www.smashyes.com

www.smashyes.com

Syahrozi Dafandi Arafixqli /Syahrizal Dafandi Arafixqli, Pasangan Kembar Pertama di Pelatnas Cipayung

Senin, 07 Januari 2019

Masih Sering Grogi tapi Bisa Saling Menutupi

Januari ini Pelatnas Cipayung mengumumkan penghuninya. Yang menarik, dari 98 atlet, ada dua lelaki kembar.
---
SEKILAS susah membedakan Syahrozi Dafandi Arafixqli /Syahrizal Dafandi Arafixqli. Wajar karena keduanya memang kembar.

Namun, kalau lebih jeli, di antara keduanya ada perbedaan. Syahrizal mempunyai tahi lalat di dagu sebelah kiri.

 ''Syahrizal kakak, sedangkan saya adik. Sejak kecil kami memang sudah dilatih bulu tangkis,'' kata Syahroni di GOR Sudirman, Surabaya, pada Minggu siang (6/1/2018).

 Oleh orang tuanya, pasangan Budi Santoso-Dari Eko Purwani, pada usia  sembilan tahun keduanya dimasukan ke PB Dasa Didgaya, Kota Blitar, asal keduanya. Saat itu, lelaki kelahiran 9 Desember 2000 tersebut masuk duduk di kelas 1 Sekolah Dasar (SD) Kepanjen Lor.

 Guna mengepakan pretasinya, pada 2015, mereka  meninggalkan Kota Blitar.  Mereka bergabung dengan PB Semen Gresik. ''Kami mulai dipasangkan dan di sana kami bertahan hingga 2018,''  tambah Syahrizal.

 Ketika PB Semen Gresik tutup, keduanya menjadi incaran banyak klub. Beruntung PB Pratama, Surabaya,mendapatkan.

 Di tempat tersebut, kemampuan keduanya terus berkembang. Bahkan, pada 2018, Syahrozi/Syahrizal semakin menunjukkan kegarangan di atas lapangan.

 ''Kami mampu lolos final di tiga sirkuit nasional yakni Balikpapan, Bali, dan Surabaya.  Kami mampu menjadi juara di  Balikpapan dan Bali,'' ucap Syahrizal.

 Padahal, ungkap dia, kalau mampu menjadi tiga kali beruntun, tiket menembus Pelatnas Cipayung langsung berada dalam genggaman. Mereka tidak perlu bertarung dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2018 di Jakarta dan harus menjadi juara.

 Di Syahrozi/Syarizal menundukkan pasangan Bernadus Bagas Kusuma Wardana/Dwiki Rafian Restu di final dengan skor 17-21, 22-20, 21-18, Minggu (22/12/18). Bahkan, di game ketiga, keduanya sempat tertinggal jauh.

 Meski sudah beberapa kali memetik prestasi, bukan berarti keduanya punya kelemahan. Mereka, tambah Syahrizal, masih sering grogi dan tegang.

 ''Untungnya, kami bisa saling menutupi,'' terang dia.

 Dengan status magang di Pelatnas Cipayung, Syahrozi/Syahrizal tak mau berpuas diri. Mereka tertantang untuk bisa menjadi penghuni tetap kawah candradimuka pebulu tangkis Indonesia tersebut.

 ''Ingin jadi penghuni tetap. Untuk itu, kami harus berlatih keras dan bisa menunjukkan prestasi,'' ucap Syahrozi. (*)


Guyuran Bonus buat si Kembar

Wijanarko (kanan) bersama kembar
PASANGAN Syahrozi Dafandi Arafixqli /Syahrizal Dafandi Arafixqli panen apresiasi. keduanya mendapat guyuran uang dari Pengprov PBSI Jatim, Pengkot PBSI Surabaya, dan Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto.
 Hanya dari ketiganya, PBSI Jatim yang terang-terangan menyebutkan nominalnya, yakni Rp 10 juta. Sedangkan PBSI Surabaya Rp 3 juta, dan Eddwi merahasiakan apresiasi yang diberikan.
 Syahrozi/Syahrizal yang digembleng di PB Pratama Surabaya tersebut mendapat penghargaan atas upaya yang diraih. Keduanya mampu menjadi juara nomor ganda taruna putra dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2018 yang dilaksanakan di Jakarta pada Desember.
 Gelar yang diraih pasangan kembar kelahiran 9 Desember 2000 tersebut juga menjadi obat dahaga gelar Jatim yang cukup lama di ajang kejurnas junior. Sejak Hendrawan pada 1990, Jatim tak pernah menempatkan wakilnya menjadi juara di kelompok usia di bawah 19 tahun tersebut.
 ''Jadi, wajar kalau Kembar dapat apresiasi dari PBSI Jatim. Jangan dihitung nominalnya, tapi ini sebagai bentuk penghargaan kami kepada atlet yang mengharumkan Jatim,'' kata Ketua Pengprov PBSI Jatim Wijanarko usai menyerahkan penghargaan  di GOR Sudirman, Surabaya, kemarin.
 Dia ingin agar langkah yang dilakukan organisasi yang dipimpin bisa memacu  pebulu tangkis Jatim lain untuk berprestasi di ajang nasional maupun internasional.
 Atas keberhasilan menjadi juara  Kejurnas 2018, Syahrozi/Syahrizal mendapat kesempatan magang selama enam bulan di Pelatnas Cipayung. Keduanya berusaha memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik mungkin.
 ''Kalau bisa, kami ingin terus di sana. Bukan lagi  dengan status magang tapi penghuni tetap,'' ucap Syahrizal. (*)

Tulisan ini dibuat di Harian Jawa Pos Edisi 6 Januari 2019

DOWNLOAD MAJALAH DIGITAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. smashyes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger