 2016. Sedang Jonatan menghentian langkah unggulan keenam Chou Tien Chen dari Taiwan. (*)

Anthony-Jonatan Pulangkan Unggulan

Anthony Ginting menembus babak II

 DUA pebulu tangkis muda Indonesia, Anthony Ginting dan Jonatan Christie, membuat kejutan di Malaysia Masters 2018. Keduanya menumbangkan calon juara dalam ajang yang sekarang masuk level V kalender BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) tersebut.

Anthony memulangkan unggulan ketiga Chen Long asal Tiongkok dengan dua game langsung 21-17, 21-15 di babak I pada pertandingan yang dilaksanakan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada Rabu waktu setempat (17/1/2018). Sedangkan Jonatan melibas unggulan keenam asal Taiwan Chou Tien Cheh dengan 22-11, 24-22.

Bagi Anthony, kemenangan atas peraih emas Olimpiade Rio 2016 tersebut merupakan kali kedua. Sebelumnya, pebulu tangkis 21 tahun tersebut menang di Australia Open 2016 dengan 21-14, 21-17. Sedangkan dia kalah di ajang Australia Open tahun lalu dengan 10-21, 13-21.

Lain halnya dengan Jonatan. Kemenangan di negeri jiran ini membuat dia tak pernah kalah dari ranking enam dunia tersebut dalam empat kali pertemuan.

Bagi Anthony dan Jonatan, Malaysia Masters merupakan turnamen perdana di 2018. Keduanya absen pekan lalu di Thailand Masters. (*)

CDM Asian Games Kunjungi Pelatnas PBSI

Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Syafruddin berikan arahan
PELATNAS PBSI kedatangan tamu penting. Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Syafruddin, yang merupakan Chief de Mission (CDM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2018, datang ke kawah candradimuka bulu tangkis yang berada di Cipayung, Jakarta Timur, tersebut, pada Rabu (17/1/2018).

 Syafruddin meninjau sejauh mana persiapan tim bulu tangkis Indonesia dalam menghadapi pesta olahraga terakbar se-Asia tersebut. Indonesia merupakan tuan rumah Asian Games 2018.

Bulu tangkis bakal dimainkan di Istora, Senayan, Jakarta. Cabor tepok bulu itu rencananya dilangsungkan pada 18-29 Agustus 2018.

 Selain meninjau latihan para atlet di pelatnas, Syafruddin juga melihat sejumlah sarana dan prasarana penunjang latihan. Dia berbincang sejenak dengan para atlet serta menyemangati para atlet untuk dapat tampil maksimal di Asian Games 2018.

“Bangsa yang besar dan disegani dilihat dari tiga hal yaitu ekonomi, militer dan olahraganya. Ketika olahraganya kuat, pasti akan disegani dan dibanggakan,” kata Syafruddin dalam sambutannya seperti dikutip media PBSI.

Bulu tangkis, tambahnya, sudah dapat medali olimpiade dan gelar juara dunia . Di Indonesia, ujar Syafrudin, belum ada cabor lain yang menyamakan bulutangkis.

''Saya berharap bulutangkis akan kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang Asian Games,” ucap dia.

Dalam kesempatan ini, PBSI yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum I/Ketua Harian Alex Tirta, Sekretaris Jenderal Achmad Budiharto, dan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Susy Susanti, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan CDM kepada tim bulu tangkis.

“Bulu tangkis agak berbeda dengan cabang olahraga lain, pelatnas kami berkesinambungan, latihan tidak pernah berhenti. Pertandingan cukup banyak sepanjang tahun dan ada target-target yang ingin kami capai, jadi persiapan ke Asian Games berjalan terus, beriringan dengan persiapan ke turnamen-turnamen lain,” jelas Susy .

Asian Games, tambah dia, tentunya menjadi salah satu target penting buat PBSI di 2018. PBSI, papar Susy, berharap selain Asian Games 2018 sukses dalam penyelenggaraan, juga sukses dalam prestasi.

''Karena ini gengsi negara,” ungkapnya.

Susy pun menuturkan bahwa PBSI telah ditunjuk pemerintah untuk membentuk tim khusus yang mendukung cabor bulu tangkis di Asian Games. Struktur tim telah disusun dan dilaporkan ke Kemenpora.

Mengenai kerangka di Asian Games 2018, Susy menerangkan bahwa biasanya tim inti bulu tangkis terdiri dari 16 atlet. Akan tetapi Susy mengajukan long list yang terdiri dari 24 atlet, agar jika ada perubahan, seperti pergantian pasangan, ada atlet yang sakit/cedera, posisinya bisa digantikan atlet lain yang namanya ada di dalam long list tersebut. Sejauh ini baru 18 atlet yang disetujui oleh Kemenpora. (*)

Gagal Lagi Son

Selasa, 16 Januari 2018

HARAPAN Sony Dwi Kuncoro menembus babak utama Malaysia Masters 2018 kandas. Mantan tunggal putra terbaik Indonesia tersebut kalah di babak kedua babak kualifikasi.

 Sony harus mengakui ketangguhan wakil Malaysia Joo Ven Song dengan dua game langsung 19-21, 10-21 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Selasa waktu setempat (16/1/2018). Sebelumnya, di babak I, Sony memperoleh bye.

Pekan lalu, Sony batal berlaga di Thailand Masters 2018. Alasannya, dia tengah sakit.

Kegagalan juga dialami wakil merah putih lainnya, Shesar Hiren Rustavito. Mantan penghuni Pelatnas Cipayung ini menyerah 21-15,15-21, 8-21 kepada andalan Malaysia Iskandar Zulkarnain.

Usai dari Kuala Lumpur, Sony akan tampil di kandang sendiri dalam Indonesia Masters 2018. Dibandingkan Thailand dan Malaysia, Indonesia Masters gengsinya lebih tinggi. Ini karena ajang yang dilaksakanan di Istora Senayan, Jakarta, tersebut ada di level III.

Di Indonesia Masters 2018, Sony kembali memulai langkah dari babak kualifikasi. Di babak pertama, arek Suroboyo tersebut ditantang wakil India Sourabh Verma. (*)

Turun dengan Kekuatan Terbaik

Senin, 15 Januari 2018

INDONESIA tak mau main-main. Merah Putih akan turun dengan kekuatan penuh di ajang Kejuaraan Asia 2018.

Kejuaraan yang juga merupakan kualifikasi Piala Thomas dan Uber ini bakal dihelat di Alor Setar, Malaysia, pada 6-11 Februari 2018. Sedangkan putaran final Piala Thomas dan Uber 2018 akan dilangsungkan Mei mendatang, di Bangkok, Thailand.

Sebanyak 10 pebulu tangkis putra dan 10 putri terbaik telah terpilih untuk memperkuat tim inti . Di tim putra, Anthony Sinisuka Ginting dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi ujung tombak di tim putra. Hadirnya dua pemain senior, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan makin menambah kekuatan tim putra.

Sedangkan nama Gregoria Mariska, peraih medali emas Kejuaraan Dunoa Junior 2017, kembali masuk jajaran tim inti. Di sektor ganda, pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu masih menjadi andalan untuk mendulang angka.

“Kami memang sengaja menurunkan pemain-pemain terbaik di ajang ini. Kami nggak mau kecolongan dan mau dapat hasil maksimal di sini,'' kata Kabidbinpres PP PBSI Susy Susanti seperti dikutip media PBSI.

Makanya, ungkap dia, pertimbangan dipilihnya mereka karena dianggap mampu menyumbang poin. Harapannya, lanjut Susy, pebulu tangkis tersebut dapat dua kemenangan dari sektor ganda dan minimal satu dari tunggal.

''Kalau bisa lebih ya bagus,” ujar Susy.

Dua tahun silam, tim putra dengan gemilang. Titel tim terbaik Asia 2016 disandang putra Indonesia usai mengalahkan Jepang, dengan skor 3-2. Sedangkan tim putri harus terhenti di perempat final dari Tiongkok, dengan skor 0-3. (*)

Daftar Skuad Indonesia ke Kejuaraan Asia 2018
Putra:
Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, Firman Abdul Kholik, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Angga Pratama, Rian Agung Saputro

Putri:
Gregoria Mariska, Fitriani, Hanna Ramadini, Ruselli Hartawan,
Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Della Destiara Haris, Rizki Amelia Pradipta, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Anggia Shitta Awanda

Pelatih :
Hendry Saputra (tunggal putra), Herry Iman Pierngadi (ganda putra), Minarti Timur (tunggal putri) dan Eng Hian (ganda putri)

Pia Bawa Hyderabad Hunters Juara

LAMA absen dari pentas internasional tak membuat kemampuan Pia Zebadiah Bernadeth merosot tajam. Bahkan, dia mampu menjadi pahlawan kemenangan timnya, Hyderabad Hunters, di ajang Premier Badminton League (PBL) 2017-2018.

Turun di  laga kelima atau laga terakhir, Pia yang berpasangan dengan pebulu tangkis India  Satwiksairaj Rankireddy di ganda campuran mampu mengalahkan wakil Bengaluru Blasters Kim Sa Rang /N Sikki Reddy (Korsel/India) dengan 15-11, 15-12. Hasil tersebut membuat tuan rumah unggul 4-3.

 Laga final harus dilaksanakan hingga partai kelima karena kedua tim sama-sama mengantongi poin 3. Kemenangan , Hyderabad Hunters selain didonasikan Satwiksairaj/Pia juga disumbangkan Lee Hyun-il (Korsel) di tunggal putra kedua dan Carolina Marin (Spanyol) di tunggal putri.

 Hyun-il menundukkan Subhanker Dey dengan 15-7, 15-13. Sedangan Marin, yang merupakan peraih emas Olimpiade Rio 2016, menghentikan asa Kirsty Gilmour (Skotlandia) dengan 15-8 15-14.

  Juara dunia 2017 nomor tunggal putra sekaligus peringkat satu dunia asal Denmark Viktor Axelsen menyumbangkan angka bagi Hyderabad Hunters. Dia melibas Sai Praneeth dengan 15-8, 15-10.

 Satunya dari nomor ganda putra. Pasangan Mathias Boe/Kim Sa Rang (Denmark/Korsel) menundukkan Markis Kido/Yoo Yeon-seong (Indonesia/Korsel) 15-9, 15-10. (*)

Jajal Istora Lewat Indonesia Masters

Minggu, 14 Januari 2018

 ISTORA akan kembali menjadi saksi bisu serunya penyelenggaraan turnamen bulutangkis kelas dunia. Setelah tahun lalu tak dapat digunakan karena tengah direnovasi jelang Asian Games 2018, kini kesiapan Istora hampir mendekati seratus persen untuk digunakan kembali dalam ajang Daihatsu Indonesia Masters 2018 pada 23-28 Januari 2018 mendatang.

“Setelah ditest beberapa atlet, memang masih perlu penyesuaian lagi, terutama dari kondisi arah angin. Walaupun tidak terlalu mengganggu seperti yang kami khawatirkan di awal,” ujar Achmad Budiharto, Ketua Panitia Pelaksana Daihatsu Indonesia Masters 2018, seperti dikutip media PBSI.

Istora adalah stadion yang menjadi ikon dan yang sangat dicintai penggemar bulu tangkis. Tetapi, Istora memang sangat butuh perbaikan untuk memenuhi ekspektasi sebagai venue olahraga terkini.

''Perbaikan ini telah menjadikan Istora memenuhi harapan tersebut, kami menanti momen-momen bersejarah selanjutnya di Istora,” kata Darren Parks, Events Director, Badminton World Federation (BWF).

Perbaikan Istora tentunya membuat stadion ini jauh lebih baik. Selain dari pengaturan tempat duduk penonton yang kini menjadi single seating yang tentunya menjadi lebih nyaman, pencahayaan stadion juga semakin baik dengan penggunaan jenis lampu LED.

“Jenis lampu yang dipakai ini adalah LED, tidak ada heating. Walaupun sudah 2000 lumens, tetapi tidak panas, akan membuat pemain lebih nyaman. Di JCC kemarin, kami pakai 1200 lumens tetapi pemain sudah merasa gerah, karena jenis lampunya berbeda. LED terangnya oke dan tidak panas,” ujar Budi, sapaan karib Achmad Budiharto.

Budi bersyukur bahwa bulu tangkis mendapat dua kesempatan jajal Istora sebelum Asian Games 2018 nanti. Selain Daihatsu Indonesia Masters 2018, kejuaraan Indonesia Open Level 2- BWF World Tour Super 1000 juga akan dilangsungkan di Istora pada Juli mendatang. (*)

Tuah Tommy di Thailand




THAILAND Masters bersahabat dengan Tommy Sugiarto. Dua tahun beruntun putra kegenda bulu tangkis Icuk Sugiarto tersebut menjadi juara.

Di 2018 ini, Tommy mengalahkan wakil Malaysia Jun Heo Leong dengan dua game langsung 21-16, 21-15 di Bangkok pada Minggu waktu setempat (14/1/2018). Sementara tahun lalu, mantan tunggal nomor satu Indonesia tersebut menghentikan perlawanan wakil tuan rumah Kanthapon W. dengan 21-17, 21-11.

 Gelar di Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, tersebut akhirnya menjadi  juara semata wayang yang diraih Tommy. Di ajang yang lain, dia babak belur.

 Bahkan, kakak dari Jauza Sugiarto, pebulu tangkis ganda putri yang kini digembleng di Pelatnas Cipayung, banyak tersingkir di babak awal. Akibatnya, ranking yang dimiliki bertahan terus turun.

Sayang, sukses Tommy menjadi juara di Thailand Masters 2018 gagal diikuti oleh dua wakil Indonesia yang lolos ke semifinal. Pasangan ganda putra, Ade Yusuf/ Wahyu Nayaka, dan pasangan ganda putri, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi, menyerah kepada lawan-lawannya.

Ade/Wahyu, yang diunggulkan di posisi ketujuh, dihentikan pasangan tuan rumah yang tak diunggulkan Tinn Isriyanet/Kittisak Namda dengan tiga game 18-21, 21-11, 20-22. Sedangkan Anggia/Ketut menyerah 19-21, 17-21 juga dari wakil Thailand Jongkolphan/Rawinda. (*)

Masih Ada Kans Jadi Juara

Sabtu, 13 Januari 2018


PELUANG Indonesia membawa pulang juara dari Thailand Masters 2018 masih ada. Hanya, kans menyapu bersih lima gelar sudah tertutup.

 Ini karena Indonesia sudah tak punya wakil di tunggal putri dan ganda campuran. Duta di kedua nomor tersebut harus terhenti di babak perempat final.

Gregoria Mariska di tunggal putri dan Akbar Bintang Cahyono/Winny Kandow (ganda campuran) menyerah dari lawan-lawannya. Gregoria dipaksa harus menyerah dua game langsung 13-21, 20-22 dari unggulan teraras yang juga andalan tuan rumah Nichaon Jindapol. Sementara Akbar/Winny kalah dua game 13-21, 18-21 dari Tang Jie Chen/Tan Wee Kiong asal Malaysia.

Hanya, di dua nomor lain, tunggal putra dan ganda putra, kans menjadi juara sangat besar. Tommy Sugiarto dan pasangan Berry Anggriawan/Hardianto masih bertahan dan status keduanya merupakan unggulan teratas.

Di perempat final yang dilaksanakan di Bangkok pada Jumat waktu setempat (12/1/2018), Tommy melibas wakil Jepang Hashiru Shimono dengan 21-17, 21-8 dan Berry/Hardianto menghentikan perlawanan wakil Negeri Sakura, julukan Jepang, lainnya Mahiro Kaneko/Yunosuke Kubota 21-15, 21-11. (*)

Giliran Juara Nasional Sambangi Sakura

GOR Sakura kedatangan tamu spesial. Bangunan di kawasan Ketintang, Surabaya, tersebut dikunjungi Wisnu Yuli Prasetyo, pada Jumat sore (12/1/2018).

 Dia datang bersama mantan pelatihnya di Surya Baja, M. Nadib. Tentu saja kehadiran Wisnu cukup mengejutkan.

 ''Saat dihubungi Nadib, saya juga pas di luar rumah. Saya pun langsung balik,'' kata Pemilik PB Sakura sekaligus Direktur Sakura Sport Management Ade Dharma.

 Hanya, lanjutnya, kedatangan tersebut sekadar keinginan Wisnu untuk menyaksikan PB Sakura, tempat Nadib sekarang berbagi ilmu. Di klub yang baru disahkan PBSI Surabaya pada Juli lalu itu, Nadib dijadikan sebagai direktur teknik.

Kehadiran Wisnu juga diharapkan bisa menambah motivasi dan semangat pebulu tangkis Sakura. Namun, juara nasional Indonesia 2017 tersebut bukan atlet papan Indonesia pertama yang mengunjungi Sakura.

Sebelumnya, beberapa atlet olahraga bulu tepok itu yang pernah datang adalah Tri Kusharjanto dan Luluk Hadiyanto. Keduanya merupakan mantan pebulu tangkis andalan Indonesia.

Trikus merupakan mantan peraih perak nomor ganda campuran Olimpiade Sydney 2000 berpasangan dengan Minarti Timur. Selain itu, dia juga merajai berbagai turnamen internasional.

Sementara, Luluk adalah mantan pebulu tangkis ganda putra andalan merah putih. Bersama Alvent Yuliango, mereka pernah duduk di ranking satu dunia. (*) 

Tim Ibu Kota Jaga Asa

Kamis, 11 Januari 2018

Sung Ji-hyun ikut sumbang angka
ASA Delhi Dashers menembus the Premier Badminton League tercapai. Ini usai mereka menang 4-1 atas North Eastern Warriors di Gachibowli Stadium pada Rabu waktu setempat (10/1/2018).

Delhi memenangkan tiga pertandingan, termasuk Trump. Imbasnya, tim asal ibu kota tersebut mengumpulkan empat angka dan membuat koleksi poin menjadi 15.

Sementara, Warriors, meski memetik dua kemenangan tapi mereka hanya bisa menambah satu angka. Hasilnya, koleksi poin total masih berkutat 12.

Tian Houwei menyumbangkan kemenanga
n Delhi usai melibas Tzu Wei Wang dengan 15-10, 8-15, 15-11. Dia sempat tertinggal 2-8 di game penentuan.

Sung Ji Hyun memperbesar keunggulan Delhi setelah menghentikan perlawanan Michelle Li 13-15, 15-11, 15-13 di Trump match. Sung Ji, yang kini duduk di peringkat tiga dunia, memang lebih diunggulkan menang.

Michelle and Shin Baek Cheol had provided a bright start to the Warriors winning their mixed doubles duel against the Delhi pair of Ashwini Ponnappa and Vladimir Ivanov in straight games 15-13, 15-11.(*)

Mantan Atlet Cipayung Juara di Kanada

Febri (kiri) saat pengalungan medali
UKIRAN prestasi dilakukan Febriyand Irvanaldy. Dia sukses menjadi juara tunggal putra di Toronto Open 2018.

Dalam final yang dilaksanakan Minggu waktu setempat atau Senin dini hari WIB tersebut, Febri, sapaan karib Febriyand Irvanaldy, menundukkan Bryan Yan dari E Badminton dengan straight game 21-16, 21-14.

Febri, yang kini berusia 27 tahun, memperkuat klubnya sendiri. Hanya, dia tak membawa nama Wima Surabaya.

 ''Klub saya Indonesia Badminton Academy,'' ungkap pebulu tangkis yang besar karena polesan pelatih senior Ferry Stewart tersebut.

 Ini, lanjut Febri, merupakan gelar keempatnya selama 2,5 tahun tinggal di Kanada. Sebelumnya, dia memenangi Ryerson Open selama dua kali dan juara liga sekali.

 ''Semua pebulu tangkis Indonesia yang ada di Kanada hampir semua ikut,'' jelas Febri. (*)

Terhenti karena Mengundurkan Diri


Hashiru Shimono penakluk Hayom
LANGKAH Dionysius Hayom Rumbaka di Thailand Masters 2018 harus terhenti. Mantan tunggal putra penghuni Pelatnas Cipayung tersebut harus mengakui ketangguhan wakil Jepang Hashiru Shimono dengan 21-18, 13-21,15-7.

Game ketiga gagal dilanjutkan sampai selesai karena Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, mengunduran diri. Cedera yang menimpanya belum bisa diajak kompromu.

Ya,cedera membuat Hayom juga terpental dari pelatnas. Akibatnya, dia lama absen dari berbagai turnamen.

Di Thailand Masters 2018, Hayom pun memulai langkah dari babak kualifikasi. Berkat dua kemenangan, mantan tunggal ketiga Indonesia di Piala Thomas itu mampu merasakan atmosfer babak utaman turnamen yang masuk level V BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) itu.

Meski kehilangan Hayom, tapi Indonesia masih menempatkan wakil di babak II tunggal putra. Mereka antara lain trio pelatnas-Ihsan Maulana Mustofa, Abdul Kholik, dan Panja Ahmad Maulana.

Selain itu, ada nama Tommy Sugiarto. Bahkan, putra legenda bulu tangkis Indonesia, Icuk Sugiarto, tersebut diunggulkan di tempat kedua. Unggulan teratas ditempati wakil tuan rumah Tanongsak S. (*)

Axelsen Ungguli Bintang Spurs

Rabu, 10 Januari 2018

Viktor Axelsen jadi atlet terbaik Denmark 2017
PENAMPILAN gemilang Viktor Axelsen selama 2017 diganjar apresiasi. Pebulu tangkis jangkung ini dinobatkan menjadi atlet terbaik Denmark.

Hebatnya, Axelsen mampu mengungguli atlet-atlet top dunia yang berasal dari Negeri Dongeng tersebut. Dia mengalahkan Caroline Wozniacki (tenis putri), Christian Eriksen (sepak bola dari klub top Eropa Tottenham Hotspurs ), Tim Nasional Denmark, Pernille Blume (renang), dan Jakob Fuglsang (balap sepeda).

Selama tahun lalu, Axelsen lagi di atas angin. Dia sukses meraih tiga gelar super series yakni India, Jepang, dan Tiongkok.

“Pada 2017, banyak atlet Denmark yang tampil luar biasa. Dalam pandangan kami, medali juara dunia dari Viktor Axelsen merupakan capaian yang paling menonjol,'' ungkap  Thomas Holm, petugas media dari NordicBet.

BT Gold merupakan penghargaan bagi atlet Denmark. BT memberikannya sejak 1930 dan Viktor Axelsen adalah atlet ke-88 yang memperoleh penghargaan itu. (*)

Ahmedabad Smash Masters Amankan Tiket Semifinal

Tai Tzu Ying (foto: taiwannews)
Ahmedabad Smash Masters mengamankan posisi semifinal Premier Badminton League (PBL) 2017-2018. Ini berkat kemenangan 5-0 atas Mumbai Rockets di Chennai pada Selasa waktu setempat (9/1/2018).

Seperti dikutip dari media India, The Ahmedabad pun menjadi tim pertama yang pasti lolos semifinal.  Kemenangan di Nehru Indoor Stadium itu ditentukan Sourabh Verma yang menundukkan saudara laki-lakinya Sameer dengan dua game langsung 15-14, 15-11 di the trump match.

Kemenangan juga disumbangkan dari tunggal putri. Pebulu tangkis nomor satu dunia Tai Tzu Ying dan tunggal putra melalui H S Prannoy yang unggul 15-12, 15-12 atas ranking lima dunia 5 Son Wan Ho. Tzu Ying sendiri melibas Beiwen Zhang dengan 15-9, 15-12.

Lee Yong Dae/Tan Boon Heong menjadi satu-satunya wakil Mumbai Rockets. Mereka menang 15-10, 15-12 atas K Nandagopal/Lee Reginald.

Mumbai Rockets mengakhiri kompetisi dengan 10 point. Sedang Chennai Smashers mengoleksi 12 point yang membuat mereka terpental dari semifinal. (*)

Seperti Pasangan yang Baru Kenal

Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (foto:thestar)
DEBUT manis dibukukan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Pasangan ganda campuran asal Malaysia tersebut membukukan kemenangan di babak I Thailand Masters 2018.

Peng Soon/Liu Ying menang dua game langsung  21-19, 21-15 atas Chang Tak Ching/Ng Wing Yung dari Hongkong dalam pertandingan yang dilaksanakan di Bangkok pada Rabu waktu setempat (10/1/2018). Soon/Liu Ying merupakan pasangan peraih perak Olimpiade Rio 2016. Di final, mereka dihentikan wakil Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. 

 Tapi, sejak April 2017, mereka harus berpisah. Ini karena Liu Ying harus menjalani operasi bahu.

Absen yang cukup lama tersebut membuat ranking keduanya jeblok. Terakhir, posisi keduanya ada di 58 dunia.

Peng Soon/Liu Ying yang pada 2017 atau sebelum berpisah sempat menembus final All England. Di babak kedua Thailand Masters 2018. mereka akan dijajal pasangan Indonesia Yantoni Edy Saputra/Marsheilla Gischa Islami .

 “Sebenarnyal, kami melakukan awal yang kurang bagus. Kami sudah lama tak bermain bersama,'' ungkap Peng Soon, yang sempat dipasangkan dengan  Cheah Yee See usai Liu Ying istirahat, seperti dikutip dari media Malaysia.

Dia mengaku kurang ada klik. Bahkan, Peng Soon menerangkan keduanya seperti orang asing yang tidak saling kenal.

 ''Saya percaya bahwa kami akan kompak di pertandingan berikut,'' tandas Peng Soon. (*)

Ternyata Hayom Masih Ada

Selasa, 09 Januari 2018

Dionysius Hayom Rumbaka
MASIH ada sisa-sisa dari Dionysius Hayom Rumbaka. Mantan tunggal ketiga Tim Piala Thomas Indonesia tersebut mampu lolos ke babak utama Thailand Masters 2018.

 Atlet yang kini bernaung di PB Djarum Kudus tersebut memetik dua kali kemenangan di babak kualifikasi turnamen yang kini masuk di level V atau super 300 kalender BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) itu.

 Dalam pertandingan pertamanya, Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, memetik kemenangan 18-21, 21-15, 21-17 atas pebulu tangkis Thailand Korakrit L. Tiket diperoleh usai dia kembali menghentikan asa wakil tuan rumah Kunlavut V.dengan 21-17, 21-19.

 Untuk berbicara banyak di babak utama bukan hal yang mustahil bagi Hayom. Di laga perdana, dia juga akan menghadapi wakil kualifikasi Hashiru Hashimoto dari Jepang.

 Selain Hayom, wakil Indonesia yang lolos dari babak kualifikasi adalah Fikri Ihsandi Hadmadi. Namun, di babak I, dia langsung berjumpa dengan unggulan teratas asal Thailand Tanongsak S. (*)

Tuan Rumah Jaga Kans Empat Besar

PV Sindhu membawa timnya menang
PV Sindhu kembali jadi kunci kemenangan bagi Chennai Smashers. Donasi di nomor spesialisnya, tunggal putri, menjadi kunci saat menundukkan Bengaluru Blasters dengan 3-2 di Premier Badminton League (PBL) yang dilaksanakan di kandangnya sendiri, Chennai, pada Senin waktu setempat (8/1/2018).

Hasil ini membuat  Chennai Smashers membuka kans lolos ke semifinal. Rencananya, babak empat besar akan memakai sistem knockout.

Sindhu mampu mengalahkan tunggal putri Bengaluru Blasters Kirsty Gilmour dengan dua game langsung 15-9, 15-14.  Kemenangan ini membuat Chennai Smashers di atas angin. Setelah sebelumnya di trump match wakil mereka Lee Yang/B Sumeeth Reddy menundukkan Mathias Boe/Kim Sa-rang dengan 8-15, 15-14, 15-13.

Tunggal putra nomor satu dunia yang membela Bengaluru Blasters  dipaksa bertarung tiga game 15-11, 6-15, 15-9 untuk bisa mengalahkan Tanongsak Saensomboonsuk 15-11, 6-15, 15-9. Ini sekaligus menjadi angka pertama bagi timnya.

Namun, dua kemenanan belum bisa membantu Blasters mengalahkan Chennai Smashers. Hanya, hasil itu cukup menolong untuk tetap berada di puncak dengan 15 poin. Chennai Smashers sendiri naik ke posisi ketiga dengan 12 poin.

Premier Badminton League (PBL) memang memakai sistem yang berbeda dengan biasanya. Tidak semua kemenangan dinilai satu.

Ada partai tertentu yang dinilainya diapresiasi 2. Kekalahan juga dinilai minus. (*)

Dapat Undangan dari Mantan Nomor Satu Dunia

Sony (tiga dari kiri) bersama pelatih dan atlet Sakura
PB Sakura pindah tempat latihan. Selasa pagi (9/1/2018), anak binaan Ade Dharma tersebut digembleng di GOR Sony Dwi Kuncoro yang berada di Medokan, kawasan Surabaya Timur. Sehari-harinya, mereka menjalani latihan di GOR Sakura. Ketintang, kawasan Surabaya selatan.

''Kami dapat undangan berlatih di GOR Sony. Rencananya bukan hari ini saja,'' terang Ade yang selain pemilik PB Sakura juga Direktur Sakura Sport Management.

Selain Selasa, Aldo Purnomo dkk akan menemani Sony berlatih Rabu besok dan Kamis lusa. Ade mengaku tak bisa menampik datangnya tawaran dari mantan pebulu tangkis tunggal putra nomor satu dunia tersebut.

 ''Banyak pengalaman yang kami peroleh berlatih bersama Sony. Mental dan semangat pebulu tangkis Sakura tentu saya harapkan meningkat,'' terang Ade.

 Sayang, tak semua anggota PB Sakura ikut ambil bagian. Dalam latihan yang digawangi Irwansyah serta Hasmar dan Direktur Teknik M. Nadib tersebut yang hadir adalah Aldo, Sakti, Aaron, dan Elvira.

 ''David, Devano, dan Gilang masih sekolah karena pagi masuk,'' ujar Ade. (*)

Aturan pun Kembali Berubah

Senin, 08 Januari 2018

BWF terus mencari formula yang pas. Kali ini menyangkut level turnamen.
Terbaru, federasi bulu tangkis dunia tersebut meluncurkan daftar penamaan gelaran turnamen internasional. Dalam acara peluncuran yang berlangsung di Guangzhou, Tiongkok, BWF mengumumkan Guangzhou sebagai kota penyelenggara turnamen bergengsi BWF Tour Finals 2018 hingga 2021 mendatang. Dalam kesempatan ini BWF juga mengumumkan HSBC sebagai sponsor baru gelaran world tour BWF dari level 1 hingga level 5.

Berikut sejumlah regulasi baru mulai 2018 :
1.     Struktur turnamen internasional 2018-2021
Grade 1
Olimpiade dan BWF Major Events (Kejuaraan Dunia, Kejuaraan Dunia Junior, Kejuaraan Dunia Junior Beregu/Piala Suhandinata, Kejuaraan Dunia Senior, Piala Thomas dan Uber, Piala Sudirman)

Grade 2
Level 1 : HSBC BWF World Tour – Finals (Guangzhou)

Level 2 : HSBC BWF World Tour – Super 1000 (Indonesia, Tiongkok, Inggris/All England)

Level 3 : HSBC BWF World Tour – Super 750 (Denmark, Malaysia, Tiongkok, Jepang, French)

Level 4 : HSBC BWF World Tour – Super 500 (Indonesia, Korea, Malaysia, India, Hongkong, Singapura, Thailand)

Level 5 : HSBC BWF World Tour – Super 300 (Thailand, Swiss, Jerman, Selandia Baru, Australia, Amerika Serikat, Spanyol, Taiwan, Makau, India, Korea)

Level 6 : BWF Tour – Super 100 (Indonesia, Perancis, Tiongkok, Kanada, Jepang, Rusia, Vietnam, India, Belanda, Jerman, Skotlandia)


2.     Kewajiban 12 Turnamen dalam Setahun
Mulai tahun 2018, para pebulu tangkis tunggal yang ada di jajaran ranking 15 besar dunia serta pemain ganda di 10 besar dunia berkewajiban untuk mengikuti setidaknya 12 turnamen yang terdiri dari tiga turnamen level 2, lima turnamen level 3, serta empat dari tujuh turnamen level 5.

 3.     Regulasi Servis 1,15 meter
BWF mengumumkan aturan baru dalam melakukan servis yang akan diuji coba mulai kejuaraan All England 2018 (HSBC BWF World Tour – Super 1000) pada Maret 2018. Aturan ini mengaruskan pemain melakukan servis dengan ketinggian maksimal 1,15 meter dari permukaan lapangan.

Pengukuran akan dilakukan dengan alat sensor yang dilengkapi dengan sinar inframerah.

Sementara itu, menanggapi aturan baru soal servis, Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi mengatakan tak terlalu terpengaruh dengan aturan ini. “Sejauh ini aturan tersebut tidak terlalu jadi masalah untuk tim ganda putra Indonesia. Menurut saya yang agak kesulitan adalah pemain dengan postur yang tinggi, yang 190 cm ke atas,” ungkap Herry.

4.     Aturan Penayangan Siaran Langsung
Para tuan rumah penyelenggara turnamen level 2, 3 dan 4 diminta untuk memperpanjang durasi siaran langsung dengan ketentuan sebagai berikut:

-       Turnamen Level 2 harus disiarkan dengan total 45 pertandingan (10 pertandingan di babak pertama, 10 pertandingan di babak kedua, 10 pertandingan di babak perempat final, 10 pertandingan di babak semifinal, serta 5 pertandingan di babak final)

-  Turnamen Level 3 harus disiarkan dengan total 29 pertandingan ( 8 pertandingan di babak kedua, 8 pertandingan di babak perempat final, 8 pertandingan di babak semifinal, 5 pertandingan di babak final)

-  Turnamen Level 4 harus disiarkan dengan total total 25 pertandingan ( 10 pertandingan di babak perempat final, 10 pertandingan di babak semifinal, 5 pertandingan di babak final)

 5.     Tidak ada Babak Kualifikasi
Babak kualifikasi pada turnamen level 2 dan level 3 resmi ditiadakan. Kejuaraan-kejuaraan ini akan dimainkan mulai hari Rabu hingga hari Minggu. Aturan ini akan dimulai pada kejuaran All England 2018 (HSBC BWF World Tour – Super 1000).

Selain itu, sistem skor 11 x 5 yang sempat dimainkan di sejumlah turnamen, masih belum dipastikan kapan akan diterapkan secara resmi. Hal ini masih akan didiskusikan dalam Annual General Meeting (AGM) BWF 2018 yang akan dilangsungkan di Bangkok, pada bulan Mei. (*)

Kakak -Beradik Antar Hyderabad Hunters Raih Kemenangan

Kido/Yoo Yeon-seong (foto:northeastindia)
DUA kakak beradik, Markis Kido dan Pia Zebadiah, gemilang di India Premier Badminton League 2017-2018. Keduanya mampu menyumbangkan angka bagi timnya, Hyderabad Hunters, saat mengalahkan Awadhe Warriors dengan skor 6-0.

Hanya, Kido dan Pia tak tampil bersama di ganda campuran. Kido di ganda putra sedangkan adiknya di ganda campuran.

Kido berpasangan dengan Yoo Yeon-seong dari Korea Selatan. Mereka menang 14-15,6-15, 11-15 atas Or Chin Chung/Tang Chun Man. Sementara,

Pia yang digandengkan dengan pebulu tangkis India Satwiksairaj  Rankireddy mematahkan perlawanan Hendra Setiawan/Christinna Pedersen dengan dua game langsung 15-9, 15-9.

 Donasi angka bagi Hyderabad Hunters melalui Lee Hyun-il di tunggal putra, Carolina Marin di tunggal putri, dan tungga putra kedua Sai Praneeth.

 Di antara ketiganya, kemenangan Marin termasuk kejutan. Selama ini, pebulu tangkis asal Spanyol tersebut memiliki rekor pertemuan yang kurang baik dengan Sainal, yang kebetulan berasal dari India.

 Dia baru menang empat kali dalam sembilan kali pertemuan. Bahkan, di laga terakhirnya, Marin, yang kini duduk di posisi keempat, menyerah dari Sania. (*)

Tiga Ranking Satu Dunia Ikut Indonesia Masters

Minggu, 07 Januari 2018

Viktor Axelsen (foto:badmintonplanet)
TURNAMEN Indonesia Masters 2018 bukan ajang tertinggi di kalender BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).

Hadiah yang disediakan ''hanya'' USd 350 ribu. Ini membuat Indonesia Masters masuk di level keempat atau super series.

Apalagi, Indonesia juga punya Indonesia Open. Turnamen ini masuk level kedua atau super series premier of premier.

Namun, gengsi Indonesia Masters tak bisa dipandang sebelah mata. Dalam ajang yang dilaksanakan di Jakarta mulai 22 Januari tersebut hadir pebulu tangkis top.

Sebut saja di tunggal putra.  Di nomor ini ada Viktor Axelsen.

Lelaki asal Denmark ini merupakan peringkat dunia nomor satu untuk saat ini. Pada Kejuaraan Dunia 2017, Viktor mampu keluar sebagai juara.

Dalam final yang dilaksanakan di Glasgow, Skotlandia, pada 27 Agustus, dia mampu keluar sebagai juara. Viktor mengalahkan legenda asal Tiongkok Lin Dan dengan dua game langsung 22-20, 21-16.

Sementara di tungal putri, pebulu tangkis nomor satu dunia sekarang Tai Tzu Ying asal Taiwan juga terdaftar namanya. Hal yang sama juga terjadi di ganda putra. Pasangan nomor wahid sekarang Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya juga turun mengayunkan raket. (*)

Sindhu pun Jago di Ganda Campuran

PV Sindhu (foto: hisdustantimes)
PV Sindhu jadi bintang bagi timnya, Chennai Smashers. Tunggal putri andalan India tersebut mampu menyumbang dua angka saat timnya menang 2-1 atas Ahmedabad Smash Masters di Premier Badminton League (PBL) pada Sabtu malam (6/1/2018).

Kemenangan pertama diraih usai mengalahkan tunggal putri nomor satu dunia saat ini, Tai Tzi Ying, 15-11, 10-15, 15-21. Poin lagi diraih bukan di nomor yang biasanya Sindhu tampil, yakni ganda campuran.

“Ini menjadi sebuah kemenangan besar dan saya sudah punya perasaan akan bisa menang atas Tzu Ying,'' kata Sindhu seperti dikutip media India.

Dia pun memuji lawannya yang asal Taiwan tersebut bermain sangat baik. Sindhu ikut memberikan pujiaan kepada penonton yang memberikan dukungan.

 ''Dukungan mereja membantu saya bisa memenangkan pertandingan,'' ucap pebulu tangkis yang kini duduk di posisi tiga dunia nomor tunggal putri tersebut.

Berpasangan dengan Sumeeth Reddy, mereka memetik kemenangan dua game langsung 15-14, 15-13 atas Kamilla Rytter Juhl/Lee Reginald. Sindhu terpaksa harus turun di ganda campuran setelah rekan satu timnya, Gabrielle Adcock, mengalami cedera.

Angka Chennai Smashers ikut didonasikan oleh , Tanongsak Saensomboonsuk. Tungal putra asal Thailand tersebut unggul 15-10, 12-15, 15-14 atas HS Prannoy yang membuat kedudukan imbang 1-1. (*)

Atlet Sakura Masuk Daftar Tunggu Indonesia Masters

Jumat, 05 Januari 2018

Aldo (tengah) bersama teman-temannya di Sakura
KALENDER kejuaraan 2018 sudah disusun Sakura Sport Management. Indonesia Masters 2018 menjadi ajang perdana yang akan diikuti.

''Aldo (Purnomo) terdaftar di turnamen tersebut. Hanya, dia masuk dalam daftar tunggu,'' kata Ade Dharma, pemilik PB Sakura dan Direktur Sakura Sport Management.

 Dia mengakui sebenarnya berharap Aldo bisa masuk ke Indonesia Masters. Meski nantinya pebulu tangkis asal Tuban, Jawa Timur, tersebut harus merangkak dari babak kualifikasi  tunggal putra.

 Indonesia Masters sendiri akan dilaksanakan di Jakarta mulai 22 Januari mendatang. Meski bukan turnamen tertinggi di kalender BWF (Federasi Buluy Tangkis Dunia) tapi event berhadiah total USD 350 ribu tersebut diikuti para pebulu tangkis dunia.

 Tercatat tunggal putra nomor satu dunia Viktor Axelsen dari Denmark dan tunggal putri nomor wahid sejagad Tai Tzu Ying dari Taiwan akan ikut ambil bagian.

Setelah dari Indonesia Masters 2018, Aldo akan dikirim ke Sirkuit Nasional (Sirnas) yang dilaksanakan di Bali. Besar kemungkinan, dia akan didampingi Sakti. (*)

Final Olimpiade di Babak I Indonesia Masters

Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.
TONTOWI Ahmad/Liliyana Natsir sukses di Olimpiade Rio 2016. Di babak final, ganda campuran terbaik Indonesia tersebut mengalahkan pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Sayang, setelah itu, kedua pasangan tak pernah bertemu lagi. Penyebabnya, Goh Liu Ying mengalami cedera. Imbasnya, Peng Soon dipasangkan dengan pebulu tangkis lain sejak Juni 2017.  Namun, hasilnya tak sesuai harapan. Peng Soon pernah dipasangkan dengan Yen Wei Peck dan juga dengan Yee See Cheah.

 Kini, memasuki 2018, Peng Soon dan Liu Ying kembali ditandemkan. Indonesia Masters menjadi debut bagi keduanya.

Ironisnya, di ajang berhadiah total USD 350 ribu tersebut, mereka langsung bertemu dengan Tontowi/Liliyana. Pasangan merah putih tersebut menempati unggulan teratas.

Tontowi/Liliyana diharapkan mampu menjadi juara. Tujuannya untuk menambah kepercayaan diri mengarungi kerasnya persaingan di 2018. (*)

BAM Tak Ingin Gagal di Kandang



MALAYSIA tak mau malu. Bertanding di kandang sendiri, mereka menargetkan lolos ke putaran final Piala Thomas 2018.

Itu disampaikan oleh Presieden Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia Datuk Seri Norza Zakaria. Apalagi, negeri tersebut menjadi host dalam ajang kualifikasi yang dikemas dalam Kejuaraan Beregu Asia di  Alor Setar pada 16-21 Februari 2018.Putaran final Piala Thomas yang dibarengkan dengan Uber akan dilaksanakan di Bangkok, Thailand, pada 20-27 Mei 2018.

Ambisi lolos itu dibarengi dengan keseriusan BAM mengirimkan skuad. negeri jiran menerjunkan kekuatan terbaik.Pebulu tangkis tunggal nomor dunia Lee Chong Wei ada dalam tim. Begitu juga peraih perak nomor ganda Olimpiade Rio 2016 Tan Wee Kiong/Goh V Shem .

Di tunggal selain Chong Wei, BAM mendaftarkan Lee Zii Jia, Soong Joo Ven, dan Iskandar Zulkarnain Zainuddin. Untuk ganda, Teo Ee Yi/Ong Yew Sin dan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani juga jadi tumpuan.

Sayang, dalam skuad Malaysia, juara junior Asia Leong Jun Hao dan dua kali juara nasional Lim Chi Wing tak masuk daftar. Begitu juga pebulu tangkis spesialis ganda Tan Boon Heong.

Dua tahun lalu pada Februari di Hyderabad, India, Malaysia mengirim pelapis. Juara Piala Thomas lima kali tersebut tak mengikutkan Chong Wei dan V Shem/Wee Kiong. Hasilnya, mereka tak mampu menembus babak semifinal.

''Lupakan kegagalan itu. Saya ingin Malaysia lolos ke final,'' kata Norza usai menggelar pertemuan dengan pelatih nasional di Academy Badminton Malaysia.(*)

Mulai Gelar Latihan Rutin Lagi

Kamis, 04 Januari 2018

Latihan pertama usai digembleng di Jogja
LATIHAN perdana digeber PB Sakura. Mulai Kamis sore (4/1/2018), mereka kembali menjalani rutinitas memeras keringat.

Dalam latihan tersebut dipimpin langsung oleh pelatih Irwansyah. Hanya, belum semua skuad Sakura hadir.

 ''Belum komplet. Hanya David , Sakti, dan Devano yang hadir di latihan perdana,''kata staf pelatih Sakura Yohanes.

 Pebulu tangkis lainnya, Aldo Purnomo dan Aron masih dalam perjalanan. Keduanya merupakan atlet binaan Sakura yang tinggal di luar Surabaya.

 Sebelum menjalani latihan di GOR Sakura, Ketintang, Surabaya, mereka sudah digembleng di Jogjakarta mulai 27 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018. Selain dilatih fisik, David dkk juga menjalani dua pertandingan uji coba.

 ''Ini kami lakukan karena kami serius mengejar prestasi di 2018,'' tegas Pemilik PB Sakura Ade Dharma.  (*)

Juara Bertahan Menyerah

Chris menolong Gabriella (foto;IB time india)
JUARA bertahan India Premier Badminton League Chennai Smashers mengalami nasib nahas.Mereka bukan hanya menderita kekalahan dari to Delhi Dashers.

Tapi, salah satu andalannya, seperti dikutip dari media India, Gabrielle Adcock, mengalami cedera. Ini membuat Chennai Smashers harus menyerah 0-3 dalam pertandingan yang dilaksanakan di Lucknow pada Rabu waktu setempat (3/1/2018). Sesuai dengan sistem yang dipakai, tim yang kalah harus menyerahkan poinnya dan dinyatakan menyerah dengan skor 0-3.

 Gabrielle mengalami cedera pergelangan kaki saat berpasangan dengan sang suami, Chris Adcock. Mereka menghadapi Vladimir Ivanov/Ashwini Ponnappa. Petaka itu terjadi saat mereka tertinggal 5-6. 

 Ketika itu, Chennai Smashers juga tertinggal 1-2. Satu angka diperoleh berkat kemenangan dari nomor ganda putra. Pasangan Sumeeth Reddy/Lee Yang menundukkan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov dengan 15-13, 15-11.

 Sayang, di dua partai lainnya, Chennai Smashers gagal meraih angka. Brice Leverdez di tunggal putra kalah 10-15,13-15 dari Wong Wing Ki dan tunggal putra kedua Tanongsak harus mengakui ketangguhan Tian Houwei dengan 14-15, 10-15. Satu partai lagi yakni tunggal putri, wakil Chennai PV Sindhu takluk dari Sung Ji-hyun dengan 15-11, 13-15, 14-15. (*)

Panggil Lagi Pasangan Perak Rio 2016

Goh V Shem/Tan Wee Kiong (foto:malaymail.com)
ASOSIASI Bulu Tangkis Malaysia mengumumukan skuad yang akan berlaga dalam kualifikasi Piala Thomas-Uber 2018. Hanya, tidak ada kejutan dari nama-nama yang akan membela negeri jiran tersebut dalam ajang yang akan dilaksanakan di Alor Setar from pada 6-11 Februari tersebut.

 Di sektor putra, seperti dikutip dari media Malaysa, pebulu tangkis nomor dunia sekarang Datuk Lee Chong Wei akan memimpin rekan-rekannya. Dia akan didampingi tiga tungga lain, Lee Zii Jia, Iskandar Zulkarnain Zainuddin, dan Soong Joo Ven.T

Sayang, nama juara junior Asia Leong Jun Hao dan dua kali juara nasional Lim Chi Wing tak ada dalam tim. Meski, keduanya sempat diperkirakan akan membela negaranya dalam event yang juga dikemas Kejuaraan Beregu Asia tersebut.

Untuk nomor ganda, pasangan peraih perak Olimpiade Rio 2016 Goh V Shem/Tan Wee Kiong ada dalam daftar. Selain itu, ada juga Teo Ee Yi/Ong Yew Sin, dan  Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani.Sementara nama pebulu tangkis senior Tan Boon Heong terpental.

 Di Piala Uber, BAM mempercayakan Sonia Cheah, Goh Jin Wei, Lim Yin Fun, and S. Kisona untuk nomor tunggal putri. Vivian Hoo/Woon Khe Wei, Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean, dan Goh Yea Ching/Yap Cheng Wen menjadi tumpuan di ganda. (*)

Sakura Tuntaskan TC di Jogja

Rabu, 03 Januari 2018

Sakura saat berada di Jogjakarta
PB Sakura tak mampu membuang waktu percuma. Klub milik Ade Dharma tersebut menggelar pemusatan latihan (training center) di Jogja mulai 27 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018.

 ''Kami menggelar TC di Puncak Kaliurang. Kami menggenjot fisik para pebulu tangkis,'' kata Ade.

 Tujuannya, ucap Ade, agar anak asuhnya siap menghadapi persaingan di 2018. Apalagi, dia ingin nama Sakura semakin berkibar.

 '' Bukan hanya nasional tapi juga internasional. Kami membenahi dulu dari fisik dulu,'' terang menantu mantan bintang sepak bola Indonesia Parlian Siagian itu.

 Dalam TC di Kota Gudeg itu, PB Sakura mengusung kekuatan penuh. Mereka adalah Insa Sakti Maulana Mustaqim, 20, Aldo Oktaviano Purnomo, 19, Prabu Wenang Pitutur, 17, Aarons Sangga Wijaya, 14, Devano Akmal Permana, 15, David Wahyudi, 13, dan Gilang Krisandi Toyo Pramono Putra, 12. Satunya pebulu tangkis putri adalah Zalianty Elvira Iskandarsyah, 13.

 Selain itu, jajaran pelatih dan pengurus juga ikut. Hanya, Direktur Teknik M. Nadib yang tak ikut berangkat.

''Males aja kalau pas liburan panjang jalan pada macet.''

Tapi, dia akan kembali mendampingi latihan. Rencananya latihan perdana dilakukan Kamis (4/1/2018) (*)

Tinggalkan India, Mulyo Menuju Singapura

Mulyo dan Kidambi Srikanth (foto: newsindianexpress)
KEBERSAMAAN Mulyo Handoyo dan India berakhir. Ini membuat pelatih asal Indonesia tersebut tak bisa mendampingi pada Pesta Olahraga Persemakmuran (Commonwealth Games) di Gold Coast, Australia, April mendatang.

Mulyo, yang sukses mendampingi Taufik Hidayat meraih emas tunggal putra Olimpiade Athena 2004, mampu mendongkrak prestasi India. Di bawah asuhannya sejak Januari, tunggal putra India mampu meraih lima gelar di ajang super series.

Empat melalui K. Srikanth (Indonesian Open, Australian Open, Denmark Open, French Open) dan satu dari B. Sai Praneeth (Singapore Open). Ini membuat Srikant menjadi kandidat kuat meraih emas di Pesta Olahraga Persemakmuran. Rival beratnya diperkirakan adalah Lee Chong Wei dari Malaysia dan Rajiv Ouseph (India)

Dikutip dari media India, keluarga Mulyo mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupan di negeri beribukot New Delhi tersebut. Laporan lain menyebutkan bahwa lelaki asal Solo, Jawa Tengah, tersebut tak setuju dengan tawaran gaji yang diajukan oleh Asosiasi Bulu Tangkis India.

 Mulyo akan meninggalkan India pada akhir bulan. Dia akan menjadi pelatih di Singapura. (*)

Debut Senior Ganda Juara Asia

Rehan/Siti akan berlaga di Thailand (foto;PBSI)
PASANGAN Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia kembali bersatu. Keduanya akan tampil di Thailand Masters yang dilaksanakan pekan depan di Bangkok.

Sebelumnya, Rehan/Naufal sempat berpisah. Bukan karena penampilannya menurun, tapi cedera yang dialami Siti.

 Cedera itu pula yang membuat keduanya gagal mengulangi sukses. Usai menjadi juara Asia, Rehan/Naufal tersingkir di babak final oleh rekannya sendri, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

 Saat itu, Siti mengalami cedera. Usai dari Kejuaraan Dunia, Rehan dan Siti belum berpasangan lagi.

 Nah, di Thailand Masters 2018 merupakan debut keduanya. Apalagi, ajang tersebut sudah masuk kategori senior.

 ''Ini debut anak saya di kejuaraan senior. Semoga aja hasilnya bagus,'' kata legenda hidup bulu tangkis Indonesia yang juga ayah Rehan, Tri Kusharjanto.

 Ini membuat Rehan/Siti harus merangkak dari babak kualifikasi. Di babak I, mereka akan menjajal ketangguhan wakil tuan rumah Chaelempon/Rawimon.

Jika mampu menembus babak utama, Rehan/Siti akan menemani beberapa pasangan Indonesia lainnya seperti Ronald/Mychelle Christine. (*)

Sakura Menatap Prestasi 2018

Selasa, 02 Januari 2018

Ade Dharma, pemilik PB Sakura
PB Sakura menatap 2018 dengan optimistis. Mereka sudah menyiapkan agenda turnamen yang akan diikuti oleh pebulu tangkisnya.

Selain itu, di jajaran pelatih, ada nama M. Nadib. Dia merupakan mantan pelatih PB Surya Baja Surabaya dan juga pernah menangani Jawa Timur di ajang Pekan Olahraga Nasional Remaja.

 Namun, status Nadib bukan pelatih murni. Pengalaman dan ilmu yang dimiliki membuat mantan tunggal putra andalan Jatim ini diposisikan sebagai direktur teknik.

 Saran dan masukannya penting bagi jajaran pelatih yang dikomandani Irwansyah. Saat ini, pebulu tangkis PB Sakura yang berada di bawah Sakura Sport Management terus bertambah.

 Sekarang, mereka tidak hanya mempunyai Aldo Purnomo. Mantan jawara di kelas remaja Sakti pun mulai bergabung.

 Di Pertamina Open 2017 lalu, Sakti, yang pernah membela Surya Baja, mampu menembus babak perempat final. (*)

Berat Lolos ke Babak Utama Son

Sony memulai dari kualifikasi
SONY Dwi Kuncoro belum mau menyerah. Dia masih ingin menjajal kerasnya persaingan di kancah bulu tangkis dunia.

 Meski, harus diakui, kemampuan Sony sekarang sudah jauh menurun. Indikasinya, ranking duninya kembali terjun bebas.

 Saat ini, bapak dua putri ini berada di posisi 95 dunia. Akibatmya, perjuangan harus melalui babak kualifikasi harus sering dilakoni Sony.

 Seperti di Malaysia Masters 2018. Dalam kejuaraan yang masuk level grand prix gold tersebut, Sony memulai langkah dari babak kualifikasi.

 Dalam pertandingan pertama, mantan tunggal putra terbaik Indonesia tersebut akan ditantang wakil Meksiko Luis Ramon. Di atas kertas, Sony akan menang.

 Hanya, untuk bisa menembus babak utama, butuh perjuangan sangat berat. Sony akan menantang mantan tunggal terbaik dunia asal Jepang Kento Momota. (*)

Hanya Tiga Wakil di Premier Badminton League

Pia Zebadiah ikut ambil bagian
JEDA kejuaraan dimanfaatkan untuk menggelar liga. Salah satunya India.

 Hanya, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, wakil Indonesia yang tampil semakin sedikit. Pada musim 2017/2018 ini, tercatat hanya tiga pebulu tangkis Indonesia yang ikut ambil bagian.

 Mereka adalah Hendra Setiawan, Markis Kido, dan Pia Zebadiah. Tapi, Hendra dan Markis bukan membela klub yang sama.

 Hendra, yang meraih emas ganda putra Olimpiade Beijing 2008 bersama Markis, akan membela Awadhe Warriors. Sementara, Kido dan adiknya, Pia, memperkuat Hyderabad Hunters.

 Dibandingkan ajang liga yang lain,India Premier Badminton League, mempunyai gengsi tinggi. Hampir semua pebulu tangkis papan atas dunia ikut ambil bagian.

 Di Awadhe, Hendra satu tim dengan  Harshit Aggarwal, Kidambi Srikanth, Or Chin Chung, Parupalli Kashyap, dan Tang Chun Man pada kelompok putra. Di putri, dia bersama Christinna Pedersen, Mahima Aggarwal, Sai Uttejitha Rao, dan mantan tunggal putri nomor satu dunia Saina Nehwal.

 Sedangkan Hyderabad Hunters, selain Kido dan Pia ada  juga nama Sai Praneeth, Lee Hyun Il, Rahul Yadav Chittaboina, Satwiksairaj Rankireddy, Yoo Yeon Seong (putra). Ada juga Anoushka Parikh, Carolina Marin, dan Rasika Raje untuk kelompok putri.

 India Premier Badminton League diikuti delapan tim. Mereka adalah Bengaluru Blasters, Awadhe Warriors,    Ahmedabad Smash Masters, Hyderabad Hunters,Delhi Dashers, North Eastern Warriors, Chennai Smashers, dan Mumbai Rockets. (*)

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger